Home / Pendekar / Pendekar Bukit Meratus / Bab 314: Sepasang Pendekar Tahi Lalat

Share

Bab 314: Sepasang Pendekar Tahi Lalat

Author: mrd_bb
last update Last Updated: 2024-11-07 08:16:14
Sedangkan Pendekar Mabuk kini pakai kumis dan jenggot panjang, yang diambil dari rambutnya, lalu di beri perekat. Sehingga penampilan nya terlihat lebih tua beberapa tahun.

“Sempurna Bang, tapi ada yang kurang?” cetus Betani, hingga Pendekar Mabuk menatapnya.

“Hmm apa itu yang kurang Betani?” tanya Pendekar Mabuk.

“Kita harus ganti pakaian, masa begini pakaian kita, yang ada malah gagal penyamarannya,” sungut Betani, karena melihat Pendekar Mabuk tertawa-tawa melihat penampilannya yang berubah jadi wanita dewasa dengan tali lalat besar di pipi.

"Apaan sihh ketawa mulu dari tadi, apanya yang lucu, namanya juga nyamar, masa aku harus tampil bak putri raja," dengus Betani dan kembali mencebi, ciri khasnya yang tiba-tiba saja mengingatkan Pendekar Mabuk pada....Putri Kalia.

“Baiklah adikku yang cantik, tunggu sebentar di sini!” Pendekar Mabuk kedipkan mata, hingga Betani makin mencebi.

Tass…Pendekar Mabuk langsung menghilang dari pandangan Betani. Tak sampai 10 menitan Pendekar Mabuk sudah
mrd_bb

BERSAMBUNG

| 5
Locked Chapter
Continue Reading on GoodNovel
Scan code to download App

Related chapters

  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 315: Jurus Pedang Bayangan

    Pendekar Mabuk kini sudah berhadapan dengan Ki Anom dan Pendekar Codet sekaligus.Saat memandang pedang miliknya ada di pinggang Ki Anom, kemarahan sesaat berkobar di dada pendekar ini.Namun di saat itu pula, dia teringat dengan sebuah jurus yang tak sengaja dia dan Putri Kalia ciptakan, yakni jurus pedang bayangan.“Istriku…aku pinjam pedangmu dulu yaa, agaknya biar cepat, biarlah aku sekalian gunakan senjata saja,” kata pendekar ini, sambil kedipkan mata.“Bagus, tak perlu banyak basa-basa, heiii Ki Anom, Codet, cabut juga senjata kalian. Hadapi Pendekar Tahi Lalat ini sekaligus, jangan sungkan,” perintah Pendekar Halilintar, sambil duduk di sebuah kursi dan juga meja di depannya, yang disediakan anak buahnya.Putri Seruni dan Nya Aura juga ikutan duduk dan menyaksikan pertarungan ini. Mereka seolah sedang saksikan sebuah pertunjukan saja, juga terlihat Pendeta Suli, Sawon dan pendekar-pendekar golongan hitam lainnya, yang tak Pendekar Mabuk kenal.Hari sudah beranjak malam, bulan

    Last Updated : 2024-11-07
  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 316: Putri Seruni Curiga

    Merasa sudah cukup bermain-main, Pendekar Mabuk lalu kirim jurus kilat yang sangat dingin.Brasss….!Tubuh Ki Anom dan si Codet mendadak kaku, lalu dengan santainya, Pendekar Mabuk berjalan mendekati keduanya dan…telll…bukkk….!Jarinya menyentil dahi kedua tokoh tua golongan hitam ini bergantian, hingga keduanya terjengkang ke tanah, jatuh berdebuk kayak nangka masak.Keduanya pingsan dan kalah telak, oleh kelihaian Pendekar Mabuk. Andai tidak disaksikan Pendekar Gledek Cs, sudah gatal tangan Pendekar Mabuk kirim ke duanya pindah alam.Semuanya melongo, kaget dan takjub. Walapun gayanya setengah mabuk, tapi semua gerakan pendekar ini menunjukan kalau kedua tokoh hitam itu bukanlah lawannya.Plok…plok…plokkk, saking gembiranya Betani langsung bertepuk tangan dan Pendekar Mabuk kemudian beri hormat ke 3 penjuru.Hingga yang menonton lalu ikut-ikutan bertepuk tangan, sedangkan Ki Anom dan si Codet kini sudah di angkat anak buahnya ke dalam markas untuk di obati.Pendekar Gledek Cs baru te

    Last Updated : 2024-11-08
  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 317: Putri Seruni dan Betani Ternyata…!

