Home / Pendekar / Pendekar Bukit Meratus / Bab 72: Buah Aneh…!

Share

Bab 72: Buah Aneh…!

Author: mrd_bb
last update Huling Na-update: 2024-07-25 00:59:33

Begitu sadar, Japra kaget dia sudah berada di sebuah gubuk dan di depannya duduk Dehea yang memandangnya dengan wajah cemas.

“Aku di mana?” keluh Japra sambil memegang dahinya, kepalanya sangat pusing sekali, pengaruh jurus beracun 3 Pendekar Hewan masih berasa.

“Kamu tadi angkut dua orang warga itu dan di bawa ke sini!” sahut Dehea.

“Ohh…begitu, berarti kita ada di kampung mereka?” Dehea langsung mengangguk membenarkan ucapan Japra.

“Tuan Japra, baguslah kamu sudah sadar, tapi racun dari pukulan 3 Pendekar Hewan masih nge-don di tubuhmu, sebaiknya kamu makan buah ini. Kami sebut buah hijau, ini berguna usir segala racun yang ada di tubuhmu!”

Pria yang tadi memimpin 9 anak buahnya lalu kenalkan diri dengan nama Pakoi dan dia adalah kepala suku di kampung sini.

Japra pun tanpa ragu makan buah sebesar telor ayam ini, rasanya sepat, seperti buah sawo setengah matang, tapi juga agak manis.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Kaugnay na kabanata

  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 73: Sama-sama Suka

    Dehea tak setinggi Japra ilmu kanuragannya, dia pun mulai ter efek buah aneh itu. Tanpa sadar buah warna merah yang menyegarkan dan mengenyangkan itu, ternyata mempunyai efek samping, yakni meningkatkan libido.Pakor, sang kepala suku rupanya lupa memberitahu soal ini, sehingga kini Dehea dan Japra jadi ‘korban’.Pakor yang polos beranggapan, kedua pendekar tampan dan cantik ini adalah pasangan suami istri.Sehingga keduanya diberikan sebuah gubuk buat beristirahat dan tak perlu di beritahu efeknya.Awalnya Japra kaget juga, tapi lama-lama dia malah menikmati ciuman ini dan tanpa sungkan meladeninya.Akibatnya efek buah merah ini makin dahsyat saja, seperti obat kuat, yang bila pemakannya sudah terangsang, maka efeknya akan naik sangat cepat dan harus segera disalurkan.Ciuman ini makin meningkat ritmenya, kini tanpa sadar keduanya sama-sama melepas pakaian dan akhirnya sama-sama sudah tak berpakaian lagi.Melototlah mata Japra, baru kali ini dia menemukan tubuh wanita yang dimatanya

    Huling Na-update : 2024-07-26
  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 74: Kemesraan Terus Lanjut

    Kali ini mereka saling melumat dalam kondisi sama-sama sadar dan tidak terpengaruh buah merah.Keduanya lalu kembali mengulang kemesraan ini di semak-semak berumput tebal. Lalu mandi polos berdua di telaga ini dan seolah sedang bulan madu, tak ada puas-puasnya mereguk nafsu berahi di telaga sepi ini.Tanpa keduanya sadari, tempat ini sebenarnya tak jauh dari pondok, di mana Nyai Rombeng tengah beristirahat.Karena sedang di mabuk nafsu, keduanya tak sadar, kalau Nyai Rombeng yang sudah hampir sembuh ini hanya bisa geleng-geleng kepala melihat ulah kedua orang muda yang di mabuk berahi dan asmara ini.Kewaspadaan Japra apalagi Dehea berkurang, dan tak sadar kalau kelakuan mereka membuat Nyai Rombeng melengus dan balik ke pondoknya.Setelah 10 hari 10 malam di sana. Selain bercinta siang malam, Japra juga tak lupa beritahu kelemahan-kelemahan jurus-jurus yang Dehea miliki.Sehingga dalam waktu 10 harian ini keduanya berlatih sekaligus bercinta tiada bosan. Imbasnya, jurus kanuragan Dehe

