Share

Bab 808

Author: Kacang Merah
Mata Syena langsung memerah ketika Morgan membentaknya di depan Reina.

Syena takut pada Morgan, jadi dia menahan diri dan pergi ke kantor Morgan dengan enggan.

Begitu Syena pergi, Morgan langsung menatap Reina. "Mulai sekarang kamu harus bisa begitu. Siapapun yang berani nindas, kamu harus tindas balik."

Setelah itu, Morgan langsung pergi di bawah tatapan bingung Reina.

Saat ini, di kantor Morgan.

Begitu melihat Morgan datang, mata Syena langsung berkaca-kaca, dia tampak sangat sedih.

"Morgan, kenapa kamu malah membentakku di depan Reina? Kamu masih suka sama dia?"

Morgan tidak menjawab secara langsung, tetapi bertanya, "Kamu tahu nggak tadi itu rapat apa?"

Syena menatap Morgan dengan ragu.

"Di depan begitu banyak direksi, kamu sebagai tunanganku malah cari ribut sama Reina. Menurutmu apa yang akan dipikirkan mereka?"

Syena tidak bisa menjawab.

Morgan menambahkan, "Ibuku yang mutusin Reina kerja di sini."

"Ibu mau dia bisa bantuin Kak Max, kamu tahu 'kan Kak Max buta dan banyak orang y
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 809

    Reina melihat Maxime sedang bersandar dan memejamkan matanya.Reina bingung melihat Maxime."Maxime, kamu ngapain?"Maxime baru membuka matanya saat mendengar suara marah Reina. "Di depanku, bilang sama Morgan kalau kamu mau mengundurkan diri."Reina tidak menyangka Maxime akan menyuruh orang menculiknya begini hanya untuk membuatnya mengundurkan diri?"Nggak mau."Reina merasa pekerjaannya sekarang cukup bagus, kenapa dia harus mengundurkan diri?Selain itu, dengan cara ini Reina jadi bisa menghadapi Syena. Kalau sekarang dia mengundurkan diri, bukankah sama saja dia memberi tahu Syena bahwa dia takut padanya?Maxime mengangkat kedua alisnya dan berujar dengan dingin, "Kamu itu lagi hamil anakku, kamu pikir masih bisa balikan sama Morgan?"Reina merasa kesal. Kalau bukan karena Maxime hilang ingatan, ingin sekali dia menonjok pria ini.Melihat Reina tidak berkomentar, Maxime pikir Reina sungguh punya ide ini dalam benaknya. Ekspresi Maxime pun jadi sangat tidak enak dilihat."Reina, j

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 810

    "Jalan The Breeze," jawab si sopir.Dalam ingatan Maxime, jalan The Breeze itu sangat sepi, jarang ada mobil lalu lalang dan bukan tempat para pejalan kaki jalan-jalan. Jadi, Maxime memerintahkan sopirnya."Ikutin dia.""Ya."Padahal, kawasan ini sudah dikuasai Grup Rajawali beberapa tahun lalu dan sekarang sudah menjadi jalan niaga sehingga kondisinya sangat berbeda dengan dulu.Setelah Reina turun dari mobil Maxime, dia pun hendak berbelanja, toh dia sudah tidak ada kerjaan. Kebetulan musim sudah berganti, ini waktu yang tepat baginya untuk membeli baju baru untuk Riki dan Riko.Reina berjalan santai dan lama kelamaan sadar kalau banyak orang yang memperhatikannya. Awalnya Reina pikir semua orang menatapnya karena bekas luka di wajahnya.Seiring berjalannya waktu, Reina menyadari mobil Maxime masih mengikutinya.Mobil Maxime adalah mobil limousin dan di depan kap mobil ada patung emas kecil. Tentu semua orang akan menatapnya.Reina tidak menyangka Maxime akan mengikutinya, dia pikir

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 811

    Gaby sangat kaget dengan mobil yang tiba-tiba muncul di belakangnya, dia menoleh dan mendapati Ekki turun dari mobil."Kok kamu ada di sini?"Ekki terlihat sangat bingung, "Gaby, kamu tinggal di sini?"Gaby mengangguk."Ya, kenapa?""Kok kamu bisa nyewa di sini?""Mau gimana kek caranya, bukan urusanmu." Gaby tidak ingin memberi tahu Ekki bahwa dia sudah mengenal Reina.Gaby hendak masuk, tapi Ekki menahan lengannya."Gaby, ini kediaman utama Keluarga Andara, nggak mungkin disewain. Kamu ketipu, 'kah?"Ekki pikir mungkin ada penjahat yang tahu kata sandi rumah ini, lalu menipu orang-orang seperti Gaby dengan menyewakan rumah ini.Gaby pun jujur pada Ekki, "Jangan khawatir, bukan penipuan kok. Nana yang sewain tempat ini ke aku."Nana?Ekki terkejut bukan main."Maksudmu Reina?""Ya." Gaby mengangguk.Ekki tidak terpikir kalau dalang dibalik kejadian Gaby bisa tahu dirinya makan malam dengan Christy adalah ulah Reina. Ekki pikir Gaby cuma tidak sengaja melihatnya makan malam dengan Chri

