“Woww…tak ku sangka, kamu ternyata memiliki sebuah jurus langka, yang ku dengar dari sebuah legenda, jurus ini sangat jahat dan sudah musnah…kini tahu-tahu kamu memilikinya hebat-hebat. Tapi aku belum kalah Japra, terima ini!”
Tiba-tiba Pendeta Sura lepas tasbeh besarnya dan memutar dengan cepat, putaran ini menderu-deru dan menimbulkan angin kencang, seperti datangnya angin tornado saja.
Berkibar jubah Japra, andai Japra tidak memiliki ilmu kanuragan hebat, sejak tadi dia sudah menggelinding ke bawah, saking derasnya angin dari tasbeh besar ini.
Japra yang awalnya tak niat bertarung, mulai jengkel juga dan dia lalu salurkan tenaga inti Elang Mematuk Mangsa-nya di kedua lengannya.
Tak tanggung-tanggung, kini Japra ingin beri pelajaran keras pada pendeta ini.
Serangkum serangan dahsyat menerjang Japra, tapi kali ini Japra tak mau mengalah, dia pun melompat sambi kerahkan jurus hebatnya ini.
Keduanya langsung bertemu
“Maaf tuan putri, kalau hamba malam-malam berani masuk ke kamar tuan putri ini…!” Japra pun bersikap hormat sewajarnya, tapi tidak berlebihan, layaknya rakyat jelata bertemu seorang Ratu.“Mau apa kamu ke sini,” bentak Putri Reswari yang kini bisa kuasai dirinya lagi. Sambil menatap Japra yang kini telah berubah jadi pemuda sangat tampan, dengan tubuh tinggi besar dan kokoh.Anehnya bibirnya kini tersenyum menatap pendekar dengan tubuh makin kekar dan tinggi tegap ini.“Hamba hanya bersembunyi sementara dari kejaran anak buah tuan Putri, juga dari kejaran pendeta hebat itu. Hamba tak bermaksud jahat, hamba juga tak ikut-ikutan soal politik…!” sahut Japra kalem.Japra diam-diam sama, terkagum-kagum melihat kecantikan si ratu jelita ini, kenangan manis bersama sang putri ini tak pernah terhapus dari otaknya.Melihat pandangan Japra begitu, pelan-pelan urat syaraf yang tadi tegang di tubuh Ratu Reswari
Japra kembali ke penginapannya, penjagaan super ketat di istana itu tak kesulitan dia tembus. Dia berkali-kali menghela nafas panjang, sekaligus bergidik.Rayuan maut Ratu Reswari hampir saja goyahkan imannya. Dia tak memungkiri, rasa sayang dan nafsunya terbangkit melihat kemolekan sang ratu ini.“Gila…lama-lama bersama wanita itu, aku makin tergoda…!” gumam Japra, lalu tiba-tiba seraut wajah berlesung pipit lewat di hatinya.“Aura…dimanakah kini kamu berada?” batinnya, sambil merebahkan diri di penginapannya kembali dan tidur nyenyak sekali.Tak peduli di luar ratusan bahkan ribuan aparat sibuk mencari-cari dirinya. Termasuk pendekar-pendekar hebat yang jadi pengawal sang Ratu Reswari.Menyadari dirinya kini jadi orang paling di buru di seantero Kotaraja Hilir Sungai, Japra pun terpaksa tak lagi berkeliaran di siang hari.Dia sengaja hindari konfrontasi yang tak perlu!Kalau pun ter
“Niken…kamu tahu di kamar mana orang yang bernama Jenderal Bugi tadi bersama teman wanitanya?” Japra mulai bertanya, dia tak ingin bergerak tanpa tahu di mana salah satu musuh besarnya ini berada.Tiba-tiba wajah Niken berubah agak pucat, ini membuat Japra keheranan.“S-saya tak tahu tuan muda!” sahut Niken gagap.Japra tersenyum dan dia pun mengeluarkan lagi uangnya, kali ini dua keping emas, wajah Niken langsung berbinar melihat dua koin emas ini.Orang akan lebih takut kalau tak punya uang dan Japra paham itu, uang bisa rubah pendirian seseorang, dari takut jadi berani, ini terbukti pada Niken.“Jangan takut, kamu tak akan apa-apa, aku jamin,” bisik Japra sambil menowel dua bukit kembar Niken yang mau melompat dari kembennya, hingga wanita cantik ini menggelinjang kegelian.“Ahh tuan muda bisa ajahhh!” sahut Niken dengan suara mendesah, lalu dengan nakalnya meraba paha Japra.J
