Home / Romansa / Simpanan Nyonya CEO / Bab 9. Memanggil Tari

Share

Bab 9. Memanggil Tari

Author: Andy Lorenza
last update Huling Na-update: 2024-05-04 03:26:09
“Kamu udah makan siang?” tanya Cindy.

“Belum Tante.” jawab Roy, kembali Cindy geleng-geleng kepala.

“Ya udah, sekarang naik ke mobil kita makan siang di luar!” Ajak Cindy, Roy menganggukan kepalanya lalu naik ke mobil mewah milik CEO perusahaan itu.

Seperti makan siang bareng beberapa hari yang lalu, Cindy kembali mengajak Roy ngobrol sembari menikmati menu yang dipesan.

“Kamu tahu nggak jika Dion dan teman-temannya tadi telah memperlakukan kamu tak sepantasnya?” tanya Cindy, Roy hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Lain kali jangan pernah kamu ulangi lagi, sampai-sampai kamu mengabaikan jam istirahat dan makan siang. Tadi kamu dengarkan? Aku udah memperingatkan mereka untuk tidak mengulanginya lagi menyuruh kamu di luar ketentuan kerjamu sebagai OB di kantorku,” ujar Cindy.

“Ya Tante, aku nggak akan bersedia lagi mereka suruh ke luar karena itu bukan tugas dan tanggung jawabku sebagai OB di kantor Tante.” ulas Roy.

“Bagus, dengar ya Roy tugasmu sebagai OB di kantorku sesuai d
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Kaugnay na kabanata

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 10. Kos-kosan

    “Lantas bagaimana solusi yang tepat menurut Bu Cindy untuk Roy?” tanya Tari. “Aku mau menguliahkan dia agar nanti bisa aku tempati di posisi yang strategis di kantor ini, untuk sementara waktu dia aku jadikan pembantu pribadiku aja di sini. Jika dia tetap aku pekerjakan sebagai OB, bukan tidak mungkin tanpa sepengetauanku dia akan diperlakukan seenaknya lagi oleh para karyawan,” tutur Cindy. Tari terlihat mengangguk-anggukan kepalanya “Iya Bu, saya rasa itu solusi yang terbaik.” “Aku juga akan mencari kos-kosan buat dia yang lokasinya dekat dari kantor ini,” tambah Cindy. “Benar Bu, tinggal di kos-kosan atau rumah kontrakan akan lebih nyaman dibandingkan tinggal di salah satu ruangan kantor perusahaan ini yang tentunya terlalu tertutup dan bisa jadi sewaktu-waktu dia akan merasa pengap karena bersekat dengan dinding ruangan lainnya,” ujar Tari selaku sekretaris merangkap kepala personalia perusahaan Cindy. Jam istirahat siang kantor masih akan tiba 15 menit lagi, akan tetapi Cind

    Huling Na-update : 2024-05-07
  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 11. Berhutang Budi

    “Ada apa Tante? Kok Tante Cindy senyum-senyum sendiri?” tanya Roy membuat Cindy yang baru saja membantin jadi tersentak. “Nggak ada apa-apa Roy, barusan Pak Dimo bilang kalau kos-kosan kamu udah dapat dan letaknya nggak jauh dari kantor,” jawab Cindy. “Oh, aku kira ada apa? Ngapain sih Tante pakai repot-repot segala mencari kos-kosan, di salah satu ruangan yang aku tempati itu aku rasa udah cukup dan aku senang kok tinggal di sana,” ujar Roy. “Nggak, menurutku alangkah lebih baiknya kamu tinggal di luar. Seperti yang tadi aku katakan, kamu akan lebih merasa nyaman tinggal di kos-kosan karena jika di dalam ruangan kantor ruang gerakmu terbatas. Seperti orang tawanan aja, terlebih ketika malam datang kamu nggak akan bisa ke luar karena pagar gedung kantor di kunci oleh satpam penjaga di luar,” jelas Cindy. “Bisa kok Tante, buktinya aku bisa minta izin ke luar buat beli nasi bungkus dan rokok,” ujar Roy. “Iya, tapi kamu kan nggak bisa ke luar lama-lama karena pastinya satpam di sana

