Share

107. Sebuah Janji

Author: Rai Seika
last update Last Updated: 2024-09-08 17:35:49

“Yuan sudah berada di atas teratai es, tapi suhu badannya masih saja terus meningkat.” Yuasa terlihat panik, dia menyalurkan energi penyembuh kepada Yuan. Rasanya kekuatan penyembuh itu tidak berguna sedikitpun.

“Kenapa? Kemampuan penyembuhku menurun separah ini.” Dalam hati Yuasa, dia menginginkan kekuatannya yang dulu kembali. Melihat Yuan saat ini penyesalannya semakin menggerogoti jiwanya.

“Kalau saja, kalau saja tidak kutukar kekuatan penyembuh dengan kekuatan bertarung,” batin Yuasa. Suaranya bergema dalam benak dan terdengar jelas oleh Aurum.

“Apa kau menyesal sekarang, Yuasa?” Gema suara naga itu terdengar mengagetkan Yuasa saat ini.

“Menyesal pun tak ada gunanya. Kekuatanku tidak akan pernah kembali,” balas Yuasa dalam benaknya.

“Kau benar, meskipun masih ada cara tapi ….” Ucapan Aurum menggantung.

“Tapi?” Yuasa penasaran, dia bahkan menghentikan mengalihkan energi kepada Yuan saat itu.

“Lupakan saja,” balas Aurum dalam benak Yuasa.

“Yuasa, istirahatlah, biar ayah yan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   108. Bimbang

    Yuasa memutuskan untuk terbang bersama Aurum tanpa Rosaline. Ada banyak pertimbangan kenapa Yuasa memilih sendiri. Selain karena dia masih belum bisa percaya kepada Xavier dan meminta Rosaline menjaga adiknya ada hal yang ingin dibicarakan berdua saja dengan Aurum. “Katakan apa ada cara mengembalikan kemampuanku?” Yuasa langsung bertanya. “Apa kau sudah yakin ingin kembali memiliki kekuatan itu, Yuasa?” Aurum bermanuver sembari menunggu jawaban dari Yuasa. “Aurum, awalnya aku senang dengan kekuatanku saat ini. Namun, saat kulihat orang-orang terluka dan tidak bisa menolong rasanya hati kecilku menjerit. Ada lubang besar saat itu, ada sesuatu yang tidak lengkap dalam hidupku.” Yuasa tertunduk, meskipun Aurum tidak bisa melihat wajahnya dia bisa merasakan perasaan Yuasa. “Pikirkan baik-baik. Apa kau siap kehilangan Rosaline? Aturan Red Ruby kau tahu sendiri.” Naga keemasan itu terbang lambat, semakin naik hingga ke atas awan. Membiarkan Yuasa mendinginkan kepalanya dengan dinginnya

    Last Updated : 2024-09-09
  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   109. Sosok Misterius

    “Kak Rosaline!” Yuan menatap Rosaline aneh saat gadis itu kembali mengunjunginya. “Tidak ikut Kak Yuasa?” lanjut Yuan. “Dia ingin sendiri,” balas Rosaline. Gadis berambut merah itu duduk bersandar di bawah salah satu pohon dekat dengan teratai es tempat Yuan berada. Yuan duduk bersila dengan Xavier yang berdiri di samping teratai es. Perlahan-lahan tangan Yuan menyentuh kepalanya. “Apa ada yang sakit?” Xavier yang melihat perubahan ekspresi tenang Yuan mengerutkan kening dan memegang kepala mulai merasa curiga. “Tidak, aku baik-baik saja,” balas Yuan meletakkan kembali tangannya dan tersenyum manis ke arah Xavier. “Syukurlah,” ucap Xavier meskipun dia sadar pangeran di depannya sedang berbohong. Tatapan mata Yuan mulai kabur, sekelebat bayangan kembali muncul. Dia masih menahan rasa sakit di kepalanya. “Kak Xavier, aku haus boleh minta tolong ambilkan minum?” Yuan berusaha mengalihkan perhatian Xavier dengan permintaannya. “Biar saya saja, Pangeran. Tuan Xavier mungkin tidak

