Preman mabuk itu berteriak kesakitan setelah terkena hantaman dari Rangga.Preman mabuk itu jatuh ke tanah yang becek sehingga wajahnya yang bertato kini tercoreng oleh lumpur yang ada di bawah.Para pedagang pasar tidak bisa menyembunyikan tawanya setelah melihat tragisnya nasib si preman mabuk.Tapi rasa kesetiakawanan dari para preman yang lain mulai muncul. Kini mereka melotot ke arah Rangga. "Kamu berani memukul temanku, hah! Belum tahu siapa kami, hah!"Dua orang preman itu mulai mendekati Rangga. Bahkan salah seorang di antaranya mulai merogoh sesuatu dari balik bajunya. Nampaknya dia membawa barang tajam di balik bajunya.Cya langsung tampil ke depan dan berkata, "teman kalian ini yang berusaha melecehkan-ku. Perbuatan supirku ini sudah tepat.'Preman itu mengangguk-anggukkan kepalanya dengan tatapan mengancam ke arah Rangga. " Rupanya kamu cuma seorang supir, berani-beraninya kamu memukul temanku, hah!"Pedagang pasar mulai bersuara. Mereka semua membela Rangga karena perbuat
Kali ini, gantian Rangga yang kaget. "Apa maksudmu?"Cia tidak langsung menjawab pertanyaan Rangga ini. Dia mengarahkan pandangannya keluar jendela mobil seolah-olah dia sedang mengumpulkan keberaniannya untuk bercerita.Rangga biarkan Cia terdiam. Dia hanya fokus mengemudikan mobil sambil menunggu kata-kata Cia selanjutnya.Setelah terdiam beberapa saat, Cia mulai bercerita, "sejak dulu, aku adalah wanita yang tidak terlalu percaya laki-laki, karena figur laki-laki telah rusak di keluargaku.""Maksudmu?""Sejak kecil, aku telah melihat segala macam perselingkuhan yang dilakukan oleh ayahku, yang entah kenapa, walaupun wajahnya tidak ganteng, tapi dia bisa menarik perhatian banyak wanita."Mendengar itu, Rangga menggeram. "Untung saja drama penuh kemarahan yang dilakukan Rangga ini, tidak diperhatikan oleh Cia yang sedang menatap ke arah luar jendela."Sejak dulu, ayah Ibuku selalu bertengkar karena ayahku banyak kali ketahuan selingkuh. Bahkan sering kali Ayahku membawa selingkuhanny
Mata Cia membulat. Dia langsung menarik wajahnya ke arah belakang. "Apa yang mau kamu lakukan?""Kita sama-sama dikhianati, Cia. Harusnya kita bersama, Cia. Kan dua orang yang terluka harusnya bersama daripada harus menanggung luka di hati mereka masing-masing," tandas Rangga."Tapi, apakah kamu bisa setia kepadaku?""Aku pernah membuktikannya, Cia. Aku pernah membuktikannya selama bertahun-tahun. Aku selalu setia kepada istriku. Hanya saja, Istriku yang kemudian menghianati aku."Cia melihat kesungguhan dari kata-kata Rangga dan mimik wajah Rangga ini.Apalagi Cia masih dalam keadaan rapuh karena perselingkuhan suaminya. Sehingga walaupun awalnya dia sama sekali tidak berniat untuk mencari lelaki lain tapi saat melihat Rangga dan mendengar cerita yang menyedihkan Rangga yang mirip dengan kisahnya, maka mulai terjadi simpati dalam hatinya untuk Rangga.Kalau saja Rangga cuma memiliki tubuh atletis, wajah tampan rupawan seperti ini, itu saja tidak akan cukup untuk meruntuhkan pertahana
