Home / Romansa / Penyesalan Suami Miliarder / 7. Dituduh Membunuh

Share

7. Dituduh Membunuh

Author: Rich Ghali
last update Last Updated: 2025-01-21 20:40:08

“Grace, sialan! Apa yang baru saja kau lakukan?” Amarah Jackson terdengar memenuhi seisi ruangan. Lelaki itu menggedor pintu kamar dengan sangat keras.

Grace terbangun dari tidurnya. Kepalanya terasa sangat pusing karena dipaksa untuk bangun. Ia mengusap wajahnya, keningnya berkerut mendengar gedoran dan panggilan Jackson dari balik pintu kamar.

“Apa lagi kali ini?” Grace seolah tengah bertanya pada dirinya sendiri. Ia turun dari ranjang, lalu beranjak menuju pintu kamar.

Ketika pintu kamar terbuka, sebuah tamparan keras langsung menghantam pipi Grace. Grace terdiam, terpaku menatap suaminya dengan penuh tanya. Sejak kapan Jackson jadi ringan tangan seperti itu? Mengapa akhir-akhir ini ia sering bersikap kasar? Semua pertanyaan itu menguasai hati dan pikiran Grace. Ia mengusap sudut bibirnya yang berdarah. Pipinya tampak biru lebam, sebab tamparan Jackson yang sangat keras.

“Claire sangat baik padamu, mengapa kau selalu menargetkannya untuk dilukai? Kau tahu aku sangat mencintai Claire dan kau berniat untuk membunuhnya? Di mana hati nuranimu?” Jackson langsung memaki dengan penuh emosi.

Grace menatap dengan bingung, ia sama sekali tidak mengerti apa yang Jackson katakan. Setelah pertengkaran mereka tadi pagi, ia hanya beristirahat di kamar seharian. Ia ingin memulihkan tenaganya agar ia bisa lekas kembali bekerja besok pagi. Ia tidak tahu apa pun hingga Jackson datang dalam keadaan mengamuk.

“Apa yang sedang kau bicarakan?” Grace bertanya dengan kening berkerut. Tampaknya ia telah mati rasa. Ia tidak lagi merasakan sakit atas semua yang Jackson lakukan kepadanya. Hatinya telah mati untuk Jackson. Ia memilih untuk bertahan dengan pernikahan mereka hanya karena ia tidak ingin kembali menjadi beban di keluarga Brown. Jika Shane dan orangtuanya tahu apa yang terjadi pada Grace saat ini, mereka akan sangat marah dan meminta Grace untuk kembali.

“Ikut aku ke rumah sakit sekarang!” Jackson mencengkeram lengan Grace dengan sangat keras. Ia menarik Grace secara paksa, meminta Grace untuk mengikuti langkahnya.

“Lepas, Jack. Kau menyakitiku!” Grace berusaha untuk melepas cengkeraman Jackson di lengannya. Lelaki itu mencengkeram dengan sangat kasar, hingga Grace merasa sakit.

Jackson tidak ingin mendengar apa pun. Ia tetap menyeret Grace menuju keluar, lalu mendorong Grace dengan kasar agar lekas masuk ke dalam mobil.

“Apa kau tidak bisa bersikap lembut sedikit saja?” Grace protes.

“Wanita kasar sepertimu tidak pantas dilembuti.” Jackson menjawab dengan dingin.

Grace terdiam. Ia tidak tahu kesalahan apa yang telah ia lakukan, sehingga Jackson selalu menatapnya dengan penuh kebencian. Claire kini sudah tinggal bersama mereka, seharusnya tidak lagi ada alasan Jackson membencinya. Grace tidak lagi menghalangi pasangan kekasih itu untuk menjalin kisah bersama. Seharusnya mereka berdamai saja.

Mobil mulai melaju dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit. Tidak ada percakapan yang terjadi di antara mereka di sepanjang perjalanan. Mereka saling diam, terperangkap dengan perasaan benci di hati masing-masing.

Mobil berhenti ketika mereka tiba di tempat tujuan. Jackson langsung membawa Grace menuju seorang dokter. Ia melepas cengkeramannya dengan kasar.

“Gunakan darahnya saja, Dok. Golongan darahnya sama dengan Claire.” Jackson berucap dengan penuh ketegasan.

