Share

Gadis Malang

last update Last Updated: 2025-03-20 06:01:14

"Apakah kita tetap ke perguruan naga hitam di malam seperti ini, Ki?" tanya nyai Sri pada Ki Lemur.

"Sepertinya tidak bagus bertamu dimalam seperti ini, aku rasa sebaiknya kita bermalam di tengah hutan ini saja, sekalian melihat apakah pemuda itu mendekat ke arah tempat ini," jawab Ki Lemur.

"Baik, aku setuju!"

Dua guru dari dua perguruan itu memutuskan untuk bermalam di tengah hutan, hal yang biasa mereka lakukan sebelum mereka menjadi ketua perguruan yang mereka kuasai saat ini.

Saat semuanya sudah tenang bersantai, saat itulah mereka semua mengendus bau yang begitu harum.

"Bau bunga mawar, apa maksudnya ini?" ucap nyai Sri.

"Aku juga tidak paham, nyai!" kata Ki Lemur.

Nyai Sri dan Ki Lemur saling pandang, dan seolah memiliki pemikiran yang sama.

"Apakah kabar itu nyata?" kata Ki Lemur.

"Bisa jadi Ki, kalau tidak, tidak mungkin bau ini sampai terendus hidung kita," kata nyai Sri.

Ki Lemur menatap nyai Sri.

"Jadi apa yang akan kita lakukan?"

"Tidak ada. Aku yakin meskipun kita melih
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Sang Penghancur Langit    Amarah Nyai Sri

    "kenapa kalian kembali nyai?" tanya Ki Barata saat melihat nyai Sri dan Ki Lemur kembali ke perguruan naga hitam."Kenapa ketua? Apakah itu salah?" tanya Ki Lemur."Tidak, sama sekali tidak," jawab Ki Barata."Ada apa dengan mu, Ki? Kau sepertinya tidak sehat," kata nyai Sri."Aku tidak tahu, aku merasa tubuhku sedang tidak bagus, mungkin pengaruh dari ilmu baru yang aku pelajari," jawab Ki Barata berbohong."Hahaha! Kau memang selalu bersemangat jika mendapatkan kemampuan baru Ki," puji Ki Lemur."Dunia persilatan sedang dalam ancaman orang yang akan datang dari negeri Burma, tidak ada salahnya jika kau berlatih sekarang," kata Ki Barata."Kau benar Ki!"Nyai Sri menatap Ki Lemur, dan Ki Lemur memberikan tanda agar nyai Sri ungkapkan tujuan mereka datang."Sesungguhnya kami bertemu dengan pemuda itu, dan dia mengatakan jika bukan dia pelaku pembunuhan Ki Unda," kata nyai Sri."Bukan dia? Jadi maksudnya ada orang lain, begitu?" tanya Ki Barata."Sudah pasti dia hanya ingin membela di

    Last Updated : 2025-03-20
  • Sang Penghancur Langit    Terpaksa Jujur

    Arya yang ada di atas sebatang pohon memperhatikan, dan terus saja mengawasi dari jauh.Saat dia melihat murid Ki Lemur dan nyai Sri membopong dua mayat, Arya merasa heran."Mayat siapa itu?" ucap Arya dalam hatinya.Arya mencoba melihat dari jauh, dan kaget saat melihat jika mayat itu adalah mayat Ratih dan Banda."Apa? Dia juga membunuh Ratih dan Banda?" ucap Arya dengan urat kepala yang menegang.Amarah Arya sudah sampai pada ubun-ubun kepanya dan dia sudah tidak dapat memaafkan Ki Barata."Aku pastikan hari ini kau tewas," kata Arya.Arya menunggu hingga nyai Sri dan Ki Lemur jauh. Setelah itu Arya mendatangi perguruan naga hitam."Kalian semua! Keluarlah!" teriak Arya saat dia berada di halaman perguruan naga hitam.Puluhan murid perguruan naga hitam berlarian dan mengepung Arya.Huppppp!Herda, ataupun yang berwajah Ki Barata melompat dari ruangan paling atas perguruan naga hitam.Bammmmmmm!!Begitu dia menjejak di tanah, Arya langsung berikan satu tendangan yang sangat keras ya

