Home / Pendekar / Pendekar Tanpa Wajah / 73 - Tak Bisa Memahami Wanita

Share

73 - Tak Bisa Memahami Wanita

Author: Gauche Diablo
last update Last Updated: 2024-03-21 16:26:13

"Zhuge Ling?" Yao Chen terkejut karena tiba-tiba saja suara gadis itu tiba di pendengaran dia.

Belum selesai keterkejutan Yao Chen, kini sosok Zhuge Ling sudah masuk ke gua yang perlahan-lahan runtuh.

"Kamu benar di sini." Wajah Zhuge Ling menunjukkan kekhawatiran. "Ayo cepat keluar!"

Tanpa diduga-duga, Zhuge Ling menggapai tangan Yao Chen dan menariknya.

Tak perlu ada perlawanan dari Yao Chen, yang ada justru kebingungan. 'Kenapa gadis galak satu ini malah repot-repot datang ke sini untuk memeriksa keadaan aku?'

Baru saja mereka melangkah meninggalkan peraduan buatan Yao Chen, langit-langit gua runtuh sepenuhnya.

"Awas!" Yao Chen melakukan Teknik Langkah Hantu menarik tubuh Zhuge Ling untuk dia gendong keluar.

Bruuukkk!

Tanah pun menimbun seluruhnya dari gua Yao Chen tepat ketika kedua remaja itu sudah berhasil mencapai bibir gua.

Tak mau lengah akan bahaya apa pun, Yao Chen terbang membopong Zhuge Ling sampai ke tepi sungai terdekat.

"Wuih! Syukurlah kita tepat waktu keluar!
Locked Chapter
Continue Reading on GoodNovel
Scan code to download App

Related chapters

  • Pendekar Tanpa Wajah   74 - Menantang Seluruh Penghuni Barak

    “Aku? Keruntuhan gua tadi terjadi karena aku naik tingkat?” Yao Chen membalas Gao Long sambil dia melesat cepat di kedalaman hutan untuk mencari gua lainnya. Di dalam ruang dimensi jiwa Yao Chen, Gao Long menggumam rendah. “Hm, ya, memang karena kau, bocah. Gelombang energi kenaikan tingkatmu menggetarkan tanah di sekitarmu. Itulah kenapa guamu yang sudah lapuk dan jelek itu runtuh. Jadi, jangan besar kepala kau ini kuat, ya! Itu karena tanah guamu rentan!” Yao Chen mendecak singkat mendengar penjelasan Gao Long yang seakan tidak mau secara terang benderang mengakui kekuatan Yao Chen. “Pokoknya aku harus menemukan tempat baru atau aku tak punya hunian. Tak sudi aku kembali ke barak sekte!” Yao Chen teringat kejadian tak menyenangkan di barak. Kalau memang bisa mengindari masalah, maka itu akan dia lakukan. Tapi kalau orang-orang lebih suka mendekatkan masalah padanya, dia juga takkan gentar meladeni. “Bodohnya, bukankah kau sudah lebih kuat dari mereka? Untuk apa kau takut pada me

    Last Updated : 2024-03-21
  • Pendekar Tanpa Wajah   75 - Mulai Disukai Para Wanita

    “Hah? Kak Yao menantang seluruh penghuni barakmu?” Hu Meng sampai melongo dengan mulut terbuka lebar sampai bisa memasukkan telur bebek ke sana.Tidak hanya Hu Meng yang terkejut, semua di area itu juga sama-sama terkejut. Baru kali ini ada murid yang menantang seluruh penghuni baraknya. Apalagi tingkat kultivasinya masih tergolong rendah seperti Yao Chen.“Un!” Yao Chen mengangguk mengiakan.Maka, tak ingin membuang waktu, Yao Chen diikuti kakak beradik Hu segera mendatangi arena pertarungan bela diri.‘Tak kusangka aku akan naik lagi ke panggung ini, hgh!’ Yao Chen mendesahkan gumaman dalam hatinya sembari dia naik ke atas arena.Di arena sudah ada Deng Wu dan semua teman barak Yao Chen. Mereka semua memasang wajah sengit dan ada beberapa yang memaki.“Lihat saja nanti, bocah topeng busuk! Akan kami jadikan kau perkedel daging!”“Kau akan menyesal sudah menantang kami semua, dasar bocah aneh!”Sementara itu, Deng Wu hanya memandang tajam ke Yao Chen.Yao Chen membalas tatapan Deng W

