Home / Romansa / Simpanan CEO Beristri / Bab 40 Boleh Punya Anak Dari Wanita Lain

Share

Bab 40 Boleh Punya Anak Dari Wanita Lain

Author: Miss Nonce
last update Last Updated: 2025-02-04 22:33:20

Anulika merasa menyesal ke kamar mandi bawah, ternyata ramai dan dia seperti sedang jadi bulan-bulanan ditengah rekan kerjanya.

“Lika, kamu itu lagi hamil yah. Perut kamu besar, begitu.” Ucapan salah seorang rekan kerja Lika, Bagai petir disiang bolong. Lika merasa sudah aman dengan pakaiannya yang kebesaran, namun masih terlihat chic sebenarnya.

Lika menunduk, tangannya gemetar memegang ujung tas kerjanya. Pipinya memerah, matanya berkaca-kaca menahan malu dan takut. “Kamu ngomong apa sih,” balasnya berusaha tenang.

“Kelihatan Lika. Hamil berapa bulan kamu?’ tanya rekan kerja kembali.

Seperti di intimidasi untuk mengakui, membuat Lika muak. “Bukan urusan kalian,” serunya kesal.

“Kamu kan belum nikah kan, Lika!”

Ah sial, Kim sudah tidak ada. Ternyata masih ada saja yang julid padanya. “Ngurusin urusan orang lain saja.” Lika masih membalas berani. Tapi para rekan kerjanya sepertinya penasaran, jika terbukti maka biasanya itu akan menjadi bahan pergunjingan yang lain.

Teh Yanti yang tib
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Simpanan CEO Beristri   Bab 41 Permintaan Gila Sang Mama

    Ivanka dibawa kembali ke Jakarta, dokter mengatakan hanya keajaiban yang dapat menyelamatkannya. Kanker sudah menjalar dan dipastikan kemo hanya untuk mengulur waktu saja untuk sebuah jawaban yang menyakitkan bagi keluarga Ivanka.Tapi Naka yakin keluarga Ivanka tidak ada yang peduli dengan wanita itu, bahkan mereka menyebut Ivanka anak penyakitan. Jujur, Naka sakit hati mendengarnya. Walau tidak ada rasa cinta, namun rasa empati sesama manusia cukup jelas dihatinya.“Aku kembali lagi,” kata Ivanka, kembali berbaring di ranjang rumah sakit.Naka tersenyum lebar. “Yes, kembali kesini bersama aku,” kekehnya.Ivanka bahkan sampai terkejut mendengar kekehan Naka yang belum pernah terjadi itu. Suaminya sangat dingin, pada siapa saja bahkan dirinya sebagai istri. Melihat Naka yang tertawa begitu, perasaan Ivanka pun menghangat.“Aku suka ketawamu,” kekeh Ivanka.“Maka aku akan terus tertawa.”“Tapi tidak di hari kepergianku. Karena mungkin hanya kamu saja yang menangisiku,” lirih Ivanka, di

    Last Updated : 2025-02-05
  • Simpanan CEO Beristri   bab 42 Temui Aku Dengan Wanitamu, Babe

    Ivanka terbaring lemah di ranjang yang telah menjadi temannya selama berbulan-bulan ini, tubuhnya yang kurus kian hari semakin tak berdaya melawan kanker yang menggerogoti setiap sel. Nafasnya tersengal-sengal, namun ada hal yang lebih menyakitkan daripada sakitnya itu sendiri, yaitu pengkhianatan. Matanya yang sayu menatap Naka, suaminya, dengan tatapan yang penuh kekecewaan dan rasa sakit hati.Mungkin sama seperti yang kini dirasa Naka, ketika mengetahui jika istrinya tahu pengkhianatan yang telah ia lakukan. Apa Naka berkhianat disaat dia bertanggung jawab akan kesalaan yang ia lakukan pada Lika. Mereka tidak sengaja melakukan itu, Naka tidak mau membela diri. Dia akui dia bersalah, dan jalan satu-satunya adalah dengan mempertanggungjawabkan segala perbuatannya.Tapi, ketika Ivanka tahu. Ada rasa perih di hati Naka. Selain dia berkhianat dia juga mencintai Anulika."Aku sakit, aku tahu kamu butuh wanita lain," suaranya parau, nyaris tidak terdengar. Sentuhan tangannya yang dingin

