Home / Fantasi / Raja Baru untuk Dunia Kegelapan / 132. Menyembuhkan Rainsword (3)

Share

132. Menyembuhkan Rainsword (3)

Author: Rai Seika
last update Last Updated: 2024-10-23 23:27:58
Ular berkepala sembilan menatap musuh-musuhnya. Makhluk itu begitu garang dan menyeramkan. Sementara Rainsword masih belum siuman. Tubuhnya melayang di udara dengan sendirinya.

“Pangeran Lixue serang makhluk itu!” perintah Yuichi.

Yuan mulai mengaktifkan kekuatan pemurniannya, dia juga memanggil Krisan, sang Slyph. Lingkaran sihir berwarna perak berputar di bawah tubuh Rainsword yang melayang. Dia harus mengambil sisa-sisa kontaminasi yang menempel pada makhluk itu, ular berkepala sembilan.

“Lixue, tahan dia!” teriak Yuan. Pangeran dengan rambut dan mata perak ini fokus mengeluarkan semua kontaminasi yang tersisa. “Ternyata kontaminasi masuk ke tubuh ular itu, karena dia dan Kak Rainsword menjadi satu Kakak belum siuman.” Yuan memperhatikan bercak di sisik sang ular yang terdapat beberapa sisik dengan warna ungu kusam tidak mengkilap seperti warna sisik lainnya.

Ular berkepala sembilan tidak mudah dibekukan. Ular itu menggeliat dan menyerang ke arah Yui dan yang lain.

“E
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   133. Dunia Bawah Diselimuti Kegelapan

    Kristal hitam semakin pekat mengeluarkan aura. Semua orang mengira kontaminasi berasal dari pengaruh negatif perasaan manusia. Tidak ada satupun dari mereka yang tahu jika semua kontaminasi itu berasal dari besarnya dendam mendalam dari Raja Kegelapan terdahulu, Nacht Fansford. “Yang Mulia?” Leiz memasuki aula kerajaan dan berputar ke segala penjuru mencari sosok Nacht. Raja itu seharusnya duduk di singgasana. Namun, sosok yang ia cari tidak berada di sana. “Yang Mulia!” Leiz kembali memanggil. Sosok itu tidak ada di seluruh penjuru aula kerajaan. Dia ingin melaporkan kegagalan penyerangan Kediaman Blackdragon. Dalam hatinya, Leiz merasa senang penyerangan itu gagal. Dia tidak suka melihat Nacht mendapatkan apa yang paling diinginkannya, Yui. “Leiz, kemari!” Nacht memanggil Leiz, sayangnya pria yang sudah beruban itu tidak merespon. “Sial, dia tidak bisa mendengar suaraku dari dalam kristal.”Nacht mencari cara untuk bisa berkomunikasi dengan pria tersebut. Beberapa kali matanya b

    Last Updated : 2024-10-25
  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   134. Antara Rainsword dan Fiona

    Rainsword menatap Fiona yang sedang berjalan sendiri di bawah. Dia berada di balkon lantai tiga bersama dengan Yuasa. “Ternyata ada juga gadis secantik itu, lebih cantik dari Yuan.” Rainsword melirik Yuasa yang masih meneguk secangkir teh dengan santai. “Sungguh menyebalkan, Fiona bahkan kalah cantik dari raja yang sedang duduk ini,” pikir Rainsword. “Apa kau sudah mantap dengan keputusanmu? Fiona, putri peri dari Avari.” Yuasa selesai menikmati tehnya dan bergabung dengan Rainsword memandang Fiona. “Tentu saja, kau tahu, saat pertama bertemu hatiku sudah memberikan sinyal. Rasanya lonceng berbunyi saat melihatnya.” Rainsword terlihat begitu senang dengan perasaan asing yang dia rasakan saat ini. Yuasa menghela napas panjang, “Kau masih belum paham? Rains, kau dan Fiona tidak bisa bersama, kalian memiliki masa depan yang berbeda.” Yuasa mengingatkan siapa Fiona dan juga temannya Rainsword. “Karena aku manusia? Yuasa, oh aku lupa, Yang Mulia, kau sendiri melawan aturan demi Rosali

