Hingga akhirnya keduanya merasakan sesuatu yang bergejolak yang pada awalnya mulai dirasakan oleh Cia.Cya merasakan bagian keintimannya berdenyut-denyut tidak tertahankan yang membuat dia berteriak-teriak karena rasa geli yang tidak tertahankan baginya.Teriakan Cya itu, menjadi isyarat bagi Rangga, kalau Cya telah kembali mencapai puncak, karena itu, dia segera mempercepat gerakannya. Mempercepat keluar masuk benda pusakanya guna membuat dia juga menyusul Cya untuk meraih puncak.Rangga benar-benar bergerak dengan cepat hingga akhirnya tubuhnya terdiam. Dia sudah mencapai puncaknya. Dia keluarkan semuanya di dalam sana.Untungnya dia sudah memakai pengaman, sehingga dia tidak perlu takut dirinya menghamili anak orang.Rangga merebahkan tubuhnya di samping kiri Cya. Dia betul-betul puas karena telah berhasil meniduri Cya, orang ke empat di sekeliling Rahul. Dia mulai berpikir bagaimana caranya untuk memperlihatkan semua videonya di depan Rahul sambil tertawa mengejek karena dia berha
Dengan hati sedih karena teringat pada dua tahun yang lalu, dia pernah berusaha menari seperti ini, tapi dicuekin Jojo, maka saat ini, Rangga meneruskan tariannya.Rangga berusaha melupakan kesedihan di masa lalunya dan kini, dia berusaha fokus menari untuk Tineke.Ini membuat Tineke semakin tidak karuan. Bajunya sudah terlepas semua. Tidak ada lagi yang masih di tubuhnya. Dia terus memegang buah dadanya yang montok itu sambil terus menatap dengan penuh minat akan tarian panas yang sedang dilakukan Rangga.Rangga terus berkreasi. Dia terus meliuk-liukkan tubuhnya dengan gaya maskulin untuk makin menarik hasrat Tineke. Hingga akhirnya, Tineke mulai berdiri, mendekati Rangga dan memeluk Rangga."Puaskan aku, Rangga. Ohhhh ... puaskan aku."Rangga pun memenuhi keinginan Tineke itu. Otot kekarnya langsung mengangkat tubuh polos Tineke untuk dia baringkan dengan lembut di atas pembaringan.Saat Rangga menggendong tubuhnya, Tineke berusaha mencari-cari rudal milik Rangga, hingga akhirnya di
Saat mobil sudah berada di jalan raya, Rangga sempat melirik ke samping ke arah Natasha, dan dia harus mengakui akan kecantikan Natasha yang cantik dan putih, khas cewek blasteran indo-bule itu."Kenapa lihat-lihat?" tanya Natasha."Karena kamu cantik banget. Seorang lelaki normal seperti aku, tidak akan sanggup untuk tidak menatapmu semenit aja." Rangga mulai mengeluarkan gombalannya."Really?""Yeah. Kamu adalah anugerah Tuhan. Wajah yang sangat agung kecantikannya. Karena itu, saat di dekatmu seperti ini, aku tidak akan sanggup lama-lama untuk tidak menatapmu.""Good words.""Thank you.""By the way. Gimana kamu kenal my mom?""Aku kerja di rumah ayah tirimu.""Oh. Sebagai apa?" Natasha menatap wajah Rangga."Sebagai supir."Natasha terlihat kecewa. "Kamu tidak mirip supir, tuh.""Percayalah. Aku adalah supir ayah tirimu."Setelah itu, Natasha terdiam. dia menatap ke arah luar mobil. Nampaknya dia agak kecewa mengetahui kalau Rangga cuma seorang supir.Beberapa kali Rangga berusaha
