Ki Resta menatap Arya dengan wajah yang cukup santai, padahal Arya sudah sedikit menjatuhkan perguruan yang dia dirikan."Perguruan ini hanya menerima murid yang berbakat, dan aku mencari murid-murid ini dari hampir seluruh penjuru negeri ini," jawab Ki Resta."Benarkah itu?" tanya Arya pada Ki Resta dan Arya lihat lima orang yang berlatih dengan lima macam jurus yang berbeda."Ada apa anak muda? Kau sepertinya bingung?" tanya Ki Resta."Mereka memang berbakat, tapi pasti gurunya jauh lebih hebat, bisa latih murid dengan lima rangkain jurus yang berbeda," kata Arya.Hahahaha!"Mereka itu berlatih sendiri, mencari dan menemukan jurus sendiri. Aku hanya memberikan petunjuk saja," kata Ki Resta."Begitu! Sungguh murid-murid yang berbakat!" kata Arya.Ki Resta, seorang mahaguru yang meskipun sudah tua, tapi masih terus melibatkan dirinya di dunia persilatan, meskipun rekan se jaman yang hidup dengannya sudah banyak yang mengasingkan diri dari dunia persilatan, tapi Ki Resta masih tetap ad
Ki Barata, ketua dari perguruan naga hitam. Dia seorang pendekar yang memang kelihatan memiliki sifat yang baik, tapi di balik sifatnya itu dia menyimpan banyak rencana besar."Kurang ajar, sampai saat ini Son Chong belum juga memberikan kabar padaku tentang pusaka yang ada di negeri ular," maki ki Barata.Ki Barata adalah salah satu dari tiga pendiri kelompok teratai yang ada di negeri ular, hanya saja Ki Barata tidak menggunakan nama itu di negeri Malaya, dia menutupi semua yang dia perbuat di balik nama perguruan naga hitam.Sudah banyak pusaka yang di ambil paksa oleh Ki Barata, hanya saja dia gunakan lain sehingga namanya tetap bersih sampai saat ini.Satu orang lagi yang menjadi pendiri kelompok teratai adalah, Chu Cai, seorang pendekar yang juga masih se zaman dengan Ki Barata dan Son Cong.Chu Cai saat ini berada di negeri Burma, dan mendirikan kelompok yang jauh lebih menakutkan dari pada kelompok teratai.Saat ini kelompok yang di dirikan oleh Chu Cai, sudah memiliki markas
Ratih menangkap tangan Banda, dan tidak ingin terjadi keributan antara Banda dan pemuda yang menggoda dirinya."Kenapa nona manis, apa kau tidak ingin denganku?" tanya pemuda itu dan tanpa sedikitpun memberikan rasa hormat, dia mencolek dagu Ratih."Hei ... apa yang kau lakukan?" bentak Banda dan tidak dapat lagi menahan amarahnya.Hiatttttt!Banda membuat posisi untuk bertarung, dan siap menyerang lelaki muda itu."Huhhh ... hanya kecoa kecil sudah merasa hebat!" ejek pemuda itu.Haaaaaaaaaaa!!Banda menyerang pemuda itu dengan emosi yang sudah menutupi ubun-ubun, sehingga membuat setiap serangannya tidak terarah.Pemuda itu hanya berkelit ke kiri sedikit, setelah itu dia menjegal kaki Banda, hingga Banda tersungkur ke tanah.Bruukkkkk!!Wajah Banda jatuh bersama dengan tubuhnya sehingga tubuhnya penuh dengan debu.Hahahahah!"Aku tidak tahu kalian dari perguruan mana, tapi kalian sungguh perguruan yang menyedihkan," kata pemuda itu.Banda ingin kembali menyerang, tapi saat itulah di
