Share

Bab 1815

Penulis: Kacang Merah
Liane tampak pucat, tapi dia tetap lanjut bicara.

"Dulu, Ibu 'kan sudah dijebak oleh saudara angkatku dan banyak minum obat. Ibu juga pernah dikurung dan hampir mati terbakar, waktu itu Ibu menghirup terlalu banyak gas berbahaya. Meski ayahmu menyelamatkanku, tapi Ibu menderita luka bakar parah dan hampir mati."

"Sejak itu meski Ibu sudah berobat, berbagai penyakit tetap menggerogoti tubuh Ibu, wajar kalau umur Ibu nggak akan panjang."

Reina mendengarkan dalam diam, dia tidak tahu harus berkata apa, tenggorokannya terasa seperti tersayat pisau.

Saat akhirnya bisa menemukan ibu kandungnya, mereka malah akan terpisah oleh kematian.

Liane bisa melihat kesedihan Reina. Dia ingin menghibur Reina, tapi tidak tahu harus berkata apa.

Liane juga merasa sangat bersalah. Reina tumbuh tanpa kasih sayang ibu dan tertindas dari kecil.

"Nana ... Ibu memang nggak berguna. Meski akhirnya bisa menemukanmu, tapi nggak lama lagi aku akan mati."

Reina hanya bisa menggeleng.

"Bu, jangan bilang begitu. Aku n
Bab Terkunci
Lanjutkan Membaca di GoodNovel
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Theresia
Aaah baru gini aja w dah mewek.. gimana nnt kalau sudah benar2 meninggal ...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 1816

    Maxime terdiam, dia juga tidak tahu harus menjawab apa.Reina tidak menunggu jawaban Maxime dan langsung melanjutkan, "Aku cuma asal tanya."Reina tersenyum pahit.Sebenarnya bukan kematian yang Reina takuti, tapi dia takut orang-orang di sekitarnya yang akan meninggalkannya.Pertama ayahnya, lalu Lyann ....Sekarang, kesehatan ibunya semakin buruk.Belakangan ini Reina sering memimpikan orang-orang meninggalkannya. Saat bangun, wajah Reina penuh dengan derai air mata.Maxime memeluknya dengan lembut."Jangan terlalu dipikirkan, semua orang 'kan bakal mati dan kita akan berkumpul kembali di satu tempat."Reina tercekat saat mendengar kata 'berkumpul kembali'. "Serius?" tanya Reina."Ya, serius."Padahal dulu Maxime tidak mungkin akan mengucapkan kata-kata seperti ini. Maxime juga tidak paham saat ini dirinya kenapa.Sebenarnya bagi Maxime hidup dan mati dan bukanlah masalah besar, tapi dia tidak tega melihat Reina sedih.Karena mereka sedang di tempat umum, Reina keluar dari pelukan Ma

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 1817

    Mungkin karena posisinya sekarang Reina tiba-tiba merasakan kasih sayang seorang ibu yang begitu lama dia dambakan, jadi Reina sangat takut kehilangan.Reina membasuh dirinya dengan air dingin berulang kali untuk membuat dirinya merasa lebih baik, lalu keluar dari kamar mandi.Malam itu.Reina minta Maxime untuk pulang dan menjaga Riki, sementara dia tinggal bersama Liane.Vior juga mau tinggal.Liane dengan terpaksa menyetujui kemauan kedua orang itu.Malamnya, Liane kembali merasa sangat kesakitan.Dia menggertakkan gigi dan tidak bisa tidur sama sekali.Reina yang tahu kondisi Liane pun mendatanginya, "Ibu nggak bisa tidur ya? Ngobrol sebentar yuk? Lagian aku juga nggak ngantuk."Vior juga mengangguk berulang kali."Iya Bi, kita ngobrol yuk?"Liane setuju, "Oke."Vior yang pertama membuka obrolan, "Kak Nana, ceritain masa kecilmu dong, aku belum tahu lho."Masa kecil ....Ketika Reina menceritakan masa kecilnya, dia tidak menyebutkan hal-hal yang tidak menyenangkan dan hanya menceri

