Share

Tak Diinginkan

Author: Sri_Eahyuni
last update Last Updated: 2025-03-07 14:00:40

"Istighfar, Bu, istighfar. Kasihan Reva." Prabu memeluk tubuh sang istri dan berusaha menenangkannya, lalu membawanya menjauh dari Reva.

"Kalau kamu sudah tidak bisa dibilangi dan tidak mau menurut sama Ibu, berarti kamu sudah menganggap kami tidak ada. Lebih baik kamu pergi dari rumah ini! Pergi! Jangan pernah tampakkan wajahmu di depan Ibu lagi! Dasar anak sialan! Cepat pergi!" Rindi benar-benar dikuasai oleh amarahnya.

Reva yang tidak mau membuat ibunya terus-menerus kecewa akhirnya memutuskan untuk mengemas pakaian dan bersiap pergi, meski ia tak tahu harus ke mana.

"Reva, kamu mau ke mana, Nduk?" tanya Prabu ketika kembali ke kamar Reva.

"Bapak, maafkan aku. Aku selalu membuat kalian kecewa. Aku akan pergi sesuai perintah Ibu. Sekali lagi, maafkan aku. Aku belum bisa membuat kalian bahagia, justru selalu membuat kalian malu dan bersedih," balas Reva dengan air mata yang terus mengalir di kedua pipinya.

"Cepat pergi, anak si
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Rahasia Panas Cinta Terlarang   Jebakan Cinta

    "Mas Nathan, kamu nggak turun? Ayo turun," ajak Kinez, menghampiri Nathan yang tak kunjung keluar dari mobil.Dengan malas, akhirnya Nathan membuka pintu dan keluar. Namun, tanpa ia sangka, Kinez berani bergelayut manja di lengannya."Kamu ngapain, Nez? Malu, tahu! Dilihat orang," ujar Nathan, melepas pegangan tangan Kinez."Kenapa harus malu, Mas? Anak muda wajar dong seperti ini," balas Kinez, tampak kecewa dengan penolakan Nathan.Kinez kesal karena Nathan tak merespons. Bibirnya mengerucut, membuat lelaki itu semakin malas menatapnya.---"Kita sarapan di sini dulu, ya. Nanti baru kita keliling lihat pantai," ujar Siti sambil menggelar karpet, dibantu oleh Kinez."Anak pintar, tanpa diminta sudah peka," puji Siti, yang dibalas senyuman oleh Kinez.Mereka mulai sarapan dengan bekal masakan Siti yang beragam. Nandra dan Suri sudah lebih dulu menyomot makanan kesukaan mereka."Nathan tuh

    Last Updated : 2025-03-08
  • Rahasia Panas Cinta Terlarang   Terjebak Antara Dendam dan Cinta

    "Ya udah, kamu aja yang nolongin! Kan kamu yang merasa kasihan, bukan aku." "Yang bener nih? Nggak apa-apa kalau ceweknya aku cium?" "Heemmm..." "Yakin nggak bakal marah? Nggak bakal cemburu?" "Yakin! Aku nggak akan marah! Cepetan lakuin!" teriak Nathan dengan emosi. "Iya deh, tapi awas kalau nanti kamu minta ganti rugi." Lelaki itu mengancam, sementara Nathan hanya menggeleng-gelengkan kepala. Lelaki itu lalu perlahan memberikan napas buatan pada Kinez. Satu kali gagal, dua kali masih belum berhasil, hingga akhirnya di percobaan keempat, Kinez tersedak dan memuntahkan air laut yang tertelan. Napasnya kembali normal, dan dia mulai sadar. "Ehh, ehh! Anak saya diapain tuh? Kamu ngelakuin sesuatu yang nggak pantas ke anak saya, ya?!" Yati berteriak panik, menghampiri mereka. Dari jauh, dia melihat anaknya dicium oleh lelaki asing, sementara Nathan hanya berdiri mengawasi.

