Beranda / Urban / Sang Pewaris Cincin Penguasa Dunia / 19. Kau Tidak Sebanding Denganku

Share

19. Kau Tidak Sebanding Denganku

Penulis: Y Airy
last update Terakhir Diperbarui: 2024-05-20 22:23:11

'Sudah waktunya, aku menegurmu!'

Caka tersenyum penuh arti.

"Caka, di mana istrimu?" tanya Melina yang baru saja sampai di meja makan. Ia menarik kursinya dan duduk. "Kenapa kau tak mengajaknya sarapan?"

"Ada beberapa tugas yang harus dia kerjakan!"

"Dia tampaknya gadis yang baik!" pujinya.

"Itu hanya kedok, Bibi. Wanita itu pasti menjerat Caka dengan berpura-pura polos dan baik, mana mungkin ada wanita yang benar-benar mau menikah dengannya. Wanita itu pasti mengincar harta saja!" celetuk Serkhan. Ia memasukan potongan roti ke mulutnya.

Melina menghela nafas. Ia tak ingin memperpanjang masalah. Berdebat dengan Serkhan tidak akan membuahkan hasil. Hanya buang-buang suara.

Jujur saja Caka menyukai perangai istri dari pamannya itu. Melina adalah wanita yang baik, selama ini ia juga memperlakukan Caka dengan cukup baik.

Agenda Caka hari ini adalah bertemu dengan Master Wu. Tak banyak pengawal yang ikut. Mac hanya membaca 4 orang anak buah, itu atas permintaan Caka. Ia t
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

  • Sang Pewaris Cincin Penguasa Dunia   20. Di Sini Peraturanku yang Berlaku

    "Ketua!" seru Dito yang melihat tubuh Mac melayang dan mendarat di tanah. Gapura itu memang tak berpintu namun rupanya dibentengi oleh sebuah kekuatan yang tak kasat mata. Arthur mendekat, mengamati pintu masuk yang tak nampak itu. "Tentu saja!" tukas Arthur, "Master Wu tak mungkin membuat jalan masuk dengan begitu mudah!" Sementara Caka mencoba mengartikan kalimat itu. 'Rasa hormat adalah kunci membuka pintu.' "Hanya Ketua yang sudah mampu berkultivasi, jika ketua tak bisa menembus pintu ini maka kita pun tak akan bisa!" ujar Aji. "Pasti ada cara!" timpal Caka. Mereka mulai berfikir, apa yang bisa membuka pintu itu? Caka bertekad harus bisa masuk dan menemui Master Wu. Jadi ia harus bisa menembus pelindung tak kasat mata itu. Mac sudah kembali ke sisinya. "Tuan Muda, biar saya mencobanya lagi. Saya akan mencoba menggunakan kekuatan saya!" "Tidak, Mac. Pintu pelindung ini tak bisa dibuka secara paksa!" larang Caka. "Lalu bagaimana kita bisa masuk, Tuan M

    Terakhir Diperbarui : 2024-05-24
  • Sang Pewaris Cincin Penguasa Dunia   21. Aku Belum Kalah

    Caka menatap keduanya dengan rasa cemas. Jika ilmu Yu Jin cukup tinggi, dengan kemampuan Mac yang baru berada di ranah Ivory, itu bisa saja membuat Mac terluka. Tapi semoga saja mereka hanya akan beradu fisik, tanpa harus menggunakan energi Qi. Baik Mac mau pun Yu Jin berdiri berhadapan, Yu Jin menaruh kedua tangannya di belakang tubuh dengan memasang ekspresi angkuh di wajah. Mac mulai mengepalkan tinju di kedua sisi tubuhnya. Ia memang ingin menghajar Yu Jin karena sudah merendahkan Caka. Meski nada bicara Yu Jin dibuat sesopan mungkin namun Mac tetap bisa merasakan kilatan mata pemuda itu yang merendahkan. Ia tidak akan membiarkan siap pun merendahkan tuan mudanya.Semua yang menonton sangat antusias, sudah lama tidak ada orang luar yang datang lalu beradu kekuatan dengan Yu Jin. Dan hari ini ada seseorang yang berani menerima tantangan Wang Yu Jin, tentu saja mereka tidak akan melewatkan kesempatan itu.Tuan Muda Jayhan yang sudah memasuki ranah Elementary saja tidak memen

