Home / Fantasi / Penakluk Sihir Iblis / Tingkah Kekanakan Dua Ketua Sekte

Share

Tingkah Kekanakan Dua Ketua Sekte

Author: Aspasya
last update Huling Na-update: 2025-02-17 19:00:30

Pasangan kultivasi tidak sesederhana pasangan konvensional. Mereka bukanlah sekadar entitas yang terikat dalam perjodohan atau romansa biasa. Ini adalah hubungan yang mendalam, seimbang dalam setiap elemen, tanpa membedakan gender, dan seringkali penuh dengan perjuangan serta konsekuensi yang tak terduga. Begitulah yang tengah dibicarakan oleh Wúshuāng Jian Shèng, Yīnlǜ Shengzhe, dan He Yun Dàshī, tiga sosok yang memiliki kedalaman jiwa dalam dunia yang penuh dengan kekuatan, misteri, dan tradisi kuno.

"Pasangan kultivasi memang solusi terbaik untuk mereka berdua," ujar He Yun Dàshī dengan suara tegas, namun matanya mengandung keraguan. "Namun, di sisi lain, itu akan menimbulkan kecurigaan dan kewaspadaan. Terutama dari pihak Kekaisaran."

"Itu benar," sahut Yīnlǜ Shengzhe dengan nada lebih santai, seolah-olah segala hal ini sudah biasa baginya. "Dan tidak bisa kita hindari lagi," lanjutnya, kemudian menghirup secangkir teh dengan perlahan.

"Aku lebih memil
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Kaugnay na kabanata

  • Penakluk Sihir Iblis    Hukuman Lagi

    Tiānyin tetap bergeming, mengabaikan keluhan Huànyǐng. Pemuda bermata ungu itu harus menyalin sejarah Kekaisaran Bìxiāo sambil berdiri terbalik. Sebuah hukuman yang tidak hanya menguji ketahanan fisik, tetapi juga kesabarannya. Sudah beberapa hari ia menjalani hukuman di Zǐténg Jū akibat ulahnya kabur dari Kediaman Aroma Wisteria untuk bersenang-senang di kota Lanyin.Itu pelanggaran berat. Terlebih lagi, dia menyeret serta Jian Lei, Ling Qingyu, dan Yāo Ming. Ketiganya kini tengah menyalin prinsip-prinsip Sekte Musik Abadi di perpustakaan sebagai bentuk hukuman. Namun, karena Huànyǐng dianggap sebagai biang kerok kekacauan itu, hukumannya jauh lebih berat. Berdiri terbalik dan bersusah payah menulis dengan rapi, sementara Yue Tiānyin mengawasinya tanpa sedikit pun rasa iba."Yue Èr Gēge!" Huànyǐng berseru lagi, mencoba menarik perhatian.Tiānyin tetap tidak menanggapi. Alih-alih, dia mengeluarkan guqin dari kantong pundi dimensi dan mulai memetik senarnya

    Huling Na-update : 2025-02-17
  • Penakluk Sihir Iblis    Bertemu Baili Yunhua Lagi Di Jiǔ Yīn Gé

    Hari-hari berlalu dengan cepat, dan tanpa terasa, dua bulan pun terlewati. Festival Harmoni Musim Semi akhirnya tiba. Acara tahunan ini diadakan di Jiǔ Yīn Gé, Paviliun Sembilan Nada. Sebuah tempat tertinggi di Lembah Wisteria, tersembunyi di balik pepohonan kuno yang menjuntai seperti tirai ungu alami."Dà Jiě, tempat ini sangat indah!" seru Huànyǐng penuh kagum.Bukan hanya dirinya, tetapi hampir semua murid tamu yang baru pertama kali datang pun terpana. Di sekeliling mereka, pohon-pohon wisteria tua sedang berbunga lebat. Kelopak ungunya berguguran ditiup angin lembut, berpadu dengan harum manis bunga liar yang tumbuh liar di sepanjang jalan setapak. Suara gemericik air terjun menggema di kejauhan, kabut tipis berwarna ungu melayang di udara, menambah kesan mistis dan menawan pada Jiǔ Yīn Gé. Dari tempat ini, Kota Lanyin terlihat seperti lukisan di bawah sana, sementara di kejauhan, Hēi Hú membentang dengan permukaannya yang sehitam tinta."Kenapa rama

