Home / Fantasi / Pengendali Sistem Terkuat / 169. Martanto dan Roki

Share

169. Martanto dan Roki

Author: Rendi OP
last update Last Updated: 2023-03-31 20:53:26

Nampaknya Cyborg satu mengalami kerusakan yang terbilang sangat parah di sekujur tubuhnya. Peluru meriam jumbo itu bukanlah peluru meriam biasa.

Ternyata peluru meriam jumbo ini juga dilengkapi dengan teknologi baru yang sangat canggih, yaitu dilengkapi dengan gelombang suara supersonik bertekanan tinggi saat meledak. Fungsi gelombang suara supersonik adalah untuk mengacaukan sinyal dan jaringan yang ada pada tubuh Cyborg. Oleh sebab itulah Cyborg satu tidak bisa berbuat apa-apa ketika pertama kali peluru meriam jumbo itu mengenai tubuhnya tadi. Dan lagi, peluru meriam jumbo ini memang dirancang secara khusus untuk menghadapi pasukan Cyborg. Jendral Valdo lah orang yang memikirkan tentang inovasi terbaru peluru jenis ini. Karena biaya yang digunakan saat membuatnya sangatlah mahal, Jendral Valdo sengaja tidak mau menggunakan peluru jenis ini kalau bukan dalam keadaan yang sangat mendesak saja. Tapi malam ini, justru Martanto lah yang menggunakannya secara terang-terangan. Yah..., poko
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Pengendali Sistem Terkuat   170. Sinyal buruk

    Boom, boom, boom!Tembakan demi tembakan misil kembali mengarah pada Roki."Sialan! Kenapa kau main curang?! Ayolah, kita gunakan otot saja!" Rupanya tembakan misil-misil ini cukup berbahaya. Jika sampai terkena satu tembakan misil saja, tubuh manusia biasa tentu saja akan menjadi seperti kertas yang terbakar oleh api.Sedangkan Martanto, ia terlihat sedang asik memukuli lawannya. Puluhan kali Martanto berhasil memukul Cyborg tiga. Dan hasilnya, tubuh Cyborg tiga mengalami kerusakan yang cukup parah. Roki semakin kagum dengan kekuatan yang Martanto perlihatkan malam ini. Padahal, Martanto hanyalah manusia biasa, tapi kenapa ia bisa melukai Cyborg? Sangat jarang ada orang yang mampu berhadapan dengan Cyborg.***Sedangkan Martis yang jauh di sana, ia masih berbincang ria bersama Reka dan Dion. Reka dan Martis sedang asik menyimak cerita dari Dion tentang kampung halamannya yang terpencil. Rasa tertarik dan penasaran Reka dan Martis semakin tinggi saat Dion mengatakan bahwa Pemimpin des

    Last Updated : 2023-04-01
  • Pengendali Sistem Terkuat   171. Masih bertarung

    Martis sempat berpikir untuk mencari cara, bagaimana agar bisa sampai ke markas Herupa tanpa memakan jarak dan waktu yang lama. Namun tentu saja itu hal yang mustahil. Mau berlari secepat apapun, tetap saja akan memakan waktu berjam-jam."Em..., anu, apakah terjadi sesuatu?" Melihat Martis yang raut wajahnya berubah, akhirnya Dion memberanikan diri untuk bertanya."Huft..., sepertinya memang terjadi sesuatu di tempat asalku. Tapi, aku bingung. Dion, bisakah kau membantuku?" Entah kenapa, Martis malah bertanya kepada Dion apakah ia bisa membantunya atau tidak."Yah..., tergantung? Kau katakan saja terlebih dahulu apa yang bisa aku bantu. Jika aku rasa itu bisa, aku pasti akan membantumu Kok." Karena Dion merasakan kebaikan hati yang ada di dalam diri Martis, Dion pun sudah memutuskan bahwa ia akan mencoba membantu Martis. Padahal, ini kali pertamanya mereka bertemu. Sungguh sangat jarang sekali seorang suku pedalaman seperti Dion yang mau membantu orang yang baru saja di kenal."Aku in

