"Robert?" Suzy berteriak ke arah kamar mandi.Namun Robert tidak berada di kamar. Tadi malam sangat melelahkan, apakah Robert memiliki tenaga untuk bangun pagi?Suzy mengagumi stamina suaminya. Dia bangkit dari tempat tidur, lalu mandi dan berganti pakaian.Ketika turun ke ruang tamu, Suzy melihat Joan yang datang berkunjung."Kak," Joan menyapa Suzy."Em, kamu datang awal sekali?" Suzy mengangguk."Iya, sebenarnya aku mau datang kemarin, tapi kebetulan lagi ada masalah di proyek. Jadi, hari ini aku baru sempat datang."Suzy mengamati penampilan Joan yang santai, tetapi tetap elegan. Dia pun penasaran dan bertanya, "Sekarang kamu kerja apa?""Masih di perusahaan lama, tapi 3 bulan yang lalu aku membangun perusahaan kecil-kecilan." Joan kelihatan percaya diri saat membahas bisnis barunya."Wah, keren!" Suzy mengacungkan jempol.Joan merangkul lengan Suzy. "Kakak lebih hebat, sekarang seluruh dunia mengetahui namamu.""Kamu bisa saja."Ketika Suzy dan Joan mengobrol, tak berapa lama kemu
Robert dan Suzy menyapa orang tua dari kedua mempelai, lalu menghampiri Wolter dan Monica.Kaki Wolter sudah sembuh, dia tidak memerlukan tongkat lagi. Wolter dan Monica tampak serasi.Setelah memberikan ucapan selamat, Robert dan Suzy memberikan hadiah pernikahan kepada mereka.Begitu membuka hadiah tersebut, Monica dan Wolter kaget melihatnya. Mereka sempat terdiam selama beberapa detik."Pak, ini ...." Wolter tak bisa berkata-kata. "Ini ....""Sedikit hadiah dari aku dan Suzy, terimalah."Langit pun tahu Wolter dan Monica sedang memusingkan masalah rumah. Meskipun bisa diurus secara bertahap, masalah tersebut selalu mengganjal di hati mereka.Dengan hadiah yang diberikan Robert dan Suzy, persoalan Wolter dan Monica pun selesai dalam sekejap mata.Wolter dan Monica menangis haru. "Terima kasih Pak Robert, terima kasih ....""Tidak perlu sungkan." Robert dan Suzy menjadi sorotan di pesta pernikahan. Kedua keluarga mempelai menyambut mereka dengan hangat.Robert dan Suzy tidak begitu
Tiba-tiba Suzy tidak mau pulang ke rumah ....Di pagi buta, Robert mengambil ponsel dan memerintahkan asistennya untuk mengubah jadwal penerbangan.Sembari menahan sekujur tubuhnya yang nyeri, Suzy membalikkan badan dan berkata dengan suara serak, "Robert, kamu tidak bisa menahan diri?""Sayang, aku sudah tahan. Kalau tidak percaya, coba pegang." Tiba-tiba Robert menarik tangan Suzy ke dalam selimut.Sesaat menyentuh sebuah tonjolan yang keras, wajah Suzy memerah seperti terkena sengatan listrik. "Kamu ....""Tenang saja. Kalau aku jahat, aku bakal membuatmu susah bangun."Suzy melirik Robert dengan sinis, ucapan macam apa itu? Suzy bangkit dari tempat tidur sambil menahan rasa nyeri.....Pada sore hari, Robert dan Suzy berpamitan sebelum kembali ke ibu kota. Karena sibuk, mereka hanya bisa tinggal selama tiga hari di Kota Hanggola.Suzy baru diangkat menjadi kepala rumah sakit, lalu Gilbert juga memberikannya tugas untuk meneliti obat yang dapat mengembalikan penampilan para mutan. J
Aluna agak gugup, tetapi dia ingin segera sembuh. Dia ingin mengenakan gaun pernikahan yang cantik dan berdiri di samping Lance."Em, aku bersedia." Aluna mengangguk."Mari, ikut aku." Suzy menuntunnya.Aluna mengikuti Suzy ke ruang perawatan. Para mutan menatap mereka dengan penasaran.Suzy meminta Aluna berganti pakaian. Saat keluar, Aluna mengenakan gaun polos berwarna putih.Kemudian Suzy menunjuk ke arah bak mandi dan berkata, "Masuk dan berendamlah selama satu jam. Setelah itu, aku akan memberikan perawatan akupunktur."Tatapan Aluna tertuju ke arah bak mandi berisi cairan berwarna hitam pekat yang mengepul dan berasap. Jika dilihat lebih dekat, seperti ada sesuatu yang bergerak di dalam bak.Apakah ada binatang atau makhluk lain di dalamnya? Aluna agak gugup, tetapi dia benar-benar ingin sembuh. Akhirnya dia memberanikan diri untuk masuk ke dalam bak mandi.Dalam sekejap, sekujut tubuh Aluna pun ditutupi air yang berwarna hitam. Di saat bersamaan, ekspresi Aluna terlihat ragu da
