Share

Pernikahan Paksa

Author: Si Nicegirl
last update Huling Na-update: 2025-03-29 08:16:41

"Pe ... Pernikahan? Ke ... Kenapa kamu menikahiku?" tanya Halwa tergagap.

"Seperti yang sudah saya bilang tadi, kau harus membayar kesalahanmu seumur hidupmu! Kalau seseorang bisa membebaskanmu dari penjara, maka tidak akan ada yang bisa membebaskanmu dari penjaraku! Dan saya akan pastikan, kau akan mendapatkan nerakamu di dalam pernikahan ini!" jawab Edzhar dengan nada dingin yang menusuk.

'Ya Tuhan! Sampai kapan pria itu akan sadar, kalau bukan aku lah yang mengajak Tita ke kapal pesiar itu?' tanya Halwa dalam hati.

Edzhar turun terlebih dahulu, dan Yas membukakan pintu untuk Halwa. Ingin rasanya Halwa melarikan diri dari sana, ia tidak mau menikahi monster itu.

Tapi Halwa segera mengurungkan niatnya itu ketika teringat, kalau kedua orang tuanya masih berada di dalam genggaman pria itu.

Pernikahannya sendiri berjalan cepat, dan Halwa tidak terlalu mengikuti prosesnya, ia masih shock dengan kenyataan, kalau mulai hari ini ia sudah menja
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Kaugnay na kabanata

  • Jerat Ambisi Penguasa Kejam   Tersesat

    "Ed, bangun Ed!" seru anne sambil menggoyang-goyangkan bahu Edzhar.Edzhar hanya bergumam pelan, sebelum menarik lagi selimut untuk menutupi dada terbukanya, dan kembali tertidur.Sambil mendesah kesal, anne kembali menyibak selimut Edzhar dan menggoyangkan bahu Edzhar lagi, kali ini dengan lebih kencang, "Ed!!""Ada apa? Kenapa membangunkanku? Aku masih ngantuk," tanya Edzhar sambil menghalau matanya yang silau karena cahaya lampu dengan telapak tangannya."Pembantumu itu kabur!" jawab anne.Sontak Edzhar langsung terduduk, "Kabur?" ulangnya."Iya! Kabur!"Edzhar menggelengkan kepalanya, "Tidak mungkin dia bisa kabur, Anne. Akses kendaraan umum dua puluh kilo meter jauhnya dari rumah ini! Belum lagi dengan banyaknya anak buahku, mereka tidak akan membiarkan wanita itu pergi begitu saja!" 'Wanita itu tidak akan berani kabur, karena aku masih menahan kedua orang tuanya. Dan wanita itu tidak bodoh dengan tidak

    Huling Na-update : 2025-03-30
  • Jerat Ambisi Penguasa Kejam   Aku Akan Melindungimu

    Victor sedang mendengarkan laporan keuangan yang terdiri atas laporan perubahan modal, neraca akhir tahun buku baru untuk dibandingkan dengan tahun buku sebelumnya, beserta laporan laba rugi dari tahun buku yang bersangkutan, dan juga laporan arus kas, serta catatan atas laporan keuangan dari data tersebut ketika ponselnya berbunyi. Satu kali berdering ia masih mengabaikannya, hingga deringan ketiga ia baru mengeluarkan ponselnya dari dalam saku jasnya, lalu mengarahkan tangannya untuk menghentikan sejenak rapat umum pemegang saham itu ketika melihat nama yang tertera di layarnya. Tanpa membuang waktu lagi, Victor segera menerima panggilan telepon dari Delon, salah satu bodyguardnya yang ia tugaskan untuk menjaga Halwa dan keluarganya itu, jantungnya mulai berdetak hebat, berbagai pikiran terburuk melintas silih berganti di benaknya, "Ada apa?" tanyanya dengan nada khawatir. "Nona

    Huling Na-update : 2025-03-30
  • Jerat Ambisi Penguasa Kejam   Dia Istriku!