    Last Updated : 2025-03-21
  • Sang Penghancur Langit    Menemui Ki Resta

    Herda melesat meninggalkan perguruan naga hitam, dan saat sudah mendekati kota bangau, Herda membuang topeng wajah Ki Barata."Dengan ini namaku akan bersih dari segala tuduhan, semua orang akan salah ketua barada jika semuanya ketahuan," kata Herda dengan senyum jahat."Tapi aku tetap harus mencari keberadaannya ketua, Kalau tidak bisa-bisa masalah akan semakin besar, dan jelas ketua akan bingung, nantinya," kata Herda.Herda tidak memulihkan kondisinya, tapi dia melesat menuju kota gajah, dia tahu ke arah kota itulah Ki Barata mencari kijang emas yang amat dia dambakan itu.***Jauh di sekitar hutan yang menjadi wilayah kota gajah, Ki Barata masih terus awasi tiga orang yang sudah berlari jauh dari pandangannya.Ki Barata menjaga jarak, dan tidak mau mendekati rombongan kecil itu."Aku pasti akan mendapatkan kijang emas itu, apapun caranya kijang emas itu harus jadi milikku," kata Ki Barata.Ki Barata melihat tiga orang itu hentikan langkah mereka, dan bicara cukup keras."Apakah be

    Last Updated : 2025-03-21
  • Sang Penghancur Langit    Kemarahan Ki Barata

    "Tahan amarahmu, aku akan jelaskan semuanya," kata Ki Lemur yang mulai merasakan kekuatan besar dari Ki Resta."Jelaskan, atau kau akan jadi kambing hitam bagi amarah ini," kata Ki Resta dan lepaskan kerah baju Ki Lemur."Pembunuh kedua muridmu adalah orang kau percayakan membawa mereka ke perguruan naga hitam," kata Ki Lemur."Arya!" desis Ki Resta."Benar, dia juga sudah membunuh Ki Unda. Alasan dia membunuh muridmu adalah untuk tutupi identitas dirinya," kata Ki Lemur memutusakn sendiri.BAMMMMMMM!Ki Resta tidak dapat lagi menahan amarahnya, dan tanah yang berada di bawah kakinya, jadi sasaran kemarahan dari Ki Resta."Kurang ajar! Dia mencari masalah denganku, baik. Aku akan berikan dia masalah," kata Ki Resta dengan marah yang tak tertahan.Api dendam sudah merasuki jiwa Ki Resta, dendam pada Arya."Aku akan mencari bocah itu, aku pastikan dia akan tewas," kata Ki Resta."Jangan sekarang Ki, sebaiknya semayamkan dulu mayat kedua muridmu ini, setelah itu kita cari sama-sama anak

    Last Updated : 2025-03-22
  • Sang Penghancur Langit    Si Tangan Maut

    Arya secara diam-diam ikuti Ki Lemur dan nyai Sri yang membawa mayat Banda dan Ratih. "Sialan, apa aku akan dapatkan masalah besar dari seluruh perguruan? Jika ini terjadi aku akan jadi pelarian," ucap Arya.Dan di hadapan Arya juga terlihat bagaimana terpukulnya Ki Resta dengan kematian dua murid yang sudah dia didik dari kecil itu."Ki Resta seseorang yang baik, aku tidak ingin membuat masalah ataupun bertarung dengan dia, tapi sepertinya tidak mungkin terhindarkan," kata Arya dalam hatinya."Sebaiknya aku mencari jalan keluar dari negeri ini, itu jalan terbaik. Aku akan kembali ke pulau ular." Huppppp.Arya meninggalkan hutan di kegelapan malam. Tinggalkan hutan yang dipenuhi dengan amarah.Di hutan itu, suasana memang sangat panas, udara yang dingin tidak mampu menutupi api amarah yang keluar dari tubuh Ki Resta."Sebaiknya tenangkan dirimu, Resta. Kita cari cara untuk menangkap pemuda itu," kata guru Harada."Dia kuat!" kata nyai Sri."Tidak, dia tidak sekuat itu, aku akan tang