Sesampainya di depan kamar yang dibilang Cya, Rangga langsung menggunakan keycard yang dia pegang ini untuk membuka pintu kamar.Setelah pintu kamar hotel terbuka, Rangga segera menutup pintu dan membalikkan tubuhnya. Dia melihat Cya terlihat tengah termenung sambil duduk di pinggir pembaringan. Cya tampak menundukkan kepalanya dalam-dalam seperti memikirkan sesuatu.Ini kesempatan bagi Rangga. Karena itu, dia segera bergerak menaruh 3 kamera di tiga sudut yang berbeda. Keadaan Cya yang tengah menunduk dan juga lampu kamr yang remang-remang karena yang menyala hanya lampu di meja dekat ranjang, membuat Rangga bisa dengan leluasa menaruh tiga kamera tanpa dilihat oleh Cya.Setelah itu, perlahan-lahan Rangga mendekati Cya. Dia pikir Cya akan berdiri saat dia mendekatinya. Tapi, ternyata tidak. Cya masih tampak termenung."Ada apa?" tanya Rangga sambil duduk tepat di samping Cya dengan paha yang sengaja dia tempelkan ke paha Cya."Apakah kita bisa membawa hubungan kita agak lambat?" tan
Setelah segitiga pengaman itu, berada di paha Cya, Rangga pun menggunakan tangannya untuk mengeluarkan segitiga pengaman itu dari kedua kaki mulus Cya.Kemudian, tidak ampun lagi, Rangga pun membenamkan wajahnya di lembah milik Cya yang sudah tanpa pengaman itu.Rangga mulai mengakrabi liang kenikmatan di depan matanya ini. Lidahnya mulai mencari-cari kekenyalan kecil di dalam sana, yang dia tahu akan membuat Cya keenakan dan akan membuat Cya semakin terbuai.Rangga berusaha mencari benda itu, hingga akhirnya dia menemukan benda yang dia cari itu. Dia menemukan kekenyalan kecil itu.Benda itu langsung dia kuasai, dia jilati dengan penuh rasa hingga membuat guncangan-guncangan di tubuh Cya."Ohhhh ... Rangga. Ahhhh ... enak banget. Ahhh."Rangga tahu kalau Cya semakin hanyut, tenggelam dalam arus kenikmatan yang dia buat. Karena itu, dia semakin mempercepat permainannya.Owh... ampun. Ahhhh. Ampunnn, Rangga. Owhhhhh." Cya merasakan ada sesuatu yang keluar, tanda dia sudah mendapatkan p
Hingga akhirnya keduanya merasakan sesuatu yang bergejolak yang pada awalnya mulai dirasakan oleh Cia.Cya merasakan bagian keintimannya berdenyut-denyut tidak tertahankan yang membuat dia berteriak-teriak karena rasa geli yang tidak tertahankan baginya.Teriakan Cya itu, menjadi isyarat bagi Rangga, kalau Cya telah kembali mencapai puncak, karena itu, dia segera mempercepat gerakannya. Mempercepat keluar masuk benda pusakanya guna membuat dia juga menyusul Cya untuk meraih puncak.Rangga benar-benar bergerak dengan cepat hingga akhirnya tubuhnya terdiam. Dia sudah mencapai puncaknya. Dia keluarkan semuanya di dalam sana.Untungnya dia sudah memakai pengaman, sehingga dia tidak perlu takut dirinya menghamili anak orang.Rangga merebahkan tubuhnya di samping kiri Cya. Dia betul-betul puas karena telah berhasil meniduri Cya, orang ke empat di sekeliling Rahul. Dia mulai berpikir bagaimana caranya untuk memperlihatkan semua videonya di depan Rahul sambil tertawa mengejek karena dia berha
Dengan hati sedih karena teringat pada dua tahun yang lalu, dia pernah berusaha menari seperti ini, tapi dicuekin Jojo, maka saat ini, Rangga meneruskan tariannya.Rangga berusaha melupakan kesedihan di masa lalunya dan kini, dia berusaha fokus menari untuk Tineke.Ini membuat Tineke semakin tidak karuan. Bajunya sudah terlepas semua. Tidak ada lagi yang masih di tubuhnya. Dia terus memegang buah dadanya yang montok itu sambil terus menatap dengan penuh minat akan tarian panas yang sedang dilakukan Rangga.Rangga terus berkreasi. Dia terus meliuk-liukkan tubuhnya dengan gaya maskulin untuk makin menarik hasrat Tineke. Hingga akhirnya, Tineke mulai berdiri, mendekati Rangga dan memeluk Rangga."Puaskan aku, Rangga. Ohhhh ... puaskan aku."Rangga pun memenuhi keinginan Tineke itu. Otot kekarnya langsung mengangkat tubuh polos Tineke untuk dia baringkan dengan lembut di atas pembaringan.Saat Rangga menggendong tubuhnya, Tineke berusaha mencari-cari rudal milik Rangga, hingga akhirnya di