    Last Updated : 2023-04-01
  • Pengendali Sistem Terkuat   172. Pak Tua

    Cyborg dua berhasil dipukul mundur oleh Roki.Nging...!Slash!Jediar!Baru saja Roki berniat memukul bagian kepala Cyborg dua dengan kekuatan penuhnya, tubuh Roki melompat ke samping kanan guna menghindari serangan tembakan laser yang ternyata ditembakkan oleh Cyborg tiga.Kali ini, Roki kembali menghadapi dua musuh seorang diri.'Sial! Baru saja aku akan mengalahkan robot sialan ini! Cih! Baiklah, aku harus lebih fokus lagi!' Dalam keadaan hati dan pikiran yang gelisah akan keadaan Martanto, Roki akhirnya mencoba untuk lebih fokus terlebih dahulu. Masalah Martanto ia kesampingkan sejenak sampai ia benar-benar bisa mengalahkan kedua musuhnya ini. Tapi, apakah Roki mampu mengalahkannya seorang diri?Boom!Jediar!Pasukan elit ternyata tidak mau hanya berdiam diri saja. Mereka ikut membantu Roki sebisa mungkin.Boom, boom, boom!Duar, duar, duar!Berbagai macam jenis peluru dan misil ditembakkan ke arah Cyborg dua dan Cyborg tiga agar perhatian mereka berdua teralihkan.Nampaknya temba

    Last Updated : 2023-04-03
  • Pengendali Sistem Terkuat   173. Teknik langka tingkat tinggi

    Suara Reka yang terdengar nyaring akhirnya berhasil menarik perhatian pak tua.Deg, deg, deg, deg...!Detak jantung Dion berpacu lebih cepat ketika mendengar suara Reka yang terdengar seperti mengejek si pak tua.Dion langsung berlari ke hadapan Reka dan Martis."E..., anu, ma-mafkan Gadis ini, Pak Tua. Dia hanya bercanda kok. I-iya kan, Reka?" Sebisa mungkin Dion memberikan isyarat kepada Reka agar menjaga ucapannya."Siapa yang bercanda? Tidak, aku tidak bercanda kok. Kak Martis, apakah ucapanku tadi salah?" Padahal Dion berniat ingin membantunya, namun Reka malah tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Dion."Siapa mereka berdua?!" Kedua alis pak tua terangkat seraya bertanya pada Dion."Eh? Maafkan aku, Pak Tua. Perkenalkan, namaku adalah Martis. Dan ini, ia adalah Adikku. Namanya adalah Reka." Dengan cara memaksa, Martis menekan tubuh Reka agar membungkuk ke arah pak tua, dan dengan terpaksa pula Reka melakukannya."Hah?! Siapa namamu? Martis?" Yang tak disangka oleh Dion, setelah

    Last Updated : 2023-04-03
  • Pengendali Sistem Terkuat   174. Gelombang waktu

    Martis sempat bertanya-tanya di dalam hatinya.Setelah Martis membaca satu pemberitahuan di layar utama sistem miliknya, Martis akhirnya menyetujui permintaan dari pak tua."Pak Tua, aku sungguh mengucapkan banyak rasa terima kasih pada anda. Tenang saja, aku Martis! Aku berjanji akan menepati janjiku untuk datang kemari lagi setelah menyelesaikan urusanku ini. Jadi, apakah kita bisa melakukan teknik teleportasi ini sekarang?" Martis berdiri dari duduknya kemudian ia membungkukkan badannya. Setalah itu Martis meletakkan tangan kanannya di depan dada untuk berjanji pada pak tua. Martis berjanji akan datang lagi kemari.Sebenarnya tanpa diminta pun, Martis memang sudah memiliki niat untuk datang kembali ke tempat pak tua ini. Entah kenapa, hati Martis merasakan gejolak yang tak biasa. Tapi Martis tidak mengerti, gejolak apa itu?"Baiklah, perhatikan ini. Sebenarnya teknik teleportasi adalah salah satu kekuatan elemen." Pak tua mengajak Reka dan Martis ke ruangan yang ada di sebelah."Ap

    Last Updated : 2023-04-04
  • Pengendali Sistem Terkuat   175. Roki pasrah!