    Huling Na-update : 2024-07-26
  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 75: Berpetualang ke Negeri Tetangga

    Ratu Reswari juga menerapkan aturan yang keras dan kejam, sehingga tak ada yang berani dengan perintahnya. Selain kesaktiannya yang luar biasa dan membuat semua pembantunya tunduk dengannya.Bahkan Ratu Reswari mulai kurangi peran para pendekar golongan hitam dan digantikannya dengan pejabat yang lebih cakap.Tapi Ratu Reswari ini tidak membuang begitu saja, dia berikan mereka hadiah dan daerah tertentu, yang membuat mereka tak bakal bikin repot kelak.“Kalian adalah pejuang pelopor, kami tetap akan butuh bantuan kalian kelak, untuk serbu musuh, atau pertahankan diri dari serbuan kerajaan lain. Saatnya kita nikmati apa yang sudah kita perjuangkan selama ini,” titah Ratu Reswari cerdik, hingga para pendekar golongan hitam ini tak ada yang protes.Ki Birawa pun sampai angkat topi dengan murid sekaligus kemenakan misannya ini. “Tak heran dulu Raja Daha begitu mencintainya, sayangnya saat itu dia belum se cerdik ini, hanya mikirin nafsu semata.” pikir Ki Birawa kagum,Diapun kini juga dap

    Huling Na-update : 2024-07-26
  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 76: Pangeran Kifaya dan Pasukannya

    Gara-gara mendengar pembicaraan inilah, Japra jadi tertarik. “Jangan-jangan mereka itu 3 Pendekar Hewan. Hmm…cukup jauh juga mereka berkeliaran di kerajaan ini?” batin Japra penasaran.Pendekar ini sebenarnya sangat penasaran dengan 3 pendekar hebat itu, Pakoi sang kepala suku yang dia tolong warganya dulu, ngaku tak kenal darimana ke 3 tokoh jahat itu berasal.“Yang pasti mereka itu sangat jahat, andai tuan pendekar lambat mengusir mereka, bisa jadi seluruh wanita yang ada di sini habis di culik mereka,”cerita Pakoi.Inilah yang membuat Japra jadi tertarik dan ingin tahu, siapa mereka itu sebenarnya, sehingga dia lupakan dulu persoalannya sendiri.Japra lalu lanjutkan perjalanan ke arah Kotaraja Barito, yang dikatakan sedang di kepung kaum pemberontak yang di pimpin Pangeran Kifaya.Dari cerita warga yang dia temui, Pangeran Kifaya sebenarnya putra mahkota asli, sedangkan yang berkuasa saat ini adalah paman tirinya, yang secara curang merebut tahtanya 10 tahunan yang lalu, saat Pange

    Huling Na-update : 2024-07-27
  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 77: Pangeran Kifaya Tahu Siapa Japra

    “Baiklah paduka, hamba permisi dulu, terima kasih atas peringatan paduka, hamba akan taati,” Japra lalu bersiap melangkah mundur, untuk keluar dari tenda ini.“Tunggu Japra!” tahan Pangeran Kifaya, hingga Japra pun batalkan niatnya pergi.“Maaf paduka, ada apa…?” Japra bertanya keheranan. Makin heran lagi saat masuk seorang yang agaknya pengawal pribadi Pangeran Kifaya dan berbisik ke telinga pangeran ini.Pangeran ini lalu menatap wajah Japra, kini wajahnya malah tersenyum.“Kamu sudah berada di sini, aku ingin kamu bantu aku taklukan kotaraja ini. Kurasa dengan bantuanmu, juga julukanmu sebagai Pendekar Bukit Meratus, tentu makin memudahkan aku kembali rebut kerajaan ini,” ceplos Pangeran Kifaya, hingga Japra kaget, karena julukannya sudah diketahui pangeran ini.“Tuan Japra, aku Ki Bino, panglima pasukan ini, aku kenal baik dengan 3 Pendekar Golok Putih, kakak seperguruan kamu. Asal kamu tahu, aku dan paduka juga murid-murid Ki Durga. Mengingat hubungan baik ini, ku harap kamu jan