    Last Updated : 2024-09-10
  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   110. Bayangan Mirip Yuan

    Sepasang mata hitam sekelam malam, senyuman yang terlihat menawan menghiasi wajah tampan nan cantik. Dia duduk di singgasana dengan sebuah tongkat besar di tangannya. Wajah yang sama persis dengan Yuan. “Itu bukan aku.” Yuan terus menerus mengatakan hal itu dalam hatinya. Namun, mata dan telinganya mendengar seolah dia berada di dalam tubuh sosok yang sama dengannya. “Lihatlah, tubuh ini tidak bisa bertahan lebih lama,” ucap sosok yang menyerupai Yuan. Dia memperlihatkan retakan pada tangannya. Tubuh manusia tidak mungkin retak seperti itu. “Yang Mulia, pasukan istana sudah mencarinya tetapi dia tidak ada di Benua Utara. Ada kemungkinan mereka pergi ke Kediaman Blackdragon. Tempat ini, saya tidak berani mengusik. Keluarga Blackdragon memiliki wilayah sendiri bahkan sebelum istana ini ada. Mereka adalah keluarga penjaga yang disegani.” Pria yang berbicara itu adalah Leiz, raja kegelapan saat ini. Seorang raja kegelapan bahkan membungkuk berhadapan dengan pemuda yang duduk di singgas

    Last Updated : 2024-09-12
  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   111. Munculnya Celah Dimensi di Kediaman Blackdragon

    Kereta kuda yang membawa Yui dan juga dua bersaudara Varsha berhenti di depan gerbang besar Kediaman Blackdragon. Dua orang penjaga menghadang kereta kuda tersebut. Mata keduanya waspada. Yui turun terlebih dahulu diikuti oleh Eirlys dan juga Lixue. Kedua kakak beradik itu menatap gerbang dengan ornamen naga hitam besar dan kokoh. “Inikah Kediaman Blackdragon?” Lixue merasakan aliran kekuatan yang kuat di tempat ini. Sesuatu yang tidak biasa bahkan lebih kuat dari Istana Es di Benua Utara. “Benar, ayo masuk!” Yui berjalan riang menuju ke arah gerbang. Kedua pengawal menurunkan senjatanya setelah melihat Yui. Mereka juga membuka lebar-lebar pintu gerbang yang begitu besar. “Selamat datang, Putri Yui!” Sambutan ramah diperuntukkan putri cantik yang berjalan dengan anggun bersama kedua temannya. Kedatangan mereka segera disampaikan kepada pemimpin Blackdragon, Alden Blackdragon. “Yui!” Seorang wanita cantik dengan rambut hitam sebahu berlari dan memeluk Yui dengan pelukan hangat.

    Last Updated : 2024-09-13
  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   112. Kembalinya Rafael Blackdragon

    Kekuatan Seiryu menahan Yui, sulur tanaman itu menghalanginya. Namun, kekuatan tarikan dari celah dimensi semakin kuat. “Kekuatan Seiryu tidak mampu menahan,” gumam Yui. Dia kembali terseret menuju celah dimensi. Serangan Rachel seakan hanya ditelan saja tidak ada efek sama sekali. Beberapa orang juga berusaha menolong Yui, seakan celah ini benar-benar hanya fokus menarik Yui saja. “Celah ini menelan semua kekuatan bulat-bulat,” ucap Rachel. Dia teringat celah dimensi di Benua Utara yang bisa ditutup dengan kekuatan bayangan. Namun, celah ini justru menelan kekuatan bayangan yang ia miliki. “Serangan fisik tidak berefek, mungkin butuh mantra atau sesuatu.” Alan terlihat panik terlebih lagi Yui semakin dekat setiap kali waktu berlalu. “Alan cepat pikirkan caranya, Yui tidak bisa bertahan lebih lama!” Rachel saat ini menarik Yui berlawanan dengan celah dimensi untuk memperlambat pergerakan Yui. Pria kekar dengan rambut hitam pendek dan kumis tipis itu terlihat sedang berpikir kera