    Last Updated : 2025-02-05
  • Simpanan CEO Beristri   Bab 43 Usaha Merebut Naka

    Melihat siapa tamu yang datang, Nyra Gasendra langsung berdecak, malas. Dia lagi, bosan Nyra didatangi terus dengan permintaan konyol teman lamanya itu.“Hai besan, senang berjumpa denganmu,” sapa Adela masuk kedalam dengan gaya anggunnya.Nyra melengos, “Tapi aku tidak!” ketusnya menjawab.Adela terkekeh, “Jangan begitu, selain besan kita juga teman lama, bukan?”“Tidak ada teman yang memanfaatkan teman, Adela. Jadi berhenti menyebutku temanku!” sentak Nyra, dia memang Nyonya yang galak dan tegas. Sayangnya, dia merasa lemah jika berhadapan dengan teman lamanya ini.“Kau masih suka bercanda Nyra!” kekeh Adela tajam.Nyra merasa jantungnya berdebar kencang saat Adela menatapnya dengan sorot mata yang tajam. Ruang tamu yang seharusnya nyaman itu terasa seperti medan perang."Berhenti mendesakku, Adela," pekik Nyra, suaranya bergema di dinding-dinding yang dipenuhi foto keluarga. Belum diungkapkan kedatangannya, tapi Nyra tahu tujuan wanita ini menemuinya."Kenapa kau tidak bisa meminta

    Last Updated : 2025-02-06
  • Simpanan CEO Beristri   Bab 44 Pertemuan Kedua Istri Naka

    Anulika merasakan jantungnya berdebar kencang saat menginjakkan kaki di rumah megah milik Naka Gasendra, suaminya sendiri bersama istri pertamanya. Lika sepertinya menyesali keputusannya untuk datang, ketika Naka mengatakan Ivanka sudah mengetahui semuanya dan ingin bertemu dengannya.Mau apa? Lika juga tidak tahu, begitu pun Naka. Namun pria itu terus menenangkannya jika semua akan baik-baik saja. Sedikit memaksa Lika, seolah ini adalah permintaan terakhir dari Ivanka.Di sampingnya, Naka yang berbisik lembut, "Tenang saja ada aku," seolah memberi kekuatan, namun rasa bersalah masih menggelayuti hatinya. Setiap langkah yang mereka ambil menuju kamar Ivanka terasa berat. Lika menggenggam erat tangan Naka, mencari dukungan dalam ketidakpastian.Rumah ini begitu luas dan megah, wajar saja Naka adalah seorang bos besar. bahkan apartemen yang ia tempati juga semewah ini, rasanya adil sekali Naka memperlakukan mereka berdua.“Mas,” desah Lika. Naka menoleh dan tersenyum hangat, “Mas disini

    Last Updated : 2025-02-06
  • Simpanan CEO Beristri   Bab 45 Akur?

    Sebelumnya, di dalam kamar yang mewah, dindingnya dilapisi wallpaper berpola elegan dan perabotan kayu mahoni yang mengilap, suasana yang semestinya hangat dan menyenangkan itu kini terselip ironi. Ivanka berbaring di ranjang besar yang dipenuhi bantal-bantal empuk berbalut kain satin, matanya menatap lemah ke arah pintu yang terbuka.Suaranya yang membisu, hanya tersisa senyum tipis yang muncul di bibirnya saat suaminya, dengan langkah mantap, memasuki ruangan bersama Lika. Lika, gadis muda berparas polos yang tengah mengandung anak suaminya, tampak kikuk dan gugup berdiri di ambang pintu, tangan gemetar sedikit memainkan ujung gaunnya.Lantai parket mengilap memantulkan cahaya lampu kristal yang tergantung di atas, menambah kemilau pada suasana yang sejatinya pahit. Di sudut kamar, sebuah kursi empuk tampak kesepian, menjadi saksi bisu atas segala pergolakan yang terjadi di ruangan tersebut. Di atas meja rias, bingkai foto pernikahan Ivanka dan suaminya masih berdiri kokoh, seolah m

