Share

Bab 1694

Author: Kacang Merah
Syena benar-benar terdiam.

Seluruh tubuhnya gemetar, dia hanya bisa menangis, "Bu, aku salah. Aku ... aku khilaf Bu, aku nggak bermaksud menyakiti Ibu."

"Ini obat keras untuk membuat seseorang perlahan sakit kronis. Kamu masih bisa bilang ini khilaf?" Liane merasa lelah dengan Syena.

Syena menangis, bukan karena penyesalan tapi karena ketakutan.

Sekarang Liane punya begitu banyak bukti di tangannya, dia bisa saja mengirim Syena ke penjara.

"Bu, aku sudah ditipu orang lain, aku benar-benar nggak punya maksud apa-apa. Bu, kita 'kan sudah bersama puluhan tahun, tolong maafkan aku." Syena memohon.

Liane menghela napas dalam-dalam mendengar alasan Syena.

"Jangan khawatir, aku nggak akan masukin kamu ke penjara meski kamu sudah melakukan tindakan kriminal. Lagipula, kamu sudah memanggilku 'Ibu' selama 20 tahun ini."

Barulah beban yang menimpa hati Syena terangkat.

Liane menambahkan, "Tapi mulai sekarang, kamu bukan lagi putriku. Aku minta Pak Gilbert membuat perjanjian, nanti kamu tinggal ta
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 1695

    Syena tersedak oleh isak tangisnya dan mengangguk, "Terus kita harus gimana sekarang? Kulihat sepertinya dia nggak mungkin berubah pikiran lagi."Tanu juga tidak tahu harus berbuat apa.Dia menghela napas berulang kali, "Kenapa bisa ketahuan? Liane itu sangat jeli, dia tahu kamu ingin menyakitinya, mana mungkin dia mau melepaskanmu?""Katanya demi hubungan kami selama ini, dia nggak akan masukin aku ke penjara."Ini standar kebaikan Liane.Bagaimanapun, dari dulu Liane selalu mendambakan bisa menemukan putrinya dan sebelum itu terjadi, dia memberikan segalanya pada Syena."Nggak apa-apa, jangan khawatir."Tanu menepuk punggung Syena. Setelah berpikir lama, dia tiba-tiba terpikir sesuatu, "Syena, mumpung semua belum selesai, asal kita bisa menyingkirkannya secepat mungkin, kita masih bisa merebut harta Keluarga Yinandar."Mata Syena memerah, dia menatap Tanu dengan bingung."Dia sudah ngusir aku, bahkan aku nggak bisa dekat dengannya.""Makanya kamu harus berusaha untuk tetap rendah hat

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 1696

    Netizen membelalak tidak percaya saat melihat Syena minta maaf."Sekarang baru minta maaf? Dari dulu ke mana aja?""Iya, baru minta maaf setelah terekspos. Kalau nggak terekspos, apa dia mau minta maaf?""Apa ada bukti dia digosipin karyawan? Dari luar sih kelihatan minta maaf, tapi siapa tahu sebenarnya dia cuma mau jelasin kalau dia nggak salah."Netizen sepertinya tidak setuju dengan permintaan maaf Syena.Reina juga memperhatikan komentar netizen.Dia bertanya pada Sisil, "Kamu sudah menghubungi ketiga karyawan itu?"Sisil terlihat risau, "Sudah, tapi mereka menolak memaafkan Syena dan bersikeras mengajukan tuntutan.""Kamu sudah tanya mereka mau apa?""Mereka bilang mau kompensasi dan kami sudah setuju kasih mereka kompensasi tiga kali lipat, tapi mereka masih ngotot mengajukan tuntutan."Reina kembali ke kantornya."Masalah ini nggak sesederhana itu," ucap Reina.Biasanya, manusia akan mencari jalan keluar untuk mencapai tujuan masing-masing.Karena yang diinginkan ketiga gadis i

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 1697

    Reina memperhatikan perilaku karyawan ini.Reina pun berkata, "Apa kamu tahu merekam diam-diam dan menjadikannya berita adalah tindakan ilegal?"Tangan karyawan yang memegang pena perekam mematung."Boleh aku masuk dan ngobrol?" kata Reina lagi.Gadis itu mengangguk, tetapi tetap tidak mematikan rekamannya.Reina dan Sisil masuk, sekilas melihat ruang siaran langsung ketiga orang itu.Ruang siaran langsung masih berjalan dan netizen merasa sangat bingung."Lho? Penyiarnya mana? Kok nggak ada orang?""Sepertinya ada yang datang tadi. Nggak tahu deh mereka pergi ke mana.""Wah, mereka harus lebih hati-hati lho. Nggak gampang akun biasa gini bisa bertahan tetap eksis ....""Omong-omong, mereka belum balik juga lho. Apa terjadi sesuatu?""..."Komentar netizen makin ramai.Ketiga wanita itu saling bertatapan beberapa kali dan sepertinya memutuskan untuk tidak menghentikan siaran langsung.Penyiar utama sengaja meninggikan suaranya, "Bos datang karena komentar netizen di internet?""Mungkin