    Last Updated : 2024-09-16
  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   113. Harpa Keperakan

    Eirlys berdiri di depan pintu ganda dengan ukiran naga yang saling berhadapan. Tidak ada penjaga meskipun tempat ini disebut sebagai gudang harta. Gadis dengan rambut putih seputih salju itu mendorong kuat-kuat pintu tersebut. “Tidak bisa dibuka!” Eirlys memperhatikan kembali kedua naga yang ada. Dia mengambil token yang diberikan Yui. “Di bagian mana ini diletakkan?” Eirlys mencari simbol yang cocok dengan token di tangannya. Dia mencoba beberapa tempat dan tidak berhasil. Dia mulai panik. Perasaan ingin segera menyelesaikan masalah membuat Eirlys frustrasi. Dia terburu-buru dan tidak bisa berpikir dengan jernih. “Berikan tokennya!” Suara berat seorang pria membuat Eirlys menoleh. Sosok yang dia lihat saat ini memiliki tubuh tegap dan gagah. Otot yang terlihat kuat dan rambut hitam cepak dengan tatapan mata tajam serta dingin. Eirlys tak bisa menahan diri untuk memandangi pria ini. Dia merupakan sosok pria yang disukai kaum hawa, tampan, gagah dan memiliki kharisma.“Bisa kau be

    Last Updated : 2024-09-18
  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   114. Perangkap Lenora

    Eirlys memeluk dirinya sendiri dengan kedua tangan. Gaun yang membalut tubuhnya seharusnya sudah cukup tebal karena dia mengenakan baju itu sejak di Benua Utara. Namun, rasa dingin masih menusuk kulit hingga ke tulang. “Namaku Lenora Isolde Ratu Awan. Mereka juga memanggilku penguasa mimpi.” Lenora tersenyum simpul. Lengkung bibirnya terlihat lembut dengan tatapan sendu. “Semua ini salahku, maaf melibatkan Putri Eirlys.” Lenora menunjukkan sebuah tempat yang terlihat mengerikan. Rantai yang tergolek di lantai tanpa ada seseorang yang menjadi tawanan. “Seharusnya dia ditahan di sini. Rafael sudah menyeretnya ke Abyss. Akan tetapi, dia ternyata bisa kabur dari sini. Apa kau tahu kenapa dia bisa kabur?” Lenora berbalik menatap Eirlys yang masih terlihat syok dengan tempat yang dia lihat saat ini. “Yuan, dia menggunakan Yuan,” balas Eirlys. Bukan tanpa alasan gadis itu menjawab. Ada aura yang sangat akrab di mata Eirlys dan dia tahu itu milik Yuan. “Tapi bagaimana dia mengambil kekuat

    Last Updated : 2024-09-20
  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   115. Mutiara Naga Kristal

    Yuasa telah sampai di Kota Naga. Dia langsung berlari ke tempat Yuan berada bersama dengan Light. Keduanya terdiam saat melihat Yuan terbaring di atas teratai es.“Ibunda apa yang terjadi?” Yuasa hanya melihat gelengan kepala lemah dari wanita yang telah melahirkannya. Dia langsung mendekati Yuan dan memeriksa nadinya. “Bagaimana mungkin bisa seperti ini?” gumam Yuasa pelan.“Kak, bagaimana?” tanya Light menatap Yuasa yang juga menggelengkan kepalanya.“Yuan terlalu lemah, denyut nadinya juga sangat lemah. Mungkin saja dia tidak akan bertahan.” Yuasa menunduk, dia menatap dalam-dalam wajah Yuan yang tertidur. “Yuasa apa kau tidak bisa menolong Yuan?” bisikan lembut dari wanita cantik yang mendekati Yuasa begitu menyentuh. Rasa sesak kembali terasa, penyesalan hanya tinggal penyesalan. Yuasa hanya bisa menatap Yuan tanpa bisa berbuat apapun.“Kalau saja aku masih memiliki kekuatanku yang dulu. Yuan, maaf.” Yuasa hanya bisa termenung dan berbalik keluar dari hutan kecil tersebut. Dia b

