Share

Bab 530

Penulis: Anak Ketiga
Itu adalah luka lamanya, mana mungkin dia tidak marah?

"Kelihatannya kamu sangat marah." Mata pria itu sangat jeli dan berkata, "Kalau tebakanku benar, kamu masih punya nama lain, Tomi Yudistira, benar?"

Kata-kata itu seketika membuat Kristin terperanjat.

Dia membeku di tempat.

Kak Tobi adalah Tomi yang dia cari selama ini?

Tidak, tidak mungkin.

Lagi pula, Kak Tobi tahu dirinya mencari Kak Tomi. Jika dia benar-benar Kak Tomi, seharusnya dia sudah mengakuinya dari awal.

Kali ini, Tobi tidak ingin menyembunyikan apa pun lagi, karena dia ingin mengetahui kebenaran di balik kejadian itu. Kemudian, dia berkata perlahan, "Ya, aku adalah Tomi. Saat terjadi kebakaran di panti asuhan, aku cukup beruntung dan berhasil selamat."

Begitu kata-kata itu dilontarkan, Kristin terkejut, sorot matanya seakan tidak percaya dengan kenyataan itu.

Kak Tobi itu Kak Tomi yang dia cari-cari selama ini?

Dia benar-benar Kak Tomi!

Tanpa sadar, air mata bahagia muncul di pelupuk matanya. Meski sebelumnya Kak Tobi t
Bab Terkunci
Lanjutkan Membaca di GoodNovel
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (1)
goodnovel comment avatar
toni herson
semangat update terus yg banyak thor... thanks
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

  • Raja Naga Meninggalkan Gunung   Bab 531

    Kristin terpana. Namun, melihat Kak Tobi berubah seperti ini, hatinya merasa lega. Dia pun menuruti perintahnya dengan patuh."Haha ....""Aku pernah bertemu orang bodoh, tapi belum pernah ketemu yang separah ini.""Huh! Sepertinya dia belum tahu kalau kita semua pernah berlatih seni bela diri. Sekalipun ahli bela diri Kekuatan Transformasi berhadapan dengan kami, dia juga pasti akan mati.""Lantaran dia ingin mati, kami akan mengabulkannya!"Sembari berbicara, salah satu di antara mereka meluncur ke arah Tobi dengan cepat. Belati di tangannya langsung diarahkan tepat ke leher Tobi.Hanya saja, detik berikutnya, yang dia rasakan malah nyeri hebat yang menggerogoti tenggorokannya. Dia menatap Tobi dengan ekspresi kaget. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, dia pun ambruk ke lantai.Bahkan, setelah ajal menjemputnya, dia masih tidak mengerti kapan Tobi mengambil tindakan? Dia juga tidak tahu bagaimana belatinya bisa sampai ke tangan lawan?Wajah pemimpin itu berubah drastis. Ini teknik ya

  • Raja Naga Meninggalkan Gunung   Bab 532

    Begitu mobil sampai di kompleks, mereka berdua pun berjalan keluar. Kristin akhirnya tidak bisa menahan diri lagi dan bertanya, "Kak Tobi, yang kamu katakan tadi benar?"Lantaran masalah telah sampai di titik ini, Tobi juga tidak ingin menghindar lagi dan menjawab dengan jujur, "Benar. Kristin, maaf sudah menyembunyikannya darimu.""Benarkah? Kamu sungguh Kak Tomi? Kamu nggak bohong, 'kan?""Gadis bodoh, mana mungkin aku bohong? Seingatku, aku masih berutang boneka barbie kepadamu.""Ini untukmu!"Seolah-olah bermain sulap, boneka Barbie tiba-tiba muncul di tangan Tobi.Mendengar Tobi menyebut boneka Barbie, keraguan di hati Kristin seketika menghilang. Dia mengambil boneka itu dan berkata dengan penuh semangat, "Ya, kamu benar-benar Kak Tomi-ku.""Syukurlah!"Saking senangnya, dia tak kuasa mengendalikan emosinya dan langsung memeluk Tobi dengan erat.Pelukannya bahkan lebih erat dari sebelumnya, seolah-olah takut Tobi akan menghilang.Tobi juga merasa terharu. Dia membalas pelukan Kr