    Huling Na-update : 2024-07-27
  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 78: 3 Pendekar Hewan Berbalik Melawan Pasukan Pangeran Kifaya

    Japra kaget bukan main saat melihat 3 Pendekar Hewan membabati pasukan Pangeran Kifaya.“Bangsat, bagaimana ceritanya 3 manusia setan ini malah berbalik dan berkhianat dengan pasukan Pangeran Kifaya?” batin Japra marah tak ketulungan.Sambl masih melompati kepala pasukan yang tengah bertempur, Japra lalu kerahkan seluruh kekuatannya, untuk hajar 3 Pedekar Hewan, dan yang paling dekat si Muka Kuda.Suara angin berciutan yang sangat dingin langsung tertuju ke arah muka kuda yang tengah aseek membabati pasukan Pangeran Kifaya.Blarrr…si muka kuda secepat kilat menangkis serangan ini, hingga terjadilah ledakan dahsyat.Si muka kuda terlempar hingga 10 meteran lebih, dadanya langsung sesak dan matanya menggereng marah luar biasa, saat melihat orang yang menyerangnya.“Bangsat, kamu lagi ganggu kesenanganku,” bentak si Muka Kuda.“Kalianlah yang bangsat, bukankah kalian berada di pihak pasukan Pangeran Kifaya, kenapa malah membabati pasukan ini,” seru Japra sambil balas membentak.“Bukan ur

    Huling Na-update : 2024-07-28
  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 79: Rahasia Jatidiri Akhirnya Terkuak

    “Mereka tewas terkena pukulan dari 3 Pendekar Muka Hewan,” kata Japra saat melihat kondisi jasad paman tiri Pangeran Kifaya, sekaligus makin heran dengan kelakuan 3 pendekar aneh itu.Bingung berada di pihak mana ke 3 orang jahat itu, tapi memiliki kesaktian yang luar biasa.“Benar-benar tokoh sesat yang sukar di pegang ekornya, awalnya ikut kita, eh malah bantai pasukan kita. Kini malah bantai keluarga paman tiriku. Entah apa tujuan mereka…bahaya sekali!” kata Pangeran Kifaya kebingungan sendiri, sambil geleng-geleng kepala.Tapi Pangean Kifaya bersyukur, Japra bisa hentikan kekejaman ke 3 orang itu, bahkan salah satunya tewas.Andai Pangeran Kifaya maju melawan, walaupun dibantu puluhan pendekar lainnya yang membantunya. Belum tentu bisa mengalahkan ke 3 pendekar jahat yang sangat sakti itu.Setelah semua mayat disingkirkan, untuk di kubur massal dengan ribuan prajurit yang tewas, pasukan Pangeran Kifaya lalu bersihkan Istana ini dan hari ini sahihlah Pangeran Kifaya menjadi Mahara

    Huling Na-update : 2024-07-28
  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 80: Berubah Jadi Pangeran

    “J-jadi…?” Japra tak bisa meneruskan kalimatnya, fakta yang baru disampaikan Mahapatih Bino membuatnya benar-benar kaget, syok dan hampir tak percaya.Artinya…Japra bukan keturunan orang sembarangan, tapi dua raja sekaligus. Ayahnya Maharaja Kanji dan ibunya, putri dari Maharaja Barito.Dan otomatis pria yang ada di depannya ini adalah pamannya sendiri, atau adik se ayah dari mendiang ibundanya.Mengetahui fakta ini, dengan tubuh bergetar, Japra pun bersujud di depan Prabu Kifaya, karena otomatis inilah keluarga terdekatnya.“Mohon maaf beribu maaf Paduka…paman-da, kalau Japra selama ini kurang ajar pada paduka!”Prabu Kifaya sampai turun dari peraduannya dan menarik tubuh Japra, lalu memeluknya dengan erat.“Tak apa Japra, aku malah bangga, punya ponakan yang luar biasa saktinya. Jangankan kamu, aku pun kaget setelah tahu informasi ini dari Mahapatih Bino, asal kamu tahu Japra Mahapatih Bino ini pun bukan orang lain bagi kamu, beliau adik ayahku, otomatis beliau ini kakek pamanmu se

