Share

34. Momen Haru

Penulis: TrianaR
last update Terakhir Diperbarui: 2025-03-26 20:09:30

Geni menatapnya tanpa berkedip. Tangannya mengepal, menahan gemetar yang mulai menjalar di tubuhnya.

"Gara-gara percaya omonganmu juga, aku harus putus dengan Dewi!"

"Kau menyalahkanku, Mas?"

"Tentu saja, semua ini kan gara-gara kamu! Dewi malah nikah sama si banci itu!"

"Lalu kau anggap aku ini apa, Mas? Hubungan kita selama beberapa bulan yang lalu apa gak berarti buatmu?"

Gala menyeringai sinis. "Kamu itu cuma pelarian. Yang aku cinta itu Dewi!"

Geni masih menatapnya dengan tajam.

"Dan dengar ini, Gen, kamu pernah di penjara. Apa kata keluarga dan teman-temanku nanti kalau istriku mantan napi. Hiyy hancur sudah reputasiku!"

"Aku mungkin mantan napi, tapi kamu? Kamu cuma pecundang yang takut menghadapi konsekuensi dari perbuatanmu sendiri."

Wajah Gala langsung memerah. "Kamu—"

"Kenapa? Yang aku katakan benar 'kan? Mas ninggalin Dewi di hari pernikahan gara-gara video itu! Dasar laki-laki tak
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • SUAMI PENGGANTIKU SEORANG BOS   35. Jangan Hina Suamiku!

    Aksara menatap Arjuna dengan serius. "Dia hampir terjerumus ke dalam hubungan toksik."Arjuna terdiam, menunggu Aksara melanjutkan."Waktu itu dia dekat dengan seorang laki-laki. Awalnya kami pikir nggak ada masalah, tapi ternyata dia manipulator. Dia sengaja menjauhkan Bella dari keluarga, membuatnya percaya kalau cuma dia yang peduli. Bella jadi sering membangkang, bahkan pernah kabur dari rumah." "Saat itu Papa murka. Bela akhirnya dihukum. Papa nggak mengizinkannya keluar rumah selama berbulan-bulan, bahkan semua alat komunikasinya diambil. Awalnya dia marah, tapi lama-lama dia sadar kalau laki-laki itu cuma memanfaatkan dia."Arjuna mengepalkan tangannya. "Kenapa nggak ada yang cerita soal ini ke aku?"Aksara tersenyum miris. "Bagaimana caranya? Kamu sendiri menghilang tanpa kabar."Arjuna menunduk, merasa bersalah. Penyesalan menggulungnya dalam ombak rasa bersalah yang tak tertahankan."Aku pikir … aku melakukan

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-27
  • SUAMI PENGGANTIKU SEORANG BOS   36. Dikepung

    "Jangan hina suamiku, Mas!" seru Dewi kesal.Gala tak menanggapinya, ia justru mencibir Aksara. "Lucu sekali. Seorang lelaki yang cuma jualan roti, berani-beraninya mengambil calon istriku.""Mas Gala, jangan playing victim! Kamu yang dulu meninggalkanku. Jangan cari masalah deh!"Namun, Gala justru tertawa kecil, ia senang karena bisa memancing amarah mantan kekasihnya itu. Lelaki itu lalu menoleh ke belakang.Dari gang kecil itu, empat pria lain muncul. Mereka adalah teman-teman tongkrongannya."Minggir, Mas! Jangan halangi jalan kami!" ucap Dewi tegas.Tapi Gala hanya melipat tangan dan menatap Aksara dengan licik. "Aku ingin lihat seberapa hebat suamimu ini." Gala menoleh ke belakang dan memberi kode.Tanpa aba-aba, salah satu dari mereka langsung menyerang. Sebuah pukulan mengarah ke wajah Aksara, tapi dengan refleks cepat, ia berhasil menghindar dan membalas dengan satu serangan balik yang membuat pria itu mun

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-27
  • SUAMI PENGGANTIKU SEORANG BOS   37. Karena Kamu

