Davis terbangun saat mendengar suara alarm. Ia membuka mata perlahan, mengamati keadaan sekeliling. Ia bergegas duduk, mengamati keadaannya.“Aku tertidur di lantai setelah aku menyelesaikan quest harian semalam.” Davis berdiri, merenggangkan badan berkali-kali. Ketika mengecek ponsel, ia mendapatkan pesan dari Henry Tolando.“Tuan Henry meminta seluruh anggota aliansi berkumpul besok untuk membahas kemungkinan Lucas dan sekutunya melakukan penyerangan.”Davis mengecek keadaan Lucas, Liam, Levon, dan Landon. “Mereka masih berada di penjara dan rumah sakit. Aku sempat mengira jika mereka akan melarikan diri dan posisi mereka digantikan oleh tiruan mereka.”Davis mengecek informasi di forum internet. “Beberapa warga net percaya jika Lucas ditangkap di sebuah pulau, bukan di kediamannya. Aku penasaran siapa yang sudah membocorkan hal itu ke publik. Akan tetapi, itu bukan masalah besar untukku sekarang.”Davis memeriksa berita. “Pemerintah Fluxton menyita banyak aset penting milik keluarg
Bawahan si pria bertato menyimpan sekotak penuh alat-alat di atas meja. “Aku sedikit terlambat karena musuh berusaha mencuri benda-benda ini dari tanganku, Bos. Mereka mengerahkan banyak pasukan. Beberapa bawahanku bahkan mengalami kecelakaan hingga mereka harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.”Pria bertato itu memeriksa kotak, tersenyum lebar. Ia mengambil sebuah sarung tangan, mengamatinya saksama. “Sarung tangan ini sangat cocok untukku. Jelaskan kegunaan sarung tangan ini. Apakah kegunaannya masih sama seperti sarung tangan yang kau berikan padaku tempo hari?”Pria berambut panjang itu berkata, “Sarung tangan itu merupakan salah satu benda yang paling dicari di pasar gelap. Harganya bahkan bisa mencapai seratus ribu dolar. Sarung tangan itu memiliki kemampuan untuk mengalirkan listrik, menciptakan pelindung yang bisa melindungi dari tembakan pistol, meningkatkan kekuatan pukulan, dan membuat pemakainya mampu merayap di dinding dan atap.”“Aku ingin membuktikan perkataanmu.”
Deric seketika menoleh pada Donald dan Mario, mengepalkan tangan erat-erat.“Hentikan ocehan menyebalkanmu, Mario.” Donald duduk di hadapan Mario, mendengkus kesal. “Aku ingin bicara hal penting denganmu.”Deric duduk di samping Donald, menatap tajam Mario yang sibuk dengan pekerjaannya. “Aku yakin kau mengawasi seluruh anggota keluarga Miller.”“Bukankah aku berada di sini untuk mengawasi kalian semua?” Mario tersenyum.“Kau lebih cerdas dibandingkan Victor dan para bawahannya. Kau bisa memanipulasi sistem di rumah ini sesukamu.”Mario tersenyum, mencondongkan wajahnya ke arah Donald dan Deric. “Rahasiakan hal ini dari yang lain. Aku memang bisa memanipulasi sistem rumah ini sesuka hatiku. Aku bahkan bisa melepaskan diri dari ruangan ini jika aku mau.”“Dasar brengsek!” Donald mencengkeram baju Mario, bersiap memukul. Akan tetapi, Deric segera menahan tangannya.“Aku bisa keluar dari ruangan ini, tetapi aku juga bisa mati di tangan para penjaga jika aku melakukannya. Kalian pasti mel
