Home / Young Adult / Ratu Indigo VS Bad Boy / Bab 128. Cucu Kesayangan

Share

Bab 128. Cucu Kesayangan

Author: Dewiluna
last update Last Updated: 2025-01-04 22:55:25

Raga membuka mata. Dia mengerjap beberapa kali, berusaha menyesuaikan cahaya yang masuk.

Butuh waktu beberapa detik bagi Raga untuk mengamati keadaan di sekitarnya. Langit-langit putih adalah hal pertama yang dia sadari.

“Lah? Gue di rumah sakit?” Tanya Raga heran.

Sebelum ini Raga ada di padang rumput, lalu di pedesaan. Sekarang, dia kembali ke rumah sakit lagi?

“Rumah sakit?” Raga terdiam sesaat sebelum berteriak keras. “Amira!”

Begitu nama Amira terlintas dalam benak Raga, dia langsung berlari. Tanpa peduli dengan langkah yang sempoyongan, atau kepala yang berat karena masih menyesuaikan keadaan, Raga menggerakkan kakinya cepat.

“Gue enggak pindah rumah sakit, kan?” Raga menyusuri lorong dengan langkah terseok.

Keadaan Raga membuat para perawat langsung menghampiri. Dua orang perawat membantu Raga berdiri.

“Di mana?” Raga bertanya dengan napas tersendat. “Di mana ruang operasi?”

Raga merasa bodoh sekarang karena tidak bisa mengingat di mana Amira dioperasi. Sebelumnya, Raga te
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Kikan Selviani Putri
Heriii, kamu jahat bangeetttt. Padahal belum mengenal Amira dengan benar, tapi kamu malah menduga-duga seperti itu. Heri, yang kamu lakukan melukai hati kecil aku yang rapuh. Aku ga bisa diginiin Heriiii. Gak, gak bisa bangeeettt. ...
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Ratu Indigo VS Bad Boy   Bab 129. Tanpa Sayap

    Jelas Amira terbangun di kamar rumah sakit. Dia memandang langit-langit kamar yang ada di atasnya lurus. Amira berkedip beberapa kali untuk membuat penglihatannya lebih baik. “Sakit banget,” lirih Amira pelan.Baru kali ini Amira merasa jika tubuhnya tak bisa digerakkan sama sekali. Dia harus menunggu beberapa saat sampai ujung jarinya bisa digerakkan. “Amira,” suara lembut menyapa telinga Amira. Amira menoleh, dan melihat Raga ada di sampingnya. “Akhirnya lo bangun juga!” ucap Raga dengan suara serak. Amira terkejut saat Raga tiba-tiba mendekat padanya. Cowok itu duduk di samping Amira, menghabiskan jarak di antara mereka.“Gue bersyukur banget!” Raga memasang wajah penuh kelegaan. “Gue sempet mikir, gimana jadinya kalau sampai elo enggak selamat ….”Raga mengingat waktu yang dia lalui saat menunggui Amira di depan ruang operasi. Rasa putus asa membelitnya dengan begitu erat, membuat Raga merasa sesak tak berdaya. “Please, Amira. Lain kali, jangan berkorban buat gue.”Raga seri

    Last Updated : 2025-01-05
  • Ratu Indigo VS Bad Boy   Bab 130. Momen yang Tertunda

    Di ruang rawat ini, ada dua orang, Raga dan Amira. Di atas tempat tidur, keduanya menghabiskan jarak. Entah sejak kapan, tubuh Raga naik sepenuhnya ke atas ranjang yang sudah ditempati oleh Amira. Raga mengerang sesaat. Rasanya dia bisa terbawa jika tidak berhenti sekarang. “Sorry,” ucap Raga lirih. Raga menarik kepalanya mundur. Dia menjauh. Namun, di saat yang sama, rona merah wajah Amira, kembali membuat Raga menggila. “Jangan liat gue begitu,” sambung Raga kemudian. Amira tidak sadar jika saat ini dia sedang menatap Raga dengan pandangan kecewa. Seperti Amira tidak rela saat Raga menyudahi tautan bibir mereka. “Lo mau gue lanjutin?” Raga menanyakan pertanyaan gila, dan Amira menanggapi dengan sama gilanya. Gadis itu malah menutup kedua matanya. “Astaga, Amira,” keluh Raga pelan. Raga tak bisa menahan diri. Sekali lagi, bibirnya menyapa bibir Amira. Kali ini bahkan lebih hangat dari sebelumnya. Amira tidak tahu kenapa dia pasrah begini. Hanya ada satu hal

