Share

Bab 698

Author: Anggur
Sebuah mobil berwarna silver diparkir di depan pintu masuk vila, dan seseorang berdiri di depan pintu.

Melalui pintu dengan desain berlubang-lubang, Olivia melihat orang itu dan merasa orang itu agak sedikit familier. Setelah melihatnya dari dekat, dia baru mengenalinya. Orang itu sama sekali bukan orang yang datang mengantarkan udang, melainkan ibu mertuanya yang hanya pernah dia temui beberapa kali.

“Ma,” panggil Olivia, terkejut dan cepat-cepat membuka pintu. Namun, dia mendapati pintunya tidak bisa dibuka tanpa kunci. Dia berkata pada ibu mertuanya dengan nada meminta maaf, “Ma, aku nggak tahu kalau ternyata butuh kunci untuk membuka pintunya. Mama tunggu sebentar, ya. Aku masuk ke dalam untuk mengambil kunci dari Stefan.”

Dewi bergumam mengiyakan, lalu berhenti membunyikan bel rumah.

Olivia berlari kecil dan cepat-cepat kembali ke dapur, lalu berkata pada Stefan, “Stefan, mamamu datang. Aku mau buka pintu, tapi nggak punya kunci, jadi nggak bisa membukanya. Cepat berikan kuncinya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Retno Ratri
mau buka pintu aja satu bab..wkwkwk..trrlalu bermonolog bosan lama2 trik diulang3
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 699

    Kata-kata Stefan yang lembut itu membuat Olivia menjadi tenang. Dia tersenyum dan berkata, “Kalau begitu, aku akan keluar dan membukakan pintu untuk mamamu. Kalau mamamu menuduhku nggak melakukan pekerjaan rumah, jangan salahkan aku ya kalau nanti aku berdebat dengannya.”Olivia tidak menganggap seorang wanita harus melakukan semua pekerjaan rumah tangga setelah menikah.Jika ibu mertuanya benar-benar menyalahkannya seperti ibunya Roni menyalahkan kakaknya, maka dia pasti akan berdebat dengan wanita itu.Stefan tersenyum dan berkata, “Iya, aku nggak akan menyalahkanmu, dan aku yakin mamaku nggak akan menegurmu.”Kalaupun ada sesuatu yang ibunya tidak sukai dari Olivia, ibunya pasti hanya akan bilang padanya. Kecuali kalau Olivia sangat keterlaluan, ibunya baru akan menegurnya secara langsung.Olivia keluar dan membukakan pintu untuk ibu mertuanya.Dewi sudah agak kesal karena terlalu lama menunggu, tapi dia tidak menunjukkannya.Olivia membukakan pintu untuk ibu mertuanya dan berkata d

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 700

    Stefan sebenarnya cukup khawatir ibunya akan bersikap buruk pada Olivia. Setelah memasak hidangan terakhir, dia bergegas keluar dari dapur dan hendak mencari mereka keluar. Namun, dia melihat ibu dan istrinya itu berjalan masuk sambil mengobrol dengan asyik.Dia berhenti. Senyuman muncul di wajah tampannya.Dia tahu dia tidak perlu mengkhawatirkan Olivia.Olivia pandai membuat suasana menjadi menyenangkan, dan ibunya tidak akan menemukan kekurangan dari istrinya itu.“Ma.” Stefan memanggil ibunya dengan lembut.“Begitu masuk langsung tercium aroma masak. Tampaknya kamu masih bisa masak.” Dewi memuji putranya, lalu berkata kepada Olivia, “Olivia, kamu harus belajar lebih keras, lebih banyak berlatih, nanti pasti bisa lebih hebat masak darinya.”“Ma, Mama belum mencicipinya. Bisa jadi masakan Stefan cuma harum saja, tapi nggak enak. Kalau masakannya nggak seenak masakanku, aku akan menyuruhnya memasak setiap hari, untuk melatih kemampuan memasaknya. Supaya dia bisa memasak untuk Mama dan