    Edzhar terus mengeluarkan sumpah serapahnya saat Victor memeluk Halwa, dan membisikkan kata-kata lembut di telinganya, "Ssttt! Tenanglah, Aya. Ini aku Victor," bujuknya sambil mengelus punggung Halwa. Halwa masih terlihat memberontak dan berusaha melepaskan diri dari pelukan Victor, "Lepaskan aku! Tolong lepaskan aku," isaknya. Victor menangkup pipi Halwa, dan menatapnya dengan lembut, "Aya! Look, I'm here for you, no matter what! I'm here to protect you!" Perlahan kesadaran Halwa mulai kembali, awalnya ia mengira ini hanyalah mimpi, tidak mungkin kan Victor ada di sini? Di perkebunan Edzhar? Tapi suara lembut yang sangat dikenalnya itu mampu menyelusup masuk ke dalam dirinya, "Aya! Ini aku, Victor." Aya, hanya pria itu saja yang memanggilnya seperti itu. Dan kini Halwa sudah sepenuhnya sadar, meski tubuhnya teramat sangat letih, sebentar lagi ia pasti akan

    Huling Na-update : 2025-03-30
  • Jerat Ambisi Penguasa Kejam   Neraka Untuk Halwa

    "Edzhar, ada apa ini? Cepat jelaskan kenapa pembantu itu bisa menjadi istrimu? Kenapa kau menikah tanpa izin dari Anne terlebih dahulu?" cecar anne, tapi Edzhar masih terus mengabaikannya."Aku akan tetap membawa Aya dari sini!' tegas Victor."Silahkan bawa wanita itu, kalau memang wanita itu bersedia pergi denganmu!" balas Edzhar."Edzhar!" tegur anne lagi, kali ini ia baru mendapatkan perhatian dari putranya itu,"Apa makan malam sudah siap, Anne?" tanyanya dengan nada lembut."Sudah, sekarang lebih baik kita segera memulai makan malam ini, sambil kamu menjelaskan kenapa bisa kamu diam-diam sudah menikah?""Baiklah kalau begitu. Silahkan nikmati makan malam kalian!' seru Edzhar sambil melenggang pergi."Kamu mau ke mana?" tanya anne saat melihat putranya itu melangkah ke arah yang berlawanan dengan ruang makan.Edzhar menghentikan langkahnya, lalu balik badan ke arah anne sambil merentangkan kedua tangannya,

    Huling Na-update : 2025-03-31
  • Jerat Ambisi Penguasa Kejam   Provokasi

    "Ya, tapi aku ragu itu anakku. Bisa saja itu anak salah satu sipir penjara, Halwa sendiri yang mengakui itu padaku!"Jawabannya seperti menyiram minyak ke dalam api, karena amarah yang sejak tadi berusaha ditahan Victor, kini tidak bisa dibendung lagi.Sambil mengepalkan kedua tangannya, Victor langsung berderap ke arah Edzhar, dan baru akan kembali meninjunya kalau saja Ethan dan Levin tidak menahannya, dan mendudukkannya kembali di kursinya."Tahan dirimu, Vic! Apa kau mau meberikan Ed kepuasan dengan melihatmu kehilangan kendali diri seperti ini? Itu tujuan dia memprovokasimu!" bisik Ethan di telinga Victor."Kenapa tidak kalian biarkan saja dia meninjuku kembali? Kali ini aku tidak akan membiarkannya lolos begitu saja! Aku akan memastikannya meringkuk di balik jeruji besi walau hanya satu malam saja!" cibir Edzhar sambil tersenyum sinis."Aku tahu kau menekannya untuk bersedia menikah denganmu!" geram Victor."Tidak. Seperti

    Huling Na-update : 2025-03-31
  • Jerat Ambisi Penguasa Kejam   Kau Adalah Milikku!

    "Kau boleh keluar sekarang! Dan jaga pintu itu dengan nyawamu!" perintah Edzhar pada Yas. Yas sedikit menundukkan kepalanya sebelum melangkah keluar kamar, lalu berjaga di depan pintu masuknya. Setelah mengunci pintu, Edzhar melangkahkan kakinya ke arah Halwa, yang tengah duduk di salah satu sofa sudutnya. Cahaya lampu kamarnya lumayan terang, hingga ia dapat melihat dengan jelas kedua mata Halwa yang membelalak ketakutan sejak ia memasuki kamar. "Apa kau sudah lupa dengan apa yang sudah pernah saya tegaskan?" tanya Edzhar dengan sikap dingin, dengan ekspresi wajah yang sama dinginnya. Halwa langsung beringsut di kursinya, "A ... Apa maksudmu?" tanyanya. Edzhar meletakkan kedua tangannya di sisi sofa, mengungkung Halwa di bawahnya, membuat wanita itu semakin terlihat ketakutan. "Saya dengan tegas sudah mengatakan untuk berpura-pura tidak mengenali Victor saat kau bertemu kembali dengannya! Tapi

