BERSAMBUNG
Di saat Si Putul asyik dengan skandalnya bersama Nyai Safitri dan Dayang Umbi, di tempat lain Pangeran Daha juga tiba di Istana Kerajaan Hilir Sungai.Dia langsung di sambut Prabu Harman, yang kangen dengan adik bungsunya ini karena lama tak bertemu. Setelah bercerita soal keluarga di Istana Kerajaan Muara Sungai juga sempat bertemu Pangeran Boon Me di lembah rajawali, mulailah Pangeran Daha cerita soal si Putul.Tentu saja Prabu Harman kaget bukan kepalang, tak menyangka hubungan sedarahnya dengan Putri Alona yang notabene adiknya sendiri melahirkan si Putul.Lebih kaget lagi anak kandungnya ini cacat dan berniat ingin membunuhnya.“Jadi…dia sangat sakti?”“Benar sekali kanda, gurunya Pendekar Gledek dan…ayahanda kita, entah bagaimana caranya dia bisa tak sengaja bertemu ayahanda dan jadi murid beliau. Tapi aku tak heran, ayahanda prabu kan suka jalan-jalan hingga kini, jadi tak aneh beliau bertemu si Putul dan langsung suka, kan cucu sendiri, pasti ada ikatan batin...?!” cerita Pa
Pangeran Daha dengan naik kuda meninggalkan Istana Kerajaan Hilir Sungai, dia sama sekali tak sadar, orang yang di cari-carinya berada tak jauh dari kotaraja.Malah sedang asyik melanjutkan kegilaannya, dengan menggauli Nyai Safitri dan dayangnya sekaligus selama tinggal di sana. Sudah tentu tanpa sepengetahuan Temanggung Idar.Sebulan kemudian, Pangeran Daha yang hanya berpakaian ringkas, tak ubahnya pendekar biasa, sampai di sebuah hutan yang lebat.Dari warga yang dia temui di sebuah desa, dia dapat informasi, kalau hutan ini terkenal sangat angker dan ada siluman.“Ada hantunya dan suka muncul dengan ular warna merah,” kata warga itu mengingatkan Pangeran Daha.Mendengar ular merah, Pangeran Daha malah senyum sendiri, ingat pesan kakaknya, Pangeran Boon Me yang bilang, kalau dia makan daging dan minum arah ular merah, maka ilmu sihirnya akan main hebat, tapi libidonya bakalan sering naik tak terkendali.Kini Pangeran Daha sudah berada di tengah hutan lebat ini, dia berencana ingin
Pendekar Gledek mencongkel dan menggeser tubuh Pangeran Daha yang tertelungkup di tanah dan kini pingsan dengan wajah membiru dengan tongkatnya.“He-he-he…sang putra mahkota kesayangan Prabu Japra kini berhasil aku kalahkan, racun ular merah ini memang ganas...!” ceplos Pendekar Gledek tertawa puas.Lalu dengan entengnya, walaupun kakinya yang kanan tidak berfungsi, Pendekar Gledek angkut Pangeran Daha dan menghilang dalam hutan ini. Tawannya yang nyaring makin menyeramkan saja di hutan yang lebat dan gelap ini, padahal masih sore, belum malam.Kita tinggalkan sejenak Pangeran Daha yang kini dalam cengkraman Pendekar Gledek dan di bawa entah kemana oleh tokoh jahat itu.Kita kembali ke tokoh satunya, yakni Pendekar Cabul alias Pendekar Putul, yang makin gila saja dengan dua kekasihnya sekaligus.Yakni Nyai Safitri dan Dayang Umbi, perbuatannya yang Putul kira aman-aman saja, ternyata tidak sama sekali.Dua pengawal Nyai Safitri yang dulu di hajar 4 preman anak buahnya, diam-diam mel