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 1698

    Reina menambahkan, "Kalau kalian nggak balik ke kantor, kantor yang rugi. Terlepas dari kalian balik atau nggak, aku sudah minta departemen keuangan untuk membayar kompensasi kalian. Kalian bisa kembali kapan saja."Reina mengucapkan kalimat ini dengan penuh ketulusan.Kecuali si penyiar utama, dua orang lainnya tergerak.Meski mereka menghasilkan banyak uang selama periode ini, tapi penghasilan mereka tidak stabil.Apalagi perlakuan Grup Yinandar sangat baik, uang pensiunan yang perusahaan berikan lebih tinggi dari umumnya.Kedua wanita itu menarik-narik pakaian penyiar utama.Mereka hanya ikut-ikutan, uang yang mereka peroleh hanya sedikit lebih banyak dari gaji bulanan. Kalau suatu hari akun mereka tidak melejit lagi, mereka harus bagaimana?Namun, penyiar utama yang bisa mendapat sampai miliaran dalam sebulan tentu tidak mau mengalah. Dia mengabaikan dua rekannya dan berkata, "Nggak, terima kasih. Kami benar-benar tersinggung.""Baiklah, semoga masa depan kalian cerah." Reina berka

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 1699

    "Tapi, Bu Liane, mungkin malah akan merugikan Bu Liane kalau kita mengumumkannya sekarang," kata Sekretaris Liane dengan ragu.Sudah satu tahun lebih berlalu semenjak Liane menemukan putri kandungnya, tapi baru sekarang dia ingin memutuskan hubungan ibu-anak dengan putri angkatnya. Mau apa pun alasannya, ini bukanlah sesuatu yang dapat dibenarkan."Ngapain juga aku peduli dengan reputasiku di saat aku sebentar lagi bakal mati?""Apa Bu Liane juga ingin mengumumkan kejahatan yang Syena tujukan kepada Bu Liane?" tanya Sekretaris Liane.Kemungkinan besar publik juga tidak bisa berkomentar jahat apa pun seandainya masalah itu ikut dipublikasikan.Namun, Liane malah menggeleng, "Nggak usah. Aku sudah janji akan melepaskan Syena, jadi aku nggak ingin membuat kehebohan apa pun.""Baiklah."Sekretaris Liane mengangguk mengerti.Menurutnya, Liane terlalu baik pada Syena. Bukan hanya memberikan Syena sandang, pangan dan papan, tapi juga sangat toleran.Di saat media sosial makin panas, akun prib

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 1700

    Syena sama sekali tidak menyangka akan mengalami hal sememalukan ini. Bisa-bisanya bawahan yang dulu dia pandang sebelah mata kini mengusirnya dengan tidak hormat begini.Akhirnya, Syena mengambil barang-barang pribadinya dan melemparkannya ke asistennya, "Ayo pergi."Asisten itu sudah menemani Syena dari masa kejayaannya. Sayang sekali sekarang Syena harus berakhir jatuh seperti ini.Syena menyadari tatapan asisten itu dan menoleh dengan dingin, "Kenapa? Sekarang kamu lagi mengasihaniku? Kukasih tahu, ya, aku juga nggak bakal selamanya kayak gini! Sekalipun aku bukan lagi putrinya Liane, tetap saja asisten kecil sepertimu nggak mungkin bisa menandingi aset dan kekuasaan yang kumiliki!"Rasa simpati yang semula tersorot dalam tatapan asisten itu langsung berubah menjadi kesal.Apa Syena tidak menyadari situasinya saat ini? Bisa-bisanya dia tetap bersikap merendahkan begini? Apa dia pikir semua orang di dunia ini berutang budi padanya?Asisten itu akhirnya memutuskan dalam hati untuk la

