Home / Romansa / Simpanan CEO Beristri / Bab 46 Obsesi Naka

Share

Bab 46 Obsesi Naka

Author: Miss Nonce
last update Huling Na-update: 2025-02-07 14:45:59

Karena hari sudah larut, Lika mau pulang. namun Ivanka menahannya, untuk bermalam dirumahnya. Tentu saja Lika menolaknya. “Kenapa, ini akan jadi rumahmu juga.” Kata Ivanka.

“Tolong jangan bicara begitu, sungguh aku jadi tidak nyaman.” Ucap Lika mendesah.

“Maaf,” cicit Ivanka.

“Tidak apa.. Aku pulang, nanti aku main lagi.”

“Kapan?” desak Ivanka, dia seperti menyukai Lika. Ivanka dulu menyayangi Sarah, adiknya. Tapi ketika besar malah Sarah terlihat membencinya. Ivanka butuh teman mengobrol, hal yang tidak dia dapat dari teman dan keluarganya.

Lika seperti sedang berpikir. “Humm.. Nanti kalau aku libur bekerja.”

“Kamu masih kerja. Resign Lika, kasihan kandunganmu.” Ivanka tulus mengatakannya.

“Iya, Mas Naka juga bilang begitu. Tapi aku.. Humm, masih mau kerja hihihi,” kikiknya, Lika memang masih muda. Dia gadis yang ceria dan pemberani, sejak sama Naka saja dia berubah jadi pendiam, seolah menyimpan banyak masalah.

Teringat dulu dia mengejar Naka untuk dimintai tanggung jawab, tadi Iva
Miss Nonce

Hai.. Pembaca yang baca karyaku sematkan komen yah.. Dan kalau mau baca judul karya miss yang lain, klik saja miss nonce di f i z z o atau ke *** aku miss_nonce19 terima kasih..

| 10
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (5)
goodnovel comment avatar
Takdir Hidupku
please thor prtemukan ivanka dg sejati ny biarkn dia merasakan cinta dr laki² yang bisa membuat ny melupakan naka
goodnovel comment avatar
Takdir Hidupku
Aku cm mau bilang biar kan ivanka bahagia jika itu bkn dg naka,jgn smpai dia meningal...
goodnovel comment avatar
tytyen chaerawaty
bgus skli ceritax smpe tdk terasa air mata mengalir
Tignan lahat ng Komento

Kaugnay na kabanata

  • Simpanan CEO Beristri   Bab 47 Adik Ipar

    Anulika menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri di tengah gosip yang berkembang di kantor. Mulai gencar Lika yang sedang isi, mengingat gadis itu belum pernah menikah. Mencoba abai, tapi tetap saja kabar miring itu sampai ke telinganya.Hari itu, ia memakai blus longgar berwarna pastel dan rok hitam yang sedikit longgar, sengaja dipilih untuk menyembunyikan perubahan tubuhnya yang masih belum terlalu terlihat. Sebenarnya dia enggan menyembunyikan kabar itu, namun apa daya tidak mungkin dia mengatakan hamil anak bosnya, bisa heboh satu kampung ini.“Kayanya sih iya yah..” ujar salah seorang karyawan disana. padahal Ceceu Kim sudah tidak ada, tapi ternyata masih banyak yang julid juga.Seorang karyawan bagian keuangan memindai tubuh Lika, dari atas sampai bawah. “Hamil neng,” candanya, tapi lebih tepatnya menyindir Lika. "Benar aku curiga kamu hamil, Lika," ucap salah seorang rekan kerjanya dengan nada ingin tahu. Lika memandangnya tajam, namun tentu saja Lika tidak akan diam s

    Huling Na-update : 2025-02-08
  • Simpanan CEO Beristri   Bab 48 Menghadapi Dua Keluarga Otoriter