    Terakhir Diperbarui : 2024-05-26
  • Sang Pewaris Cincin Penguasa Dunia   22. Terlalu Banyak Racun

    "Aku belum kalah!" sahut Mac yang menghentikan kaki lalu melayang untuk sampai ke hadapan Yu Jin kembali. "Kemampuanmu lumayan!" puji Yu Jin. Namun nadanya seperti bukan pujian. Lebih kepada sebuah ejekan. Mac mencoba untuk tetap tenang, ia tak boleh terpancing dan marah. Itu justru akan sangat merugikan untuk Caka. Yu Jin menggerakkan satu tangannya, muncul cahaya putih di atas telapak tangannya seperti kilatan-kilatan listrik. "Ini ...!" ujar Arthur. Ia tak menyangka jika dalam usianya yang masih cukup muda, pria bernama Yu Jin ini sudah mampu mengendalikan energi petir, meski belum terlalu kuat namun itu juga cukup berbahaya. Mac sempat melotot, namun ia segera menggerakkan kedua telapak tangannya hingga muncul cahaya biru dengan angin yang cukup kuat di depan tubuhnya. Semua murid kuil Wu yang tadi dilatih oleh Yu Jin sudah pasti tahu kekuatan yang Yu Jin keluarkan kali ini cukup berbahaya. Jika lawannya itu tak bisa menghindar lalu serangan itu mengenai organny

    Terakhir Diperbarui : 2024-05-27
  • Sang Pewaris Cincin Penguasa Dunia   23. Luka yang Tak Bisa Sembuh

    Master Wu tak langsung menjawab pertanyaan Caka, seperti ada yang dipikirkannya! "Sebenarnya ada beberapa cara, tapi itu tergantung apakah tubuh Tuan mampu menerimanya atau tidak!" "Berarti masih ada harapan kan?" "Tergantung sebesar apa keinginan Tuan untuk membuka Qi di dalam tubuh Tuan." "Aku harus bisa membuka segel ini, aku harus bisa menggunakan Qi di dalam tubuhku. Jika tidak ... aku hanya akan menjadi orang yang tidak berguna!" ungkapnya kemudian terdiam. Angannya melayang ke insiden 7 tahun yang lalu. Suara sang istri yang memohonnya untuk tidak menyerahkan diri. Suara tangisan putranya yang memohonnya untuk tidak pergi. Suara pertempuran, suara para prajuritnya ketika dibantai dengan keji. Ia harus bisa membalaskan dendam mereka. Ia juga harus membersihkan namanya, membersihkan na semua prajuritnya yang telah rela matiwdemi membela dirinya. Jika ia tak bisa menggunakan Qi di dalam tubuhnya, ia tidak akan bisa berkultivasi. Lalu ia juga tidak akan sanggup membel

    Terakhir Diperbarui : 2024-05-28
  • Sang Pewaris Cincin Penguasa Dunia   24. Seorang Istri Harus Berpenampilan Cantik

    Saat ini di kediaman Madaharsa, Zava sibuk mengatur ruangan luas yang akan digunakan untuk acara berkumpul keluarga besar. Ia mengkoordinir semua orang sampai belum sempat memoles diri. Dari lantai atas, Vivian menatap ke bawah. Ia memang tak menghentikan apa yang diperbuat oleh Zava. Padahal saat ini Caka sedang tak ada di rumah, seharusnya ia bisa melakukan sesuatu pada wanita itu. Tapi ia tak ingin terlalu mencolok. Jadi ia sedang memikirkan cara untuk bisa membuat wanita itu sengsara hingga tidak betah tinggal di rumah ini. Meski ia tahu Caka cacat dan kemungkinan memiliki anak itu sangatlah kecil. Tapi ia tak ingin mengambil resiko jika sampai Zava hamil anak Caka. Karena anak yang akan dilahirkan wanita itu akan menjadi ancaman. Jika sampai Zava melahirkan anak laki-laki, otomatis anak itu akan langsung dinobatkan sebagai ahli waris keluarga Madaharsa. Maka anak yang akan dilahirkan Lea tidak akan berarti. Itu sebabnya Zava tidak boleh sampai hamil, ia harus segera