    Huling Na-update : 2025-03-31
  • Jerat Ambisi Penguasa Kejam   USG

    Siang harinya, Victor beserta yang lainnya pamit kembali ke Istanbul, sebelum melanjutkan kembali perjalanan mereka ke Jakarta. Kota yang sudah sangat Halwa rindukan itu, tempat ia menghabiskan hampir dari seluruh hidupnya di sana.Halwa tidak berani menatap Victor, selain takut membuat Edzhar murka, ia juga takut tidak akan bisa menahan dirinya untuk menghambur ke arah pria itu, lalu memohon padanya untuk menyelamatkan kembali dirinya dari neraka yang Edzhar ciptakan ini untuknya.Mereka melambaikan tangannya saat mobil yang mereka tumpangi bergerak keluar dari halaman rumah Anne. Dan Halwa seolah-olah merasa kehilangan sesuatu yang penting, yang tidak akan mungkin ia dapatkan kembali, dan itu membuat hatinya terasa sakit.Ia memang mencintai Edzhar. Ia tidak tahu kenapa ia masih saja mencintai Edzhar ketika pria itu telah berkali-kali membuatnya terluka, bahkan kenangan menyakitkan selama di dalam penjara saja belum hilang sepenuhnya dari dalam dirinya, mungkin inilah maksud dari ka

    Huling Na-update : 2025-04-01
  • Jerat Ambisi Penguasa Kejam   Apa Yang Harus Aku Lakukan?

    Edzhar duduk di sofa santainya, dengan kedua kaki yang saling tumpang tindih di atas meja. Jemari tangannya saling bertautan di atas perutnya yang rata, sementara kedua matanya menatap penuh wanita yang saat ini sedang tidur di atas tempat tidurnya.Sesekali Edzhar melihat kening Halwa yang mengernyit, seperti menahan sesuatu yang tengah menyiksanya. Mungkinkah wanita itu tengah bermimpi buruk?Mendapatkan luka sedalam itu, pasti sangat menyakitkan untuknya, dan entah kenapa ada reaksi primitif di dalam diri Edzhar saat pertama kali melihat bekas luka itu."Tuan, Nona Halwa terlibat pertengkaran lagi dengan Teman satu selnya!" lapor Yas, hampir setiap hari Yas melaporkan itu selama Halwa berada di dalam penjara.Saat itu Edzhar tidak mempedulikannya, ia menganggap itu hanyalah akting Halwa supaya ia merasa iba dan mengeluarkannya dari dalam penjara itu. Tapi alih-alih mengeluarkannya, Edzhar justru tetap menempatkan wanita itu di sel yang sama, dan tidak berniat sama sekali untuk memi

    Huling Na-update : 2025-04-01

Pinakabagong kabanata

  • Jerat Ambisi Penguasa Kejam   Kesempatan Kedua

    Halwa segera menempelkan ibu jarinya dan seketika itu juga pintu ruang kerja Edzhar terbuka, pria itu nyaris melompat dari kursinya saat melihat Halwa masuk sambil membawa nampan berisi kopi panas dan juga cemilan, hingga dalam sekejap pria itu sudah berada di depannya, dan langsung memindahkan nampan itu ke tangannya."Apa yang sedang kamu lakukan? Perutku seperti turun ke lantai saat melihatmu membawa kopi panas ini, Wa! Bagaimana kalau kamu tersiram? Apa tidak ada pelayan yang membantumu? Aku akan memecat semuanya!!" cecar Edzhar, Halwa hanya ternganga melihat suaminya yang terlihat panik itu."Ed, tenanglah Ed. Jangan salahkan mereka, aku yang ingin membawanya sendiri ke sini, mereka mau membantuku, tapi akunya yang tidak mau, Ed!" jelas Halwa, ia merasa tidak enak kalau para pelayan mendapatkan hukuman karenanya.Masih tetap memegang nampan dengan motif Tulip Ustmani yang sama dengan cangkirnya itu, Edzhar mengerutkan keningnya sebelum bertanya,

  • Jerat Ambisi Penguasa Kejam   Mencuri Perhatiannya

    Halwa sedang berbincang-bincang di halaman belakang dengan mamanya, sambil merangkai bunga mawar yang sudah ia pilih untuk ia letakkan di kamarnya, karena ia sangat menyukai bunga itu."Aku ingin sekali melihat mawar hitam, Ma. Tapi sayang, mawar itu hanya dapat tumbuh di Halfeti," desah Halwa sambil mencium salah satu mawar yang tengah ia pegang itu."Aira, jangan-jangan kamu sedang ngidam! Kamu ngidam mau melihat dan mencium mawar hitam," tebak mama, dan Halwa langsung menggelengkan kepalanya sambil tersenyum lebar."Mana ada ngidam aneh seperti itu, Ma? Mama ada-ada saja," kekeh Halwa."Aira, ngidam itu memang tidak bisa di prediksi dan tidak bisa direncanakan! Mama pernah dengar ada yang ngidam gigit telinga mantan pacarnya, di depan suaminya! Lebih aneh dari ngidam kamu kan?" "Tidak, Ma. Aku memang ingin melihat mawar hitam itu sejak dulu, bahkan sejak aku SMA. Aku ingin melihatnya langsung dari pohonnya, bukan mawar hitam yang suda