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 1818

    Alana mengernyit, "Ya ampun aku jalannya sudah pelan banget lho. Harus sepelan apa lagi? aku ini hamil, bukan lumpuh, oke? Sudah sana iiih, nggak usah ngurusin aku!"Sejak Jovan tahu Alana hamil, dia melarang Alana makan ini dan itu.Sekarang bahkan Alana dipaksa jalan selambat siput karena Jovan takut Alana tertabrak.Alana benar-benar tidak bisa bebas."Kamu itu istriku dan kamu lagi hamil anakku. Kalau bukan aku yang peduli sama kamu, siapa lagi yang peduliin kamu? Sudahlah nurut aja." Jovan dengan hati-hati menatap Alana.Alana malas berdebat dengan Jovan.Saat ini koridor rumah sakit mulai ramai oleh anggota keluarga pasien, dokter dan suster.Ketika Jovan melihat orang-orang ini berjalan ke arahnya, dia langsung melindungi Alana sambil berkata, "Awas-awas! Jalannya di pinggir sana, jangan dekat-dekat istriku, dia lagi hamil."Para suster dan dokter tahu siapa Jovan, jadi mereka langsung minggir.Namun, para pasien dan anggota keluarga pasien tidak tahu siapa Jovan, mereka juga ti

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 1819

    Alana langsung menghampiri dan menggenggam tangan Reina, "Hari ini kamu bakal dioperasi 'kan? Aku datang buat nemenin kamu, sekalian jenguk Bibi Liane juga."Reina mengangguk."Ibuku kayaknya belum bangun.""Nggak apa-apa. Kita tunggu di luar aja, lagian hari ini aku nggak ada urusan kok."Setelah Alana hamil, Jovan menyerahkan pekerjaan Alana pada orang lain.Alana jadi seorang pengangguran yang tidak melakukan apa pun sekarang.Alana duduk di samping Reina dan melihat sekeliling, "Ngomong-ngomong, Maxime mana?""Dia anterin Riki ke sekolah pagi ini, sebentar lagi juga datang."Deron sekarang lagi sibuk. Reina baru tenang kalau Maxime sendiri yang mengantar Riki ke sekolah.""Oh, baiklah." Alana meraih tangan Reina dan menghiburnya lagi.Reina mendengarkan dalam diam dan mengangguk, dari luar dia tidak terlihat terlalu sedih.Alana memahami kesedihan di hatinya."Nggak apa-apa, Nana." Alana memeluknya.Jovan berdiri diam di samping, dia tidak tahu bagaimana harus menenangkan Reina."Y

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 1820

    Liane merasa lega."Andai aja suatu hari kamu nggak mencintainya lagi, tolong jangan sakiti dia ya, antar saja pulang ke Keluarga Yinandar." Liane yang sudah kenyang asam garam kehidupan tahu, janji seseorang tidak dapat bertahan lama.Maxime paham apa yang dipikirkan Liane, dia juga tahu ucapan saja tidak akan membuktikan apa-apa.Maxime berlutut dan berkata, "Bu, aku tahu janji dengan kata-kata nggak ada artinya. Aku akan membuktikannya dengan tindakan.""Aku sudah menyerahkan seluruh saham Grup IM atas nama Nana. Kalau aku menyakitinya, pastinya dia nggak akan sengsara."Sebenarnya dengan Grup Yinandar di tangan, Reina tidak perlu khawatir akan uang dan materi. Tapi inilah rasa aman, perlindungan dan janji yang diberikan Maxime padanya.Liane mengangguk sungguh-sungguh, "Oke, aku juga akan ngomongin Nana untuk tinggal bersamamu dan jadi istri yang baik.""Ya." Maxime tersenyum, "Kita balik ya dan nungguin Nana selesai operasi.""Oke."Maxime mendorong Liane kembali.Pesan Liane ini

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 1821

    Semua orang mengobrol sebentar dan karena takut mengganggu istirahat Reina dan Liane, mereka pun pamit pulang.Mereka pergi berpasang-pasangan.Sekarang Deron dan Sisil sudah berani berpegangan tangan.Ekki dan Gaby bahkan memberi tahu kabar baik bahwa Gaby sedang hamil.Di antara ketiga pasangan, hanya Brigitta dan Ethan yang terlihat sangat asing dan berjalan jauh-jauhan.Ethan tidak senang melihat momen ini, tapi dia tidak bisa menunjukkannya di depan banyak orang.Ketika hendak pergi, dia ditarik oleh Jovan."Ethan, bentar lagi aku punya anak lho.""Oh, Erina malah sudah hampir dua tahun," sahut Ethan.Jovan terdiam."Terus kenapa? Mulai sekarang, putriku pasti bakal lebih cantik dari putrimu." Jovan membual.Ethan memutar matanya, "Emangnya sudah tahu anakmu itu perempuan atau bukan?"Jovan terdiam lagi.Benar juga, sekarang dia juga belum tahu anaknya perempuan atau laki-laki.Semua tergantung takdir. Lihat saja Maxime yang ingin dikaruniai anak perempuan, ternyata keempat anakny