    Dewi menggenggam tangannya erat, lalu mereka berdua berjalan pergi, meninggalkan Gala dan gengnya yang masih terdiam dalam kekalahan.Setelah berjalan beberapa langkah menjauhi gang itu, Dewi masih menggenggam tangan Aksara dengan erat. Ia bisa merasakan detak jantungnya masih berdegup kencang akibat kejadian barusan.Aksara menoleh ke arahnya, melihat betapa tegang wajah istrinya. "Kamu masih takut?" tanyanya dengan suara lembut.Dewi menghela napas panjang, mencoba mengendalikan dirinya. "Aku nggak nyangka bakal ketemu Gala lagi, Mas. Aku pikir dia udah pergi jauh dan nggak akan muncul lagi dalam hidupku."Aksara menggenggam tangan Dewi erat, mencoba memberikan rasa aman. "Sekarang kamu sama aku. Dia nggak akan berani macam-macam lagi."Dewi tersenyum tipis, meskipun hatinya masih sedikit bergetar. "Aku tahu, Mas. Tapi … aku nggak suka lihat kamu harus berkelahi seperti tadi."Aksara mengusap punggung tangannya, menenangkan. "A

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-28
  • SUAMI PENGGANTIKU SEORANG BOS   1. Alasan Sebenarnya

    "Pengantin lelakinya mana? Belum datang juga?" Suara kasak kusuk para pengunjung terdengar. Mereka saling berbisik dan bertanya heran. "Coba hubungi, Pak. Apa ada kendala macet atau karena apa? Kenapa belum datang juga padahal penghulu dan yang lainnya sudah datang?!" tukas ibu dengan raut wajah panik. "Iya, Bu, sebentar. Ibu tenangkan Dewi ya."Ibu mendekat ke arahku dengan tatapan cemas. Meski berusaha tenang, aku tahu betul ibu tak bisa menyembunyikan kekhawatirannya."Nak, Dewi ...." Suara ibu tertahan. Aku segera mengambil ponsel dan menghubungi nomor Mas Gala. Tersambung tapi tak kunjung diangkat. Rasa khawatir kembali menelusup dalam dada. Apa terjadi sesuatu dengannya?Namun tiba-tiba sebuah pesan yang dikirimkan oleh Mas Gala membuat tubuhku lemas seketika.[Maafkan aku, Dewi, aku tak bisa melanjutkan hubungan ini. Pernikahan kita batal. Aku tak sudi punya istri yang sudah tidak pe-ra-wan. Gelar doang gadis, tapi ternyata bekas orang. Cuih. Murahan!]Deg! Jantung berpacu de

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-15
  • SUAMI PENGGANTIKU SEORANG BOS   2. Silakan Ambil Calon Suamiku

    Part 2"De-dewi??" ucapnya dengan wajah pias."Mbak De-wi?" sahut Geni tak kalah kagetnya. Tapi ekspresinya langsung berubah cuek dan sama sekali tidak merasa bersalah.Mereka bangkit berdiri, menatap penampilanku dari ujung kaki sampai ujung kepala."Kenapa Mbak ke sini? Mau cari calon suaminya ya? Duh, sayang banget tapi Mas Gala udah milih aku, Mbak! Tolong ikhlasin saja ya!" tanya Geni dengan raut masam."Dasar pengkhianat kalian! Kau juga, Gen, kenapa kau tega lakukan ini padaku, padahal kita ini saudara!" teriakku lagi.Geni justru tersenyum masam. Ia berjalan mendekat ke arahku dengan tangan bersidekap di dada, seolah menunjukkan sikap angkuhnya."Maaf ya, Mbak Dewi. Bukannya aku mau merebut Mas Gala dari Mbak. Tapi, Mas Gala sendiri yang datang ke sini dan melamarku. Dia bilang dia ingin menikah dengan gadis yang masih perawan tingting bukan gadis bekas orang!"Plaaakkk!!!Tanpa sadar kulayangkan tamparan pada pipi gadis itu. "Jaga bicaramu, Geni! Jangan menuduhku sembarangan

