Home / Romansa / Suami Bayaranku Ternyata Big Boss / 220. Wanita Itu Berselingkuh Darimu!

Share

220. Wanita Itu Berselingkuh Darimu!

last update Last Updated: 2024-11-29 16:17:27

‘Argh!’ Annelies menutup telinga dan spontan menunduk di bawah meja, saat deru tembakan terlesat.

Dia yang awalnya mengira peluru itu akan mengenai dirinya, kini malah terkejut saat anak timah itu menghancurkan lampu gantung di atas ballroom. Beruntungnya saat itu tidak ada pasangan yang berdansa. Namun, para tamu langsung memekik histeris karena di acara sekelas Cosmo Group malah terjadi teror!

Beberapa orang saling melindungi rekan maupun keluarga mereka. Bahkan buru-buru menarik satu sama lain agar menjauh dari ballroom.

“Cepat pergi dari sini!” pekik seorang dari tamu.

Tamu lainnya merengkuh tangan sang istri seraya berkata panik, “Sayang, kemarilah. Kita harus cepat keluar!”

Annelies yang tegang, perlahan mengintip ke atas meja. Namun, sepasang manik hazelnya seketika melebar, saat melihat sang suami tengah bergelut dengan lelaki berkacamata tadi.

‘Dan Theo?!’ batin wanita itu tercengang. ‘Bagaimana Dan Theo bisa datang? Dia … menyusulku?’

Ya, setelah pria itu seharian sibuk
Locked Chapter
Continue Reading on GoodNovel
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Inura Lubyanka
Selamat membaca kakak-kakak 🫶🏻
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   221. Belajarlah Menjaga Batas Dari Wanita yang Sudah Menikah!

    ‘Aish, sial! Bajingan itu sedang apa?!’ batin Dan Theo kebak amarah.Tangannya mengepal geram seolah siap mematahkan tangan Frans, yang berlagak mencemaskan bahu istrinya. Terlebih lagi, kini jari Presdir Cosmo Group itu menyentuh rambut Annelies. Dan Theo benar-benar tak bisa diam terus.Dengan langkah berapi-api, pria itu pun menghampiri mereka.“Singkirkan tanganmu darinya!” tukas Dan Theo dingin.Frans menoleh. Dia baru sadar bahwa pria yang datang ternyata suami Annelies.“Oh? Tuan Dan Theo? Bukankah Anda sedang sibuk dengan pekerjaan? Annelies bilang Anda tidak bisa hadir ke acara saya,” katanya.“Apa yang kau lakukan pada istriku?” Dan Theo menyahut tanpa ekspresi.“Maaf?” Frans menyahut dengan alis bertaut.Dan Theo kian menjamkan sorot

    Last Updated : 2024-11-30
  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   222. Kenapa Aku Harus Melukai Suamiku?

    Dan Theo tercengang dengan tatapan tegang saat mendengar ucapan istrinya. Perubahan raut wajah itu, membuat manik Annelies gemetar. Artinya sang suami memang menyimpan rahasia!“Kenapa diam saja? Kau tidak akan menjelaskan tentang wanita itu?!” Annelies mendorongnya bicara. “Katakan, Dan Theo. Jelaskan padaku siapa dia? Kenapa dia bisa merindukanmu? Apa hubungan kalian? Dan kenapa kau tidak pernah bilang padaku, kalau ada wanita lain dalam hidupmu?!”Nada wanita itu semakin meninggi di akhir kalimatnya. Dadanya sampai kembang-kempis karena balon duri yang dia tahan selama beberapa waktu, akhirnya meledak juga.Namun, sial. Dan Theo tetap bungkam. Dalam diamnya, dia malah penasaran.‘Bagaimana Annelies bisa tahu tentang wanita itu? Tidak mungkin Kaelus atau Velos yang memberitahunya,’ batin pria tersebut bertanya-tanya.Dengan tata

    Last Updated : 2024-11-30
  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   223. Jangan Harap Bisa Kabur Dariku!