    Last Updated : 2025-03-09
  • Rahasia Panas Cinta Terlarang   Tersesat

    Reva berjalan hingga ke jalan raya yang biasa dilalui angkutan umum ataupun bus. Ia naik begitu saja saat ditawari oleh kernet bus Transjakarta, tanpa tahu tujuan akhirnya. Reva berpikir bus itu akan membawanya ke Jakarta.Sampai akhirnya, ia terbangun karena seseorang menggoyang-goyangkan lengannya."Dek, bangun. Hey... bangun, Dek. Kamu mau ke mana sebenarnya?" suara kernet membangunkannya.Reva mengucek matanya, kebingungan melihat bus yang sudah kosong."Ini sampai mana ya, Pak?" tanyanya."Ini di kota Semarang. Kamu mau ke mana?" Kernet itu menatapnya dengan penuh selidik."Di Semarang ya, Pak? Ya sudah, saya turun di sini saja.""Berapa ongkosnya, Pak?" imbuh Reva."Sepuluh ribu."Reva mengernyit. "Murah amat," batinnya.Ia merogoh uang dari kain lusuh pemberian bapaknya dan menyodorkan selembar uang berwarna ungu."Ini, Pak. Makasih, ya."Setelah uangnya diterima, Reva

    Last Updated : 2025-03-10
  • Rahasia Panas Cinta Terlarang   Dil3c3hkan

    Setelah selesai berkenalan, Reva kembali ke dalam kamarnya. Ia bersyukur karena para penghuni kos mau menyapanya dengan ramah."Jam berapa sekarang ya? Mungkin masih ada waktu buat sholat Ashar," gumamnya.Meski ibadahnya masih belum sempurna, Reva tetap berusaha untuk sholat setiap ada kesempatan.Ia segera mencari kamar mandi yang ada di lantai dua, lalu mandi dan berwudhu. Setelah kembali ke kamar, ia menggelar sajadah yang dibawanya dari rumah dan mulai menunaikan sholat."Ya Allah, ampunilah aku yang belum bisa menjadi anak yang baik untuk Ibu dan Bapak. Ya Allah, lindungilah aku di mana pun aku berada. Dekatkanlah aku dengan orang-orang yang tulus dan jauhkanlah aku dari orang-orang dzalim."Doa itu ia panjatkan dengan khusyuk setelah selesai sholat.Usai beribadah, Reva merebahkan tubuhnya di atas kasur busa. Rasa pegal di punggungnya sedikit berkurang, hingga tanpa sadar setengah jam berlalu. Adzan Magrib pun berkumandang

    Last Updated : 2025-03-11
  • Rahasia Panas Cinta Terlarang   Diburu Nafsv Diselamatkan Takdir

    Nathan seperti orang gila, tak tahu harus berbuat apa. Sejak tadi, ia terus mencoba mengirim pesan dan menelepon nomor Reva, tetapi tak kunjung mendapat respons."Reva, kamu di mana??""Dek, kenapa kamu pergi tanpa ngabarin aku?""Plis, Sayang, aktifkan nomormu. Aku khawatir banget sama kamu.""Reva, tolong kasih tahu aku keberadaanmu biar aku bisa menyusul. Dunia luar itu kejam, aku nggak mau kamu kenapa-napa.""Rev, kamu bertengkar sama Ibumu gara-gara aku, kan? Maafin aku, ya. Tapi kumohon, kasih tahu aku keberadaanmu biar aku bisa nyusul. Aku janji nggak akan kasih tahu Om Prabu atau Bulek Rindi."Pesan demi pesan yang dikirim Nathan sejak pagi tak kunjung mendapat balasan. Bahkan, centang dua pun belum muncul. Namun, ia tetap mencoba menghubungi nomor itu, meski tahu kemungkinan Reva menjawab sangat kecil."Nat, makan dulu. Kamu belum makan dari tadi siang," ujar Siti dari luar kamar."Nanti sakit maag-mu kambuh kalau kamu terus begini," tambahnya lagi.Nathan sama sekali tak mer