  • Raja Naga Meninggalkan Gunung   Bab 533

    "Buka bajumu," kata Meli.Tobi kelihatan kaget, tetapi dia tetap melepas bajunya dengan patuh.Meli berjalan mendekatinya, lalu menemukan sebuah tanda lahir merah kecil di punggung Tobi. Tanda lahir itu memang tidak terlalu kentara, tetapi jika diperhatikan lebih dekat, maka itu akan terlihat jelas.Benar, tak salah lagi.Bekas luka lain mungkin bisa dibuat, tetapi bekas luka ini tidak bisa dipalsukan.Selanjutnya, Meli mengajukan rentetan pertanyaan kepada Tobi, akan tetapi pria itu bisa menjawab semuanya.Akhirnya, Meli yakin dengan identitas Tobi sepenuhnya dan berkata, "Tomi, dulu sewaktu ibumu membawamu ke panti asuhan, dia meninggalkan sebuah liontin giok untukmu.""Ibumu bilang liontin itu sangat berharga dan nggak boleh hilang, jadi dia mau kamu terus memakainya.""Awalnya, aku ingin menunggu sampai kamu dewasa dan memberikannya kepadamu, tapi siapa sangka terjadi kebakaran dan membuat kita terpisah. Sekarang, saatnya mengembalikannya ke pemilik aslinya."Usai berbicara, Meli m

  • Raja Naga Meninggalkan Gunung   Bab 534

    "Kamu bahkan memaksaku datang ke kantor pagi-pagi begini, apa itu termasuk sopan?""Pagi-pagi begini? Apa yang kamu lakukan setiap malam? Kamu bahkan masih tidur saat aku meneleponmu jam sembilan tadi. Jangan-jangan kamu bermain-main di luar setiap malam?"Widia curiga pria jahat ini pasti menghabiskan malam dengan bermain-main di luar. Sebenarnya, dia ingin sekali menyeret Tobi kembali tinggal di rumahnya, tetapi Keluarga Lianto pasti tidak akan setuju."Nggak, kok!"Tobi tak berdaya, "Sudah kubilang sebelumnya, aku nggak tertarik dengan bisnis perusahaan. Lagi pula, aku sudah mencari orang untuk mengurus semuanya.""Tahukah kamu mengapa aku ingin mempromosikanmu menjadi direktur penjualan?" tanya Widia dengan emosi."Kenapa?""Kamu!"Widia langsung mengomelinya, "Aku benar-benar nggak ngerti apa yang kamu pikirkan sepanjang hari. Apa kamu nggak mau dirimu menjadi lebih baik?""Aku sudah sangat baik," kata Tobi tak berdaya."Kamu?""Baik. Meski kamu punya sedikit kemampuan, kamu nggak

  • Raja Naga Meninggalkan Gunung   Bab 535

    Tobi sama sekali tidak mengetahui hal ini. Setelah kembali ke ruangannya, dia mulai merasa bosan. Lantaran tidak bisa berlatih di sini, dia terpaksa mengeluarkan ponsel untuk bermain gim.Saat ini, terdengar suara ketukan pintu dari luar. Tak lama kemudian, sosok Susan muncul di balik pintu."Kak Tobi!""Ya, ada apa?"Tobi tidak mengangkat kepalanya sama sekali. Dia masih terus menundukkan kepalanya sambil bermain gim.Susan sedikit tertekan, tetapi begitu teringat dengan kata-kata Yuli, dia berpikir ini termasuk kesempatan bagus, "Hmm, Kak Tobi, apa kamu ada waktu luang malam ini?""Ada, eh, aku sibuk.""Kak Tobi benci kepadaku?" tanya Susan dengan raut wajah sedih, seakan-akan hampir menangis. Mendengar suaranya saja sudah membuat orang merasa kasihan padanya."Nggak, kok. Semua pria pasti akan tertarik dengan gadis cantik sepertimu, jadi mana mungkin aku membencimu."Yang dikatakan Tobi memang benar.Susan memiliki penampilan cantik, bola mata besar, kulit yang seputih susu, pinggan