    Last Updated : 2024-03-22
  • Pendekar Tanpa Wajah   76 - Menjadi Idola Dadakan

    “Enak juga tidur di tempat ini.” Yao Chen bergumam rendah sambil menepuk kasur tipis di tempat tidur yang tadinya menjadi milik Deng Wu. Malam ini, tentunya Yao Chen tidak lagi perlu khawatir kasurnya dikotori. Dia telah menjadi ketua barak dan pastinya akan mendapatkan banyak hak istimewa. Kemudian, Deng Wu dan yang lainnya mulai berdatangan sambil menatap benci ke Yao Chen. Beberapa dari mereka masih mengerang kesakitan. “Oh, kalian datang. Tidurlah! Ini sudah mulai larut malam.” Yao Chen berucap basa-basi saja supaya pantas dengan status barunya sebagai ketua barak. “Pilih saja mana tempat tidur yang kalian mau.” Yao Chen sudah duduk bersila, bersiap untuk melakukan meditasi atau kultivasi ringan. “Aku akan pindah barak! Aku sudah minta izin ke guru pengawas.” Deng Wu bicara dengan menahan amarah ke Yao Chen. Yao Chen yang tadinya sudah menutup mata, kini terpaksa membukanya kembali dan menatap Deng Wu. “Aku … aku juga akan ikut Kak Deng Wu!” Ada juga pemuda lain yang berkata

    Last Updated : 2024-03-22
  • Pendekar Tanpa Wajah   77 - Pilnya Dinantikan

    “Hah? Kenapa begitu?” Yao Chen bingung menghadapi Zhuge Ling yang mendadak saja mengatakan benci padanya. “Aku salah apa?”Tatapan sengit Zhuge Ling masih belum surut dari wajah cantiknya.“Huh! Pokoknya begitu!” Kemudian Zhuge Ling berbalik badan dan pergi begitu saja, menyisakan kebingungan di benak Yao Chen.Sedangkan Gao Long di dalam tubuh Yan Chen sibuk tertawa keras.“Ha ha ha! Rasakan itu, bocah! Ha ha ha!” Gao Long masih saja tertawa.Untunglah Tasbih Semesta tidak menurunkan cambuk petirnya karena meledek Yao Chen.‘Ayolah Gao Long, jelaskan padaku, apa salahku sehingga dia tiba-tiba marah begitu,’ ucap Yao Chen menggunakan bahasa roh ke Gao Long yang masih tertawa.“Ho ho ho! Sepertinya dia cemburu karena kau didatangi beberapa perempuan sebelumnya.” Gao Long memberikan analisisnya.Mendengar itu, raut wajah Yao Chen semakin mencelos bingung. Untung saja dia memakai topeng sehingga tak ada yang bisa melihatnya.“Hah? Itu bukan kemauanku kalau mereka datang dan menawarkan in

    Last Updated : 2024-03-23
  • Pendekar Tanpa Wajah   78 - Menantang Peringkat 10

    “Hm? Ruangan khusus?” Yao Chen baru mendengar itu. “Untuk Murid Luar?”Dia tidak mengira bahwa di Sekte Bilah Langit juga ada ruangan VIP bagi Murid Luar. Dia pikir, yang mendapatkan fasilitas semacam itu hanyalah Murid Dalam.Xiao Ya mengangguk. “Tentu ada untuk Murid Luar. Ruangannya berjumlah 10 saja, dengan arti … yang ada di sana adalah 10 peringkat teratas dari Sekte Luar.”Kini Yao Chen paham. Dia pun mengangguk-anggukkan kepala.“Bocah, tentunya kau tak mungkin melewatkan hal itu saja, bukan?” Gao Long di dalam ruang dimensi jiwa Yao Chen bersuara.‘Hm, akan aku pikirkan.’ Yao Chen menyahut ke Gao Long.Meski begitu, terbersit keinginan dirinya untuk mencoba peruntungan itu.“Xiao Ya, bagaimana cara mengambil alih ruangan khusus?” Yao Chen bertanya ke gadis di sebelahnya.Di dalam ruang dimensi jiwa, Gao Long mendecih, mengolok Yao Chen.“Oh, mudah saja. Biasanya, mereka yang ingin ruangan tertentu, akan mendatangi halaman ruangan itu dan menyerukan tantangannya.” Xiao Ya memb

