Beranda / Romansa / Suami Bayaranku Ternyata Big Boss / 184. Aku Ingin Mampir Sekarang

Share

184. Aku Ingin Mampir Sekarang

Penulis: Inura Lubyanka
last update Terakhir Diperbarui: 2024-11-03 23:09:39

“Hah, sial!” Aegon mengumpat tajam saat Kaelus menahan belati dengan sebelah tangannya.

Ya, belum sampai benda tajam yang Aegon layangkan menembus dadanya, Kaelus sengaja menahan dengan genggamannya. Itu membuat amarah Aegon membumbung. Dia pun kian menekan belatinya tak peduli tangan Kaelus berlumuran darah.

Namun, Cloe yang melihat dari sebelah tak bisa diam saja.

Dia mendekati mereka dan lantas memberang, “Aegon! Hentikan semua ini!”

Sialnya sang kakak berlagak tuli. Dia malah mengerahkan kekuatan penuh dan berambisi melubangi tangan para gondrong tersebut.

“Kau akan habis karena berani menantangku, dasar brengsek!” dengus Aegon disertai umpatan.

Dia yang berpikir akan melumpuhkan Kaelus, langsung tersentak saat pria rambut gondrong itu menendang ulu hatinya amat kuat. Saat itu Aegon kehilangan fokusnya, Kaelus lantas memutar tangan lelaki tersebut hingga belatinya terjatuh. Bahkan tanpa memberinya peluang, Kaelus seketika melayangkan tinjunya ke wajah Aegon hingga dia terhuyung me
Bab Terkunci
Lanjutkan Membaca di GoodNovel
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (5)
goodnovel comment avatar
Thora Bahalwan
ada cerita sendiri gak nih mereka? m
goodnovel comment avatar
Edz Collection
hehehe at last kaelus pls admit to cloe
goodnovel comment avatar
Inura Lubyanka
sama-sama kak, thank you juga udah setia baca ^⁠_⁠^
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   185. Dia Tidak Menganggapku Sebagai Wanita

    ‘A-apa aku harus menghentikannya?’ batin Cloe ragu.Wanita itu harusnya mendorong Kaelus dan bertanya maksud pria itu, tapi sialnya hatinya menolak. Bahkan matanya memejam seiring tangannya yang menggenggam perban amat erat.Namun, detik berikutnya Kaelus malah menarik dari. Manik tegas pria itu melebar. Raut wajahnya pun jadi canggung melihat Cloe yang kini membuka matanya lagi.‘Hah, bodoh! Apa yang aku lakukan?!’ geming Kaelus merutuki diri sendiri.Pria itu bahkan langsung berdiri.Dia menatap kikuk seraya berkata, “maaf, ini kesalahan.”Cloe seketika tercengang mendengar ucapan tersebut. Padahal bukan itu yang dia harapkan. Tapi saat Kaelus mengatakannya, Cloe semakin merasa rendah diri.Belum sampai wanita itu buka suara, Kaelus malah melanjutkan. “Terima kasih, tanganku sudah tidak apa-apa. Aku akan pergi sekarang, kau bisa istirahat.”Dia berbalik dan langsung pergi. Tapi sebelum meninggalkan ruang tengah, Kaelus berpaling ke belakang lagi.Dia berdehem, lalu berkata, “hubungi

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-04
  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   186. Ini Tugas Terakhir Saya

    ‘Aish bajingan itu!’ Sopir truk membatin kesal sambil menyalakan klakson dengan kencang.Sialnya dia tak bisa mengerem ataupun membanting setir ke jalur sebelah karena jarak sudah mepet. Hingga akhirnya tabrakan mengerikan tak bisa terhindarkan. Hantaman yang cukup keras seketika membuat mobil Velos mundur beberapa meter, bahkan terpental ke jalanan. Mobil itu terguling beberapa kali sampai akhirnya berhenti dengan posisi terbalik.Sopir truk yang oleng tadi berusaha menguasai kemudi, hingga truk dengan muatan besar itu berhenti melintang ke tengah jalan. Dia yang semula tersungkur ke depan kemudi, kini berusaha bangun dengan dahi berlumuran darah. Tatapannya terangkat ke arah mobil Velos. Kedua mata itu sontak melebar saat melihat mobil Velos meledak dengan api yang membara di atasnya. ‘Celaka! Aku dalam masalah besar!’ batinnya diliputi rasa cemas. Dia celingukan memindai kiri dan kanan, beruntung saat itu jalanan sepi. Hingga dengan buncahnya sopir truk itu memutar kemudi dengan