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 701

    Sejak menikah dengan suaminya, Dewi telah dimanjakan oleh suaminya selama lebih dari 30 tahun. Sampai saat ini, dia masih orang terpenting di mata suaminya.Setelah hening sejenak, Dewi berkata kepada putranya, “Kenapa? Kamu takut Mama bilang istrimu pemalas karena menyuruhmu memasak? Kamu baru pulang dari perjalanan bisnis, setelah itu masih pergi ke kantor dulu tadi. Itu nggak usah dibicarakan dulu, deh. Kamu baru sembuh dari sakit, setelah sakit berhari-hari. Dia seharusnya nggak menyuruhmu memasak di dapur seperti ini.”“Mama bukannya nggak membolehkan kamu memanjakan istrimu, tapi nggak boleh keterlaluan juga memanjakannya. Jangan sampai dia jadi egois dan mengandalkan statusnya untuk membuat masalah di luar.”Raut muka Stefan berubah tidak senang.“Oke, oke. Mama nggak akan membicarakan yang buruk-buruk tentang Olivia. Lihat ekspresi di wajahmu itu. Mama hanya bilang begitu saja, mukamu sudah berubah seperti itu. Masam sekali.”Dewi takut apabila Olivia tahu kalau keluarga mereka

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 702

    Namun, melihat putranya begitu memperhatikan menantu perempuannya itu membuatnya merasa sangat tidak nyaman.Untungnya, menantu perempuannya lebih perhatian daripada putranya.“Mama coba.” Dewi menghargai makanan yang diberikan Olivia padanya.Setelah mencicipinya, Dewi ingin sekali mengatakan bahwa makanan buatan putranya lebih enak daripada buatan Olivia, tetapi dia merasa tidak bisa membohongi dirinya sendiri. Setelah ragu-ragu beberapa saat, dia akhirnya mengatakan yang sebenarnya, “Stefan nggak bisa menyaingi Olivia. Mulai sekarang, banyaklah berlatih memasak. Masak untuk Olivia.”Dengan begitu, hubungan mereka sebagai suami istri juga bisa semakin dekat.“Tapi, kamu harus kerja setiap hari. Kamu terlalu sibuk.”“Ma, jangan khawatir. Aku nggak akan membiarkan Stefan masuk ke dapur pada hari kerja.”Mereka sudah mempekerjakan Bi Lesti di rumah kecil mereka sekarang.Perkataan Olivia membuat Dewi sangat puas.“Ma, Mama mau makan udang ini?” tanya Stefan pada ibunya.“Mama sudah maka

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 703

    Setelah makan malam, Stefan membereskan piring-piring. Olivia mengelap meja, lalu menyusun kursi dan meninggalkan meja makan, kemudian duduk di dekat ibu mertuanya.Setelah melihat jam, dia berkata kepada ibu mertuanya, “Ma, gimana kalau Mama memasukkan mobil Mama lalu menginap satu malam di sini?”“Nggak, deh. Mama akan pulang sebentar lagi. Papa nggak terbiasa kalau Mama nggak di rumah,” ujar Dewi.Setelah anak sulung mereka mengambil alih, suaminya pensiun dan mereka jadi berduaan terus setiap hari. Kalau dia tidak ada di rumah, suaminya memang tidak terbiasa.Olivia sangat iri melihat hubungan mertuanya yang mesra.Ketika kita tua, yang menemani kita adalah pasangan kita.“Ma, aku sebelumnya nggak tahu kalau Stefan membeli vila ini. Dia nggak pernah memberi tahu aku. Dia baru bilang beberapa waktu yang lalu. Vila ini lebih besar dari rumah yang di Lotus Residence, jadinya terlalu besar kalau hanya aku dan Stefan yang tinggal di sini. Gimana kalau Mama dan Papa pindah ke sini dan ti

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 704

    Dewi menatap putranya dengan tajam untuk beberapa saat, lalu berkata, “Kamu yang bertanggung jawab atas hidupmu sendiri. Mama hanya mengingatkanmu saja. Mama mau pulang, deh. Jangan sampai papamu khawatir. Apa kamu dan Olivia akan ke rumah tahun baru nanti?”“Nenek nggak bilang pada Mama, ya? Aku akan membawa Oliv ke rumah lama untuk merayakan malam tahun baru nanti.”“Rumah lama. Oh, maksudmu rumah lama yang itu. Pantas nenekmu sering ke rumah lama yang itu akhir-akhir ini.”Ternyata karena putra tertuanya bilang dia akan membawa Olivia berkunjung ke rumah lama keluarga Adhitama. Rumah itu tidak ada apa-apanya, hanya ada peninggalan leluhur keluarga Adhitama saja.“Mau sampai kapan kamu menyembunyikannya dari Olivia?”“Ma, aku sudah memikirkannya dan akan mengaturnya. Nantinya, aku akan mengumumkan hubunganku dengan Oliv ke seluruh Mambera.”Kemudian, mereka bisa mempersiapkan resepsi pernikahan mereka.Yang ada di rencana dan pikiran Stefan memang indah, tapi hanya Tuhan yang tahu ap