    “Hmm…kamu jangan ngomong plintat-plintut, hayo ngaku siapa kamu dan suamimu itu sebenarnya?” Putri Seruni sudah pegang gagang pedangnya hingga Betani kaget juga. Tiba-tiba Betani mulai hapus penyamarannya, bahkan tahi lalat besar di pipinya dia copot, makin terbelalak lah mata indah Putri Seruni, setelah melihat wajah aslinya Putri Betani yang sangat cantik jeliat ini.“Kaka cantik banget, bola mata kaka seperti bintang kejora, kayaknya kaka cocok bersanding dengan Abang Boon Me! Soalnya dia tak suka aku, yang dibilangnya masih kanak-kanak, emank sih usiaku baru 16 tahun kurang 3 bulan,” ceplos Putri Betani lagi polos. Putri Seruni sampai mangap, sesaat tak bisa berkata-kata lagi.Betani yang secantik bidadari ini malah terus-terus memuji dirinya, padahal diapun terkagum-kagum menatap wajah Betani.“Jadi…astaga iya….jurusnya panas dan dingin, tak salah lagi, dialah si Pendekar Mabuk alias Boon Me!” ucap Putri Seruni dan menutup mulutnya, saking kagetnya.Tiba-tiba Putri Seruni men

    Last Updated : 2024-11-08
  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 318: Ratu Reswari Restui Alona dan Pangeran Harman

    Putri Seruni kini menghela nafas panjang. “Betani…pernahkah ayahanda prabu bercerita soal ibuku..?” Seruni kini malah balik bertanya.Tanpa di nyana Betani langsung menggangguk.“Ayahanda pernah bilang memiliki seorang istri, tapi berpisah dan sama sekali tak tahu istrinya itu hamil muda dan melahirkan kakak,” kata Betani apa adanya.“Ibunda…beliau terlalu keras hati adikku, dia maunya ayahanda kita ikuti kemauannya. Jelas tak mungkin…!” kata Seruni seolah menyayangkan kelakuan ibundanya, Nyi Aura.“Tadi…pertanyaanku belum di jawab, kenapa sih kakak dan bunda Nyi Aura mau bergabung dengan Pendekar Gledek untuk memberontak pada kerajaannya Pangeran Harman dan Ratu Reswari…?” desa Betani lagi.“Hmmm…adikku yang cerewet, tahukah kamu kalau Pendekar Gledek alias Pangeran Huti itu pamanku sendiri, juga paman Sawon, Pendekar Ulat Bulu yang mirip banci itu!”“Hahh…kok bisa ka, cerita donkk…?” sahut Betani spontan.Seruni geleng-geleng kepala, bertemu Betani yang notabene adik se-ayahnya ini

    Last Updated : 2024-11-08
  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 319: Bujuk Nyi Aura

    Pangeran Harman sangat gagah dengan seragam militernya, di sisinya Putri Alona juga tak kalah cantiknya.Sepintas keduanya merupakan sejoli yang sangat serasi…!Kadang keduanya salin tatap 'mesra' seakan saling menguatkan dan siap berperang tanpa rasa takut sediktpun.10 ribu pasukan terlatih yang di pimpin Pangeran Harman langsung bergerak ke lereng Pegunungan Meratus bagian Timur, yang menjadi markas pasukan kaum pemberontak.Tak main-main pasukan ini, selain sangat terlatih dan mempunyai seragam khusus, mereka juga sangat berpengalaman terjun dalam pertempuran-pertempuran besar.Inilah yang membuat kerajaan kecil yang di apit kerajaan Muara Sungai dan Kerajaan Loksana sangat di segani sampai saat ini.Keberangkatan pasukan besar ini mengundang kekaguman sekaligus pertanyaan rakyat Hilir Sungai, mereka heran mau perang kemana pasukan bersenjata lengkap ini.Bahkan mata-mata pasukan pemberontak sampai ngeri sendiri melihat pergerakan pasukan ini, dan mereka langsung lapor ke markas pe