Rangga langsung memesan kamar secara online di Aparteman. Dia ingin segera meng-unboxing Natasha, si cewek bule, mangsa barunya ini.Natasha pun hooh-hooh saja saat diajak Rangga masuk di aparteman. Saat ini, untuk pertama kalinya Rangga mulai memperhatikan wajah dan tubuh Rangga."Wow. Ternyata Master Wing itu sangat tampan dan gagah. Tubuhnya atletis. Kekar dan mempesona. Aku sangat beruntung bisa bertemu dengannya," batin Natasha sambil terus menatap tubuh Rangga.Sebelumnya, Natasha memang tidak memperhatikan akan body dan wajah Rangga, karena profesi Rangga yang cuma supir itu membuat Natasha alergi untuk menyukai Rangga. Sebelumnya, ia bahkan tidak mau melirik Rangga sedikitpun.Tapi, kali ini berbeda. menyadari kalau Rangga adalah orang misterius yang sangat terkenal di dunia saham pada dua tahun terakhir ini, membuat dengan mudahnya Natasha langsung tergila-gila akan Rangga.Karena itu, diajak ke hotel untuk langsung diunboxing Rangga, bukan masalah buat Natasha. Bahkan dia ja
Rangga pun menunggu dengan sabar, hingga akhirnya dia mulai merasakan pusaka kebanggaannya mulai digesek-gesek, masuk di lembahnya Natasha. Itu berarti Natasha mulai menggerakkan tubuhnya.Dan ini membuat Rangga mulai merasa nikmat. Dia tidak bergerak. Dia biarkan Natasha yang bergerak. Dia cuma ingin menjemput kenikmatan yang dihadirkan Natasha baginya.Setelah rasa perih hilang lenyap, Natasha mulai kekenakan. Karena itu, dia mulai berkreasi. Dia mulai menggerakkan tubuhnya. Memasuk-keluarkan rudal yang sedang menyatu di tubuhnya ini untuk berusaha meraih surga dunia.Menyadari kalau pria yang sedang berada di bawahnya ini, Yang sedang diservis-nya ini adalah idolanya di bisang saham, maka, Natasha berusaha melakukan yang terbaik, supaya pria bernama Rangga ini ketagihan akan servisnya, ingin selalu bersamanya, dan syukur-syukur mengajaknya menikah.Itulah yang diinginkan oleh Natasha, karena itu, dia mulai bergoyang memutar rudal besar ini dalam putaran lembahnya yang sempat membu
Untuk sementara Rangga menghentikan gerakannya tapi bukan berarti dia sudah menyudahi semuanya karena dia masih ingin menikmati tubuh Gladis blasteran yang seksi ini.Natasha pun mengambil nafas sejenak setelah dia berhasil mendapatkan puncaknya.Beberapa saat kemudian, Rangga mengambil posisi di belakang tubuh Natasha sambil dengan tangannya, dia mengarahkan rudalnya ke arah area sensitifnya Natasha.Akibatnya, Natasha langsung meringis kesakitan lagi karena lembahnya kini mulai diterobos lagi oleh rudal besar itu.Natasha menggigit bibirnya, saat merasakan properti besar milik Rangga itu, mulai keluar-masuk di tubuhnya.Tapi, beberapa waktu kemudian, Natasha mulai merasa enak lagi.Natasha merasakan kenyamanan saat merasakan gesekan rudal itu, yang makin lama makin membuat dia merasa nikmat."Owh ... Penuh banget. Enak banget. Owh... ""Punya kamu juga nikmat banget, Natasha." Rangga yang sebelumnya bergerak pelan, kini mulai bergerak cepat."Please, Rangga. Aku ingin jadi satu-satu
Menurut mamamu, Papa Rahulmu menyukai kamu. Apa itu benar?" tanya balik Rangga.Mendengar itu. Natasha sempat terdiam. Tapi karena melihat tatapan mata penuh pertanyaan dari Rangga, maka akhirnya dia mengangguk. "Mungkin ya. Mungkin tidak.""Kenapa kamu bilang gitu?""Karena aku pikir, Papa Rahul itu, memberikan perhatian padaku cuma sebagai seorang ayah sambung kepada anaknya. Tapi, mama yang berpikir kalau dia menyukai aku.""Bagaimana kalau kita membuktikannya?""Maksud kamu?" tanya Natasha tidak mengerti."Maksudku, kalau kamu bertemu berdua di aparteman ini dengan Pak rahul, maka, semuanya akan terbukti. Apakah perhatiannya padamu itu, adalah perhatian seorang ayah pada anaknya ataukah perhatian seorang lelaki yang bernafsu kepada wanita incarannya."Mendengar itu, Natasha berkata, "yang jelas, aku akan menolak kalau dia meminta yang tidak-tidak.""Kalau begitu, mari kita buktikan. Kalau kamu memang menyukaiku, buktikan padaku kalau kamu bisa menolak lelaki lain untukku.""Ok. Ak