Crippp…tubuh keduanya menyatu, terdengan lenguhan nyaring Nyai Safitri, berbarengan dengan itu pintu kamar ini di tendang dari luar hingga jebol.Bukan main terkejutnya kedua manusia yang sedang di landa nafsu tingkat tinggi ini, apalagi saat ini tubuh keduanya sudah menyatu.“Bangsattt…si pincang biadab, ternyata selama ini kamu berani goda selir aku,” bentak Temanggung Idar dengan golok terhunus dan emosi luar biasa tak bisa di tahan lagi.Temanggung Idar tak lagi hiraukan peringatan 5 Dewa Hilir Sungai, agar jangan bertindak emosi, mengingat si Putul bukan remaja sembarangan.Temanggung Idar yang sudah kadung emosi, langsung menebaskan goloknya ke arah si Putul.Si Putul yang tak menyangka tertangkap basah, tentu saja secara otomatis melawan saat ada serangan golok ini.Sambil bangkit dari tubuh Nyai Safitri dan menyambar pakaiannya, dia lalu layangkan sebuah jurus dahsyat ke arah Temanggung Idar.Brasss…!Jurus mega halilintarnya menyambar tubuh Temanggung Idar dan pejabat ini lang
Tubuh kokoh Pangeran Daha tak bisa di gerakan, tapi wajahnya yang semula membiru kini agak berkurang, namun Pangeran Daha merasakan tubuhnya sangat panas.Di depannya sambil asyik merokok cangklung, duduk Pendekar Gledek di atas sebuah batu. Dia tertawa saja melihat penderitaan anak muda bangsawan ini.“Apa mau kamu Pendekar Gledek, kalau kamu ingin membunuhku, lekaslah laksanakan,” tantang Pangeran Daha tanpa takut.“Ho-ho-ho….membunuhmu se gampang membunuh nyamuk Pangeran Daha, tapi aku ingin bikin kamu rusak dulu, sama seperti muridku si Putul itu, he-he-he!” ejek Pendekar Gledek.“Bikin rusak…? Apa maksudmu!” tanya Pangeran Daha kaget sekali.“Kamu lihat wanita cantik yang sedang pingsan itu?” cetus Pendekar Gledek.Mendengar ucapan Pendekar Gledek, Pangeran Daha menoleh dan alangkah kagetnya pangeran ini, dari jarak 3 meteran dari tubuhnya, tergolek tubuh denok…Putri Nia, salah satu selir Prabu Harman kakaknya, dalam kondisi pingsan.“Bangsat, sejak kapan kamu menculik putri selir
Tak ada yang mampu mencegah, keduanya akhirnya larut dalam kemesraan yang tak bisa lagi di cegah. Apalagi saat tubuh keduanya kini sama-sama polos, Pangeran Daha makin tak bisa menahan nafsunya.Semakin kuat Pangeran Daha bertahan, makin hebat pula godaan itu, apalagi saat ini Putri Nia bukannya mencegah, malah membuka pintu luas buat Pangeran Daha ini.Si Putri jelita ini tak sungkan menarik wajah Pangeran Daha agar sepuasnya melahap tubuh mulusnya, yang putih bak pualam. Begitu dua kutub berbeda bertemu, sekali dorong, masuklah perlahan-lahan benda keras ini dan menembus…perawan Putri Nia.Ya Putri Nia ternyata masih pewaran…kok bisa?Putri Nia ternyata belum di gauli Prabu Harman hingga saat ini, saat diambil jadi selir, usianya masih sangat muda, yakni 15 tahun lebih beberapa bulan.Prabu Harman yang memiliki selir-selir lain yang tak kalah cantiknya, termasuk permaisurinya, sengaja belum memetik buah yang dianggapnya belum matang ini. Prabu Harman memang selalu punya selir pi
Wajah Prabu Japra langsung keruh, kisah yang baru disampaikan Prabu Harman dan permaisuri ke 4 nya ini benar-benar di luar perkiraan pendekar sakti ini.Prabu Japra sampai menepuk pahanya, tanda menahan kekesalan. Bagaimana tidak, muridnya yang dia temukan tak sengaja 1,5 tahunan yang lalu ternyata cucunya sendiri.Mengetahui sepak terjangnya yang di luar prediksi dan jauh dari sifat seorang pendekar, hingga hilangnya Putri Nia, yang dipikirnya si Putul lah pelakunya, membuat wajah Prabu Japra makin kelam saja.“Sudahlah baginda, mau bagaimana lagi, tak pernah kita sangka, si Putul telah di rusak Pendekar Gledek, juga baginda sendiri yang malah tak sengaja memperhebat kesaktiannya…?” kata ibu suri Reswari bijak sambil menatap suaminya ini.“Iyahh…inilah kesalahanku, kenapa dulu tak bertanya riwayat si Putul!” keluh Prabu Japra, tak mengira cucunya segini jahatnya, sambil memegang tangan lentik permaisurinya.Dari ke 4 permaisurinya, kecantikan bekas ratu ini mengalahkan ke 3 istrinya P