    Last Updated : 2025-02-06
  • Simpanan CEO Beristri   Bab 46 Obsesi Naka

    Karena hari sudah larut, Lika mau pulang. namun Ivanka menahannya, untuk bermalam dirumahnya. Tentu saja Lika menolaknya. “Kenapa, ini akan jadi rumahmu juga.” Kata Ivanka.“Tolong jangan bicara begitu, sungguh aku jadi tidak nyaman.” Ucap Lika mendesah.“Maaf,” cicit Ivanka. “Tidak apa.. Aku pulang, nanti aku main lagi.”“Kapan?” desak Ivanka, dia seperti menyukai Lika. Ivanka dulu menyayangi Sarah, adiknya. Tapi ketika besar malah Sarah terlihat membencinya. Ivanka butuh teman mengobrol, hal yang tidak dia dapat dari teman dan keluarganya.Lika seperti sedang berpikir. “Humm.. Nanti kalau aku libur bekerja.”“Kamu masih kerja. Resign Lika, kasihan kandunganmu.” Ivanka tulus mengatakannya.“Iya, Mas Naka juga bilang begitu. Tapi aku.. Humm, masih mau kerja hihihi,” kikiknya, Lika memang masih muda. Dia gadis yang ceria dan pemberani, sejak sama Naka saja dia berubah jadi pendiam, seolah menyimpan banyak masalah.Teringat dulu dia mengejar Naka untuk dimintai tanggung jawab, tadi Iva

    Last Updated : 2025-02-07
  • Simpanan CEO Beristri   Bab 47 Adik Ipar

    Anulika menarik napas panjang, mencoba menenangkan diri di tengah gosip yang berkembang di kantor. Mulai gencar Lika yang sedang isi, mengingat gadis itu belum pernah menikah. Mencoba abai, tapi tetap saja kabar miring itu sampai ke telinganya.Hari itu, ia memakai blus longgar berwarna pastel dan rok hitam yang sedikit longgar, sengaja dipilih untuk menyembunyikan perubahan tubuhnya yang masih belum terlalu terlihat. Sebenarnya dia enggan menyembunyikan kabar itu, namun apa daya tidak mungkin dia mengatakan hamil anak bosnya, bisa heboh satu kampung ini.“Kayanya sih iya yah..” ujar salah seorang karyawan disana. padahal Ceceu Kim sudah tidak ada, tapi ternyata masih banyak yang julid juga.Seorang karyawan bagian keuangan memindai tubuh Lika, dari atas sampai bawah. “Hamil neng,” candanya, tapi lebih tepatnya menyindir Lika. "Benar aku curiga kamu hamil, Lika," ucap salah seorang rekan kerjanya dengan nada ingin tahu. Lika memandangnya tajam, namun tentu saja Lika tidak akan diam s

    Last Updated : 2025-02-08
  • Simpanan CEO Beristri   Bab 48 Menghadapi Dua Keluarga Otoriter

    “Ada apa?” tanya Naka dengan tegas, begitu melihat Ivanka yang menangis dikamarnya. Wanita itu menggeleng, menghapus air matanya dengan tissue.Tadi suster yang merawatnya mengabarkan, Ivanka menangis usai dijenguk mama Adela, mama tiri Ivanka. Hal itu tentu membuat Naka berang, pasalnya Adela adalah mama Ivanka, terlepas mama tiri atau kandung tapi mengapa selalu menyiksa Ivanka.“Babe..” lirih Ivanka.“Katakan padaku, Ivanka. Jangan membuatku marah,” teriak Naka, sudah dalam puncak emosinya.Anulika yang berada diluar terkejut mendengar suara teriakan Naka, dia dibawa Naka karena pria itu tidak mau membiarkan Lika sendirian di apartemennya.“Jawab!” teriakan Naka menguar hingga keluar.Lika tanpa sadar menegurnya, “Mas,” tegurnya, tanpa mau ikut campur.Namun melihat Ivanka yang menangis sesenggukan, Lika tidak tega dan memeluknya. “Tenang kak,” ucapnya, kini memanggil Ivanka dengan sebutan ‘kak’.Naka tahu apa yang dikatakan Adela, karena suster menceritakan. Namun dia ingin menden