[Nama Host: Davis][Keluarga: Miller][Status Pewaris: Level 32 (2355/3200)][Health Point: 45/51][Kekuatan: 51 | Pertahanan: 52 | Kecerdasan: 48 | Kelincahan: 51][Money Power: $30.271.055.000]Davis berbaring di pantai, menatap langit biru. Ombak kecil membasahi kakinya. Suasana begitu hening. Ketika ia memejamkan mata, ia merasakan ketenangan. Akan tetapi, tak lama setelahnya, peristiwa kerusuhan dan kebakaran kembali memenuhi kepalanya. “Sampai kapan kau akan tertidur di sana, Davis?” tanya Sammy seraya mendekat. “Kau harus segera pergi ke kantor.”Davis bergegas berdiri, mengembus napas panjang. “Aku sudah memberi tahu Emmanuel jika aku libur hari ini. Aku ingin beristirahat.”Davis tercenung ketika mengamati Alex tengah bertengkar dengan Jacob. “Aku ingin mengantarkan Alex ke sekolah hari ini. Aku belum pernah melihat sekolahnya.”“Kau sebaiknya segera bersiap-siap.”Davis membersihkan diri, berganti pakaian. Ia berkumpul bersama yang lain di meja makan untuk sarapan. “Alex,
Mario mengecek perkembangan pembuatan alat-alat canggih di layar. Ia terdiam saat mengingat perkataan Donald tadi.“Jika Daniel, Donald dan saudara-saudara mereka bertengkar, aku akan sangat diuntungkan. Aku bisa menyelinap keluar dari rumah ini . Sayangnya, aku mengkhawatirkan Mike dan keluarganya jika aku bertindak sembrono. Aku harus memastikan banyak hal sebelum aku melarikan diri.”Mario tercenung saat melihat sebuah notifikasi. “Dylan mengirim pesan padaku.”Mario membuka pesan, bersikap setenang. Ia menghela napas beberapa detik, tersenyum. “Baiklah, Dylan memintaku untuk membantu Donald. Aku menduga dia akan muncul saat perang saudara terjadi.”Mario mengepalkan tangan erat-erat saat mengingat kejadian masa lalu. Ia menggertakkan gigi ketika teringat sosok putra Damian dan Dominique. “Bayi itu pasti sudah dewasa jika dia masih hidup. Aku sungguh bodoh.”Mario menunduk, menahan air mata sekuat mungkin. “Aku sungguh bodoh karena percaya pada Daniel dan saudara-saudaranya. Aku b
Dennis, Dawson, dan Deavon bertemu di lorong, saling menatap satu sama lain. Mereka memasuki ruangan, duduk di sofa. Detak jarum jam seolah menertawakan keadaan mereka sekarang.Donald berjalan di lorong, mengabaikan para pengawal dan pelayan yang membungkuk padanya. “Aku ingin mendengar jawaban dari ketiga adik bodohku. Jika mereka menolak bekerja sama denganku, mereka dan keluarga mereka harus mendapatkan hukuman yang berat. Aku tahu mereka sudah muak dengan tingkah Daniel selama ini.”Donald berhenti di depan sebuah pintu, tersenyum. Semua peristiwa yang ia lalui semenjak andil dalam pembunuhan Damian, Dominique, Davis, dan Dylan hingga saat ini bermunculan di pikirannya.Donald mengamati kedua tangannya. “Aku sudah mengotori tanganku dengan darah Damian dan keluarganya. Dosa ini tidak akan terampuni dan hanya bisa dibayar dengan hukuman di neraka. Jika memang aku harus pergi ke neraka, aku tidak ingin menyesal dengan keputusanku sekarang. Aku harus menjadi ahli waris keluarga daan
Ludwig mengikuti pria itu memasuki rumah, mengamati keadaan sekeliling. Beberapa penjaga berdiri di beberapa titik, fokus pada tugas mereka.“Tuan Logan menunggu Anda di dalam ruangan, Tuan.” Pria itu menekan bel.“Masuklah.” Logan tengah sibuk memeriksa berita di internet. “Levon dan keluarganya terlalu meremehkan musuh sehingga mereka kalah. Selain itu, Levon terlalu angkuh sampai dia menolak saran dan bantuanku.”Ludwig memasuki ruangan.“Kau pasti Tuan Ludwig, Paman Levon.” Logan menghampiri Ludwig dengan kursi yang otomastis berjalan. Ia masih fokus dengan tabletnya.“Kau benar.” Ludwig mengepalkan tangan erat-erat. “Sial, dia tampaknya bocah menyebalkan seperti Levon. Ini tidak mudah,” gumamnya.“Duduklah.” Logan berhenti di dekat meja, menyimpan tabletnya setelah Ludwig duduk. “Levon menghubungiku sebelum dia tertangkap. Dia memintaku untuk membantunya. Dia angkuh dan ceroboh sehingga dia kalah. Aku sudah memberinya saran sekaligus tawaran untuk membantunya sebelum kejadian, te