    “Ada apa?” tanya Naka dengan tegas, begitu melihat Ivanka yang menangis dikamarnya. Wanita itu menggeleng, menghapus air matanya dengan tissue.Tadi suster yang merawatnya mengabarkan, Ivanka menangis usai dijenguk mama Adela, mama tiri Ivanka. Hal itu tentu membuat Naka berang, pasalnya Adela adalah mama Ivanka, terlepas mama tiri atau kandung tapi mengapa selalu menyiksa Ivanka.“Babe..” lirih Ivanka.“Katakan padaku, Ivanka. Jangan membuatku marah,” teriak Naka, sudah dalam puncak emosinya.Anulika yang berada diluar terkejut mendengar suara teriakan Naka, dia dibawa Naka karena pria itu tidak mau membiarkan Lika sendirian di apartemennya.“Jawab!” teriakan Naka menguar hingga keluar.Lika tanpa sadar menegurnya, “Mas,” tegurnya, tanpa mau ikut campur.Namun melihat Ivanka yang menangis sesenggukan, Lika tidak tega dan memeluknya. “Tenang kak,” ucapnya, kini memanggil Ivanka dengan sebutan ‘kak’.Naka tahu apa yang dikatakan Adela, karena suster menceritakan. Namun dia ingin menden

    Huling Na-update : 2025-02-08
  • Simpanan CEO Beristri   BAB 49 Ancaman Keras Naka Gasendra

    Nyra menatap Naka dengan tatapan menyala, perasaan kecewa dan marah bercampur menjadi satu. "Siapa perempuan itu?" suaranya meninggi, seolah mencoba menembus dinding hati Naka yang terlihat tenang.Bagaimana Nyra tidak marah, datang-datang sang putra mengatakan jika dia menghamili seorang gadis. Dan saat ini gadis itu tengah mengandung anak pertamanya, dan bahkan Naka sudah menikahinya.Naka hanya mengangkat bahu, seakan tidak terganggu oleh amarah ibunya. Dengan percaya dirinya dia mengatakan. “Mama minta cucu, aku akan memberikannya," jawabnya dengan nada yang terdengar hampir sinis. Nyra menggigit bibirnya, itu bukan jawaban yang ingin ia dengar. Dia ingin menjodohkan Naka lagi, dengan Sarah, adik ipar Naka, berharap itu bisa menyelamatkan kehancuran lebih lanjut dalam keluarga mereka."Sudah kubilang jangan campuri urusanku," bentak Naka, suaranya keras dan tegas. Dia berdiri, matanya yang tajam menatap Nyra, seolah memperingatkan untuk tidak melangkah lebih jauh.“Kau mamaku, jan

    Huling Na-update : 2025-02-08
  • Simpanan CEO Beristri   Bab 50 Mengenalkan Istri Kedua

    Naka langsung mengambil tindakan tegas, dengan mengenalkan Lika pada Mama Lyra, mamanya. Sepertinya dia tidak mau melewatkan kesempatan, karena toh Ivanka sudah mengetahui. Karena bagi Naka, Ivanka yang terpenting dari rahasia yang dia buat.“Mas, ih yakin?” pekik Lika, menarik tangan suaminya. Bilang diajak jalan tidak tahunya malah kerumah mertua.“Aku yakin, kamu tenanglah.”Naka sudah sangat mantap sekali, dengan langkah tegaknya, dia memasuki rumah sang mama.Betapa terkejutnya Nyra Gasendra melihat putranya membawa seorang wanita muda, dengan perut yang sudah terlihat jelas. "Apa-apaan ini Naka!" Sentak sang mama.Lyra berdiri tegak di ruang tamu, pandangannya tajam menembus Naka yang baru saja masuk dengan tangan keduanya saling bertautan. "Apa yang kau pikirkan, membawa dia kesini?" suaranya meninggi, penuh kekecewaan.Naka tidak peduli, dia tetap mengenalkan Lika sebagai istri dan kini telah mengandung bayi kembarnya.“Lika istriku, mama. Tolong terima dia sebagai menantu mam

    Huling Na-update : 2025-02-09
  • Simpanan CEO Beristri   Bab 51 Kemarahan Putri Daarwish