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 1822

    Awalnya, semua berjalan dengan indah.Keduanya bertunangan dan Brigitta sering ke Grup Yusdwindra menemui Ethan.Dulu Ethan tidak terlalu antusias pada Brigitta, sikapnya selalu dingin dan acuh tak acuh.Bagi orang luar, Brigitta seperti hidup di dunia mimpi.Setelah lulus, orangtua kedua belah pihak pun mulai mendiskusikan pernikahan.Namun tidak lama sebelum pernikahan, tiba-tiba Keluarga Fandie bangkrut dan tidak berapa lama orangtua Brigitta pun meninggal dunia.Brigitta mengalami pukulan yang begitu berat, bahkan untuk sementara waktu dia menolak untuk bicara.Ethan dan Brigitta tetap menikah dan tinggal di kediaman Keluarga Yusdwindra, tapi di malam pernikahan mereka, Ethan malah mengucapkan kata yang membuat Brigitta sedih.Sejak saat itu, Brigitta tidak pernah lagi memperhatikan Ethan.Meski mereka adalah pasangan, namun tidak terlihat seperti pasangan.Ketika Brigitta mengingat masa itu, dia pun menarik tangannya dari genggaman Ethan.Saat tangan Ethan terasa kosong, dia menat

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 1823

    Brigitta membelalak tidak percaya.Di matanya, Ethan bersikap biasa. Tidak suka juga tidak benci.Apalagi awalnya Ethan tidak pernah menyatakan cinta padanya. Pria itu juga tidak pernah membelikan hadiah atau memberikan apa pun padanya seperti pasangan lain yang sedang jatuh cinta.Apa maksudnya cuma mau menikah hanya dengannya?ibu Ethan melihat Brigitta seperti tidak memercayainya.Dia menghela napas."Brigitta, aku nggak bohong. Kamu pikir aja sendiri. Waktu keluargamu bangkrut, sebenarnya Keluarga Yusdwindra bisa membatalkan pertunangan kalian."Tangan Brigitta menegang.ibu Ethan melanjutkan, "Meski keluarga kami akan ikut malu juga, tapi setidaknya kami nggak rugi apa-apa. Masalahnya, Ethan nggak mau dan bilang cuma akan menikah kalau sama kamu. Kami nggak bisa mengaturnya, makanya kami hanya bisa mengizinkan Ethan menikahimu.""Waktu itu dia benar-benar keras kepala, bahkan berlutut lama sekali."Brigitta tidak menyangka Ethan akan memohon pada orangtua untuk bisa menikahinya.B

Bab terbaru

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2303

    Reina menutup telepon dan akhirnya merasa lega.Selama Syena tidak melakukan sesuatu yang buruk, semuanya tidak apa-apa.Dia sudah makin berumur dan hanya ingin menjalani hidupnya dengan baik.Jika Syena melakukan sesuatu yang salah lagi, dia akan menghabisinya....Musim semi berganti menjadi musim gugur.Waktu berlalu dalam sekejap.Dalam sekejap mata, rambut Reina pun dipenuhi dengan uban. Saat ini, Reina hampir berusia tujuh puluh tahun.Beberapa anak laki-lakinya akhirnya menikah. Anak-anak Riko dan Riki sudah duduk di bangku sekolah dasar.Reina mengambil ponselnya. Pada hari itu, dia mendengar anak buahnya berkata, "Bos, Marshanda meninggal."Meninggal adalah sebuah kata yang sering didengar Reina di masa tuanya.Selama bertahun-tahun, mertuanya juga sudah meninggal dunia.Mantan saudara perempuannya, Brigitta, juga meninggal tahun lalu.Ethan menyusul pada paruh pertama tahun ini.Hanya Erina dan suaminya yang tersisa untuk menjaga bisnis Keluarga Yusdwindra.Suami yang Erina d

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2302

    Sisca pergi ke sekolah dan hendak meminta guru untuk memanggil Talitha. Namun, dia melihat Talitha berdiri di depan gedung sekolah dari kejauhan.Di seberang Talitha ada Syena!Ekspresi Sisca langsung berubah.Dia berjalan cepat menghampiri keduanya. "Talitha."Talitha menoleh ke arahnya. "Ibu."Syena langsung marah mendengar putrinya memanggil wanita lain dengan sebutan ibu."Talitha, aku ini ibumu, dia nggak ada hubungan darah denganmu."Setelah bertahun-tahun tidak bertemu, wajah Syena sangat pucat dan kuyu. Tatapan matanya menatap Sisca lekat-lekat.Sisca juga tidak merasa terintimidasi olehnya, menarik putrinya untuk berdiri di sisinya."Syena, saat itu kamulah yang nggak menginginkan Talitha. Sekarang, kamu ingin mendapatkan anakmu lagi?"Talitha menimpali, "Aku cuma punya satu ibu, namanya Sisca. Nama keluargaku juga Santiago. Jadi, kamu pergi saja dan berhenti mencariku."Mendengar apa yang dikatakan putrinya, gelenyar kelegaan menyelimuti benak Sisca.Syena terlihat makin mura