    Huling Na-update : 2024-07-29

Pinakabagong kabanata

  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 581: Akhirnya Bersatu Lagi

    Putri Melania yang memang menyamar sebagai nenek-nenek ini tersenyum manis sekali dan dia kaget saat tubuhnya tiba-tiba di raih Bafin dan di lemparnya ke atas, lalu di sambut dengan pelukan dan ciuman bertubi-tubi.“Sayangggkuuu istrikuuuu…ya Tuhan, kenapa kamu sampai nyamar jadi nenek-nenek sih,” seru Bafin dengan wajah berseri-seri.Tak lama kemudian terdengar suara anak kecil memanggil ibu, yang berlari dan di iringi 5 wanita cantik, selir-selir Bafin.“Kalian…syukurlah kalian tak apa-apa, eh itu siapa anak kecil itu?” seru Bafin sambil lepaskan pelukannya dari tubuh harum Putri Melania.Kini ia menatap anak kecil yang usianya antara 2-3 tahunan ini, wajahnya sangat tampan dan mirip anak perempuan, saking tampangnya.“Pangeran Bome, cepat beri hormat pada ayah kandungmu, dialah ayah yang selama ini kamu cari-cari!” tegur Putri Melania ke si anak kecil ini.Si anak kecil yang di panggil Pangeran Bome ini awalnya kaget, lalu dengan cepat bersimpuh dan beri hormat pada Bafin dengan sik

  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 580: Ketika Sang Permaisuri Marah

    Pendekar Tanpa Bayangan ini tentu saja kaget bukan kepalang, serangan ini tidak bercanda. Mau tak mau dia pun langsung bergerak dengan gunakan jurus kaki ajaibnya.Sehingga serangan pertama ini luput, si nenek tak di kenal ini kembali lakukan serangan lebih dahsyat dari tadi.“Pantas saja ke 5 selirku tak mampu ladeni si nenek ini, pukulan-pukulannya sangat dahsyat,” batin Bafin, yang sengaja belum membalas, kecuali bergerak lincah dan selalu menghindar.Ia tak ingin menyakiti si nenek ini, apalagi belum tahu apa motifnya menculik ke 5 selirnya tersebut.“Nek, sabar dulu, aku mau tanya kamu apakan selir-selirku itu dan di mana mereka kamu tawan?” sambil menghindar Bafin sengaja bertanya.Tapi si nenek ini tak menggubris pertanyaan Bafin, dia malah makin lama makin beringas menyerang Bafin.Bahkan sudah 50 jurus, jangankan mampu taklukan Bafin, mengenai tubuh pemuda sakti ini saja tidak. Makin murkalah si nenek berbody aduhai ini.Tapi ada yang aneh, dari tubuh si nenek yang terlihat p

  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 579: 5 Selir di Culik

    Bafin baru saja pulang dari Kerajaan Hilir Sungai, untuk menemui kakeknya Prabu Harman, sekaligus minta izin menempati Istana Lembah Iblis dan kakeknya ini tak keberatan, bahkan janji kelak akan berkunjung ke sana.“Bagus cucuku, sayang bangunan istana itu dibiarkan terbengkalai, nanti aku akan kirim tukang-tukang bangunan Istana buat percantik istana itu,” janji Prabu Harman dan Bafin banyak bawa pulang hadiah-hadiah waah dari Maharaja ini.Namun, setelah dua seminggu dan tiba kembali ke sini, Bafin merasa aneh sendiri.Istana-nya yang biasanya ramai dengan celotehan ke 5 selirnya hari ini sunyi. Bafin memang tak khawatir tinggalkan selir-selirnya sementara, sebab ke 5 nya sudah miliki kesaktian tinggi, biarpun saat ini ke limanya kompak sedang hamil muda dan kini sudah jalan 3,5 bulanan.Di tambah lagi tempat ini tak lagi seperti dulu, sudah ramai dan menjadi sebuah perkampungan yang mulai padat warganya.Bahkan anak-anak kecil pun sering jadikan halaman istana yang luas ini jadi t