    Last Updated : 2025-03-22
  • Sang Penghancur Langit    Kembalinya Si Tangan Maut

    "Apa yang terjadi guru?" tanya salah satu murid Ki Resta.Mata Ki Resta merah menatap muridnya, tidak suka dengan pertanyaan itu, dan itu membuat murid Ki Resta bergidik ketakutan. Belum pernah mereka melihat mata tajam seperti yang baru saja di perlihatkan Ki Resta pada mereka."Guru! Kami ingin jawaban, apa yang terjadi sesungguhnya? Apa terjadi pada Ratih dan Banda?" tanya murid Ki resta lagi.Ki Resta menatap muridnya yang bertanya. Dan seperti sebelumnya, tatapan Ki Resta sanga tajam menakutkan."Saudara kalian dibunuh oleh orang yang aku percayai, dan aku akan membunuh dia," ucap Ki Resta.Ketiga murid Ki Resta yang tersisa kaget. Tapi mereka tidak mungkin dapat berbuat apa-apa."Kalian semua kembalilah ke rumah kalian. Mulai hari ini perguruan ini aku bubarkan, aku akan melakukan apapun yang ingin aku lakukan," kata Ki Resta."Kapan kami akan kembali?" "Kembali? Tidak akan ada kata kembali, kalian bukan muridku lagi," kata Ki Resta."Tapi guru!""Jangan panggil aku guru lagi,

    Last Updated : 2025-03-23
  • Sang Penghancur Langit    Kabar Dari Ki Barong

    "Aku tidak paham maksud Ki Bonggol?" ucap Arya."Tidak perlu kau tahu untuk saat ini, nanti kau akan tahu sendiri," jawab Ki Bonggol."Jadi apa yang harus kau lakukan untuk membersihkan namaku?" tanya Arya."Itu juga akan kau tahu jika saatnya tiba," ucap Ki Bonggol.Tok tok tok.Saat mereka bicara cukup serius, pintu rumah Ki Bonggol diketuk, dan itu membuat Arya menjadi tegang."Sebaiknya kau bersembunyi," kata Ki Bonggol.Arya angguk kepala, dan memilih untuk ikuti saran ki Bonggol. Ki Bonggol membuka pintu, dan menyuruh masuk orang yang mengetuk pintu rumahnya."Ki Barong, ada apa?" tanya Ki Bonggol."Ada masalah yang lebih besar lagi," kata Ki Barong."Masalah yang lebih besar, apa itu? Mari kita bicara di dalam," ajak Ki Bonggol.Orang yang di panggil Ki Barong itu masuk, meskipun dia tidak ingin masuk tapi dia tetap menerima ajakan Ki Bonggol."Ada apa? Masalah apa yang kau katakan itu?" tanya Ki Bonggol."Si tangan maut sudah kembali," kata Ki Barong."Apa? Kau jangan asal bic

    Last Updated : 2025-03-23
  • Sang Penghancur Langit    Waktu Untuk Ki Barata

    Ki Barata mencoba mundur, dan menenangkan Ki Resta yang sudah kalap setelah kematian dua muridnya.Ki Resta yang sempat jadi harapan di golongan putih kini sudah kembali pada dirinya di masa lalu. Si tangan maut.Bammmmmmm!Terjadi benturan keras antara Ki Barata dan si tangan maut, dan itu cukup kuat, bahkan sampai mengguncang perguruan naga hitam.Ki Barata terpukul mundur, sementara Ki Resta mampu bertahan."Tidak salah memang kau dianggap pendekar nomor satu saat ini Ki Barata, kau mampu menahan jurus pukulan maut dari ku!" kata si tangan maut."Pukulan maut! Itukah pukulan yang sempat gemparkan dunia persilatan tiga puluh tahun yang lalu?" gumam Ki Barata.Ki Resta kembali berbuat menyerang, tapi Ki Barata mencoba menahan ki Resta."Tahan Ki! Apa kau pikir aku diam saja dengan kematian muridmu, aku terluka karena pemuda itu," kata Ki Barata berbohong."Benarkah itu?" ucap Ki Resta sangat sinis."Untuk apa kau berbohong Ki," kata Ki Barata mencoba untuk tidak meneruskan pertarunga