    Last Updated : 2024-09-21

Latest chapter

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   263. Suara Harpa

    Yui dan Yuan berdiri di luar dinding istana, hembusan angin lembut membelai rambut mereka. Jemari mereka dengan hati-hati menaburkan benih-benih ajaib dari dunia atas ke tanah yang dahulu gersang. Di bawah sentuhan mereka, dunia bawah yang dulunya kelam kini dipenuhi berbagai warna—hijau rumput yang merayap, kuning keemasan bunga-bunga liar, segala macam tanaman mulai mengular dari dalam tanah. Yui menoleh, alisnya berkerut melihat saudaranya. "Yuan, kau tidak apa-apa?" tanyanya, memperhatikan kembarannya yang tengah memainkan harpa keemasan—benda legendaris yang diperebutkan banyak makhluk.Yuan menggeleng pelan, jemarinya masih menari di atas senar harpa. "Tidak apa-apa," jawabnya singkat, matanya tetap terfokus pada alat musik di tangannya.Kebangkitan Yuan beberapa waktu lalu sungguh menggemparkan seluruh kerajaan. Bukan hanya wujudnya yang telah berubah sempurna sebagai raja kegelapan, tetapi juga reaksi tidak biasa dari harpa ajaib tersebut. Harpa keemasan itu bersinar terang,

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   262. Benih Kebangkitan

    Cahaya keemasan menyusup di antara dedaunan saat Raja Arlen membimbing Yui menyusuri jalan setapak menuju area tidak jauh dari Pohon Kehidupan. Angin lembut menerbangkan helaian rambut Yui, sementara matanya menangkap sosok Rafael yang tengah berbincang serius dengan Moura di kejauhan, wajah keduanya tampak khidmat di bawah naungan cabang-cabang raksasa."Sebelah sini," ujar Raja Arlen sambil menunjuk dengan jemarinya yang panjang dan ramping. Jubah kerajaannya berdesir lembut menyapu rumput saat ia memimpin Yui menuju sebuah pondok mungil yang hampir tersembunyi di balik rimbunnya aneka bunga warna-warni. Aroma manis nektar merebak di udara, menggelitik indra penciuman.Pintu pondok terbuka dengan derit pelan. Seorang pria melangkah keluar, mengenakan tunik berwarna lumut khas kaum elf yang melekat sempurna di tubuhnya. Namun, tidak seperti para elf lainnya, telinga pria itu tidak meruncing dan wajahnya tidak memancarkan keanggunan abadi yang biasa dimiliki kaum elf."Yoru!" pekik Y

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   261. Undangan

    Yui mendarat dengan lincah setelah melompat dari punggung Fury, naga hitam milik Rafael. Rambut panjangnya melambai tertiup angin saat kakinya menyentuh tanah. Matanya berbinar melihat sosok yang telah menunggunya."Kakak!"Yui menghambur ke pelukan Yuasa, jemarinya mencengkeram erat jubah sang kakak sementara aroma khas dedaunan segar menguar dari tubuh Yuasa. Mata keduanya berkaca-kaca, pertemuan yang menggetarkan jiwa setelah sekian lama terpisah."Kau baik-baik saja, Yui? Bagaimana tubuhmu setelah bangkit kembali?" tanya Yuasa sambil meneliti setiap inci wajah adiknya. Jemarinya yang ramping menyentuh pipi Yui, memancarkan energi keemasan yang menelusuri setiap sel dalam tubuh sang adik. "Setelah semua ini selesai, biarkan kakak menyembuhkanmu."Dahi Yuasa berkerut dalam. Sensasi dingin menjalar dari tubuh Yui—sesuatu yang sangat janggal. Api Suzaku yang seharusnya berkobar hangat kini terasa beku seperti es abadi."Tentu, untuk saat ini kakak fokus saja dengan pernikahan. Urusan