    Terakhir Diperbarui : 2024-05-28
  • Sang Pewaris Cincin Penguasa Dunia   25. Menjebak dan Hamil Duluan

    "Apa katamu, dia istrinya Caka?" seru Firina dengan nada yang tak percaya. Myra pun hanya bisa menggangguk. Sekarang pandangan semua orang petuju ke arah Zava. Tak dipungkiri saat ini Zava bagai hidangan lezat yang siap disantap oleh semua orang yang menatapnya. Tatapan itu adalah tatapan yang penuh dengan hinaan dan ejekan. Bagaimana bisa Caka menikahi gadis dekil dan kampungan seperti itu?Meski Caka juga lumpuh dan harus duduk di kursi roda tetapi dia tetap saja tuan muda kaya raya. Harusnya dia bisa menikahi wanita yang cantik dan juga modis. Paling tidak istrinya tidak memalukan untuk dipamerkan kepada semua orang. Firina bangkit dari duduknya dan menghampiri Zava. Mengamati wanita itu sekali lagi. Jantung Zava benar-benar berdegup kencang, membuatnya gugup. Ia tahu ia tak terlalu cantik, ia tak pandai merawat diri sehingga tak sebanding dengan Cakara. Tapi bagaimana pun ia sudah menjadi istri sah Caka. Ia juga sudah berusaha menjadi istri yang baik untuk pria itu.

    Terakhir Diperbarui : 2024-05-29
  • Sang Pewaris Cincin Penguasa Dunia   26. Hanya Alat Balas Dendam

    Suasana ruangan itu masih terasa janggal. Tak ada yang bersuara, hanya terdengar Hela nafas beberapa orang. Awalnya mereka pikir, Caka akan murka melihat kondisi istrinya. Tapi ternyata, Caka justru menyuruh istrinya ke kamar dan tak keluar sampai pagi. Bukankah itu artinya wanita itu sedang dihukum? Kalau begitu mungkin Caka juga tak terlalu menyukainya. Jika pun Caka menikahinya, mungkin ada alasan tertentu. "Ini acara keluarga, karena semua sudah berkumpul sebaiknya kita mulai saja. Oke!" ujar Firina sembari menyibakkan rambut panjangnya ke belakang. "Caka, tadinya Bibi menyiapkann hadiah untuk pernikahanmu, tapi setelah melihat istrimu sepertinya hadiah itu tidak cocok!" ujar Susan menghampiri. "Aku juga membawa hadiah pernikahan, tapi bagaimana ya ... aku tidak yakin istrimu bisa menggunakannya!" ujar Michelle. "Tak perlu repot. Dia tidak kekurangan apa pun." "Tapi ...." "Semuanya sudah berkumpul?" tanya Caka memotong ucapan Michelle. "Aku memang tidak membuat

    Terakhir Diperbarui : 2024-05-31
  • Sang Pewaris Cincin Penguasa Dunia   27. Aku Harus Pergi

    "Sangat berbahaya?" tanya Caka mengulang ucapan Arthur. "Negara bagian Yuslovya merupakan tempat seni ilmu bela diri timur. Di sana adalah tempatnya para Master ilmu bela diri, tidak sembarang orang dari negeri luar bisa memasuki negara itu!" jelas Arthur. "Itu benar, Tuan Muda!" sahut Mac. "Tapi aku harus pergi." "Tuan Muda ...." "Arthur, selama aku pergi kau harus bisa mengurus semuanya di sini!" "Tuan ... tidak ingin mengajak saya?" seperti ada nada kecewa dalam nada suaranya. "Aku membutuhkanmu di sini." "Tapi, Tuan Muda _" "Aku akan pergi bersama Mac, hanya bersama Mac!" tegas Caka. Baik Mac mau pun Arthur menatapnya seketika. Caka melirik Mac. "Apakah kau takut, Mac. Jika kau takut, aku akan pergi sendiri!" tekadnya sudah bulat, tak ada yang bisa mengubah keputusannya. "Saya tidak pernah takut, Tuan. Saya hanya mengkhawatirkan Anda." "Mungkin kalian lupa, aku adalah Jenderal Raymond Harrits. Aku telah menghadapi bahaya di sepanjang jalan menjadi p