    Tubuh Roki terpental dan menghantam beberapa tembok bangunan yang ada di sekitar markas Herupa. Siuw..., boom!Belum juga sempat memantapkan kedua kakinya untuk bangkit, satu tembakan misil kembali melesat ke arah Roki.Karena memang tidak siap, alhasil tubuh Roki benar-benar terasa sangat sakit saat misil itu mengenai tubuhnya. Untungnya, tubuh Roki sangat keras. Jadi walaupun terasa sakit, tubuh Roki masih terlihat cukup baik-baik saja. Dor, dor, dor, dor!Pasukan elit yang di pimpin oleh Martanto kembali mencoba untuk mengalihkan perhatian Cyborg dua dan Cyborg tiga.Puluhan, tidak! Bahkan ratusan peluru biasa di tembakkan. Namun tentu saja itu akan sia-sia.Roki mencoba untuk bangkit, namun sayangnya kedua kaki Roki terasa sangat lemas. Stamina dan energi Roki sudah benar-benar terkuras. Bahkan kakinya sudah bergetar saat mencoba untuk kembali berdiri.'Apakah ini akhir dari hidupku? Tidak! Bagaimana nasib mereka semua jika aku berhasil dikalahkan sekarang? Aku harus yakin, kala

    Last Updated : 2023-04-05
  • Pengendali Sistem Terkuat   176. Amarah Martis!

    Tring!Akhirnya Martis dan Reka tiba di gedung utama markas Herupa tepat satu menit sebelum Roki diserang oleh dua tembakan sinar laser.Martis yang awalnya sempat terkejut melihat keadaan markas Herupa yang sudah kacau balau, lebih terkejut lagi saat ia menyaksikan Roki yang tengah pasrah. Karena hal itulah Martis langsung bergegas ke arah Roki dan berhasil menyelematkan Roki. Telat sepersekian detik saja, entah apa yang akan terjadi pada Roki jika ia benar-benar terkena dua serangan sinar laser dari Cyborg dua dan Cyborg tiga tadi."Apakah Paman masih sanggup berdiri?" Setelah dirasa dalam jarak yang aman, akhirnya Martis bertanya pada Roki."Hah?! Martis?! Ka-kau..., kau menyelamatkan hidupku!" Awalnya Roki merasa kalau ini hanyalah mimpi.Bruk!Tubuh Roki langsung dipeluk erat oleh anaknya."Ayah!" Melihat keadaan ayahnya yang compang-camping, Reka pun meneteskan air matanya. Reka sangat tahu bagaimana perjuangan ayahnya kali ini. Dari penampilan saja Reka bisa menebak kalau ayahn

    Last Updated : 2023-04-06
  • Pengendali Sistem Terkuat   177. Jendral Sabo maju

    Melihat ketiga Cyborg yang ia rawat dengan sepenuh hati kalah, akhirnya Jendral Sabo memutuskan kalau sekarang adalah waktu yang tepat baginya untuk beraksi. Lagi pula sejak awal, Jendral Sabo memang menantikan kehadiran Martis.Bam, bam, bam!Martis yang merasa marah masih terus memukuli dua Cyborg yang berhasil ia kalahkan bersama Reka."Kak Martis, apakah kau berniat membuat kedua Cyborg ini menjadi barang rongsokan? Bukankah mereka berdua sudah tidak dapat bergerak lagi? Kenapa kau masih terus memukuli mereka? Em..., itu..., bagaimana kalau mereka mati?" Rasa iba masih ada di dalam hati Reka. Reka juga baru sadar kalau kedua Cyborg yang masih Martis pukuli untuk melampiaskan amarahnya ini awalnya adalah manusia.Bam!Boom!Bukannya berhenti, pukulan Martis malah semakin kuat.Reka bahkan sampai mundur beberapa langkah untuk menghindari tekanan dari ledakan yang dihasilkan dari pukulan Martis barusan.Krak!Tring!Bagian dada tubuh Cyborg dua akhirnya terlihat hancur.Martis mengama