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 812

    Agar tidak ketahuan oleh Christy dan Ekki, Reina bersembunyi di ruang satpam.Satpam itu terlihat bingung, "Nyonya, ngapain?""Sst, anggap aja aku nggak di sini.""Oke."Reina meminta satpam untuk menyalakan kamera di pintu depan dan Reina mengawasi kejadian di luar dari layar monitor. Ekki sedang berdiri di pintu menunggu Reina, tapi tiba-tiba malah Christy yang keluar."Kak Ekki."Christy berlari ke arah Ekki dan menatapnya dengan penuh kasih sayang.Spontan, Ekki mundur selangkah dan tidak lagi punya kesan yang baik terhadap Christy, "Nona Christy, panggil aku Pak Ekki."Christy tertegun dan berdiri diam di tempat."Kak Ekki kenapa? Kak Ekki marah sama aku?"Mata Christy sudah berkaca-kaca, dia melangkah maju,"Maaf, Kak Ekki jangan marah. Aku bisa kok minta maaf ke dia.""Minta maaf buat apa?" tanya Ekki.Christy bergumam, "Dia 'kan sudah salah paham sama hubungan kita, jadi aku akan minta maaf."Ekki mengeluarkan ponselnya, menyalakan rekaman dan memperdengarkan pada Christy akan

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 813

    Ekki pun marah saat mendengar Reina tidak menyangkal dan bahkan memberi tahu alasannya, "Aku nggak punya hubungan apa-apa sama Christy. Nyonya tahu nggak gara-gara kejadian itu, Gaby minta putus sama aku?""Apa gunanya kamu jelasin ini ke aku?" Reina malah balik bertanya, "Aku mau tanya, kalau bukan karena aku yang ngasih tahu Gaby kalau kamu dan Christy diam-diam pergi ke restoran buat makan malam, kamu bakal ngulangin hal ini lagi 'kan?""Kamu yakin bisa terus menahan diri supaya nggak terjadi apa-apa?"Ekki tercekat.Sebagai seorang pria, dia sendiri sadar diri kalau sulit menahan nafsu di situasi seperti itu."Christy itu cantik, seksi, punya latar belakang keluarga yang kuat. Berapa banyak pria biasa yang bisa tahan digoda dia?" Reina melanjutkan, "Aku memang punya motif pribadi, aku takut kamu tergoda sama Christy dan nanti bakal berpihak buat bantuin Christy."Ekki terdiam lama setelah penjelasan Reina."Harusnya aku nggak ketemu sama Christy diam-diam, apalagi itu sudah larut m

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 814

    "Apa? Terus apa rencanamu?" tanya Tanu."Ya aku iyain. Sekarang masalahnya si Treya nggak mau tanda tangan."Syena sudah membuat perjanjian untuk memutuskan hubungan antara ibu-anak.Begitu mendengar situasi ini, tatapan Tanu seketika jadi dingin, "Sekarang Treya beneran jadi batu sandungan buat kita. Kayaknya dia nggak mau nyerah kalau belum mati.""Biar Ayah yang turun tangan. Ayah akan membuat wanita sekarat itu menandatangani perjanjianmu juga sekalian tanda tangan surat perceraian.""Oke."...Ada pepatah umum di dunia, harimau tidak akan memakan anak-anaknya jika diracun, tetapi ia tidak akan memakan induknya kecuali anak-anaknya diracun.Pagi itu saat Reina sedang bekerja, Reina ditelepon suster yang mengurus Treya, "Nona Reina, tolong cepat datang. Ada masalah!"Ketika Reina tiba, pintu kamar rawat Treya terkunci.Saat ini di kamar rawat, Treya sedang bersama Tanu dan Syena. Keduanya memaksa Treya tanda tangan.Suster yang diusir keluar pun menjelaskan pada Reina, "Di dalam ada