Saat mobil sudah berada di jalan raya, Rangga sempat melirik ke samping ke arah Natasha, dan dia harus mengakui akan kecantikan Natasha yang cantik dan putih, khas cewek blasteran indo-bule itu."Kenapa lihat-lihat?" tanya Natasha."Karena kamu cantik banget. Seorang lelaki normal seperti aku, tidak akan sanggup untuk tidak menatapmu semenit aja." Rangga mulai mengeluarkan gombalannya."Really?""Yeah. Kamu adalah anugerah Tuhan. Wajah yang sangat agung kecantikannya. Karena itu, saat di dekatmu seperti ini, aku tidak akan sanggup lama-lama untuk tidak menatapmu.""Good words.""Thank you.""By the way. Gimana kamu kenal my mom?""Aku kerja di rumah ayah tirimu.""Oh. Sebagai apa?" Natasha menatap wajah Rangga."Sebagai supir."Natasha terlihat kecewa. "Kamu tidak mirip supir, tuh.""Percayalah. Aku adalah supir ayah tirimu."Setelah itu, Natasha terdiam. dia menatap ke arah luar mobil. Nampaknya dia agak kecewa mengetahui kalau Rangga cuma seorang supir.Beberapa kali Rangga berusaha
Dengan posisi Leon dari belakang seperti ini, pada awalnya Wulan merasakan sakit di bagian inti tubuhnya tapi lama kelamaan, rasa sakit itu menjadi samar bahkan menghilang bahkan mulai terasa enak apalagi karena jari-jari Leon masih terus bermain di butir merah muda milik Wulan.Sehingga lama-kelamaan Wulan mulai merasa enak dengan posisi ini. Wulan tahu kalau ini adalah posisi favorit Leon, ini terlihat dari erangan Leon. Maka Wulan mulai menikmati posisi ini.Dengan melakukan gaya seperti ini, Leon bisa terus memainkan jarinya di butir merah muda milik Wulan dan itu membuat Wulan mulai terhanyut dan dia mulai mendaki sebuah titian tangga surga dunia.Dengan posisi seperti ini, Leon bisa terus memainkan juniornya tanpa henti, tanpa merasakan akan menuju puncak karena dengan posisi ini, walaupun Leon bergerak dengan sangat kencang tapi dia bisa mengontrol dirinya hingga permainannya tidak berjalan singkat tapi berjalan lama dan nikmat.Leon terus bergerak cepat di belakang tubuh Wulan
Leon terus menatap wajah cantik Wulan untuk mengetahui reaksi di wajah Wulan.Setelah Leon merasa kalau pengaruh yang sebelumnya dirasakan Wulan setelah Wulan berhasil meraih puncak sudah lewat, Leon kembali naik di atas tubuh Wulan.Untuk kembali merangsang Wulan, lebih dulu Leon memainkan lidahnya di tonjolan bukit kembar milik Wulan.Pada awalnya, belum ada reaksi dari Wulan tapi Leon tidak putus asa. Dia terus memainkan lidahnya untuk mengulas tonjolan Wulan yang sudah tegang itu.Belakangan reaksi yang ditunggu Leon itu mulai terlihat. Itu terlihat dari ekspresi wajah Wulan dan gerakan tangannya.Setelah melihat hal itu, maka Leon mulai mengarahkan juniornya yang sudah tegak itu untuk masuk lagi ke dalam daerah kewanitaannya Wulan.Setelah pusakanya masuk ke dalam bagian kewanitaannya Wulan, Leon mulai melakukan penekanan lagi sambil mengecup bibir tipis Wulan.Keduanya saling kecup, saling hisap, saling kecap bibir masing-masing. Lidah mereka mulai saling taut, menciptakan bunyi