  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 578: Barengan Hamil

    “Kalian memang hebat, kini aku lega, semua ilmu silat yang aku ajarkan sudah sempurna kallian kuasai, tinggal di matangkan lagi,” Bafin tanpa ragu menciumi ke 5 nya satu persatu.Kelakuan Bafin sudah tak aneh bagi mereka dan pastinya langsung paham, dan kini mereka pun ‘pesta’ kecil-kecilan di sebuah ruangan istana ini.Dan pastinya di akhiri dengan membuka paha masing-masing, untuk di lumat bibir Bafin dan kemudian dimasuki pelatuk perkasa si pendekar flamboyan ini.Anehnya, energy bercinta Bafin makin lama makin hebat saja. Sehingga ke 5 selirnya kadang berseloroh, Bafin harus nambah selir lagi untuk layani keperkasaan pendekar flamboyan ini.Demikian lah sejak saat itu nama 5 Bidadari Lembah Iblis langsung menggema ke mana-mana, terlebih saat itu juga orang-orang menyebut kalau ke 5 wanita yang memang cantik jelita adalah selir dari Pendekar Tanpa Bayangan. Tak berhenti sampai di sana, sepak terjang 5 Bidadari Lembah Iblis dan sesekali Bafin turun tangan, juga membasmi banyak penja

  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 577: Hukuman Buat 10 Pendekar Golok Setan

    Salah satu kawanan 10 Pendekar Setan yang bertubuh agak gemuk tiba-tiba mulai lakukan serangan ke arah Nyai Laras dengan goloknya.Serangan sangat mematikan, karenadi sertai dengan tenaga dalam yang kuat. Namun si cantik ini dengan amat lincahnya mengelak, si gendut tak dapat mengendalikan dirinya lagi dan diapun terdorong oleh tenaganya sendiri, tanpa kakinya dapat mengatur keseimbangan badan lagi, tubuhnya tersungkur ke depan.Pada saat itu, kaki Nyai Laras melayang dan kali ini ‘menciumnya’, tapi bukan mencium mulut, namun dada sebelah kiri yang jadi sasaran.”Ngekk...!" Si gendut terpelanting dan tahu-tahu goloknya telah terampas oleh Nyai Laras.Sambil tersenyum, Nyai Laras menggerakkan golok rampasan ke arah si gendut yang memandang terbelalak dan wajahnya pucat sekali, karena dia tahu bahwa maut telah siap menerkamnya.Tiba-tiba golok itu dilepas oleh si Nyai Laras dan meluncur ke bawah, tapi gagangnya di depan dan menyambar ke arah si gendut.Nyai Laras ternyata tidak langsun

  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 576: 5 Bidadari Lembah Iblis

    Kemudian...Bafin kembali gauli mereka bergantian kali ini giliran Nyai Larasyag dapat tumpahanlahar panasnya.Percumbuan ini lanjut di kamar istana dan berturut-turut mereka menerima limpahan lahar si pejantan beruntung ini.Andai Bafin tak memiliki tenaga dalam yang hebat, dia tentu akan kewalahan meladeni selir-selir jelitanya ini, yang makin lama makin candu dengan cumbuan yang ia berikan.Uniknya mereka tak pernah berebutan di layani Bafin, semuanya dengan sabar menunggu giiliran, dan semuanya juga selalu puas tak terkira.Bafin kini benar-benar menikmati menjadi seorang pangeran, siang malam ke 5 nya menerima lahar panas dari si pendekar tampan ini.Namun mereka tak melulu bercinta saja, Bafin pun tetap latih mereka ilmu silat sangat serius dan kadang keras, sehingga makin lama ke 5 selirnya ini makin sakti saja.Lama-lama mereka pun sepakat mengatur waktu, kapan bercinta dan kapan giat berlatih silat. Bafin juga lega, ke limanya ternyata berbakat sekali dengan jurus-jurus yang ia