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 815

    Seketika Syena tersenyum berseri-seri. "Coba dari awal begini, kamu nggak perlu disiksa begini 'kan."Setelah itu Syena mengambil berkas perjanjian dan meletakkannya di hadapan Treya.Dengan tangan gemetar, Treya mengangkat pena, menandatangani berkas itu lalu memberi cap jari.Setelah melakukan semua ini, Treya kembali menatap Syena dengan penuh kebencian, "Aku benar-benar buta. Selama ini aku sangat sayang sama kamu, tapi ternyata kamu yang mengkhianatiku."Syena tidak peduli saat Treya mengumpatnya."Siapa yang nyuruh kamu sayang sama aku? Dari awal juga aku nggak punya perasaan apa-apa ke kamu, aku 'kan dibesarkan sama Liane?"Ucapan ini tiba-tiba mengingatkan Treya akan ucapannya pada Reina, "Dia itu besar di tangan pembantu, aku nggak punya perasaan sedikit pun sama dia."Ini ... karmanya ...."Ini, tanda tangan juga surat cerainya." Tanu ingin mendepak Treya keluar dari rumah dan hidupnya tanpa membawa apa pun.Treya tidak sebodoh itu, dia menjawab, "Aku nggak akan tanda tangan.

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 816

    Bagaimana mungkin ada orang sejahat Treya di dunia ini?Reina masih tidak percaya, "Kamu pasti bohong, 'kan?"Tenggorokan Treya terasa perih."Reina, aku memang hamil, tapi waktu aku hamil, Tanu ngajakin aku balikan. Demi bisa kembali dengannya, akhirnya aku menggugurkan anak itu."Dia melanjutkan, "Tapi setelah aku gugurin kandungan, Tanu bukannya nikahin aku, malah nikahin Liane.""Supaya Anthony nggak curiga, mendekati tanggal persalinan, aku pergi ke panti asuhan buat nyari bayi yang baru lahir.""Bayi itu adalah kamu."Setelah menceritakan semua ini, akhirnya Treya menghela napas lega."Aku ... bersalah pada Anthony ... Aku bersalah padanya ....""Mungkin aku sakit seperti ini karena karmaku karena sudah mengaborsi anak yang sudah genap umur." Treya hanya bisa tersenyum pedih.Pikiran Reina sedang kacau. Dari seorang putri Keluarga Andara, tiba-tiba dia berubah jadi yatim piatu.Reina sangat terhenyak dengan semua perubahan ini terlalu besar untuk dia terima."Pantesan dari kecil

Latest chapter

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2303

    Reina menutup telepon dan akhirnya merasa lega.Selama Syena tidak melakukan sesuatu yang buruk, semuanya tidak apa-apa.Dia sudah makin berumur dan hanya ingin menjalani hidupnya dengan baik.Jika Syena melakukan sesuatu yang salah lagi, dia akan menghabisinya....Musim semi berganti menjadi musim gugur.Waktu berlalu dalam sekejap.Dalam sekejap mata, rambut Reina pun dipenuhi dengan uban. Saat ini, Reina hampir berusia tujuh puluh tahun.Beberapa anak laki-lakinya akhirnya menikah. Anak-anak Riko dan Riki sudah duduk di bangku sekolah dasar.Reina mengambil ponselnya. Pada hari itu, dia mendengar anak buahnya berkata, "Bos, Marshanda meninggal."Meninggal adalah sebuah kata yang sering didengar Reina di masa tuanya.Selama bertahun-tahun, mertuanya juga sudah meninggal dunia.Mantan saudara perempuannya, Brigitta, juga meninggal tahun lalu.Ethan menyusul pada paruh pertama tahun ini.Hanya Erina dan suaminya yang tersisa untuk menjaga bisnis Keluarga Yusdwindra.Suami yang Erina d

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2302

    Sisca pergi ke sekolah dan hendak meminta guru untuk memanggil Talitha. Namun, dia melihat Talitha berdiri di depan gedung sekolah dari kejauhan.Di seberang Talitha ada Syena!Ekspresi Sisca langsung berubah.Dia berjalan cepat menghampiri keduanya. "Talitha."Talitha menoleh ke arahnya. "Ibu."Syena langsung marah mendengar putrinya memanggil wanita lain dengan sebutan ibu."Talitha, aku ini ibumu, dia nggak ada hubungan darah denganmu."Setelah bertahun-tahun tidak bertemu, wajah Syena sangat pucat dan kuyu. Tatapan matanya menatap Sisca lekat-lekat.Sisca juga tidak merasa terintimidasi olehnya, menarik putrinya untuk berdiri di sisinya."Syena, saat itu kamulah yang nggak menginginkan Talitha. Sekarang, kamu ingin mendapatkan anakmu lagi?"Talitha menimpali, "Aku cuma punya satu ibu, namanya Sisca. Nama keluargaku juga Santiago. Jadi, kamu pergi saja dan berhenti mencariku."Mendengar apa yang dikatakan putrinya, gelenyar kelegaan menyelimuti benak Sisca.Syena terlihat makin mura