Leon mulai mempercepat gerakan-gerakannya, naik turun di atas tubuh indah milik Wulan yang padat berisi walau sudah berumur itu.Tubuh keduanya tenggelam di balik hasrat yang sama-sama telah bergelora hingga menyelimuti tubuh keduanya.Sambil terus bergerak cepat, kadang Leon membuka matanya untuk melihat wajah cantik milik Wulan ini, wajah yang saat ini, tidak jemu-jemu untuk dia tatap ini. Leon terus menikmati tubuh indah ini.Wulan juga mempercepat goyangannya untuk membuat kenikmatan di antara mereka berdua semakin maksimal.Keduanya terus berpacu dengan mata terpejam, merasakan getaran-getaran kenikmatan yang menjalar di tubuh mereka, meresapi gesekan-gesekan yang terjadi di bagian inti tubuh mereka, gesekan yang membawa kenikmatan.Pergerakan yang dilakukan Leon ini semakin lama semakin membuat Wulan mendesah dengan semakin kencang, menjerit dengan semakin nyaring dan bergerak dengan semakin cepat.Keduanya sama-sama bersuara semakin kencang dan terdengar jelas hingga suara mere
Wulan langsung mengecup bibir Leon, memegang kedua pipi Leon dan mencurahkan semua perasaannya di bibir Leon.Perasaanya meluap semua seiring dengan gairah dan apa yang dia rasakan di dalam dirinya saat ini.Dikecup seperti ini oleh Wulan, membuat hasrat Leon mulai naik tinggi. Dia mulai menggenggam buah dada ranum milik Wulan sambil terus mengecup Wulan.Keduanya hanyut dalam rasa, keduanya hanyut dalam gairah yang bergelora di hati keduanya yang tidak pernah padam sejak pertama kali mereka bertemu ini.Leon mengecup bibir bawah Wulan yang langsung dibalas Wulan dengan mengecup bibir atas Leon.Wulan merapatkan tubuhnya ke tubuh Leon sehingga tangan Leon yang sedang meremas buah dadanya Wulan, terjepit di antara tubuh Wulan dan tubuh Leon.Desahan Leon terdengar sangat seksi bagi Wulan sehingga hasratnya menaik tinggi. Dia ingin mengikuti hasratnya yang mulai melambung tinggi ini.Leon dan Wulan sama-sama mencurahkan rasa dalam hati mereka berdua. Kecupan di antara mereka berdua yang
"Baiklah. Aku akan kerja lagi. Aku harus cari uang untuk membiayai perawatan di rumah sakit ini. Sementara untuk operasi, tetap akan dilakukan di rumah sakit sebelumnya dan itu sudah dibayar lunas," tandas Leon."Iya, Leon. Maafkan aku yang tidak bisa membantumu. Maafkan ayahku yang juga sudah tidak bisa membantumu karena perusahaannya sudah kembang kempis setelah dikuras Mama Wina." Saras menatap sedih ke arah Leon."Gak apa-apa. Gak apa-apa, sayang. Aku telpon dulu ya?""Iya, sayang."Leon keluar dari kamar tempat Saras dirawat untuk menelpon Tuti."Woy, Leon! Tante Lisa marah-marah tuh karena beberapa malam ini, dia harus mengembalikan uang pelanggan yang sudah booking kamu," sewot Tuti di ujung telepon."Aku kena masalah beberapa hari ini. Tapi, sekarang aku siap kerja." Leon menjawab dingin. Dia merasa tidak perlu minta maaf karena dia tahu pihak club' malam membutuhkan kemampuannya.Tuti terdengar seperti bicara dengan seseorang. Kemudian dia berkata, "malam ini kamu dibooking d
Leon teringat pada malam saat Alicia mengganas. Saat itu dari kejauhan, Leon sudah melihat bentuk tubuh yang mirip dengan Alicia yang sedang bergerak mendekati pintu kamarnya Saras.Tapi pada saat itu, Leon mengabaikan hal itu begitu saja dan meneruskan langkah untuk memenuhi panggilan seorang dokter yang ternyata merupakan tipuan dari Alicia yang kerjasama dengan seorang perawat yang tidak dikenal Leon.Karena itu, kali ini Leon tidak mau kecolongan lagi. Saat ini, saat dia melihat seorang dokter wanita yang dari belakang, perawakannya mirip sekali dengan Alicia, walaupun belum melihat wajahnya, tapi, Leon segera mengejar ke arah wanita itu.Leon jadi sangat khawatir karena dia melihat wanita yang berbaju dokter itu, bergerak cepat menuju ke arah kamar barunya Saras dan ini membuat Leon semakin cemas.Leon mempercepat langkahnya. Dia bahkan berlari hingga akhirnya Leon menabrak seorang pegawai rumah sakit yang sedang membawa alat-alat kesehatan."KENAPA KAMU MENABRAKKU? MATAMU DI TAR