    Last Updated : 2024-11-09
  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 320: Peperangan Seru

    Wajah Nyi Aura berubah-ubah, tak dia sangka Betani ini adik seayah putrinya, dan orang itu adalah mantan suaminya sendiri, yang sampai kini rasa cintanya tak pernah berubah.“Tidak bisa…aku tetap…!”Tiba-tiba kalimat Nyi Aura terhenti, saat terdengar bunyi terompet di kejauhan dan teriakan-teriakan yang menyebutkan npasukan Hilir Sungai tiba dan melakukan serbuan mendadak.Ini di luar prediksi Pendekar Gledek dan pasukannya, mereka awalnya mengira, pasukan Pangeran Harman akan tiba 1 mingguan lagi.Tanpa setahu siapapun, pasukan khusus ini kirim 2.500 pasukan pelopor yang di pimpin Temanggung Odol dan Jenderak Bugi, sebelum pasukan inti yang di pimpin Pangeran Harman tiba.Serbuan mendadak ini tentu saja bikin kelabakan pasukan pemberontak, yang tak menyangka begitu cepatnya pasukan ini datang.Tanpa berkata-kata lagi, Nyi Aura seolah terbang meninggalkan ke 4 orang ini.“Aduhh bagaimana ini ka Seruni, bibi Aura tetap ngotot…?” seru Betani khawatir bukan main.“Aku akan jaga bibi Aura

    Last Updated : 2024-11-09
  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 321: Prabu Japra Muncul Tiba-tiba

    “Kamu…!’ bentak Pendekar Gledek yang sudah bangkit sambil memusut darah yang keluar dari sela bibirnya.“Kalian bertiga di mana-mana hanya bikin ke onaran, kali ini aku tak akan beri ampun lagi! Baginda Pangeran, aturlah pasukan baginda, biar 3 orang ini bagianku,” seru Pendekar Mabuk.“Baik Boon Me hati-hati,” sahut Pangeran Harman, dia lalu melompat dan berteriak atur lagi pasukannya, di bantu komandan—komandan perangnya yang lain.Pendekar Mabuk lalu lempar botol araknya yang sudah habis ke arah Ki Anom, akibatnya si tua ini kelabakan menangkis, tapi saat juga datang serangan luar biasa dinginnya menerpa dia dan si Codet.Secara hebat, Pendekar Mabuk rampas pedang miliknya yang berada di pinggang Ki Anom.Tass….pedang ini lalu meluncur deras mengejar leher Ki Anom, baiknya si tua ini langsung bersalto luar biasa cepatnya.Lehernya selamat dari tebasan pedang yang sangat dingin dan cepat ini. Keringat dingin sampai keluar dari dahinya, hampir saja kepalanya melayang.Hebatnya saat it

    Last Updated : 2024-11-09
  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 322: Seni Taklukan Istri yang Marah

    Di sebuah bukit tinggi yang menghadap ke arah Kotaraja Muara Sungai, burung rajawali ini menukik lalu turun dan hinggap di tanah datar.Burung raksasa ini makan dengan lahap ikan dan ular yang disediakan untuknya sampai kenyang.Lalu dia mendekam menonton ulah tuannya, Prabu Japra dan Nyi Aura.Prabu Japra menurunkan tubuh Nyi Aura pelan-pelan lalu sekali usap, tubuh pingsan wanita yang tetap cantik ini langsung sadar.Prabu Japra hanya duduk sambil memandang ‘mantan’ istrinya ini dengan senyum di kulum.Begitu sadar, sumpah serapah dan bahasa binatang pun keluar dari mulut wanita cantik ini, yang di sebut malah makin lebar senyumnya.Alih-alih marah, Prabu Japra malah terus mendengarkan wanita ini marah-marah. Benar-benar pria matang luar dalam.“Sudah habis uneg-unenya sayang…?” tanya Prabu Japra tetap kalem da wajah tenang, sifat romantisnya tak berubah. Nyi Aura kehabisan kata-katanya, akhirnya dia hanya melengus saja.Sebutan 'sayang' seolah es kutub utara yang bikin hatinya diam-