    Last Updated : 2023-04-08

Latest chapter

  • Pengendali Sistem Terkuat   914. Tubuh Visual l

    Tiba-tiba, Martis terpikirkan suatu hal di masa lalu. 'Oh, iya, Sistem, eh, tidak! Ririn..., apakah kau ingat dengan nama itu?' Tring! "Sistem tidak akan pernah lupa dengan apapun yang telah dilakukan oleh User setiap detik pun. Benar, aku adalah Ririn." Martis senang mendengar jawaban dari Ririn. "Apakah Martis masih memiliki pertanyaan dan keluh kesah lainnya? Ririn akan siap membantu mencari solusi terbaik untuk Martis. Karena itu adalah tugas dan kewajiban Ririn sebagai Sistem." Entah kenapa, Martis merasa terharu setelah membaca jawaban balasan dari Ririn. Sepertinya Martis merasa bahwa Ririn adalah sahabat terbaik yang pernah ia miliki sepanjang hidupnya. Tanpa Sistem, Martis tidak akan bisa jadi sepertinya orang yang sampai saat ini terbilang kehidupannya sangat didambakan oleh banyak orang."Em..., Ririn, bisakah kau membuat visualisasi tubuh? Aku akan merasa lebih senang jika kau dapat melakukannya."Permintaan Martis ada-ada saja, ya? Dia sudah dapat berkomunikasi

  • Pengendali Sistem Terkuat   913. Tugas dan misi

    Kemudian Martis berpikir sejenak. "Aku...? Aku bisa menggunakan gelar Raja Kegelapan karena telah mengalahkan Raja Kegelapan yang sebelumnya? Jadi..., itu artinya..., em...?" Martis termenung, ia sedang berpikir apa yang akan ia lakukan dengan gelar itu. Ia pun bergumam, 'Apakah berati aku setara dengan Raja Iblis? Tapi..., bukankah Raja Kegelapan jauh lebih tinggi dibanding Raja Iblis? Benar, tidak, sih? Ah..., aku jadi penasaran. Bagaimana jika aku masuk dalam dimensi dunia kegelapan? Apakah di sana aku akan dapat pencerahan? Sebab di masa lalu, aku ingat betul, bahwa aku pernah mengalahkan Lord dan blablabla...,' ungkap Martis dalam hatinya yang saat ini sedang berkecamuk. 'Tapi..., jika dipikir lebih jeli lagi, sebenarnya gelar-gelar itu tidaklah sesuai dengan keadaannya.' Martis memuntahkan secangkir teh hangat dan lanjut bertarung dengan pikirannya. 'Kalau begitu..., inilah arti dari pribahasa tong kosong nyaring bunyinya. Kelurahan Raja Kegelapan, aku kira sangatlah kuat

  • Pengendali Sistem Terkuat   912. Gelar Raja Kegelapan

    Nampak ada lingkaran cahaya yang makin lama semakin membesar. Lingkaran cahaya itu sangat bulat, dan ada pancaran kehangatan bagi orang di sekitar yang dapat merasakannya. 'Kehangatan itu terasa sangat nyaman,' Bahkan, Martis sekalipun merasakan kenyamanan saat ia akan melakukan Teknik Legendaris ini. Kemudian, Martis yang tengah mengangkat kedua tangannya seperti menadah ke udara, ia lalu menggerakkan kedua tangannya. Lantas, lingkaran cahaya yang berbentuk bulat dan mengambang di atas kepala Martis tadi itu bergerak, dan gerakannya sesuai dengan apa yang Martis pikirkan. "Hiyat...!" teriak Martis, dengan tubuhnya yang saat ini langsung dibanjiri oleh keringat. "Denki Gama...!" Sekali lagi Martis berteriak dengan keras. Teriakan itu adalah kode, sebagaimana kuatnya usaha Martis dalam melakukan teknik sekuat ini. Lingkaran cahaya bulat yang berwarna kuning keputihan itu kemudian melesat ke arah Raja Kegelapan. "Jurus apa ini?! Selama ratusan tahun ku hidup di dunia ini