Setelah melihat Natasha memakan makanan yang diberikannya, maka, Rahul, si pria hidung belang itu mulai mendekati Natasha.Sementara itu, lewat layar handphonenya, Rangga memperhatikan apa yang terjadi di luar kamar tempat dia berada sekarang ini.Saat ini, Rahul mulai berusaha untuk mencium Natasha."Papa Rahul, apa yang kau lakukan? Kamu tidak boleh seperti ini! Bagaimana pun, aku adalah anakmu.""Sssstttt. Diam. Aku ingin kamu, Natasha. Aku ingin kamu." Rahul menarik napas dalam-dalam, lalu mencium Natasha dengan agak memaksa.Natasha terduduk di meja, dia merasa sangat tegang dengan kehadiran Rahul ini.Dia tahu ada sesuatu yang akan dia katakan, tetapi dia tidak yakin apa itu.Ketika Rahul mendekatinya ini, Natasha ingin menolak. Tapi dia merasa tidak berdaya. Ini dia rasakan sejak dia memakan makanan dari Rahul.Natasha tahu kalau ada Rangga di kamar. Tapi entah mengapa, sejak dia memakan makanan yang disodorkan Rahul tadi, dia mulai tidak lagi berpikiran jernih.Rahul mencoba m
"Kamu sudah menungguku? Hihihi. Bagus. Aku akan segera mengakhiri penderitaanmu," kata orang yang masuk ke kamar ini yang bukan lain daripada Alicia.Alicia terus berjalan masuk ke dalam hingga dia sudah berada dekat dengan pembaringan tempat Saras berada. Alicia berdiri di antara ranjang dan sebuah meja.Alicia menyeringai memperlihatkan senyuman menakutkannya. Kemudian dia mengeluarkan senjata api genggam dari balik bajunya.Senjata api ini, adalah senjata api yang direbutnya dari seorang dokter yang merupakan temannya. Sebenarnya Alicia datang dengan senjata api ini untuk membunuh para polisi yang berjaga di depan kamarnya Saras.Tapi saat Alicia melihat kalau yang berjaga di depan kamarnya Saras hanya satu orang, maka Alicia lebih memilih untuk menggunakan pisau guna menghabisi polisi itu.Setelah menghabisi polisi itu, Alicia masuk ke dalam kamar ini dengan leluasa.Melihat kalau Saras hanya sendirian di dalam kamar ini, maka Alicia memilih untuk mengeluarkan senjata apinya dan m
"Tentu saja aku ingin kamu, Leon. Hihihi. Punya kamu enak banget. Aku gak bisa move on, Leon. Ahhh Aku ingin kamu, Leon. Hihihi." Suara di ujung telpon itu, terdengar dari seseorang yang jiwanya tidak sehat."Kamu tidak sehat, Alicia. Sebaiknya kamu menyerahkan diri. Kamu akan diperiksa dan akan mendapatkan penanganan kejiwaan. Segeralah menyerahkan diri, Alicia." tandas Leon."Asal kamu bersama aku di kamar perawatan. Ok?" tanya Alicia sambil cekikikan."Tidak bisa, Alicia. Kamu yang harus dirawat dan bukan aku.""Kalau gitu, gak seru ah. Ogah! Aku gak mau! Huh, aku sudah membunuh musuhmu. Itu kulakukan untukmu. Tapi, kamu masih juga tidak menghargaiku. Huh!""Apa maksudmu?""Ibu tirinya si lumpuh itu. Aku yang membunuhnya untukmu. Tapi, kamu tidak menghargai aku.""Aku tidak pernah menyuruhmu membunuh Mama Wina, Alicia. Tidak ada sekalipun aku menyuruhmu membunuhnya.""Tapi dia kan telah menjahati kamu dan si lumpuh itu. Aku membereskan Wina untukmu dengan resiko aku bisa di penjara
