Share

Bab 790

Penulis: Arif
Melihat kepergian Yudha, Raja Bakir tidak terlalu peduli. Sebab, dia tahu bahwa dirinya telah memenangkan permainan ini. Tidak ada yang bisa menyelamatkan Wira darinya. Meskipun orang-orang tersebut mungkin tidak terima, mereka tidak akan berani menerobos ke dalam istana. Kalaupun mereka melakukannya, Raja Bakir tidak takut.

Raut wajah Yudha tampak sangat muram. Dia sangat kesal dan luar biasa sedih ketika kembali ke rumah Wira. Saat melihat Doddy dan Wira yang sedang minum, rasa sakit di hatinya terasa makin jelas.

Wira mendapati Yudha telah kembali. Dia pun menghela napas dan tak kuasa berkata, "Sebenarnya, kamu nggak perlu ke sana. Raja Bakir sudah membuat keputusan. Nggak akan ada yang bisa melawannya!"

Melihat reaksi Wira, Yudha pun makin menyesal. Dia seharusnya mengirim Doddy pergi lebih awal. Dia pun tak kuasa berkata, "Semua ini salahku."

Namun, Wira malah berkata sambil tersenyum, "Kalaupun kamu mengirim Doddy kembali ke Dusun Darmadi, Raja Bakir tetap akan mencari cara untuk
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 791

    "Jadi ... sebaiknya kita memilih untuk percaya padanya!" ucap Putu. Meskipun Meri sangat marah, dia tahu jelas bahwa menyerang ibu kota kerajaan adalah tindakan yang mustahil untuk dilakukan saat ini.Pada saat yang sama, Ibu Suri Kerajaan Agrel, Senia, juga menerima surat dari Wira. Wanita itu berkata, "Kerajaan Nuala ... benar-benar lucu. Raja yang nggak berguna itu bisa-bisanya menahan pejabatnya. Ini adalah sebuah lelucon!""Wira ... karena kamu memintaku untuk menarik pasukan, aku akan memberikan kesempatan kepadamu untuk membuktikan diri. Aku akan memberimu waktu setengah tahun. Kalau kamu nggak bisa keluar dari ibu kota kerajaan dalam setengah tahun, aku akan memimpin pasukan untuk menyerang, sekaligus ... menyelamatkanmu!" ucap Senia.Setelah itu, Senia memerintahkan, "Sampaikan perintah kepada pasukan perbatasan untuk tarik pasukan. Setelah itu, persiapkan diri untuk setengah tahun ke depan."Senia tidak percaya bahwa Wira mampu kabur dari istana. Itu sebabnya ... dia merasa b

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 792

    Raja Bakir tidak tahu apa yang ada di pikiran Wira. Dia hanya percaya bahwa Wira benar-benar telah menyerah, mengingat betapa sulitnya untuk melarikan diri dari istana. Kalaupun Wira tidak menyerah sepenuhnya dan masih memiliki ambisi besar, apa yang bisa dia lakukan? Sembari berpikir demikian, Raja Bakir pun langsung pergi.Hanya saja, faksi penasihat kiri sangat cemas melihat Wira yang dipenjara di ibu kota kerajaan. Sebab, hal ini membuat Wira tidak mampu menunjukkan bakatnya. Namun, mereka juga tahu bahwa mereka tidak akan mampu melawan tekad Raja Bakir. Meski tidak dapat mengubah keputusan Raja Bakir, Kemal tetap datang ke ruang kerja Raja Bakir.Saat ini, Raja Bakir tengah melirik Kemal. Pria itu tidak banyak berkomentar selama beberapa hari terakhir. Entah apa tujuannya datang menemui Raja Bakir hari ini. Namun, itu sudah pasti berkaitan dengan Wira."Kemal, silakan duduk," ucap Raja Bakir dengan tenang.Kemal pun mengambil napas dalam-dalam sebelum duduk di hadapan Raja Bakir.