    Kamar yang biasanya terjaga kebersihannya kini telah berubah menjadi lautan kekacauan. Di mana-mana, bantal-bantal yang sebelumnya tersusun rapi di sofa dan ranjang kini bertebaran tanpa arah, beberapa bahkan terinjak-injak oleh Sarah yang marah. Pecahan kaca dari cermin dan gelas yang hancur bertebaran di lantai, menciptakan pantulan cahaya yang berbahaya dan tajam.Di sudut ruangan, boneka-boneka yang biasanya menghiasi rak dengan rapi, kini tergeletak berserakan di lantai, seolah-olah mereka juga merasakan dampak dari amarah Sarah Janeeta Daarwish.Ranjang yang biasanya tampak rapi dengan seprai yang halus dan selimut yang terlipat dengan sempurna, kini tampak acak-acakan, seprai tercabut dan selimut tergulung tidak karuan. Atmosfer di dalam kamar itu memancarkan aura kekacauan dan kemarahan, sebuah saksi bisu atas badai emosi yang baru saja melanda.“Ah sialan!” teriaknya.Sungguh bukan perangai yang terpuji dari putri Daarwish ini, begitu dia mengetahui jika Naka sudah menikah la

    Huling Na-update : 2025-02-10
  • Simpanan CEO Beristri   Bab 52 Pertengkaran

    Naka langsung Gerak cepat ketika Lika memutuskan hendak resign dari pekerjaannya. Sungguh ini adalah kabar yang sangat dinanti Naka.Kehamilan satu janin saja sudah terasa berat, apalagi ini dua. Naka menjadi sering membaca buku tentang kehamilan. Dia ingin selalu tahu, semua hal yang pertama. Karena baru kali ini dia akan menjadi seorang ayah dan pertama kalinya juga bagi Anulika.“Sudah aku bilang tidak usah ke kantor, sayang,” kata Naka memeluk Lika diruangannya.Lika meronta, suaminya sekarang suka peluk-peluk sembarangan. Seolah Naka lega sekali, usai Ivanka mengetahui pernikahan mereka.“Mas ih, kebiasaan. Lepas ah,” ronta Lika.Tapi mana suaminya peduli, dia terus saja memeluk bahkan mencecap leher Lika. “Jangan dimerahin mas, yang kemarin saja belum hilang,” desahnya atas kelakuan sang suami yang merasa berkuasa penuh akan tubuhnya.“Sayang bawel,” gemas Naka makin dalam mencecap leher jenjang sang istri yang harus bunga kata Naka.“Mas ih sudah ah. Aku mau keruangan HRD.” Lik

    Huling Na-update : 2025-02-10
  • Simpanan CEO Beristri   Bab 53 Karyawan Preman, Pecat!

    Bukan hanya adu argument saja, sekarang Lika dan Vivi sudah saling dorong. Meski ada teman Vivi yang memperingatkan jika Lika sedang hamil, dan berbahaya jika Lika kenapa-napa, namun sepertinya Vivi tidak mau peduli.Hingga Teteh Yanti yang biasanya selalu membantu Lika dan yang lainnya segera datang ke arah keributan itu.“Eh ini ada apa sih. Ribut terus, heran!”Semua menoleh mendengar suara itu. “Tehh, nggak usah ikut campur deh. Cari muka banget sih belain Lika terus,” ujar salah satu teman Vivi.Yanti berang dibilang begitu, dia menunjuk Vivi dan teman-temannya. “Siapa yang cari muka. Tapi kalian nagca deh, sikap kalian itu nggak benar. Kerjanya cuma memojokkan orang terus. Bikin nggak betah di kantor lama-lama,” pekik Yanti marah.“Nggak usah ikut campur, nenek tua!” hina Vivi, mendorong bahu Lika. Aksi balas dendam karena bestienya, Kim, dipecat karena mereka berdua.“Eh Vi, kamu kok jadi perempuan kasar banget sih,” pekik Yanti yang dibela oleh yang lain juga.Malah sekarang k

    Huling Na-update : 2025-02-11
  • Simpanan CEO Beristri   Bab 54 Velakor

    Duduk di sofa empuk ruangan Naka, Lika menatap keluar jendela dengan pipi yang masih merah membara. Naka, dengan lembut mengusap bekas tamparan itu menggunakan kain basah dingin. "Sakit, Sayang?" suaranya lembut penuh kekhawatiran.Lika hanya mengangguk, matanya berkaca-kaca. Meski tadi dia sempat membalas tamparan Vivi, sakitnya tidak juga mereda. “Masih sebal,” ujarnya dengan manja.Naka menghela napas, kalau saja dia bisa membalas tamparan itu. Saking cintanya dengan Lika, sampai Naka merasa dadanya sakit sekali, melihat istrinya. Sakit hati dia, dan tidak akan mau damai dengan Vivi, yang sudah ia pecat dengan tidak terhormat itu.Cup!Naka mengecup pipi Lika, menyalurkan kehangatan agar lekas pulih."Mau pulang," gumamnya pelan, suara serak karena menahan rasa sakit dan kekesalan.Naka mengangguk, memahami. "Baiklah, kita pulang saja.” Naka pikir pekerjaan bisa menunggu, karena yang paling penting adalah istri dan dua anaknya.“Ke dokter ya sayang." ucapnya sambil berdiri dan meng