[Nama Host: Davis][Keluarga: Miller][Status Pewaris: Level 32 (2500/3200)][Health Point: 51/51][Kekuatan: 51 | Pertahanan: 52 | Kecerdasan: 48 | Kelincahan: 51][Money Power: $30.271.200.000]Davis tengah merapikan penampilannya di depan cermin, terdiam selama beberapa waktu. “Lucas, Liam, Levon, Landon masih berada di tempat mereka masing-masing. Akan tetapi, aku merasa mereka tidak mungkin akan tinggal. Aku yakin mereka pasti sedang menjalankan sebuah rencana sekarang.”Davis mengamati pantai dan laut sesaat. Ia teringat saat pertarungan di pantai dan laut tempo hati. “Pasukan bantuan aliansi mampu menahan mereka cukup lama di laut meski beberapa kapal berhasil tiba di pulau Salu. Aku yakin pasukan bantuan Lucas juga datang membantu Liam, Levon, dan Landon.”Davis meninggalkan kamar, menuruni tangga. Ia melihat Sebastian bergerak menuju halaman belakang. “Kakek sering kali pergi ke halaman belakang.”Davis membatalkan niatannya untuk memanggil Sebastian. Ia mengikuti pria itu
Pertemuan berakhir satu jam kemudian. Anggota aliansi mulai meninggalkan lokasi. Saat mobil-mobil keluar dari gerbang, hujan deras mendadak mengguyur deras. Petir beberapa kali menggelegar, membuat suasana menjadi sangat tegang. Jack berjalan di lorong bersama Tommy dan para pengawalnya, menatap Jeremy dan para pengawal yang berbelok ke arah lain. Ia seketika teringat dengan kejadian di Pulau Salu tempo hari. “Aku tidak boleh menjadi beban untuk Ayah. Akulah yang seharusnya melindunginya.”Jack mendengkus kesal, mengepalkan tangan erat-erat. “Pertarungan dan aliansi membuatku sangat sibuk. Aku nyaris melupakan rencanaku untuk mengambil alih wilayah kekuasaanku yang Davis rebut dariku.”Jack keluar dari elevator, berjalan menuju pintu keluar. “Aku tidak yakin Davis hanya akan berdiam diri dalam pertarungan ini. Dia sering kali ikut campur dalam berbagai masalah. Sialnya, dia pasti akan mendapatkan keuntungan dari tindakannya seperti saat dia menolongku dan yang lain dari Levon tempo h
[Nama Host: Davis] [Keluarga: Miller] [Status Pewaris: Level 36 (3275/3500)] [Health Point: 54/54] [Kekuatan: 54 | Pertahanan: 55 | Kecerdasan: 53 | Kelincahan: 54] [Money Power: $30.327.165.000]Satu hari sebelum penyerangan, seluruh anggota aliansi berkumpul di sebuah lokasi rahasia. Para penjaga berjaga dengan sangat ketat. Suasana tampak hening meski beberapa anggota terlihat bercakap-cakap.Para penjaga memeriksa berbagai ruangan dan lorong, saling berkomunikasi. Setiap anggota dan para pengawalnya masuk, mereka harus melalui pemeriksaan berlapis-lapis. “Dasar brengsek!” Jack mendengkus kesal, mengamati keadaan sekeliling. “Keadaan ini membuatku sangat muak, bahkan lebih muak saat aku melihat wajah Davis.”“Situasi masih terkendali saat ini, Jack,” bisik Tommy.“Tutup mulutmu, sialan! Aku tidak bertanya padamu,” ketus Jack sembari bersandar di kursi. Ia menatap jengkel Emir dan Russel yang baru saja memasuki ruangan. “Kau tampak sangat tegang, Jack. Aku akan membawamu ke