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-15
  • SUAMI PENGGANTIKU SEORANG BOS   3. Pernikahan Tak terduga

    Part 3"Pak, dia .....""Nama saya, Aksara, Pak." Lelaki itu memperkenalkan diri pada bapak dan juga ibu, sembari tersenyum ramah memperlihatkan deretan giginya yang putih."Pak, Mas Aksara ini bosku. Pemilik toko kue tempatku kerja," jelasku dengan nada bergetar.Bapak dan ibu terlihat bingung, seolah tak percaya apa yang baru saja kukatakan."Jadi Mas ini bosnya Dewi? Ibu pikir bos kamu itu udah berumur, ternyata masih muda?!" ujar ibu dengan polosnya Mas Aksara mengangguk dan tersenyum. Aku memang jarang cerita mengenai pekerjaanku pada bapak maupun ibu. Karena mereka pun sibuk bertani. Kumpul di rumah sudah sama-sama capek."Mas Aksara, kenapa tiba-tiba menawarkan diri ingin menikahi Dewi? tanya bapak, mencoba memahami situasi yang semakin membingungkan.Mas Aksara menatapku dengan lembut. "Saya tahu keputusan ini mungkin tampak aneh, tetapi saya percaya bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk bahagia."Bapak dan Ibu saling memandang, sepertinya mempertimbangkan

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-15
  • SUAMI PENGGANTIKU SEORANG BOS   4. Shock

    Part 4Beberapa jam sebelumnya di rumah Geni "Awww ... Ssshh ..." desis Gala sembari meringis kesakitan saat Geni mengompres luka memar di wajahnya."Sakit ya, Mas?"Gala mengangguk pelan."Emang dasar Pak Dhe sialan, datang-datang langsung hajar kamu, malu-maluin!" rutuk Geni kesal."Mbak Dewi juga ngapain nyusul kesini padahal udah jelas-jelas pernikahan dibatalkan! Bikin enek aja!"Gala hanya diam saat Geni masih menggerutu kesal. Pasca keributan tadi pagi, mereka jadi bahan ghibah para tetangga. "Gila kamu ya, Geni! Kok kamu malah ngerebut calon suami Dewi! Gak punya perasaan kamu!" teriak salah satu warga."Kamu juga! Laki-laki macam apa yang membatalkan pernikahan tapi malah lamar gadis lain!""Bukan aku atau Mas Gala yang gila! Mbak Dewi sendiri yang gak bisa jaga kehormatan. Mau nikah malah berhubungan sama pria lain! Laki-laki mana yang mau kalau calon istrinya bekas orang?!" sangkal Geni saat itu tak mau kalah.Geni menggelengkan kepalanya berusaha membuyarkan ingatannya t

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-15
  • SUAMI PENGGANTIKU SEORANG BOS   5. Kesal

    Part 5“Arrgghh! Sungguh menyebalkan! Kenapa tiba-tiba Mbak Dewi nikah sama Mas Aksara sih?!” gerutu Geni dengan sangat kesal.“Malah dikasih barang-barang hadiah dan seserahan yang lengkap pula! Harusnya kan dia menderita bukan malah bahagia kayak gini!”Geni berjalan mondar-mandir di ruang tamu, perasaannya begitu gelisah. Karena yang terjadi tak sesuai dengan rencananya. Kedua tangannya mengepal erat, amarahnya meluap-luap.“Kalau kayak gini Mbak Dewi makin besar kepala! Dia pasti akan menghinaku kembali, ckk!” Geni memanyunkan wajahnya, bibirnya terkatup rapat. Ia merasa tak habis pikir kenapa keberuntungan selalu berpihak pada kakak sepupunya itu.Perempuan itu menghempaskan tubuhnya duduk di sofa. Ia mengambil ponsel ingin menghubungi Gala, dan segera membuka aplikasi whattsapp.Namun matanya terpaku pada status WA Dewi yang baru saja muncul. Karena rasa penasaran, ia mengklik status WA kakak sepupunya itu"Terima kasih, Mas Aksara. Aku gak nyangka kamu malah ngasih kejutan seb