Japra kini kembali ke penginapannya, dia tak berminat menggeluti tubuh indah Niken si penjaja cinta. Japra sudah memperhitungkan, paling lama 30 menitan Niken akan terbebas dari totokannya.“Ibu Suri…berarti beliau istri mendiang Raja Daha, bukan istri Maharaja Kanji saat ini, sebab istri beliau yang pertama tewas oleh Ki Palung..!” batin Japra kebingungan sendiri.“Apakah aku harus ke Kotaraja Daha..?” kembali Japra bergumam sendiri, sambil menatap langit-langit kamarnya.Saat itulah Japra mendengar ada langkah-langkah halus di atap penginapannya. ”Hmm…agaknya musuh-musuhku tahu aku di sini,” batin Japra senyum sendiri.Pendekar ini sama sekali tak takut, dia lalu bangkit dan meniup lampu kamarnya, hingga kamarnya kini gelap.Tass…tass…beberapa senjata gelap tertuju ke arah kasurnya. Japra yang kini sudah bangkit, dengan kecepatan luar biasa kii berada di luar kamarnya.D
Japra terdiam, kaget juga walaupun pertanyaannya belum terjawab. “Bang Japra, kita pergi dari sini yuks, ngeri di sini, kan masih ada kuburan si Buhi, temanku itu,” ajak Dehea.Mau tak mau Japra ikuti kemana Dehea pergi, terlihat perlahan saja, tapi Japra kagum juga, cari berlari Dehea sangat cepat, tubuhnya melayang seolah tak menjejak bumi.Andai Japra tak memiliki kesaktian, pasti dia akan jauh tertinggal. Sepanjang jalan mereka hanya diam-diaman saja.Setelah berjalan sangat jauh, bahkan matahari sudah hampir setinggi kepala, mereka akhirnya sampai di sebuah lembah yang lumayan tinggi, hingga hawanya sangat seju mendekati dingin.Japra mengikuti saja saat Dehea mengajaknya masuk di sebuah pondok, yang agaknya jadi tempat tinggal Dehea.“Minum Bang,” Dehea menyodorkan air putih dari kendi.“Dehea, pertanyaanku tadi belum kamu jawab, kenapa kamu dan rekanmu tadi malam berniat membunuhku?” kembali Japra bertanya usai minum air putih menyegarkan ini.“Karena…Abang dikatakan sebagai pe
Japra tak bisa buru-buru pergi, Nyai Rombeng masih butuh hawa saktinya, luka-luka wanita ini sangat parah, apalagi kejadiannya sudah 4 bulanan yang lalu.Tiga hari kemudian, kesehatan Nyai Rombeng pun makin membaik, hubungan mereka juga makin dekat.Akhirnya, iseng-iseng Japra lalu bertanya tentang ilmu berlari cepat Dehea pada keduanya, yang dipujinya begitu hebat dan membuat Japra tak mampu kejar Dehea.Nyai Rombeng akhirnya terbuka, kalau itu adalah ilmu warisan dari mendiang suaminya, yang diajari ke semua murid-muridnya, tapi dari semua muridnya Dehea-lah yang paling berbakat.Itulah juga salah satu yang membuat padepokan Nyai Rombeng dan gurunya Nenek Sia begitu dihormati dan disegani.“Bolehkah…aku pelajari Nyai?” kata Japra hati-hati, takut Nyai Rombeng tersinggung.Nyai Rombeng justru tertawa kecil.“Jurus-jurus yang kamu miliki saat ini sudah sangat hebat Japra. Tapi kalau kamu memang ingin pelajari itu, tak apa. Tuh aku juga hutang nyawa denganmu, nanti Dehea akan bantu kam