Mandaka berbalik badan, dan melihat ke arah Arya dengan dahi yang berkerut."Kau siapa? Tidak usah ikut campur dengan urusan Perguruan bangau merah," kata Mandaka."Urusan perguruan atau urusan keinginan otak kotor mu?" ejek Arya."Kurang ajar!" maki Mandaka."Asal kau tahu, aku yang membawa mereka, dan aku bertanggung jawab atas mereka, jadi pergilah. Aku tidak ingin membuat masalah lebih panjang," kata Arya.Hahahaha!"Tapi kau sudah membuat masalah lebih panjang, kau sudah merendahkan Perguruan bangau merah," kata Mandaka mencari-cari masalah dengan Arya."Kau yang mencari masalah, sebuah bukti sudah terlihat kau mempermainkan murid perguruan angin sepi!" kata Arya."Aku tidak peduli, yang jelas kau sudah membuat nyawamu dalam bahaya!" kata Mandaka dan memberikan ancaman pada Arya."Pergilah, sebelum kau menyesal!" ucap Arya.Mandaka ingin menyerang Arya, tapi saat itulah datang murid perguruan naga hitam yang sedang patroli."Jangan ribut disini, jika kau tidak suka padanya, lakuk
Semua mata kini tertuju pada Arya, Perkataan Arya jelas tertuju pada Ki Unda, ketua Perguruan bangau merah.Ki Unda kaget, dia tidak menyangka bocah yang usianya sangat jauh dibawahnya berani menantang dirinya. Sudah jelas jika itu sangat merendahkan harga diri Ki Unda."Apa kau ingin mati, anak muda?" teriak Ki Unda dengan wajah merah menahan marah dan malu."Mati? Apa kau pikir mampu menyentuh tubuhku?" tanya Arya."Kurang ajar. Baik, kita bertarung!" kata Ki Unda.Ruangan pertemuan itu menjadi gaduh, mereka awalnya mengira hanya akan melihat pertarungan biasa saja, tapi kini akan ada Pertarungan yang cukup besar, pertarungan yang melibatkan Ki Unda."Baik, selepas siang kita bertarung!" kata Arya.Ki Unda kembali menatap Arya dengan wajah geram. Setelah itu dia berjalan ke arah Arya, diikuti oleh Mandaka dan murid perguruan yang lain."Jika kau kalah, maka kau akan jadi budakku, selamanya," kata Ki Unda."Tapi, kau tidak akan menang!" ucap Arya."Jangan lari, aku akan menunggu diri
Saat Ki Unda merasa jika dia sudah menang karena tidak hadirnya Arya sampai matahari hampir tenggelam, satu suara keras sadarkan semua perasaan menangnya."Apa kau pikir aku tidak akan datang?" kata Arya dan berjalan membelah keramaian manusia di halaman perguruan itu.Semuanya memberikan jalan pada Arya, dan tidak ada satu pun yang menahan Arya untuk tidak melawan Ki Unda.Semua orang memang penasaran dengan kemampuan Ki Unda, nama baru yang tiba-tiba terdengar wangi. Nama yang muncul secara tiba-tiba dan membuat dunia persilatan tersentak."Kau membuat aku bosan!" kata Ki Unda."Aku hanya ingin membuat matahari sedikit bersahabat, aku ingin bertarung saat matahari sejuk!" kata Arya."Katakan saja kau takut," ejek Ki Unda."Kalau aku takut, bagaimana mungkin aku akan mendatangi dirimu," jawab Arya.Ki Unda diam, dia merasa jika Arya benar adanya. Tapi dia tidak terlalu pikirkan itu, yang dia pikirkan hanyalah memberikan pelajaran pada Arya."Apakah kau sudah siap kalah?" tanya Ki Und
Ratih dan Banda, kini tidak berani lagi menunjukkan sikap rendah pada Arya, mereka sadar jika Arya bukan orang yang layak mereka rendahkan.Begitu juga di perguruan naga hitam, sejak kemenangan Arya melawan ki Unda, semua orang menaruh hormat padanya, dan jelas itu juga berpengaruh pada Ratih dan Banda.Dua pemuda-pemudi itu menjadi sangat dihargai di perguruan naga hitam. Dan semua itu karena Arya."Siapa sesungguhnya anak muda itu, kenapa dia memiliki kemampuan yang begitu tinggi, bahkan Ki Unda pun tidak berkutik melawan dirinya," gumam Ki Barata yang sebenarnya adalah Herda.Herda melihat sendiri pertarungan antara Arya dan Ki Unda, dan itu menyadarkan dia jika Arya akan jadi lawan yang berat jika dia dibiarkan hidup."Aku harus mencari cara untuk menjatuhkan nama pemuda itu, jika mungkin aku akan jadikan dia musuh semua perguruan yang ada di negeri ini," ucap Herda.Herda berpikir keras, dan mencari cara untuk menjatuhkan nama Arya. Dan saat dia menemukan caranya, dia tersenyum d