  • Pengendali Sistem Terkuat   911. Artefak dan Api Suci

    Pertarungan Martis melawan Raja Kegelapan masih berlanjut. Tapi kali ini, Martis nampak biasa saja. Karena sekarang sistem miliknya sudah pulih seperti semula. Jadi, semua terasa mudah bagi Martis. "Martis...! Kenapa kekuatanmu jauh berbeda dibanding saat terakhir kali kita bertemu?!" Raja Kegelapan akhirnya sadar, ternyata Martis jauh lebih kuat darinya. "Kenapa? Apakah sekarang kau mulai merasa takut? Hem?" Martis bertingkah santai. Ia sengaja menahan semua serangan dari Raja Kegelapan. "Jangan sembarangan, kau! Aku...? Takut padamu?! Mimpi...!" Raja Kegelapan kali ini benar-benar melupakan seluruh kekuatan dan kemampuan miliknya demi menghadapi Martis. Sudah ratusan tahun Raja Kegelapan hidup, namun baru hari ini ia menghadapi seorang manusia yang seperti Martis. Namun, walaupun ia tahu Martis adalah manusia yang kuat, rasa gengsi yang sangat besar dalam dirinya tak membuatnya takut. Ia berpikir ini mempertaruhkan harga dirinya. Apa kata orang nantinya, jika tahu Raja Kegelapan

  • Pengendali Sistem Terkuat   910. Detektor

    Saat Emily dan Phynoglip berbicara, mereka tidak menyadari bahwa Martis sedang melakukan sesuatu yang sangat penting. Martis berjalan ke arah sebuah ruangan yang tersembunyi di balik sebuah pintu rahasia. Di dalam ruangan tersebut, Martis menemukan sebuah perangkat yang sangat canggih. Perangkat tersebut adalah sebuah alat yang dapat mendeteksi keberadaan Raja Kegelapan. Martis telah mencari alat tersebut selama bertahun-tahun, dan akhirnya ia menemukannya. Martis mengaktifkan alat tersebut dan menunggu beberapa saat hingga alat tersebut menunjukkan hasilnya. Saat hasilnya muncul, Martis terkejut. Raja Kegelapan ternyata berada di sebuah tempat yang sangat dekat dengan mereka. Martis tidak menyangka bahwa Raja Kegelapan akan berada di tempat yang begitu dekat. Martis segera mematikan alat tersebut dan berjalan keluar dari ruangan tersebut. Ia harus segera memberitahu Emily dan Phynoglip tentang hasilnya. Saat Martis kembali ke tempat Emily dan Phynoglip, ia melihat bahwa mer

  • Pengendali Sistem Terkuat   909. Kejadian aneh

    Dalam benaknya, Martis terus berpikir. Dengan konsentrasinya yang sangat baik, Martis mencoba menelaah tentang kejadian hari ini. Dan pada saat ini, Mia sedang berjalan ke arah pintu yang tersembunyi di belakang tirai, dengan Phynoglip dan Emily mengikuti di belakangnya. Martis juga mengikuti mereka, dengan rasa penasaran yang semakin besar. Saat mereka mencapai pintu tersebut, Mia berhenti dan menatap Martis dengan senyumannya yang lembut. "Aku akan menunjukkan kamu bahwa kita tidak memiliki apa-apa yang berharga," ucap Mia. Dan tiba-tiba saja, ada kejadian aneh. Mia menghilang begitu saja di hadapan mereka. Phynoglip serta Emily terkejut dan menatap bayangan tersebut dengan rasa penasaran. "Apa yang terjadi?" tanya Phynoglip heran. "Aku tidak tahu," ucap Emily yang sama herannya. "Tapi aku rasa Mia yang kita lihat sebelumnya bukanlah Mia yang sebenarnya." Dan selang beberapa menit kemudian, Mia muncul kembali. Ternyata..., sosok yang mengaku sebagai Mia ini hanyalah bayang