    Last Updated : 2025-03-13
  • Rahasia Panas Cinta Terlarang   Ketahuhan

    "Kenapa elo berubah pikiran, hah?! Kenapa nggak dari awal aja elo nurut? Biar gue nggak perlu main kasar dan maksa!" Kiran menatap wajah Reva dengan tatapan penuh kemenangan."Iya, awalnya aku memang nggak mau. Tapi sekarang aku udah lemes dan nggak punya tenaga buat ngelawan kalian. Jadi aku pasrah aja... Kumohon, jangan kasar-kasar. Aku takut… karena ini pertama buat aku," ujar Reva, berusaha meyakinkan Kiran dan teman-temannya."Akhirnya lo pasrah juga," Sita terkekeh puas."Nah, gitu dong! Coba dari tadi nurut, kan nggak perlu ribet. Malah bisa lanjut ke ronde kedua," Kiran menambahkan dengan nada meledek, membuat Reva semakin jijik.Melihat Reva yang terlihat pasrah, Kiran pun mendekat dan membenamkan wajahnya di pipi Reva. Reva menahan rasa jijik sekuat tenaga demi mengendalikan emosinya.Saat itu juga, Sita dan Meysa keluar ke kamar mandi. Mereka pikir Reva sudah berhasil ditaklukkan."Tukar posisi, Ran. Aku pengin nyoba d

    Last Updated : 2025-03-14
  • Rahasia Panas Cinta Terlarang   Teguran Pemilik Kos

    Tak satu pun yang berani menjawab. Mereka semua tertunduk, membuat emosi Sarah naik hingga ke ubun-ubun."Meysa, cepat katakan! Atau Tante akan lapor ke orang tuamu. Sejak kapan kalian melakukan ini semua?" Bu Sarah menatap tajam ke arah Meysa."Maafkan aku, Tante. Aku mohon, jangan lapor ke Ayah dan Bunda. Aku melakukannya sejak awal datang ke sini. Kiran yang memaksaku, dan Sita membantunya. Dia memaksaku seperti yang dilakukannya pada Reva. Aku akui aku salah, Tante, tapi tolong, jangan laporkan aku ke mereka," ujar Meysa dengan suara bergetar.Reva mengernyit, kebingungan."Meysa juga dipaksa seperti aku? Lalu, apa hubungan Bu Sarah dengan orang tua Meysa sampai dia ketakutan begitu?" batin Reva bertanya-tanya."Astaghfirullah! Ternyata kamu sudah melakukannya sejak tujuh bulan yang lalu. Tante tak habis pikir, bisa-bisanya kamu mau menerima ajakan mereka!" Bu Sarah terus mengusap dadanya sembari melafalkan istighfar."Kiran,

    Last Updated : 2025-03-15
  • Rahasia Panas Cinta Terlarang   Melamar Kerja

    Kedua teman mereka menoleh, membuat Reva merasa kikuk. Namun, ia tetap melangkah dan memutuskan membuka pintu lebih lebar karena memang ia butuh ke kamar mandi."Hai! Kenalin, aku Reva. Aku penghuni baru, baru kemarin datang ke sini," ujar Reva sambil mendekat ke arah mereka."Salam kenal, aku Via," ucap wanita berambut panjang lurus tadi."Aku Nadia," sahut yang berambut panjang bergelombang.Saat Reva hendak menyalami wanita berambut pirang sebahu itu, ia agak merasa sungkan. Wanita itu terlihat judes dan dingin."Kenalin, ini Dira. Dia emang selalu nggak suka sama orang baru. Tapi kalau udah kenal, dia asyik kok," sahut Via yang menyadari keraguan Reva dan sikap cuek Dira."Hai, Dira. Salam kenal, ya. Maaf, aku mau ke kamar mandi dulu," ujar Reva buru-buru pamit."Ya... silakan," balas Via dan Nadia bersamaan.Tiga puluh menit di kamar mandi, Reva akhirnya keluar. Namun, ketiga penghuni kos tadi sudah tidak a