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2301

    Reina beranjak dan melangkah pergi.Marshanda menatap punggungnya dan tiba-tiba berdiri. "Reina."Langkah kaki Reina terhenti dan dia berbalik untuk menatapnya.Tiba-tiba, mata Marshanda menjadi sedikit memerah."Reina! Aku merasa sepertinya aku melakukan kesalahan."Selama sepuluh tahun terakhir, Marshanda telah bermimpi tentang masa lalu hingga berulang kali.Mimpi itu terjadi di masa lalu, ketika dia baru dijemput oleh Anthony.Saat itu, dia tidak memiliki niat licik. Saat pertama kali bertemu Reina, dia merasa bahwa Reina sangat baik.Reina akan memberinya pakaian yang bagus untuk dipakai!Memberikan makanan yang enak untuknya!Reina juga akan berbagi uang saku dengannya!Mungkin karena dia makin tua, ingatannya tentang ketika dia masih muda menjadi begitu jelas, dia pun bernostalgia.Mendengar Marshanda mengakui kesalahannya, Reina menunjukkan kerumitan di antara kedua alisnya."Itu semua sudah berlalu."Dia hanya mengatakan beberapa kata tanpa menyebutkan maaf.Marshanda memperha

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2300

    Riki benar-benar tidak berubah, ucapannya sangat manis dan masih terus menempel kepadanya.Maxime hendak mengatakan sesuatu tentangnya.Riki melepaskan pelukannya pada Reina dan memujinya."Papa, hari ini Papa bersinar banget dan makin jantan saja. Aku mau belajar dari Papa."Maxime tidak terbujuk oleh perkataannya. "Kalau mau belajar dariku, ikuti kakakmu dan uruslah perusahaan keluarga."Riki menggaruk-garuk kepalanya ketika diminta mengurus perusahaan.Sayangnya, dia benar-benar tidak suka menjadi bos.Dia hanya ingin menjadi seorang penyanyi.Dia mewarisi bakat musik yang kuat dari Reina dan merupakan penyanyi generasi baru.Reina juga memahami kebenaran bahwa setiap anak memiliki potensinya sendiri dan keempat anaknya pun berbeda."Sudah, biarkan Riki melakukan apa pun yang dia inginkan, toh ada Riko yang ngurus perusahaan.""Atau nanti kalau Leo dan Liam sudah besar, mereka juga bisa bantu ngurus perusahaan."Maxime langsung diam begitu Reina berbicara.Riki berterima kasih kepad

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2299

    Revin memang cukup terlambat saat menikah. Belakangan, dia menelepon Reina dan mengatakan bahwa dia punya anak.Maxime sedikit tercengang. "Dia punya anak dari mana? Bukannya dia nggak nikah?"Sejujurnya, Maxime juga mengagumi Revin.Sebagai seorang pria, dia sangat menyukai Reina dengan sepenuh hati dan perasannya tidak pernah berubah.Maxime menduga bahwa Revin tidak pernah menikah karena Reina.Setiap kali mendengar tentang Revin, Maxime langsung ketakutan, takut pria ini akan datang dan merebut istrinya."Katanya sih bayi tabung," kata Reina.Maxime mendengarkan dengan serius. "Siapa ibu dari anak itu?"Reina menggelengkan kepalanya. "Aku nggak tahu, katanya sih rahasia dan nggak ada yang tahu siapa ibu dari anak itu. Tapi, Revin sangat luar biasa. Gen yang dia pilih pasti sangat bagus juga."Mendengar ini, Maxime mengangguk setuju.Hatinya sangat lega.Dia sudah sangat tua, sekarang Revin akhirnya memiliki seorang anak sendiri. Dia seharusnya tidak lagi akan memiliki ketertarikan