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 793

    Bahkan, setelah keadaan dunia menjadi lebih damai, Wira mungkin akan dieksekusi begitu saja. Akan tetapi, menghadapi situasi seperti ini, Wira masih tidak menunjukkan kekhawatiran. Mungkinkah, dia ... telah sepenuhnya kehilangan semangat dan hanya ingin menikmati sisa hidupnya?Wira tidak tahu bahwa Kemal telah datang. Dia hanya terus membuat senjata rahasia berdasarkan apa yang diingat olehnya. Ini adalah kunci untuk kabur dari ibu kota kerajaan nantinya.Pada saat itu, Kemal berdeham lembut, lalu berkata sambil tersenyum, "Salam kenal, Tuan Wira." Setelah itu, Wira baru menyadari ada seorang pria tua yang muncul di halamannya. Begitu melihat penampilannya, Wira tertegun sejenak. Pria tua ini memiliki sikap yang luar biasa dan membawa aura sosok yang memiliki kedudukan tinggi. Pria ini … pasti memiliki jabatan yang tinggi!"Aura Tuan sangat mengesankan. Kalau aku nggak salah menebak, kamu pasti adalah sosok yang berkedudukan tinggi. Seharusnya hanya penasihat kiri yang memiliki sikap

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 794

    Ini benar-benar pernyataan yang berani dan tidak patut dilontarkan. Apabila kata-kata ini terdengar oleh Raja Bakir, dia pasti akan murka. Kemal bahkan sangat mungkin akan dieksekusi.Saat ini, Wira berkata, "Kak Kemal, sejujurnya aku sangat terkejut karena kamu mengucapkan kata-kata seperti itu. Kalau bukan benar-benar tulus, aku yakin kamu nggak akan mengucapkan ini.""Aku sudah tahu bahwa konsekuensi dari kembali ke Kerajaan Nuala adalah seperti in, tapi aku tetap kembali. Itu karena keluargaku masih berada di Kerajaan Nuala. Kalau aku nggak pulang, mereka mungkin akan menghadapi bahaya. Selain itu, aku memiliki keyakinan bahwa aku bisa meninggalkan ibu kota kerajaan," ucap Wira sambil tersenyum.Perkataan ini membuat Kemal sangat terkejut. Dia pun bertanya, "Sobat Wira, apakah kamu ... benar-benar memiliki cara untuk pergi dari sini? Bagaimana mungkin?" Kemal adalah orang yang paling mengenal Raja Bakir. Dia tahu jelas bahwa Raja Bakir tidak akan membiarkan Wira pergi begitu saja.

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 795

    Wira tersenyum dan berkata, "Sepertinya Kak Kemal sudah punya jawaban sendiri dalam hati, jadi kenapa kamu masih menanyakan pendapatku?"Kemal menghela napas dan menggelengkan kepalanya. Dia lantas tersenyum masam dan berkata, "Terkadang, biarpun kita sudah tahu jelas jawabannya, kita tak kuasa menahan diri untuk berharap situasi bisa berubah ...."Hati Kemal terasa sangat pedih, tetapi Wira tidak mengatakan apa pun lagi.Jika dibandingkan dengan Kerajaan Agrel, satu-satunya kelebihan Kerajaan Nuala adalah wilayahnya yang subur. Dalam hal pemerintahan, Kerajaan Nuala tidak sebaik Kerajaan Agrel. Hal ini bukan karena Kerajaan Nuala kekurangan orang berbakat. Sebaliknya, Kerajaan Nuala memiliki banyak orang bertalenta.Baik penasihat kiri maupun penasihat kanan adalah orang-orang yang luar biasa, hanya saja mereka tidak mau bekerja sama. Tentu saja, masalah utamanya adalah sang Raja. Dialah yang patut disalahkan atas kondisi kerajaan sekarang. Raja Bakir tidak mampu menghargai orang-oran

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 796

    Kemal terperangah. Dia memahami ucapan Wira. Namun, semua itu terlalu sulit dilaksanakan. Di dunia ini, setiap orang yang berkuasa tentu saja ingin kaya. Mana mungkin ada yang bersedia membagikan kekayaannya pada orang lain?Akan tetapi, Kemal tahu jika ide Wira benar-benar berhasil direalisasikan, semua orang di kerajaan akan berkecukupan. Lagi pula, total tanah yang dimiliki seorang tuan tanah setara dengan yang dimiliki ratusan petani. Selain itu, ada lebih banyak lagi properti pribadi para pejabat."Wira, ide dan cara pikirmu luar biasa, tapi kurasa itu sangat sulit diwujudkan ...," keluh Kemal sambil menghela napas."Wajar saja, Kak Kemal. Ada beberapa hal yang nggak bisa diakhiri begitu saja. Mungkin juga karena waktunya belum tepat," balas Wira.Waktu yang dimaksud Wira belum tiba, jadi dia belum mau mengambil langkah itu. Meskipun kini Kerajaan Nuala penuh masalah, kerajaan ini tetap kuat. Mana mungkin Raja akan memedulikan hal-hal seperti itu sekarang?"Nggak kerasa, kita suda