    Last Updated : 2025-03-24

Latest chapter

  • Sang Penghancur Langit    Melawan Nyai Lipan

    Satu tubuh dengan pakaian kuning emas melesat dengan cepat menuju kota Kuala, dia sudah berlari dengan langkah dan kekuatan yang sempurna.Kadang dia terbang untuk mempercepat gerakannya, tapi saat dia merasa kekuatan yang dia miliki menurun, saat itulah dia memilih untuk berlari.Dia adalah Arya, Arya saat ini sudah dalam perjalanan menuju kota Kuala, untuk membebaskan Intan, seperti permintaan Ki Bonggol untuk menjaga gadis itu."Maafkan aku Ki, aku sepertinya gagal mengemban tugas yang kau berikan," kata Arya.Arya mulai menyesal karena tidak membawa Intan menuju bukit kijang, Arya yang merasa Intan lebih aman di desa Hursa ternyata salah, kini keselamatan gadis itu berada di ujung tanduk.Hupppp!!Arya melihat sebuah jalan besar yang akan membawa dirinya menuju kota Kuala, tapi bukan itu tujuan Arya, tapi mencari kelompok bintang hitam yang sudah menculik Intan."Aku yakin mereka tidak akan di kota Kuala, pasti mereka membuat markas di suatu tempat," kata Arya.Whusssssssss!!Saa

  • Sang Penghancur Langit    Tubuh Bulan Es

    "Apa yang kau inginkan?" tanya Ki reksa pada Ki Barata.Hehehehe!"Ki reksa. Kau mengundang semua golongan hitam untuk bergabung dengan dirimu, tapi kau tidak undang diriku, apakah itu sebuah kesengajaan?" tanya Ki Barata."Maksudmu? Apakah kau mau bergabung jika aku ajak Ki Barata?" tanya Ki reksa."Jika tujuanmu untuk membawa golongan hitam ke puncak dunia persilatan, sudah jelas aku bersedia Ki," jawab Ki Barata."Benarkah itu?""Iya, aku bersedia," jawab Ki Barata."Tapi kau masih belum melakukan apa yang aku minta Ki Barata, kau belum temukan pembunuh kedua muridku," kata Ki reksa."Aku sudah mencarinya, tapi aku tidak temukan dia," kata Ki Barata.Ki reksa menatap sinis pada Ki Barata, Ki reksa ingin melihat kesungguhan dari ucapan Ki Barata, tapi dia tidak melihat sesuatu yang berbohong di mata ku Barata."Apa kau sungguh ingin bergabung dengan kelompok bintang hitam?" tanya Ki reksa."Iya, tapi aku ingin memberikan sebuah syarat," kata Ki Barata."Katakan, apa yang kau inginka

  • Sang Penghancur Langit    Sesuatu di Tubuh Intan

    Arya sungguh kaget saat tahu yang membawa Intan adalah Ki reksa, dia tidak tahu apa maksud Ki reksa membawa Intan."Apa Ki reksa mengatakan sesuatu nyai?" tanya Arya."Kota Kuala!" jawab nyai Rara lirih.Setelah ucapkan itu nyai Rara jatuh dan tewas di pelukan Arya."Kota Kuala?" ucap Arya.***Beberapa hari sebelum Arya sampai di desa Hursa, Ki Reksa terus mencari keberadaan Arya, dan saat itulah dia sampai di desa Hursa.Dari penduduk desa Hursa, Ki reksa tahu tentang hubungan Arya dan Ki Bonggol, dan itu membuat Ki reksa gelap mata.Ki reksa memberikan kode pada anak buahnya, kelompok bintang hitam yang sudah dia kumpulkan dalam waktu yang singkat.Dan saat warga desa Hursa terlena dalam tidur yang indah, anak buah Ki reksa datang dan porak-poranda seluruh desa itu.Brakkkkkkk!Ki reksa masuk ke rumah nyai Rara, dan itu mengejutkan nyai Rara maupun Intan yang ada dalam rumah itu."Apa yang kau inginkan?" tanya nyai Rara."Gadis itu!" jawab Ki reksa."Jangan harap kau akan dapatkan