    Last Updated : 2024-10-26
  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   135. Permainan Harpa

    “Ayahanda, kami akan berangkat.” Yuasa berpamitan sebelum pergi ke Avari. “Kak, apa tidak bisa menunggu sampai paman siuman?” Yuan menarik ujung lengan baju Yuasa. Seakan tidak ingin kakaknya pergi hari ini. Yuasa berputar dan menarik napas sebelum menjawab Yuan. Namun, disela langsung oleh Yuichi. “Yuan, Fiona harus segera kembali, perayaan panen raya sinar rembulan tidak bisa ditunda, dia harus kembali.” Yuichi menarik Yuan dari Yuasa. “Tapi ….” Yuan menatap ayahnya penuh makna, Yuasa melihat ada sesuatu yang ingin disampaikan Yuan, tetapi dihalangi oleh ayahnya. “Kalau begitu, saya segera mengantarkan Putri Fiona,” lanjut Yuasa. “Yuasa, bawa Rosaline bersamamu.” Yuichi mendekati Yuasa dan memeluknya. “Rosaline bisa menjagamu, Yuasa.”“Baik, Ayahanda.” Yuasa pun pergi meninggalkan ayahnya bersama Rafael dan juga Yuan. “Ayahanda, di Avari ada celah dimensi yang belum tertutup. Saat ini tanpa kristal hitam tidak mungkin bisa ditutup, tapi Paman Rafael bisa, kenapa tidak menungg

    Last Updated : 2024-10-27
  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   136. Lagu dan Spirit

    “Yuan!” Eirlys mendekati Yuan yang mulai siuman. Dia masih melihat para spirit mengelilingi mereka.“Spirit? Siapa yang memanggil mereka?” Yuan menatap Eirlys, dia juga melihat harpa di tangan Eirlys. “Apa kau memanggil mereka, Eirlys?”“Tuan Yuichi bilang para spirit membantumu pulih lebih cepat.” Eirlys tersenyum, melihat kondisi Yuan saat ini, dia yakin apa yang dikatakan pria itu benar.“Ya, karena saat ini aku bukanlah makhluk dunia atas, aku makhluk dunia bawah. Ayahanda mungkin tidak bisa memulihkanku seperti yang seharusnya, itu juga kenapa Paman pulih lebih lambat. Dunia bawah tidak memiliki penyembuh seperti di dunia atas,” balas Yuan. Dia sadar orang yang bisa melakukan semua itu hanya kakaknya. Namun, kekuatan kakaknya seperti menghilang, sangat aneh.“Bukan itu masalahnya, Yuan. Kristalmu istimewa, dan sebagian lagi tidak ada dalam dirimu, karenanya lukamu lebih sulit disembuhkan. Sementara luka Rafael itu karena pedang raja kegelapan ….” Yuichi langsung menoleh ke arah la

    Last Updated : 2024-10-28
  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   137. Petaka Celah Dimensi

    Istana Kegelapan, aula Istana terdengar suara tawa menggelegar. Leiz mengaktifkan empat celah dimensi dengan Roya dan Darren yang siap menggiring para korban mereka. Kekuatan kristal hitam seakan sudah benar-benar dikuasai oleh pria tua ini.“Lihatlah, pasukanku berasal dari berbagai ras, kalian semua akan tunduk dibawah kakiku!” “Yang Mulia paling berkuasa!” serempak Darren dan Roya memberikan pujian.Suara harpa terdengar mengalun merdu membimbing mereka yang mendengar untuk masuk ke dalam celah dimensi. Kemudian Roya menjerat mereka dalam ilusi, mengumpulkan semua makhluk yang masuk ke dalam celah dimensi ke satu tempat khusus. Di sana mereka disambut oleh pasukan kerajaan dan dalam keadaan setengah sadar diberikan buah-buahan berwarna ungu kemudian menjadi zombie.Suara yang terdengar berikutnya adalah suara seruling Darren yang mengendalikan para zombie. Mereka berbaris rapi dalam satu kesatuan, pasukan zombie.Ergions, negeri para elf digegerkan dengan aktifnya celah dimensi. S

