Episode 16: Membuat Pilihan Yang Tidak Bisa Ditolak.Diwaktu yang lain, kepentingan sesosok bertopeng cermin membawanya ke dalam hutan di provinsi Tenggara. Sebuah gua di kaki pegunungan bersalju, di sanalah negosiasi dengan seorang pria berjanggut dilakukannya.Dua lampu gantung yang menerangi area lembap ruang dalam gua ini cukup memperjelas segala apa yang ada dan tidak ada di sini—tak ada benda-benda berharga di sini, hanya bebatuan, lantai berpasir dan stalaktit yang mendominasi pandangan mata.Pria berjanggut dalam balutan jaket atau pakaian hangat ala negara Bangsa Selatan itu tengah duduk tegap di sebuah batu. Berhadapan dengan sosok bertopeng cermin yang mengutarakan maksud presensinya di sini.“Buat saya tidak punya pilihan, kecuali menyetujui permintaan Anda.” Pria berjanggut nuansa perak menuntut supaya yakin atas apa yang dipilihnya nanti.”Bunuh salah satu pewaris Aura Cahaya. Hanya itu,“ titah sosok bertopeng cermin dengan gestur tubuh kaku nan dingin.“Aku bahkan tidak
Episode 17: Demi Sebuah Hobi Sakit Dan Sedih Dinikmati.Malam nan dingin sudah hadir tanpa keberadaan Aldia. Sekaligus berarti Kael serta Eriel akan tinggal berdua seperti hari-hari di mana Mama lama tak di rumah.Adik-kakak itu menyibukkan diri dalam jamuan makan malam di meja makan.Alih-alih istirahat di rumah Kael menyampaikan niatannya sehabis makan; “Kakak akan pergi memancing, apa kamu tidak keberatan untuk tinggal sendirian di rumah sampai subuh?”Segelas air hangat diteguk Eriel sekaligus ada kegusaran mendengar lagi niatan kurang ajar kakaknya, atau sejujurnya, Eriel muak mendapati lagi kakaknya yang selalu menentang aturan mamanya hanya demi sebuah hobi membosankan.“Terus, kalau Mama pulang, aku harus selalu berbohong kalau kakak pergi berlatih?”“Tidak juga, ta—”“Tapi sepantasnya kakak paham! Kalau aku tidak bisa melindungi kakak terus!” Eriel protes.Tak pelak seketika Kael membela diri; “Kau tidak perlu merasa melindungiku. Itu hanya permintaan bantuan. Kalau tidak mau,
Episode 18: Kenyataan Hiburan, Masalah Hidup Untuk Dihadapi Dengan Bahagia!Aura Kegelapan tidak terklasifikasi ke dalam Aura utama. Semua jenis Aura utama dan beberapa Aura langka telah Eriel dan Kael pelajari. Namun, Aura kegelapan justru terklasifikasi ke dalam ilmu pengetahuan mistik, atau Aura terlarang. Aura yang banyak dikonfrontasi, kontroversi dan dilarang.Di beberapa provinsi dan beberapa negara dilegalisasi sebagai Aura kriminalitas, dalam pengertian dilarang. Maka siapapun penggunanya dapat dijatuhi tindak pidana kurungan penjara / hukuman mati sesuai kriteria hukum yang berlaku.Tak terelakkan sudah, halaman depan rumah Aldia terjadi keributan yang menggugurkan kedamaian di sekitarnya. Pertarungan serius terjadi tanpa halangan sedikit pun.Bola-bola Aura saling ditembakan. Bertebaran sebagai sebuah kekuatan untuk melumpuhkan.'Puafh-Puafh' 'Puafh-Puafh'.Bola-bola Aura beradu dan terpecah. Mengisi ruang hampa di antara mereka. Meninggikan emosional dan memacu adrenalin.{
Episode 19: Api Yang Membakar Tidak Pernah Meninggalkan Panasnya.Tiba-tiba ada gelak tawa dari pria berjanggut, “BAHA-HA-HA-HA ....”Tawa yang mengundang kebingungan bagi Eriel serta Kael. Menatapnya kian waspada. “Hei, di sini tidak ada yang lucu!” sindir Eriel. “Tentu ini lucu, karena baru saja aku menampilkan kejadian yang segera menimpa kalian!” sergah sang pria berjanggut penuh maksud.Kael serta Eriel sontak saling menatap satu sama lain bak memiliki pikiran yang sama. ”Tak ada gunanya Anda membunuh kami!“ sentak Kael berusaha membuka pikiran lawan bahwa yang dilakukannya sia-sia. Walau sejujurnya Kael hanya malas bertarung. Sedetik berselang, 'SWOOSH', sekujur tubuh pria berjanggut secara sengaja diliputi Aura Kegelapan. ”Dan tidak ada gunanya argumentasi di antara kita ini! Karena aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui!“Ia serta jaguarnya mulai mengambil ancang-ancang untuk menyerang. Seakan tindakannya kali ini jauh lebih berbahaya ketimbang pertempuran sebelumnya.