    Last Updated : 2024-11-10

Latest chapter

  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 576: 5 Bidadari Lembah Iblis

    Kemudian...Bafin kembali gauli mereka bergantian kali ini giliran Nyai Larasyag dapat tumpahanlahar panasnya.Percumbuan ini lanjut di kamar istana dan berturut-turut mereka menerima limpahan lahar si pejantan beruntung ini.Andai Bafin tak memiliki tenaga dalam yang hebat, dia tentu akan kewalahan meladeni selir-selir jelitanya ini, yang makin lama makin candu dengan cumbuan yang ia berikan.Uniknya mereka tak pernah berebutan di layani Bafin, semuanya dengan sabar menunggu giiliran, dan semuanya juga selalu puas tak terkira.Bafin kini benar-benar menikmati menjadi seorang pangeran, siang malam ke 5 nya menerima lahar panas dari si pendekar tampan ini.Namun mereka tak melulu bercinta saja, Bafin pun tetap latih mereka ilmu silat sangat serius dan kadang keras, sehingga makin lama ke 5 selirnya ini makin sakti saja.Lama-lama mereka pun sepakat mengatur waktu, kapan bercinta dan kapan giat berlatih silat. Bafin juga lega, ke limanya ternyata berbakat sekali dengan jurus-jurus yang ia

  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 575: Pangeran dan 5 Selir

    Bafin iseng-iseng lalu ngintip kelakuan ke 5 orang wanita cantik ini, yang sedang bersemedi. “Dibuang sayang, di ambil jadi selir…bagaimana tanggapan Putri Melania kelak yaa?” batinnya lagi.Bafin tentu saja masih ingat janjinya dengan si putri cantik anak Pangeran Busu itu, untuk kelak akan kembali bersama. Dalam hatinya yang paling dalam, Bafin ingin seperti Pendekar Putul ayahnya, yang tak memiliki selir, hanya satu istri, yakni Putri Arumi, ayahnya setia dengan satu istri.Atau paman kakeknya Pangeran Boon Me yang juga hanya miliki 1 istri tanpa selir, padahal si paman kakeknya ini menurut cerita Pangeran Durga, saat muda sangat flamboyan."Tapi takluk dengan ibundaku, eh ayahmu juga sama, takluk dengan ibunda sambungmu itu," cerita Pangeran Durga dahulu.Tapi kalau ingat kakek buyutnya Prabu Japra, Bafin senyum sendiri, mendiang kakeknya yang sangat sakti dan berjuluk Pendekar Bukit Meratus itu miliki 4 permaisuri, juga kakeknya Prabu Harman di Kerajaan Hilir Sungai, memiliki 20

  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 574: Minta Jadi Selir

    Langkah pertama melatih ke limanya, Bafin minta mereka bersemedi untuk mulai himpun tenaga sakti dalam tubuh mereka.Punggung ke 5 nya sengaja Bafin tepuk, untuk membuka aliran darah masing-masing. Kemudian mulailah Bafin beri mereka petunjuk dasar-dasar ilmu silat.Bafin ternyata tak main-main, bukan jurus ecek-ecek yang ia berikan, tapi langsung dasar ilmu silat Mega Halilintar yang hebat itu.Sehingga perjalanan mereka yang harusnya di tempuh dalam waktu 3 minggu, kini menjadi lama, sebab setiap hari usai sarapan, Bafin dengan serius melatih ke 5 nya ilmu silat, setelah capek, baru melanjutkan perjalanan lagi.Hasilnya terlihat setelah 1 bulan, tubuh ke 5 wanita cantik ini makin kuat, fisik mereka juga tak lagi lemah.Dan…tubuh-tubuh denok ini makin hari makin bikin puyeng kepala Bafin!Bahkan ke 5 nya ternyata punya bakat melatih jurus kaki ajaib, sehingga kini gerakan mereka tak lagi kaku, makin hari makin lincah dan trengginas.Jurus mega halilintar yang mereka latih setiap hari