    Huling Na-update : 2025-02-18
  • Penakluk Sihir Iblis    Denting Guqin yang Menyembunyikan Rahasia

    Denting guqin dan guzheng berpadu dengan tiupan seruling, gesekan erhu, serta petikan pipa, menciptakan harmoni yang mengalun merdu di Jiǔ Yīn Gé. Alunan musik itu seakan menyatu dengan semilir angin musim semi yang membawa aroma wisteria dan dupa cendana. Menghangatkan hati setiap tamu yang menghadiri Festival Harmoni Musim Semi Sekte Musik Abadi."Sungguh menyejukkan hati dan jiwa," gumam Qing Yǔjiā perlahan. Jemarinya dengan lembut menyentuh kelopak wisteria yang menjuntai dari pergola, lalu mendekatkannya ke hidungnya, menghirup aroma lembut bunga itu. Di sisinya, sang adik, Qing Héng Zhì, berjalan dengan langkah tenang, matanya menelusuri keindahan sekeliling mereka."Jiě, apakah menurutmu rumor itu benar?" tanya Qing Héng Zhì dengan suara pelan, seolah takut seseorang mendengar."Rumor yang mana?" Qing Yǔjiā menoleh padanya, ekspresinya tetap lembut. Namun, ada ketajaman tersembunyi dalam sorot matanya."Muse, Amulet Es Hitam, Tuju

    Huling Na-update : 2025-02-18
  • Penakluk Sihir Iblis    Keputusan Yang Disesali Di Masa Depan

    Huànyǐng duduk tenang di gazebo, membiarkan angin sepoi-sepoi membawa melodi halus dari Jiǔ Yīn Gé. Musik yang dimainkan begitu lembut, mengalun seperti untaian embun yang jatuh satu per satu dari dedaunan. Di hadapannya, aneka kudapan tersaji dalam keranjang bambu. Sementara di tangannya, segumpal gula-gula kapas putih diputar-putarnya dengan santai.Baili Yunhua duduk di sampingnya. Huànyǐng menyeringai kecil, menggigit sedikit gula-gula kapas sebelum bertanya, "Jiějie, apakah benar kau akan menikah?"Baili Yunhua sedikit tersentak. "Dari mana Dìdi tahu berita itu?" tanyanya, alisnya terangkat tipis."Héxié Zhìzūn yang memberitahuku, Jiě," sahut Huànyǐng ringan, mengangkat bahu seolah itu bukan hal besar.Baili Yunhua menghela napas pelan lalu mengangguk. "Ah, begitu…" Suaranya terdengar mengerti. Wajar jika Héxié Zhìzūn mengetahui rencana pernikahannya—sesuai adat dan prinsip Klan Yue, harus ada perwakilan dari Ketua Klan saat menerima keluarga

    Huling Na-update : 2025-02-18
  • Penakluk Sihir Iblis    Apa Kau Tulus Melakukannya?

    Festival Harmoni telah berakhir, meninggalkan Jiǔ Yīn Gé dalam ketenangan yang perlahan kembali ke asalnya. Alunan musik dan aroma dupa yang sempat memenuhi udara kini menghilang, berganti dengan keharuman wisteria yang samar terbawa angin malam. Kediaman Aroma Wisteria kembali menutup gerbangnya untuk umum. Hanya beberapa murid tamu dari Sekte Musik Abadi yang masih bertahan, enggan beranjak dari ketenangan tempat ini.Di antara mereka, Tiānyin melangkah pelan di jalan berbatu, menyusuri Jiǔ Yīn Gé yang mulai lengang. Cahaya lentera gantung berpendar redup di sela-sela cabang pohon, menciptakan bayangan yang menari di tanah. Dia mencari Huànyǐng—pemuda itu seharusnya menunggunya, tetapi kini entah ke mana perginya.Akhirnya, Tiānyin menemukannya di sudut Jiǔ Yīn Gé yang sunyi."Jian Yi." Suara Tiānyin terdengar tenang, nyaris seperti bisikan yang melebur dengan desir angin.Huànyǐng tak menjawab. Dia tertidur, bersandar di batang wisteria tua den