“Makan dulu Bang, biar tenaga kamu pulih,” Dehea sodorkan makanan yang masih hangat dan menggugah selera.Japra kini sudah berpakaian lengkap lagi. Dehea masih gugup, ingat tadi melihat tubuh Japra seutuhnya.Panas dingin tubuhnya, baru pertama kali melihat seorang lelaki telanjang, tampan pula, dan dia sudah melihat jelas seluruh badannya, termasuk sesuatu yang membuatnya tak bisa tidur!Sadar dengan kelakuan Dehea itu, Japra pun bersikap wajar dan makan dengan lahap. Nasi putih, ikan bakar dan lauknya sayuran, di tambah cabe rawet dan sebotol arak manis.Dalam waktu singkat, semua makanan itu ludes, Japra sampai sendawa saking kenyangnya.“Maaaaaf…soalnya makanannya enak banget!” puji Japra, hingga Dehea kembali tersipu dan bilang dia yang masak.Merekapun ngobrol makin akrab, Dehea mulai sebutkan latihan-latihan awal buat Japra untuk keluarkan ilmu berlari cepatnya, yang dinamakan jurus mengejar angin.“Nyai Rombeng yang namakan jurus ini.” cerita Dehea.“Pantas, saat itu kamu bisa
“Diculik…?” Japra kaget dan kini memandang kedua orang ini dengan pandangan heran.“Iya, mereka bertiga datang baik-baik dan kami terima 2 hari lalu. Tak tahunya besoknya 3 wanita kami mereka bawa dan ngilang hingga kini. Mereka sebut julukannya 3 Pendekar Muka Hewan, muka mereka memang menakutkan mirip hewan!” sahut orang tersebut dengan pandangan masih curiga pada Japra dan Dehea.“Coba sebutkan di mana mereka bersembunyi, aku akan berusaha mencarinya, tapi aku dan temanku tak sengaja loh masuk ke kampung kalian, kami minta maaf!”Japra tak mau bemusuhan dengan warga lokal, yang agaknya tak suka orang luar memasuki wilayah mereka, langsung rubah sikap lebih ramah.Lebih heran lagi, ada orang yang mengaku 3 Pendekar Muka Hewan, baru kali ini Japra mendengar julukan aneh itu.Ditambah ilmu kanuragan mereka yang serampangan, tapi anehnya serangannya sangat berbahaya. Warga ini benar-benar bikin Japra terher
Putri Melania yang memang menyamar sebagai nenek-nenek ini tersenyum manis sekali dan dia kaget saat tubuhnya tiba-tiba di raih Bafin dan di lemparnya ke atas, lalu di sambut dengan pelukan dan ciuman bertubi-tubi.“Sayangggkuuu istrikuuuu…ya Tuhan, kenapa kamu sampai nyamar jadi nenek-nenek sih,” seru Bafin dengan wajah berseri-seri.Tak lama kemudian terdengar suara anak kecil memanggil ibu, yang berlari dan di iringi 5 wanita cantik, selir-selir Bafin.“Kalian…syukurlah kalian tak apa-apa, eh itu siapa anak kecil itu?” seru Bafin sambil lepaskan pelukannya dari tubuh harum Putri Melania.Kini ia menatap anak kecil yang usianya antara 2-3 tahunan ini, wajahnya sangat tampan dan mirip anak perempuan, saking tampangnya.“Pangeran Bome, cepat beri hormat pada ayah kandungmu, dialah ayah yang selama ini kamu cari-cari!” tegur Putri Melania ke si anak kecil ini.Si anak kecil yang di panggil Pangeran Bome ini awalnya kaget, lalu dengan cepat bersimpuh dan beri hormat pada Bafin dengan sik
Pendekar Tanpa Bayangan ini tentu saja kaget bukan kepalang, serangan ini tidak bercanda. Mau tak mau dia pun langsung bergerak dengan gunakan jurus kaki ajaibnya.Sehingga serangan pertama ini luput, si nenek tak di kenal ini kembali lakukan serangan lebih dahsyat dari tadi.“Pantas saja ke 5 selirku tak mampu ladeni si nenek ini, pukulan-pukulannya sangat dahsyat,” batin Bafin, yang sengaja belum membalas, kecuali bergerak lincah dan selalu menghindar.Ia tak ingin menyakiti si nenek ini, apalagi belum tahu apa motifnya menculik ke 5 selirnya tersebut.“Nek, sabar dulu, aku mau tanya kamu apakan selir-selirku itu dan di mana mereka kamu tawan?” sambil menghindar Bafin sengaja bertanya.Tapi si nenek ini tak menggubris pertanyaan Bafin, dia malah makin lama makin beringas menyerang Bafin.Bahkan sudah 50 jurus, jangankan mampu taklukan Bafin, mengenai tubuh pemuda sakti ini saja tidak. Makin murkalah si nenek berbody aduhai ini.Tapi ada yang aneh, dari tubuh si nenek yang terlihat p