    Last Updated : 2025-02-08

Latest chapter

  • Simpanan CEO Beristri   Bab 112 Kepergian Ivanka Gasendra

    Kamar rumah sakit yang sunyi itu hanya terdengar desah napas yang berat dari Ivanka, istri pertama Naka yang sudah lama berjuang melawan kanker. Lika, istri kedua Naka, yang baru saja melahirkan anak kembar, terpaku di depan pintu, menatap lemahnya sosok wanita yang telah banyak berbagi cerita dengannya selama penyakit itu menggerogoti tubuhnya.Dengan langkah gontai, Lika mendekati tempat tidur Ivanka. "Kak Iva," suaranya serak, penuh emosi. Ivanka, mendengar suara Lika, perlahan membuka mata yang sudah sangat sayu, dan dengan sisa kekuatan yang ada, dia mencoba mengedipkan mata sebagai isyarat bahwa dia mendengar.“Kak Iva.. Ini Lika,” lirihnya. Ivanka bahkan menganggap Lika sebagai adiknya, karena memang Lika masih sangat muda.Dalam detik-detik terakhir, keinginan terbesar Ivanka adalah bertemu dengan Lika sekali lagi. Dia ingin memeluk Lika, memberikan seluruh cinta dan restunya, sebuah pelukan terakhir yang penuh dengan harapan dan doa untuk kebahagiaan keluarga yang akan diting

  • Simpanan CEO Beristri   Bab 111 Mengikhlaskan

    Benedito dan Nyra segera ke ruang rawat Ivanka, mereka menjenguk menantu pertama mereka itu.“Ivanka,” panggil Papa Ben dengan lembut.Ivanka hanya memberi tatapan sayunya, papa Ben memegang tangan menantunya dengan lembut, memberi usapan tanda penyemangat darinya.“Sembuh sayang, sehat..”“Papa..” lirih Ivanka mengedipkan matanya pelan.Nyra menatap menantunya, demi apapun sejak dulu dia tidak pernah menyukai Ivanka. Karena putri dari Adela, dia terpaksa menikahkannya dengan Naka, agar tidak lagi diancam Adela perihal jati diri Naka. Namun kini semua sudah terungkap, dan lagi Ivanka sedang terbaring lemah karena penyakitnya.“Ma,” panggil Papa Ben, meminta istrinya mendekat.Dengan mata berkaca-kaca, Nyra mendekat ke arah ranjang.“Mama,” lirih Ivanka, tangannya bergerak dan reflek Nyra mengenggamnya.“Ma..” Ivanka memanggil lagi.Nyra mengangguk pelan, “Maafkan mama ya,” gumam Nyra pelan sekali. Ivanka membalas dengan senyuman tipisnya.Dia sudah sangat siap untuk pergi, dulu dia pe

  • Simpanan CEO Beristri   Bab 110 Ivanka..

    “Suara bayi!” pekik Benedito, menunggu di luar ruang bersalin Lika bersama Nyra dan Elise.“Iya, sudah lahir,” ujar Mama Elise, mengucap syukurnya.“Tinggal satu lagi,” kata Papa Ben dengan cepat. Dia dihubungi Bara, asisten anaknya. Mengatakan jika menantunya telah ada di rumah sakit untuk melahirkan tentu saja, Ben tidak mau ketinggalan momen berharga ini.Semua bersorak, menyambut kelahiran cucu mereka. Nyra menundukkan pandangannya, matanya panas sekali. Cucunya sudah lahir, tapi apa ini bisa disebut sebagai cucunya, jika Naka saja bukan anak kandungnya.Melihat keterdiaman Nyra Gasendra, Mama Elise menarik tangannya lembut. “Selamat Bu Nyra, cucunya sudah lahir.” Elise mengucapkan dengan senyum tulus, membuat Nyra salah tingkah karena sikapnya yang memang tidak baik pada Elise, namun dibalas dengan kelembutan.Nyra yakin Elise mengetahui semua cerita tentang dirinya dan Naka, diberitahu Lika. Tapi bukannya membalas perbuatannya dengan ejekan, tapi Elise malah menyambutnya dengan