Grace mendongak menatap Jackson setelah ia mendengar kalimat itu. Matanya terbelalak, ia tidak menduga sama sekali bahwa itulah tujuan Jackson membawanya ke sana.

“Kau gila? Kau tahu aku sedang hamil muda, wanita hamil tidak bisa mendonorkan darahnya.” Grace protes. Meskipun keberadaan calon bayinya ditentang oleh Jackson, ia telah bertekad untuk melahirkan bayi itu. Hanya bayi itu yang akan menjadi satu-satunya keluarga sedarah yang ia miliki.

“Kau tahu kau sedang hamil, tapi kau malah berencana untuk membunuh Claire.” Jackson membalas dengan nada penuh penekanan.

“Apa maksudmu? Aku tidak mengerti sama sekali, kau selalu berkata bahwa aku berencana membuhuh Claire. Apa yang sudah kulakukan padanya?” Grace tampak terpancing emosi. Wajahnya memerah menahan amarah.

“Kau mendorong Claire dari tangga, sehingga ia mengalami kondisi yang sangat parah. Dia butuh 2 kantong darah dan kau harus menebus kesalahanmu dengan menjadi pendonor untuknya.” Jackson menjelaskan.

“Kapan aku melakukan itu?” Grace bertanya-tanya. Sebenci apa pun ia kepada Claire, tidak pernah terbersit di pikirannya untuk melukai wanita itu. Ia memiliki hati yang baik dan lembut.

“Berhenti bersandiwara, Grace. Semua orang sudah tahu bahwa kau sangat membenci Claire.” Jackson menegaskan. Ia memaksa dokter untuk mengambil darah Grace.

Dokter itu langsung menuruti perintah Jackson. Darahnya langsung diambil tanpa melakukan pengecekan apakah darahnya cocok untuk Claire atau tidak. Grace merasa ada yang aneh. Dokter tidak akan pernah melakukan tranfusi darah secara sembarangan, ada banyak prosedur yang harus dilakukan. Apalagi Grace posisinya sedang hamil, melakukan donor darah dalam kondisi seperti itu bisa membahayakan kandungannya.

“Sepertinya ini ulah Claire.” Grace berkomentar. Ia tidak tahu apa yang telah Claire lakukan, tapi ia tahu bahwa Calire tengah menargetkan kandungannya. Kandungan Grace berhasil bertahan setelah Claire memberikannya obat penggugur kandungan. Kini wanita itu mencari cara lain untuk memujurkan niatnya.

“Kau benar.” Dokter itu menanggapi ucapan Grace. “Sebenarnya Claire baik-baik saja. Luka di tubuhnya hanyalah sandiwara. Aku bahkan tidak tahu darahmu cocok untuknya atau tidak. Darahmu tidak akan aku berikan padanya, melainkan aku jual ke pada pasien yang membutuhkan.”

Grace yang mendengar kalimat itu tidak begitu terkejut, ia telah menduga bahwa dokter itu memang bersekongkol dengan Claire.

“Sialan, aku akan memberitahu Jackson tentang kejahatan yang sudah kau lakukan. Kau tahu aku sedang hamil dan kau tetap mengambil darahku, apa kau tahu tindakanmu itu sangat menyalahi kode etik seorang dokter?” Grace tampak sangat berang.

Dokter itu tertawa tipis mendengar ancaman Grace. “Kau pikir Jackson akan percaya dangan bualanmu? Yang aku tahu, dia hanya akan percaya dengan ucapan kekasihnya.”

Grace semakin emosi mendengar kalimat itu. Ia mengepalkan tangannya dengan kasar, rahangnya mengeras, wajahnya memerah. Ia benar-benar marah, sebab Claire sudah sangat keterlaluan kali ini.

“Aku tidak akan membiarkanmu menyakiti calon bayiku.” Grace berucap dengan penuh penekanan. 