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   260. Malam Berbintang

    Malam di Kota Naga. Bintang-bintang bertaburan seperti permata di langit malam Kota Naga. Rafael berdiri sendirian di balkon gedung tertinggi, kedua tangannya mencengkeram pagar besi yang dingin sementara matanya menelusuri konstelasi-konstelasi yang berkilauan. Hembusan angin malam meniup rambut gelapnya, mengirimkan sensasi dingin yang menusuk tulang, namun Rafael tak bergeming.Suara langkah kaki lembut terdengar di belakangnya. Rafael menoleh, alisnya terangkat saat mengenali sosok yang mendekat."Yuichi?"Sosok itu tersenyum. Wajahnya merupakan versi maskulin dari Yui, garis rahang yang sama, mata yang sama, tetapi dengan ketegasan yang hanya dimiliki seorang ayah."Sendirian?" tanya Yuichi, suaranya merdu membelah keheningan malam.Rafael mengangguk pelan, lalu menggerakkan tangannya ke arah kursi kosong di sampingnya. Yuichi melangkah maju dan duduk, jubah hitamnya melambai pelan tertiup angin."Malam ini indah meskipun tanpa bulan," ucap Rafael, matanya kembali menatap cakraw

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   259. Kebangkitan

    Bunga putih mungil bertebaran di aula, mirip kepingan dandelion yang rapuh. Setiap tamu berjalan perlahan, meletakkan bunga kecil tanda penghormatan terakhir. Bunga-bunga itu mencerminkan ketangguhan luar biasa, seperti kehidupan yang bertahan di balik kerasnya dunia bawah, membisu namun tak terkalahkan. Mereka menyebutnya bunga bintang roh. Eirlys menatap Yuan yang terpejam, sosoknya tenang seakan tertidur lelap. Alunan harpa mengalir lembut memenuhi aula, melukiskan kesedihan yang mencekam setiap sudut ruang. Matanya menyipit saat menyadari bunga putih di dekat Yuan mulai membeku, embun es merangkak perlahan mengubah kelopak menjadi kristal dingin. Hawa sejuk mulai merambat, menusuk tulang."Mungkinkah?!"Dalam sekejap, Eirlys bangkit dari tempatnya. Langkahnya cepat mendekati peti kaca tempat Yuan dibaringkan. Jemarinya mendorong penutup tebal dengan tekad membara. Jantungnya berdebar dengan kencang, sebuah api harapan muncul. "Putri Eirlys, relakan Yang Mulia!" Xavier bergerak c

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   258. Kepergian sang Raja

    Senar harpa emas kaum elf bergetar lembut, berbeda dari instrumen biasa. Energi yang digunakan untuk menggerakkan senar ini sangat banyak. Eirlys membiarkan jemarinya terkulai di atas senar, tenaga terampas habis. Napasnya terengah-engah, seakan udara di sekitarnya menghisap oksigen dari paru-parunya."Eirlys!" Lixue melompat mendekati, gemetar mengambil harpa keemasan dari tangan sang adik. Dengan lembut, dia meletakkan instrumen berkilau itu di meja terdekat. "Istirahatlah sekarang." Lengannya melingkari pinggang Eirlys, memapah tubuh lemah itu menuju kursi panjang. Dengan hati-hati, dia mengangkat kaki adiknya dan membiarkan Eirlys setengah berbaring."Kak, bagaimana Yuan?" bisik Eirlys, kekhawatiran menembus kelelahan yang menyelimutinya.Lixue menggenggam tangan adiknya, mencoba menenangkan. "Dia akan baik-baik saja. Ingat, Tuan Xavier dan Tuan Ernest sedang menyiapkan ramuan untuknya." Dalam hati, dia berdoa agar takdir berkata lain. “Semoga Yuan bertahan, setidaknya biarkan Eir