  • Raja Naga Meninggalkan Gunung   Bab 536

    Dengan begitu, putrinya bisa bersama Gavin dan menjadi menantu dari keluarga terpandang.Apalagi pagi ini, Tuan Gavin mendatangi mereka dan mengatakan bahwa selama Tobi bercerai dengan Widia, dia akan langsung menikahi wanita itu.Tuan Gavin tidak ingin Tobi terlibat dengan putrinya lagi dan menuntut agar mereka bercerai dalam waktu tiga hari.Karena alasan inilah, Kakek Muhar memutuskan untuk turun tangan menanganinya langsung.Setelah duduk selama beberapa saat, Kakek Muhar pun berkata, "Tobi, sejak kamu tinggal di kediaman Keluarga Lianto, perlakuanku kepadamu cukup baik, 'kan?""Ya, Kakek sangat baik kepadaku," ucap Tobi dengan jujur. Selama ini Kakek Muhar memperlakukannya dengan baik, walau terjadi masalah, beliau tetap melindungi dirinya."Baguslah kalau kamu mengerti. Sekarang Kakek ingin memintamu melakukan satu hal. Aku harap kamu menyetujuinya."Mendengar itu, Tobi telah menebak masalah apa itu, tetapi dia masih berpegang pada secercah harapan dan bertanya, "Ada apa?""Berce

  • Raja Naga Meninggalkan Gunung   Bab 537

    "Tobi, kamu dengar itu? Seharusnya kamu ngerti maksud Ayah, 'kan?"Ibunya Widia berkata sambil memasang tatapan mengejek, "Pria yang nggak punya apa-apa sepertimu seharusnya sudah keluar dari Keluarga Lianto dari dulu. Kenapa kamu masih berani menempel pada putriku?""Benar, kami bisa menyuruhmu datang ke sini dan berbicara baik-baik, itu semua karena Ayah berbaik hati.""Kalau nggak, kami nggak mungkin membiarkanmu masuk ke kediaman Keluarga Lianto lagi. Selain itu, aku punya banyak cara menghadapi orang sepertimu, juga bisa membuatmu mati tragis," ancam ayahnya Widia."Benar. Tobi, jangan tak tahu diuntung. Kamu tahu kekuatan Keluarga Lianto kami, 'kan? Seandainya kami ingin menyentuhmu, kamu juga nggak akan bisa hidup sampai hari ini."Ayah dan ibunya Widia terus-terusan menyerangnya, apalagi kata-kata mereka penuh dengan ancaman.Seolah-olah, jika Tobi tidak menuruti mereka, dia akan langsung mati.Apalagi, Tuan Gavin sudah mengungkapkan niat untuk menikahi Widia, jadi masalah ini

  • Raja Naga Meninggalkan Gunung   Bab 538

    "Kalau kamu nggak mau, begitu keluar dari pintu ini, jangan salahkan aku karena bertindak kejam."Ancaman Kakek Muhar begitu dingin, bahkan aura yang terpancar keluar dari tubuhnya tampak menakutkan sekali.Ini jelas-jelas berbeda dari sikap merendahnya saat berada di depan Tuan Bowo sebelumnya.Lagi pula, di matanya, Tobi hanyalah seorang bocah yang memiliki sedikit ilmu seni bela diri.Berbeda halnya jika kekuatannya mencapai tingkat Guru Besar. Jika demikian, mungkin tak ada seorang pun di seluruh Kota Tawuna ini yang berani tidak menghormatinya.Masalahnya sekarang, apa hal seperti itu bisa terjadi?Tidak mungkin!Apalagi, Tuan Bowo termasuk kepercayaannya Pak Damar.Saat itu, Kakek Muhar pasti tidak berani berbicara kasar seperti ini. Dia juga harus merendah dan membungkuk dengan hormat.Menghadapi ancaman Kakek Muhar, Tobi hanya menanggapinya dengan senyuman, "Lakukan saja!"Begitu mengucapkan kata-kata ini, dia langsung pergi.Setiap langkahnya sangat ringan, santai dan penuh pe