    Last Updated : 2024-10-29
  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   138. Rafael Siuman

    Rafael mulai membuka matanya bertepatan dengan pintu kamar yang di dorong ke dalam. Dia mendengar suara langkah ringan. Dari suara langkah kaki itu Rafael menduga itu adalah suara seorang wanita. “Apa Fiona? Lebih baik aku pura-pura saja masih belum bangun,” batin Rafael. Langkah itu terhenti, aroma khas yang tercium di hidung Rafael bukanlah aroma wewangian yang biasa dipakai Fiona. Dia mencium aroma lain yang membuatnya selalu teringat akan seseorang, Yui. Matanya mulai membuka dan melihat pemandangan indah di depannya.“Yui?”Gadis itu tersenyum dengan tangan yang diarahkan ke arah Rafael. “Mau diletakkan di mana?” tanya Yui. Pandangan Rafael tertuju pada benda di tangan Yui, benda yang begitu familiar baginya. “Bukankah itu bajuku?” batin Rafael. Perlahan matanya turun ke bawah, melihat bagian dirinya yang tidak mengenakan baju. Kulitnya terekspos tanpa penghalang apapun. Selimut tebal menutupi bagian pinggang hingga kaki. Reflek Rafael menarik selimut dan menutupi dirinya.“

    Last Updated : 2024-10-31
  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   139. Perjalanan Menuruni Pegunungan Jade

    Rafael melihat sebuah kereta kuda dengan empat kuda yang menarik kereta tersebut. Dua orang pengawal membuatnya berdecak, dia tidak suka ada pengawal dalam perjalanannya. Dua kuda jantan dengan warna surai hitam dan coklat serta satu kuda dengan warna putih seluruhnya. “Untuk apa pengawal?” protes Rafael ke arah Yuichi yang berada di sampingnya. “Membantu kalian, tentu saja.” Yuichi tampak tidak peduli dengan tatapan tidak menyenangkan Rafael. “Kau!” Belum sempat Rafael menambah kata suara Yui memanggilnya. “Tenang saja, kereta itu cukup untuk kalian berenam, cukup kuat dan luas. Lagi pula semua barang yang kalian perlukan ada di penyimpanan dimensi jadi tidak perlu membawa apapun.” Yuichi menyerahkan sebuah tas kecil sebesar telapak tangan. “Penyimpanan ini khusus untuk makanan, semua sudah ada dan tidak akan basi. Kalau mau makanan segar cari saja di hutan.”Yuichi menepuk punggung Rafael dan mendorongnya, “Cepat pergi, mereka menunggu!” Rafael menghela napas, dia tidak akan m

    Last Updated : 2024-11-01
  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   140. Lentera Abadi

    “Tunggu, bukankah seharusnya lewat sana?” Pengawal mereka merasa jalan yang diambil Rafael tidak benar. Setelah keluar dari Hutan Onyx seharusnya mereka menuju ke pelabuhan. Kerajaan Silverstone lebih mudah dijangkau dengan jalur laut. Seharusnya menggunakan kapal daripada melewati pegunungan yang akan memakan waktu lebih lama. “Siapa yang memimpin? Kalian tidak perlu protes!” Rafael tidak butuh koreksi dari mereka. Dia menghentikan kudanya kemudian mendekati kedua pengawal. “Kalau kalian punya jalan sendiri pergilah!”Kedua pengawal saling pandang, “Tuan Rafael, bukan seperti itu, yang kami tahu lebih cepat ke Silverstone dengan jalur laut,” balas salah satu pengawal tersebut. Suaranya bergetar, mereka masuk ke wilayah pegunungan antara Avari dan perbatasan Kota Onyx. “Kalian tunggu saja di sini jika takut, kabut akan semakin tebal.” Mata Rafael menatap kedua pengawal dengan seringai menyeramkan. “Aku tidak bertanggungjawab atas keselamatan kalian.”Kedua pengawal bergidik, bulu ku