    Last Updated : 2024-03-24
  • Pendekar Tanpa Wajah   79 - Penghuni Resmi Rumah Nomor 10

    “Ming Yu benar-benar pingsan!” seru seseorang dengan suara keras.Terjadi kegemparan seketika saat Ming Yu pingsan setelah terkena pukulan tinju Yao Chen.“Ini gila! Ming Yu pingsan oleh satu pukulan bocah Tingkat 3 Akhir?” Yang lainnya tak kalah kaget.Maka, dengan pingsannya Ming Yu, maka Yao Chen dinyatakan menang dan berhak atas hunian rumah nomor 10.Orang-orang mengangkat pergi Ming Yu dan membereskan barang-barangnya untuk diisi barang Yao Chen.“Hm, tidak buruk.” Yao Chen melihat sekeliling sambil dua tangan di belakang punggung.Kemudian dia menutup pintu rumah dan memasuki kamar pribadi.“Wow! Di sini energi Qi alam lebih pekat! Pantas saja banyak yang memperebutkan hunian seperti ini.” Yao Chen duduk bersila di atas ranjangnya.Ranjang di hunian khusus lebih empuk dari ranjang terbaik di barak, meski masih kalah dengan ranjang springbed di Bumi.“Tentu saja banyak energi Qi di sini karena aku merasakan adanya Nadi Naga di sini.” Gao Long menyahut dari dalam tubuh Yao Chen.

    Last Updated : 2024-03-25
  • Pendekar Tanpa Wajah   80 - Menggodanya Menimbulkan Sensasi Tersendiri

    “Bocah, terima saja kemauan dia.” Suara Gao Long menggema di kepala Yao Chen.“Baiklah. Ayo! Siapa tau kau memang butuh orang yang melindungimu seperti biasanya.” Yao Chen menggoda saja.Alhasil, Zhuge Ling mengentakkan kakinya sambil mendengus geram.“Tak usah saja kalau begitu!” Kemudian gadis itu melesat cepat ke arah hutan.“Eh, tunggu!” Yao Chen mengejar Zhuge Ling.Tau bahwa dirinya dikejar Yao Chen, Zhuge Ling semakin mempercepat gerakannya. Berulang kali dia menoleh ke belakang sambil mendengus kesal.Sedangkan Yao Chen, entah kenapa dia justru terhibur dengan kekesalan Zhuge Ling.“Jangan ikuti aku! Pergi saja sana!” usir Zhuge Ling sambil menoleh ke belakang tanpa memperlambat gerakannya terbang dari satu pohon ke pohon berikutnya setelah masuk ke hutan.“Tak mau!” jawab Yao Chen di belakang Zhuge Ling. Hatinya mendadak saja gembira karena berhasil membuat kesal gadis galak itu.Benar-benar menyenangkan dan memiliki sensasi tersendiri apabila bisa menggoda gadis galak seper

    Last Updated : 2024-03-25
  • Pendekar Tanpa Wajah   81 - Menghadapi Hewan Roh Kuat Level 2 Menengah

    “Ya—Yao Chen, kita pergi saja! Dia terlalu kuat untuk kita berdua!” Suara Zhuge Ling bergetar. Meski mereka menggabungkan kekuatan sekalipun, akan sangat sulit melawan Singa Surai Api. Hewan itu sudah berada di level 2, tahap Menengah pula! Sehingga, itu setara melawan kultivator Tingkat 8 atau Tingkat 9. “Sial!” Yao Chen menggigit gerahamnya. Dia bergegas meraih pinggang Zhuge Ling, hendak membawa pergi menggunakan Teknik Langkah Hantu. “Roaarr!” Singa Surai Api mengaum sambil menyemburkan auranya dari mulut. Terkena aura Singa Surai Api, Yao Chen dan Zhuge Ling sama-sama merasakan kepala mereka sakit dan berakibat keduanya kembali jatuh ke tanah meski baru saja berhasil naik ke angkasa. “Grrrr ….” Singa Surai Api mengunci area menggunakan auranya sehingga sulit bagi Yao Chen dan Zhuge Ling untuk melarikan diri. “Sial! Sial! Sial!” Yao Chen terus mengumpat rendah. Dia sama sekali tidak mengira akan ada hari bertemu dengan musibah semacam ini. ‘Gao Long, apa kau bisa membantuk