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 705

    Aksa juga berkata dengan dingin di telepon, “Kalau kamu nggak datang, aku akan mengungkapkan identitasmu di depan Olivia. Dia mungkin nggak akan marah kalau kamu menyembunyikan hal lain darinya, tapi dia pasti akan sangat marah karena kamu menyembunyikan identitasmu, bahwa kamu adalah tuan muda keluarga Adhitama. Karena Amelia.”Raut muka Stefan semakin masam sekarang. Dia berkata dengan dingin, “Sudah kubilang, aku akan ke sana. Kamu tunggu saja di sana.”Berani-beraninya pria ini mengancamnya!“Aku ini kakak sepupumu. Bukannya seharusnya kamu yang datang lebih awal dan menungguku di sana?”Stefan berkata dengan dingin, “Great Hotel adalah hotel milik keluargamu. Kamu bisa berada di sana kapan saja. Kalau mau diganti saja tempatnya, jadi Mambera Hotel. Kalau di sana, aku akan tiba duluan dan menunggumu di kamar presidential suite.”“Kamu merasa bersalah? Takut? Sengaja mau membuat kakak sepupumu ini menunggu?”“Aksa, jangan sebut dirimu kakak di depanku.”Aksa tertawa dan berkata, “Ak

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 706

    Aksa harus memberi tahu istrinya apa yang dia dan Stefan bicarakan di telepon, agar kecurigaan istrinya hilang dan membuat dia terlepas dari citra “suka pria dan wanita” di mata istrinya.Stefan tidak memberi tahu Olivia kalau Aksa meneleponnya dan mengajaknya bertemu.Setelah kembali ke dalam rumah, dia dan Olivia duduk di sofa, dan menonton TV.Setelah menonton sebentar, Olivia menguap berkali-kali. Dia pun mematikan TV dengan tidak sabar dan menggendong istrinya itu naik ke atas.Sesampainya di kamar, dia pun menemani istrinya berbaring di tempat tidur dan mengobrol. Hanya saja, setelah mengobrol cukup lama, wanita di sebelahnya tidak bersuara lagi. Dia mencondongkan diri dan memanggil dengan suara pelan, “Oliv. Oliv.”Olivia sudah tertidur, tidak mendengar panggilannya.Stefan menjadi lega. Dia mengecup pipi istrinya itu sekali, lalu berkata dengan lembut, “Oliv, selamat tidur.”Setelah itu, dia menyibak selimut dan turun dari tempat tidur dengan pelan.Dia kemudian menyelimuti Oli

Latest chapter

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3590

    Nana bertanya, “Kenapa kamu nggak ke toko bunga?” Rosalina menjawab, “Aku mau istirahat sebentar. Dokter Panca menyuruhku untuk nggak terlalu lelah, katanya tubuhku masih lebih lemah dibanding orang lain dan harus dirawat dengan baik. Aku nggak boleh terlalu capek atau begadang." "Sebenarnya, bekerja di toko bunga nggak melelahkan, tapi adikku sering datang ke sana dan membuat keributan. Sangat menjengkelkan." "Calvin menyuruhku beristirahat saja di rumah. Lagi pula, ada orang yang menjaga toko. Kalau aku nggak ada di sana, adikku hanya akan berkeliling sebentar lalu pergi.” Nana berkata, “Kamu masih terlalu lembut. Kalau itu aku, setiap kali dia datang, aku akan menghajarnya sampai dia kapok dan nggak berani datang lagi." "Dengan semua yang sudah dia lakukan untuk menindasmu, kamu seharusnya nggak menganggapnya lagi sebagai saudara." Rosalina tersenyum dingin, “Aku juga nggak menganggapnya saudara. Dia hanya bisa menang lewat omongan, dan aku malas meladeni dia. Aku nggak perlu

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3589

    Begitu Nana tiba di depan gerbang halaman rumah Rosalina, dia melihat perempuan baru keluar dan berseru, "Nana!" Rosalina tersenyum, "Aku dengar kamu sudah datang sejak tadi. Aku penasaran kenapa belum melihatmu, lalu aku menebak pasti kamu pergi ke rumah Tante Dewi. Aku baru saja mau mencarimu." Nana menjawab, "Nenek ada di rumah. Aku datang, tentu harus menyapanya dulu. Aku mengobrol sebentar dengan Nenek sebelum ke sini." Dia maju beberapa langkah, dengan akrab menggandeng lengan Rosalina, lalu melirik ke dalam dan bertanya, "Samuel nggak ada di rumah, 'kan?" "Kenapa? Kamu mencarinya?" Rosalina menatapnya dengan penuh rasa ingin tahu. "Nggak, hanya saja dia selalu menunjukkan wajah cemberut di belakang Nenek setiap kali melihatku. Aku nggak mau bertemu dengannya, supaya dia nggak berpikir bahwa aku akan mengikuti keinginan Nenek." "Siapa yang mau sama dia? Aku punya banyak kakak senior, pilih salah satu saja, mereka pasti nggak akan berani menolak aku." Rosalina langsung kesa