Episode 20: Melumpuhkan Satu Rencana Praktis Supaya Menjadi Manusia Tangguh. Dan angin malam nan dingin pun menerpa ruang sekitar, menjamah setiap materi di sekitar halaman depan rumah. Dinginnya udara tidak menyurutkan semangat setiap insan di sana demi merenggut tujuannya masing-masing. Semua bola-bola Aura pria berjanggut dan jaguar pudar dalam udara. Karena untuk hal yang sama sekali tidak terduga, Eriel telah berhasil berteleportasi, meninju pria berjanggut dan menendang sang jaguar. Tetapi, dengan begitu gadis berambut hijau panjang itu terserap ke dalam keletihan hebat. Bersusah-payah mengontrol napasnya supaya stabil kembali. Dua iris berliannya tampak kurang fokus, dua pergelangan tangannya bercalar selayaknya bekas terbakar (efek luka dari serangan bola Aura), kakinya mengguratkan bekas cakaran, wajahnya tak luput dari memar serupa calar pada tangannya, hidung merembeskan darah, sedang tubuhnya lunglai.
Episode 21: Membuka Tabir Kenyataan Ilusif.Baskara yang terang menyilaukan terbit dari ufuk Timur, mengikis hitam malam, mengganti hari, membawa harapan yang baru. Terus meninggi memamerkan cahaya dan panasnya ke bumi.Alternasi waktu: 10 / Bintang Cancer. Musim hujan.Dalam sebuah hutan di provinsi Tenggara, tepat di sebuah gua di kaki pegunungan bersalju, sosok bertopeng cermin tengah menanti dengan tabah pria berjanggut.20 jam lebih sebagai waktu yang telah dilampauinya demi sebuah penantian. Dan berlanjut sampai sekarang sesuai kesepakatan.Sang surya tanpa diadang awan-awan tebal sudah dengan gagah terpancang megah di kulminasinya. Tengah hari yang panas meliputi negara bersalju ini.Sosok itu selayaknya patung lilin, hanya berdiri tegak tanpa banyak tingkah, tanpa pegal atau tanpa lapar sudah berjam-jam terpaku sendirian. Berdiri menghadap ruang hampa dengan pemandangan lembabnya bebatuan dan pasir.Sul
Episode 22: Kesadaran Radikal, Kebenaran Yang Bersemayam Dalam Gelapnya Bayangan.Sehubungan dengan pengampunan yang diberikan pengadilan terhadap Jenderal A Aldia, dan diantaranya sebagian pihak menentang afirmasi tersebut. Maka dari itu, lazim bila beberapa individu keberatan dengan itu. Tetapi, kembali pada tokoh yang membenci pemahaman Aldia karena mengancam keberlangsungan pemerintahan. Sosok yang menentang keputusan peradilan terhadap pengampunan untuk Aldia rupanya bernama Aleo De Canopus. Sosok yang telah bekerja sama dengan dua tokoh bertopeng cermin itu sekarang berjuang meraih keadilan sesuai prinsipnya. Dalam sebuah gedung berlantai 5 Mahkamah Agung Kemiliteran provinsi Barat, yang berdiri tegak di sisi kota Aurania yang berselimut salju, pria berpenampilan perlente itu telah mendapatkan izin untuk bersua dengan Hakim Agung Militer Barat. Ruangan berlabel 'Hakim Agung Kemiliteran Barat' yang beraroma melati serta memiliki arsitektur ruangan sederhana (ruangan kerja ber