    Huling Na-update : 2025-02-19
  • Penakluk Sihir Iblis    Kenangan Persahabatan di Kediaman Aroma Wisteria

    "Huànyǐng, apa kau sudah berpamitan pada Yue Èr Gōngzǐ?" Jian Xia bertanya dengan lembut pada sang adik.Jian Xia tengah merapikan barang-barang mereka dengan cermat. Besok pagi mereka akan meninggalkan Kediaman Aroma Wisteria dan melanjutkan perjalanan ke Tiānyá Shān, di Pegunungan Lingxiao. Cahaya lentera berpendar lembut, menciptakan bayangan samar di dinding kayu. Sementara semilir angin malam membawa aroma bunga wisteria yang khas. Mengingatkan mereka pada waktu-waktu yang telah berlalu di tempat ini.Huànyǐng menggelengkan kepalanya. Bibirnya mencebik, seolah tengah merajuk. "Jiějie, aku dilarang menemuinya," keluhnya dengan nada memelas."Bukan dilarang! Dia tidak mau menemuimu!" Jian Lei menyahut asal saja. Pemuda itu sengaja menggoda sang adik."Lei! Bukan begitu! Dia akan memulai kultivasi tertutup hingga tiga bulan ke depan!" Huànyǐng membantah dengan tegas. Karena memang itulah yang dikatakan Tiānyin padanya malam itu.

    Huling Na-update : 2025-02-19
  • Penakluk Sihir Iblis    Janji Dan Sumpah di Bawah Langit Nirwana

    Huànyǐng melompati batu-batu yang berserakan di tengah sungai, gerakannya secepat bayangan yang menari di atas air. Kabut pagi masih menyelimuti permukaan sungai, menciptakan kilauan samar di bawah sinar mentari yang mulai meninggi. Di kejauhan, denting senar guqin terdengar. Melodi lembut yang berbaur dengan gemuruh air terjun.Sejak fajar, ia sudah bersiap untuk berpamitan pada Tiānyin. Namun, He Yun Dàshī hanya memberitahu bahwa pemuda itu telah memasuki meditasi di Shuǐyùn Tíng dan tidak dapat ditemui.“Tapi dia masih memetik guqin-nya. Dia belum bermeditasi,” gumam Huànyǐng. Matanya menatap lurus ke arah air terjun yang menjulang di hadapannya.Ia tidak bisa pergi tanpa mengucapkan satu patah kata pun. Dengan satu tarikan napas, tubuhnya melesat melintasi sungai, menuju air terjun. Ia terpaksa menerobos Zǐténg Jū dan Sungai Ungu Gelap untuk mencapai kediaman pribadi Yue Tiānyin, Shuǐyùn Tíng. Sejak beberapa hari lalu, tempat itu telah disegel oleh He

    Huling Na-update : 2025-02-19
  • Penakluk Sihir Iblis    Meninggalkan Kediaman Aroma Wisteria

    Huànyǐng sekali lagi menoleh, menatap dua pilar putih dan tangga batu di belakangnya yang dipayungi pohon-pohon wisteria yang tengah berbunga lebat. Kelopak-kelopak ungu muda berguguran diterpa angin, menari di udara sebelum jatuh perlahan ke tanah berbatu. Ada perasaan enggan sekaligus senang yang bercampur di dalam hatinya. Kediaman Aroma Wisteria telah mencuri hatinya—meninggalkan jejak yang tak kalah dalam dari kenangannya akan Teluk Laut Biru."Huànyǐng, ayo!" Jian Lei menggenggam lengannya dengan lembut, suaranya sarat pengertian. Dia tahu betul adiknya tidak ingin pergi—terutama karena seseorang yang dinantikannya tidak juga menampakkan diri. "Dia akan menyusul setelah enam bulan. Jangan memasang tampang sedih seperti itu. Kau berubah jelek, tahu!" Lei mencubit hidung adiknya, menggoda dengan nada ceria."Lei!" Huànyǐng berseru kesal. Dia menghentakkan kaki sebelum mengguncang lengan kakaknya dengan penuh rajukan. Dadanya terasa sesak karena tidak dapat meli