    Last Updated : 2025-03-16

Latest chapter

  • Rahasia Panas Cinta Terlarang   Ancaman

    Seusai salat Magrib, Reva baru saja diantarkan Nathan pulang ke kosannya. Nathan ingin menemui Bu Sarah, dan Reva berinisiatif untuk memanggilkannya."Aku ke atas dulu, naruh barang-barang ini sebentar. Nanti aku panggilkan Bu Sarah," ujar Reva berpamitan."Iya, Sayang. Aku tunggu, ya. Semoga masih ada kamar kosong, biar aku nggak jauh dari kamu," balas Nathan penuh harap."Amin. Bentar, ya," sahut Reva sambil tersenyum.Reva berjalan masuk ke halaman kos, sementara Nathan menunggu di luar gerbang. Selama menunggu, Nathan tak henti-hentinya menatap punggung sang kekasih."Mas, udah yuk. Rumah Bu Sarah ada di sebelah sana, jadi motornya bawa ke sana aja, ya," ujar Reva, menunjuk ke arah barat setelah kembali."Iya," balas Nathan singkat.Setibanya di rumah Bu Sarah, Reva menghampiri Pak Beni, penjaga keamanan rumah tersebut, dan menanyakan keberadaan Bu Sarah. Namun, ternyata Bu Sarah sedang berada di luar kota dan belum pulang."Oh, begitu ya, Pak. Saya mau tanya, apa masih ada kamar

  • Rahasia Panas Cinta Terlarang   Penyesalan

    "Iya, Bu, aku juga nggak nyangka. Pokoknya aku nggak mau buru-buru punya anak. Aku mau bersenang-senang dulu dengan hartanya Mas Nathan," ucap Kinez, bibirnya melengkung dalam senyum penuh kemenangan."Iya, itu harus! Dan jangan lupa, kamu harus selalu mengajak Ibu serta adikmu. Kamu harus bisa menguras harta orang tua Nathan dan membalikkan nama semua harta mereka menjadi milikmu dan milik Ibu," balas Yati, suaranya dipenuhi ambisi. Kinez mengangguk yakin. "Itu pasti, Bu. Aku janji akan membuat Ibu bahagia.""Pintar! Anak Ibu memang benar-benar cerdas," puji sang Ibu dengan senyum lebar."Kurang ajar!! Dasar manusia jahanam!!" teriak Siti.Tanpa aba-aba, plak!! plak!! Dua tamparan mendarat di pipi Yati. Suara benturan telapak tangan dengan kulit menggema di ruangan. Yati tersentak, kepalanya menoleh ke samping akibat kerasnya tamparan."Awww! Lepasin! Sakit!!" jerit Yati, berusaha melepaskan diri.Kinez hanya menangis ketakutan, tubuhnya gemetar melihat ibunya diamuk Siti dengan br

  • Rahasia Panas Cinta Terlarang   Rencana Pembalasan

    Seketika semua orang memandang ke arah Nandra yang melongo. Ada yang merasa kasihan, sementara yang lain hanya bisa geleng-geleng kepala."Ya sudah kalau begitu, ayo segera berangkat! Tunggu apalagi?" seru Parto dengan semangat."I-iya, ayo semuanya berangkat. Nandra, cepat! Kasihan mereka yang sudah menunggu lama," ujar Jeki.Namun, bukannya bergegas, Nandra justru memprotes. "Bapak, kenapa nggak minta persetujuanku dulu? Aku nggak mau, ya, nikah sekarang! Apalagi sama Kinez! Kalau Bapak mau, Bapak aja yang nikah sama Kinez!""Heh! Jangan ngadi-ngadi kamu, Le! Bapak itu sudah punya Ibu! Bisa-bisanya kamu nyuruh Bapak menikahi Kinez!" seru Siti geram."Ya sudah, kalau gitu jangan paksa aku!" balas Nandra keras kepala.Ibu dan anak itu kini saling beradu pandang dengan sengit. Dalam hati, Nandra merasa seperti berada di posisi Nathan yang selalu menurut dan tak pernah membantah, sehingga mendapat lebih banyak kasih sayang dari ora