  • Pengendali Sistem Terkuat   908. Bingung

    Mia berjalan ke arah Martis, dengan Phynoglip dan Emily mengikuti di belakangnya. Martis menatap Mia dengan rasa penasaran, kemudian berbicara dengan suara yang keras. "Apa yang kamu ingin lakukan, Mia?" tanya Martis dengan suara yang keras. Mia tetap tersenyum lembut, kemudian berbicara dengan suara yang pelan. "Aku ingin menunjukkan kamu bahwa kita tidak memiliki apa-apa yang berharga," ucap Mia. Martis menatap Mia dengan rasa penasaran, kemudian berbicara dengan suara yang keras. "Apa yang kamu maksud?!" tanya Martis dengan suara yang keras. Dengan senyum lembutnya, Mia kemudian berbicara dengan suara yang pelan. "Aku akan menunjukkan kamu bahwa kita hanya memiliki puisi yang tidak berharga," ucap Mia dengan suara yang masih sama pelannya. Mia kemudian mengambil kertas yang memiliki puisi yang tertulis di dalamnya dari Emily, kemudian memberikannya kepada Martis. Martis menatap kertas tersebut dengan rasa penasaran, kemudian berbicara dengan suara yang keras. "Apa yang

  • Pengendali Sistem Terkuat   907. Peta sistem

    Mia memimpin mereka ke arah mesin tersebut, dengan Phynoglip dan Emily mengikuti di belakangnya. Saat mereka mendekati mesin tersebut, mereka melihat bahwa mesin tersebut memiliki sebuah layar yang besar dan beberapa tombol yang berkilauan. Mia menekan salah satu tombol tersebut, dan layar mesin tersebut langsung menyala. Phynoglip dan Emily terkejut melihat bahwa layar tersebut menampilkan sebuah gambar yang aneh, seperti sebuah peta yang kompleks. "Apa ini?" tanya Phynoglip dengan suara yang penasaran. Mia menjawab, "Ini adalah peta sistem yang kita gunakan untuk mengontrol dunia ini," ucap Mia dengan suara yang pelan. "Dengan peta ini, kita dapat melihat bagaimana sistem tersebut bekerja dan bagaimana kita dapat mengubahnya." Emily kemudian menatap peta tersebut dengan rasa penasaran. "Bagaimana kita dapat mengubahnya?" tanya Emily dengan suara yang pelan. Mia memandang Emily dengan mata yang berbinar. "Kita dapat mengubahnya dengan menggunakan kode yang tepat," ucap Mia

  • Pengendali Sistem Terkuat   906. Teka teki

    Phynoglip mengangguk, kemudian menatap sekeliling tempat mereka berada. "Tempat ini aneh," ucap Phynoglip dengan suara yang pelan. "Aku merasa seperti berada di dalam komputer atau sesuatu." "Aku juga merasa seperti itu. Sepertinya kita berada di dalam sistem atau dimensi lain." jawab Emily dengan nada yang sama dengan Phynoglip. Keduanya terdiam sejenak, kemudian Phynoglip bertanya lagi. "Kamu pikir apa yang disembunyikan oleh Martis?" Emily memandang Phynoglip dengan serius. "Aku pikir Tuan Martis menyembunyikan sesuatu hal yang sangat penting." Phynoglip mengangguk, kemudian keduanya terdiam lagi. Akan tetapi, kali ini tiba-tiba, Phynoglip berbicara dengan nada yang berbeda. "Emily, aku merasa ada sesuatu yang aneh di sini. Sepertinya kita tidak sendirian." Emily menatap Phynoglip dengan heran, kemudian menoleh ke sekeliling. Tiba-tiba, dia melihat bayangan yang bergerak di kejauhan. "Apa itu?" bisik Emily dengan suara yang pelan. Kemudian Phynoglip berjalan menuju bayangan te

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status