    Huling Na-update : 2024-05-08
  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 12. Mantan Majikan

    “Kamu harus tetap fokus dan rajin bekerja sesuai dengan pekerjaan yang aku percayakan padamu sekarang,” ulas Cindy.“Tentu Tante, aku janji akan bekerja sebaik mungkin dan berusaha untuk tidak mengecewakan Tante nantinya,” janji Roy.“Oh ya Roy, besok aku akan beliin kamu HP agar sewaktu-waktu dapat aku hubungi baik saat aku berada di luar kantor maupun saat kamu berada di kos-kosan ini,” ujar Cindy.“Nggak usah Tante, aku punya HP kok. Hanya saja HP ku itu ketinggalan di rumah majikanku sebelum aku jadi gembel di bawah jembatan, besok sepulang dari kantor aku jemput,” tutur Roy, Cindy terlihat kerutkan keningnya.“Majikan? Jadi sebelum kamu jadi gembel di bawah jembatan itu, kamu bekerja dengan seseorang?” tanya Cindy, Roy menganggukan kepalanya.Cindy sebenarnya ingin bertanya lebih jauh lagi mengenai Roy yang sebelumnya memiliki majikan, akan tetapi karena ia musti pulang ke rumah maka ia urungkan.“Ya udah kalau begitu aku pamit pulang dulu, Roy. Soal kamu yang akan menjemput HP d

    Huling Na-update : 2024-05-10
  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 13. Bertemu Kembali

    “Iya Bi, namanya Supri. Katanya dia ke sini ingin meminta barang-barang Mas Roy berupa dompet dan Hp nya yang ketinggalan, benarkah dompet dan HP Mas Roy ketinggalan Bi?” tanya Pak Rudi.“Iya benar, Pak Rudi. Dompet dan HP Mas Roy yang ketinggalan di kamarnya itu sekarang ada di kamar kami, sebentar aku akan ambilkan lalu kita bareng-bareng temui teman Mas Roy itu.” ujar Bi Surti, Pak Rudi menanggapinya dengan menganggukan kepala.Seperti yang tadi dikatakan Bi Surti begitu ia telah mengambil dompet dan HP milik Roy di kamar, mereka pun sama-sama menemui Supri yang masih berdiri di depan pos satpam.Rupanya Roy sengaja minta tolong pada supir taksi yang bernama Supri itu untuk meminta HP dan dompetnya pada penghuni rumah mewah itu, sementara dia menunggu di dalam mobil taksi itu.“Benar Mas temannya Mas Roy?” sapa dan tanya Bi Surti pada Supri saat pembantu mantan majikan Roy bernama Angel itu tiba di depan pos satpam.“Benar Bi, aku memang temannya Bang Roy. Oh ya, dompet dan HP Bang

    Huling Na-update : 2024-05-12
  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 14. Kembali Ke Kantor

    “Dia temanku yang juga tinggal di bawah jembatan di kawasan itu,” jawab Roy, ketiga pembantu Angel itupun tampak manggut-manggut. “Hidup di kota besar seperti Kota Jakarta ini memang keras Mas, kalau Mas Roy nggak sanggup tinggal di sana kembalilah ke rumah ini aku yakin Nyonya pasti mau menerima Mas Roy lagi. Bukan begitu, Bi?” ujar Bi Ratni sembari bertanya pada Bi Surti akan kepastian yang dia sampaikan itu. “Benar Mas Roy, Nyonya sangat menyesal karena nggak memperdulikan penjelasan Mas Roy pada saat Tuan Anton menuduh Mas dan Diana berbuat tak senonoh di kamar tamu. Nyonya juga waktu itu ingin mencari tahu keberadaan Mas Roy di mana, bahkan sampai mengecek HP Mas yang aku simpan di kamar,” tegas Bi Surti. “Hemmm, meskipun Tante menerimaku rasanya aku nggak mungkin kembali ke rumah ini lagi Bi. Meskipun aku jadi gembel di bawah jembatan dan untuk penyambung hidup musti memulung, tapi aku merasa nyaman kok. Mungkin karena udah terbiasa setelah beberapa hari berjuang dengan bek