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 797

    Bagaimanapun, Wira adalah kerabat Suryadi dan Lestari. Orang-orang lain, termasuk Emran juga mengkhawatirkan keselamatan Wira. Saat ini, semua orang sudah berkumpul dan mendiskusikan rencana untuk menyelamatkan Wira."Kita nggak bisa menunggu lebih lama lagi! Biarpun harus membobol istana, kita harus membawa Kak Wira kembali!" ujar Mandra dengan niat membunuh kuat yang terpancar dari matanya."Ya, aku berutang nyawa pada Kak Wira. Kalaupun harus menebusnya dengan nyawaku, aku akan menyelamatkan Kak Wira!" timpal Doddy dengan marah.Hasan menarik napas dalam-dalam, dia juga ingin menerobos istana. Dia tahu itu tidak baik, tetapi dia tidak bisa menahan dorongan untuk melakukannya."Kak Wulan, karena Kak Wira nggak di tempat, kamu saja yang putuskan. Haruskah kami membobol istana? Kalau kamu setuju, kami, Ngarai Naga Biru, dan Aliansi Rute Dagang Asri akan bertindak!"Semua orang di sana memandang Wulan.Wulan tentu saja berharap bisa menyelamatkan suaminya. Namun, Wira telah mengiriminya

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 798

    Raja Bakir sudah mengurangi kewaspadaannya terhadap Wira. Dia tahu bahwa Wira tidak akan pernah bisa meninggalkan ibu kota. Sewaktu mengunjungi Wira, dia melihatnya masih sibuk membuat sesuatu. Sang Raja diam-diam menggelengkan kepala, merasa puas karena pria cerdas dan angkuh itu pun tidak bisa lepas dari genggamannya."Wira, sepertinya kamu sangat bosan akhir-akhir ini. Bagaimana kalau kamu ikut aku berburu?" ajak Raja Bakir. Dia tidak sedang berbaik hati, melainkan hanya merasa pergi bersama Wira pasti akan menarik.Wira tertegun sejenak, tidak menyangka Raja Bakir akan mengajaknya pergi berburu. Setelah mempertimbangkannya sejenak, dia menyanggupi. Meskipun Wira ingin segera meninggalkan ibu kota, dia bisa menundanya sehari."Terima kasih, Yang Mulia," jawab Wira sambil tersenyum.Raja Bakir terkekeh-kekeh tanpa mengatakan apa pun lagi. Setelah membuat beberapa pengaturan, rombongan itu tiba di taman imperial. Ada pasukan kerajaan yang berjaga di sekitar, jadi Wira tidak akan bisa

Bab terbaru

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 3330

    Dalam satu bulan terakhir, banyak hal telah terjadi.Osman secara sukarela menyerahkan segel kerajaan kepada Wira, sekaligus menyerahkan kendali atas Kerajaan Nuala. Dengan jatuhnya Kerajaan Nuala ke tangan Wira, negeri ini akhirnya benar-benar bersatu dan Wira menjadi kaisar di dunia!Hari itu menjadi hari perayaan bagi seluruh negeri! Kota utama di Provinsi Yonggu pun ditetapkan sebagai ibu kota baru.Sementara itu untuk suku utara, Wira menunjuk seseorang untuk mengambil alih kepemimpinan. Wilayah Kerajaan Agrel tetap damai karena Ararya dan Kresna menjalankan tugas mereka dengan baik.....Meskipun Wira telah menjadi kaisar, dia tetap memilih untuk tidak terlibat langsung dalam urusan pemerintahan, menyerahkan segala urusan istana kepada orang-orang kepercayaannya.Osmaro dan para menteri lainnya tetap sibuk mengatur negeri. Sedangkan Danu, Doddy, Nafis, dan lainnya kini menjadi jenderal besar yang menjaga berbagai wilayah, bahkan Agha juga mendapatkan posisi yang sama.Di sisi lai

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 3329

    "Itu bukan urusanmu." Nafis menatap Baris dengan dingin. "Penggal kepalanya dan bawa pulang untuk kaisar kita!"Begitu perintah itu dilontarkan, Agha langsung bergerak.Baris bahkan tidak sempat memberikan perlawanan. Dalam sekejap, tubuhnya sudah tergeletak di atas genangan darah. Dengan demikian, suku utara sepenuhnya jatuh ke tangan Wira.Pasukan yang dipimpin oleh Nafis pun tetap tinggal untuk memastikan tidak ada lagi pergerakan dari suku utara......Tiga hari berlalu, Wira dan Trenggi memimpin pasukan mereka hingga berhasil mengepung Senia di depan gerbang suku utara.Namun, gerbang itu sudah tertutup rapat. Yang berjaga tidak lain adalah Ararya serta Kresna. Saat melihat pemandangan ini, Senia langsung menyadari bahwa Wira sudah lama menjalin kerja sama dengan Ararya dan Kresna, bahkan telah menyiapkan jebakan besar untuknya!Di medan pertempuran, Senia menoleh ke pasukannya yang tersisa. Dulu, dia begitu berambisi dan berani. Kini, hanya kelelahan dan kekalahan yang tersisa di