  • Jerat Ambisi Penguasa Kejam   A Light and Water Show

    'Maafkan aku, Aşkım. Aku akan membayar semua kesalahanku padamu seumur hidupku. Aku tidak akan pernah melepaskanmu, karena aku begitu mencintaimu.'Kata-kata Edzhar semalam terus-menerus terngiang di telinga Halwa. Ia melirik pria yang kini sedang duduk santai di seberangnya, sambil menikmati sarapan pagi buatan mama. Mereka hanya makan berdua saja di meja itu, sama-sama menempati ujung meja.Hari ini sepertinya Edzhar tidak berangkat ke kantornya, karena pria itu hanya mengenakan kaos polo. Terlihat sederhana, tapi justru membuatnya terlihat lebih maskulin lagi, kerena menampakkan lengannya yang terlihat kuat itu.Tapi ... Apapun yang Edzhar kenakan, pria itu akan selalu terlihat memukau. Karena keelokannya terlekat pada diri pria itu sendiri, bukan dari caranya berpakaian. Bahkan jika bahunya yang kokoh itu hanya dibalut dengan karung goni sekalipun, pria itu akan tetap terlihat layaknya pria necis lainnya. Dan fakta itu semakin membuat perut H

  • Jerat Ambisi Penguasa Kejam   Relung Hati Yang Terdalam

    Malam harinya, Edzhar terbangun karena gerakan gelisah Halwa, wanita itu menggumamkan sesuatu yang tidak jelas, hingga Edzhar mendekatkan telinganya ke arah Halwa, tapi tetap saja entah apa yang sedang diracaukan istrinya itu, Edzhar tidak dapat menangkapnya dengan jelas.Edzhar kembali menarik selimut Halwa yang turun karena gerakan kakinya itu, lalu memeluk wanita yang tengah memunggunginya itu, sambil menggumamkan kata-kata lembut untuk menenangkannya."Tidurlah, Aşkım. Aku akan terus memelukmu seperti ini sampai kamu merasa tenang," bisik Edzhar lembut sambil mengecup puncak kepala Halwa.Edzhar menyurukkan kepalanya ke rambut lebat Halwa, ia menikmati halus dan wanginya rambut istrinya itu. "Aku rela terbangun setiap malam, demi bisa mengusir semua mimpi burukmu itu, Aşkım. Aku yang telah menyebabkanmu menderita seperti ini, maka biarkan aku juga mengobati hatimu yang terluka. Karena aku mencintaimu, aku begitu mencintaimu hingga aku merasa

  • Jerat Ambisi Penguasa Kejam   Time After Time

    Pelan-pelan Halwa membuka pintu kamarnya, dan dengan sama pelannya juga ia melangkah masuk ke dalamnya, seolah-olah takut kalau ia membuat keributan sedikit saja, Edzhar akan kembali murka. Edzhar sedang asik membaca buku di sudut ruangan, di samping dinding kaca termal yang besar, yang menyuguhkan pemandangan area belakang rumah, yang juga menjadi tempat favorit Halwa di kamar ini.Sambil menyatukan kedua tangannya di depan badannya, Halwa menundukkan kepalanya saat berdiri di depan pria itu, jantungnya berpacu dengan cepat saat ia menguatkan dirinya untuk menyampaikan keinginannya pada pria itu."Bi ... Bisa minta waktunya sebentar?" tanya Halwa ragu-ragu.Edzhar langsung menutup bukunya, dan meletakkannya kembali di atas meja."Apa ada yang ingin kamu bicarakan?" tanyanya."Hmmm, apa benar kamu mengizinkan Mamaku untuk tinggal di rumah ini selama dua hari?" "Ya.""Apa boleh selama dua malam ini aku tidur bersama dengan Mama?" tanyanya lagi.Tanpa sadar Halwa menggigit bibir bawah