    Huling Na-update : 2024-05-14
  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 15. Suami Cindy

    “Ya udah, lanjutin kegiatan bareng teman-temanmu di perpustakan. Lain kali aku telpon lagi dan sampaikan salamku sama Ayah dan Ibu,” ujar Roy.“Baik Kak.” obrolan dan panggilan melalui sambungan ponsel itu pun diakhiri.Sebuah pesawat dari Singapura mendarat di Bandara Soekarno Hatta, setelah turun seorang pria berpakaian rapi ala pebisnis langsung naik ke mobil mewah jenis Alphard. Kurang lebih 1 jam kemudian mobil mewah yang naiki pria itu tiba di halaman sebuah rumah mewah, si supir nampak buru-buru turun dan setelah membuka pintu mobil bagian tengah di mana pria itu duduk supir itupun membuka bagasi belakang mengambil barang-barang bawaan lalu membawanya ke dalam rumah mewah itu.Seorang wanita paruh baya nampak berjalan tergesa-gesa menyongsong pria yang baru saja masuk ke dalam rumah mewah itu, setelah berhadap-hadapan wanita paruh baya itupun memberi hormat.“Selamat datang Tuan,” ucapnya, pria berpakaian rapi itupun tersenyum.“Cindy di rumah, Bi?” tanya pria yang dipanggil T

    Huling Na-update : 2024-05-17
  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 16. Pancingan Liar Clara

    Seperti biasa hampir setiap hari minggu atau hari libur kerja Cindy kumpul bareng teman-temannya yang tergabung dalam genk Tante-tante sosialita, acara kumpul bareng itu tentu saja di tempat yang mewah baik itu di restoran maupun cafe dan juga ruangan hotel yang menyediakan tempat untuk pertemuan.Jika dua pertemuan terakhir mereka di restoran dan cafe mewah, kali ini di ruangan hotel yang berbintang.“Apa kabar Jeng Cindy?” sapa salah satu temannya yang tergabung dalam genk Tante-tante sosialita itu.“Baik, kamu sendiri gimana Jeng Clara? Bisnis lancarkan?” sapa balik Cindy diiringi senyum ramahnya.“Ya begitulah, nggak bisa dibayangkan jika hari libur ini nggak kita nikmati dengan kumpul bareng seperti ini. Dalam seminggu sibuk di kantor, kemudian di rumah selalu bete dan bosan karena nggak ada perubahan sedikitpun suasananya,” jawab Clara.“Suamimu masih sibuk dengan pekerjaannya di luar negeri?” kembali Cindy bertanya.Terdengar tarik napas berat Clara “ Huuuuuf, terlalu sibuk mal

    Huling Na-update : 2024-05-20
  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 17. Ke Night Club

    Cindy tak sempat turun dari mobilnya karena begitu ia tiba di depan kos-kosan Roy, Roy langsung menghampiri dan naik ke mobil mewah itu.“Kamu bisa nyetir Roy?” tanya Cindy saat mobil yang ia kemudikan sudah cukup jauh meninggalkan kos-kosan Roy.“Belum Tante,” jawab Roy diiringi senyumnya.“Kalau motor gimana?” tanya Cindy lagi.“Kalau motor aku bisa, Tante. Meskipun di desa aku nggak punya motor, tapi aku pernah belajar dan jalan bareng teman-teman,” jawab Roy lagi, Cindy nampak manggut-manggut saja.Tak terasa saat berkeliling Kota Jakarta, tadinya sore kini malam telah menjelang. Cindy merasa heran kenapa berjam-jam bersama Roy tak membuatnya bosan, justru sebaliknya ia merasa happy.Atau mungkin karena Roy sangat menyenangkan diajak ngobrol dengan sesekali bergurau? Atau karena sesuatu yang membuat Cindy betah berlama-lama bersamanya?Mobil sedan mewah yang dikemudikan Cindy sekarang berhenti di sebuah restoran, setelah memarkirkan di tempat parkir yang disediakan ia dan Roy pun