    “Saat ini kau dalam bahaya, Annelies,” bisik Dan Theo mengamati istrinya lebih lekat.Sang istri mempersempit jarak alisnya, bingung dengan apa yang suaminya maksud. Awalnya dia berpikir Dan Theo membicarakan tentang orang yang menyerangnya di Cosmo Hotel. Tapi dugaannya seketika buyar, saat sebelah tangan sang pria merayap di paha dan berusaha menyingkap dress hitamnya.“Dan Theo?” Annelies memanggil namanya sambil mengerjap.“Kau memutuskan tidak mau kehilangan diriku. Jadi jangan harap bisa kabur dariku!” sahut Dan Theo yang hendak menjajah lehernya.Saat itulah Annelies segera menahan dada Dan Theo. Ekspresi kakunya terpampang jelas, tapi Dan Theo malah mencekal tangan yang menghalanginya tersebut dan mengangkatnya ke udara.“Tidak. Jangan lakukan di sini!” tukas Annelies bergemuruh tegang.Kedua alisnya naik ke atas. Tatapannya menyimpan ketakutan, kalau-kalau Dan Theo menyerangnya dengan brutal di kursi sempit ini.“Ayo kita ke ranjang,” sambung wanita itu menawar.Seringai tipi

    Last Updated : 2024-11-30
  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   224. Saya Memang Tidak Tahu Diri

    ‘Brengsek! Apa bajingan itu meletakkan racun di jarumnya?!’ Dan Theo menerka dalam hati.Jika melihat dari efek di kakinya yang bengkak dan terus berdarah, sepertinya itu benar. Di jaman modern ini, memang sudah tidak banyak orang yang memakai jarum beracun untuk melukai lawan. Namun, Dan Theo pernah mendengar kasus serupa ini di Sociolla. Seorang anggota organisasi sekutu tewas, setelah mendapat serangan pisau beracun dari pembunuh bayaran. Dan Theo baru menemukan teknik yang mirip di San Carlo ini.‘Mungkinkah lelaki tadi malam anggota dari kelompok pembunuh bayaran itu? Orang-orang San Carlo tidak banyak yang mengetahui bahwa aku Big Boss Caligo. Jadi tidak mustahil lelaki itu berasal dari luar negeri. Aku harus menyelidikinya!’ batin Dan Theo mengedutkan alis. ‘Untuk luka ini, aku harus kembali ke Ratz dan menemui Dokter di sana.’Benar, Dokter yang dia bawa dari Sociolla pasti lebih tahu tentang racun itu.Saat itulah Annelies kembali menghampirinya sambil memakai pakaiannya lagi

    Last Updated : 2024-11-30
  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   225. Siapa yang Aku Cintai?

    “Sepertinya aku harus menjahit mulutmu agar tidak bicara sembarangan,” tutur Kaelus dengan wajah pucatnya.“Ehei! Memang apa yang aku katakan?” sahut Velos yang lantas menarik kursi untuk duduk.Lelaki itu tersenyum tipis, tapi lesung pipinya langsung terkuar.Dengan tangan terlipat ke depan dada, Velos pun melanjutkan. “Aku kan bicara fakta. Kakak memang cemas padanya. Dan dia orang yang berarti dalam hidup Kakak.”“Apa yang kau tahu, berandal? Uruslah hidupmu sendiri!” sambar Kaelus tak mau mengakui.“Cih! Semua orang tahu Kakak peduli pada wanita itu. Buktinya Kakak rela tertembak demi melindunginya. Kalaupun dia tidak berarti apapun dalam hidup Kakak, atau Kakak tidak punya perasaan padanya, untuk apa Kakak datang ke Giulio dan hampir terbakar di mobil itu?” Velos menohoknya dengan kenyataan.Kaelus pun bungkam. Dia berdehem lemas, lalu membuang pandangan ke samping.“Kau tidak pernah punya hubungan serius dengan wanita. Jadi kau tidak paham masalah ini,” katanya pelan.“Kakak mer

    Last Updated : 2024-11-30
  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   226. Anda Ingin Kabur Lagi?