    Terakhir Diperbarui : 2024-05-31

Bab terbaru

  • Sang Pewaris Cincin Penguasa Dunia   88. Tak Bisa Mengampunimu

    "Caka, kenapa kau di sini?" tanya Lea dengan nada gemetar. "Aku ingin bicara denganmu!" Jawaban Caka sangat tenang dan dingin. "Kita ... bisa bicara di rumah." "Tapi aku ingin di sini!" Lea menelan ludah, entah mengapa ia meluhat sepupu iparnya itu tampak berbeda hari ini. Pemuda itu duduk di deoan kap mobil depannya, dan tak ada tongkat yang tampak ia gunakan. "Caka_" ucapan Lea terputu. saat Caka menarik diri hingga berdiri di atas kakinya dengan tegap. "C-Caka, kau ... kau bisa berjalan?" Caka menyimpulkan senyum kecut, "Aku bahkan bisa berlari ke hadapanmu dengan kilat!" Lea memundurkan diri, ia memiliki firasat tak baik itu sebabnya mencoba mancari jalan untuk melarikan diri. Sayangnya dari belakangnya, muncul Mac dengan ekspresi dingin. "Sebelum kita selesai bicara, aku tak akan membiarkanmu pergi!" ujar Caka menyeringai. "A-apa yang ingin-kau bicarakan?" "Katakan padaku, berapa kali kau memukul istriku?" Kedua mata Lea melebar seketika, rupanya gadis kampung i

  • Sang Pewaris Cincin Penguasa Dunia   87. Aku Bisa Melindungimu

    "Untuk apa, Tuan?" "Aku suamimu, jadi aku berhak melihat seluruh tubuhmu tak terkecuali. Kau ingin membantah?" Zava menggeleng, ia pun menjulurkan kaki kirinya. Tak ada apa pun di sana. "Kaki yang satunya!" pinta Caka. Zava menelan ludah, dengan menggigit bibir ia pun menjukurkan kaki kanannya di sebelah sang suami. Caka menatap gelang kaki itu, ia memungkut kaki sang istri yang memakai gelang sedikit tinggi agar bisa mengamati gelang itu dengan jelas. Gelang itu terbuat dari titanium, itu berbentuk seperti gelang oada umumnya. Tapi melekat erat pada kulit Zava hingga meninggalkan bekas kemerahan di sekitar area gelang. Itu bukan karena sudah kekecilan, tapi sepertinya memang dibuat seperti itu. Caka memejamkan mata, meletakan telapak tangannya di atas gelang itu. Mengeluarkan sedikit energi untuk memeriksa. Rupanya di dalam gelang itu ada semacam energi yang digunakan untuk membelenggu. Gelang itu dibuat menempel pada kaki agar terhubung langsung dengan pembuluh da

  • Sang Pewaris Cincin Penguasa Dunia   86. Pancingan Untuk Vivian

    Caka menatap wajah istrinya yang merona, wajah tanpa make up itu tampak segar dengan bibir kemerahan. Sebagai laki-laki normal, ia tentu tak bisa menolak pesona yang wanita muda itu tawarkan. Perlahan ia mendekatkan wajah, menutupkan bibirnya ke bibir sang istri. Zava memang terkejut, namun ia tak menolak. Ia terkejut karena selama ini pria yang sudah menjadi suaminya itu selalu dingin padanya. Bahkan terkesan membencinya. Ia tak pernah berfikir jika pria itu akan melakukan hal mesra kepadanya. Tapi malam ini ... pria itu menciummya. Antara ada rasa senang dan takut bercampur menjadi satu. Namun ia hanya melayani apa yang suaminya inginkan. Caka sedikit terkejut dengan respon wanita itu yang membalas ciumannya, memang Zava masih amatiran. Ciumannya masih sangat lugu, namun itu berhasil membuat Caka hilang kendali. Ia mulai melepaskan pakaian wanita itu satu persatu. Membalikan posisi mereka hingga Zava berada di bawahnya. Caka menatap wajah sang istri yang tampak s