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Related chapters

  • Penyesalan Suami Miliarder    8. Amarah Shane

    Grace merasa sangat pusing, tubuhnya juga menjadi sangat lemah setelah dokter itu mengambil dua kantung darahnya. Ia mulai berpikir, jika Claire terus memengaruhi Jackson, maka nyawanya bisa terancam. Ia tidak ingin mati konyol hanya karena bertahan dalam pernikahan yang tidak diinginkan.Jackson tidak kunjung muncul setelah transfusi darah dilakukan. Sudah pasti apa yang lelaki itu lakukan sekarang. Dia pasti tengah menemani Claire di bangsalnya.“Tidak seharusnya aku berkoban sejauh ini hanya untuk mempertahankan pernikahan yang sejak awal sudah hancur.” Grace berucap pada dirinya sendiri.Tidak ada pilihan selain meminta bantuan Shane.Grace beranjak menuju meja resepsionis, meminjam telepon rumah sakit untuk menghubungi Shane. Ia dibawa ke rumah sakit secara mendadak, jadi ia tidak membawa ponselnya ketika ia ditarik paksa oleh Jackson ke sana.Panggilan pertama tidak diterima oleh Shane. Lelaki itu memang jarang mengangkat panggilan dari nomor yang tidak dikenal.“Tolong angkat,

    Last Updated : 2025-01-21
  • Penyesalan Suami Miliarder    9. Kuras Darahnya Sampai Habis!

    “Kau berani memukulku?” Jackson mengusap sudut bibirnya. Ketika ia melihat noda darah di telapak tangannya, amarahnya semakin menjadi-jadi. Wajahnya memerah, urat lehernya tercetak dengan sangat jelas. Matanya menyorot dengan sangat nyalang, seakan Shane adalah mangsa yang siap ia hantam. “Mengapa aku harus takut?” Shane kembali melayangkan pukulan, tapi pukulannya kali ini langsung ditahan oleh Jackson. Naps Jackson begitu memburu. Amarah yang ada dalam dadanya benar-benar telah membakar dirinya. Ia balas pukulan yang Shane berikan. Pukulannya sangat keras, hingga Shane terpelanting ke belakang dan terjatuh ke lantai. Bekas pukulan Jackson di pelipisnya meninggalkan jejak luka. Pelipis Shane tampak berdarah. “Sial!” Shane mengumpat. Kepalanya terasa sangat sakit akibat pukulan itu. Ia tidak menyangka bahwa Jackson memiliki tenaga yang sangat kuat. Ia pikir Jackson hanya lelaki pengecut yang selalu berdiri di belakang para pengawalnya. Ternyata ia terlalu memandang rendah Jackson

    Last Updated : 2025-03-09
  • Penyesalan Suami Miliarder    10. Amarah Keluarga Brown

    Ketika sadar, Grace sudah berada dalam sebuah kamar mewah yang sangat familiar. Kamar itu jauh lebih mewah dibanding kamar yang ia tempati di rumah Jackson. Ia menatap sekitar, menatap seisi sudut ruangan. Seketika ia tertawa miris. Ia menertawakan dirinya yang telah dibutakan oleh cinta selama beberapa tahun ini.“Bukankah dicintai dan tidak dicintai itu bisa terlihat dengan sangat jelas?” Grace bertanya pada dirinya sendiri. Ia menghela napas dengan dalam. Tiba-tiab ia sangat merindukan kamar yang ia tempati saat ini. Ketika masih tinggal di keluarga Brown, Grace mendapatkan semua yang terbaik. Bahkan keluarga itu lebih baik dalam memperlakukan Grace dibanding Shane. Sebab, Grace adalah amanah besar yang harus mereka jaga. Ia benar-benar dijaga layaknya intan permata.“Tidak ada yang lebih mencintaiku dibanding keluarga Brown.” Grace berucap dengan lemah.Pintu kamar terbuka dengan munculnya Shane bersama kedua orangtuanya.“Kau sudah sadar? Aku sangat mengkhawatirkanmu.” Shane beru

    Last Updated : 2025-03-09
  • Penyesalan Suami Miliarder    1. Hamil

    “Anak yang siapa yang sedang kau kandung?” Jackson bertanya dengan penuh amarah. Wajahnya tampak memerah, urat lehernya tercetak dengan jelas. Ia melempar kertas hasil pemeriksaan ke wajah Grace. Selama tiga tahun pernikahan, belum pernah ia merasa sejijik ini kepada sang istri.“Kau sudah tahu?” Grace menanggapi dengan gugup. Ia tersenyum dengan manis, sebab ia tengah menunggu waktu yang tepat untuk memberitahu Jackson tentang kehamilannya. Namun, siapa sangka jika suaminya sudah tahu lebih dulu.“Ternyata benar ucapan Claire selama ini, kau berselingkuh di belakangku. Selama ini aku tidak percaya ucapannya karena aku berpikir bahwa kau mencintaiku. Setelah melihat hasil tes ini, aku sadar bahwa selama ini aku telah tertipu dengan tipu muslihatmu.” Jackson tampak sangat berang. Ia menatap Grace dengan tajam. Jika tatapannya berupa pisau, Grace akan terluka oleh tusukan pisau itu.Grace mengerutkan kening karena bingung. Ia tidak tahu apa yang sedang Jackson bicarakan. Ia tidak menger