    Anda Ingin Kabur Lagi?“Pergilah, aku sedang malas berdebat sekarang!” Kaelus berkata dengan sinisnya.Dia memiringkan tubuh memunggunggi Cloe, lalu menarik selimut menutup seluruh kepalanya.Cloe yang melihat itu, langsung mengernyit heran.‘Kenapa dia tiba-tiba begini? Memang dia anak kecil?’ batinnya menggeleng.Namun, wanita tersebut tak tahu saja, bahwa di bawah selimut itu Kaelus sedang merutuki diri sendiri.‘Sial! Kenapa dia harus ingat? Aku pikir saat itu dia sudah pingsan. Atau paling tidak, dia akan melupakannya karena baru sadar setelah tenggelam. Tapi apa ini? Bagaimana dia bisa tahu kalau aku bilang mencintai … aish, sialan! Kenapa aku harus mengatakannya? Benar-benar bodoh!’ Kaelus membatin penuh umpatan.Ya, tepat setelah pria itu tertembak dua kali dan ambruk menindih Cloe, dia memang mendengar Cloe terisak sambil bilang mencintainya. Kaelus yang saat itu takut kehilangan Cloe, tanpa dasar mengungkapkan isi hati, bahwa perasaanya juga sama.Namun sayang, kesadarannya

    Last Updated : 2024-11-30
  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   227. Kita Tidak Bisa Menunggu Lama Lagi

    Kita Tidak Bisa Menunggu Lama LagiDan Theo kembali terbatuk dan kali ini darahnya keluar lebih banyak. Sensasi terbakar menyiksa dadanya, bahkan jantungnya pun berpacu cepat hingga membuatnya gemetaran.“Dan Theo, kau bisa mendengarku?!” Velos berkata buncah.Dia beralih pada Dokter yang berada di sebelah Dan Theo seraya berkata tegas. “Lakukan sesuatu! Kau tidak lihat dia muntah darah?!”Belum sampai menjawab, Rekan dokter lainnya mendatangi mereka. Dia tersentak melihat kondisi Dan Theo.“Big Boss!” tukasnya dengan manik membelalak tegang. “Apa yang terjadi pada Big Boss? Apa racunnya sudah menyebar?!”Dokter yang sejak tadi mendampingi Dan Theo, melirik dokumen yang dibawa rekannya.“Apa itu hasil lab darah Big Boss?” tanyanya menebak.“Benar, Dokter,” sahut rekannya tadi.Mendengar itu, Velos langsung menyabitnya. Setelah melihat hasil yang tertulis, rongga dada Velos seolah terbuka lebar. Dia tak bisa menyangkal lagi, karena Dan Theo memang positif terpapar racunpimina.“Ini sa

    Last Updated : 2024-11-30
  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   228. Wanita Ini Sangat Berani!

    Wanita Ini Sangat Berani!“Dan Theo ….” Annelies hampir ambruk saat tak sengaja memikirkan sang suami diserang seseorang.Tangannya bertumpu pada lengan kursi, tapi saat melihat darah yang ada di lantai cukup banyak, malah semakin melemaskan kakinya.“Ti-tidak mungkin. Tidak mungkin sesuatu yang buruk terjadi padanya. Dan Theo baik-baik saja. Dan Theo tidak mungkin celaka,” tuturnya seiring napas yang semakin tercekat.Annelies pun menyugar belahan rambutnya karena frustasi. Meski sengaja mengatakan hal-hal positif, tapi isi kepalanya sangat berisik.‘Boboh! Harusnya aku tidak meninggalkan Dan Theo. Aku harusnya tetap menemaninya meski dia memaksaku untuk pergi!’ Annelies bergeming dalam batin.Dia tak bisa berhenti menyalahkan diri sendiri. Sebab terakhir kali Dan Theo sakit, pria itu sangat membutuhkannya. Tapi kenapa hari ini dirinya malah menuruti permintaan Dan Theo dan pergi bekerja hanya karena meeting evaluasi bulanan?Saat ituah tatapan Annelies tersita pada benda hitam keci