Bab terbaru

  • Raja Naga Meninggalkan Gunung   Bab 1670

    Saat ini, semuanya juga seharusnya sudah berakhir.Setelah semua orang bubar, Vamil maju ke depan sambil tertawa, "Tobi, kamu benar-benar memberiku kejutan besar kali ini.""Awalnya, aku kira kamu setidaknya membutuhkan lima tahun untuk menandingi kekuatan mereka. Aku nggak menyangka kekuatannya akan meningkat secepat itu. Benar-benar di luar dugaanku.""Bolehkah kamu beri tahu aku sudah sampai mana kekuatanmu saat ini?"Vamil sangat penasaran.Tobi mengangkat bahu tak berdaya dan berkata, "Nggak ada lawan, jadi aku juga nggak begitu jelas.""Aku hanya tahu, kalau aku menyerang dengan seluruh kekuatanku, aku bisa menghancurkan kota dengan mudah.""...."Semua orang benar-benar tercengang, lalu berkata tak berdaya, "Luar biasa!"Vamil terdiam, lalu menggelengkan kepalanya. "Nak, kamu benar-benar mengejutkanku. Oh ya, kapan kalian akan menikah? Jangan terlalu lama. Aku nggak punya banyak waktu lagi."Jelas, dia sangat puas dengan Tobi dan berharap bisa menghadiri pernikahan mereka.Mende

  • Raja Naga Meninggalkan Gunung   Bab 1669

    Kata-kata dominan Tobi barusan membuat orang-orang Harlanda makin antusias. Saking bersemangatnya, mereka yang menonton siaran langsung dari rumah pun bersorak kegirangan.Mereka sangat gembira. Jadi, perlu mengekspresikan kegembiraan yang mereka rasakan.Hanya saja kalimat 'siapkan misil' yang diucapkan Tobi membingungkan mereka.Apa yang terjadi? Siapkan misil? Apa maksudnya? Tiba-tiba tanda tanya muncul memenuhi seluruh layar.Semua orang benar-benar tercengang mendengar kata-kata itu.Banyak orang mengungkapkan pertanyaan mereka.Di saat bersamaan, para petugas di pangkalan rudal itu juga tampak berkeringat dingin. Biasanya, dalam situasi apa pun, dia pasti akan melaksanakan perintah dengan tegas. Namun, dia jelas-jelas gugup saat ini dan kembali mengkonfirmasi.Radiya mengangguk. Untuk memastikan tidak terjadi kesalahan, dia bahkan turun tangan memperhatikan masalah ini.Jika bukan karena menyaksikan kekuatan Tobi yang melampaui orang biasa dengan matanya sendiri, dia benar-benar

  • Raja Naga Meninggalkan Gunung   Bab 1668

    Negara Harlanda seketika dibanjiri berbagai kata-kata pujian, sorak-sorai, dan kekaguman.Di mata mereka, Tobi sudah termasuk dewa pelindung Harlanda.Sebaliknya di mata dunia luar, mereka mulai takjub terhadap kekuatan Negara Harlanda. Bahkan, juga ada rasa takut.Tobi tidak peduli dengan masalah ini. Dia teringat bahwa selama periode ini, ada banyak orang yang membuat onar. Jadi, dia pun berkata, "Sejauh yang aku tahu, akhir-akhir ini, banyak wilayah yang meremehkan seni bela diri Negara Harlanda kita. Bisa-bisanya mereka memandang rendah seni bela diri kita.""Kalau begitu, aku akan perlihatkan pada mereka akan betapa hebatnya seni bela diri Negara Harlanda. Master-master hebat lainnya yang jarang menampakkan diri nggak perlu mengambil tindakan, cukup mereka yang ada di sini yang melakukannya saja.""Pandu, keluarlah!"Tobi tiba-tiba menyebut nama Pandu.Awalnya, Pandu sempat terkejut. Namun, reaksinya cukup cepat. Begitu menerima perintah Tobi, dia segera melompat keluar dan berkat