Red, Blue, dan Aaron memasuki ruangan. Para kucing seketika mendekati mereka. “Ah, perjalanan ini sangat melelahkan. Aku ingin langsung beristirahat.” Blue merenggangkan badan, menguap beberapa kali. Setelah berbaring di sofa, ia seketika tertidur. Red membuka layar hologram, memeriksa pembaharuan informasi. “Kelompok lain juga belum bisa menangkap satu anggota Technocrom. Mereka sangat pandai bersembunyi dan membuat jengkel.”Aaron datang membawa minuman, menyimpan secangkir teh hangat di meja. Ia melirik Blue yang sudah terlelap di sofa. Red mengembus napas panjang, menutup layar hologram, meneguk teh perlahan. “Kau tampaknya baru saja kedatangan tamu, Aaron.”Aaron duduk berhadapan dengan Red. “Dariel Miller baru saja mengunjungiku, Tuan. Dia meminta bantuan untuk menyingkirkan anggota keluarga Miller. Mereka terlibat perseteruan sesama anggota keluarga karena sama-sama mengincar hak ahli waris.”“Keluarga Miller.” Red bersandar di sofa, menatap langit-langit ruangan. “Dylan me
Dariel merasa sangat mengantuk sekarang, tetapi ia berusaha untuk tetap berjaga. Ia masih mengkhawatirkan keadaannya. “Ayah sudah mempercayakan tugas ini padaku. Aku tidak boleh sampai mengecewakannya. Aku juga harus kembali dengan selamat.”Dariel menoleh pada laut yang tampak tenang. Kilatan cahaya terlihat beberapa kali. “Aku harus terbiasa dengan keadaan tegang dan menakutkan seperti sekarang. Aku akan menghadapi situasi ini lebih sering jika aku sudah menggantikan posisi ayah. Kalau aku lengah, maka aku dan ayah akan berada dalam bahaya. Musuh akan menghabisi kami tanpa ampun.”Dariel mengepalkan tangan erat-erat, bersandar di kursi, mengembus napas panjang. Ia masih ragu apakah Donald dan Deric mampu mencelakainya dan ayahnya hanya untuk harta.Dariel tertidur selama beberapa menit hingga akhirnya kembali sadar. Ia segera mengawasi keadaan sekeliling. Setelah merasa tidak ada hal aneh, ia merasa lega. “Pertemuan itu berjalan dengan lancar. Aaron akan mengirimkan orang-orang itu
“Selamat datang di ruanganku!” teriak seorang pria sembari tersenyum riang. Pria itu memangku dua ekor kucing di tangan kiri dan kanan. Puluhan kucing berkeliaran di ruangan, saling bertengkar, mengeong, tertidur, dan berlarian ke berbagai tempat. Ruangan terlihat sangat kontras dengan kondisi gedung yang menyeramkan. Ruangan ini sangat terang dengan warna merah dan emas. Sebuah lampu gantung besar berada di langit-langit ruangan. Beberapa rumah dan mainan kucing berada di sisi kiri ruangan, sedangkan sofa, televisi, lemari-lemari, dan kolam renang berada di sebelah kanan. Daniel, Chris, dan Adrian mengamati keadaan sekitar, masih berdiri di tempat mereka. Daniel mengamati pria berkemeja warna-wani di depannya. Ia mengira jika pemimpin orang-orang bertopeng itu adalah seorang pria besar, tinggi, bertato, dan bertampang menyeramkan. Akan tetapi, pria itu justru seperti pria kutu buku dan penyayang binatang. “Senang bertemu dengan Anda.” Aaron meletakkan kedua kucing di lantai, men
Dariel memasuki rumah bersama para pengawalnya. Hujan semakin mengguyur deras di luar. Petir berkali-kali menyambar dan angin semakin kencang hingga beberapa ranting terlempar ke jendela. Suasana ruangan sangat hening, berbeda dengan suasana hari Dariel yang tegang.Dariel menempuh perjalanan hingga berjam-jam untuk di pulau ini. Ia memastikan semuanya dengan sebaik mungkin. “Aku sangat mengkhawatirkan keadaan ayah sekarang, tetapi ayah memintaku untuk melakukan ini. Aku tidak boleh mengecewakannya,” gumamnya.Dariel berusaha fokus dan tenang untuk menyelesaikan misi. Daniel memintanya untuk bertemu dengan seseorang. Pencarian orang itu tidaklah mudah, apalagi Mario berkali-kali tidak sadarkan diri di ruangannya. Selain itu, ia dan Daniel harus waspada terhadap Daniel, Deric, maupun anggota keluarga lain.Dariel mengembus napas panjang, berusaha mengendalikan diri untuk tetap tenang. Ia mengepalkan tangan erat-erat saat pikiran buruk mendadak muncul. Ia sering kali membayangkan Daniel