Dengan gaya ini, Leon merasakannya juniornya terjepit di dalam bagian inti tubuh Wulan dan ini membuat Leon merasa semakin nikmat."Aku ingin terus menikmati tubuhmu, sayang," bisik Leon yang sedang terbawa hasrat ini di telinga Wulan."Aku juga, sayang. Aku ingin kita selalu menikmati ini. Ahhhh... kamu luar biasa, sayang."Mereka berdua kembali saling tempel bibir, lidah mereka saling belit dengan juniornya Leon terus masuk ke tubuh Wulan.Mereka berdua menikmati apa yang ada, menikmati yang sedang berlangsung, menikmati bersatunya tubuh mereka berdua, menikmati rasa yang hadir dari permainan cinta yang sedang mereka lakukan saat ini.Dengan posisi Leon seperti saat ini, dua tangannya bertumpu ke arah ranjang, tubuhnya terus menindih tubuh Wulan, sementara bibirnya terus saling tempel dengan bibir Wulan, keduanya tenggelam dalam rasa indah yang mereka ciptakan bersama ini.Setelah itu, Leon nampak meninggalkan bibir Wulan dan menyusupkan wajahnya ke bantal di samping Wulan, setelah
Dengan posisi Leon dari belakang seperti ini, pada awalnya Wulan merasakan sakit di bagian inti tubuhnya tapi lama kelamaan, rasa sakit itu menjadi samar bahkan menghilang bahkan mulai terasa enak apalagi karena jari-jari Leon masih terus bermain di butir merah muda milik Wulan.Sehingga lama-kelamaan Wulan mulai merasa enak dengan posisi ini. Wulan tahu kalau ini adalah posisi favorit Leon, ini terlihat dari erangan Leon. Maka Wulan mulai menikmati posisi ini.Dengan melakukan gaya seperti ini, Leon bisa terus memainkan jarinya di butir merah muda milik Wulan dan itu membuat Wulan mulai terhanyut dan dia mulai mendaki sebuah titian tangga surga dunia.Dengan posisi seperti ini, Leon bisa terus memainkan juniornya tanpa henti, tanpa merasakan akan menuju puncak karena dengan posisi ini, walaupun Leon bergerak dengan sangat kencang tapi dia bisa mengontrol dirinya hingga permainannya tidak berjalan singkat tapi berjalan lama dan nikmat.Leon terus bergerak cepat di belakang tubuh Wulan
Leon terus menatap wajah cantik Wulan untuk mengetahui reaksi di wajah Wulan.Setelah Leon merasa kalau pengaruh yang sebelumnya dirasakan Wulan setelah Wulan berhasil meraih puncak sudah lewat, Leon kembali naik di atas tubuh Wulan.Untuk kembali merangsang Wulan, lebih dulu Leon memainkan lidahnya di tonjolan bukit kembar milik Wulan.Pada awalnya, belum ada reaksi dari Wulan tapi Leon tidak putus asa. Dia terus memainkan lidahnya untuk mengulas tonjolan Wulan yang sudah tegang itu.Belakangan reaksi yang ditunggu Leon itu mulai terlihat. Itu terlihat dari ekspresi wajah Wulan dan gerakan tangannya.Setelah melihat hal itu, maka Leon mulai mengarahkan juniornya yang sudah tegak itu untuk masuk lagi ke dalam daerah kewanitaannya Wulan.Setelah pusakanya masuk ke dalam bagian kewanitaannya Wulan, Leon mulai melakukan penekanan lagi sambil mengecup bibir tipis Wulan.Keduanya saling kecup, saling hisap, saling kecap bibir masing-masing. Lidah mereka mulai saling taut, menciptakan bunyi
Leon mulai mempercepat gerakan-gerakannya, naik turun di atas tubuh indah milik Wulan yang padat berisi walau sudah berumur itu.Tubuh keduanya tenggelam di balik hasrat yang sama-sama telah bergelora hingga menyelimuti tubuh keduanya.Sambil terus bergerak cepat, kadang Leon membuka matanya untuk melihat wajah cantik milik Wulan ini, wajah yang saat ini, tidak jemu-jemu untuk dia tatap ini. Leon terus menikmati tubuh indah ini.Wulan juga mempercepat goyangannya untuk membuat kenikmatan di antara mereka berdua semakin maksimal.Keduanya terus berpacu dengan mata terpejam, merasakan getaran-getaran kenikmatan yang menjalar di tubuh mereka, meresapi gesekan-gesekan yang terjadi di bagian inti tubuh mereka, gesekan yang membawa kenikmatan.Pergerakan yang dilakukan Leon ini semakin lama semakin membuat Wulan mendesah dengan semakin kencang, menjerit dengan semakin nyaring dan bergerak dengan semakin cepat.Keduanya sama-sama bersuara semakin kencang dan terdengar jelas hingga suara mere