  • Rahasia Panas Cinta Terlarang   Suami Pengganti

    Tanpa aba-aba, Siti mendorong tubuh Rindi dengan kasar."Bu, awas!!" seru beberapa orang saat Rindi kehilangan keseimbangan.Tangannya refleks memeluk Tina lebih erat, melindungi gadis kecilnya agar tidak terjatuh. Wajahnya memucat, napasnya memburu."Astaghfirullah, Siti! Kamu sudah gila?!" suara Jeki meledak, membuat ruangan semakin sunyi.Di luar, beberapa tetangga mulai berkumpul, penasaran dengan kegaduhan yang terjadi. Mereka berbisik-bisik, membahas kaburnya Nathan yang kini menjadi perbincangan seluruh kampung.Angin siang bertiup pelan, menggoyangkan daun-daun di halaman. Namun, hawa di dalam rumah tetap terasa panas, bukan karena cuaca, tetapi karena emosi yang semakin membara.Rumah Jeki semakin riuh. Bisikan para tetangga semakin kencang, membentuk lingkaran gosip yang mengelilingi keluarga itu. Wajah-wajah penuh rasa ingin tahu menatap Rindi yang masih berdiri di tempatnya, berusaha menenangkan dirinya sendiri.

  • Rahasia Panas Cinta Terlarang   Suasana Panas di Rumah Nathan

    Suasana Panik di Rumah Jeki"Mungkin dia lagi di kamar mandi, atau keluar sebentar. Memangnya kamu udah mencarinya?" tanya salah satu kerabat yang lain.Siti menggeleng. "Aku cuma lihat di kamarnya, nggak sempat cari ke tempat lain."Kakak Jeki, Warsih, yang mendengar kegaduhan itu langsung berseru lantang, "Coba cari lagi! Kalian yang di luar ada lihat Nathan nggak?"Sekejap suasana berubah semakin riuh. Semua orang yang ada di rumah mulai berhamburan ke luar, mencari Nathan di setiap sudut rumah dan halaman."Nathan...!!""Nathan...!!!""Kamu di mana, Nathan? Kita semua udah siap, tinggal nunggu kamu aja!"Beberapa tamu yang baru datang ikut kebingungan melihat keluarga Jeki berteriak-teriak mencari seseorang. Para tetangga yang sedang berkumpul di depan rumah pun mulai ikut mencari, memeriksa ke pekarangan, ke belakang rumah, bahkan ke jalanan sekitar.Di tengah kekacauan itu, Suri—adik Nathan—berlar

  • Rahasia Panas Cinta Terlarang   Nathan Kabur

    Nathan membawa Reva keluar dari area restoran. Sejak bertemu kekasihnya, ia sampai lupa kalau perutnya sudah lama meronta minta diisi."Sayang, kita beli makan dulu, ya? Aku laper banget, dari pagi belum makan," ucap Nathan sambil mengelus perutnya. Ia tahu betul akibat telat makan bisa bikin tubuhnya drop. Sekarang hatinya sudah lega setelah berhasil kabur dari rumah dan bertemu Reva. Baginya, ini anugerah luar biasa. Ia harus tetap sehat agar bisa terus menjaga gadisnya."Mau, tapi aku nggak punya uang," sahut Reva polos.Nathan terkekeh, lalu mengacak pelan rambut Reva. "Yang ngajak kan aku, jadi ya aku yang bayar, Sayang. Masa iya aku suruh kamu bayar sendiri? Aku ini pacar kamu, lho."Reva tersenyum. "Ya udah deh, makasih ya.""Iya, Sayang."Nathan menoleh ke kanan dan kiri, mencari tempat makan yang nyaman, bersih, dan nggak terlalu ramai."Mas, kelewat! Tadi ada kedai penjual nasi, lho," ujar Reva sambil menepuk p