[Nama Host: Davis] [Keluarga: Miller] [Status Pewaris: Level 36 (3110/3500)] [Health Point: 54/54] [Kekuatan: 54 | Pertahanan: 55 | Kecerdasan: 53 | Kelincahan: 54] [Money Power: $30.327.000.000]Hujan mengguyur sejak sore. Udara menjadi lebih dingin dibandingkan biasanya. Kilat terlihat beberapa kali di langit.Davis berada di dalam kamar, mengamati hujan dari jendela. “Dua belas hari berlalu dengan cepat bagiku. Hal ini berbeda sekali saat aku masih tergabung dalam aliansi.”“Tuan Henry dan aliansi bersiap untuk menangkap Logan dan Ludwig dalam dua hari lagi. Logan dan Ludwig juga bersiap untuk melakukan serangan. Kedua pihak mempersiapkan rencana mereka dengan sebaik mungkin.”Davis menutup jendela, duduk di sofa. “Ludwig tidak mendatangi Lucas setelah hari itu. Dia fokus untuk menyempurnakan persiapan. Meski aku sudah tahu rencana mereka dan memberi tahu rencana itu pada Tuan Henry, tetapi aku menduga ada hal yang tidak terduga yang bisa terjadi.”Davis mengembus napas panj
Hujan mengguyur sejak beberapa jam lalu. Davis berada di kamar, mengingat pertemuan dengan Mike Stormy beberapa jam lalu. Ia membuka layar hologram, tercenung selama beberapa waktu. “Sesuai dugaanku, Mike Stormy mencurigaiku membangun bisnis dengan modal dari para berandal. Selain itu, dia memerintahkan bawahannya untuk mencari informasi tentangku. Sayangnya, dia tidak akan mendapatkan apa pun. Aku pun juga belum mengetahui asal-usulku hingga sekarang.” “Aku sudah mencari informasi mengenai Mario, tetapi sistem tidak memberikan informasi apa pun. Mario tampaknya adalah orang yang masuk dalam daftar orang berbahaya. Dia lebih berbahaya dibandingkan Mike.” “Aku masih bisa mengamati keadaan Mike, tetapi aku tidak bisa mencari informasi Mario meski sudah mencoba berkali-kali.” Davis menoleh ke jendela saat petir menggelegar. Ia melihat keadaan menjadi terang sesaat. “Meski sistem tidak memberikan jawaban, aku masih bisa bertanya soal Mario pada seseorang.” Davis bergegas keluar d
[Nama Host: Davis] [Keluarga: Miller] [Status Pewaris: Level 36 (1130/3500)] [Health Point: 54/54] [Kekuatan: 54 | Pertahanan: 55 | Kecerdasan: 53 | Kelincahan: 54] [Money Power: $30.324.050.000]Davis sedang dalam perjalanan menuju lokasi pertemuan dengan Mike. Ia mengamati kondisi pusat kota yang sangat ramai. “Sistem memberikan waktu satu jam bagiku untuk bertemu dengan Mike Stormy. Waktunya lebih lama dibandingkan dengan waktu pertemuanku dengan Daisy. Apakah itu berarti Daisy lebih berbahaya dibandingkan Mike?”Davis mengembus napas panjang, membuka layar hologram, mengamati keadaan Henry Tolando dan seluruh anggota aliansi di sebuah ruangan. “Mereka berkumpul untuk membahas kabar kematian Evan Mulikas. Mereka berencana untuk mempercepat penyerangan.”Davis mengepalkan tangan erat-erat. “Firasatku mengatakan bahwa hal buruk akan terjadi. Aku harus bersiap-siap untuk kemungkinan terburuk.”Davis melirik Sammy, Don, dan Dave sekilas. “Aku yakin Tuan Henry akan menyewa Jay d