  • Sang Pewaris Cincin Penguasa Dunia   85. Kembali ke Allarith

    Permasalahan di Akademi akhirnya selesai. Caka bisa bernafas dengan lega sekarang. Ia berhasil membersihkan namanya, bahkan mendapatkan pil dewa dan pusaka milik King Master. Ia mempelajari kitab 9 Matahari, ajaibnya ia hanya butuh beberapa hari mempelajari kitab itu. Padahal orang normal membutuhkan waktu hingg. berbulan-bulan. Bahkan ada yang sampai bertahun-tahun, tapi ia hanya butuh waktu hitungan hari. Ia pun mengembalikan kitab itu pada King Master sebelum pulang ke Nollyvia. "Kau yakin tak ingin membawa kitab ini?" tanya King Master meyakinkan. "Terima kasih, King Master. Saya sudah mempelajarinya, dan itu sudah cukup!" King Master menyimpulkan senyum. "Kau memang sangat spesial, baiklah. Aku akan menyimpan kitab ini sampai suatu saat ada orang yang juga pantas mendapatkannya." Ia menerima kembali kitab itu. "Saya juga sekalian pamit, sudah saatnya saya kembali ke Nollyvia!" "Kau akan kembali ke Nollyvia?" "Banyak hal yang tak bisa saya tinggalkan terlal

  • Sang Pewaris Cincin Penguasa Dunia   84. Kitab 9 Matahari

    "Siapa kau?" pertanyaan Caka mengehntikan gerakannya. Pria itu menoleh, hanya beberapa detik karena setelah itu ia tetap menganbil kitab yang ada di dalam kotak. Kemudian pria itu pun melarikan diri, Caka segera mengejarnya. Meraih pundak pria itu lalu membalik tubuhnya, sang pria yang mengenakan pakaian serba hitam itu pun langsung menyerangnya. Mereka harus baku hantam. Di sela pertarungan Cakara mencoba untuk merebut kitab yang ada di salah satu tangan pria itu. Namun rupanya pria itu sangat tangguh, ilmu bela dirinya di atas yang dimiliki oleh Caka. Bahkan Caka terkena serangan beberapa kali, tubuhnya sempat terpental dan membentur dinding. Tapi ia tidak akan membiarkan orang itu berhasil membawa kitab 9 Matahari. Caka bangkit lalu kembali mengejar pria itu keluar ruangan. Ia mengikutinya menapai lorong sempit, menuju ke pintu keluar yang lain. Caka mengejarnya hingga keluar dari pagoda. Di luar justru ia semakin bebas menyerang pria itu. Pukulan dan tendangan mewarn

  • Sang Pewaris Cincin Penguasa Dunia   83. Pengalihan

    Kay meninggalkan ruangan itu dan langsung mencari Guru Yu. "Kaley, jadi sekarang dia mengincar kitab 9 Matahari?" "Benar, Guru." "Kurang ajar! jadi dia sengaja datang ke akademi hanya untuk mencuri!" "Kita harus menangkap mereka!" "Kita tangkap mereka saat hendak mencuri kitab itu, kau awasi terus saja. Kapan mereka akan beraksi!" Sementara di kamarya. "Apa kau yakin jika Kay itu adalah mata-mata para master?" tanya Toru. "Guru Yu yang membawanya secara tiba-tiba, padahal sudah jelas sejak King Master sakit, akademi sudah tidak menerima murid baru lagi!" sahut Kaley. "Tapi kenapa kita harus sengaja memancing mereka, bagaimana jika kita gagal mencuri kitab 9 Matahari dan kita lalu tertangkap. Kita akan mendapatkan hukuman yang berat!" "Aku memiliki rencana, kita memang akan menjadi umpan untuk mengalihkan perhatian mereka. Sementara, akan ada orang lain yang mengambil kitab itu!" Efran dan Toru saling pandang lalu kembali menatap Kaley. "Keluargamu?" "Misi kali