  • Raja Naga Meninggalkan Gunung   Bab 1667

    Tobi perlahan melambaikan tangan kanannya. Tubuh Hirawan seketika terhempas keluar dari lapangan dan mendarat tepat di samping orang-orang Melandia yang tengah membawa rekan mereka yang tak sadarkan diri tadi.Membiarkan mereka membawa Hirawan pergi.Selanjutnya, giliran Luniver.Semua orang yang hadir di sana kini memandang Tobi dengan tatapan penuh kekaguman dan keterkejutan.Vamil dan lainnya yang mendukung Tobi semuanya tampak antusias. Awalnya, mereka mengira krisis besar yang dihadapi kali ini akan mendatangkan ancaman bagi seni bela diri Harlanda. Siapa sangka, hal ini bisa dengan mudah diselesaikan oleh Tobi.Meski Luniver masih belum bertindak, berdasarkan kekuatan yang dimilikinya, sudah pasti tidak akan semudah mengendalikan Hirawan lagi."Luniver, giliranmu sekarang!" seru Tobi dengan nada datar.Begitu Tobi selesai berbicara, semua orang terkejut.Mereka sangat familier dengan kekuatan Luniver. Apalagi, setelah pertarungan kemarin, namanya kini sangatlah populer.Jelas sek

  • Raja Naga Meninggalkan Gunung   Bab 1666

    Wajah Hirawan berubah kusut. Hanya saja, lantaran sudah mengambil langkah pertama, bukankah pengorbanannya akan sia-sia jika dia menyerah sekarang?Jadi dia bangkit, lalu berlutut di depan Tobi lagi sambil berkata dengan suara keras, "Maaf, aku mengakui kesalahanku!"Plak, plak!Tamparan keras lainnya datang.Hirawan benar-benar terpana. Dia tampak kaget sekaligus marah."Suaramu terlalu keras. Aku nggak suka!" kata Tobi dengan nada datar.Semua orang tahu bahwa Tobi sengaja melakukan semua itu. Dia memang ingin mempermainkan Hirawan di hadapan semua orang.Hal ini membuat orang Melandia makin malu.Salah satu orang Melandia yang menyaksikan adegan itu langsung melompat dan berseru, "Hentikan, hentikan! Kamu sedang ....""Enyahlah!"Tobi mendengus dingin, lalu melambaikan tangan kanannya.Meski berada ratusan meter jauhnya, orang itu langsung merasakan sakit luar biasa di bagian dadanya. Tubuhnya terpental mundur puluhan meter dan langsung tak sadarkan diri.Kemudian, dia diseret pergi

  • Raja Naga Meninggalkan Gunung   Bab 1665

    Kata-kata yang diucapkan Tobi barusan penuh dengan kekuatan spiritual yang kuat. Namun, dia mengendalikannya dengan sangat baik dan hanya menargetkan Hirawan seorang."Nggak!"Hirawan menggertakkan gigi dan meraung. Kekuatan di sekitarnya berkumpul secara gila-gilaan, membentuk energi yang besar dan menakutkan. Dia jelas ingin melawan.Melihat adegan ini, semua orang langsung terkejut.Terutama, tornado besar terbentuk di atas kepala Hirawan. Kekuatan dahsyat itu meledak dan sekali lagi memperlihatkan energinya yang menakjubkan dan menakutkan.Semua orang dikejutkan oleh momentum yang luar biasa itu.Orang-orang Melandia sangat gembira saat melihat adegan itu. Mereka berkata dengan penuh semangat, "Sudah kuduga, Hirawan barusan sengaja mempermainkan mereka. Sekarang dia baru menunjukkan kekuatannya yang sesungguhnya.""Benar, sekarang akhirnya dia melawan. Pokoknya, harus beri pelajaran pada bocah itu.""...."Satu per satu dari mereka sangat bersemangat pada awalnya, tetapi setelah be