    Last Updated : 2024-03-26

Latest chapter

  • Pendekar Tanpa Wajah   522 - Bertemu Bangsa Kerajaan Phoenix

    ‘Semoga ayah mertua tidak mengecewakan kepercayaanku,’ harap Yao Chen.Sebesar itu rasa percaya Yao Chen pada ayah mertuanya hingga dia membiarkan Sima Ye mengetahui rahasia terbesarnya.Setelah Sima Ye aman di dalam ruang dimensi jiwa, Yao Chen melompat ke belakang, menghunus pedang merahnya yang langsung memancarkan cahaya merah menyilaukan. Dengan satu ayunan, gelombang energi tajam memotong udara, menciptakan jurang di tanah dan meluluhlantakkan beberapa musuh sekaligus.Namun, para siluman tidak menyerah begitu saja. Mereka menyerang dengan formasi yang lebih teratur, mengurung Yao Chen dari berbagai arah.Yao Chen terus mengerahkan tekniknya, menyemburkan api merah dari pedang untuk menghalau musuh yang mencoba menyerang dari belakang.Yao Chen menghela napas. "Kurang ajar! Aku tidak punya waktu untuk ini."Tubuhnya mulai berubah. Api merah keunguan beserta pendar cahaya emas menyelimuti kulitnya, membentuk lapisan pelindung yang tampak seperti baju perang. Otot-ototnya membesar

  • Pendekar Tanpa Wajah   521 - Tiba di Perbatasan Wilayah Siluman

    Yao Chen mengepalkan tinjunya. "Baiklah!" Dia menggunakan kesempatan itu untuk pergi bersama Sima Ye, keluar dari kepungan.Dengan satu langkah besar, tubuhnya melesat seperti kilat, meninggalkan arena. Tujuannya jelas—Wilayah Siluman, tempat Sima Honglian ditawan.Sementara itu, pertarungan sengit di belakangnya semakin membara. Ledakan demi ledakan mengguncang tanah, suara benturan memenuhi udara.Penonton yang tidak berkepentingan langsung menyingkir dari area tersebut. Mereka menjadikan pertempuran klan Gongsun dan klan Sheng sebagai topik bahasan yang panas!Namun, Yao Chen tidak menoleh dan tidak peduli apa pun. Satu-satunya yang ada dalam pikirannya saat ini hanyalah menyelamatkan istrinya dari cengkeraman Kerajaan Phoenix.Perjalanan menuju Wilayah Siluman baru saja dimulai.‘Aku yakin ini bukanlah sesuatu yang mudah. Tapi bagiku, tidak ada yang lebih penting dari Lian Lian. Bahkan jika aku harus menantang dunia, aku akan melakukannya demi wanita yang kucintai!’Kali ini, Yao

  • Pendekar Tanpa Wajah   520 - Dikepung

    ‘Lian Lian, tunggu aku!’ seru Yao Chen di batinnya.Yao Chen melesat dengan mantap, membawa Sima Ye yang masih terluka ke luar arena. Amarahnya belum mereda, api Asura masih berkobar di tubuhnya, dan niatnya untuk menyelamatkan Sima Honglian tak tergoyahkan.Namun, sebelum mereka benar-benar bisa pergi, suara berat dan penuh tekanan menggema di udara."Berhenti di situ, bocah!" Salah satu tetua kuat dari keluarga Sheng berdiri tegap dengan aura yang menekan. "Kau pikir bisa begitu saja meninggalkan pertunangan ini tanpa konsekuensi?! Kau telah menginjak harga diri keluarga Sheng!"Setelah itu, ada banyak murid klan Sheng yang menghadang Yao Chen dan Sima Ye. Mereka mengepung keduanya.Tatapan Yao Chen tetap tajam. "Harga diri keluargamu bukan urusanku! Yang menjadi urusanku adalah istriku yang sedang dalam bahaya!""Istrimu?!" Nona Besar Sheng akhirnya angkat bicara, wajahnya yang cantik kini penuh amarah. "Jadi bagimu, aku ini apa?! Boneka yang bisa kau abaikan sesukamu?! Kau memilih