    Huling Na-update : 2025-02-12

Pinakabagong kabanata

  • Simpanan CEO Beristri   Bab 112 Kepergian Ivanka Gasendra

    Kamar rumah sakit yang sunyi itu hanya terdengar desah napas yang berat dari Ivanka, istri pertama Naka yang sudah lama berjuang melawan kanker. Lika, istri kedua Naka, yang baru saja melahirkan anak kembar, terpaku di depan pintu, menatap lemahnya sosok wanita yang telah banyak berbagi cerita dengannya selama penyakit itu menggerogoti tubuhnya.Dengan langkah gontai, Lika mendekati tempat tidur Ivanka. "Kak Iva," suaranya serak, penuh emosi. Ivanka, mendengar suara Lika, perlahan membuka mata yang sudah sangat sayu, dan dengan sisa kekuatan yang ada, dia mencoba mengedipkan mata sebagai isyarat bahwa dia mendengar.“Kak Iva.. Ini Lika,” lirihnya. Ivanka bahkan menganggap Lika sebagai adiknya, karena memang Lika masih sangat muda.Dalam detik-detik terakhir, keinginan terbesar Ivanka adalah bertemu dengan Lika sekali lagi. Dia ingin memeluk Lika, memberikan seluruh cinta dan restunya, sebuah pelukan terakhir yang penuh dengan harapan dan doa untuk kebahagiaan keluarga yang akan diting

  • Simpanan CEO Beristri   Bab 111 Mengikhlaskan

    Benedito dan Nyra segera ke ruang rawat Ivanka, mereka menjenguk menantu pertama mereka itu.“Ivanka,” panggil Papa Ben dengan lembut.Ivanka hanya memberi tatapan sayunya, papa Ben memegang tangan menantunya dengan lembut, memberi usapan tanda penyemangat darinya.“Sembuh sayang, sehat..”“Papa..” lirih Ivanka mengedipkan matanya pelan.Nyra menatap menantunya, demi apapun sejak dulu dia tidak pernah menyukai Ivanka. Karena putri dari Adela, dia terpaksa menikahkannya dengan Naka, agar tidak lagi diancam Adela perihal jati diri Naka. Namun kini semua sudah terungkap, dan lagi Ivanka sedang terbaring lemah karena penyakitnya.“Ma,” panggil Papa Ben, meminta istrinya mendekat.Dengan mata berkaca-kaca, Nyra mendekat ke arah ranjang.“Mama,” lirih Ivanka, tangannya bergerak dan reflek Nyra mengenggamnya.“Ma..” Ivanka memanggil lagi.Nyra mengangguk pelan, “Maafkan mama ya,” gumam Nyra pelan sekali. Ivanka membalas dengan senyuman tipisnya.Dia sudah sangat siap untuk pergi, dulu dia pe

  • Simpanan CEO Beristri   Bab 110 Ivanka..

    “Suara bayi!” pekik Benedito, menunggu di luar ruang bersalin Lika bersama Nyra dan Elise.“Iya, sudah lahir,” ujar Mama Elise, mengucap syukurnya.“Tinggal satu lagi,” kata Papa Ben dengan cepat. Dia dihubungi Bara, asisten anaknya. Mengatakan jika menantunya telah ada di rumah sakit untuk melahirkan tentu saja, Ben tidak mau ketinggalan momen berharga ini.Semua bersorak, menyambut kelahiran cucu mereka. Nyra menundukkan pandangannya, matanya panas sekali. Cucunya sudah lahir, tapi apa ini bisa disebut sebagai cucunya, jika Naka saja bukan anak kandungnya.Melihat keterdiaman Nyra Gasendra, Mama Elise menarik tangannya lembut. “Selamat Bu Nyra, cucunya sudah lahir.” Elise mengucapkan dengan senyum tulus, membuat Nyra salah tingkah karena sikapnya yang memang tidak baik pada Elise, namun dibalas dengan kelembutan.Nyra yakin Elise mengetahui semua cerita tentang dirinya dan Naka, diberitahu Lika. Tapi bukannya membalas perbuatannya dengan ejekan, tapi Elise malah menyambutnya dengan