    Last Updated : 2024-11-30

Latest chapter

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   296. Dia Harus Berlutut

    ‘Brengsek! Ternyata sejak tadi dia mengawasiku?!’ Velos memaki geram dalam hati. Irisnya melirik waspada seiring J4 yang menarik pelatuk atas senjata apinya. Jelas sekali dia bukan sekedar mengancam. Namun, bukannya mengangkat tangan dengan patuh, Velos justru berbalik dengan gesit dan langsung merengkuh tangan J4 yang mengacungkan pistol padanya. “Aish!” J4 mendesis sengit, lalu melayangkan tendangan cukup keras. Beruntung gerakan itu bisa terbaca oleh Velos, hingga dia segera melepas cekalan dari tangan J4, lalu mendorong kursi ke arahnya. Tendangan J4 pun menghantam kursi tersebut. Saat itulah, Velos mengambil kesempatan dengan menghajar wajah lelaki itu penuh berang. “Ugh!” J4 terhuyung, tapi Velos tak akan memberinya peluang. Dirinya justru menggertakkkan gigi dengan geram, lalu memukul wajah J4 lebih kencang. “Rasakan itu, J4!” Velos mendengus tajam melihat lawannya menghantam dinding. J4 yang kini merosot ke lantai, segera mengusap gelenyar darah dari sudut mulut

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   295. Kau Tidak Bisa Membodohiku!

    "Tuan Velos, kenapa Anda kembali?" tukas J4 saat berpaling ke belakang. Ya, kini mereka sedang berada di markas geng Ceko untuk mengawasi produksi Raica Ruby. Velos lebih dulu masuk karena J4 masih bertelepon dengan seseorang. Tapi alih-alih menjawab J4, Velos malah menyidik, "apa yang kau sembunyikan?""A-apa maksud Anda? Saya tidak menyembunyikan apapun. Mari, kita harus segera melihat proses produksinya 'kan?"J4 Melangkah lebih dulu. Tatapannya yang sinis, memicu rasa curiga Velos menebal. Jelas sekali dugaan Velos tak pernah meleset.'Bajingan ini! Kau tidak bisa membodohiku!' umpat Velos dalam batin.Dirinya menyusul anak buah Eugen itu, lalu mendecak berang, "J4!"Tanpa menunggu lelaki tersebut menoleh, Velos langsung merengkuh bahunya dengan kasar. Bahkan dia tak segan melayangkan pukulan amat keras. Tapi sial, refleks J4 cukup bagus. Dia dengan sigap membalas pukulan Velos. Kepalan tangannya mengincar wajah pria tersebut, tapi beruntung Velos menghindar dengan gesit.'Siala

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   294. Aku Pasti Akan Kembali Padamu!

    “Ayah! Saya tidak menyetujui pernikahan ini!” Dan Theo berujar tegas. Sorot matanya amat tajam, seakan mengibarkan bendera perang pada Anthony. Namun, ayahnya juga tak gentar. Lelaki itu mengeraskan rahangnya seraya menimpali tedas. “Keputusan itu bukan ada di tanganmu, Theodore!”Tanpa menunggu balasan sang putra, Anthony langsung keluar dari ruangan tersebut. Eugen dan beberapa bawahannya pun menunduk hormat. “Awasi dia, jangan biarkan siapapun masuk. Panggil dia nanti malam saat keluarga Howard datang!” tukas Anthony memerintah. Eugen mengangkat kepala seraya menjawab tegas. “Baik, Tuan Besar!”Hingga malam harinya, Eugen benar-benar membebaskan Dan Theo. Ketika anak buahnya sibuk melepas ikatan rantainya, Eugen pun memberitahukan jadwal acara malam nanti. “Big Boss, pukul delapan malam keluarga Howard akan mendatangi Caligo. Tuan Besar meminta Anda bersiap dari sekarang,” tukas Eugen yang terus menatap Dan Theo. Lawan bincangnya yang bungkam, justru membuatnya was-was. Seba