    Terakhir Diperbarui : 2024-11-15

Bab terbaru

  • SUAMI PENGGANTIKU SEORANG BOS   37. Karena Kamu

    Dewi menggenggam tangannya erat, lalu mereka berdua berjalan pergi, meninggalkan Gala dan gengnya yang masih terdiam dalam kekalahan.Setelah berjalan beberapa langkah menjauhi gang itu, Dewi masih menggenggam tangan Aksara dengan erat. Ia bisa merasakan detak jantungnya masih berdegup kencang akibat kejadian barusan.Aksara menoleh ke arahnya, melihat betapa tegang wajah istrinya. "Kamu masih takut?" tanyanya dengan suara lembut.Dewi menghela napas panjang, mencoba mengendalikan dirinya. "Aku nggak nyangka bakal ketemu Gala lagi, Mas. Aku pikir dia udah pergi jauh dan nggak akan muncul lagi dalam hidupku."Aksara menggenggam tangan Dewi erat, mencoba memberikan rasa aman. "Sekarang kamu sama aku. Dia nggak akan berani macam-macam lagi."Dewi tersenyum tipis, meskipun hatinya masih sedikit bergetar. "Aku tahu, Mas. Tapi … aku nggak suka lihat kamu harus berkelahi seperti tadi."Aksara mengusap punggung tangannya, menenangkan. "A

  • SUAMI PENGGANTIKU SEORANG BOS   36. Dikepung

    "Jangan hina suamiku, Mas!" seru Dewi kesal.Gala tak menanggapinya, ia justru mencibir Aksara. "Lucu sekali. Seorang lelaki yang cuma jualan roti, berani-beraninya mengambil calon istriku.""Mas Gala, jangan playing victim! Kamu yang dulu meninggalkanku. Jangan cari masalah deh!"Namun, Gala justru tertawa kecil, ia senang karena bisa memancing amarah mantan kekasihnya itu. Lelaki itu lalu menoleh ke belakang.Dari gang kecil itu, empat pria lain muncul. Mereka adalah teman-teman tongkrongannya."Minggir, Mas! Jangan halangi jalan kami!" ucap Dewi tegas.Tapi Gala hanya melipat tangan dan menatap Aksara dengan licik. "Aku ingin lihat seberapa hebat suamimu ini." Gala menoleh ke belakang dan memberi kode.Tanpa aba-aba, salah satu dari mereka langsung menyerang. Sebuah pukulan mengarah ke wajah Aksara, tapi dengan refleks cepat, ia berhasil menghindar dan membalas dengan satu serangan balik yang membuat pria itu mun

  • SUAMI PENGGANTIKU SEORANG BOS   35. Jangan Hina Suamiku!

    Aksara menatap Arjuna dengan serius. "Dia hampir terjerumus ke dalam hubungan toksik."Arjuna terdiam, menunggu Aksara melanjutkan."Waktu itu dia dekat dengan seorang laki-laki. Awalnya kami pikir nggak ada masalah, tapi ternyata dia manipulator. Dia sengaja menjauhkan Bella dari keluarga, membuatnya percaya kalau cuma dia yang peduli. Bella jadi sering membangkang, bahkan pernah kabur dari rumah." "Saat itu Papa murka. Bela akhirnya dihukum. Papa nggak mengizinkannya keluar rumah selama berbulan-bulan, bahkan semua alat komunikasinya diambil. Awalnya dia marah, tapi lama-lama dia sadar kalau laki-laki itu cuma memanfaatkan dia."Arjuna mengepalkan tangannya. "Kenapa nggak ada yang cerita soal ini ke aku?"Aksara tersenyum miris. "Bagaimana caranya? Kamu sendiri menghilang tanpa kabar."Arjuna menunduk, merasa bersalah. Penyesalan menggulungnya dalam ombak rasa bersalah yang tak tertahankan."Aku pikir … aku melakukan