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-04
  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   187. Aku Tidak Menerima Kebohongan

    “Baiklah, tunggu aku di markas Ratz malam ini,” ujar Dan Theo yang lantas mematikan panggilan Eugen. Dia berbalik dan hendak kembali ke kamarnya, tapi maniknya seketika membesar saat melihat Annelies berdiri di depan pintu. Raut wajah wanita itu menuntutnya untuk menjelaskan. Akan tetapi Dan Theo malah berlagak menyembunyikan semuanya.“Kau sudah bangun?” Pria itu bertanya dengan ekspresi datarnya.“Aku mendengarnya. Kau menyebutku saat bicara di telepon,” sahut Annelies mulai menyidik. “Katakan, ada apa, Dan Theo? Tampaknya ada masalah.”Alih-alih menjelaskan, Dan Theo justru menarik tipis sudut bibirnya. “Kau pasti masih mengantuk,” tutur pria itu meletakkan ponsel ke meja kerjanya. Dia menghampiri Annelies dan lantas merengkuh pinggang wanita itu dalam peluknya. Sebelah tangan Dan Theo merapikan rambut depan istrinya tersebut.“Apa kau buru-buru ke sini? Kau bahkan belum mencuci wajahmu. Wah … lihat bekas air liurmu masih ada.” “Berhenti bercanda, Dan Theo!” sambar Annelies mer

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-06
  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   188. Pria Seperti Itu Tidak Pantas Dipertahankan

    “Sepertinya Anda salah paham, Direktur. I-ini tentang laki-laki yang dibicarakan karyawan kantor.” Cloe berkata dengan kikuknya.Annelies yang mendengar itu malah semakin curiga. “Benarkah? Tumben sekali Anda tertarik dengan gosip orang lain, Nona Cloe?” Annelies sengaja memancingnya.Sang sekretaris mengerjap. Lehernya pun menegang karena dia tak pandai menyembunyikan kebohongan.Dengan asal, dia pun berdalih, “ma-maksud saya ini tentang Sepupu saya, Direktur. Ya, Anda ingat saya punya Sepupu ‘kan? Dia sedang dekat dengan pria, tapi sepertinya pria itu tidak menganggap hubungan mereka dengan serius.”“Ah … jadi ini tentang Sepupu Anda?” Annelies sengaja menekan dua kata terakhirnya. Dan itu membuat Cloe berdehem canggung.“Ya, saya jadi ingat Sepupu saya setelah mendengar cerita mereka.”“Apa pria itu mencium Sepupu Anda lebih dulu?” Annelies kini mulai menyidik. Cloe pun mengangguk dan lantas menimpali dengan serius. “Benar, Direktur. Pria itu mencium Sepupu saya tiba-tiba.”“Hem

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-07
  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   189. Nona Annelies Bisa Dalam Bahaya

    “Anda tahu sendiri bagaimana sifat wanita itu, Big Boss. Dia hampir membakar saudaranya sendiri karena menghalangi kerja sama dengan Caligo. Anda pasti bisa membayangkan betapa murkanya wanita itu jika hubungan Anda dan Nona Annelies masih berlanjut. Nona Annelies bisa dalam bahaya,” ujar Eugen, tatapannya tampak serius.Dan Theo bungkam, tapi mimik wajahnya jelas menunjukan kalau dia mencemaskan Annelies. Terlebih sang istri tidak memiliki siapapun yang bisa dipercaya selain dirinya. Jika Dan Theo tiba-tiba mengakhiri hubungan, dia tak tau akan sekacau apa istrinya itu.“Big Boss, kali ini Ketua benar-benar serius. Ketua meminta Anda mengambil keputusan sebelum misi selesai!” Eugen melanjutkan.Dan Theo pun mengangkat pandangan padanya dan lantas menjawab, “baiklah, aku akan mengurus semuanya sebelum misi berakhir. Jadi katakan pada Ayah bahwa tidak ada yang perlu dicemaskan.”Eugen akhirnya mengangguk. Dia yakin Dan Theo tidak bodoh. Antara Annelies dan Organisasi Caligo, sudah jela

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-08
  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   190. Aku Berencana Melindungimu Sampai Akhir!