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 1701

    Melihat Sisil sangat bahagia, Reina pun tersenyum.Tapi sejujurnya, bagi orang seperti Reina yang tidak butuh harta kekayaan, menjadi orang terkaya atau tidak bukan hal yang penting.Mungkin pemikiran ini agak munafik, tapi memang demikian adanya.Dari kecil, Reina bukan iri dengan keluarga kaya tapi dengan orang yang tinggal di keluarga yang harmonis dan bahagia.Mungkin ini yang namanya, kita akan menginginkan sesuatu yang kita tidak bisa miliki.Dari kecil Reina sudah hidup enak, hanya saja dia tidak dicintai.Kabar ini bukan hanya menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen, tapi juga menghebohkan seluruh Keluarga Sunandar.Aarav sedang duduk di sofa langsung bangkit berdiri saking kagetnya, "Jadi ke depannya Grup Yinandar akan diwariskan ke Reina?"Melisha juga terlihat sangat cemburu."Reina beruntung banget."Dulu semua orang menertawakan Reina karena cacat pendengaran. Tapi sekarang, tiba-tiba Reina jadi seorang putri pewaris sebuah perusahaan raksasa.Rendy sampai tidak bi

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 1702

    Reina merasa sangat lelah setelah menghadapi mereka satu per satu."Sisil, lain kali kamu aja yang angkat telepon semacam ini. Cari aja alasan, aku sibuk.""Oke." Sisil langsung menyanggupi.Pulang kerja, alih-alih bergegas pulang, Reina malah pergi ke rumah sakit.Dia berdiri di pintu kamar rawat, tapi tidak masuk.Sekretaris Liane yang menyadari kehadirannya, "Nona sudah datang? Ayo cepat masuk."Lisia tampak antusias.Reina masuk ke dalam kamar dan mendapati wajah Liane terlihat lebih pucat dari sebelumnya."Bu Liane, gimana kondisimu?"Mendengar pertanyaan Reina yang penuh perhatian, Liane pun tidak memedulikan panggilan formal Reina padanya, "Sudah baikan. Sini, duduk di sampingku."Reina ragu-ragu sesaat, lalu duduk di samping ranjang Liane.Liane mau menyentuh Reina, tetapi takut putrinya keberatan, jadi Liane menurunkan lagi tangan yang tadinya sudah terangkat."Nana, gimana kerjaan? Apa ada yang mempersulitmu?"Reina menggeleng, "Semua baik-baik saja. Manajemen senior dan peme

Latest chapter

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2303

    Reina menutup telepon dan akhirnya merasa lega.Selama Syena tidak melakukan sesuatu yang buruk, semuanya tidak apa-apa.Dia sudah makin berumur dan hanya ingin menjalani hidupnya dengan baik.Jika Syena melakukan sesuatu yang salah lagi, dia akan menghabisinya....Musim semi berganti menjadi musim gugur.Waktu berlalu dalam sekejap.Dalam sekejap mata, rambut Reina pun dipenuhi dengan uban. Saat ini, Reina hampir berusia tujuh puluh tahun.Beberapa anak laki-lakinya akhirnya menikah. Anak-anak Riko dan Riki sudah duduk di bangku sekolah dasar.Reina mengambil ponselnya. Pada hari itu, dia mendengar anak buahnya berkata, "Bos, Marshanda meninggal."Meninggal adalah sebuah kata yang sering didengar Reina di masa tuanya.Selama bertahun-tahun, mertuanya juga sudah meninggal dunia.Mantan saudara perempuannya, Brigitta, juga meninggal tahun lalu.Ethan menyusul pada paruh pertama tahun ini.Hanya Erina dan suaminya yang tersisa untuk menjaga bisnis Keluarga Yusdwindra.Suami yang Erina d

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2302

    Sisca pergi ke sekolah dan hendak meminta guru untuk memanggil Talitha. Namun, dia melihat Talitha berdiri di depan gedung sekolah dari kejauhan.Di seberang Talitha ada Syena!Ekspresi Sisca langsung berubah.Dia berjalan cepat menghampiri keduanya. "Talitha."Talitha menoleh ke arahnya. "Ibu."Syena langsung marah mendengar putrinya memanggil wanita lain dengan sebutan ibu."Talitha, aku ini ibumu, dia nggak ada hubungan darah denganmu."Setelah bertahun-tahun tidak bertemu, wajah Syena sangat pucat dan kuyu. Tatapan matanya menatap Sisca lekat-lekat.Sisca juga tidak merasa terintimidasi olehnya, menarik putrinya untuk berdiri di sisinya."Syena, saat itu kamulah yang nggak menginginkan Talitha. Sekarang, kamu ingin mendapatkan anakmu lagi?"Talitha menimpali, "Aku cuma punya satu ibu, namanya Sisca. Nama keluargaku juga Santiago. Jadi, kamu pergi saja dan berhenti mencariku."Mendengar apa yang dikatakan putrinya, gelenyar kelegaan menyelimuti benak Sisca.Syena terlihat makin mura