    Last Updated : 2025-01-13
  • Penyesalan Suami Miliarder    2. Memalukan

    “Jack!” Grace memanggil dengan nada panik setibanya ia di bar. Ia benar-benar tidak bisa tenang setelah ia mendengar ucapan Claire yang mengatakan bahwa mereka akan menginap di hotel. Ia mendesak Shane untuk melacak keberadaan suaminya, dan di sinilah ia sekarang. Di bar kelas satu yang ada di tengah-tengah pusat kota LA.Semua mata langsung tertuju pada Grace. Apalagi ia datang hanya mengenakan piyama tidur dengan sandal rumahan. Rambutnya berantakan dengan bando tidur yang melekat di kepalanya. Wajahnya polos tanpa makeup. Ia benar-benar terlihat kusut dan berantakan.Hanya satu kata yang bisa Jackson simpulkan, memalukan.Raut wajah khawatir masih terselip di wajah Grace ketika ia mendapati bahwa suaminya baik-baik saja. Pria itu bahkan terlihat normal, tidak mabuk sama sekali. Di meja bundar itu memang ada banyak gelas dan botol alcohol. Beberapa botol itu telah kosong, sementara botol yang lain masih terlihat penuh.“Dia istrimu?” Seorang pria bertanya memastikan. Nada bicara dan

    Last Updated : 2025-01-13
  • Penyesalan Suami Miliarder    3. Ayo Bercerai

    “Aku sudah memberitahumu bahwa aku tidak ingin diaborsi!” Grace berucap dengan penuh emosi ketika Jackson menyeretnya menuju mobil agar mereka lekas pergi menemui dokter kandungan. Wajahnya memerah, ia mengempaskan cengkeraman Jackson di pergelangan tangannya.“Ayo bercerai jika begitu, aku tidak ingin punya istri yang hamil dari pria lain.” Jackson menegaskan.“Harus dengan apa aku memberitahumu bahwa anak ini adalah darah dagingmu?”“Berhentilah bersandiwara, Grace. Jackson sudah tahu semuanya, kau tidak lagi perlu menutupi perselingkuhanmu dengan Shane. Aku mengerti jika kau cemburu padaku karena Jackson sangat dekat padaku, tapi bukan berarti kau harus membalas kecemburuanmu dengan tidur bersama pria lain. Aku minta maaf jika kehadiranku membuatmu dan Jackson jadi salah paham, aku akan pergi dari hidup kalian jika kehadiranku hanya menjadi sumber masalah.” Claire berucap dengan penuh kelembutan. Ia memasang eskpresi penuh bersalah. Di depan Jackson, ia selalu menjadi wanita lemah

    Last Updated : 2025-01-13
  • Penyesalan Suami Miliarder    4. Drama

    Grace terpaksa mengalah mengizinkan Claire untuk tinggal bersama mereka. Meskipun Claire dan Jackson tidak tinggal di kamar yang sama, tetap saja Grace merasa cemburu dan tidak nyaman. Sejak awal menikah hingga sekarang, Jackson dan Grace tidak pernah tidur satu ranjang. Mereka tidur terpisah sepanjang tiga tahun pernikahan mereka. Wajar saja jika Jackson merasa ia tidak pernah bercinta dengan Grace, sebab ia tidak mengingat semua yang telah ia lakukan ketika ia masuk dan keluar dari kamar Grace saat ia mabuk tiga bulan yang lalu. Grace tidak bisa menyalahkan jika Jackson tidak percaya tentang kehamilannya yang merupakan anak mereka. Ia paham jika ini semua adalah ulah Claire yang berusaha untuk memecah hubungan mereka.Grace bisa saja kembali ke rumah keluarga Brown. Mereka akan memperlakukannya dengan sangat baik seakan ia adalah putri mereka. Namun, ia tidak ingin terus menyusahkan. Ia tidak ingin menjadi beban bagi keluarga yang telah membesarkannya. Ia hanya perlu bersabar menung