    Huling Na-update : 2025-02-20

Pinakabagong kabanata

  • Penakluk Sihir Iblis    Melodi Guqin dan Siulan di Tengah Kekacauan

    "Yuè Èr Gōngzǐ," bisik Jian Wei, suaranya tenggelam dalam gemuruh angin lembah, saat denting guqin yang melengking jernih semakin memenuhi pendengaran.Di tengah kabut, seorang pemuda berjubah putih, Yuè Tiānyin, melayang anggun di udara. Sinar matahari yang terang memantul pada guqin-nya, membuatnya berkilauan indah. Dengan gerakan halus, jemari Tiānyin menari di atas senar guqin, mengendalikan alunan melodi yang memancar dari alat musik itu. Setiap denting senar memancarkan aura magis, seakan mantra yang menyegel roh-roh liar yang mengamuk tak terkendali. "Chénxī!" seru Huànyǐng, matanya yang ungu berbinar-binar penuh kekaguman. "Lihatlah, Huànyǐng Xiōng! Yuè Èr Gōngzǐ memang tampan dan berbakat! Tidak ada seorang pun yang bisa menandinginya!"Líng Qingyu, yang entah sejak kapan telah berada di sisi Huànyǐng, mengangguk setuju dengan tatapan kagum yang tak disembunyikan. Mereka berdua terpaku menatap Tiānyin yang dengan khidmat memainkan guqin-nya. Seme

  • Penakluk Sihir Iblis    Teknik Pemanggil Seribu Roh

    Dentingan lonceng menggema samar di telinga Jian Wei. Suara itu bergema di antara riuh rendah pekikan panik, gemuruh langkah kaki, dan desir angin yang membawa hawa asing. Ia menajamkan pendengarannya, memastikan sumber suara tersebut. "Da Gē! Lihat itu!" Tiba-tiba Jian Xuě berseru, mengalihkan perhatiannya. Jian Wei sontak mengangkat kepala. Langit yang tadinya terbuka kini dipenuhi pusaran energi berbentuk lingkaran. Partikel bercahaya keperakan berputar di udara, memancarkan kilauan ganjil. "Sial!" Jian Wei menggeram, kedua tangannya mengepal erat. Matanya berkilat, menatap adik-adiknya dan anggota sekte lainnya. "A Xuě, lindungi Huànyǐng! Jangan biarkan dia terpengaruh oleh roh-roh di sekitarnya!" "Baik, Da Gē!" Jian Xuě tak ragu sedikit pun. Ia segera berdiri di depan Huànyǐng dengan Xuě terhunus, siap menghadapi apa pun yang datang. "Lei, siapkan Líng Qì Wǎng! Jian Xia, terus pantau situa

  • Penakluk Sihir Iblis    Menangkap Bīng Wù Niǎo

    "Target utama kita adalah roh yang sudah kita kunci tadi. Setelah itu kita bisa berburu roh lain di zona yang sudah terbuka," jelas Jian Wei sembari melompat ke depan gua yang tersembunyi di celah tebing es yang menjulang tinggi. Sinar matahari siang memantul di permukaan es, menciptakan kilauan tajam seperti pecahan kaca."A Xue, ayo kita gunakan Xiáng Líng Zhèn untuk menangkap Xuě Láng Wang!" serunya pada Jian Xuě."Baik, Da Gē!" Jian Xuě menyusul, melompat ringan ke depan gua."Gunakan energi es, kau bisa menggabungkannya dengan energi es milik Huànyǐng," saran Jian Wei.Jian Xuě mengangguk mantap, lalu mulai menggambar pola formasi lingkaran dengan elemen energi es di udara. Garis-garis bersinar biru keperakan muncul di udara, membentuk corak rumit yang berpendar lembut. Begitu formasi selesai, ia menyegelnya dan mengarahkannya ke dalam gua. Dari dalam terdengar geraman marah, berat dan bergema, mengguncang lapisan es di sekitar mereka.