Seorang pria berwajah teduh langsung menahan ke 9 rekannya yang ingin menyerang si Putul. Pria setengah tua ini mengelus jenggotnya yang sudah dwi warna.“Anak muda, kami sebagai orang tua yang menjunjung tinggi kegagahan tentu tak sudi mengeroyokmu. Tapi alangkah baiknya, kamu tobat dan hentikan perbuatan jahatmu pada wanita-wanita yang sudah kamu gauli itu,” kata si orang tua ini, kembal beri nasehat buat remaja salah jalan ini.Pria setengah tua memang di juluki sebagai Pendekar Budiman dan nama aslinya adalah Ki Roja, karena orangnya selalu bijak dan setiap kata-katanya sering jadi rujukan para pendekar golongan putih.“Bangsat! Aku tak perlu kamu nasehati, kalau kalian memang punya nyali, majulah satu-satu, keroyok sekalian pun tak apa!” bentak si Putul yang malah malu tak terkira terus di nasehati.“Pendekar Budiman, biar aku yang bikin pecahkan kepalanya manusia tak tahu diri ini,” bentak seorang pendekar yang di juluki Pendekar Pemarah dan terkenal paling brangasan.Pendekar Bu
Kemudian...Bafin kembali gauli mereka bergantian kali ini giliran Nyai Larasyag dapat tumpahanlahar panasnya.Percumbuan ini lanjut di kamar istana dan berturut-turut mereka menerima limpahan lahar si pejantan beruntung ini.Andai Bafin tak memiliki tenaga dalam yang hebat, dia tentu akan kewalahan meladeni selir-selir jelitanya ini, yang makin lama makin candu dengan cumbuan yang ia berikan.Uniknya mereka tak pernah berebutan di layani Bafin, semuanya dengan sabar menunggu giiliran, dan semuanya juga selalu puas tak terkira.Bafin kini benar-benar menikmati menjadi seorang pangeran, siang malam ke 5 nya menerima lahar panas dari si pendekar tampan ini.Namun mereka tak melulu bercinta saja, Bafin pun tetap latih mereka ilmu silat sangat serius dan kadang keras, sehingga makin lama ke 5 selirnya ini makin sakti saja.Lama-lama mereka pun sepakat mengatur waktu, kapan bercinta dan kapan giat berlatih silat. Bafin juga lega, ke limanya ternyata berbakat sekali dengan jurus-jurus yang ia
Bafin iseng-iseng lalu ngintip kelakuan ke 5 orang wanita cantik ini, yang sedang bersemedi. “Dibuang sayang, di ambil jadi selir…bagaimana tanggapan Putri Melania kelak yaa?” batinnya lagi.Bafin tentu saja masih ingat janjinya dengan si putri cantik anak Pangeran Busu itu, untuk kelak akan kembali bersama. Dalam hatinya yang paling dalam, Bafin ingin seperti Pendekar Putul ayahnya, yang tak memiliki selir, hanya satu istri, yakni Putri Arumi, ayahnya setia dengan satu istri.Atau paman kakeknya Pangeran Boon Me yang juga hanya miliki 1 istri tanpa selir, padahal si paman kakeknya ini menurut cerita Pangeran Durga, saat muda sangat flamboyan."Tapi takluk dengan ibundaku, eh ayahmu juga sama, takluk dengan ibunda sambungmu itu," cerita Pangeran Durga dahulu.Tapi kalau ingat kakek buyutnya Prabu Japra, Bafin senyum sendiri, mendiang kakeknya yang sangat sakti dan berjuluk Pendekar Bukit Meratus itu miliki 4 permaisuri, juga kakeknya Prabu Harman di Kerajaan Hilir Sungai, memiliki 20