  • Rahasia Panas Cinta Terlarang   Bertemu

    "Duh, Rev, kok elo nolak tawaran Pak Aaris sih? Harusnya elo terima aja. Lumayan kan, dapat tumpangan gratis daripada jalan kaki mulu. Gue nggak nyangka, lho, Pak Aaris nawarin elo pulang bareng. Di dalam tadi kalian ngobrolin apa aja sih? Gue kepo," ujar Keysa dengan antusias."Nggak lah, Kak, aku nggak enak sama Pak Aaris. Tadi kita nggak ngobrolin apa-apa kok, cuma bahas soal hadiah dan aku ngucapin terima kasih. Udah gitu doang," balas Reva, berusaha menutupi kegugupannya."Elo pakai pelet apa sih sampai Pak Aaris bisa nyantol sama elo?" Nita menyela dengan nada geram, matanya menatap tajam ke arah Reva.Reva hanya tersenyum tipis, sudah mulai terbiasa dengan sikap Nita yang selalu sinis padanya."Udah nyadar belum kalau Pak Aaris nggak pernah ngelirik elo, Nit? Justru malah nyantol sama Reva yang orang baru! Kesaing, kan? Kasihan!" ledek Keysa sambil tertawa kecil."Udah, kalian nggak usah ngomongin Pak Aaris terus. Ntar kuping Pak A

  • Rahasia Panas Cinta Terlarang   Suprise

    "Ahh..." Reva terlonjak kaget. Karena tidak dipersilakan duduk, ia memilih tetap berdiri dengan canggung.Aaris terkekeh pelan, menikmati kepanikan yang tersirat di wajah gadis itu. "Duduklah," ucapnya akhirnya."Terima kasih, Pak," balas Reva sambil menarik kursi dengan hati-hati dan duduk di hadapan Aaris."Jadi, ada apa Bapak memanggil saya? Apa saya melakukan kesalahan?" tanyanya dengan nada waswas.Aaris menyandarkan tubuhnya ke kursi, menautkan jari-jarinya di atas meja. "Memangnya kalau saya memanggilmu, itu berarti kamu pasti punya kesalahan?" tanyanya santai.Reva mengerjap, lalu buru-buru menggeleng. "Ehh, bukan begitu, Pak. Saya hanya takut kalau saya tidak sengaja melakukan kesalahan, makanya Bapak memanggil saya. Kalau memang saya punya kesalahan, saya mohon maaf, Pak. Tapi, saya mohon… jangan pecat saya," ujarnya dengan suara nyaris berbisik, penuh harap.Melihat ekspresi takut-takut Reva, Aaris justru mendadak geli

  • Rahasia Panas Cinta Terlarang   Ada Apa di Mata Aaris?

    Di kota Semarang,Pagi yang cerah secerah hati Reva, ia sudah bangun sejak subuh, sehabis menjalankan kewajiban dua raka'at ia memasak beras dan menggoreng telur.Meskipun Reva tak memiliki minyak goreng tetapi ia melihat masih ada stok minyak goreng entah milik siapa ia tak tahu."Minyak goreng, kamu punyanya siapa?? Aku minta dikit ya, nanti kalau aku udah bisa beli bakal aku ganti kok. Janji deh dikiiiit aja ya, Bismillah," gumam Reva sembari membuka botol minyak goreng lalu menuangkan ke dalam teflon yang sudah ia panaskan di atas kompor.Reva menggoreng dua butir telur, yang satu akan dia bawa bekal untuk makan siang nanti. Di rumah Reva sudah terbiasa makan tiga kali bahkan kadang empat kali dalam sehari maka dari itu ia terbiasa tidak bisa menahan lapar.Tepat jam setengah tujuh Reva sudah siap berangkat ia juga sudah selesai sarapan, dirinya asal mengambil kertas minyak untuk membungkus nasinya."Reva, kamu udah mau bera

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status