    “Kau masih hidup? Harusnya saat itu aku menembak jantungmu!” Logan berujar dengan gigi terkatup. Sorot matanya tampak bengis, selalu penuh amukan setiap kali melihat Serena. Ya, apalagi wanita itu berdiri dengan kepala terangkat tegak. Benar-benar menantangnya. Alih-alih meledakkan amukan yang sama, Serena justru menyeringai tipis. Dia melipat kedua tangan ke depan dada seraya berkata, “aku tidak bisa mati saat istrimu masih bernyawa ‘kan? Kau akan kesulitan mencari pengganti posisi Nyonya Langford jika istrimu itu tiba-tiba lenyap. Tapi beda cerita jika aku hidup lama. Mungkin suatu hari kau akan bersujud dan merangkak di kakiku, memohon padaku untuk mengganti posisi Nyonya Langford!” Mendengar itu, sepasang manik Logan memicing lebih tajam. Dia bahkan mencekal lengan Serena yang hendak keluar. “Jalang sialan! Kau pikir dirimu siapa, hah?” decaknya berbisik sinis. Namun, tanpa diduga, Serena malah memekik. “Ahh!” Dia menjerit dengan ekspresi berubah cemas. “Tuan! Apa yang Anda

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-08
  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   191. Bagaimana Aku Bisa Menghabiskan Hidup Bersamanya?

    ‘Apa dia gila?!’ Annelies membatin penuh tanya.Tatapannya terangkat pada Samantha yang bergaun pengantin tengah berdiri di tengah tangga. Dia menatap dingin pada wanita yang baru saja terguling ke lantai bawah. “Karena itu, harusnya kau jangan memaksaku!” tutur Samantha tanpa kedip.Ya, awalnya staff dari wedding organizer itu memanggil Samantha karena ucapara pernikahan akan dimulai. Tapi suasana hati Samantha sangat kacau karena riasan wajahnya tidak sesuai keinginannya. Gadis itu lantas meluapkan amarah pada staff tadi dengan mendorongnya dari tangga.Desas-desus negatif mulai terdengar di antara para tamu. Mereka melesatkan pandangan tajam pada Samantha.“Kau lihat? Pengantin itu sengaja mendorongnya ‘kan?” bisik perempuan bergaun magenta.Temannya yang memegang tas dari brand eLVi pun menimpali, “hah … aku rasa rumor itu memang benar. Samantha Langford sudah gila!”“Bukankah harusnya dia dirawat di rumah sakit jiwa? Kenapa keluarga Langford malah menikahkannya? Aku jadi kasihan

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-09
  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   192. Apa Dia Punya Musuh Lain?

    ***Orang-orang berkumpul di area parkir gedung Whitemond. Mereka tersentak melihat Samantha yang terjatuh di atas kap mobil. Kondisinya amat memprihatinkan, karena kakinya penuh darah.“Minggir! Tolong menyingkir!”Beberapa bodyguard keluarga Langford membelah kerumunan yang berdesakan melihat Samantha. Salah satu dari mereka memeriksa nadi di leher wanita itu. Wajahnya berangsur cemas, dan itu membuat orang-orang di sekitar bertambah was-was.“Bagaimana? A-apa dia masih hidup?” tanya seorang tamu.Bodyguard tadi menarik tangannya lagi. “Nona Samantha masih hidup, tapi denyut nadinya sangat lemah. Cepat bawa ke rumah sakit!”“Baiklah!” sahut rekannya.Sejumlah orang menurunkan gadis yang sekarat itu. Semua tamu tercengang karena resepsi pernikahan yang seharusnya menyenangkan nan romantis, malah penuh insiden mengerikan.Annelies yang mengamati dari jauh, hanya bungkam. Dia memperhatikan kaki Samantha yang hancur dan itu membuatnya merinding.Tanpa berpaling ke belakang, wanita itu p