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2298

    Jess tidak tahu apa yang ada di pikiran Erik. Dia mengangkat tangannya dan menepuk pundaknya. "Bodoh, mana mungkin aku nikah sama orang lain, aku saja sudah punya kamu sama anak kita."Erik menganggukkan kepalanya dan tersenyum. "Aku tahu kalau istriku ini memang sangat mencintaiku. Cuma aku, 'kan?"Jess ragu-ragu sejenak, tetapi dengan cepat mengangguk."Ya, tentu saja."Keraguannya yang sangat tipis ini masih bisa ditangkap oleh Erik.Itu juga pertama kalinya Erik menyadari bahwa dia bisa menjadi begitu peka dan perasa, seperti seorang wanita.Dulu, hanya wanita yang selalu khawatir dia macam-macam. Sekarang, keadaan berbalik dan dia selalu mengkhawatirkan Jess.Ada pepatah yang ternyata memang benar.Jika dunia bertanya apa itu cinta, cinta adalah sesuatu yang bisa menaklukkan segalanya.Jess adalah orang yang bisa menaklukkannya....Lima belas tahun telah berlalu.Tanpa disadari, keempat putra Reina dan Maxime telah tumbuh dewasa dan semuanya sangat tampan.Riko adalah yang paling

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2297

    Entah kebetulan atau tidak, Jess yang saat itu berada jauh di Kota Simaliki juga bermimpi.Dalam mimpi itu, dia benar-benar menikah dengan Morgan dan memiliki seorang anak.Ketika terbangun dari mimpi itu, entah kenapa hati Jess terasa kosong. Dia tidak tahu kenapa ada emosi rumit di dalam hatinya.Dia menoleh ke samping, melihat seorang anak kecil yang sedang tidur di sampingnya.Di sisi anak itu ada suaminya, Erik.Wajah pria itu terlihat tampan saat tidur. Saat sinar matahari menyinarinya, dia terlihat makin memukau.Sudut mulut Jess tanpa sadar terangkat. Dia mengulurkan tangan dan menyentuh putranya yang menggemaskan, sebelum meletakkan tangannya di sisi wajah Erik dan menyentuhnya.Erik merasakan sentuhan di wajahnya. Dengan mata terpejam, dia mengangkat tangannya dan meraih tangan Jess, menariknya ke pelukannya."Tanganmu dingin? Sini aku hangatkan." Dia bahkan tidak membuka matanya dan apa yang dia lakukan tampak natural.Jess memperhatikan tindakannya dan hatinya menjadi hanga

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2296

    Mata sipit Maxime sedikit menyipit. "Apa itu?"Sulit untuk menyembunyikan ketegangan di wajah Morgan."Itu cuma koran. Aku bosan dan mau mengisi waktu luang. Jangan diambil, ya?"Melihat raut wajahnya, Maxime tahu bahwa itu jelas bukan koran biasa.Maxime kembali menepis Morgan, berjalan dengan cepat untuk mengambil koran itu.Maxime membukanya dan isinya penuh dengan informasi tentang Jess.Morgan menerjang ke arah Maxime, seolah-olah rahasianya telah terbongkar.Namun, dengan kondisi fisiknya saat ini, Maxime bisa menghindar dengan mudah.Suara Morgan terdengar serak, "Kembalikan, ini milikku!"Maxime menatapnya dengan acuh."Sepertinya kamu lebih peduli sama asistenmu itu daripada Nana."Morgan tersipu malu."Apa kamu bercanda? Siapa juga yang suka sama dia. Aku nggak tertarik sedikit pun sama dia."Dia masih bersikap keras kepala.Maxime bisa melihatnya. Aktingnya benar-benar sangat kentara."Kalau begitu akan aku bawakan koran lain biar kamu bisa baca."Setelah mengatakan itu, Max

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2295

    "Sekarang, semuanya sudah jelas, jadi mulai sekarang kamu nggak perlu menjagaku lagi. Aku baik-baik saja," kata Reina.Namun, Maxime menggelengkan kepalanya. "Nggak, sekarang aku nggak terbiasa."Dia mengikuti Reina setiap hari, jadi tidak terbiasa jika harus terpisah darinya.Reina tidak berdaya ketika melihat ini."Baiklah, tapi kamu harus berubah secara perlahan."Terus menempel pada orang lain juga cukup merepotkan.Dia juga menginginkan waktu untuk dirinya sendiri.Maxime mengiakan, "Ya, terserah kamu saja."Keesokan harinya.Maxime benar-benar tidak mengikuti Reina ke tempat kerja. Dia mengutus seseorang untuk menjaganya, sementara dia sendiri kembali ke IM Group untuk bekerja.Ketika Gaby dan Sisil mengetahui bahwa Maxime telah kembali ke IM Group, mereka semua terlihat terkejut."Kenapa Pak Maxime tiba-tiba berubah pikiran?" Gaby terkejut.Sisil berbisik, "Bos, apa kalian bertengkar?"Reina menggelengkan kepalanya. "Nggak kok, hubungan kami baik-baik saja. Aku mencoba bicara ba

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status