  • Pendekar Tanpa Wajah   519 - Pertikaian Gongsun dan Sheng

    “Minggir!” geram Yao Chen.Dia menatap tajam ke arah Tuan Besar Sheng yang berdiri menghadang jalannya.Mata pria tua itu berkilat penuh amarah, dan napasnya memburu seiring hawa tekanan yang mulai dia pancarkan.Namun, Yao Chen tidak gentar sedikit pun."Tuan Sheng, aku tidak punya waktu untuk membahas ini. Aku harus menyelamatkan istriku!" kata Yao Chen dengan nada dingin dan tegas."Istrimu?" Tuan Besar Sheng menggeram. "Jangan lupa, kau sudah berjanji akan menikahi putriku! Apa kau pikir aku akan membiarkanmu pergi begitu saja setelah mempermalukannya di hadapan semua orang?!"Nona Besar Sheng, seorang wanita cantik dengan pakaian sutra berwarna putih gading, melangkah maju dengan ekspresi tersinggung. "Gongsun Yichen, selama ini aku telah menunggumu dengan penuh harapan! Aku pikir kau adalah pria yang bertanggung jawab, tetapi sekarang kau ingin membuangku demi wanita itu?"Ada nada cemburu di suara Nona Besar Sheng. Dia sudah cukup kesal mengenai Yao Chen dan Putri Suci, dan kin

  • Pendekar Tanpa Wajah   518 - Kabar Mengejutkan dari Sima Ye

    “Apa yang kau katakan?!” Yao Chen tersentak, rasa panik dan amarah berkelebat di matanya. “Lian Lian ada di benua atas? Bagaimana mungkin?!”Sima Ye menatap Yao Chen dengan sorot penuh rasa bersalah. “Aku tidak bisa menjelaskannya secara rinci sekarang. Tapi aku mohon, kau harus segera menolongnya!”Mendengar nama Sima Honglian, seluruh perhatian di arena langsung terpusat pada percakapan mereka.Gongsun Huojun, yang sedari tadi berdiri di sisi arena, memasang ekspresi kaku. Dia melangkah mendekat, mencoba menenangkan Yao Chen yang jelas-jelas hampir kehilangan kendali.“Chen’er, kau tidak bisa gegabah. Wilayah siluman adalah tempat yang berbahaya, apalagi Kerajaan Phoenix. Butuh banyak persiapan sebelum ke sana,” kata Gongsun Huojun dengan nada bijak.Namun, Yao Chen menatapnya tajam, matanya menyala penuh kemarahan. “Apa maksudmu aku tidak bisa gegabah? Istriku dalam bahaya! Bagaimana dia bisa berada di sini, di benua atas, tanpa sepengetahuanku? Apa ini ada hubungannya denganmu?!”

  • Pendekar Tanpa Wajah   517 - Kekuatan Hukum Kematian Vs Kekuatan Hukum Kehidupan

    “Ke-kekuatan Hukum Kematian!” Semua orang terkejut, termasuk Gongsun Weiyan. Sedangkan Gongsun Huojun hanya tersenyum samar karena sudah mengetahui pencapaian lanjut dari Tubuh Asura Yao Chen.Dengan satu gerakan tangan, Yao Chen menciptakan naga api ungu besar yang langsung bertabrakan dengan naga es milik Zhenhai. Benturan antara dua elemen tersebut menciptakan ledakan dahsyat yang mengguncang arena.Penonton harus melindungi diri dengan penghalang energi masing-masing, sementara beberapa tetua Klan Sheng mendirikan formasi pertahanan untuk melindungi struktur arena.“Inikah kekuatan Tubuh Asura?” Sheng Zhenhai menggertakkan giginya, sedikit terkejut dengan kekuatan destruktif Yao Chen.Hukum Kehidupan dia merupakan lawan dari Hukum Kematian Yao Chen.Namun, dia tidak menyerah. Tubuh Kaisar Utaranya mulai memancarkan hukum kehidupan yang lebih kuat, membuat auranya semakin murni. Dia menyerang Yao Chen dengan teknik kombinasi es dan energi kehidupan, menciptakan dunia mini di mana s