  • Sang Penghancur Langit    Intan Hilang

    Arya, setelah dapatkan pusaka kijang dewa, dia meninggalkan puncak bukit kijang, setelah itu melesat menuju kota Kuala."Apa saja yang sudah terjadi?" gumam Arya saat dia melewati kota bangau.Begitu banyak yang terjadi di kota itu, ada beberapa rumah yang hancur, seolah kota itu baru saja di terpa gempa yang besar."Ada apa ini Ki?" tanya Arya pada seorang lelaki yang berhasil selamat dari kehancuran kota itu."Kelompok bintang hitam!"Whusssssssss!!Crasssssss!Aaaaaaaaaaaaaaaaa!!Belum juga Arya dapatkan jawaban yang jelas, sebuah bintang hitam sudah menancap dalam di leher lelaki tua itu."Apa-apaan ini?" gumam Arya.Arya melihat ke arah datangnya serangan itu, dan melihat seorang lelaki dengan pakaian hitam dan wajah tertutup."Hei apa yang kau lakukan?" teriak Arya.Tapi jawaban untuk Arya adalah sebuah pukulan jarak jauh yang cukup keras.Bammmmmmm!!Arya memukul balik pukulan jarak jauh itu, dan pukulan itu mentah di tengah jalan."Jangan kabur kau!" teriak Arya dan melompat k

  • Sang Penghancur Langit    Pusaka Kijang Emas

    Arya kaget, untuk kedua kalinya Arya merasakan bau bunga mawar itu, dan yang pertama adalah saat Arya sampai di negeri Malaya.Selain itu, yang membuat Arya heran adalah, belasan serigala yang sudah bersiap menyerang Arya dengan cakaran dan taring tajamnya menghentikan gerakan mereka. Wajah dari belasan serigala itu terhenti dan tak melanjutkan serangan pada Arya."Apa sesungguhnya yang ada di balik bau bunga mawar ini?" gumam Arya.Arya berpikir keras, tapi dia tidak menemukan jawaban yang dia harapkan, sampai cahaya kuning menyilaukan terlihat dari bawah lembah bukit kijang.Arya ingin melangkah ke sana, tapi keberadaan para serigala itu membuat Arya urungkan niatnya, dia tidak ingin mayat dari empat orang yang sudah dia kumpulkan jadi santapan serigala ganas itu.Tapi keadaan sepertinya sangat mendukung Arya, saat Arya dalam dilema, dilema antara ingin melihat keberadaan cahaya kuning emas itu dan menjaga para Mayat-mayat, saat itu juga para serigala memilih tinggalkan puncak bukit

  • Sang Penghancur Langit    Sampai di Bukit Kijang

    Seorang pemuda dengan rambut panjang dan pakaian kuning emas berjalan ke arah hutan yang cukup lebat.Pemuda itu memakai caping bambu yang cukup lebar, dan itu sengaja dia pakai untuk menutupi wajah tampannya.Huppppp!!Dengan gerakan cepat dia melesat, meninggalkan desa terakhir sebelum dia mendekati hutan itu."Kau mau kemana anak muda?" Seorang perempuan tua dengan pakaian yang bermotif lipan menahan langkah pemuda itu."Tidak ada nyai, hanya ingin melihat hasil buruan jerat yang aku pasang di hutan," jawab pemuda itu."Hati-hati di hutan ini, sangat banyak hewan buas," "Terima kasih nyai," kata pemuda itu.Perempuan itu merasa jika pemuda itu cukup misterius, itu terlihat karena pemusa itu menutupi wajahnya dengan caping bambu yang lebar."Siapa namamu anak muda?" tanya perempuan itu.Pemuda itu tidak menjawab, tapi dia malah berjalan tinggalkan perempuan itu masuk ke dalam hutan."Hei .. apa kau acuhkan aku?" teriak perempuan itu membentak pemuda yang sudah masuk ke dalam hutan