Huppppp!!Sesosok bayangan berlari di tengah gelapnya malam, dan bayangan itu berlari ke arah penginapan Arya, Ratih dan Banda."Siapa itu?" gumam Arya.Tapi Arya merasa jika itu bukan urusan baginya, dan membiarkan orang itu melewati dirinya begitu saja.Sesaat mata Arya dan mata yang mendatangi Arya saling pandang, dan Arya seolah kenal dengan sorot mata itu.Saat bayangan itu melompat ke keluar, Arya mendatangi arah larinya, dan bingung dengan apa yang baru saja terjadi di dalam perguruan naga hitam.Belum juga Arya menemukan jawaban atas semua itu, Arya mendengar suara teriakan dari arah halaman perguruan naga hitam."Itu dia! Tangkap dan bunuh dia!" teriak murid perguruan naga hitam.Arya awalnya tidak peduli, tapi saat melihat belasan murid dari perguruan naga hitam mengarah padanya, Arya menjadi waspada."Tunggu! Ada apa ini?" teriak Arya."Tidak usah pedulikan perkataannya, segera saja ringkus!" teriak murid perguruan naga hitam itu.Perlahan tapi pasti, kini Arya sudah dikuru
Satu tubuh dengan pakaian kuning emas melesat dengan cepat menuju kota Kuala, dia sudah berlari dengan langkah dan kekuatan yang sempurna.Kadang dia terbang untuk mempercepat gerakannya, tapi saat dia merasa kekuatan yang dia miliki menurun, saat itulah dia memilih untuk berlari.Dia adalah Arya, Arya saat ini sudah dalam perjalanan menuju kota Kuala, untuk membebaskan Intan, seperti permintaan Ki Bonggol untuk menjaga gadis itu."Maafkan aku Ki, aku sepertinya gagal mengemban tugas yang kau berikan," kata Arya.Arya mulai menyesal karena tidak membawa Intan menuju bukit kijang, Arya yang merasa Intan lebih aman di desa Hursa ternyata salah, kini keselamatan gadis itu berada di ujung tanduk.Hupppp!!Arya melihat sebuah jalan besar yang akan membawa dirinya menuju kota Kuala, tapi bukan itu tujuan Arya, tapi mencari kelompok bintang hitam yang sudah menculik Intan."Aku yakin mereka tidak akan di kota Kuala, pasti mereka membuat markas di suatu tempat," kata Arya.Whusssssssss!!Saa
"Apa yang kau inginkan?" tanya Ki reksa pada Ki Barata.Hehehehe!"Ki reksa. Kau mengundang semua golongan hitam untuk bergabung dengan dirimu, tapi kau tidak undang diriku, apakah itu sebuah kesengajaan?" tanya Ki Barata."Maksudmu? Apakah kau mau bergabung jika aku ajak Ki Barata?" tanya Ki reksa."Jika tujuanmu untuk membawa golongan hitam ke puncak dunia persilatan, sudah jelas aku bersedia Ki," jawab Ki Barata."Benarkah itu?""Iya, aku bersedia," jawab Ki Barata."Tapi kau masih belum melakukan apa yang aku minta Ki Barata, kau belum temukan pembunuh kedua muridku," kata Ki reksa."Aku sudah mencarinya, tapi aku tidak temukan dia," kata Ki Barata.Ki reksa menatap sinis pada Ki Barata, Ki reksa ingin melihat kesungguhan dari ucapan Ki Barata, tapi dia tidak melihat sesuatu yang berbohong di mata ku Barata."Apa kau sungguh ingin bergabung dengan kelompok bintang hitam?" tanya Ki reksa."Iya, tapi aku ingin memberikan sebuah syarat," kata Ki Barata."Katakan, apa yang kau inginka