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   293. Aku yang Mendidikmu Jadi Sempurna

    Dan Theo melirik sekitar sembari memaki dalam batin, ‘sialan! Eugen dan anggotanya pasti membawaku ke Sociolla!’Asumsi pria itu semakin kuat kala mengingat ruangan ini. Dulu, Dan Theo remaja pernah disekap berbulan-bulan di tempat ini. Dirinya disiksa habis-habisan, bahkan betisnya tertembak tiga peluru karena mencoba kabur dari mansion Caligo. Itu saat Anthony memaksa Dan Theo membunuh manusia untuk pertama kalinya!Ya, meski Dan Theo berhasil menyelesaikan tugas berat itu, tapi dirinya nyaris gila. Anthony memaksanya melenyapkan sekelompok penyusup keesokan harinya. Setiap hari, jumlah orang yang harus Dan Theo bunuh semakin bertambah. Ini benar-benar mengikis kewarasannya. Bahkan beberapa anak angkat Anthony lainnya bunuh diri karena hilang akal. Di antara mereka, hanya Dan Theo yang mendekati kesempurnaan dan mampu bertahan di bawah tekanan Anthony. Semakin lama Dan Theo menyadari bahwa dirinya akan menjadi mesin pembunuh. Dia yang tak ingin melakukannya lagi, diam-diam keluar d

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   292. Aku Merasa Ada Yang Tidak Beres, Kak!

    “J4?” Kaelus merapatkan alisnya begitu melihat tamu yang datang.Velos yang berada di sampingnya tak kalah heran. Tidak biasanya orang-orang Anthony mendatangi San Carlo langsung.“Tuan!” Lelaki berambut lurus panjang yang terikat ke bawah itu memberi salam hormat.“Ada apa kau datang ke sini, J4? Apa kau bersama Eugen?” tukas Velos menyelidik.Ya, Velos tau dia bawahan Eugen. Terakhir kali Eugen datang untuk mengawasi kinerja Dan Theo tentang Raica Ruby. Velos menebak masalah kali ini tak jauh beda.Lelaki yang dipanggil dengan kode nama J4 itu kembali mengangkat tatapan tegasnya.“Saya sendirian, Tuan Velos. Saya datang atas perintah Ketua,” tuturnya.Velos menatap lebih lekat, lalu menimpali, “katakan!”“Permintaan Raica Ruby meningkat tiga kali lipat. Ketua ingin saya ikut mengawasi proses produksi di San Carlo,” sahut J4 menjelaskan.“Tunggu, kau bilang tiga kali lipat. Bukankah ini gila?!” Kaelus langsung menyambar dengan keras.Pasalnya, untuk memenuhi satu kuota produksi, memb

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   291. Utusan Ketua Datang Ingin Bertemu Dengan Anda!

    “Tolong beri jalan. Saya harus segera menyusulnya!” tukas Annelies yang berusaha keluar.Namun, perawat perempuan di hadapannya langsung berkata, “Nyonya, ini sudah malam. Sebaiknya Anda kembali istirahat.”“Ti-tidak! Mereka akan membawanya pergi. Jika aku tidak menyusulnya, aku akan kehilangan jejak Dan Theo!” Annelies menyambar dengan tatapan panik.Sang suster mengernyit. Irisnya melirik ke sekitar ruang rawat dan tidak mendapati suami Annelies di sana. Dia pun curiga ada suatu hal, sebab tak biasanya pria itu meninggalkan istrinya sendiri. Jika tidak menunggu di depan, biasanya Dan Theo memang menemani Annelies di dalam ruang rawat saat wanita itu terlelap.“Nyonya, sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Perawat tadi menyidik.“Se-seseorang, hah … tidak, ada beberapa orang yang membawa pergi suamiku!” Annelies merengkuh tangan Perawat tadi dengan buncah. “Suster, tolong hentikan mereka. Tolong beritahukan pada penjaga untuk menangkap mereka!”Mendengar itu iris sang perawat langsung

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   290. Wanita Itu Benar-Benar Gila!