    Last Updated : 2025-01-06
  • Ratu Indigo VS Bad Boy   Bab 131. Status Baru

    Raga menghela ketika melihat penampilan Amira saat ini. Penyangga tangan yang terpasang, membuat dirinya kian merasa bersalah. “Harusnya lo bilang ke gue kalau enggak mau!” Melihat rasa bersalah Raga, membuat Amira jadi tidak nyaman. Ini bukan tentang dirinya yang ingin menolak.“Gue bukannya enggak mau!” Ketus Amira, kesal. Sumpah, saat mengatakan hal ini, dia malu sekali. Apa yang Amira katakan seperti sedang mengakui terang-terangan bagaimana perasaannya pada Raga. Masalahnya adalah–“Raga!” Pintu kamar Amira terbuka begitu saja. Ada Heri dan kedua orang tua Raga yang bergegas masuk ke dalam. Sekarang Raga menoleh ke arah Amira, dia jadi tahu alasan Amira yang mendorongnya menjauh. Pasti karena Amira telah melihat bayangan masa depan tentang kakek dan orang tuanya yang akan datang. “Kenapa kamu tidak di kamar? Kamu harusnya beristirahat. Ini sudah malam. Kakek mencarimu ke mana-mana!”Heri memicing tak suka ke arah Amira. Tatapan yang mampu membuat Amira mengkerut ke sisi. Ami

    Last Updated : 2025-01-07
  • Ratu Indigo VS Bad Boy   Bab 132. Ketika Otak Ketinggalan

    Amira tidak tahu berapa lama lagi Heri dan Raga saling adu tatap seperti ini. Yang jelas, Amira merasa sesak sekarang. Dia bingung harus bagaimana, atau bahkan harus memasang wajah seperti apa. "Raga akan pergi setelah makan malam, Kek." Raga sudah berucap. Dia menunggu, dan tidak ada jawaban. Bahkan seorang Heri, bergeming saja tidak. "Kek, tangan Amira luka gara-gara Raga," tegas Raga sambil menunjuk. "Amira pasti kesusahan makan pakai tangan kiri!" Keduanya pun saling melempar pandang. Keras kepalanya Raga, berhadapan dengan keangkuhan Heri. Sungguh combo yang sangat luar biasa. Waktu berlalu, dan tidak ada yang mau mengalah. Keheningan membuat Amira tercekik. Terpaksa dia berinisiatif. Amira membuka mulutnya sebelum dia benar-benar mati dalam udara berat yang menggantung. "Gue bisa makan sendiri, Raga …." Amira berucap pelan. Tangannya menepuk lengan Raga lembut, mencoba memberi pengertian. “Enggak perlu dibantuin.”"Enggak!" Bantah Raga, masih batu. "Tangan lo enggak bisa d

    Last Updated : 2025-01-08
  • Ratu Indigo VS Bad Boy   Bab 133. Cinta Setengah Tugas

    Amira sangat sangat terpaksa menerima suapan dari Raga, daripada cowok itu menjadi lebih gila lagi. Di atas ranjang rumah sakit, Amira membuka mulutnya. Dia menerima suapan demi suapan dari Raga. Setelahnya, Amira meminum obatnya dalam sekali teguk. “Lo yang makan sekarang!" Perintah sinis Amira malah membuat Raga tersenyum. “Makasih perhatiannya, Sayang.” Amira mendelik saat melihat Raga yang mengedip genit. Ingin rasanya Amira mencolok kedua mata cowok yang baru mengakui dirinya sebagai pacar itu. Dia tidak suka Raga yang seenaknya. Namun, meski dongkol, Amira tidak membantah pengakuan Raga. Entahlah. Dia sepertinya akan menerima status baru yang Raga berikan. Raga akan menjadi pacar pertamanya. ‘Berhentilah tersenyum!’ Amira mengutuk dirinya sendiri. Daripada terus cengengesan seperti orang gila, Amira memilih untuk merebahkan dirinya. Amira tak sadar, kapan kedua matanya terpejam. “Amira?” Raga menoleh dari piring makan malamnya saat dia selesai. Dilihatnya Amira sudah m