  • Jerat Ambisi Penguasa Kejam   Cinta Dapat Membuat Waktu Terlewati

    Edzhar menggandeng Halwa saat memasuki rumah, yang dengan enggan dibiarkan Halwa, karena ia terlalu takut untuk menepis tangan pria itu.Pandangan matanya menatap tangga spiral putar yang menjadi titik utama dekorasi rumah minimalis modern ini, yang seharusnya mereka naiki saat akan menuju ke kamar mereka, tapi ternyata Edzhar melewatinya.Ia bahkan melewati ruang keluarga yang sangat luas itu untuk menuju dapur yang berada di bagian belakang rumah, dengan pencahayaan yang natural, dan menghadap langsung ke area kolam renang.Sekali lagi, Halwa terlalu takut untuk bertanya kenapa Edzhar membawanya ke area dapur, alih-alih membiarkan Halwa beristirahat di kamar mereka, sesuai dengan anjuran dokter Emira itu.Dan saat Halwa melihat sosok yang tengah berdiri di depan kitchen set, sosok yang tengah sibuk berkutat dengan bahan-bahan makanan untuk diolah menjadi makan malam mereka, punggung Halwa seolah-olah menegang.Tatapan tidak percaya Halwa beralih dari sosok wanita itu ke Edzhar, samb

  • Jerat Ambisi Penguasa Kejam   Melankolis

    Seperti seekor singa yang berada di dalam kandang, Edzhar bergerak mondar-mandir, sesekali ia menghela napas berat sambil melirik ke arah pintu yang masih tertutup, tempat dokter dan perawat sedang melakukan pemeriksaan pada Halwa."Kenapa mereka lama sekali?!" gerutu Edzhar untuk kesekian kalinya, dan Yas kembali menjawab,"Sabar, Tuan. Biarkan mereka melakukan penanganan yang tepat untuk Nona Halwa.""Ya, tapi ini sudah hampir satu jam! Kenapa bisa selama itu?"Yas baru akan menjawab Edzhar ketika pintu terbuka, lalu dokter Emira berdiri di ambang pintu, dan Edzhar bergegas menghampirinya."Bagaimana keadaan istri saya, Dok?" tanyanya."Syukurlah tidak ada yang serius dengan kehamilannya," jawab dokter Emira."Lalu kenapa dia bisa pingsan?" "Kemungkinan pengaruh dari hormon Kehamilannya yang mengalami perubahan dengan sangat cepat, mengingat Nona Halwa bukan hanya mengandung satu janin, tapi dua! Perubahan ho

  • Jerat Ambisi Penguasa Kejam   Edzhar's Birthday

    Edzhar bersandar santai di sofa kulitnya di ruang kerjanya, sambil terus melihat sweater rajut yang sedang ia pegang di tangan kanannya, dan kartu ucapan ulang tahun di tangan kirinya.'Happy Birthday, Ed. Aku tidak pandai merangkai kata-kata, jadi aku hanya berharap semua doa yang terbaik untukmu. Maaf, aku hanya bisa memberikan sweater ini untukmu, memang tidak seberapa harganya, tapi aku merajutnya sendiri untukmu, jadi kamu tidak perlu takut ada yang memakai sweater yang sama denganmu saat di jalan, hehehe, Halwa.'Untuk kesekian kalinya Edzhar membaca tulisan tangan Halwa yang terlihat tegas dan berkarakter itu. Dulu, saat pertama kalinya membaca surat ini, Edzhar tidak berhenti tersenyum. Dan sejak saat itu, ia selalu ingin bertemu dengan wanita itu. Entah karena kado pemberiannya yang beda dengan yang lainnya ini, atau karena kata-kata Tita saat itu, tentang Halwa yang tergila-gila padanya.Edzhar kembali mengalihkan perhatiannya ke sweate

  • Jerat Ambisi Penguasa Kejam   Morning Sick

    "Bagaimana terapinya?" tanya Edzhar ketika Halwa sudah keluar dari ruang konseling."Berjalan dengan lancar, Tuan." jawab Halwa pelan. Terapinya tidak jauh berbeda dengan yang pernah ia jalani saat di Spanyol bersama dengan Victor, entah terapi ini akan berhasil atau tidak? Secara ia sekarang tinggal dengan sumber dari segala ketakutannya itu, Edzhar.Tapi pria itu kini sudah sedikit berubah, dia tidak terlihat bengis lagi seperti biasanya, kini Edzhar terlihat seperti saat pertama kali Halwa melihatnya, tampan dengan aura yang terlihat berbeda dari yang lainnya."Berhenti memanggilku Tuan lagi! Mulai sekarang kau bisa memanggil namaku saja," ujar Edzhar sambil mengulurkan lengannya ke Halwa.Halwa tahu, itu merupakan kode darinya agar Halwa merangkul lengannya itu. Takut pria itu marah kalau Halwa menolaknya, ia langsung melingkarkan lengannya di lengan Edzhar."Apa kau menginginkan makanan tertentu?" tanya Edzhar."Maksudmu ngidam? Tidak, aku tidak merasakannya," jawab Halwa, ia me

Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status