    Last Updated : 2024-11-02

Latest chapter

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   263. Suara Harpa

    Yui dan Yuan berdiri di luar dinding istana, hembusan angin lembut membelai rambut mereka. Jemari mereka dengan hati-hati menaburkan benih-benih ajaib dari dunia atas ke tanah yang dahulu gersang. Di bawah sentuhan mereka, dunia bawah yang dulunya kelam kini dipenuhi berbagai warna—hijau rumput yang merayap, kuning keemasan bunga-bunga liar, segala macam tanaman mulai mengular dari dalam tanah. Yui menoleh, alisnya berkerut melihat saudaranya. "Yuan, kau tidak apa-apa?" tanyanya, memperhatikan kembarannya yang tengah memainkan harpa keemasan—benda legendaris yang diperebutkan banyak makhluk.Yuan menggeleng pelan, jemarinya masih menari di atas senar harpa. "Tidak apa-apa," jawabnya singkat, matanya tetap terfokus pada alat musik di tangannya.Kebangkitan Yuan beberapa waktu lalu sungguh menggemparkan seluruh kerajaan. Bukan hanya wujudnya yang telah berubah sempurna sebagai raja kegelapan, tetapi juga reaksi tidak biasa dari harpa ajaib tersebut. Harpa keemasan itu bersinar terang,

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   262. Benih Kebangkitan

    Cahaya keemasan menyusup di antara dedaunan saat Raja Arlen membimbing Yui menyusuri jalan setapak menuju area tidak jauh dari Pohon Kehidupan. Angin lembut menerbangkan helaian rambut Yui, sementara matanya menangkap sosok Rafael yang tengah berbincang serius dengan Moura di kejauhan, wajah keduanya tampak khidmat di bawah naungan cabang-cabang raksasa."Sebelah sini," ujar Raja Arlen sambil menunjuk dengan jemarinya yang panjang dan ramping. Jubah kerajaannya berdesir lembut menyapu rumput saat ia memimpin Yui menuju sebuah pondok mungil yang hampir tersembunyi di balik rimbunnya aneka bunga warna-warni. Aroma manis nektar merebak di udara, menggelitik indra penciuman.Pintu pondok terbuka dengan derit pelan. Seorang pria melangkah keluar, mengenakan tunik berwarna lumut khas kaum elf yang melekat sempurna di tubuhnya. Namun, tidak seperti para elf lainnya, telinga pria itu tidak meruncing dan wajahnya tidak memancarkan keanggunan abadi yang biasa dimiliki kaum elf."Yoru!" pekik Y

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   261. Undangan

    Yui mendarat dengan lincah setelah melompat dari punggung Fury, naga hitam milik Rafael. Rambut panjangnya melambai tertiup angin saat kakinya menyentuh tanah. Matanya berbinar melihat sosok yang telah menunggunya."Kakak!"Yui menghambur ke pelukan Yuasa, jemarinya mencengkeram erat jubah sang kakak sementara aroma khas dedaunan segar menguar dari tubuh Yuasa. Mata keduanya berkaca-kaca, pertemuan yang menggetarkan jiwa setelah sekian lama terpisah."Kau baik-baik saja, Yui? Bagaimana tubuhmu setelah bangkit kembali?" tanya Yuasa sambil meneliti setiap inci wajah adiknya. Jemarinya yang ramping menyentuh pipi Yui, memancarkan energi keemasan yang menelusuri setiap sel dalam tubuh sang adik. "Setelah semua ini selesai, biarkan kakak menyembuhkanmu."Dahi Yuasa berkerut dalam. Sensasi dingin menjalar dari tubuh Yui—sesuatu yang sangat janggal. Api Suzaku yang seharusnya berkobar hangat kini terasa beku seperti es abadi."Tentu, untuk saat ini kakak fokus saja dengan pernikahan. Urusan