  • Penakluk Sihir Iblis    Bersiap Untuk Babak Kedua Perburuan Roh

    Jian Wei memimpin mereka mendekati lokasi jejak roh terdekat. Langkah-langkah mereka nyaris tak bersuara, seolah menyatu dengan hembusan angin dingin yang menyelusup di antara celah-celah tebing. Beberapa roh dikenal sangat peka terhadap suara, bahkan sekadar desir angin pun bisa membangkitkan kewaspadaan mereka."A Xue, gunakan Bīng Suǒ Shù untuk memperlambat pergerakannya," bisiknya lirih. "Jejak energinya akan lebih lama bertahan dan memudahkan kita melacaknya."Jian Xuě tanpa ragu menghunus pedangnya, Bīng Xīn Shèng Jiàn, pedang suci hati es yang berkilauan di bawah cahaya samar. Dengan satu gerakan ringan, udara di sekitar mereka mendadak terasa jauh lebih dingin. Teknik Bīng Suǒ Shù pun dilepaskan, menciptakan embusan es yang membekukan area sekitar tanpa menimbulkan suara."Dia masih berada di dalam gua sempit itu," ucap Jian Xuě pelan.Jian Wei mengangguk. "Baiklah! Kita harus segera menguncinya!" ujarnya, tetap dalam bisikan. Ia menoleh k

  • Penakluk Sihir Iblis    Zona Tiān Bīng Yá

    Tiān Bīng Yá, Tebing Langit EsTebing Langit Es adalah salah satu lokasi paling ekstrem di Shén Wù Gǔ. Kabut putih pekat menyelimuti tempat ini, bercampur dengan serpihan es kecil yang melayang di udara, menciptakan suasana dingin dan penuh misteri. Angin berembus kencang, membawa butiran salju yang berputar-putar sebelum akhirnya jatuh membentuk lapisan putih tebal di sepanjang permukaan tebing.Di tengah pemandangan yang memukau sekaligus mematikan ini, Huànyǐng dan saudara-saudaranya berdiri dalam balutan mantel tebal, berusaha menahan hawa menusuk yang merasuk hingga ke tulang."Wow! Dingin sekali!" Seruan itu terdengar dari beberapa orang yang segera mengerahkan energi spiritual mereka untuk menstabilkan suhu tubuh. Namun, meski telah mengenakan pakaian hangat dan melindungi diri dengan energi, hawa dingin di Tebing Langit Es tetap menggigit.Huànyǐng menengadah, menatap tebing-tebing yang menjulang tinggi di hadapannya. Permukaannya yang ter

  • Penakluk Sihir Iblis    Bayang-bayang Heibing Hùfú di Perburuan Roh

    Di panggung kehormatan yang menjulang di atas arena perburuan, angin berembus lembut, membawa aroma teh dan arak yang disajikan dalam poci giok. Cahaya matahari yang menyaring dari sela-sela tirai sutra tipis menerangi wajah para tamu kehormatan—para ketua sekte, pemimpin klan, tetua berpengaruh, serta pejabat kekaisaran. Dan tentu saja, di pusat segala perhatian, duduk dengan tenang Kaisar Jìng Yǔhàn, mengenakan jubah kebesaran berwarna hitam keemasan yang memancarkan wibawa.Sementara para peserta perburuan bergegas ke zona pelacakan, para tamu berbincang dengan santai, sesekali menyesap teh atau arak hangat dari cawan mereka."Yīnlǜ Shengzhe, sudah lama dirimu tidak menghadiri Perburuan Roh. Apakah ada sesuatu yang membuatmu tertarik kali ini?" tanya seorang ketua klan dengan nada penuh rasa ingin tahu.Pria yang dipanggil Yīnlǜ Shengzhe itu hanya tersenyum tipis. Garis ketampanannya jelas menurun pada kedua putranya, tetapi ekspresi tenangnya membuatny