    Huling Na-update : 2024-05-29

Pinakabagong kabanata

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 195. Roy Memaafkan Alice

    Sepeninggalnya Alice kembali ke hotel tempat ia menginap, Puspa pun menghubungi Roy melalui ponselnya.“Hallo Bu Puspa,” sapa Roy setelah mengangkat panggilan di ponselnya.“Hallo juga Mas, masih di lapangankan?” tanya Puspa.“Iya, kan waktu istirahat siang belum masuk. Emang ada apa Bu?” jawab Roy balik bertanya.“Barusan ada bule datang menemuiku, namanya Alice. Mas Roy kenalkan?” tanya Puspa.“Ya, dia menginap di hotel tempat Bang Ardi kerja.” jawab Roy, dalam hatinya mulai merasa tak enak dan terkejut mendengar jika Alice mendatangi kantor menemui Puspa.“Dia minta Mas menemuinya karena ada hal penting yang akan disampaikannya, Mas bersediakan?” jelas Puspa sembari meminta kesediaan Roy.“Iya Bu, nanti jam istirahat siang aku akan menemui.” Karena yang meminta itu Puspa dan berkaitan dengan urusan kantor maka dengan berat hati Roy bersedia.“Oke deh kalau begitu, silahkan Mas Roy lanjutkan kerjaannya.” Ulas Puspa.“Iya Bu, terima kasih.” Ucap Roy, lalu percakapan mereka melalui sa

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 194. Alice Mendatangi Kantor Roy

    Di sebuah meja makan malam itu di Qatar, Pak Husein dan Bu Astrid bercakap-cakap sembari menikmati makan malam mereka.“Bagaimana cara kita menyampaikan perihal Viola yang menolak dijodohkan dengan Rehan pada kedua orang tuanya, Pi?” tanya Bu Astrid.“Itulah yang membuatku pusing karena mereka terlalu berharap perjodohan itu akan terlaksana,” jawab Pak Husein dengan raut wajah yang risau.“Tapi kita nggak boleh diam aja, apapun itu harus kita beri tahu mereka agar nanti masalahnya nggak semakin rumit,” Bu Astrid menyarankan.“Ya, aku cari waktu yang tepat untuk menyampaikannya pada mereka.” ulas Pak Husein tak bersemangat.“Papa dan Mama sepertinya memang nggak ingin Viola berpisah dengan mereka makanya mereka ngotot membela penolakan Viola yang akan kita jodohkan dengan Rehan,” ujar Bu Astrid.“Aku sampai nggak kepikiran jika Papa dan Mama akan menyangkut pautkan dengan masa lalu kita hingga kita nggak berkutik dibuatnya, tapi aku tetap nggak akan setuju jika Viola memilih Roy untuk

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 193. Menyelesaikan Masalah

    “Ada yang perlu aku bantu Non Alice?” tanya Ardi saat bule cantik berambut pirang itu menghampirinya di ruangan manajer hotel itu.“Sepertinya Roy marah sama aku, beberapa kali aku telpon nggak diangkatnya,” jawab Alice.“Loh, emangnya ada masalah apa sampai Roy nggak mau mengangkat telpon dari Non?” tanya Ardi lagi.“Mungkin karena kejadian malam itu,” ulas Alice merasa ragu untuk menjelaskan lebih rinci.“Kejadian? Kejadian apa?” Ardi penasaran.“Malam itu aku ngajak Roy jalan dan pulang ke hotel ini lewat dari jam 11 malam, sebelum kembali ke sini kami singgah dulu di night club dan karena cukup banyak minum membuat kami setengah mabuk. Saat itulah setiba di kamar kami hampir saja berhubungan badan, Roy kemudian pergi dengan raut wajah kesal karena aku memang aku yang memancingnya untuk melakukan hubungan badan itu.” jelas Alice.“Wah, kok sampai kamu kepikiran untuk melakukan hubungan badan dengannya?” Ardi terkejut.“Aku juga nggak tahu kenapa setiap kali aku jalan dengan Roy, ak