Kerangka berpikir mayoritas penduduk negara Bangsa Selatan berasaskan Sosial-kebudayaan yang lantas dikembangkan sebagai sosial-nonpemerintahan. Itu pun relevansinya hanya dalam bernegara. Sehingga ada atau tidak adanya pemerintahan dampak itu tidaklah begitu berarti dalam kemasyarakatan. Mengolaborasikan paham yang mengacu pada kebutuhan sistem bernegara dan paham yang mengacu pada nonpemerintahan terpusat menjadi perkara yang kesannya muskil. Tetapi dengan bangga kedua paham yang kontradiktif itu dapat bersinergi dalam negara Bangsa Selatan meskipun diiringi perselisihan tragis maupun melahirkan gagasan baru. Sosial-nonpemerintahan tidak memerlukan pemerintahan untuk mengatur kemasyarakatan dan naluri sosial menjadi penunjang keperluan masyarakat dalam menggerakkan roda kehidupan yang adil. Pertama, dalam kaitannya sosial yang mana menguasai beberapa sarana dan prasarana seperti: Aset, jasa, barang produksi / distribusi, dan segala macam bentuk usaha yang berkecimpung demi pub
“... tahan mereka! Tahan hingga kata-kata tidak dapat lagi digelontorkan lewat mulut mereka!” Seorang pria gemuk 50 tahunan menitah aparatur keamanan dengan konotasi arogan. Dia malah berkacak pinggang serta mengangkat dagunya untuk merefleksikan superioritasnya.Satu orang ... dua orang ... lima hingga delapan orang dipukul dan ditangkap puluhan personel militer Adat tepat di depan rumah dua lantai berbentuk kupel. Dikelilingi sejumlah warga setempat yang penasaran. Lingkungan sempat terkotori pertempuran fisik yang berujung terkendali. Hujan salju yang deras tidak menghentikan kegiatan politis para anggota militer, pun hati kecil mereka yang membisikkan kalau ini salah tidak digubris. Memilih mematuhi pemimpin mereka yang kuat dan mandiri—dengan keuntungan sosial dan materi membuat mereka tidak punya alasan selain patuh.“... ampuni kami, Pak!”“Ampuni kami ...!”“Kami terdesak. Kami sungguh terdesak keadaan.”Bahkan pernyataan-pernyataan rendah hati dan penyesalan dari para pelaku
Dalam perjalanannya, level teknologi transportasi udara dunia Aura berada di bawah teknologi transportasi laut dan secara fluktuatif saling bersaing dalam perkembangannya. Umumnya memiliki tiga rute penerbangan yang warga dunia bisa pilih; rute zona waktu, rute cepat dan rute teleportasi. Semakin cepat tujuan tercapai, semakin besar dana dan konsekuensi yang ditanggung. Satu-satunya transportasi yang masih melestarikan Aura Gelap/ilmu sihir dan Energi-Aura/Mana dalam operasionalnya secara global (dibutuhkan untuk mengakses rute cepat dan rute teleportasi) sekaligus alat transportasi paling aman di dunia.Pesawat terbang dunia Aura sendiri ditemukan pertama kali oleh seorang ilmuwan gila warga benua Timur, lalu dikembangkan oleh warga benua Barat—setidaknya, itu yang sejarah catatkan. Maskapai pesawat terbang dunia Aura punya tiga mode (mode internasional, lokal dan global) yang punya kelebihan serta kekurangannya masing-masing. Maka masuk akal jika Tetua-Aura Alara dan rombongannya—a
Lagi-lagi cepat itu terjadi. Gelap gulita yang dirasakannya sekarang. Samar-samar merasakan rasa sakit yang teramat-amat dahsyat, tapi lemah tanpa kendali. Suara-suara keramaian yang mulai menyusut. Kesadaran memudar .... Lalu rasanya berlalu cukup lama .... “Gah ....” Entah ada apa dengan dirinya. Eriel mengalami rasa sakit di bagian dadanya; jantungnya. Kaki dan tangannya sama sakitnya. Saat kesadarannya utuh kembali dia sekuat tenaga membuka mata dan memastikan keadaan sekitar. “... a-apa ... apa yang terjadi?” Sebuah ruangan bertema klasik dengan lampu putih terang. Terbaring di atas kasur. Kedua pengawalnya yang berdiri di samping pintu. Aneta yang duduk di sofa tunggal dengan memegang Pusaka Trisula Berlian dan Madam Ni yang bergegas menghampirinya. Tempat ini bukan lagi panggung pertunjukan. “Ril ... kamu sudah sadar.” Madam Ni sangat gembira dan tidak lupa menitah seorang pengawal, “Cepat panggil Pangeran Nein. Eriel sudah pulih.” Seorang pria berotot mengangguk untu