    Last Updated : 2025-01-09
  • Ratu Indigo VS Bad Boy   Bab 134. Grup Chat

    "Jadwalnya bisa disesuaikan jika Tuan Raga mau," ucap Leon tiba-tiba. Leon jelas mengamati perangai Raga sejak tadi. Meski dia berdiri di sudut kamar inap Raga. Dari sana, Leon bisa melihat dahi Raga yang berkerut. Bahkan omelan Raga juga sampai ke telinganya. "Enggak usah." Raga membuat senyum miring. "Gue bakal ikutin jadwal Kakek, tapi pake cara gue sendiri."Leon memicing curiga. Dia yakin saat ini Raga memiliki sebuah rencana dalam otaknya. Baru saja Leon menjadi asisten Raga, dia bisa memastikan jika Raga adalah seseorang yang cerdas, tapi juga penuh perhitungan. Terbukti dari cara Raga yang tidak mengubah sama sekali apa yang Heri berikan. Raga pasti ingin membuat Heri senang. Namun, saat Raga mengatakan jika itu semua akan dilakukan dengan caranya, maka Leon tahu kalau Raga bukanlah seseorang yang mudah ditaklukkan. "Ngomong-ngomong, lo tau enggak di mana barang-barang gue? Handphone?" Raga baru ingat tentang hal lain setelah Amira sadar. Bisa dibilang, dia hampir melupaka

    Last Updated : 2025-01-10
  • Ratu Indigo VS Bad Boy   Bab 135. Rating Amira

    Semalam, Raga terpaksa menutup matanya rapat karena Leon benar menungguinya. Kesetiaan asisten kakeknya sungguh di luar nalar. Entah kapan Leon tidur. Saat Raga terbangun di pagi hari, Leon sudah ada di kamarnya, tepat di samping Raga."Coba cek apa Amira udah bangun. Gue mau ke kamar mandi dulu," ucap Raga sambil menguap.Masih belum genap jam 6, tapi bisa saja Amira sudah bangun. Raga mau langsung ke tempat Amira jika gadis itu sudah bangun. Tidak juga. Meski Amira masih tidur, dia akan tetap ke sana. "Nona Amira masih tidur, Tuan Raga.” Leon sudah sampai di depan pintu kamar mandi, menyambut Raga. Raga mengangguk. Dia mengambil pakaian ganti yang disediakan oleh Leon dan memakainya cepat. Sambil menyugar rambutnya rapi, Raga menunjuk ke pintu keluar. “Ke tempat Amira.” Leon mengikuti langkah Raga. Di depan kamar Amira, mereka berhenti. Leon mendengus mendapati tuan mudanya ini mengecek penampilan dulu lewat kamera handphone yang sejak tadi dibawa oleh Raga. “Tuan sudah tampan.

    Last Updated : 2025-01-11
  • Ratu Indigo VS Bad Boy   Bab 136. Tugas Tersembunyi

    Leon mengajak Alex duduk. Mereka mengawasi Raga dan Amira dari sofa yang ada di sudut kamar inap Amira. “Permisi,” suara ketukan di pintu terdengar. “Masuk,” jawab Leon seraya membuka pintu.Dua perawat datang membawa kereta makanan. Leon memang sudah berpesan pada perawat untuk membawakan sarapan Raga ke kamar Amira juga. “Simpan di sini saja,” ucap Leon. Dia memberhentikan para perawat itu. “Tolong ambilkan juga sarapan untuk pasien ini, ya.” Tangan Leon menunjuk ke arah Alex.Perawat itu mengangguk mengerti. Keduanya pamit kemudian. “Tuan Raga, mau saya siapkan makanannya sekarang?” Melihat Raga yang mengangguk, Leon pun berjalan mendekat. Dia menyiapkan makanan, memastikan Raga tak membutuhkannya lagi, sebelum kembali pada Alex. “Jadi,” panggil Leon pada Alex. Dia menoleh ke arah Alex yang duduk di sebelahnya. “Bisa katakan padaku tentang hubungan Tuan Raga dan Nona Amira?” Leon memang memiliki tugas khusus, selain sekedar mendampingi Raga. Tugas untuk mencari tahu lebih ba