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2301

    Reina beranjak dan melangkah pergi.Marshanda menatap punggungnya dan tiba-tiba berdiri. "Reina."Langkah kaki Reina terhenti dan dia berbalik untuk menatapnya.Tiba-tiba, mata Marshanda menjadi sedikit memerah."Reina! Aku merasa sepertinya aku melakukan kesalahan."Selama sepuluh tahun terakhir, Marshanda telah bermimpi tentang masa lalu hingga berulang kali.Mimpi itu terjadi di masa lalu, ketika dia baru dijemput oleh Anthony.Saat itu, dia tidak memiliki niat licik. Saat pertama kali bertemu Reina, dia merasa bahwa Reina sangat baik.Reina akan memberinya pakaian yang bagus untuk dipakai!Memberikan makanan yang enak untuknya!Reina juga akan berbagi uang saku dengannya!Mungkin karena dia makin tua, ingatannya tentang ketika dia masih muda menjadi begitu jelas, dia pun bernostalgia.Mendengar Marshanda mengakui kesalahannya, Reina menunjukkan kerumitan di antara kedua alisnya."Itu semua sudah berlalu."Dia hanya mengatakan beberapa kata tanpa menyebutkan maaf.Marshanda memperha

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2300

    Riki benar-benar tidak berubah, ucapannya sangat manis dan masih terus menempel kepadanya.Maxime hendak mengatakan sesuatu tentangnya.Riki melepaskan pelukannya pada Reina dan memujinya."Papa, hari ini Papa bersinar banget dan makin jantan saja. Aku mau belajar dari Papa."Maxime tidak terbujuk oleh perkataannya. "Kalau mau belajar dariku, ikuti kakakmu dan uruslah perusahaan keluarga."Riki menggaruk-garuk kepalanya ketika diminta mengurus perusahaan.Sayangnya, dia benar-benar tidak suka menjadi bos.Dia hanya ingin menjadi seorang penyanyi.Dia mewarisi bakat musik yang kuat dari Reina dan merupakan penyanyi generasi baru.Reina juga memahami kebenaran bahwa setiap anak memiliki potensinya sendiri dan keempat anaknya pun berbeda."Sudah, biarkan Riki melakukan apa pun yang dia inginkan, toh ada Riko yang ngurus perusahaan.""Atau nanti kalau Leo dan Liam sudah besar, mereka juga bisa bantu ngurus perusahaan."Maxime langsung diam begitu Reina berbicara.Riki berterima kasih kepad

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2299

    Revin memang cukup terlambat saat menikah. Belakangan, dia menelepon Reina dan mengatakan bahwa dia punya anak.Maxime sedikit tercengang. "Dia punya anak dari mana? Bukannya dia nggak nikah?"Sejujurnya, Maxime juga mengagumi Revin.Sebagai seorang pria, dia sangat menyukai Reina dengan sepenuh hati dan perasannya tidak pernah berubah.Maxime menduga bahwa Revin tidak pernah menikah karena Reina.Setiap kali mendengar tentang Revin, Maxime langsung ketakutan, takut pria ini akan datang dan merebut istrinya."Katanya sih bayi tabung," kata Reina.Maxime mendengarkan dengan serius. "Siapa ibu dari anak itu?"Reina menggelengkan kepalanya. "Aku nggak tahu, katanya sih rahasia dan nggak ada yang tahu siapa ibu dari anak itu. Tapi, Revin sangat luar biasa. Gen yang dia pilih pasti sangat bagus juga."Mendengar ini, Maxime mengangguk setuju.Hatinya sangat lega.Dia sudah sangat tua, sekarang Revin akhirnya memiliki seorang anak sendiri. Dia seharusnya tidak lagi akan memiliki ketertarikan