  • SUAMI PENGGANTIKU SEORANG BOS   34. Momen Haru

    Geni menatapnya tanpa berkedip. Tangannya mengepal, menahan gemetar yang mulai menjalar di tubuhnya."Gara-gara percaya omonganmu juga, aku harus putus dengan Dewi!""Kau menyalahkanku, Mas?""Tentu saja, semua ini kan gara-gara kamu! Dewi malah nikah sama si banci itu!" "Lalu kau anggap aku ini apa, Mas? Hubungan kita selama beberapa bulan yang lalu apa gak berarti buatmu?"Gala menyeringai sinis. "Kamu itu cuma pelarian. Yang aku cinta itu Dewi!"Geni masih menatapnya dengan tajam."Dan dengar ini, Gen, kamu pernah di penjara. Apa kata keluarga dan teman-temanku nanti kalau istriku mantan napi. Hiyy hancur sudah reputasiku!""Aku mungkin mantan napi, tapi kamu? Kamu cuma pecundang yang takut menghadapi konsekuensi dari perbuatanmu sendiri."Wajah Gala langsung memerah. "Kamu—""Kenapa? Yang aku katakan benar 'kan? Mas ninggalin Dewi di hari pernikahan gara-gara video itu! Dasar laki-laki tak

  • SUAMI PENGGANTIKU SEORANG BOS   33. Bertemu

    Beberapa hari berlalu ...Pagi itu, mereka baru saja membuka toko ketika seorang pelanggan tetap datang, seorang ibu paruh baya yang sering membeli roti untuk keluarganya."Mas Aksara, pagi ini roti gandumnya masih ada, kan?" tanya ibu itu dengan ramah."Ada, Bu! Saya ambilkan, ya," jawab Aksara sambil tersenyum dan berjalan ke rak penyimpanan.Dewi ikut membantu membungkus pesanan sang ibu. Sambil menunggu, ibu itu berbasa-basi, "Mas Aksara, saya pernah lihat seseorang yang mirip sekali dengan Mas. Saya kira tadi Mas kerja di bengkel, ternyata ada di sini."Aksara mengernyit. "Bengkel? Bengkel mana, Bu?""Di dekat pasar, bengkel kecil di sebelah toko elektronik. Saya pikir tadi Mas sedang memperbaiki motor, tapi setelah diperhatikan, orang itu punya wajah yang sangat mirip dengan Mas," jelas ibu itu sambil tertawa kecil.Dewi yang mendengar itu langsung menoleh ke arah suaminya. Aksara terdiam sejenak, pikirannya melayang ke satu nama."Mas mungkin saja itu Mas Arjuna?" bisik Dewi se

  • SUAMI PENGGANTIKU SEORANG BOS   32. Kelakuan Geni

    Part 21aDewi mendongak. "Geni? Kau sudah bebas?"Geni tersenyum sinis. "Kenapa? Mbak berharap aku terus di penjara?"Dewi menatap Geni dengan sorot mata terkejut. Kalung di tangannya nyaris terjatuh, tapi ia segera menggenggamnya erat. Ia menghela napas, mencoba menguasai diri."Bukan begitu, tapi siapa---""Hahaha, Mbak gak usah kepo tentang siapa yang menjaminku keluar, yang jelas aku udah ada di sini sekarang."Geni terus mendekat. Langkahnya yang percaya diri menciptakan suara yang memecah keheningan ruangan. Ia menyapu pandangannya ke sekitar rumah, lalu tertawa kecil—tertawa yang terdengar lebih seperti ejekan.Dewi bangkit berdiri, menghadapi Geni. Matanya menyipit, menyembunyikan kebingungannya."Lalu mau apa kamu kesini, Geni?"Geni mengangkat bahu. "Sepertinya aku akan sering main ke sini. Aku suka melihat ekspresi Mbak yang seperti ini—bingung, takut, tapi berpura-pura tegar."Senyumnya melebar, dan ia melangkah lebih dekat hingga wajah mereka hanya terpisah beberapa inci.