    Last Updated : 2025-01-13
  • Penyesalan Suami Miliarder    5. Hampir Keguguran

    “Kandunganmu sedikit bermasalah, sepertinya kau memang meminum obat penggugur kandungan.” Dokter kandungan itu berucap setelah ia memeriksa kondisi Graze. Graze langsung bergegas menuju rumah sakit agar ditangani langsung oleh dokter kandungan. Ia tidak menyangka bahwa ucapan dokter keluarganya memang benar adanya, ia telah meminum obat penggugur.“Tapi bagaimana mungkin bisa? Aku tidak minum obat itu sama sekali, aku sangat menyayangi anak yang ada di dalam rahimku.” Grace masih menolak percaya.“Apa saja yang kau makan dan minum hari ini?” Dokter itu memastikan.Grace kembali mengulang kalimat yang tadi telah ia ucapkan pada dokter yang memeriksanya lebih dulu.“Aku baru ingat jika jus yang aku minum sore ini rasanya sedikit aneh.” Grace akhirnya bisa mengingat setelah perasaannya sedikit lebih tenang karena telah ditangani oleh ahli.“Dari mana kau mendapatkan jus itu?”“Pembantuku yang membuatkannya. Biasanya dia melakukan semua hal dengan baik, dia sangat patuh dan penurut. Aku t

    Last Updated : 2025-01-13

Latest chapter

  • Penyesalan Suami Miliarder    10. Amarah Keluarga Brown

    Ketika sadar, Grace sudah berada dalam sebuah kamar mewah yang sangat familiar. Kamar itu jauh lebih mewah dibanding kamar yang ia tempati di rumah Jackson. Ia menatap sekitar, menatap seisi sudut ruangan. Seketika ia tertawa miris. Ia menertawakan dirinya yang telah dibutakan oleh cinta selama beberapa tahun ini.“Bukankah dicintai dan tidak dicintai itu bisa terlihat dengan sangat jelas?” Grace bertanya pada dirinya sendiri. Ia menghela napas dengan dalam. Tiba-tiab ia sangat merindukan kamar yang ia tempati saat ini. Ketika masih tinggal di keluarga Brown, Grace mendapatkan semua yang terbaik. Bahkan keluarga itu lebih baik dalam memperlakukan Grace dibanding Shane. Sebab, Grace adalah amanah besar yang harus mereka jaga. Ia benar-benar dijaga layaknya intan permata.“Tidak ada yang lebih mencintaiku dibanding keluarga Brown.” Grace berucap dengan lemah.Pintu kamar terbuka dengan munculnya Shane bersama kedua orangtuanya.“Kau sudah sadar? Aku sangat mengkhawatirkanmu.” Shane beru

  • Penyesalan Suami Miliarder    9. Kuras Darahnya Sampai Habis!

    “Kau berani memukulku?” Jackson mengusap sudut bibirnya. Ketika ia melihat noda darah di telapak tangannya, amarahnya semakin menjadi-jadi. Wajahnya memerah, urat lehernya tercetak dengan sangat jelas. Matanya menyorot dengan sangat nyalang, seakan Shane adalah mangsa yang siap ia hantam. “Mengapa aku harus takut?” Shane kembali melayangkan pukulan, tapi pukulannya kali ini langsung ditahan oleh Jackson. Naps Jackson begitu memburu. Amarah yang ada dalam dadanya benar-benar telah membakar dirinya. Ia balas pukulan yang Shane berikan. Pukulannya sangat keras, hingga Shane terpelanting ke belakang dan terjatuh ke lantai. Bekas pukulan Jackson di pelipisnya meninggalkan jejak luka. Pelipis Shane tampak berdarah. “Sial!” Shane mengumpat. Kepalanya terasa sangat sakit akibat pukulan itu. Ia tidak menyangka bahwa Jackson memiliki tenaga yang sangat kuat. Ia pikir Jackson hanya lelaki pengecut yang selalu berdiri di belakang para pengawalnya. Ternyata ia terlalu memandang rendah Jackson