Bafin baru saja pulang dari Kerajaan Hilir Sungai, untuk menemui kakeknya Prabu Harman, sekaligus minta izin menempati Istana Lembah Iblis dan kakeknya ini tak keberatan, bahkan janji kelak akan berkunjung ke sana.“Bagus cucuku, sayang bangunan istana itu dibiarkan terbengkalai, nanti aku akan kirim tukang-tukang bangunan Istana buat percantik istana itu,” janji Prabu Harman dan Bafin banyak bawa pulang hadiah-hadiah waah dari Maharaja ini.Namun, setelah dua seminggu dan tiba kembali ke sini, Bafin merasa aneh sendiri.Istana-nya yang biasanya ramai dengan celotehan ke 5 selirnya hari ini sunyi. Bafin memang tak khawatir tinggalkan selir-selirnya sementara, sebab ke 5 nya sudah miliki kesaktian tinggi, biarpun saat ini ke limanya kompak sedang hamil muda dan kini sudah jalan 3,5 bulanan.Di tambah lagi tempat ini tak lagi seperti dulu, sudah ramai dan menjadi sebuah perkampungan yang mulai padat warganya.Bahkan anak-anak kecil pun sering jadikan halaman istana yang luas ini jadi t
“Kalian memang hebat, kini aku lega, semua ilmu silat yang aku ajarkan sudah sempurna kallian kuasai, tinggal di matangkan lagi,” Bafin tanpa ragu menciumi ke 5 nya satu persatu.Kelakuan Bafin sudah tak aneh bagi mereka dan pastinya langsung paham, dan kini mereka pun ‘pesta’ kecil-kecilan di sebuah ruangan istana ini.Dan pastinya di akhiri dengan membuka paha masing-masing, untuk di lumat bibir Bafin dan kemudian dimasuki pelatuk perkasa si pendekar flamboyan ini.Anehnya, energy bercinta Bafin makin lama makin hebat saja. Sehingga ke 5 selirnya kadang berseloroh, Bafin harus nambah selir lagi untuk layani keperkasaan pendekar flamboyan ini.Demikian lah sejak saat itu nama 5 Bidadari Lembah Iblis langsung menggema ke mana-mana, terlebih saat itu juga orang-orang menyebut kalau ke 5 wanita yang memang cantik jelita adalah selir dari Pendekar Tanpa Bayangan. Tak berhenti sampai di sana, sepak terjang 5 Bidadari Lembah Iblis dan sesekali Bafin turun tangan, juga membasmi banyak penja
Salah satu kawanan 10 Pendekar Setan yang bertubuh agak gemuk tiba-tiba mulai lakukan serangan ke arah Nyai Laras dengan goloknya.Serangan sangat mematikan, karenadi sertai dengan tenaga dalam yang kuat. Namun si cantik ini dengan amat lincahnya mengelak, si gendut tak dapat mengendalikan dirinya lagi dan diapun terdorong oleh tenaganya sendiri, tanpa kakinya dapat mengatur keseimbangan badan lagi, tubuhnya tersungkur ke depan.Pada saat itu, kaki Nyai Laras melayang dan kali ini ‘menciumnya’, tapi bukan mencium mulut, namun dada sebelah kiri yang jadi sasaran.”Ngekk...!" Si gendut terpelanting dan tahu-tahu goloknya telah terampas oleh Nyai Laras.Sambil tersenyum, Nyai Laras menggerakkan golok rampasan ke arah si gendut yang memandang terbelalak dan wajahnya pucat sekali, karena dia tahu bahwa maut telah siap menerkamnya.Tiba-tiba golok itu dilepas oleh si Nyai Laras dan meluncur ke bawah, tapi gagangnya di depan dan menyambar ke arah si gendut.Nyai Laras ternyata tidak langsun
Kemudian...Bafin kembali gauli mereka bergantian kali ini giliran Nyai Larasyag dapat tumpahanlahar panasnya.Percumbuan ini lanjut di kamar istana dan berturut-turut mereka menerima limpahan lahar si pejantan beruntung ini.Andai Bafin tak memiliki tenaga dalam yang hebat, dia tentu akan kewalahan meladeni selir-selir jelitanya ini, yang makin lama makin candu dengan cumbuan yang ia berikan.Uniknya mereka tak pernah berebutan di layani Bafin, semuanya dengan sabar menunggu giiliran, dan semuanya juga selalu puas tak terkira.Bafin kini benar-benar menikmati menjadi seorang pangeran, siang malam ke 5 nya menerima lahar panas dari si pendekar tampan ini.Namun mereka tak melulu bercinta saja, Bafin pun tetap latih mereka ilmu silat sangat serius dan kadang keras, sehingga makin lama ke 5 selirnya ini makin sakti saja.Lama-lama mereka pun sepakat mengatur waktu, kapan bercinta dan kapan giat berlatih silat. Bafin juga lega, ke limanya ternyata berbakat sekali dengan jurus-jurus yang ia