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 192. Perdebatan Sengit

    “Husein...!” Opa yang sejak tadi hanya diam mendengar tiba-tiba membentak.Pak Husein seketika itu juga terkejut, ia tak menyangka jika Opa akan membentaknya setelah berbicara lantang pada Viola, ia hanya berani menatap Opa sejenak lalu alihkan pandangan pada Bu Astrid.“Apa kamu lupa dulu sewaktu kedua orang tuamu menjodohkan kamu dengan wanita di Qatar sana? Kamu juga menolak dan bersikeras untuk memilih Astrid jadi istrimu. Waktu itu Astrid baru saja menyelesaikan kuliahnya dan hanya bekerja membantuku mengelola sebuah hotel,” sambung Opa, Pak Husein dan Bu Astrid hanya diam.“Kedua orang tuamu nggak merestui hubungan kalian dan tetap bersikeras pula agar kamu menikah dengan wanita pilihan mereka yang memiliki beberapa perusahaan itu, mereka sempat pula meremehkan Astrid dan juga kami dan hal itu membuat aku sangat tersinggung hingga tak menyetujui pula Astrid menjalin hubungan denganmu. Namun kamu tetap bersikukuh untuk menyakinkan kedua orang tuamu itu termasuk kami dan akhirnya

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 191. Viola Menolak

    “Iya Pi, besok kita udah harus kembali ke Qatar. Tapi apa nggak sebaiknya kita tunggu Viola pulang dari kantor agar pembicaraan kita nantinya lebih jelas arahnya dan kita juga bisa langsung mengetahui tanggapan dari Viola?” ujar Bu Astrid.“Ya kita tunggu Viola pulang dari kantor dulu baru kita bicara sama Papa dan Mama, menurut Mami apakah Viola nggak akan menolak jika kita jodohkan dengan Rehan?” ulas Pak Husein yang ternyata tak sepenuhnya yakin jika putrinya itu bersedia dijodohkan dengan Rehan.“Kita dengar saja nanti bagaimana tanggapan Viola ketika kita menyampaikan keinginan kita itu di hadapan Papa dan Mama,” ujar Bu Astrid.“Ini adalah kesempatan baik karena Hamid bilang Rehan sendiri yang berkeinginan untuk dijodohkan dengan Viola, dulunya dia nggak merespon saat Hamid mengusulkan perjodohan itu,” tutur Pak Husein.“Oh, jadi dulunya Papi dan Bang Hamid udah pernah bicara soal keinginan menjodohkan Viola dengan Rehan? Kok aku nggak dikasih tahu?” ujar Bu Astrid terkejut.“Iy

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 190. Viola Masuk Kantor

    “Sebaiknya mulai saat ini aku nggak lagi menerima ajakan Alice, jangankan menemaninya jalan bertemu pun kalau bisa jangan sampai terjadi lagi.” gumam Roy yang membuat keputusan tidak akan jalan bahkan bertemu dengan bule cantik berambut pirang itu.Sementara siang itu setelah Viola dan kedua orang tuanya mengantar Rehan sekeluarga ke bandara untuk kembali ke Qatar lebih dulu, Viola yang tiba di rumah pamit pada Papi dan Maminya untuk ke kantor karena sudah dua hari ini ia tidak masuk demi menghormati Rehan dan kedua orang tuanya.“Loh, kan sekarang udah siang dan sebentar lagi waktunya istirahat kerja. Apa nggak sebaiknya besok pagi aja kamu ke kantornya?” ujar Bu Astrid.“Udah dua hari aku nggak masuk Mi, aku rasa di kantor udah banyak kerjaan yang menumpuk yang musti aku tangani.” Tutur Viola.“Oh ya udah kalau gitu, berangkatlah tapi hati-hati di jalan nggak usah terburu-buru!” ujar Bu Astrid, Viola menggangguk dan setelah mencium tangan kedua orang tuanya itu, Viola pun menuju ke