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 3328

    "Ini adalah kesempatan terakhir kita!"Semua orang berpandangan, lalu mengangguk serempak.Begitu suara terompet serangan terdengar, Senia segera memimpin pasukannya maju, siap untuk merebut kota dengan paksa!Namun, tepat pada saat itu, terdengar seruan pertempuran dari belakang. Dalam sekejap, barisan belakang menjadi kacau balau!"Apa yang terjadi?" Senia segera menerima laporan dan menghentikan serangan."Wira tiba-tiba menyerang dari belakang! Karena nggak ada pertahanan di belakang sana, kita mengalami kerugian besar!""Selain itu, Wira dan pasukannya datang dengan persiapan matang. Kita harus mundur! Kalau kita terus bertahan di sini, seluruh pasukan bisa hancur!"Kini, mereka berada di posisi yang sangat tidak menguntungkan. Di depan ada pasukan Kerajaan Nuala, sementara di belakang ada Wira dan pasukannya.Situasi telah berbalik. Jika mereka tetap di sini, akhir mereka sudah bisa diprediksi.Senia menggertakkan giginya. Dengan wajah penuh amarah, dia berkata, "Sial! Kita terla

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 3327

    Para jenderal mengangguk setuju. Memang benar Kerajaan Agrel sangat luas. Jika pasukan Wira masuk, mereka akan menghadapi banyak kendala. Dengan demikian, mereka bisa bertempur melawan Wira di wilayah mereka sendiri.Meskipun rakyat sembilan provinsi sangat mendukung Wira, hal itu tidak berlaku bagi penduduk Kerajaan Agrel. Bagi mereka, Wira adalah ancaman.Jika Senia berhasil menyatukan sembilan provinsi, penduduk Kerajaan Agrel juga bisa masuk dan hidup di sana, menikmati kehidupan yang jauh lebih baik daripada sekarang.Namun, semua itu dihalangi oleh Wira. Setidaknya, begitulah cara mereka melihatnya.Jadi, jika Wira masuk ke Kerajaan Agrel untuk bertempur, hasil akhirnya sudah bisa diprediksi. Para rakyat kemungkinan besar akan membantu Senia tanpa syarat. Pada saat itu, bagaimana mungkin Wira bisa membalikkan situasi?Bahkan, ada kemungkinan besar dia akan kehilangan seluruh pasukannya!Menyadari hal ini, para prajurit semakin bersemangat. Salah satu dari mereka berkata, "Jangan

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 3326

    Seorang jenderal berbicara demikian. Wajahnya masih dipenuhi bercak darah. Itu adalah darah musuh.Mereka telah bertempur selama tiga hari tiga malam, tetapi belum juga melihat secercah harapan. Bantuan pun tak kunjung tiba.Jika terus bertahan di sini tanpa solusi, hasil akhirnya sudah bisa ditebak. Kota ini akan jatuh dan semua orang akan terbunuh!"Bagaimana kalau Yang Mulia membawa pasukan keluar melalui gerbang utara? Di belakang sana ada pegunungan dengan pertahanan yang paling lemah. Kalau kita kirim pasukan untuk membuka jalan, kita bisa memastikan Yang Mulia dapat melarikan diri dengan selamat!" usul salah satu prajurit.Situasi mereka memang sudah sangat kritis. Jika tidak segera mengambil keputusan, tak ada yang bisa menebak bagaimana akhirnya. Mereka semua sangat khawatir.Terlebih lagi, Osman berada di tengah-tengah mereka. Jika sang raja tewas di sini, mereka benar-benar kehilangan kesempatan terakhir untuk membalikkan keadaan.Bahkan, mungkin tak akan ada lagi orang yang