  • Simpanan CEO Beristri   Bab 109 Tunggu Si Kembar

    Naka merasa jantungnya terkoyak dua. Di satu sisi, Lika, istri keduanya, sekarang sedang berjuang melahirkan putra mereka di rumah sakit. Sementara di sisi lain, Ivanka, istri pertamanya, terbaring lemah di rumah, menghadapi tahap akhir kanker yang mematikan. Suasana kamar yang suram hanya diterangi oleh cahaya lampu remang-remang, menambah berat suasana hati Naka.“Ivanka.. Lika akan melahirkan,” kata Naka dengan nada paniknya. Ivanka tersenyum, lalu mengangguk. “Temani dia.. Tolong jaga Lika dan anak kita," bisik Ivanka dengan suara yang nyaris tak terdengar, matanya yang sembab memandang Naka dengan penuh kasih.Naka merasa seakan-akan sebuah pisau mengaduk perutnya, rasa bersalah dan kepedihan bercampur menjadi satu. Tangannya gemetar saat dia menggenggam tangan Ivanka yang sudah sangat kurus."Aku akan kembali, dengan si kembar. Tunggu aku, ya? Tolong tunggu kami," Naka mencoba menguatkan suaranya, meski hatinya remuk. Dia mencium kening Ivanka, mencoba menahan air mata yang ingi

  • Simpanan CEO Beristri   Bab 108 Sebuah Perasaan..

    Naka mulai dilemma, satu sisi ia ingin menemani Ivanka yang terbaring di rumah sakit, dengan keadaan yang semakin kritis. Di satu sisi, Anulika juga membutuhkan dirinya.Dalam sambungan telepon, Naka meminta Lika untuk banyak istirahat. “Sayang, ditemani mama ya tidurnya,” kata Naka dengan lembut.“Iya mas, jangan khawatir. Ada mama, Bik Lilis dan pelayan lain. Aku aman kok, Kak Ivanka gimana, mas?”“Masih kritis sayang, sedang di ruang operasi. Setelah itu aka nada observasi.” Naka menjelaskan, kemudian menghela napas lelahnya. “Entahlah, semoga ada keajaiban.”“Yakin mas, aku yakin Kak Ivanka pulih. Dia janji kok mau lihat si kembar lahir, mas.” lika penuh dengan keyakinan, karena Ivanka janji akan menunggu kedua anaknya lahir.“Ya berdoa saja sayang,” ucap Naka.Mengucapkan beberapa wajangan kepada istrinya dan meminta maaf karena tidak bisa menemani, beruntung Lika begitu pengertian sekali. Membuat Naka merasa lega, memiliki istri seperti Lika.**Di ruang putih steril rumah saki

  • Simpanan CEO Beristri   Bab 107 Permintaan Terakhir Ivanka

    Naka menerobos lorong rumah sakit dengan langkah-langkah besar, napasnya tersengal-sengal seolah-olah setiap detik adalah pertarungan. Begitu mendengar kabar dari dokter, tubuhnya seakan tak memiliki pilihan selain bergegas ke ruang rawat dimana Ivanka, istrinya, berjuang antara hidup dan mati."Apa yang terjadi, Suster Mirna?" suaranya serak penuh kekhawatiran saat ia menghampiri suster yang bertugas di sisi tempat tidur Ivanka.Suster Mirna menoleh dengan wajah penuh simpati, "Kondisi Bu Ivanka kritis, Tuan. Kanker yang diidapnya memperburuk keadaan."Air mata mulai menggenang di sudut mata Naka, tangannya gemetar saat ia meraih tangan Ivanka yang terkulai lemah di atas selimut. Kulitnya pucat, hampir transparan, dengan selang oksigen terpasang di hidungnya.“Ivanka..” lirih Naka memanggil istri pertamanya itu.Tiba saat itu, dokter masuk dan ingin berbicara dengannya.“Silakan,” ujar dokter mempersilakan Naka keluar ruangan. "Dokter, tolong selamatkan dia," pintanya pada dokter ya