  • Pendekar Tanpa Wajah   516 - Asura Vs Kaisar Utara

    "Silakan!" Yao Chen menanggapi.Maka mereka pun mulai bertarung. Sheng Zhenhai langsung menggunakan kekuatan besar saat menyerang Yao Chen.Namun, Yao Chen tak kalah kuat dan bisa menahan serangan itu. Penonton terkesima. Anak muda yang kultivasinya hanya di tingkat 8, mampu mengimbangi lawan di tingkat 15.“Gongsun Yichen,” kata Zhenhai sambil mengangkat tombak listriknya usai mundur sejenak setelah gagal menaklukkan Yao Chen. “Aku akui kau kuat. Tapi aku tidak akan menyerah!”Pertarungan selanjutnya berlangsung sengit. Serangan angin dan petir Zhenhai membuat arena dipenuhi dengan kilatan-kilatan cahaya yang menakutkan.Namun, Yao Chen tetap tenang. Dengan teknik kombinasinya, dia berhasil menyeimbangkan kekuatan lawannya.Pada akhirnya, Yao Chen mengeluarkan teknik puncaknya: Asura Flame Dance, sebuah serangan yang memadukan api murni dan energi Asura."Lihat! Dia sudah mulai menggunakan tubuh Asuranya!" Penonton saling berteriak tertahan.Gelombang api berbentuk naga melesat ke ar

  • Pendekar Tanpa Wajah   515 - Turnamen Mencari Istri

    "Ayah bisa tenang, karena ada aku yang akan selalu mengawasinya. Hal yang kau khawatirkan tidak akan terjadi." Gongsun Huojun memberikan janjinya pada ayahnya. Gongsun Weiyan menganggukkan kepala beberapa kali sambil mengelus jenggotnya. Dia akui, ketrampilan bela diri anaknya jauh di atas dia. Maka, rasanya dia memang tidak perlu mencemaskan apa pun. * * * Hari yang ditunggu-tunggu tiba. Langit cerah, namun ketegangan menyelimuti arena utama di area Klan Sheng. Area luas itu penuh dengan penonton dari berbagai klan yang datang untuk menyaksikan pertandingan memperebutkan Nona Besar Sheng, putri tertua keluarga utama Klan Sheng yang terkenal karena kecantikannya, kecerdasannya, dan bakatnya dalam kultivasi. Di tengah kerumunan, Yao Chen berdiri dengan tenang, mengenakan jubah hitam sederhana namun elegan, dengan topeng emas menutupi wajah tampannya. Kehadirannya segera menarik perhatian banyak orang. Mereka bergumam di antara mereka sendiri, membahas rumor tentang Yao Che

  • Pendekar Tanpa Wajah   514 - Kemenangan Mutlak

    “Jangan harap bisa membunuh kakakku!” seru keras dari arah samping.Ada Gongsun Yiluo yang bersiap dengan kekuatan petirnya. Dia melompat ke arah Yao Chen sambil membawa serangan petir yang brutal.Mata Asura Yao Chen melirik ke Kakak Keempatnya.“Petir, yah?” Suara berat Yao Chen keluar sebelum akhirnya dia menyeringai.Bzzzzzt!Namun, Yao Chen mengangkat tangannya dan menangkap petir itu dengan telapak tangannya. Energi petir yang ganas itu berputar sejenak di tangannya sebelum diserap ke dalam tubuhnya.“Kau hendak bermain dengan petir di hadapanku?” Yao Chen mengejek, lalu melemparkan serangan balik berupa sambaran petir bercampur api.Craaaack!Serangan itu menghantam Gongsun Yiluo tanpa ampun, melemparkannya ke tanah dengan keras. Tubuhnya bergetar hebat karena energi petir yang menyengat setiap sarafnya.“Arghh!” Namun, itu belum usai ketika Yao Chen mengarahkan tangan kosongnya ke arah Gongsun Yiluo dan menarik pemuda itu menggunakan energinya ke cengkeraman tangannya.Yao Che

Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status