    Last Updated : 2025-01-12

Latest chapter

  • Ratu Indigo VS Bad Boy   Bab 238. Hari Bahagia yang Ternoda

    “Kalian hebat!” Reynald tak berhenti memberikan pujian. Acara open house sudah selesai, dan bagi Reynald acara kali ini sukses. “Persiapan kita sebentar, tapi kalian bisa melakukannya dengan sangat sangat baik.” Berkali-kali Reynald memuji mereka, sampai Amira mungkin bisa sampai ke atas langit jika pujian itu ditumpuk. “Makasih, Pak. Bapak juga hebat bisa membuat banyak orang datang dan melihat open house sekolah kita.” Reynald mengangguk senang. Dia kemudian merapikan meja di depannya. Ruang kepala sekolah Laveire sudah disulap menjadi ruang perayaan. “Makanannya sudah datang,” ucap Reynald sambil menunjuk ke arah Alex yang baru masuk ke ruangan. Reynald memang meminta bantuan Alex untuk mengambil makanan yang dia pesan secara online. “Ayo kita makan dulu! Saya sudah menyiapkan kue juga.” Evan bersorak gembira. Dia terlihat menutupi rasa kecewa akibat kandasnya perasaan pada Amira. “Potong kuenya, Pak!” Seru Evan bersemangat. Evan, Michelle, Febby, Amira, Raga, Dik

  • Ratu Indigo VS Bad Boy   Bab 237. Melodi Persahabatan

    “Jangan ingkar janji.” Senyum Raga melebar sempurna. Dia mengangguk bersemangat sebelum membiarkan Amira pergi menjauh darinya. “Ayo kita berikan tepuk tangan yang meriah!” Sorak-sorai bersahutan saat Amira naik ke panggung. “Amira!” Hal itu membuat Amira cukup tertekan. Apalagi saat Amira mengingat kenyataan tentang skill menyanyi pas-pasan miliknya. “Gue harus coba.” Amira meyakinkan dirinya sendiri. “Karena kesempatan ini mungkin cuma datang sekali, yang pertama juga yang terakhir.” Amira tersenyum lebar. Dia mengangkat kedua tangannya tinggi. “Come on! Sing with me!” Ketukan ceria terdengar. Amira pun mulai menyanyikan baris pertama dari “Price Tag” dengan penuh percaya diri. Saat itu juga, Raga tersenyum. Dia memandang Amira lekat. Harusnya Raga tahu kalau lagu yang dipilih Amira pasti yang seperti ini. “Lagu yang elo banget,” gumamnya pelan. Amira turun dari panggung setelah mendapatkan banyak tepuk tangan. Dia berjalan mendekat pada Raga. Mereka punya waktu k

  • Ratu Indigo VS Bad Boy   Bab 236. Nada untuk Satu Nama

    “Bisa,” balas Amira menantang. “Apa sih yang enggak buat lo?” Karena sudah terlanjur basah, sekalian saja berendam.“Nanti, siap-siap aja.” Raga mengedipkan sebelah mata.Amira hanya bisa tertawa melihat pacarnya itu menjadi genit sekarang. Tiba-tiba saja ponsel Amira bergetar. Ada panggilan masuk dari Evan.Amira mendengarkan suara dari seberang sebelum akhirnya mengangguk. “Gue ke sana sekarang.”Raga tahu arti ucapan Amira. Dia ikut bersiap bersama sang pacar. “Evan mau tampil,” ucap Amira menjelaskan. “Gue juga diminta siap-siap, soalnya gue tampil habis dia.”Raga mengangguk mengerti. Dia menyempatkan diri untuk menghapus sisa air mata di pipi Amira sebelum menggandeng Amira kembali. Saat itu, Amira bukan hanya merasa senang, tapi lega. Setidaknya, Raga ada di sisinya. Keduanya berjalan menyusuri lorong sambil bergandengan, mengabaikan tatapan orang yang memicing pada mereka.“Kalian sudah baikan?” Tanya Evan setibanya Amira dan Raga di belakang panggung. Cowok itu menunjuk