  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 575: Pangeran dan 5 Selir

    Bafin iseng-iseng lalu ngintip kelakuan ke 5 orang wanita cantik ini, yang sedang bersemedi. “Dibuang sayang, di ambil jadi selir…bagaimana tanggapan Putri Melania kelak yaa?” batinnya lagi.Bafin tentu saja masih ingat janjinya dengan si putri cantik anak Pangeran Busu itu, untuk kelak akan kembali bersama. Dalam hatinya yang paling dalam, Bafin ingin seperti Pendekar Putul ayahnya, yang tak memiliki selir, hanya satu istri, yakni Putri Arumi, ayahnya setia dengan satu istri.Atau paman kakeknya Pangeran Boon Me yang juga hanya miliki 1 istri tanpa selir, padahal si paman kakeknya ini menurut cerita Pangeran Durga, saat muda sangat flamboyan."Tapi takluk dengan ibundaku, eh ayahmu juga sama, takluk dengan ibunda sambungmu itu," cerita Pangeran Durga dahulu.Tapi kalau ingat kakek buyutnya Prabu Japra, Bafin senyum sendiri, mendiang kakeknya yang sangat sakti dan berjuluk Pendekar Bukit Meratus itu miliki 4 permaisuri, juga kakeknya Prabu Harman di Kerajaan Hilir Sungai, memiliki 20

  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 574: Minta Jadi Selir

    Langkah pertama melatih ke limanya, Bafin minta mereka bersemedi untuk mulai himpun tenaga sakti dalam tubuh mereka.Punggung ke 5 nya sengaja Bafin tepuk, untuk membuka aliran darah masing-masing. Kemudian mulailah Bafin beri mereka petunjuk dasar-dasar ilmu silat.Bafin ternyata tak main-main, bukan jurus ecek-ecek yang ia berikan, tapi langsung dasar ilmu silat Mega Halilintar yang hebat itu.Sehingga perjalanan mereka yang harusnya di tempuh dalam waktu 3 minggu, kini menjadi lama, sebab setiap hari usai sarapan, Bafin dengan serius melatih ke 5 nya ilmu silat, setelah capek, baru melanjutkan perjalanan lagi.Hasilnya terlihat setelah 1 bulan, tubuh ke 5 wanita cantik ini makin kuat, fisik mereka juga tak lagi lemah.Dan…tubuh-tubuh denok ini makin hari makin bikin puyeng kepala Bafin!Bahkan ke 5 nya ternyata punya bakat melatih jurus kaki ajaib, sehingga kini gerakan mereka tak lagi kaku, makin hari makin lincah dan trengginas.Jurus mega halilintar yang mereka latih setiap hari

  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 573: Nya Laras Cs Ingin Ikut

    Kini Bafin dengan sabar dengarkan kisah sedih kelima wanita cantik ini, secara bergantian mereka curhat segalanya dan bahkan soal yang paling pribadi sekalipun mereka ceritakan bergantian.Dan inilah yang bikin Bafin melongo, ternyata dari ke 5 orang ini, 4 orang masih perawan.Termasuk Nyai Laras, hanya Nyai Nyali yang sudah tidak, karena saat di culik gerombolan Ki Manyan, dia baru menikah selama 2 minggu dan sudah di gauli suaminya.“Itupun baru…3X kali tuan pendekar,” kata Nyai Nyali malu-malu, hingga Bafin senyum kecil.Beda dengan Nyai Laras, Nyai Meni, Nyai Puti dan Nyai Geni, di culik ketika baru saja melangsungkan pernikahan dan belum sempat bulan madu dengan suami masing-masing yang sudah tewas tersebut.Mereka sempat bergidik, saat acara ‘bercinta’ itu aslinya hanya permainan sihir belaka. Aslinya mereka seakan tidur saat itu, inilah yang membuat mereka rada-rada ngeri dengan Bafin, yang dikatakan Nyai Nyali, jangan-jangan Bafin ini jelmaan hantu gunung meratus.“Huss…ada-ad

Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status