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3588

    Di perusahaan sedang sangat sibuk dan belakangan ini dia sering berada di luar. Teman-temannya mulai mengeluh karena ketidakhadirannya. Namun, neneknya tahu alasan sebenarnya dia keluar, jadi tidak mendesaknya untuk segera pulang. Meskipun begitu, dia tidak bisa berlama-lama di sini. Terlalu banyak pekerjaan yang menunggu. Nenek tertawa dan berkata, "Kalau makanannya enak, makanlah lebih banyak. Tinggal di sini beberapa hari lagi." "Nenek, aku sibuk bekerja. Aku datang ke sini hanya karena guruku datang. Sekarang guruku sudah pulang, aku juga harus kembali bekerja." Nenek menggenggam tangannya dan berkata, "Bagaimana kalau Nenek menelepon keluargamu dan bilang supaya kamu tinggal lebih lama di Mambera?" "Nenek, nanti saat libur Tahun Baru aku akan datang lagi. Sekarang aku benar-benar nggak bisa tinggal lebih lama. Hari ini pun aku datang hanya karena Rosalina terus-menerus memaksaku untuk menemaninya." Nana merasa Sarah seperti tahu siapa dirinya sebenarnya. Dia mencoba menging

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3587

    Dia bisa memakai perhiasan kapan saja dia mau, dan tidak memakainya jika tidak ingin. Dia memiliki koleksi perhiasan pribadi yang sangat banyak, apalagi dengan tambahan perhiasan yang diberikan oleh ibu mertuanya. Perempuan itu tidak kekurangan perhiasan. Bahkan, dia sangat menyukai perhiasan, terutama batu giok. Di dalam koleksinya, terdapat banyak sekali perhiasan giok berharga. Setelah tiga menantu perempuan masuk ke keluarga, dia membagikan sebagian koleksi perhiasannya kepada mereka. Selain itu, untuk sembilan cucu menantu, dia juga telah menyiapkan hadiah perhiasan. Namun, dia tetap menyimpan beberapa untuk dirinya sendiri—sebagai warisan terakhir. Dia berharap akan memiliki seorang cicit perempuan suatu hari nanti. Jika dia benar-benar mendapatkan cicit perempuan, maka semua perhiasan simpanannya itu akan diberikan kepada cicitnya sebagai mas kawin. "Ma, lihat siapa yang datang!" Menantu sulungnya tiba-tiba berkata dengan penuh semangat. Sarah sengaja menunjukkan ekspresi

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3586

    Baik memesan makanan dari menu maupun menikmati prasmanan, semuanya sangat lezat, membuat para tamu sangat puas. Tidak heran jika hotel-hotel di bawah naungan Adhitama Group selalu ramai. Banyak orang datang hanya untuk makan, bukan menginap. Para tamu yang menginap di hotel bisa mendapatkan diskon 30 persen saat makan di restoran hotel. Di lantai satu, selain restoran, ada juga kafe, toko oleh-oleh khas Mambera, taman bermain anak-anak, serta area membaca. Di area membaca, terdapat beberapa rak buku besar yang penuh dengan berbagai jenis buku. Saat hujan, tamu bisa menghabiskan waktu seharian di hotel tanpa merasa bosan. Pelayan itu tersenyum. "Baiklah, aku akan mencari Bu Fenny. Silakan lanjutkan urusanmu." Nana tersenyum dan pergi. Pelayan itu pun kembali ke pekerjaannya. Nana berjalan sambil menikmati pemandangan. Dengan santai, dia menghabiskan 40 menit sebelum akhirnya sampai di rumah utama.Meskipun Rosalina yang mengundangnya, tetapi karena Nenek Sarah ada di rumah, sebag