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   257. Liontin Lenora

    Jalanan di depan Yuan terlihat asing. Jalan dengan bebatuan hitam, meskipun itu batu, tetapi tidak terasa seperti batu biasa. Dia mengamati orang-orang yang berjalan menuju ke satu arah yang sama, sebuah gerbang besar di ujung jalan, gerbang yang tidak terlihat jelas tulisan namanya. Yuan masih sangat jauh dari gerbang itu. “Akhirnya perjalanan terakhir,” gumam Yuan yang tahu di mana dia sekarang. Dunia orang mati. Kaki Yuan berhenti melangkah saat seorang wanita dengan jubah putih berdiri di hadapannya, muncul begitu saja hingga dia hampir jatuh tersungkur karena kaget. “Lenora!”“Pangeran Yuan, apa yang Anda lakukan di sini!” Suara Lenora terdengar penuh kekesalan dan amarah seakan dia sedang memarahi seorang anak nakal. “Hah?” Reaksi Yuan mendengar ucapan Lenora. Dia tidak tahu harus menjawab apa, tentu saja dia di sini karena nyawanya sudah terpisah dari tubuhnya. “Kuulangi, Pangeran, ah tidak, Yang Mulia Raja Yuan, kembalilah sekarang juga!” Lenora berkata dengan nada lebih

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   256. Gunjingan

    “Apa aliran air ini sudah dimantrai?” tanya pria yang menampilkan lengan hitamnya. Dia mengambil air dan menyiramkannya ke tangan hitamnya. “Mantra Genbu dari Putri Yui. Dengan adanya mantra ini tidak akan ada pencurian air untuk kepentingan pribadi yang ingin menjual air ini.” Penjaga itu kemudian terlihat menghela napas panjang sebelum kembali berbicara. “Sayangnya, kabar buruk terdengar di istana. Kabarnya Yang mulia saat ini dalam kondisi kritis.” Mendengar penuturan penjaga tersebut, pria yang sepanjang jalan selalu memberikan argumen tidak menyukai raja yang sekarang terlihat marah. “Apa katamu! Lalu kenapa mengundang kami jika dia sendiri dalam keadaan kritis, bukankah dia tidak akan bisa menyembuhkan kami!” suara pria itu terdengar begitu keras hingga mengundang perhatian orang-orang di sekitar. “Tuan tenang saja, di istana semua sudah dipersiapkan.” Penjaga gerbang berusaha menekan amarah pria itu, tetapi tidak berhasil. “Lebih baik kita pulang saja!” Pria dengan lengan

  • Raja Baru untuk Dunia Kegelapan   255. Air di Jalanan Ibukota

    Dunia bawah lebih berwarna. Langit yang biru membawa semangat baru. Kepala desa dan para pemimpin wilayah lainnya menjalankan perintah yang diberikan Yuan, raja mereka untuk mendata dan membawa penduduk dengan tingkat kontaminasi 80 %. Mereka yang telah mengalami kontaminasi bertahun-tahun dipilah dan dibawa ke ibukota untuk bertemu langsung dengan sang raja. “Apa benar kontaminasi ini bisa hilang? Rasanya aku sudah pasrah dengan kondisi ini seumur hidupku.” Pria dengan tangan dan kaki yang sudah menghitam karena kontaminasi terlihat pesimis. Meskipun begitu, setelah menatap langit biru ada secercah harapan di hatinya. “Kalau sang raja bisa menghilangkan kontaminasi di dunia bawah, kurasa bisa juga menghilangkan kontaminasi di tubuhku.” Semua penduduk dengan tingkat kontaminasi parah sudah mulai berangkat menuju ibukota. Mereka menaruh harapan yang sangat besar kepada sang raja, harapan kesembuhan dari kontaminasi yang selama ini menyiksa diri mereka.“Kudengar sang raja masih belia

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status