... apa yang tersisa dari generasi pendahulu selain sejarah adalah masalah ....Melintasi lingkungan berbahaya, melampaui tanaman-tanaman pemakan daging, melewati monster-monster jenis predator telah sukses dipraktikkan sang Pewaris-Aura Cahaya bersama sang putra mahkota kerajaan Utara-Daya. Karena, untuk meraih dukungan mutlak Raja Neziah Al-Manamah kedua tokoh terkait mesti merampungkan rintangan-rintangan maut yang diajukannya. Disiarkan secara langsung ke seluruh penjuru dunia Aura, Eriel De Atria dan Pangeran Nein Al-Manamah telah melakoni tantangannya selama tiga hari. Semacam ajang pembuktian politis. Pun selama belum tuntas mereka hanya dapat mengisi perut mereka dengan sejumlah pil Aura yang telah diberikan secara limitatif.3471-01-Virgo (Musim Kemarau). 14:01. Domain Koloseum Hutan Duri ....'Siuw' ....Eriel terbang melesat dengan mengaktivasi [Aura Manuver Pusaka] dari Pusaka Trisula Berlian dan begitu mendarat di sekumpulan monster-monster gorila-duri yang mengepung Pang
'Poufh'.'Pluafh'.[Bola-Bola Aura] tertembak menghujani setiap monster kura-kura api yang menginvasi kubah pertanian di bangsa Selatan-Kelabu. Jelas ratusan monster kura-kura api yang berupaya menghancurkan ladang umbi-umbian perlu ditanggapi serius dan cekatan. Tetapi, yang mencengangkannya ialah mereka digiring kemari oleh seseorang yang membenci Eriel De Atria. Semenjak Eriel mengumumkan agenda Reformasi Ekosistem Dunia Aura penyerangan semacam ini sudah terjadi beberapa kali. 'BOOMMM'.“NGYAAAA ...!”Lagi, satu ekor monster kura-kura api hancur berkat aktivasi ilmu Aura [Manuver Pusaka: Baja] yang Aon ejawantahkan. Dia melompat lagi dari satu monster kura-kura api menuju satu lainnya sekalian membunuh yang bisa dibunuh. Ixia dan Una juga di sana, membantu para pekerja ladang yang kewalahan. Dalam rangka bekerja mengurusi ladang milik kelompok Eneagram, kali ini tim Ixia kebagian lagi menghadapi serangan dari hewan-hewan ajaib yang tidak terkontrol. Hewan-hewan ajaib itu berukur
Hari ini pihak kemiliteran Pasifikasi banyak bergerak di sejumlah titik di Kota Auroran. Para petinggi dan orang-orang yang berkepentingan dalam suatu urusan bergegas berbenah. Menata kota untuk menyambut kehadiran sang Tetua-Aura Dunia Alara.“... untuk satu umat manusia!” Seru orang-orang yang menyaksikannya. “... untuk satu kekaisaran seluruh manusia!” Sejumlah pendukung Tetua-Aura Alara mulai berhamburan mengekspresikan sukacita dan bergerak demi acara penyambutan.Ditengah ramainya membicarakan kerja sama politis antara Eriel De Atria dengan Pangeran Nein Al-Manamah, warga Selatan-Putih tidak kalah ramainya membicarakan Tetua Alara yang akan datang sebentar lagi.Cuaca cerah dan tanpa hujan salju pun seperti mendukung pekerjaan mereka. Sejumlah jurnalis terlihat telah turun di depan halaman istana kenegaraan. Mulai memberitakan persiapan penyambutan sang tamu agung yang nyatanya sangat dinantikan oleh hampir seluruh warga Selatan-Putih. Ini akan jadi berita teratas dalam klaseme