  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 573: Nya Laras Cs Ingin Ikut

    Kini Bafin dengan sabar dengarkan kisah sedih kelima wanita cantik ini, secara bergantian mereka curhat segalanya dan bahkan soal yang paling pribadi sekalipun mereka ceritakan bergantian.Dan inilah yang bikin Bafin melongo, ternyata dari ke 5 orang ini, 4 orang masih perawan.Termasuk Nyai Laras, hanya Nyai Nyali yang sudah tidak, karena saat di culik gerombolan Ki Manyan, dia baru menikah selama 2 minggu dan sudah di gauli suaminya.“Itupun baru…3X kali tuan pendekar,” kata Nyai Nyali malu-malu, hingga Bafin senyum kecil.Beda dengan Nyai Laras, Nyai Meni, Nyai Puti dan Nyai Geni, di culik ketika baru saja melangsungkan pernikahan dan belum sempat bulan madu dengan suami masing-masing yang sudah tewas tersebut.Mereka sempat bergidik, saat acara ‘bercinta’ itu aslinya hanya permainan sihir belaka. Aslinya mereka seakan tidur saat itu, inilah yang membuat mereka rada-rada ngeri dengan Bafin, yang dikatakan Nyai Nyali, jangan-jangan Bafin ini jelmaan hantu gunung meratus.“Huss…ada-ad

  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 572: Lima Gundik yang Menggoda

    Bafin kini menatap ratusan anak buah Ki Manyan yang tiba-tiba saja berlutut dan memberi hormat padanya, sekaligus mohon pengampunan.“Bangkitlah kalian semua, mulai hari ini kalian harus berhenti berbuat jahat, atau aku basmi kalian sama seperti Ki Manyan dan rekan-rekan kalian yang kini sudah tewas itu, kalau kelak bertemu aku lagi dan kalian masih tetap berbuat kejahatan!”Terdengar suara Bafin, kalem saja, tapi karena di sini sunyi dan tak ada yang berani bersuara, bahkan daun jatuh pun akan kedengaran saking sunyinya tempat ini.Bafin lalu perintahkan semuanya agar segera kuburkan mayat-mayat yang bergelimpangan ini.Tanpa membantah mereka semuanya bekerja cepat dan halaman ini pun kini terbebas dari mayat-mayat tersebut.Termasuk mayat Ki Manyan juga di kuburkan di bagian belakang rumah besar ini.Setelah semuanya beres, Bafin membebaskan mereka semua dan tanpa banyak cincong mereka serempak pamit dan meninggalkan rumah Ki Manyan.Aksi Pendekar Tanpa Bayangan ini sontak bikin gege

  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 571: Pendekar Tanpa Bayangan Beraksi

    "Singgg....!" Bafin dengan kekuatan yang di milikinya langsung menangkis semua pedang lawan yang meluncur dekat sekali dengan dadanya, dia juga bergerak luar biasa cepatnya.Bafin mengelak ke kanan dan kiri, akan tetapi pedang musuh-musunya itu sudah membacok dari kiri dengan kecepatan kilat. Bafin lantas menggerakkan pedangnya menangkis.Terpaksa menangkis karena sejak tadi dia lebih banyak mengelak, tidak pernah mengadu senjata secara langsung, maklum bahwa ratusan pedang yang menghantamnya sangat kuat, apalagi mereka ini rata-rata miliki ke saktian tinggi.Apalagi 3 orang yang jadi orang kepercayaan Ki Manyan. Kini, karena tidak mungkin mengelak lagi, terpaksa dia menangkis. "Cringgg....!" Pedang di tangan Bafin mampu patahkan puluhan pedang lawannya.Lalu Bafin mengerahkan tenaga dalamnya dan berteriak ke arah lawan-lawannya yang terus menyerangnya dengan ganas.Pedangnya menyambar dengan cepatnya, menusuk ke arah lambung semua pengeroyoknya dengan kecepatan luar biasa.Terdengarl

  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 570: Bafin di Gorok...?