  • Raja Naga Meninggalkan Gunung   Bab 1664

    "Dia juga idolaku!""Aku juga!""Haha. Masih berpura-pura. Bukankah kalian sangat sombong dan bangga barusan? Ayo lanjutkan lagi.""...."Dalam sekejap, semua orang Harlanda bersorak kegirangan. Baik mereka yang menonton dari internet maupun mereka yang menyaksikan secara langsung. Terutama mereka yang mengenali Tobi dan hubungannya dekat dengannya. Semuanya sangat bersemangat.Sebaliknya, satu per satu dari wajah orang Melandia berubah muram. Mereka sepenuhnya tidak percaya dengan adegan yang terjadi di depan mereka.Di mata mereka, sosok Hirawan sangatlah kuat bagaikan dewa. Jadi, bagaimana Hirawan bisa ditaklukkan secara tiba-tiba. Bahkan, wajahnya bisa ditampar di depan umum?Apalagi, ini juga merupakan tamparan di wajah mereka. Tentu saja mereka sangat marah."Curang! Mereka pasti curang!""Manipulasi. Mereka pasti menggunakan manipulasi!""Hirawan, katakan sejujurnya, apakah kamu sengaja mengalah pada mereka? Kamu ingin mereka senang dulu, kemudian membuat mereka terpuruk nantiny

  • Raja Naga Meninggalkan Gunung   Bab 1663

    Melihat Tobi berjalan mendekatinya, Hirawan tampak mengerutkan keningnya. Karena dia menyadari bahwa dirinya tidak bisa merasakan kekuatan apa pun dari tubuh Tobi.Hanya ada dua kemungkinan untuk situasi seperti ini. Pertama, lawan jauh lebih kuat dari dirinya. Jadi, dia tidak bisa merasakan kekuatannya. Namun, Hirawan bahkan masih bisa merasakan kekuatan Vamil dan Luniver.Apa pun alasannya, mustahil kekuatan Tobi akan lebih tinggi dibandingkan mereka berdua, 'kan?Yang kedua, mungkin Tobi telah mempelajari teknik untuk menyembunyikan kekuatan.Jika penilaiannya tidak salah, pasti Tobi telah menyembunyikan kekuatannya.Berpura-pura terlibat hebat. Apa Tobi mengira bisa menakuti dirinya?Bibir Hirawan melengkung. Kemudian, dia berkata dengan nada menghina, "Tobi si pengecut, akhirnya kamu berani menampakkan dirimu? Kupikir kamu akan terus bersembunyi sampai akhir."Tobi tersenyum, tetapi senyumannya tampak sinis, lalu berkata dengan nada datar, "Bersembunyi? Mana mungkin aku bersembuny

  • Raja Naga Meninggalkan Gunung   Bab 1662

    "Tapi aku harap kalian bisa lebih kuat hari ini. Setidaknya, biarkan aku melakukan sedikit pemanasan.""Kalau nggak, bukankah akan sangat membosankan?""Selain itu, aku juga nggak akan bermurah hati lagi hari ini. Begitu naik ke atas, hanya ada dua pilihan di depan kalian. Kalau nggak hidup ya mati. Coba aku lihat apa masih ada orang Harlanda yang nggak takut mati?"Begitu kata-kata ini dilontarkan, sekali lagi kolom komentar dibanjiri banyak orang. Apalagi, banyak orang yang teringat dengan Tobi, yang disebut Hirawan sebelumnya itu, masih belum muncul juga.Perkataan Hirawan tentunya mengundang emosi banyak master Harlanda. Semuanya terlihat marah dan bersiap untuk naik ke atas panggung.Efendi juga mengambil langkah ke depan dan hendak naik ke atas panggung.Namun, di saat bersamaan, Tobi lebih dulu memimpin dan berjalan langsung ke atas panggung.Indira yang berada di sebelahnya tertegun sejenak. Bagaimanapun, dia juga termasuk master paling kuat di antara para Pelindung Harlanda. K

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status