  • Penakluk Sihir Iblis    Babak Pelacakan Roh

    Perburuan Roh Musim Gugur dimulai. Seperti tradisi setiap tahunnya, ada tiga babak yang harus dilalui para peserta sebelum meraih kemenangan dan hadiah istimewa yang selalu dinantikan."Pelacakan, pertempuran strategi, dan penangkapan akhir adalah tiga babak dalam Perburuan Roh. Kita harus melewati babak pelacakan terlebih dahulu sebelum bisa menghadapi tantangan berikutnya," jelas Jian Xue kepada adik-adiknya.Mereka tengah menunggu Jian Wei yang pergi mengambil undian untuk menentukan zona awal perburuan. Penentuan ini bertujuan memisahkan sekte-sekte besar di tahap awal agar pertarungan lebih seimbang. Dengan begitu, sekte kecil memiliki kesempatan untuk bersinar, sementara ketegangan antar sekte besar tetap terjaga hingga pertemuan di babak selanjutnya.Jian Xia, yang sejak tadi terlihat cemas, akhirnya bersuara. "Èr Gē, apakah kau sudah mempelajari zona perburuan kali ini?"Jian Xue menoleh dan mengangkat bahu dengan ekspresi sedikit meringis

  • Penakluk Sihir Iblis    Pita Putih Dan Senyum Tiānyin

    “Jian Gūniang!”Seruan menggema dari tribun penonton saat Jian Xia melintasi panggung kehormatan. Pemuda dan gadis-gadis bersorak memanggil namanya, melemparkan bunga dan hadiah ke udara. Namun, Jian Xia hanya membalas dengan senyum tipis nyaris tak terlihat, seolah kegaduhan itu tak benar-benar menyentuhnya.“Kya! Tiānyù Jiànzhàn! Tampan sekali!” Seruan lain terdengar. Kali ini dari sekumpulan gadis yang mencuri pandang penuh kagum ke arah pria berjubah hitam dan ungu yang duduk tenang, matanya tak bergeming dari jalan di depannya."Jian Èr Gōngzǐ juga tampan!""Eh, itu Jian Si dan Jian Wu Gōngzǐ, bukan?"Teriakan dari tribun semakin riuh.“Tampan seperti kakak mereka!”“Jian Wu Gōngzǐ imut dan menggemaskan!”Kalimat terakhir itu nyaris membuat Jian Xue dan Jian Lei jatuh dari kuda mereka. Mereka saling bertukar pandang sebelum terkikik geli. Imut dan menggemaskan? Itu tentu mengacu pada Huànyǐng, adik mereka y

  • Penakluk Sihir Iblis    Hujan Bunga Dan Hadiah

    Shén Wù Gǔ adalah perpaduan luar biasa antara kabut mistis yang melayang di udara, hijaunya pepohonan yang menjulang tinggi, serta sungai berkilauan yang berkelok-kelok di antara tebing-tebing batu. Setiap zona perburuan di dalamnya memiliki keunikan tersendiri. Mulai dari lembah berkabut yang penuh rahasia, hutan lebat yang dipenuhi makhluk spiritual, hingga air terjun gemuruh yang menyembunyikan tantangan tak terduga. Tempat ini bukan sekadar indah, melainkan sarat dengan aura magis dan bahaya tersembunyi.Itulah kesan pertama yang tertangkap saat para peserta Perburuan Roh menyaksikan Shén Wù Gǔ yang terbentang luas di hadapan mereka."Indahnya! Sungguh sesuai dengan julukannya, Lembah Kabut Dewa!" seruan-seruan kagum terdengar bersahut-sahutan di antara para kultivator muda.Bahkan Huànyǐng dan saudara-saudaranya pun tak bisa mengalihkan pandangan. Langit biru membentang luas, menaungi lautan kabut yang berputar perlahan seakan memiliki nyawa. Pucuk-pu

Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status