Langkah pertama melatih ke limanya, Bafin minta mereka bersemedi untuk mulai himpun tenaga sakti dalam tubuh mereka.Punggung ke 5 nya sengaja Bafin tepuk, untuk membuka aliran darah masing-masing. Kemudian mulailah Bafin beri mereka petunjuk dasar-dasar ilmu silat.Bafin ternyata tak main-main, bukan jurus ecek-ecek yang ia berikan, tapi langsung dasar ilmu silat Mega Halilintar yang hebat itu.Sehingga perjalanan mereka yang harusnya di tempuh dalam waktu 3 minggu, kini menjadi lama, sebab setiap hari usai sarapan, Bafin dengan serius melatih ke 5 nya ilmu silat, setelah capek, baru melanjutkan perjalanan lagi.Hasilnya terlihat setelah 1 bulan, tubuh ke 5 wanita cantik ini makin kuat, fisik mereka juga tak lagi lemah.Dan…tubuh-tubuh denok ini makin hari makin bikin puyeng kepala Bafin!Bahkan ke 5 nya ternyata punya bakat melatih jurus kaki ajaib, sehingga kini gerakan mereka tak lagi kaku, makin hari makin lincah dan trengginas.Jurus mega halilintar yang mereka latih setiap hari
Kini Bafin dengan sabar dengarkan kisah sedih kelima wanita cantik ini, secara bergantian mereka curhat segalanya dan bahkan soal yang paling pribadi sekalipun mereka ceritakan bergantian.Dan inilah yang bikin Bafin melongo, ternyata dari ke 5 orang ini, 4 orang masih perawan.Termasuk Nyai Laras, hanya Nyai Nyali yang sudah tidak, karena saat di culik gerombolan Ki Manyan, dia baru menikah selama 2 minggu dan sudah di gauli suaminya.“Itupun baru…3X kali tuan pendekar,” kata Nyai Nyali malu-malu, hingga Bafin senyum kecil.Beda dengan Nyai Laras, Nyai Meni, Nyai Puti dan Nyai Geni, di culik ketika baru saja melangsungkan pernikahan dan belum sempat bulan madu dengan suami masing-masing yang sudah tewas tersebut.Mereka sempat bergidik, saat acara ‘bercinta’ itu aslinya hanya permainan sihir belaka. Aslinya mereka seakan tidur saat itu, inilah yang membuat mereka rada-rada ngeri dengan Bafin, yang dikatakan Nyai Nyali, jangan-jangan Bafin ini jelmaan hantu gunung meratus.“Huss…ada-ad
Bafin kini menatap ratusan anak buah Ki Manyan yang tiba-tiba saja berlutut dan memberi hormat padanya, sekaligus mohon pengampunan.“Bangkitlah kalian semua, mulai hari ini kalian harus berhenti berbuat jahat, atau aku basmi kalian sama seperti Ki Manyan dan rekan-rekan kalian yang kini sudah tewas itu, kalau kelak bertemu aku lagi dan kalian masih tetap berbuat kejahatan!”Terdengar suara Bafin, kalem saja, tapi karena di sini sunyi dan tak ada yang berani bersuara, bahkan daun jatuh pun akan kedengaran saking sunyinya tempat ini.Bafin lalu perintahkan semuanya agar segera kuburkan mayat-mayat yang bergelimpangan ini.Tanpa membantah mereka semuanya bekerja cepat dan halaman ini pun kini terbebas dari mayat-mayat tersebut.Termasuk mayat Ki Manyan juga di kuburkan di bagian belakang rumah besar ini.Setelah semuanya beres, Bafin membebaskan mereka semua dan tanpa banyak cincong mereka serempak pamit dan meninggalkan rumah Ki Manyan.Aksi Pendekar Tanpa Bayangan ini sontak bikin gege
"Singgg....!" Bafin dengan kekuatan yang di milikinya langsung menangkis semua pedang lawan yang meluncur dekat sekali dengan dadanya, dia juga bergerak luar biasa cepatnya.Bafin mengelak ke kanan dan kiri, akan tetapi pedang musuh-musunya itu sudah membacok dari kiri dengan kecepatan kilat. Bafin lantas menggerakkan pedangnya menangkis.Terpaksa menangkis karena sejak tadi dia lebih banyak mengelak, tidak pernah mengadu senjata secara langsung, maklum bahwa ratusan pedang yang menghantamnya sangat kuat, apalagi mereka ini rata-rata miliki ke saktian tinggi.Apalagi 3 orang yang jadi orang kepercayaan Ki Manyan. Kini, karena tidak mungkin mengelak lagi, terpaksa dia menangkis. "Cringgg....!" Pedang di tangan Bafin mampu patahkan puluhan pedang lawannya.Lalu Bafin mengerahkan tenaga dalamnya dan berteriak ke arah lawan-lawannya yang terus menyerangnya dengan ganas.Pedangnya menyambar dengan cepatnya, menusuk ke arah lambung semua pengeroyoknya dengan kecepatan luar biasa.Terdengarl