Wulan langsung mengecup bibir Leon, memegang kedua pipi Leon dan mencurahkan semua perasaannya di bibir Leon.Perasaanya meluap semua seiring dengan gairah dan apa yang dia rasakan di dalam dirinya saat ini.Dikecup seperti ini oleh Wulan, membuat hasrat Leon mulai naik tinggi. Dia mulai menggenggam buah dada ranum milik Wulan sambil terus mengecup Wulan.Keduanya hanyut dalam rasa, keduanya hanyut dalam gairah yang bergelora di hati keduanya yang tidak pernah padam sejak pertama kali mereka bertemu ini.Leon mengecup bibir bawah Wulan yang langsung dibalas Wulan dengan mengecup bibir atas Leon.Wulan merapatkan tubuhnya ke tubuh Leon sehingga tangan Leon yang sedang meremas buah dadanya Wulan, terjepit di antara tubuh Wulan dan tubuh Leon.Desahan Leon terdengar sangat seksi bagi Wulan sehingga hasratnya menaik tinggi. Dia ingin mengikuti hasratnya yang mulai melambung tinggi ini.Leon dan Wulan sama-sama mencurahkan rasa dalam hati mereka berdua. Kecupan di antara mereka berdua yang
"Baiklah. Aku akan kerja lagi. Aku harus cari uang untuk membiayai perawatan di rumah sakit ini. Sementara untuk operasi, tetap akan dilakukan di rumah sakit sebelumnya dan itu sudah dibayar lunas," tandas Leon."Iya, Leon. Maafkan aku yang tidak bisa membantumu. Maafkan ayahku yang juga sudah tidak bisa membantumu karena perusahaannya sudah kembang kempis setelah dikuras Mama Wina." Saras menatap sedih ke arah Leon."Gak apa-apa. Gak apa-apa, sayang. Aku telpon dulu ya?""Iya, sayang."Leon keluar dari kamar tempat Saras dirawat untuk menelpon Tuti."Woy, Leon! Tante Lisa marah-marah tuh karena beberapa malam ini, dia harus mengembalikan uang pelanggan yang sudah booking kamu," sewot Tuti di ujung telepon."Aku kena masalah beberapa hari ini. Tapi, sekarang aku siap kerja." Leon menjawab dingin. Dia merasa tidak perlu minta maaf karena dia tahu pihak club' malam membutuhkan kemampuannya.Tuti terdengar seperti bicara dengan seseorang. Kemudian dia berkata, "malam ini kamu dibooking d
Leon teringat pada malam saat Alicia mengganas. Saat itu dari kejauhan, Leon sudah melihat bentuk tubuh yang mirip dengan Alicia yang sedang bergerak mendekati pintu kamarnya Saras.Tapi pada saat itu, Leon mengabaikan hal itu begitu saja dan meneruskan langkah untuk memenuhi panggilan seorang dokter yang ternyata merupakan tipuan dari Alicia yang kerjasama dengan seorang perawat yang tidak dikenal Leon.Karena itu, kali ini Leon tidak mau kecolongan lagi. Saat ini, saat dia melihat seorang dokter wanita yang dari belakang, perawakannya mirip sekali dengan Alicia, walaupun belum melihat wajahnya, tapi, Leon segera mengejar ke arah wanita itu.Leon jadi sangat khawatir karena dia melihat wanita yang berbaju dokter itu, bergerak cepat menuju ke arah kamar barunya Saras dan ini membuat Leon semakin cemas.Leon mempercepat langkahnya. Dia bahkan berlari hingga akhirnya Leon menabrak seorang pegawai rumah sakit yang sedang membawa alat-alat kesehatan."KENAPA KAMU MENABRAKKU? MATAMU DI TAR