Bafin iseng-iseng lalu ngintip kelakuan ke 5 orang wanita cantik ini, yang sedang bersemedi. “Dibuang sayang, di ambil jadi selir…bagaimana tanggapan Putri Melania kelak yaa?” batinnya lagi.Bafin tentu saja masih ingat janjinya dengan si putri cantik anak Pangeran Busu itu, untuk kelak akan kembali bersama. Dalam hatinya yang paling dalam, Bafin ingin seperti Pendekar Putul ayahnya, yang tak memiliki selir, hanya satu istri, yakni Putri Arumi, ayahnya setia dengan satu istri.Atau paman kakeknya Pangeran Boon Me yang juga hanya miliki 1 istri tanpa selir, padahal si paman kakeknya ini menurut cerita Pangeran Durga, saat muda sangat flamboyan."Tapi takluk dengan ibundaku, eh ayahmu juga sama, takluk dengan ibunda sambungmu itu," cerita Pangeran Durga dahulu.Tapi kalau ingat kakek buyutnya Prabu Japra, Bafin senyum sendiri, mendiang kakeknya yang sangat sakti dan berjuluk Pendekar Bukit Meratus itu miliki 4 permaisuri, juga kakeknya Prabu Harman di Kerajaan Hilir Sungai, memiliki 20
Langkah pertama melatih ke limanya, Bafin minta mereka bersemedi untuk mulai himpun tenaga sakti dalam tubuh mereka.Punggung ke 5 nya sengaja Bafin tepuk, untuk membuka aliran darah masing-masing. Kemudian mulailah Bafin beri mereka petunjuk dasar-dasar ilmu silat.Bafin ternyata tak main-main, bukan jurus ecek-ecek yang ia berikan, tapi langsung dasar ilmu silat Mega Halilintar yang hebat itu.Sehingga perjalanan mereka yang harusnya di tempuh dalam waktu 3 minggu, kini menjadi lama, sebab setiap hari usai sarapan, Bafin dengan serius melatih ke 5 nya ilmu silat, setelah capek, baru melanjutkan perjalanan lagi.Hasilnya terlihat setelah 1 bulan, tubuh ke 5 wanita cantik ini makin kuat, fisik mereka juga tak lagi lemah.Dan…tubuh-tubuh denok ini makin hari makin bikin puyeng kepala Bafin!Bahkan ke 5 nya ternyata punya bakat melatih jurus kaki ajaib, sehingga kini gerakan mereka tak lagi kaku, makin hari makin lincah dan trengginas.Jurus mega halilintar yang mereka latih setiap hari
Kini Bafin dengan sabar dengarkan kisah sedih kelima wanita cantik ini, secara bergantian mereka curhat segalanya dan bahkan soal yang paling pribadi sekalipun mereka ceritakan bergantian.Dan inilah yang bikin Bafin melongo, ternyata dari ke 5 orang ini, 4 orang masih perawan.Termasuk Nyai Laras, hanya Nyai Nyali yang sudah tidak, karena saat di culik gerombolan Ki Manyan, dia baru menikah selama 2 minggu dan sudah di gauli suaminya.“Itupun baru…3X kali tuan pendekar,” kata Nyai Nyali malu-malu, hingga Bafin senyum kecil.Beda dengan Nyai Laras, Nyai Meni, Nyai Puti dan Nyai Geni, di culik ketika baru saja melangsungkan pernikahan dan belum sempat bulan madu dengan suami masing-masing yang sudah tewas tersebut.Mereka sempat bergidik, saat acara ‘bercinta’ itu aslinya hanya permainan sihir belaka. Aslinya mereka seakan tidur saat itu, inilah yang membuat mereka rada-rada ngeri dengan Bafin, yang dikatakan Nyai Nyali, jangan-jangan Bafin ini jelmaan hantu gunung meratus.“Huss…ada-ad