  • Sang Pewaris Cincin Penguasa Dunia   82. Mantra Perisai

    "Menyamar?" seru semua orang. Caka mengangguk. Hanya dengan menyamar ia bisa bergerak leluasa di area Akademi. "Ide itu tidak buruk, tapi bagaimana kau akan mengungkap pelaku yang sesungguhnya?" sahut Yu Long. "Kita lihat saja nanti!" Akhirnya guru Yu mmebawa Caka kembali ke Akademi, dan kali ini ia akan menginap di asrama. Biarkan Mac sementara berada di rumah Arjun. Guru Yu mengenalkan Caka yang saat ini mengenakan kaca mata tebal, tahi lalat di bawah mata dan kumis tipis itu sebagai Kay. Kay mulai menjalani aktifitas seperti murid lainnya. Ia sengaja menjadi murid yang pendiam dan jarang berbaur. Saat diam ia bisa mengamati semuanya. Saat melewati paviliun belakang, samar Kay mendengar sebuah suara. Jadi ia pun bersembunyi di belakang pilar besar. "Jangan khawatir, Ayah. Sebentar lagi aku akan mendapatkan kita 9 Matahari. Dengan kitan itu, kita bisa meramu pil dewa sendiri!" Kay sangat terperangah, sepertinya orang itu sedang berkomunikasi melalui handphone.

  • Sang Pewaris Cincin Penguasa Dunia   81. Tidak Ada Kebetulan Di Dunia Ini

    Leo menatap Caka dengan tak percaya, ia snagat terkejut akan hal itu. Kabar burung yang ia tahu pemuda bernama Caka itu yang mencuri pil dewa. Tapi apakah benar, memang ayahnya yang sengaja memberikan pil dewa pada Caka? Leo kemudian menatap King Master. "Ayah, benarkah itu? Ayah yang memberikan pil dewa kepada Caka?" King Master memejamkan mata sejenak, "Iya. Aku memang memberikan pil dewa padamu!" Caka menghela nafas panjang, sementara Leo mengeraskan rahang. Bahkan dirinya yang merupakan putranya tidka berhak mendapatkan manfaat dari pil dewa. Tapi kenapa anak ingusan seperti Cakara bisa? "King Master, kenapa _" "Aku memiliki alasan, pil dewa todak kuberikan kepada sembarang orang. Kau memiliki aura murni yang sangat kuat, di dalam darahmu ... mengalir darah dari seseorang yang tidak biasa. Tapi selama ini, tubuhmu terkunci karena banyaknya racun yang kau terima!" "Ya, sejak kecil ... bibiku memberiku racun agar aku tak bisa pulih. Sebenarnya tubuh ini ...," Caka tak

  • Sang Pewaris Cincin Penguasa Dunia   80. Kesembuhan King Master

    "Kita pergi sekarang!" ujar Caka dengan tegas. "Aku dengar King Master dirawat di kediamannya di vila La Gracille. Di sana penjagaannya sangat ketat!" tukas Ryuka. "Iya, takutnya ada musuh yang memanfaatkan kondisi King Master untuk mencelakainya lagi!" imbuh Nardo. "Tak apa, aku akan ke sana bersama Mac!" "Kak Caka, aku ikut!" pinta Arjun. "Kau sudah cukup banyak membantu, Arjun!" "Siapa tahu Kak Caka membutuhkan bantuan di sana!" Setelah berfikir sejenak akhirnya Caka mengijinkan Arjun ikut bersamanya. Bahkan Ryuka juga. Mereka pergi bersama-sama ke kediaman King Master. Di pintu gerbang, para penjaga melarang mereka masuk. "Katakan pada Tuan kalian, aku membawa penawar untuk King Master!" "Banyak yang berkata demikian, tapi semuanya pembohong!" jawab si pengawal. "Aku tidak berbohong, aku membawanya langsung dari pulau persik. Griselda yang memberikannya!" Pengawal itu tampak berdiskusi dengan temannya beberapa saat. "Baiklah, tunggu di sini!" ujar si pengawal

DMCA.com Protection Status