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-10

Bab terbaru

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   296. Dia Harus Berlutut

    ‘Brengsek! Ternyata sejak tadi dia mengawasiku?!’ Velos memaki geram dalam hati. Irisnya melirik waspada seiring J4 yang menarik pelatuk atas senjata apinya. Jelas sekali dia bukan sekedar mengancam. Namun, bukannya mengangkat tangan dengan patuh, Velos justru berbalik dengan gesit dan langsung merengkuh tangan J4 yang mengacungkan pistol padanya. “Aish!” J4 mendesis sengit, lalu melayangkan tendangan cukup keras. Beruntung gerakan itu bisa terbaca oleh Velos, hingga dia segera melepas cekalan dari tangan J4, lalu mendorong kursi ke arahnya. Tendangan J4 pun menghantam kursi tersebut. Saat itulah, Velos mengambil kesempatan dengan menghajar wajah lelaki itu penuh berang. “Ugh!” J4 terhuyung, tapi Velos tak akan memberinya peluang. Dirinya justru menggertakkkan gigi dengan geram, lalu memukul wajah J4 lebih kencang. “Rasakan itu, J4!” Velos mendengus tajam melihat lawannya menghantam dinding. J4 yang kini merosot ke lantai, segera mengusap gelenyar darah dari sudut mulut

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   295. Kau Tidak Bisa Membodohiku!

    "Tuan Velos, kenapa Anda kembali?" tukas J4 saat berpaling ke belakang. Ya, kini mereka sedang berada di markas geng Ceko untuk mengawasi produksi Raica Ruby. Velos lebih dulu masuk karena J4 masih bertelepon dengan seseorang. Tapi alih-alih menjawab J4, Velos malah menyidik, "apa yang kau sembunyikan?""A-apa maksud Anda? Saya tidak menyembunyikan apapun. Mari, kita harus segera melihat proses produksinya 'kan?"J4 Melangkah lebih dulu. Tatapannya yang sinis, memicu rasa curiga Velos menebal. Jelas sekali dugaan Velos tak pernah meleset.'Bajingan ini! Kau tidak bisa membodohiku!' umpat Velos dalam batin.Dirinya menyusul anak buah Eugen itu, lalu mendecak berang, "J4!"Tanpa menunggu lelaki tersebut menoleh, Velos langsung merengkuh bahunya dengan kasar. Bahkan dia tak segan melayangkan pukulan amat keras. Tapi sial, refleks J4 cukup bagus. Dia dengan sigap membalas pukulan Velos. Kepalan tangannya mengincar wajah pria tersebut, tapi beruntung Velos menghindar dengan gesit.'Siala

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   294. Aku Pasti Akan Kembali Padamu!

    “Ayah! Saya tidak menyetujui pernikahan ini!” Dan Theo berujar tegas. Sorot matanya amat tajam, seakan mengibarkan bendera perang pada Anthony. Namun, ayahnya juga tak gentar. Lelaki itu mengeraskan rahangnya seraya menimpali tedas. “Keputusan itu bukan ada di tanganmu, Theodore!”Tanpa menunggu balasan sang putra, Anthony langsung keluar dari ruangan tersebut. Eugen dan beberapa bawahannya pun menunduk hormat. “Awasi dia, jangan biarkan siapapun masuk. Panggil dia nanti malam saat keluarga Howard datang!” tukas Anthony memerintah. Eugen mengangkat kepala seraya menjawab tegas. “Baik, Tuan Besar!”Hingga malam harinya, Eugen benar-benar membebaskan Dan Theo. Ketika anak buahnya sibuk melepas ikatan rantainya, Eugen pun memberitahukan jadwal acara malam nanti. “Big Boss, pukul delapan malam keluarga Howard akan mendatangi Caligo. Tuan Besar meminta Anda bersiap dari sekarang,” tukas Eugen yang terus menatap Dan Theo. Lawan bincangnya yang bungkam, justru membuatnya was-was. Seba