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2298

    Jess tidak tahu apa yang ada di pikiran Erik. Dia mengangkat tangannya dan menepuk pundaknya. "Bodoh, mana mungkin aku nikah sama orang lain, aku saja sudah punya kamu sama anak kita."Erik menganggukkan kepalanya dan tersenyum. "Aku tahu kalau istriku ini memang sangat mencintaiku. Cuma aku, 'kan?"Jess ragu-ragu sejenak, tetapi dengan cepat mengangguk."Ya, tentu saja."Keraguannya yang sangat tipis ini masih bisa ditangkap oleh Erik.Itu juga pertama kalinya Erik menyadari bahwa dia bisa menjadi begitu peka dan perasa, seperti seorang wanita.Dulu, hanya wanita yang selalu khawatir dia macam-macam. Sekarang, keadaan berbalik dan dia selalu mengkhawatirkan Jess.Ada pepatah yang ternyata memang benar.Jika dunia bertanya apa itu cinta, cinta adalah sesuatu yang bisa menaklukkan segalanya.Jess adalah orang yang bisa menaklukkannya....Lima belas tahun telah berlalu.Tanpa disadari, keempat putra Reina dan Maxime telah tumbuh dewasa dan semuanya sangat tampan.Riko adalah yang paling

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2297

    Entah kebetulan atau tidak, Jess yang saat itu berada jauh di Kota Simaliki juga bermimpi.Dalam mimpi itu, dia benar-benar menikah dengan Morgan dan memiliki seorang anak.Ketika terbangun dari mimpi itu, entah kenapa hati Jess terasa kosong. Dia tidak tahu kenapa ada emosi rumit di dalam hatinya.Dia menoleh ke samping, melihat seorang anak kecil yang sedang tidur di sampingnya.Di sisi anak itu ada suaminya, Erik.Wajah pria itu terlihat tampan saat tidur. Saat sinar matahari menyinarinya, dia terlihat makin memukau.Sudut mulut Jess tanpa sadar terangkat. Dia mengulurkan tangan dan menyentuh putranya yang menggemaskan, sebelum meletakkan tangannya di sisi wajah Erik dan menyentuhnya.Erik merasakan sentuhan di wajahnya. Dengan mata terpejam, dia mengangkat tangannya dan meraih tangan Jess, menariknya ke pelukannya."Tanganmu dingin? Sini aku hangatkan." Dia bahkan tidak membuka matanya dan apa yang dia lakukan tampak natural.Jess memperhatikan tindakannya dan hatinya menjadi hanga

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2296

    Mata sipit Maxime sedikit menyipit. "Apa itu?"Sulit untuk menyembunyikan ketegangan di wajah Morgan."Itu cuma koran. Aku bosan dan mau mengisi waktu luang. Jangan diambil, ya?"Melihat raut wajahnya, Maxime tahu bahwa itu jelas bukan koran biasa.Maxime kembali menepis Morgan, berjalan dengan cepat untuk mengambil koran itu.Maxime membukanya dan isinya penuh dengan informasi tentang Jess.Morgan menerjang ke arah Maxime, seolah-olah rahasianya telah terbongkar.Namun, dengan kondisi fisiknya saat ini, Maxime bisa menghindar dengan mudah.Suara Morgan terdengar serak, "Kembalikan, ini milikku!"Maxime menatapnya dengan acuh."Sepertinya kamu lebih peduli sama asistenmu itu daripada Nana."Morgan tersipu malu."Apa kamu bercanda? Siapa juga yang suka sama dia. Aku nggak tertarik sedikit pun sama dia."Dia masih bersikap keras kepala.Maxime bisa melihatnya. Aktingnya benar-benar sangat kentara."Kalau begitu akan aku bawakan koran lain biar kamu bisa baca."Setelah mengatakan itu, Max

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2295

    "Sekarang, semuanya sudah jelas, jadi mulai sekarang kamu nggak perlu menjagaku lagi. Aku baik-baik saja," kata Reina.Namun, Maxime menggelengkan kepalanya. "Nggak, sekarang aku nggak terbiasa."Dia mengikuti Reina setiap hari, jadi tidak terbiasa jika harus terpisah darinya.Reina tidak berdaya ketika melihat ini."Baiklah, tapi kamu harus berubah secara perlahan."Terus menempel pada orang lain juga cukup merepotkan.Dia juga menginginkan waktu untuk dirinya sendiri.Maxime mengiakan, "Ya, terserah kamu saja."Keesokan harinya.Maxime benar-benar tidak mengikuti Reina ke tempat kerja. Dia mengutus seseorang untuk menjaganya, sementara dia sendiri kembali ke IM Group untuk bekerja.Ketika Gaby dan Sisil mengetahui bahwa Maxime telah kembali ke IM Group, mereka semua terlihat terkejut."Kenapa Pak Maxime tiba-tiba berubah pikiran?" Gaby terkejut.Sisil berbisik, "Bos, apa kalian bertengkar?"Reina menggelengkan kepalanya. "Nggak kok, hubungan kami baik-baik saja. Aku mencoba bicara ba

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status