    “Hei kalian berlima, jangan ke asyikan, cepat bawa tubuh Pendekar Tanpa Bayangan, keluar!” bentak Ki Manyan tiba-tiba.Saat bersamaan…tiba-tiba kepala Bafin pusing dan…dia pun tergeletak lemas saat baru saja mencium perabotan Nyai Laras…!Nyai Laras tersenyum kecil, dia pun lalu bangkit dan segera berpakaian, juga ke 4 istri Ki Manyan lainnya turut berpakaian lagi, padahal rata-rata masih nanggung dan masi terus kepingin dipuaskan pejantan tangguh ini.Tapi teriakan mengguntur Ki Manyan dan malah Pendekar Tanpa Bayangan kini pingsan di antara paha Nyai Laras, membuat mereka bergegas berpakaian lagi. Bafin terlambat menyadari, kalau minuman yang di sodorkan Nyai Laras bercampur obat bius, yang biasa di gunakan untuk jinakan harimau ataupun gajah, efeknya bikin pingsan...!Namun karena Bafin memiliki tenaga dalam hebat, reaksi obat bius itu lama baru membuat pendekar sakti ini pingsan.Bafin yang telanjang bulat lalu di ikat dan hanya pasangi kolor. Lalu beramai-ramai mereka berlima

  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 569: 5 Vs 1 di Rumah Ki Manyan

    Bafin lalu di ajak Nyai Laras dan satu orang istri Ki Manyan untuk beristrahat di sebuah kamar yang cukup mewah dan harum.Keduanya sama cantiknya, kalau Nyai Laras tadi istri ke 3, si Nyai satu ini adalah istri ke 5 dan dikenalkan Nyai Laras dengan nama Nyai Meni dan usianya masih 17 tahunan. “Tuan pendekar kalau butuh apa saja, jangan sungkan ngomong dengan kami berdua,” kembali Nyai Laras yang supel ini dengan gaya memikat menatap pendekar mata biawak yang tak bisa melihat wanita cantik ini.Bafin senyum di kulum, seakan mengerti, agaknya keduanya saat ini mulai memancingnya ke arah yang lebih intim.Bafin bukanlah pemuda hijau, dia seorang pria berpengalaman dan kini dengan santai dia duduk di sisi ranjang empuk ini, sambil tetap lempar senyum memikatnya.“Kalian berdua, duduk dong ke sini…!” ajaknya santai.Tanpa ragu Bafin tepuk-tepuk tangannya ke kasur di kiri kanannya, seolah meminta keduanya duduk di sisinya.Nyai Laras dan Nyai Meni dengan malu-malu meong mengangguk dan kini

  • Pendekar Bukit Meratus   Bab 568: Istri-istri Cantik Ki Manyan

    Tak lama kemudian, Bafin melihat salah satu penjaga ini masuk ke dalam dan saat keluar diiringi 5 wanita muda dan cantik-cantik, terperangah juga si mata biawak ini.“Tuan Pendekar Tanpa Bayangan, inilah istri-istri Ki Manyan, silahkan tuan kalau ingin bertanya soal kematian Ki Manyan tersebut.”Si penjaga tadi lalu kembali beri hormat dan permisi, untuk kembali bertugas di pagar depan rumah besar ini. Sebagai orang yang tahu adat, Bafin langsung memberikan penghormatan kepada ke 5 istri-istri Ki Manyan ini, apalagi ke limanya terlihat berpakaian serba putih, khas orang yang lagi berduka.Walaupun dalam hati sempat mikir juga, tumben Ki Manyan punya istri-istri yang denok-denok begini, mana muda-muda lagi, yang Bafin taksir paling usianya antara 18 sampai 22 tahunan.Padahal Bafin tak sadar, ke 5 juga kaget menatap pendekar yang sangat tampan dan masih muda yang tiba-tiba nongol ‘bertamu’ ke rumah mereka.Sebagai seorang flamboyan berpengalaman, sepintas melihat Bafin sudah bisa men

Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status