  • Simpanan CEO Beristri   Bab 106 Pengakuan Elvan Daarwish

    Ivanka terbaring lemah di ranjang rumah sakit, infus masih menancap di tangannya. Rambutnya yang sudah rontok sebagian menambah kesan pucat pada wajahnya. Sinar matahari sore menyelinap masuk melalui jendela, memberi sedikit kehangatan di ruangan steril itu. Elvan Daarwish memasuki ruangan dengan langkah gontai, membawa buket bunga mawar kuning yang melambangkan persahabatan dan dukungan. Warna kesukaan Ivanka, entahlah dia ingin membawa saja.Ceklek!Elvan membuka pintu, sudah di izinkan Suster Mirna di luar. Karena Elvan membawa perdamaian, tidak mengajak ribut."Papa akhirnya menjengukku," sapa Ivanka dengan suara serak, matanya berbinar sejenak melihat sosok ayahnya.Elvan meletakkan bunga di meja samping tempat tidur dan duduk di kursi yang telah disediakan. Dia menghela napas panjang, matanya menatap Ivanka dengan perasaan campur aduk. “Bagaimana keadaanmu?” tanya Elvan meragu.Ivanka tersenyum, baru kali ini papanya bertanya keadaannya.“Aku baik Pa, jangan khawatir.”Elvan men

  • Simpanan CEO Beristri   Bab 105 Jangan Salahkan Mama, Naka!

    v“Tante,” sapa Lika, melihat kedatangan mama mertua di rumah. Nyra melirik, ah gadis ini, sedang hamil besar, mengandung cucu yang bukan cucu kandungnya.Betapa Naka mencintai gadis ini, sampai rela menikahinya. Bukan hanya karena tengah mengandung buah hatinya, namun karena Naka benar-benar mencintainya.“Di mana Naka?” tanya Nyra, masih dengan nada pongah berbicara dengan Lika.“Mas Naka ada di kamar, Tante.”“Panggilkan!” serunya.Mama Elise yang kebetulan lewat, langsung tersentak mendengar nada perintah dari besannya ini.“Lagaknya seperti bos saja,” sindirnya, Lika langsung menggandeng tangan mamanya, untuk menghentikan sindiran itu. “Ma, sudah,” bisiknya. Tidak perlu cari ribut, suasana sedang tidak kondusif.Nyra yang melihat kedatangan besannya, enggan menanggapi juga. Dia bisa kalah, karena posisinya sedang terjepit juga. Jangan sampai Naka melihat dia bertengkar dengan mama mertuanya, sadar diri jika dia yang akan kalah.“Sebentar, Lika panggilkan Mas Naka.” Lika kemudian

  • Simpanan CEO Beristri   Bab 104 Terlukanya Hati Seorang Putra

    Lika ingin mendekati suaminya, namun sepertinya Naka butuh waktu untuk sendiri. Lika membiarkan Naka di dalam ruang kerja, sibuk dengan pikiran yang entah kemana saja.“Di mana Naka?” tanya Mama Elise pada putrinya.Lika menoleh, tersenyum melihat mamanya yang baru kembali dari rumah sakit menjenguk Ivanka kembali.“Di ruang kerja, Ma.” Mama Elise menasehati Lika, agar menemani suaminya Naka yang sedih. Karena tahu dia bukan anak kandung mamanya. "Temani Naka, hibur dia," Kata Mama Elise. Lika mengangguk, lalu mendekati suaminya.Walau bingung harus bagaimana, dia menuruti nasehat sang mama. Suaminya butuh dia di sini, mungkin jika ada Ivanka, maka wanita itu yang akan menghibur Naka.Di ruang kerja yang sepi, hanya terdengar suara detak jam dinding yang menambah kesan sunyi. Lika menghampiri Naka yang terduduk lesu di sofa, matanya sayu menatap ke luar jendela. Lika duduk di sampingnya, menarik napas dalam-dalam sebelum berbicara.“Mas,” panggilnya dengan suara yang mendayu, Naka ha

Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status