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2301

    Reina beranjak dan melangkah pergi.Marshanda menatap punggungnya dan tiba-tiba berdiri. "Reina."Langkah kaki Reina terhenti dan dia berbalik untuk menatapnya.Tiba-tiba, mata Marshanda menjadi sedikit memerah."Reina! Aku merasa sepertinya aku melakukan kesalahan."Selama sepuluh tahun terakhir, Marshanda telah bermimpi tentang masa lalu hingga berulang kali.Mimpi itu terjadi di masa lalu, ketika dia baru dijemput oleh Anthony.Saat itu, dia tidak memiliki niat licik. Saat pertama kali bertemu Reina, dia merasa bahwa Reina sangat baik.Reina akan memberinya pakaian yang bagus untuk dipakai!Memberikan makanan yang enak untuknya!Reina juga akan berbagi uang saku dengannya!Mungkin karena dia makin tua, ingatannya tentang ketika dia masih muda menjadi begitu jelas, dia pun bernostalgia.Mendengar Marshanda mengakui kesalahannya, Reina menunjukkan kerumitan di antara kedua alisnya."Itu semua sudah berlalu."Dia hanya mengatakan beberapa kata tanpa menyebutkan maaf.Marshanda memperha

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2300

    Riki benar-benar tidak berubah, ucapannya sangat manis dan masih terus menempel kepadanya.Maxime hendak mengatakan sesuatu tentangnya.Riki melepaskan pelukannya pada Reina dan memujinya."Papa, hari ini Papa bersinar banget dan makin jantan saja. Aku mau belajar dari Papa."Maxime tidak terbujuk oleh perkataannya. "Kalau mau belajar dariku, ikuti kakakmu dan uruslah perusahaan keluarga."Riki menggaruk-garuk kepalanya ketika diminta mengurus perusahaan.Sayangnya, dia benar-benar tidak suka menjadi bos.Dia hanya ingin menjadi seorang penyanyi.Dia mewarisi bakat musik yang kuat dari Reina dan merupakan penyanyi generasi baru.Reina juga memahami kebenaran bahwa setiap anak memiliki potensinya sendiri dan keempat anaknya pun berbeda."Sudah, biarkan Riki melakukan apa pun yang dia inginkan, toh ada Riko yang ngurus perusahaan.""Atau nanti kalau Leo dan Liam sudah besar, mereka juga bisa bantu ngurus perusahaan."Maxime langsung diam begitu Reina berbicara.Riki berterima kasih kepad

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2299

    Revin memang cukup terlambat saat menikah. Belakangan, dia menelepon Reina dan mengatakan bahwa dia punya anak.Maxime sedikit tercengang. "Dia punya anak dari mana? Bukannya dia nggak nikah?"Sejujurnya, Maxime juga mengagumi Revin.Sebagai seorang pria, dia sangat menyukai Reina dengan sepenuh hati dan perasannya tidak pernah berubah.Maxime menduga bahwa Revin tidak pernah menikah karena Reina.Setiap kali mendengar tentang Revin, Maxime langsung ketakutan, takut pria ini akan datang dan merebut istrinya."Katanya sih bayi tabung," kata Reina.Maxime mendengarkan dengan serius. "Siapa ibu dari anak itu?"Reina menggelengkan kepalanya. "Aku nggak tahu, katanya sih rahasia dan nggak ada yang tahu siapa ibu dari anak itu. Tapi, Revin sangat luar biasa. Gen yang dia pilih pasti sangat bagus juga."Mendengar ini, Maxime mengangguk setuju.Hatinya sangat lega.Dia sudah sangat tua, sekarang Revin akhirnya memiliki seorang anak sendiri. Dia seharusnya tidak lagi akan memiliki ketertarikan