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 189. Dalam Lingkaran Birahi

    Makanya sampai saat ini sosok Viola sangat berarti dalam hidupnya, CEO muda berparas sangat cantik itu juga mampu menghadirkan rasa cinta di hatinya yang selama ini seakan mati rasa dan tak pernah percaya akan cinta dari seorang wanita.Dalam lamunannya itu juga hadir sosok Rehan yang saat ini tentu masih bersama kekasihnya itu, hal itu membuat ia tiba-tiba saja terlihat cemberut karena siapapun prianya pasti tidak akan rela jika ada pria lain yang saat ini sedang mendekati kekasihnya terlebih pria itu menjadi pilihan kedua orang tua kekasihnya untuk mereka jodohkan.“Roy, kamu kenapa diam aja?” tanya Alice membuat Roy tersentak dari lamunannya.“Oh, nggak kenapa-kenapa kok,” jawab Roy.“Kalau kamu udah mulai bosan di sini, yuk kita jalan lagi!” ajak Alice.“Oke, yuk.” Ulas Roy yang tak ingin kembali mengingat masalah Rehan yang sekarang bersama Viola di rumah Opa.Beberapa menit berkeliling di seputar kawasan tempat wisata malam hari di Pulau Bali itu, Alice kembali mengajak Roy ke n

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 188. Bersandar Ke Bahu Roy

    “Hemmm, mungkin itu karena kamu emang baru pertama kali ke sini makanya begitu.” ulas Roy.“Emang setiap orang yang baru pertama kali berkunjung ke sini akan merasakan hal yang sama ya, seperti hal aku merasa betah dan ingin di sini lebih lama lagi?” tanya Alice.“Ya nggak tahu sih, aku hanya nebak aja. Tapi emang kebanyakan dari para pengunjung yang baru datang ke sini akan merasa betah dan ingin kembali ke sini lagi,” jawab Roy.Setelah makan malam Roy dan Alice memang ke luar dari dalam restoran itu, akan tetapi Alice masih ingin menikmati panorama laut dari atas perbukitan itu, makanya mereka memutuskan untuk tetap berada di sana yang kali ini mereka duduk lebih dekat ke tebing bukit di mana di sana juga tersedia tempat duduk untuk bersantai.Alice benar-benar takjub akan pemandangan pantai di kala malam dilihat dari atas perbukitan itu, meskipun malam bukan berarti tak dapat memandang lepas ke tengah lautan, di sana banyak sekali terlihat pancaran lampu dari kapal kecil dan perah

  • Simpanan Nyonya CEO   Bab 187. Hati Rehan Gundah

    “Ya, di Qatar memang tempat wisata yang disuguhkan kebanyakan merupakan bangunan-bangunan yang dibuat megah begitu pula pemandangan di sekitar kawasan itu. Sedangkan di sini meskipun bangunan perhotelan, cafe dan juga Vila dibangun cukup megah pula akan tetapi pemandangan alamnya benar-benar alami seperti tempat ini,” jelas Viola.“Kamu benar Viola, kawasan di sini memang sangat menyenangkan bagi para wisatawan dan hal itu juga tentunya yang menjadi faktor utama pendapatan dari perusahaan pariwisata yang kamu kelola sekarang kan?” ujar Rehan sembari menebak.“Ya, di Pulau Bali ini boleh dikatakan mata pencarian masyarakat di sini adalah jasa dan usaha yang berkaitan erat dengan pariwisata.” Tutur Viola.“Oh ya Viola apa benar penduduk di sini mayoritas beragama Hindhu?” tanya Rehan.“Benar, lebih dari 85% penduduk di sini beragama Hindhu. Yang beragama Islam lebih kurang 10% sisanya agama lainnya, meskipun begitu di sini dan di seluruh kawasan pulau di Indonesia toleransi antar umat

Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status