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   260. Malam Berbintang

    Malam di Kota Naga. Bintang-bintang bertaburan seperti permata di langit malam Kota Naga. Rafael berdiri sendirian di balkon gedung tertinggi, kedua tangannya mencengkeram pagar besi yang dingin sementara matanya menelusuri konstelasi-konstelasi yang berkilauan. Hembusan angin malam meniup rambut gelapnya, mengirimkan sensasi dingin yang menusuk tulang, namun Rafael tak bergeming.Suara langkah kaki lembut terdengar di belakangnya. Rafael menoleh, alisnya terangkat saat mengenali sosok yang mendekat."Yuichi?"Sosok itu tersenyum. Wajahnya merupakan versi maskulin dari Yui, garis rahang yang sama, mata yang sama, tetapi dengan ketegasan yang hanya dimiliki seorang ayah."Sendirian?" tanya Yuichi, suaranya merdu membelah keheningan malam.Rafael mengangguk pelan, lalu menggerakkan tangannya ke arah kursi kosong di sampingnya. Yuichi melangkah maju dan duduk, jubah hitamnya melambai pelan tertiup angin."Malam ini indah meskipun tanpa bulan," ucap Rafael, matanya kembali menatap cakraw

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   259. Kebangkitan

    Bunga putih mungil bertebaran di aula, mirip kepingan dandelion yang rapuh. Setiap tamu berjalan perlahan, meletakkan bunga kecil tanda penghormatan terakhir. Bunga-bunga itu mencerminkan ketangguhan luar biasa, seperti kehidupan yang bertahan di balik kerasnya dunia bawah, membisu namun tak terkalahkan. Mereka menyebutnya bunga bintang roh. Eirlys menatap Yuan yang terpejam, sosoknya tenang seakan tertidur lelap. Alunan harpa mengalir lembut memenuhi aula, melukiskan kesedihan yang mencekam setiap sudut ruang. Matanya menyipit saat menyadari bunga putih di dekat Yuan mulai membeku, embun es merangkak perlahan mengubah kelopak menjadi kristal dingin. Hawa sejuk mulai merambat, menusuk tulang."Mungkinkah?!"Dalam sekejap, Eirlys bangkit dari tempatnya. Langkahnya cepat mendekati peti kaca tempat Yuan dibaringkan. Jemarinya mendorong penutup tebal dengan tekad membara. Jantungnya berdebar dengan kencang, sebuah api harapan muncul. "Putri Eirlys, relakan Yang Mulia!" Xavier bergerak c

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   258. Kepergian sang Raja

    Senar harpa emas kaum elf bergetar lembut, berbeda dari instrumen biasa. Energi yang digunakan untuk menggerakkan senar ini sangat banyak. Eirlys membiarkan jemarinya terkulai di atas senar, tenaga terampas habis. Napasnya terengah-engah, seakan udara di sekitarnya menghisap oksigen dari paru-parunya."Eirlys!" Lixue melompat mendekati, gemetar mengambil harpa keemasan dari tangan sang adik. Dengan lembut, dia meletakkan instrumen berkilau itu di meja terdekat. "Istirahatlah sekarang." Lengannya melingkari pinggang Eirlys, memapah tubuh lemah itu menuju kursi panjang. Dengan hati-hati, dia mengangkat kaki adiknya dan membiarkan Eirlys setengah berbaring."Kak, bagaimana Yuan?" bisik Eirlys, kekhawatiran menembus kelelahan yang menyelimutinya.Lixue menggenggam tangan adiknya, mencoba menenangkan. "Dia akan baik-baik saja. Ingat, Tuan Xavier dan Tuan Ernest sedang menyiapkan ramuan untuknya." Dalam hati, dia berdoa agar takdir berkata lain. “Semoga Yuan bertahan, setidaknya biarkan Eir