  • Ratu Indigo VS Bad Boy   Bab 235. Pertaruhan

    “Bagus!” Amira bisa merasakan pelukan erat Raga. Cowok itu membuatnya hampir tidak bisa bernapas. “Berhenti! Gue bisa mati!” Keluh Amira.“Sorry!” Raga mengurai pelukannya. “Gue cuma seneng banget. Akhirnya lo mau terima gue dengan jawaban yang jelas. Jadi sekarang gue bisa susun rencana selanjutnya.”Amira tersentak sesaat. “Rencana … apa?”Raga tidak menjawab. Dia malah menarik Amira kembali ke pelukan. “Nikahin lo. Secepatnya.” Raga dengan sengaja membungkam mulut Amira dengan memberikan sebuah kecupan. “Nanti gue jelasin,” sambungnya. Raga menarik tangan Amira, hendak membawa gadis itu keluar dari lorong. Namun, Amira menggeleng. “Bilang sekarang, atau enggak usah sama sekali.”Amira tak bersedia menunggu. Dia sudah mengorbankan masa depannya, hanya demi seorang Raga. Mungkin Amira memang sudah gila. Tapi setelah semua yang dia pertaruhkan, setidaknya Amira ingin tahu apa yang terjadi. “Apalagi yang perlu gue kasih biar lo ngomong sekarang?” Desak Amira. Rasanya Amira sud

  • Ratu Indigo VS Bad Boy   Bab 234. Mau Jawaban Apa?

    “Kamu enggak apa-apa?” Tanya Dina. Dia mengajak Amira untuk duduk dan bicara, tapi Amira terlalu malu untuk melakukannya.“Enggak apa-apa,” jawab Amira cepat. “Gue … lagi malas ngomong aja.”Dina cuma angkat bahu. “Oh ….” Dia menarik Amira mendekat. “Ya udah duduk aja, enggak usah ngomong.”Amira jadi tak memiliki alasan untuk menolak. Dia mengambil tempat di sebelah Dina, menghela keras di sana. “Udah lama ya, kita enggak duduk bareng kayak gini,” ucap Dina sambil memasang senyum.“Aku senang kedatangan aku enggak sia-sia.”Dina memandang jauh ke depan, seolah sedang mengingat masa lalu di antara mereka sebelum ini. “Padahal awalnya aku mau nyerah,” sambung Dina. “Apalagi saat tahu kamu punya teman-teman yang ternyata sangat baik, lebih daripada aku.”Kali ini Dina menoleh, menatap Amira. “Mereka–”“Amira!” Raga menangkap tangan Amira, tidak membiarkan gadis itu hilang dari pandangannya lagi. “Kenapa kabur dari gue?!” serunya, dengan tatapan tajam. Amira beringsut sedikit. Baru

  • Ratu Indigo VS Bad Boy   Bab 233. Suara yang Sengau

    “Ini penampilan apa?” Perhatian para tamu undangan langsung tertuju ke arah panggung. Musik tradisional yang mengalun, membuat mereka tertarik. “Apa ini … tarian?”Suasana berubah hening saat Dika dan Dina masuk ke tengah panggung. Kostum mereka, riasan mereka, begitu memukau sampai-sampai tak ada satu pun penonton yang membuka mulutnya. “Ini bagus sekali ….” “Aku baru melihat penampilan seperti ini.”“Ternyata Laveire adalah sekolah yang sangat menarik.”Amira tersenyum puas. Nyatanya, keputusan yang dia ambil sangat tepat. Memilih penampilan Dina dan Dika sebagai yang pertama adalah yang terbaik. Sorakan meriah bergema di aula saat Dika dan Dina mulai menari. Gerakan mereka lincah dan penuh energi, selaras dengan irama musik jaipong yang menggelegar memenuhi ruangan. ‘Udah lama, gue enggak ngeliat yang seperti ini,’ ucap Amira dalam hati. Penampilan Dina dan Dika menarik Amira ke masa lalu. Kehidupan yang damai di desa di saat kedua orang tua Amira masih lengkap. ‘Masa lalu