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   293. Aku yang Mendidikmu Jadi Sempurna

    Dan Theo melirik sekitar sembari memaki dalam batin, ‘sialan! Eugen dan anggotanya pasti membawaku ke Sociolla!’Asumsi pria itu semakin kuat kala mengingat ruangan ini. Dulu, Dan Theo remaja pernah disekap berbulan-bulan di tempat ini. Dirinya disiksa habis-habisan, bahkan betisnya tertembak tiga peluru karena mencoba kabur dari mansion Caligo. Itu saat Anthony memaksa Dan Theo membunuh manusia untuk pertama kalinya!Ya, meski Dan Theo berhasil menyelesaikan tugas berat itu, tapi dirinya nyaris gila. Anthony memaksanya melenyapkan sekelompok penyusup keesokan harinya. Setiap hari, jumlah orang yang harus Dan Theo bunuh semakin bertambah. Ini benar-benar mengikis kewarasannya. Bahkan beberapa anak angkat Anthony lainnya bunuh diri karena hilang akal. Di antara mereka, hanya Dan Theo yang mendekati kesempurnaan dan mampu bertahan di bawah tekanan Anthony. Semakin lama Dan Theo menyadari bahwa dirinya akan menjadi mesin pembunuh. Dia yang tak ingin melakukannya lagi, diam-diam keluar d

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   292. Aku Merasa Ada Yang Tidak Beres, Kak!

    “J4?” Kaelus merapatkan alisnya begitu melihat tamu yang datang.Velos yang berada di sampingnya tak kalah heran. Tidak biasanya orang-orang Anthony mendatangi San Carlo langsung.“Tuan!” Lelaki berambut lurus panjang yang terikat ke bawah itu memberi salam hormat.“Ada apa kau datang ke sini, J4? Apa kau bersama Eugen?” tukas Velos menyelidik.Ya, Velos tau dia bawahan Eugen. Terakhir kali Eugen datang untuk mengawasi kinerja Dan Theo tentang Raica Ruby. Velos menebak masalah kali ini tak jauh beda.Lelaki yang dipanggil dengan kode nama J4 itu kembali mengangkat tatapan tegasnya.“Saya sendirian, Tuan Velos. Saya datang atas perintah Ketua,” tuturnya.Velos menatap lebih lekat, lalu menimpali, “katakan!”“Permintaan Raica Ruby meningkat tiga kali lipat. Ketua ingin saya ikut mengawasi proses produksi di San Carlo,” sahut J4 menjelaskan.“Tunggu, kau bilang tiga kali lipat. Bukankah ini gila?!” Kaelus langsung menyambar dengan keras.Pasalnya, untuk memenuhi satu kuota produksi, memb

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   291. Utusan Ketua Datang Ingin Bertemu Dengan Anda!

    “Tolong beri jalan. Saya harus segera menyusulnya!” tukas Annelies yang berusaha keluar.Namun, perawat perempuan di hadapannya langsung berkata, “Nyonya, ini sudah malam. Sebaiknya Anda kembali istirahat.”“Ti-tidak! Mereka akan membawanya pergi. Jika aku tidak menyusulnya, aku akan kehilangan jejak Dan Theo!” Annelies menyambar dengan tatapan panik.Sang suster mengernyit. Irisnya melirik ke sekitar ruang rawat dan tidak mendapati suami Annelies di sana. Dia pun curiga ada suatu hal, sebab tak biasanya pria itu meninggalkan istrinya sendiri. Jika tidak menunggu di depan, biasanya Dan Theo memang menemani Annelies di dalam ruang rawat saat wanita itu terlelap.“Nyonya, sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Perawat tadi menyidik.“Se-seseorang, hah … tidak, ada beberapa orang yang membawa pergi suamiku!” Annelies merengkuh tangan Perawat tadi dengan buncah. “Suster, tolong hentikan mereka. Tolong beritahukan pada penjaga untuk menangkap mereka!”Mendengar itu iris sang perawat langsung

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   290. Wanita Itu Benar-Benar Gila!