“Aku ingin kamu menjauhi Leticia untuk selama-lamanya!” tegas Bram“Leticia hampir mati untuk menolong istrimu dan menurut Justin dia melakukan itu karena dia mencintai kamu. Leticia tidak boleh mencintaimu, dia seorang gadis yang belum pernah menikah sementara kamu adalah suami orang. Leticia berasal dari keluarga baik-baik. Saya rasa kamu paham.” timpal Hutri.“Aku tahu akan keadaanku karena itu aku selalu menolak setiap pendekatan darinya. Anda berdua boleh bertanya kepada Justin. Justru aku meminta Leticia untuk kembali kepada Justin, karena aku sama sekali tidak pantas untuk Leticia, seorang pria beristri,” kandas Leon.“Iya kamu memang tidak pantas untuk anak kami. Anak kami itu sangat cantik, masih muda dan memiliki karir yang bagus. Jelas memiliki masa depan cerah. Harusnya dia bersama Justin yang juga sama-sama memiliki masa depan cerah,” Hutri mulai meradang, nada suaranya mulai meninggi dengan mata yang melotot tapi perkataannya tetap di sampaikan dengan anggun dan santun.
“Sebelum ini aku selalu mengiyakan keputusanmu… Keputusanmu untuk tidak menerima siapapun menjadi istri keduamu, tapi kali ini aku harus bertindak,” tegas Saras.“Apa maksudmu Saras?” Leon mengeringitkan keningnya.“Kamu harus menerima Leticia menjadi istri keduamu, kalau tidak aku akan segera menceraikan kamu,” pinta Saras.Leon sangat kaget mendengar kata-kata Saras ini.“Apa maksudmu? Mengapa kamu ingin bercerai?”“Hal ini seharusnya aku lakukan sejak lama. Lihat aku, Leon, lihat aku… Aku tidak berguna lagi menjadi istrimu… Aku sudah lumpuh dan ada Leticia yang mencintaimu dengan sungguh, dia bahkan rela hampir mengorbankan nyawanya untuk istrimu jadi kamu harus menerima dia menjadi istri keduamu,” Saras membujuk Leon dengan pelukan hangatnya.Leon masih menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia masih teringat akan janjinya saat menikah kalau dia hanya ingin menjadikan Saras sebagai satu-satunya istri dalam hidupnya, sebagai teman pendamping hidup dalam suka dan duka.“Kalau kamu masih b
Saat melihat wajah inspektur Budi ketika menerima panggilan handphonenya, Leon berfirasat jikalau berita yang baru didapat inspektur Budi ini menyangkut Alicia.Karena itu Leon segera bertanya, “Ada apa Pak? Apakah menyangkut Alicia?”“Iya, ini menyangkut Alicia.”“Apakah dia sudah ditemukan? Apa yang dilakukannya?”“Ternyata dia baru saja membunuh seorang temannya yang juga merupakan dokter di rumah sakit ini.”“Dokter di rumah sakit ini?”“Iya. Ternyata setelah meloloskan diri dari rumah sakit ini Alicia menemui temannya yang seorang dokter yang rumahnya hanya 200 meter dari rumah sakit ini.”“Lalu?”Alicia bertamu dan ditemui oleh istri dari dokter itu. Dan karena istri dari dokter itu tidak tahu dengan kasus yang sedang dihadapi oleh Alicia kasus pembunuhan ibu Wina dan juga penyerangan di rumah sakit maka istri dari dokter itu membawa Alicia untuk bertemu dengan suaminya“Lalu?”“Sebelum istri dari dokter itu meninggalkan suaminya bersama Alicia dia masih sempat mendengar kalau A