  • Simpanan CEO Beristri   Bab 109 Tunggu Si Kembar

    Naka merasa jantungnya terkoyak dua. Di satu sisi, Lika, istri keduanya, sekarang sedang berjuang melahirkan putra mereka di rumah sakit. Sementara di sisi lain, Ivanka, istri pertamanya, terbaring lemah di rumah, menghadapi tahap akhir kanker yang mematikan. Suasana kamar yang suram hanya diterangi oleh cahaya lampu remang-remang, menambah berat suasana hati Naka.“Ivanka.. Lika akan melahirkan,” kata Naka dengan nada paniknya. Ivanka tersenyum, lalu mengangguk. “Temani dia.. Tolong jaga Lika dan anak kita," bisik Ivanka dengan suara yang nyaris tak terdengar, matanya yang sembab memandang Naka dengan penuh kasih.Naka merasa seakan-akan sebuah pisau mengaduk perutnya, rasa bersalah dan kepedihan bercampur menjadi satu. Tangannya gemetar saat dia menggenggam tangan Ivanka yang sudah sangat kurus."Aku akan kembali, dengan si kembar. Tunggu aku, ya? Tolong tunggu kami," Naka mencoba menguatkan suaranya, meski hatinya remuk. Dia mencium kening Ivanka, mencoba menahan air mata yang ingi

  • Simpanan CEO Beristri   Bab 108 Sebuah Perasaan..

    Naka mulai dilemma, satu sisi ia ingin menemani Ivanka yang terbaring di rumah sakit, dengan keadaan yang semakin kritis. Di satu sisi, Anulika juga membutuhkan dirinya.Dalam sambungan telepon, Naka meminta Lika untuk banyak istirahat. “Sayang, ditemani mama ya tidurnya,” kata Naka dengan lembut.“Iya mas, jangan khawatir. Ada mama, Bik Lilis dan pelayan lain. Aku aman kok, Kak Ivanka gimana, mas?”“Masih kritis sayang, sedang di ruang operasi. Setelah itu aka nada observasi.” Naka menjelaskan, kemudian menghela napas lelahnya. “Entahlah, semoga ada keajaiban.”“Yakin mas, aku yakin Kak Ivanka pulih. Dia janji kok mau lihat si kembar lahir, mas.” lika penuh dengan keyakinan, karena Ivanka janji akan menunggu kedua anaknya lahir.“Ya berdoa saja sayang,” ucap Naka.Mengucapkan beberapa wajangan kepada istrinya dan meminta maaf karena tidak bisa menemani, beruntung Lika begitu pengertian sekali. Membuat Naka merasa lega, memiliki istri seperti Lika.**Di ruang putih steril rumah saki

  • Simpanan CEO Beristri   Bab 107 Permintaan Terakhir Ivanka

    Naka menerobos lorong rumah sakit dengan langkah-langkah besar, napasnya tersengal-sengal seolah-olah setiap detik adalah pertarungan. Begitu mendengar kabar dari dokter, tubuhnya seakan tak memiliki pilihan selain bergegas ke ruang rawat dimana Ivanka, istrinya, berjuang antara hidup dan mati."Apa yang terjadi, Suster Mirna?" suaranya serak penuh kekhawatiran saat ia menghampiri suster yang bertugas di sisi tempat tidur Ivanka.Suster Mirna menoleh dengan wajah penuh simpati, "Kondisi Bu Ivanka kritis, Tuan. Kanker yang diidapnya memperburuk keadaan."Air mata mulai menggenang di sudut mata Naka, tangannya gemetar saat ia meraih tangan Ivanka yang terkulai lemah di atas selimut. Kulitnya pucat, hampir transparan, dengan selang oksigen terpasang di hidungnya.“Ivanka..” lirih Naka memanggil istri pertamanya itu.Tiba saat itu, dokter masuk dan ingin berbicara dengannya.“Silakan,” ujar dokter mempersilakan Naka keluar ruangan. "Dokter, tolong selamatkan dia," pintanya pada dokter ya