    “Big Boss!” Eugen menunduk hormat saat Dan Theo menghampirinya.Ya, beberapa bulan tak bertemu, orang kepercayaan pemilik organisasi Caligo itu tampak lebih garang. Meski Dan Theo tidak begitu menyukai Eugen, tapi dia tak pernah melupakan jasanya yang telah mempertaruhkan nyawa dan terluka berat, demi menyelamatkan Annelies dulu.“Bicaralah, waktumu hanya sepuluh menit!” tukas Dan Theo disertai ekspresi datarnya.“Tuan Anthony meminta Anda kembali ke Sociolla, Big Boss!” sahut Eugen langsung ke inti.Mendengar itu, kening Dan Theo langsung mengenyit. Ayahnya pasti tidak akan menurunkan perintah karena hal sepele. Dan dia sepertinya tahu alasannya.“Jika karena masalah Jesslyn, katakan pada Ayah untuk tidak khawatir. Aku akan menanganinya sendiri dan kembali ke Sociolla kalau sudah waktunya.” Dan Theo berujar tenang, tapi sorot matanya tampak menggertak.“Ini tidak sesederhana yang Big Boss pikirkan,” balas Eugen terlihat berani. “Jika bisa selesai semudah itu, Tuan Anthony tidak akan

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   289. Kau Sudah Menjadi Miliknya Sebelum Bertemu Denganku

    “Annelies, kau tahu, aku tidak akan pernah meninggalkanmu!” Dan Theo berkata tenang, tapi sorot maniknya menyimpan getaran.Sang istri mengencangkan lehernya. Membayangkan Dan Theo memasangkan cincin, bahkan memeluk Jesslyn, sungguh menyesakkan dadanya.“Tidak, kau sudah menjadi miliknya sebelum bertemu denganku,” sahut Annelies dengan tatapan dingin. “Kau menipuku. Kau membuatku bergantung padamu dan tidak bisa hidup tanpamu. Kau sudah berhasil, Dan Theo. Pasti sangat menyenangkan melihatku seperti orang bodoh selama ini!”“Istriku—”“Sekarang pergilah. Pergi dan jangan muncul di hadapanku lagi!” Annelies segera menyambar tanpa memberi suaminya kesempatan bicara.Bahkan wanita itu langsung melengos. Dia benar-benar tak ingin melihat wajah Dan Theo.Namun, sang pria yang duduk di sebelah brankarnya tak bisa memaksa. Dan Theo tahu Annelies pasti kesal padanya.Dengan penuh sesal, dia lantas berkata, “maafkan aku, Annelies. Aku akan meninggalkan buburnya di sini. Aku mohon, makanlah sed

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   288. Kehamilan Saya Tidak Akan Mengubah Apapun

    “Annelies?” Dan Theo melebarkan irisnya dengan bingung.Pria itu menilik sang istri lebih lekat, lalu ragu-ragu bertanya, “istriku, kau … tidak mengenaliku? Aku—”“Saya tidak mau bicara dengan orang asing. Tolong pergilah!” Annelies menyahut pelan, tapi raut wajahnya sangat muram.“Tunggu sebentar, sepertinya ada yang salah. Aku akan memanggil Dokter untuk memeriksamu!” Dan Theo berujar cemas.Ya, bagaimana mungkin dia tetap tenang kalau sang istri tidak mengingatnya? Dan Theo bingung, padahal kepala Annelies tidak membentur sesuatu. Sebab itu, dirinya berniat segera memanggil dokter.Namun, belum sampai beranjak, Annelies lantas berkata, “Dokter sudah cukup memeriksa. Saya hanya ingin Anda pergi, Tuan Theodore Caligo!”Wanita tersebut lebih meninggikan nada di akhir kalimatnya. Dan itu membuat sang pria tertegun dengan alis menyatu.“Annelies, apa yang baru saja kau katakan? Kenapa kau ….” Dan Theo tiba-tiba meredam ucapannya sendiri.Agaknya dia tahu, kenapa Annelies mengambil sikap

Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status