  • Sang Penghancur Langit    Memilih Pihak

    Ki Bonggol ingin berlari ke arah guru Harada, tapi lagi-lagi gerakan Ki Bonggol ditahan oleh Ki jalak dan Ki Taga."Kau juga akan mati, Ki Bonggol!"Ki Reksa setelah membunuh guru Harada mendekati Ki Bonggol, dan berjalan ke arah Ki Bonggol yang sudah ditahan oleh Ki jalak dan Ki Taga."Kau itu sudah menjadi hitam dari hitam Ki reksa, sungguh tidak aku percaya," kata Ki Bonggol."Apa aku terlihat perduli dengan ucapanmu itu Ki Bonggol!" Kata Ki Reksa.Ki Bonggol tidak menjawab, dia jelas berada di ujung tombak, nyawanya kemungkinan tidak mungkin dapat di selamatkan lagi, dan kemungkinan dia akan mati di bukit kijang.Hiatttttt!Ki Bonggol tidak terima, dan menyerang ke arah Ki Reksa. Ki jalak dan Ki Taga ingin menahan tapi Ki Reksa memberikan kode pada keduanya untuk menjauh."Biarkan aku yang membunuh dia!" Ucap Ki Reksa.Ki jalak dan Ki Taga memilih menerima perkataan Ki reksa, dan mereka mendekati nyai lipan. Whusssssssss!!Ki reksa tidak anggap serangan dari Ki Bonggol. Itu karen

  • Sang Penghancur Langit    Kekalahan Guru Harada

    "Apa yang terjadi? Tidak mungkin!"Guru Harada yang bertahan dari setiap serangan Ki jalak dan Ki Taga masih sempat mendengar suara jeritan kematian Ki Indang, dan itu menjatuhkan semangat juangnya.Pukulan pemburu nyawa!Whusssssssss!Guru Harada melepaskan satu pukulan jarak jauh yang kuat, dan itu mengarah kepada Ki Reksa yang baru saja membunuh Ki Indang.Ki Reksa memutar tubuhnya, dan menahan pukulan jarak jauh guru Harada dengan tangan kanannya, dan pukulan itu mentah di tengah jalan."Kurang ajar! Kau tidak akan aku maafkan," ucap guru Harada dan melompat ke arah Ki reksa."Jangan anggap kami tidak ada!" Ki jalak menghalangi gerakan guru Harada, dan menahan pergerakan dari guru dari raja Adnan, penguasa negeri Malaya.Di belakang guru Harada, juga sudah ada Ki Taga, sehingga guru Harada berada di antara dua orang yang memiliki kekuatan hitam yang tidak dapat diremehkan.Haaaaaaaaaaa!Guru Harada memukul Ki jalak, tapi dengan enteng Ki jalak menahan dengan telapak tangannya, ta

  • Sang Penghancur Langit    Pertarungan Berlanjut

    Meskipun tidak mereka susun secara langsung, tapi rencana menguras tenaga dalam Ki Reksa langsung diketahui oleh Ki Reksa, dan itu semakin membuat Ki Reksa naik darah."Kalian! Apa kalian hanya ingin menyaksikan saja? Kalian golongan hitam, apa kalian tidak akan membantu diriku?" ucap Ki reksa ke arah Ki jalak dan dua rekan golongan hitam lainnya.Ki jalak menatap nyai lipan dan Ki Taga. "Bagaimana menurut kalian?" tanya Ki jalak."Terserah padamu tapi jika kita membantu dia, apa nyawa kita terselamatkan? Apa ada jaminan?" tanya nyai Lipan."Bodoh! Aku sekarang berada di pihak golongan hitam! Jangankan kalian, Ki Barata saja mampu aku bunuh bagaikan lalat kecil!" bentak Ki reksa yang secara tidak sengaja mendengar pembicaraan tiga golongan hitam yang ada di sana."Baik, kami akan membantu dirimu, tapi kami ingin kau juga jangan membunuh kami, tangan maut," pinta Ki jalak."Bagus, kalian memilih pihak yang tepat," kata Ki Reksa.Haaaaaaaaaaa!!Ki Reksa tanpa banyak bicara lagi langsun

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status