  • SUAMI PENGGANTIKU SEORANG BOS   31. Tak Sengaja Bertemu

    Part 20b“Kamu baik-baik aja kan?” Arjuna bertanya dengan nada khawatir.Dewi mengangguk. “Iya, terima kasih banyak, Mas! Aku hampir—” Dewi mulai menjelaskan, tapi Aksara tiba-tiba muncul, ia berlari tergopoh-gopoh menghampirinya.“Dewi! Apa yang terjadi?” Aksara melihat ke arah mereka berdua dan terkejut. “Kamu di sini, Arjuna?”“Aku cuma bantuin istrimu, dia hampir tertabrak,” jawab Arjuna, terlihat sedikit canggung.Aksara menghela napas, merasa lega melihat Dewi baik-baik saja. "Terima kasih, Arjuna."“Gak masalah. Yang penting dia selamat,” jawab Arjuna datar. Ia segera bangkit berdiri dan melangkah pergi meninggalkan mereka.Aksara menatap saudara kembarnya, yang saat ini hanya memakai kaos oblong, dan beberapa noda bekas oli di celana jeansnya."Tunggu!" Aksara mencegat langkahnya. "Kenapa kamu selalu pergi sebelum aku selesai bicara?" Arjuna menghentikan langkahnya. "Aku harus kembali kerja."

  • SUAMI PENGGANTIKU SEORANG BOS   30. Hampir Tertabrak

    Part 20Aksara dan Dewi duduk santai di teras belakang sambil menikmati secangkir kopi. Mereka menanti kue yang dibuat Aksara untuk sampel produksi besok pagi. Suasana malam itu tenang, dengan angin sepoi-sepoi yang menyegarkan.“Maaf ya, Wi, aku belum bisa memberikan rumah yang nyaman untukmu. Kita masih sempit-sempitan tinggal di sini,” ucap Aksara, matanya menerawang jauh ke depan, merenungkan keadaan mereka.“Tidak apa-apa, Mas. Aku justru senang. Di sini terasa lebih hangat. Apalagi ada aroma kue yang manis,” Dewi menjawab dengan lembut, matanya berbinar saat merasakan kehangatan dalam situasi sederhana itu.Aksara tersenyum, merasa lega mendengar jawaban Dewi. “Aku sengaja tidak memperpanjang sewa di perumahan, karena tadinya ingin pulang saja dan tinggal di rumah, tapi kenyataannya berkata lain.”“Mas, kamu sudah memberikan banyak untukku. Kalau kamu rindu suasana rumah, kita bisa pulang ke rumah orang tuaku. Kita kan sudah menjadi

  • SUAMI PENGGANTIKU SEORANG BOS   29. Curi Kesempatan

    Part 19b.Bella terdiam, pertanyaan ayahnya mengusik pikirannya. “Aku cuma gak mau Mas Aksara seperti Mas Arjun, ia benar-benar pergi dan bahkan gak peduli lagi dengan kita!”Pak Arif menatap Bella lebih dalam setelah mendengar nama Arjuna disebut. Wajahnya mengeras sejenak, mengingat putranya yang lebih memilih pergi menjauh dari keluarga dan tidak pernah kembali. Suasana makan malam itu tiba-tiba terasa semakin tegang, seolah beban masa lalu ikut hadir di antara mereka.“Arjuna berbeda, Bella. Jangan bandingkan Aksara dengan Arjun,” ujar Pak Arif dengan nada dingin, jelas menunjukkan bahwa topik Arjuna bukanlah sesuatu yang ingin ia bahas lebih jauh.“Tapi Pa, Mas Aksa bisa aja mengikuti jejak Mas Arjun kalau Papa terus membiarkan ini terjadi. Dewi bisa mempengaruhinya, dan dia akan meninggalkan kita juga!” Bella mengucapkannya dengan nada getir dan penuh kekhawatiran.Pak Arif meletakkan kedua tangannya di meja, menatap putri

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status