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   257. Liontin Lenora

    Jalanan di depan Yuan terlihat asing. Jalan dengan bebatuan hitam, meskipun itu batu, tetapi tidak terasa seperti batu biasa. Dia mengamati orang-orang yang berjalan menuju ke satu arah yang sama, sebuah gerbang besar di ujung jalan, gerbang yang tidak terlihat jelas tulisan namanya. Yuan masih sangat jauh dari gerbang itu. “Akhirnya perjalanan terakhir,” gumam Yuan yang tahu di mana dia sekarang. Dunia orang mati. Kaki Yuan berhenti melangkah saat seorang wanita dengan jubah putih berdiri di hadapannya, muncul begitu saja hingga dia hampir jatuh tersungkur karena kaget. “Lenora!”“Pangeran Yuan, apa yang Anda lakukan di sini!” Suara Lenora terdengar penuh kekesalan dan amarah seakan dia sedang memarahi seorang anak nakal. “Hah?” Reaksi Yuan mendengar ucapan Lenora. Dia tidak tahu harus menjawab apa, tentu saja dia di sini karena nyawanya sudah terpisah dari tubuhnya. “Kuulangi, Pangeran, ah tidak, Yang Mulia Raja Yuan, kembalilah sekarang juga!” Lenora berkata dengan nada lebih

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   256. Gunjingan

    “Apa aliran air ini sudah dimantrai?” tanya pria yang menampilkan lengan hitamnya. Dia mengambil air dan menyiramkannya ke tangan hitamnya. “Mantra Genbu dari Putri Yui. Dengan adanya mantra ini tidak akan ada pencurian air untuk kepentingan pribadi yang ingin menjual air ini.” Penjaga itu kemudian terlihat menghela napas panjang sebelum kembali berbicara. “Sayangnya, kabar buruk terdengar di istana. Kabarnya Yang mulia saat ini dalam kondisi kritis.” Mendengar penuturan penjaga tersebut, pria yang sepanjang jalan selalu memberikan argumen tidak menyukai raja yang sekarang terlihat marah. “Apa katamu! Lalu kenapa mengundang kami jika dia sendiri dalam keadaan kritis, bukankah dia tidak akan bisa menyembuhkan kami!” suara pria itu terdengar begitu keras hingga mengundang perhatian orang-orang di sekitar. “Tuan tenang saja, di istana semua sudah dipersiapkan.” Penjaga gerbang berusaha menekan amarah pria itu, tetapi tidak berhasil. “Lebih baik kita pulang saja!” Pria dengan lengan

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   255. Air di Jalanan Ibukota

    Dunia bawah lebih berwarna. Langit yang biru membawa semangat baru. Kepala desa dan para pemimpin wilayah lainnya menjalankan perintah yang diberikan Yuan, raja mereka untuk mendata dan membawa penduduk dengan tingkat kontaminasi 80 %. Mereka yang telah mengalami kontaminasi bertahun-tahun dipilah dan dibawa ke ibukota untuk bertemu langsung dengan sang raja. “Apa benar kontaminasi ini bisa hilang? Rasanya aku sudah pasrah dengan kondisi ini seumur hidupku.” Pria dengan tangan dan kaki yang sudah menghitam karena kontaminasi terlihat pesimis. Meskipun begitu, setelah menatap langit biru ada secercah harapan di hatinya. “Kalau sang raja bisa menghilangkan kontaminasi di dunia bawah, kurasa bisa juga menghilangkan kontaminasi di tubuhku.” Semua penduduk dengan tingkat kontaminasi parah sudah mulai berangkat menuju ibukota. Mereka menaruh harapan yang sangat besar kepada sang raja, harapan kesembuhan dari kontaminasi yang selama ini menyiksa diri mereka.“Kudengar sang raja masih belia

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status