  • Ratu Indigo VS Bad Boy   Bab 232. Retak

    “Amira?” Raga memicing. “Lo kenapa?”Amira tidak peduli dengan tatapan bingung Raga. Dia sibuk menarik pacarnya itu ke sisinya. “Jangan deket-deket pacar gue!” Bentak Amira kasar. Kedua matanya melotot, dan kakinya menghentak kesal.Luntur semua image yang Amira jaga sampai saat ini. Biasanya, dia selalu bersikap tenang dan tidak peduli di depan Raga, tapi sekarang Amira tidak bisa. “Lo siapa?” Rasanya emosi Amira sudah naik sampai ke ubun-ubun. Tangannya mendorong perempuan itu menjauh. Amira sungguh tidak menyukainya.Perempuan yang datang bersama Raga, sekali lihat saja Amira langsung tahu, jika perempuan itu setara dengan Raga. Keduanya serasi, meski Amira tak ingin mengakui. Amira tidak bisa mengelak dari rasa rendah diri saat ini. Meski begitu, dia tak mau mengalah. Raga adalah pacarnya. “Aku?” Perempuan itu menunjuk dirinya sendiri. “Namaku Celine. Aku pacar Raga.”Tangan Amira terulur sempurna. Dia meraih kerah seragam yang dipakai perempuan itu. Celine memekik, membua

  • Ratu Indigo VS Bad Boy   Bab 231. Rasa yang Berubah?

    “Enggak,” ucap Amira pelan. Ini bukannya Amira yang terlalu banyak berpikir. Raga memang menjauh darinya. Di kantin, Amira duduk bersebelahan dengan Raga, tapi cowok itu tidak perhatian seperti sebelumnya.“Mau makan apa?” Biasanya Raga bertanya seperti itu, tapi kali ini Evan yang bersuara. “Gue pesen sendiri aja,” jawab Amira. Amira memilih untuk beranjak dari kursi. Rasanya sudah lama dia tidak memesan sendiri seperti sekarang. “Enggak apa-apa, kan gue yang minta,” ucap Amira pada dirinya sendiri. “Lebih baik begini, kan. Sewajarnya.” Amira mencoba menghibur diri.Di meja mereka, Amira menatap piringnya, menusuk-nusuk makanannya dengan garpu. Dia sungguh tidak bersemangat. Amira teringat akan sikap Raga sebelum dia memintanya menjauh. Kalau itu dulu, Raga pasti akan menatapnya lekat-lekat, bertanya kenapa Amira tidak nafsu makan, juga menanyakan apa yang Amira mau.

  • Ratu Indigo VS Bad Boy   Bab 230. Jarak yang Terasa

    “Enggak,” jawab Raga. Tentu saja Amira bisa menebak jika itu adalah jawaban yang akan Raga berikan. “Kalau begitu … kasih tau gue batasnya.” Raga mencoba mengalah. Di saat kesabaran Amira hampir habis, akhirnya cowok itu sadar dan peka. Amira menjawab dengan sebuah tatapan lekat. “Sewajarnya, Raga. Mungkin kayak dulu ke mantan-mantan lo sebelumnya?”Pastinya Raga lebih tahu, karena cowok itu pernah punya pacar. Tidak seperti Amira. “Jangan terlalu deket pokoknya. Gue risih!” Tukas Amira. Amira memilih untuk menyudahi pembicaraan dan mulai menyiapkan makanan dari Raga. “Ayo makan dulu.” Dia mengucapkan terima kasih, lalu mulai melahap. Keduanya tidak bicara lagi setelahnya.Raga hanya menunggu Amira bersiap. Mereka kemudian berjalan ke kelas bersama-sama, sementara Alex menunggu di luar gedung utama.Peraturan Laveire tetap sama. Supir dan pengantar menunggu di tempat yang dite

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status