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3585

    Sejujurnya, dia juga diperlakukan seperti harta berharga yang disayangi oleh keluarganya ketika di rumahnya. Di tempat gurunya, para senior dan saudara-saudari seperguruannya juga sangat baik padanya. Belum pernah ada yang menunjukkan wajah dingin padanya. Hanya Samuel yang selalu memasang wajah dingin setiap kali melihatnya, seolah-olah dia berhutang miliaran kepadanya dan belum melunasinya. Nana juga tahu alasan di balik sikap Samuel yang tampak sopan dan ramah di depan para tetua tetapi bersikap dingin padanya di belakang mereka. Semua itu hanya karena dia mengira Nenek Sarah ingin menjodohkan mereka. Namun, Nana tidak akan repot-repot mendekati lelaki itu. Memangnya dia pikir dirinya uang yang akan disukai semua orang?Meskipun dia pernah menyukai Samuel, setelah mendengar kata-katanya, dia memaksa dirinya sendiri untuk belajar melepaskan perasaan itu. Namun, bagaimanapun juga, mereka tetap saja sulit untuk benar-benar menghindari satu sama lain. Pelayan itu berpikir Nana takut

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3584 

    Russel memanggil Olivia. Liam juga menyapa Olivia, lalu duduk bersama Russel di sebelah Mulan sambal menyaksikan Archie minum susu formula. Russel bermain dengan jari-jari kakinya, lalu Archie menendang ke arahnya. Russel tertawa cekikikan. Adiknya masih kecil dan tidak terlalu kuat, jadi tendangannya tidak terasa sakit. Setelah kedua anak kecil itu kenyang, mereka diserahkan kepada pengasuh. Pengasuh menggendong mereka dan meletakkannya di kereta bayi, lalu mendorong mereka keluar untuk berjalan-jalan.Hal ini dilakukan agar nanti ketika majikannya itu pergi, kedua bayi itu tidak akan menangis. Mulan dan Olivia berencana membawa anak-anak bermain ke taman bermain anak-anak, tetapi mereka tidak membawa si kembar karena masih terlalu kecil. Taman bermain terlalu ramai, sehingga dikhawatirkan mereka tidak bisa merawatnya dengan baik. Di Vila Ferda suasananya sangat ramai, sementara di Vila Permai, suasananya masih tenang. Keluarga Adhitama untuk saat ini belum ada anak kecil. Anak pa

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3583

    “Yang namanya anak kecil memang begitu. Di umur segini dia pasti penasaran banget sama setiap barang yang dia pegang. Begitu kamu ganti baju yang lebih meriah dikit juga mereka pasti bakal terus menatap kamu,” kata Olivia tersenyum. “Merawat anak kecil memang merepotkan, tapi waktu mereka bermanja sewaktu di gendong dan manggil kamu ‘Mama’ dengan nada yang menggemaskan, kamu merasa bahagia.”Sambil memeluk Archie yang lagi-lagi memanjat meja, Mulan menyahut, “Benar juga. Setelah aku sibuk kerja seharian dan pulang ke rumah, rasa capekku langsung hilang begitu aku memeluk mereka. Rasanya capek yang aku rasakan selama seharian terbayar.”Mulan menunduk untuk mencium wajah anaknya. Saat dicium, Archie juga balas tersenyum ke Mulan, lalu memeluk lehernya dan menggesekkan wajahnya. Olivia sangat iri melihat kedekatan mereka berdua.“Olivia, kamu jangan iri, ya. Beberapa bulan lagi anak kamu sudah lahir. Kamu juga bakal merasa bahagia. Semoga anak kamu nggak bandel saja,” ucap Mulan tertawa.

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 3582

    “Aku nggak bisa kasih makan dia. Dikasih susu bubuk juga maunya kamu yang kasih. Kalau aku yang kasih, dia malah menolak seolah-olah aku mau kasih dia makan racun saja. Dasar pilih kasih,” ujar Yose mengeluhkan anaknya yang memiliki standar ganda.Padahal susu bubuk juga dia yang seduh, tetapi Archie tidak mau minum dan hanya mau minum ketika Mulan yang memberikannya. Kalau Mulan sedang tidak ada di rumah akan lebih mudah bagi Yose, karena begitu Archie lapar, dia akan minum terlepas dari siapa saja yang memberikannya. Meski cengeng, Archie ini cukup pintar.“Nanti biar aku yang kasih dia minum, kamu bawa Audrey balik ke kamar saja dulu. Di luar dingin,” kata Mulan.Mulan lihat-lihat Archie sudah mengenakan jaket tebal, jadi seharusnya dia tidak akan kedinginan meski berada di luar. Lantas Yose pun membawa Audrey masuk ke dalam, sembari sesekali menunduk untuk mencium pipi putri kesayangannya.Ketika menyaksikan Yose menggendong pergi Audrey, Olivia berkata kepada Mulan seraya terkekeh

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status