  • Penyesalan Suami Miliarder    8. Amarah Shane

    Grace merasa sangat pusing, tubuhnya juga menjadi sangat lemah setelah dokter itu mengambil dua kantung darahnya. Ia mulai berpikir, jika Claire terus memengaruhi Jackson, maka nyawanya bisa terancam. Ia tidak ingin mati konyol hanya karena bertahan dalam pernikahan yang tidak diinginkan.Jackson tidak kunjung muncul setelah transfusi darah dilakukan. Sudah pasti apa yang lelaki itu lakukan sekarang. Dia pasti tengah menemani Claire di bangsalnya.“Tidak seharusnya aku berkoban sejauh ini hanya untuk mempertahankan pernikahan yang sejak awal sudah hancur.” Grace berucap pada dirinya sendiri.Tidak ada pilihan selain meminta bantuan Shane.Grace beranjak menuju meja resepsionis, meminjam telepon rumah sakit untuk menghubungi Shane. Ia dibawa ke rumah sakit secara mendadak, jadi ia tidak membawa ponselnya ketika ia ditarik paksa oleh Jackson ke sana.Panggilan pertama tidak diterima oleh Shane. Lelaki itu memang jarang mengangkat panggilan dari nomor yang tidak dikenal.“Tolong angkat,

  • Penyesalan Suami Miliarder    7. Dituduh Membunuh

    “Grace, sialan! Apa yang baru saja kau lakukan?” Amarah Jackson terdengar memenuhi seisi ruangan. Lelaki itu menggedor pintu kamar dengan sangat keras.Grace terbangun dari tidurnya. Kepalanya terasa sangat pusing karena dipaksa untuk bangun. Ia mengusap wajahnya, keningnya berkerut mendengar gedoran dan panggilan Jackson dari balik pintu kamar.“Apa lagi kali ini?” Grace seolah tengah bertanya pada dirinya sendiri. Ia turun dari ranjang, lalu beranjak menuju pintu kamar.Ketika pintu kamar terbuka, sebuah tamparan keras langsung menghantam pipi Grace. Grace terdiam, terpaku menatap suaminya dengan penuh tanya. Sejak kapan Jackson jadi ringan tangan seperti itu? Mengapa akhir-akhir ini ia sering bersikap kasar? Semua pertanyaan itu menguasai hati dan pikiran Grace. Ia mengusap sudut bibirnya yang berdarah. Pipinya tampak biru lebam, sebab tamparan Jackson yang sangat keras.“Claire sangat baik padamu, mengapa kau selalu menargetkannya untuk dilukai? Kau tahu aku sangat mencintai Clair

  • Penyesalan Suami Miliarder    6. Cinta Itu Buta

    “Aku belum selesai berbicara denganmu!” Jackson berucap dengan kasar ketika Grace beranjak pergi menuju kamarnya. Kondisinya belum pulih total, jadi ia tidak kuat berdiri lama-lama. Apalagi ia dan Claire baru saja bertengkar. Tenaganya telah terkuras sangat banyak.Grace tidak ingin peduli. Ia tidak lagi berusaha untuk terlihat baik di depan suaminya, ia tidak lagi berusaha untuk selalu menyenangkan suaminya. Kini yang utama baginya hanyalah kebahagiaan dirinya, juga keselamatan calon bayinya.“Grace!” Jackson membentak. Ia merasa sangat kesal, sebab istrinya sudah membuat keributan di jam sepagi ini. Wanita itu bahkan tidak peduli dengan ucapannya, Grace terus melangkah menaiki anak-anak tangga menuju kamarnya di lantai dua.“Sudahlah, Jack. Aku tidak apa-apa, jadi tidak perlu dibesarkan masalahnya.” Claire berusaha untuk memasang wajah tanpa dosa. Dia benar-benar sangat pintar dalam bersandiwara. Harusnya dia menjadi actris saja.“Andai dia bisa bersikap baik sedikit saja. Kau sanga

  • Penyesalan Suami Miliarder    5. Hampir Keguguran

    “Kandunganmu sedikit bermasalah, sepertinya kau memang meminum obat penggugur kandungan.” Dokter kandungan itu berucap setelah ia memeriksa kondisi Graze. Graze langsung bergegas menuju rumah sakit agar ditangani langsung oleh dokter kandungan. Ia tidak menyangka bahwa ucapan dokter keluarganya memang benar adanya, ia telah meminum obat penggugur.“Tapi bagaimana mungkin bisa? Aku tidak minum obat itu sama sekali, aku sangat menyayangi anak yang ada di dalam rahimku.” Grace masih menolak percaya.“Apa saja yang kau makan dan minum hari ini?” Dokter itu memastikan.Grace kembali mengulang kalimat yang tadi telah ia ucapkan pada dokter yang memeriksanya lebih dulu.“Aku baru ingat jika jus yang aku minum sore ini rasanya sedikit aneh.” Grace akhirnya bisa mengingat setelah perasaannya sedikit lebih tenang karena telah ditangani oleh ahli.“Dari mana kau mendapatkan jus itu?”“Pembantuku yang membuatkannya. Biasanya dia melakukan semua hal dengan baik, dia sangat patuh dan penurut. Aku t