Inilah momen bersejarah bagi Ixia untuk akhirnya bertatap muka dengan salah satu Auranias langka yang mulai ramai kedengaran eksistensinya. Menjabat tangan dinginnya, mencermati tiap-tiap detail fitur figurnya dan menyaksikan mata berlian yang sama dengan mata berlian Eriel De Atria. “... sebelumnya, maafkan aku untuk kunjungan mendadak ini disaat Ketua El sedang sakit. Tapi, alangkah senang dan bersyukurnya dalam hidupku bisa menjumpai tokoh Auranias seperti Ketua,” tutur Ixia dengan ekspresi yang meyakinkan dalam pretensinya. Menutupi hasrat penasarannya tentang bagaimana perjalanan keluarga Kael. Duduk pada kursi yang disediakan Elaria tepat di sisi kasur.Kael mengangguk-angguk tersenyum tipis. Diantara banyaknya opsi kalimat balasan Kael memilih berkata, “Sepertinya ... uhuk ... aku pernah melihatmu.“”Eh?!“ Ixia jelas terkejut. Dirinya memang sudah cukup terkenal di kalangan bangsa Selatan-Kelabu dan kendatipun penyamarannya nampak sia-sia atau berbahaya, justru dengan cara itu
Badai ....Begitulah kira-kira bagaimana cuaca di sekitar lingkungan markasnya berlaku. Sama yang tidak bisa diingkari adalah dirinya yang terbaring demam bagaikan sekarat. Hanya dapat meringkuk di atas kasur dengan selimut dua lapis yang membungkusnya seperti lemper. Pil Pemulihan tipe A, Pil Energi-Aura maupun obat-obatan konvensional yang telah dikonsumsinya masih belum paten memulihkannya secara prima—paling tidak, itu sedikit mengurangi sebagian nyeri dan luka berdarah sebelumnya.3471-23-Pisces (Musim Hujan). 10:22.Mata berlian Kael menatap jendela kaca yang kemarin jadi pintu masuk seorang anonim guna menyerangnya. Jelas jendela itu telah diperbaiki Zeno dengan mengubahnya menjadi jendela pintu berbahan kayu. Tetapi, fakta bahwa penyerangan kemarin bermuara atas dendamnya kepada Ketua Kael lantaran mendalangi pembunuhan Ketua Odero tidak dapat diterima oleh sebagian individu, salah satunya, Unae Teriri wanita bertopeng catur sebagai pelaku penyerangan. Disamping Kael sendiri
“... ya, berita itu benar. Pewaris Aura Cahaya kembali muncul di bangsa kita!”“... besar kemungkinannya adalah orang yang sama dengan pahlawan bertopeng di desa Moon!”“... apakah pahlawan bertopeng itu juga akan menyelamatkan bangsa ini atau dunia? Tapi, menyelamatkan dari apa?”“... ya, tidak ada hal urgensi kurasa dan sebabnya tidak perlu melabelinya pahlawan karena tidak ada kasus yang perlu dituntaskannya.”“... bagaimana kalau kita menemuinya langsung?”“... buat apa?”Tidak dapat terpungkiri lagi bahwa rumor perihal keberadaan Kael De Rigel sebagai Pewaris Aura Cahaya yang seluk-beluknya tidak umum telah tersiar signifikan. Warga desa Moon adalah yang paling pertama membahasnya sekaligus yang paling mengharapkan hal baik darinya. Selanjutnya, berita-berita tersebut meluas dengan tanpa terbendung. Responsnya positif sekaligus kontroversial. Orang-orang tidak sekadar membicarakan keunggulan Auranias Cahaya di atas Auranias pada umumnya, melainkan dalang kematian Ketua Odero dib