    “Big Boss!” Eugen menunduk hormat saat Dan Theo menghampirinya.Ya, beberapa bulan tak bertemu, orang kepercayaan pemilik organisasi Caligo itu tampak lebih garang. Meski Dan Theo tidak begitu menyukai Eugen, tapi dia tak pernah melupakan jasanya yang telah mempertaruhkan nyawa dan terluka berat, demi menyelamatkan Annelies dulu.“Bicaralah, waktumu hanya sepuluh menit!” tukas Dan Theo disertai ekspresi datarnya.“Tuan Anthony meminta Anda kembali ke Sociolla, Big Boss!” sahut Eugen langsung ke inti.Mendengar itu, kening Dan Theo langsung mengenyit. Ayahnya pasti tidak akan menurunkan perintah karena hal sepele. Dan dia sepertinya tahu alasannya.“Jika karena masalah Jesslyn, katakan pada Ayah untuk tidak khawatir. Aku akan menanganinya sendiri dan kembali ke Sociolla kalau sudah waktunya.” Dan Theo berujar tenang, tapi sorot matanya tampak menggertak.“Ini tidak sesederhana yang Big Boss pikirkan,” balas Eugen terlihat berani. “Jika bisa selesai semudah itu, Tuan Anthony tidak akan

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   289. Kau Sudah Menjadi Miliknya Sebelum Bertemu Denganku

    “Annelies, kau tahu, aku tidak akan pernah meninggalkanmu!” Dan Theo berkata tenang, tapi sorot maniknya menyimpan getaran.Sang istri mengencangkan lehernya. Membayangkan Dan Theo memasangkan cincin, bahkan memeluk Jesslyn, sungguh menyesakkan dadanya.“Tidak, kau sudah menjadi miliknya sebelum bertemu denganku,” sahut Annelies dengan tatapan dingin. “Kau menipuku. Kau membuatku bergantung padamu dan tidak bisa hidup tanpamu. Kau sudah berhasil, Dan Theo. Pasti sangat menyenangkan melihatku seperti orang bodoh selama ini!”“Istriku—”“Sekarang pergilah. Pergi dan jangan muncul di hadapanku lagi!” Annelies segera menyambar tanpa memberi suaminya kesempatan bicara.Bahkan wanita itu langsung melengos. Dia benar-benar tak ingin melihat wajah Dan Theo.Namun, sang pria yang duduk di sebelah brankarnya tak bisa memaksa. Dan Theo tahu Annelies pasti kesal padanya.Dengan penuh sesal, dia lantas berkata, “maafkan aku, Annelies. Aku akan meninggalkan buburnya di sini. Aku mohon, makanlah sed

  • Suami Bayaranku Ternyata Big Boss   288. Kehamilan Saya Tidak Akan Mengubah Apapun

    “Annelies?” Dan Theo melebarkan irisnya dengan bingung.Pria itu menilik sang istri lebih lekat, lalu ragu-ragu bertanya, “istriku, kau … tidak mengenaliku? Aku—”“Saya tidak mau bicara dengan orang asing. Tolong pergilah!” Annelies menyahut pelan, tapi raut wajahnya sangat muram.“Tunggu sebentar, sepertinya ada yang salah. Aku akan memanggil Dokter untuk memeriksamu!” Dan Theo berujar cemas.Ya, bagaimana mungkin dia tetap tenang kalau sang istri tidak mengingatnya? Dan Theo bingung, padahal kepala Annelies tidak membentur sesuatu. Sebab itu, dirinya berniat segera memanggil dokter.Namun, belum sampai beranjak, Annelies lantas berkata, “Dokter sudah cukup memeriksa. Saya hanya ingin Anda pergi, Tuan Theodore Caligo!”Wanita tersebut lebih meninggikan nada di akhir kalimatnya. Dan itu membuat sang pria tertegun dengan alis menyatu.“Annelies, apa yang baru saja kau katakan? Kenapa kau ….” Dan Theo tiba-tiba meredam ucapannya sendiri.Agaknya dia tahu, kenapa Annelies mengambil sikap

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status