  • Penyesalan Suami Miliarder    4. Drama

    Grace terpaksa mengalah mengizinkan Claire untuk tinggal bersama mereka. Meskipun Claire dan Jackson tidak tinggal di kamar yang sama, tetap saja Grace merasa cemburu dan tidak nyaman. Sejak awal menikah hingga sekarang, Jackson dan Grace tidak pernah tidur satu ranjang. Mereka tidur terpisah sepanjang tiga tahun pernikahan mereka. Wajar saja jika Jackson merasa ia tidak pernah bercinta dengan Grace, sebab ia tidak mengingat semua yang telah ia lakukan ketika ia masuk dan keluar dari kamar Grace saat ia mabuk tiga bulan yang lalu. Grace tidak bisa menyalahkan jika Jackson tidak percaya tentang kehamilannya yang merupakan anak mereka. Ia paham jika ini semua adalah ulah Claire yang berusaha untuk memecah hubungan mereka.Grace bisa saja kembali ke rumah keluarga Brown. Mereka akan memperlakukannya dengan sangat baik seakan ia adalah putri mereka. Namun, ia tidak ingin terus menyusahkan. Ia tidak ingin menjadi beban bagi keluarga yang telah membesarkannya. Ia hanya perlu bersabar menung

  • Penyesalan Suami Miliarder    3. Ayo Bercerai

    “Aku sudah memberitahumu bahwa aku tidak ingin diaborsi!” Grace berucap dengan penuh emosi ketika Jackson menyeretnya menuju mobil agar mereka lekas pergi menemui dokter kandungan. Wajahnya memerah, ia mengempaskan cengkeraman Jackson di pergelangan tangannya.“Ayo bercerai jika begitu, aku tidak ingin punya istri yang hamil dari pria lain.” Jackson menegaskan.“Harus dengan apa aku memberitahumu bahwa anak ini adalah darah dagingmu?”“Berhentilah bersandiwara, Grace. Jackson sudah tahu semuanya, kau tidak lagi perlu menutupi perselingkuhanmu dengan Shane. Aku mengerti jika kau cemburu padaku karena Jackson sangat dekat padaku, tapi bukan berarti kau harus membalas kecemburuanmu dengan tidur bersama pria lain. Aku minta maaf jika kehadiranku membuatmu dan Jackson jadi salah paham, aku akan pergi dari hidup kalian jika kehadiranku hanya menjadi sumber masalah.” Claire berucap dengan penuh kelembutan. Ia memasang eskpresi penuh bersalah. Di depan Jackson, ia selalu menjadi wanita lemah

  • Penyesalan Suami Miliarder    2. Memalukan

    “Jack!” Grace memanggil dengan nada panik setibanya ia di bar. Ia benar-benar tidak bisa tenang setelah ia mendengar ucapan Claire yang mengatakan bahwa mereka akan menginap di hotel. Ia mendesak Shane untuk melacak keberadaan suaminya, dan di sinilah ia sekarang. Di bar kelas satu yang ada di tengah-tengah pusat kota LA.Semua mata langsung tertuju pada Grace. Apalagi ia datang hanya mengenakan piyama tidur dengan sandal rumahan. Rambutnya berantakan dengan bando tidur yang melekat di kepalanya. Wajahnya polos tanpa makeup. Ia benar-benar terlihat kusut dan berantakan.Hanya satu kata yang bisa Jackson simpulkan, memalukan.Raut wajah khawatir masih terselip di wajah Grace ketika ia mendapati bahwa suaminya baik-baik saja. Pria itu bahkan terlihat normal, tidak mabuk sama sekali. Di meja bundar itu memang ada banyak gelas dan botol alcohol. Beberapa botol itu telah kosong, sementara botol yang lain masih terlihat penuh.“Dia istrimu?” Seorang pria bertanya memastikan. Nada bicara dan

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status