Arya sungguh kaget saat tahu yang membawa Intan adalah Ki reksa, dia tidak tahu apa maksud Ki reksa membawa Intan."Apa Ki reksa mengatakan sesuatu nyai?" tanya Arya."Kota Kuala!" jawab nyai Rara lirih.Setelah ucapkan itu nyai Rara jatuh dan tewas di pelukan Arya."Kota Kuala?" ucap Arya.***Beberapa hari sebelum Arya sampai di desa Hursa, Ki Reksa terus mencari keberadaan Arya, dan saat itulah dia sampai di desa Hursa.Dari penduduk desa Hursa, Ki reksa tahu tentang hubungan Arya dan Ki Bonggol, dan itu membuat Ki reksa gelap mata.Ki reksa memberikan kode pada anak buahnya, kelompok bintang hitam yang sudah dia kumpulkan dalam waktu yang singkat.Dan saat warga desa Hursa terlena dalam tidur yang indah, anak buah Ki reksa datang dan porak-poranda seluruh desa itu.Brakkkkkkk!Ki reksa masuk ke rumah nyai Rara, dan itu mengejutkan nyai Rara maupun Intan yang ada dalam rumah itu."Apa yang kau inginkan?" tanya nyai Rara."Gadis itu!" jawab Ki reksa."Jangan harap kau akan dapatkan
Arya, setelah dapatkan pusaka kijang dewa, dia meninggalkan puncak bukit kijang, setelah itu melesat menuju kota Kuala."Apa saja yang sudah terjadi?" gumam Arya saat dia melewati kota bangau.Begitu banyak yang terjadi di kota itu, ada beberapa rumah yang hancur, seolah kota itu baru saja di terpa gempa yang besar."Ada apa ini Ki?" tanya Arya pada seorang lelaki yang berhasil selamat dari kehancuran kota itu."Kelompok bintang hitam!"Whusssssssss!!Crasssssss!Aaaaaaaaaaaaaaaaa!!Belum juga Arya dapatkan jawaban yang jelas, sebuah bintang hitam sudah menancap dalam di leher lelaki tua itu."Apa-apaan ini?" gumam Arya.Arya melihat ke arah datangnya serangan itu, dan melihat seorang lelaki dengan pakaian hitam dan wajah tertutup."Hei apa yang kau lakukan?" teriak Arya.Tapi jawaban untuk Arya adalah sebuah pukulan jarak jauh yang cukup keras.Bammmmmmm!!Arya memukul balik pukulan jarak jauh itu, dan pukulan itu mentah di tengah jalan."Jangan kabur kau!" teriak Arya dan melompat k
Arya kaget, untuk kedua kalinya Arya merasakan bau bunga mawar itu, dan yang pertama adalah saat Arya sampai di negeri Malaya.Selain itu, yang membuat Arya heran adalah, belasan serigala yang sudah bersiap menyerang Arya dengan cakaran dan taring tajamnya menghentikan gerakan mereka. Wajah dari belasan serigala itu terhenti dan tak melanjutkan serangan pada Arya."Apa sesungguhnya yang ada di balik bau bunga mawar ini?" gumam Arya.Arya berpikir keras, tapi dia tidak menemukan jawaban yang dia harapkan, sampai cahaya kuning menyilaukan terlihat dari bawah lembah bukit kijang.Arya ingin melangkah ke sana, tapi keberadaan para serigala itu membuat Arya urungkan niatnya, dia tidak ingin mayat dari empat orang yang sudah dia kumpulkan jadi santapan serigala ganas itu.Tapi keadaan sepertinya sangat mendukung Arya, saat Arya dalam dilema, dilema antara ingin melihat keberadaan cahaya kuning emas itu dan menjaga para Mayat-mayat, saat itu juga para serigala memilih tinggalkan puncak bukit
Seorang pemuda dengan rambut panjang dan pakaian kuning emas berjalan ke arah hutan yang cukup lebat.Pemuda itu memakai caping bambu yang cukup lebar, dan itu sengaja dia pakai untuk menutupi wajah tampannya.Huppppp!!Dengan gerakan cepat dia melesat, meninggalkan desa terakhir sebelum dia mendekati hutan itu."Kau mau kemana anak muda?" Seorang perempuan tua dengan pakaian yang bermotif lipan menahan langkah pemuda itu."Tidak ada nyai, hanya ingin melihat hasil buruan jerat yang aku pasang di hutan," jawab pemuda itu."Hati-hati di hutan ini, sangat banyak hewan buas," "Terima kasih nyai," kata pemuda itu.Perempuan itu merasa jika pemuda itu cukup misterius, itu terlihat karena pemusa itu menutupi wajahnya dengan caping bambu yang lebar."Siapa namamu anak muda?" tanya perempuan itu.Pemuda itu tidak menjawab, tapi dia malah berjalan tinggalkan perempuan itu masuk ke dalam hutan."Hei .. apa kau acuhkan aku?" teriak perempuan itu membentak pemuda yang sudah masuk ke dalam hutan