“Hei kalian berlima, jangan ke asyikan, cepat bawa tubuh Pendekar Tanpa Bayangan, keluar!” bentak Ki Manyan tiba-tiba.Saat bersamaan…tiba-tiba kepala Bafin pusing dan…dia pun tergeletak lemas saat baru saja mencium perabotan Nyai Laras…!Nyai Laras tersenyum kecil, dia pun lalu bangkit dan segera berpakaian, juga ke 4 istri Ki Manyan lainnya turut berpakaian lagi, padahal rata-rata masih nanggung dan masi terus kepingin dipuaskan pejantan tangguh ini.Tapi teriakan mengguntur Ki Manyan dan malah Pendekar Tanpa Bayangan kini pingsan di antara paha Nyai Laras, membuat mereka bergegas berpakaian lagi. Bafin terlambat menyadari, kalau minuman yang di sodorkan Nyai Laras bercampur obat bius, yang biasa di gunakan untuk jinakan harimau ataupun gajah, efeknya bikin pingsan...!Namun karena Bafin memiliki tenaga dalam hebat, reaksi obat bius itu lama baru membuat pendekar sakti ini pingsan.Bafin yang telanjang bulat lalu di ikat dan hanya pasangi kolor. Lalu beramai-ramai mereka berlima
Bafin lalu di ajak Nyai Laras dan satu orang istri Ki Manyan untuk beristrahat di sebuah kamar yang cukup mewah dan harum.Keduanya sama cantiknya, kalau Nyai Laras tadi istri ke 3, si Nyai satu ini adalah istri ke 5 dan dikenalkan Nyai Laras dengan nama Nyai Meni dan usianya masih 17 tahunan. “Tuan pendekar kalau butuh apa saja, jangan sungkan ngomong dengan kami berdua,” kembali Nyai Laras yang supel ini dengan gaya memikat menatap pendekar mata biawak yang tak bisa melihat wanita cantik ini.Bafin senyum di kulum, seakan mengerti, agaknya keduanya saat ini mulai memancingnya ke arah yang lebih intim.Bafin bukanlah pemuda hijau, dia seorang pria berpengalaman dan kini dengan santai dia duduk di sisi ranjang empuk ini, sambil tetap lempar senyum memikatnya.“Kalian berdua, duduk dong ke sini…!” ajaknya santai.Tanpa ragu Bafin tepuk-tepuk tangannya ke kasur di kiri kanannya, seolah meminta keduanya duduk di sisinya.Nyai Laras dan Nyai Meni dengan malu-malu meong mengangguk dan kini
Tak lama kemudian, Bafin melihat salah satu penjaga ini masuk ke dalam dan saat keluar diiringi 5 wanita muda dan cantik-cantik, terperangah juga si mata biawak ini.“Tuan Pendekar Tanpa Bayangan, inilah istri-istri Ki Manyan, silahkan tuan kalau ingin bertanya soal kematian Ki Manyan tersebut.”Si penjaga tadi lalu kembali beri hormat dan permisi, untuk kembali bertugas di pagar depan rumah besar ini. Sebagai orang yang tahu adat, Bafin langsung memberikan penghormatan kepada ke 5 istri-istri Ki Manyan ini, apalagi ke limanya terlihat berpakaian serba putih, khas orang yang lagi berduka.Walaupun dalam hati sempat mikir juga, tumben Ki Manyan punya istri-istri yang denok-denok begini, mana muda-muda lagi, yang Bafin taksir paling usianya antara 18 sampai 22 tahunan.Padahal Bafin tak sadar, ke 5 juga kaget menatap pendekar yang sangat tampan dan masih muda yang tiba-tiba nongol ‘bertamu’ ke rumah mereka.Sebagai seorang flamboyan berpengalaman, sepintas melihat Bafin sudah bisa men