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 3325

    "Tenang saja, aku sudah mempersiapkan semuanya dengan matang. Sekalipun Senia memiliki kekuatan yang luar biasa, kali ini dia nggak akan bisa lolos!"Senyuman penuh percaya diri muncul di wajah Wira. Di Kerajaan Agrel, masih ada kartu truf terakhirnya, yaitu Ararya dan Kresna. Sebelum berangkat, dia telah menghubungi mereka berdua. Kemungkinan besar, mereka sudah mulai menguasai berbagai wilayah di Kerajaan Agrel saat ini.Mereka masing-masing memiliki puluhan ribu pasukan, sedangkan Senia membawa hampir semua pasukannya ke medan perang. Ini adalah kesempatan emas bagi Ararya dan Kresna.Jika Wira berhasil menekan Senia dari depan, sementara mereka berdua menguasai wilayah di belakangnya, tidak peduli seberapa hebat Senia, dia tidak mungkin bisa melarikan diri dari kehancuran.Oleh karena itu, Wira yakin hanya dengan 300.000 pasukan, dia dapat menaklukkan Senia dengan mudah. Ini bukanlah tindakan gegabah!Wira tidak pernah mengambil langkah yang tidak pasti. Jika tidak memiliki persiap

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 3324

    "Karena nggak ada urusan lain lagi, kalian semua boleh pergi istirahat." Setelah memberi perintah, Wira melambaikan tangannya kepada para pejabat, lalu berbalik menuju bagian dalam istana.Para pejabat pun segera meninggalkan ruangan.Namun, saat baru sampai di depan pintu, Wira tiba-tiba berhenti. Tatapannya tertuju pada Nafis, lalu mengaitkan jarinya. "Aku ingin membahas sesuatu secara pribadi denganmu. Ikut aku."Nafis segera mengangguk dan mengikuti Wira menuju taman istana. Di taman itu, hanya ada beberapa dayang dan kasim yang melayani Wira. Selain itu, masih ada Nafis, Agha, dan Lucy.Sementara itu, Danu dan Doddy sedang mengurus para prajurit. Meskipun tidak mengalami pertempuran besar, perjalanan jauh tetap melelahkan.Mereka perlu beristirahat sebelum menempuh perjalanan panjang untuk ekspedisi ke Kerajaan Agrel. Mereka harus memulihkan semangat juang untuk memastikan semuanya aman.Wira bukan hanya ingin memenangkan perang, tetapi juga ingin meminimalisir korban di pihaknya.

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 3323

    "Kita masuk."Dengan satu perintah dari Wira, seluruh pasukannya bergerak menuju ibu kota Kerajaan Beluana.Dalam sekejap, Wira dan rombongannya telah memasuki kota. Sepanjang jalan, rakyat bersorak tanpa henti. Dari reaksi mereka, bisa dilihat betapa besar pengaruh Wira di hati rakyat.Di dalam istana.Di aula utama, Nafis telah mengirim orang-orangnya untuk sepenuhnya menguasai istana. Pasukan penjaga lama telah digantikan, jadi kini tempat ini sepenuhnya berada di bawah kendali Wira.Namun, satu hal yang mengejutkan Wira adalah betapa megahnya istana Kerajaan Beluana. Ciputra benar-benar tahu bagaimana menikmati kemewahan.Di aula, banyak orang sedang berlutut. Mereka adalah para pejabat yang dulunya melayani Ciputra. Begitu mendengar Wira telah memasuki kota, mereka segera datang dengan harapan untuk menyelamatkan diri.Wira memandang mereka sekilas, lalu berkata dengan tenang, "Semuanya, silakan berdiri."Para pejabat itu segera bangkit."Saudara sekalian, meskipun Kerajaan Beluan

  • Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius   Bab 3322

    Saat ini, Wira duduk di atas kudanya, di depan gerbang timur ibu kota. Di hadapannya adalah Danu dan yang lainnya."Kak, sekarang kita sudah sampai di sini, kenapa masih berhenti? Aku baru saja mendengar dari Nona Lucy tentang keadaan di pihak Osman. Kabarnya, Osman sudah hampir nggak bisa bertahan lagi.""Dalam beberapa hari ke depan, kemungkinan kota itu akan jatuh ke tangan Senia. Kalau saat itu tiba dan kita baru bergerak menuju Kerajaan Nuala, Osman mungkin sudah tewas ...."Rakyat Kerajaan Nuala berjuang mati-matian untuk mempertahankan kota mereka. Ditambah lagi, para prajurit dari Kerajaan Agrel sangat kejam. Jika mereka berhasil menerobos kota, pasti akan terjadi pembantaian dan yang menderita adalah rakyat.Osman adalah sekutu mereka. Danu sejak lama sudah menganggapnya sebagai bagian dari kelompok mereka sendiri. Bagaimanapun, setelah Wira berhasil menumbangkan Ciputra, tidak akan ada yang mampu menandinginya lagi. Penyatuan seluruh negeri hanyalah masalah waktu.Lucy juga m

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status