Ki Bonggol ingin berlari ke arah guru Harada, tapi lagi-lagi gerakan Ki Bonggol ditahan oleh Ki jalak dan Ki Taga."Kau juga akan mati, Ki Bonggol!"Ki Reksa setelah membunuh guru Harada mendekati Ki Bonggol, dan berjalan ke arah Ki Bonggol yang sudah ditahan oleh Ki jalak dan Ki Taga."Kau itu sudah menjadi hitam dari hitam Ki reksa, sungguh tidak aku percaya," kata Ki Bonggol."Apa aku terlihat perduli dengan ucapanmu itu Ki Bonggol!" Kata Ki Reksa.Ki Bonggol tidak menjawab, dia jelas berada di ujung tombak, nyawanya kemungkinan tidak mungkin dapat di selamatkan lagi, dan kemungkinan dia akan mati di bukit kijang.Hiatttttt!Ki Bonggol tidak terima, dan menyerang ke arah Ki Reksa. Ki jalak dan Ki Taga ingin menahan tapi Ki Reksa memberikan kode pada keduanya untuk menjauh."Biarkan aku yang membunuh dia!" Ucap Ki Reksa.Ki jalak dan Ki Taga memilih menerima perkataan Ki reksa, dan mereka mendekati nyai lipan. Whusssssssss!!Ki reksa tidak anggap serangan dari Ki Bonggol. Itu karen
"Apa yang terjadi? Tidak mungkin!"Guru Harada yang bertahan dari setiap serangan Ki jalak dan Ki Taga masih sempat mendengar suara jeritan kematian Ki Indang, dan itu menjatuhkan semangat juangnya.Pukulan pemburu nyawa!Whusssssssss!Guru Harada melepaskan satu pukulan jarak jauh yang kuat, dan itu mengarah kepada Ki Reksa yang baru saja membunuh Ki Indang.Ki Reksa memutar tubuhnya, dan menahan pukulan jarak jauh guru Harada dengan tangan kanannya, dan pukulan itu mentah di tengah jalan."Kurang ajar! Kau tidak akan aku maafkan," ucap guru Harada dan melompat ke arah Ki reksa."Jangan anggap kami tidak ada!" Ki jalak menghalangi gerakan guru Harada, dan menahan pergerakan dari guru dari raja Adnan, penguasa negeri Malaya.Di belakang guru Harada, juga sudah ada Ki Taga, sehingga guru Harada berada di antara dua orang yang memiliki kekuatan hitam yang tidak dapat diremehkan.Haaaaaaaaaaa!Guru Harada memukul Ki jalak, tapi dengan enteng Ki jalak menahan dengan telapak tangannya, ta
Meskipun tidak mereka susun secara langsung, tapi rencana menguras tenaga dalam Ki Reksa langsung diketahui oleh Ki Reksa, dan itu semakin membuat Ki Reksa naik darah."Kalian! Apa kalian hanya ingin menyaksikan saja? Kalian golongan hitam, apa kalian tidak akan membantu diriku?" ucap Ki reksa ke arah Ki jalak dan dua rekan golongan hitam lainnya.Ki jalak menatap nyai lipan dan Ki Taga. "Bagaimana menurut kalian?" tanya Ki jalak."Terserah padamu tapi jika kita membantu dia, apa nyawa kita terselamatkan? Apa ada jaminan?" tanya nyai Lipan."Bodoh! Aku sekarang berada di pihak golongan hitam! Jangankan kalian, Ki Barata saja mampu aku bunuh bagaikan lalat kecil!" bentak Ki reksa yang secara tidak sengaja mendengar pembicaraan tiga golongan hitam yang ada di sana."Baik, kami akan membantu dirimu, tapi kami ingin kau juga jangan membunuh kami, tangan maut," pinta Ki jalak."Bagus, kalian memilih pihak yang tepat," kata Ki Reksa.Haaaaaaaaaaa!!Ki Reksa tanpa banyak bicara lagi langsun