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2298

    Jess tidak tahu apa yang ada di pikiran Erik. Dia mengangkat tangannya dan menepuk pundaknya. "Bodoh, mana mungkin aku nikah sama orang lain, aku saja sudah punya kamu sama anak kita."Erik menganggukkan kepalanya dan tersenyum. "Aku tahu kalau istriku ini memang sangat mencintaiku. Cuma aku, 'kan?"Jess ragu-ragu sejenak, tetapi dengan cepat mengangguk."Ya, tentu saja."Keraguannya yang sangat tipis ini masih bisa ditangkap oleh Erik.Itu juga pertama kalinya Erik menyadari bahwa dia bisa menjadi begitu peka dan perasa, seperti seorang wanita.Dulu, hanya wanita yang selalu khawatir dia macam-macam. Sekarang, keadaan berbalik dan dia selalu mengkhawatirkan Jess.Ada pepatah yang ternyata memang benar.Jika dunia bertanya apa itu cinta, cinta adalah sesuatu yang bisa menaklukkan segalanya.Jess adalah orang yang bisa menaklukkannya....Lima belas tahun telah berlalu.Tanpa disadari, keempat putra Reina dan Maxime telah tumbuh dewasa dan semuanya sangat tampan.Riko adalah yang paling

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2297

    Entah kebetulan atau tidak, Jess yang saat itu berada jauh di Kota Simaliki juga bermimpi.Dalam mimpi itu, dia benar-benar menikah dengan Morgan dan memiliki seorang anak.Ketika terbangun dari mimpi itu, entah kenapa hati Jess terasa kosong. Dia tidak tahu kenapa ada emosi rumit di dalam hatinya.Dia menoleh ke samping, melihat seorang anak kecil yang sedang tidur di sampingnya.Di sisi anak itu ada suaminya, Erik.Wajah pria itu terlihat tampan saat tidur. Saat sinar matahari menyinarinya, dia terlihat makin memukau.Sudut mulut Jess tanpa sadar terangkat. Dia mengulurkan tangan dan menyentuh putranya yang menggemaskan, sebelum meletakkan tangannya di sisi wajah Erik dan menyentuhnya.Erik merasakan sentuhan di wajahnya. Dengan mata terpejam, dia mengangkat tangannya dan meraih tangan Jess, menariknya ke pelukannya."Tanganmu dingin? Sini aku hangatkan." Dia bahkan tidak membuka matanya dan apa yang dia lakukan tampak natural.Jess memperhatikan tindakannya dan hatinya menjadi hanga

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2296

    Mata sipit Maxime sedikit menyipit. "Apa itu?"Sulit untuk menyembunyikan ketegangan di wajah Morgan."Itu cuma koran. Aku bosan dan mau mengisi waktu luang. Jangan diambil, ya?"Melihat raut wajahnya, Maxime tahu bahwa itu jelas bukan koran biasa.Maxime kembali menepis Morgan, berjalan dengan cepat untuk mengambil koran itu.Maxime membukanya dan isinya penuh dengan informasi tentang Jess.Morgan menerjang ke arah Maxime, seolah-olah rahasianya telah terbongkar.Namun, dengan kondisi fisiknya saat ini, Maxime bisa menghindar dengan mudah.Suara Morgan terdengar serak, "Kembalikan, ini milikku!"Maxime menatapnya dengan acuh."Sepertinya kamu lebih peduli sama asistenmu itu daripada Nana."Morgan tersipu malu."Apa kamu bercanda? Siapa juga yang suka sama dia. Aku nggak tertarik sedikit pun sama dia."Dia masih bersikap keras kepala.Maxime bisa melihatnya. Aktingnya benar-benar sangat kentara."Kalau begitu akan aku bawakan koran lain biar kamu bisa baca."Setelah mengatakan itu, Max

  • Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit   Bab 2295

    "Sekarang, semuanya sudah jelas, jadi mulai sekarang kamu nggak perlu menjagaku lagi. Aku baik-baik saja," kata Reina.Namun, Maxime menggelengkan kepalanya. "Nggak, sekarang aku nggak terbiasa."Dia mengikuti Reina setiap hari, jadi tidak terbiasa jika harus terpisah darinya.Reina tidak berdaya ketika melihat ini."Baiklah, tapi kamu harus berubah secara perlahan."Terus menempel pada orang lain juga cukup merepotkan.Dia juga menginginkan waktu untuk dirinya sendiri.Maxime mengiakan, "Ya, terserah kamu saja."Keesokan harinya.Maxime benar-benar tidak mengikuti Reina ke tempat kerja. Dia mengutus seseorang untuk menjaganya, sementara dia sendiri kembali ke IM Group untuk bekerja.Ketika Gaby dan Sisil mengetahui bahwa Maxime telah kembali ke IM Group, mereka semua terlihat terkejut."Kenapa Pak Maxime tiba-tiba berubah pikiran?" Gaby terkejut.Sisil berbisik, "Bos, apa kalian bertengkar?"Reina menggelengkan kepalanya. "Nggak kok, hubungan kami baik-baik saja. Aku mencoba bicara ba

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status