Kemudian Suzy mengangguk ke arah Ivan, seolah memberikan perintah.Ivan berhenti memasukkan bahan obat-obatan ke dalam bak mandi, lalu memberikan sekotak jarum akupunktur kepada Suzy."Ayo, mulai." Suzy mengeluarkan dua buah jarum.Ivan juga mengeluarkan dua buah jarum, mereka berdiri di samping kanan dan kiri Aluna.Ketika jarum akupunktur ditusukkan, ekspresi Aluna terlihat makin kesakitan. Namun Suzy dan Ivan tidak berhenti, jarum demi jarum ditusukkan ke tubuh Aluna.Setelah beberapa saat, perlahan-lahan ekspresi Aluna yang tampak kesakitan mulai mereda. Setelah semua jarum ditusukkan, Aluna memejamkan mata dan ketiduran.Kemudian Suzy memasukkan semua sisa bahan obat ke dalam bak mandi, lalu pergi meninggalkan ruang perawatan.Begitu Suzy keluar, Lance langsung bertanya, "Suzy, Aluna ....""Dia baik-baik saja. Tapi kita masih harus menunggu sebentar untuk melihat khasiat pengobatannya." Suzy menenangkan kakaknya.Semua orang menunggu di depan ruang perawatan, seakan sedang menanti
Suzy dan Ivan menunggu di luar.Beberapa menit telah berlalu, tetapi mereka sama sekali tidak mendengar suara dari kamar mandi.Suzy berteriak dan bertanya, "Kak, butuh bantuan?""Ti-tidak ...." Lance buru-buru membuka keran air.Suzy mengerutkan bibir sambil menunggu.Sekitar 20 menit kemudian, Lance membawa Aluna keluar."Wah, bentuk tubuhnya berubah drastis!""Kulitnya lebih cerah dan mulus.""Obatnya berhasil!""Perubahannya signifikan ....""Syukurlah, kita bisa kembali normal."Selain para dokter, para mutan pun senang melihat tubuh Aluna yang mulai pulih. Para mutan sangat senang mengetahui adanya harapan.Suzy berpesan kepada Aluna, "Perawatan seperti ini harus dilakukan 2 kali. Tenang saja, perawatan selanjutnya tidak akan sesakit yang pertama.""Em." Aluna mengangguk bahagia, dia bahkan sampai meneteskan air mata. "Suzy, terima kasih.""Sama-sama." Kemudian Suzy berpesan kepada Ivan, "Tolong atur jadwal perawatannya, lalu laporkan kepada Pak Gilbert.""Baik."Suzy lega meliha
Lance dan Aluna bergandengan tangan di sepanjang jalan.Sinar matahari memancar menyinari wajah Aluna yang berseri-seri. Sudah lama Lance tidak melihat senyuman manis Aluna.Tatapan Lance tertuju ke arah leher Aluna. Tiba-tiba dia menghentikan langkahnya dan berkata, "Aluna."Aluna menatap Lance dengan kebingungan.Lance melepaskan kalung yang dikenakan Aluna sambil bertanya, "Aku mau memakaikan cincin ini di jarimu."Aluna tersentak, dia tampak tersipu malu. Kemudian dia mengulurkan jarinya secara perlahan-lahan, sementara Lance mengenakan cincin tersebut ke jari manis Aluna.Aluna tak dapat membendung air matanya. Setelah memakaikan cincin, Lance mendekap erat wanita yang dicintainya ini."Kamu mau pernikahan seperti apa?" Lance tersenyum bahagia.....Keluarga Xin mulai mempersiapkan pernikahan Lance dan Aluan.Di saat bersamaan, Suzy membawa anggota timnya ke Negara Filic untuk mengobati para mutan yang ada di sana.Mereka tinggal selama setengah bulan di Negara Filic. Begitu pesaw
"Ivan, Anna, aku pulang dulu. Besok aku baru datang lagi.""Istirahatlah, jangan sampai sakit," jawab Ivan.Suzy mengangguk dan pergi meninggalkan rumah sakit. Ketika berpapasan dengan orang tua Ivan, Suzy menyempatkan waktu untuk menyapa mereka.Suzy pulang ke rumah Keluarga Calvin.Anggota Keluarga Calvin turut senang mendengar Anna yang melahirkan dengan selamat. Dalam sekejap, perhatian mereka langsung tertuju kepada Samantha.Suzy menatap Samantha sudah lama tidak ditemui. Perut Samantha mulai membesar. "Bi, perutmu besar banget. Jangan-jangan anak kembar?""Bukan anak kembar, tapi bobot anak ini memang agak besar."Suzy mengangguk. "Jaga kesehatanmu, jangan terlalu banyak gerak."Apalagi Samantha mengandung di usia yang cukup tua, kondisi janin dan kesehatannya agak sensitif.Suzy berencana tinggal di Kota Hanggola selama beberapa hari. Suzy sibuk selama hampir setengah tahun, kali ini dia pulang untuk berlibur dan beristirahat sejenak.Suzy ingin menikmati hari-hari sebelum meng