  • Simpanan CEO Beristri   Bab 106 Pengakuan Elvan Daarwish

    Ivanka terbaring lemah di ranjang rumah sakit, infus masih menancap di tangannya. Rambutnya yang sudah rontok sebagian menambah kesan pucat pada wajahnya. Sinar matahari sore menyelinap masuk melalui jendela, memberi sedikit kehangatan di ruangan steril itu. Elvan Daarwish memasuki ruangan dengan langkah gontai, membawa buket bunga mawar kuning yang melambangkan persahabatan dan dukungan. Warna kesukaan Ivanka, entahlah dia ingin membawa saja.Ceklek!Elvan membuka pintu, sudah di izinkan Suster Mirna di luar. Karena Elvan membawa perdamaian, tidak mengajak ribut."Papa akhirnya menjengukku," sapa Ivanka dengan suara serak, matanya berbinar sejenak melihat sosok ayahnya.Elvan meletakkan bunga di meja samping tempat tidur dan duduk di kursi yang telah disediakan. Dia menghela napas panjang, matanya menatap Ivanka dengan perasaan campur aduk. “Bagaimana keadaanmu?” tanya Elvan meragu.Ivanka tersenyum, baru kali ini papanya bertanya keadaannya.“Aku baik Pa, jangan khawatir.”Elvan men

  • Simpanan CEO Beristri   Bab 105 Jangan Salahkan Mama, Naka!

    v“Tante,” sapa Lika, melihat kedatangan mama mertua di rumah. Nyra melirik, ah gadis ini, sedang hamil besar, mengandung cucu yang bukan cucu kandungnya.Betapa Naka mencintai gadis ini, sampai rela menikahinya. Bukan hanya karena tengah mengandung buah hatinya, namun karena Naka benar-benar mencintainya.“Di mana Naka?” tanya Nyra, masih dengan nada pongah berbicara dengan Lika.“Mas Naka ada di kamar, Tante.”“Panggilkan!” serunya.Mama Elise yang kebetulan lewat, langsung tersentak mendengar nada perintah dari besannya ini.“Lagaknya seperti bos saja,” sindirnya, Lika langsung menggandeng tangan mamanya, untuk menghentikan sindiran itu. “Ma, sudah,” bisiknya. Tidak perlu cari ribut, suasana sedang tidak kondusif.Nyra yang melihat kedatangan besannya, enggan menanggapi juga. Dia bisa kalah, karena posisinya sedang terjepit juga. Jangan sampai Naka melihat dia bertengkar dengan mama mertuanya, sadar diri jika dia yang akan kalah.“Sebentar, Lika panggilkan Mas Naka.” Lika kemudian

  • Simpanan CEO Beristri   Bab 104 Terlukanya Hati Seorang Putra

    Lika ingin mendekati suaminya, namun sepertinya Naka butuh waktu untuk sendiri. Lika membiarkan Naka di dalam ruang kerja, sibuk dengan pikiran yang entah kemana saja.“Di mana Naka?” tanya Mama Elise pada putrinya.Lika menoleh, tersenyum melihat mamanya yang baru kembali dari rumah sakit menjenguk Ivanka kembali.“Di ruang kerja, Ma.” Mama Elise menasehati Lika, agar menemani suaminya Naka yang sedih. Karena tahu dia bukan anak kandung mamanya. "Temani Naka, hibur dia," Kata Mama Elise. Lika mengangguk, lalu mendekati suaminya.Walau bingung harus bagaimana, dia menuruti nasehat sang mama. Suaminya butuh dia di sini, mungkin jika ada Ivanka, maka wanita itu yang akan menghibur Naka.Di ruang kerja yang sepi, hanya terdengar suara detak jam dinding yang menambah kesan sunyi. Lika menghampiri Naka yang terduduk lesu di sofa, matanya sayu menatap ke luar jendela. Lika duduk di sampingnya, menarik napas dalam-dalam sebelum berbicara.“Mas,” panggilnya dengan suara yang mendayu, Naka ha

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status