Share

Bab 17 - Salah Paham

Penulis: Rianoir
last update Terakhir Diperbarui: 2024-09-16 06:07:41
Keesokan paginya, suara kicauan burung dan deru lalu lintas yang mulai ramai menjadi latar belakang rutinitas pagi yang biasa.

Namun, ketenangan itu segera terusik oleh suara langkah kaki yang tergesa-gesa.

"Ryan, kau mau ke mana pagi-pagi begini?" tanya Adel saat melihat Ryan keluar dari kamar tamu dengan sebuah X-Banner di tangannya.

Ryan tersenyum lebar, matanya berbinar penuh semangat. "Ah, Adel yang cantik. Aku akan memulai bisnis kecil-kecilan hari ini. Lihat, aku sudah menyiapkan bannernya!"

Adel mengerutkan kening, memperhatikan tulisan besar yang tercetak di banner tersebut: "Dewa Pengobatan Ada Di Sini, Segeralah Berkonsultasi!". Seketika, wajahnya berubah masam.

"Apa-apaan ini, Ryan?" tanya Adel, nada suaranya meninggi. "Kau bilang akan mencari pekerjaan yang layak. Tapi ini? Ini penipuan!"

Ryan mengangkat alisnya, tampak bingung dengan reaksi Adel. "Hei, hei, tenang dulu, cantik. Apa maksudmu dengan penipuan? Aku benar-benar bisa menyembuhkan orang, kau tahu?"

Adel
Rianoir

Terima kasih Kak Mohd Asri, Kak Usman, Kak Juz, dan Kak Rosmini atas dukungan Gem-nya. Sebagai ucapan terima kasih othor, othor akan UP 2 bab hari ini. Bab selanjutnya mungkin agak sorean othor UP. Ditunggu. (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 63
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Rianoir
terima kasih kak
goodnovel comment avatar
Danu Danu
ceritanya seru dan mantap
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 18 - Pembukaan

    Ryan melangkah mantap memasuki area jalan perbelanjaan di dalam taman Golden City, X-Banner tersampir di bahunya. Matanya menyapu deretan kios yang mulai bermunculan di kanan-kiri jalan setapak. Beberapa pedagang tampak sibuk menata barang dagangan mereka, sementara yang lain sudah mulai melayani pengunjung yang datang lebih awal.Ryan bukannya tidak bersedih atas ucapan Adel. Tapi ia hanya ingin berfokus untuk mencari uang demi meracik pil yang mendukung peningkatan ranah kultivasinya."Nah, di mana ya kiosku?" gumam Ryan, matanya menyipit mencari-cari di antara deretan kios yang tampak serupa.Setelah beberapa saat mencari, Ryan akhirnya menemukan kios kecil yang telah ia sewa. Dengan cekatan, ia mulai menata barang-barangnya dan mendirikan meja kecil sederhana di depan kios."Yosh, semuanya sudah siap!" Ryan menepuk tangannya puas, mengamati hasil kerjanya. Namun, senyumnya segera memudar ketika ia menyad

    Terakhir Diperbarui : 2024-09-16
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 19 - Dianggap Penipu

    Suasana di depan kios Ryan semakin memanas. Kerumunan yang awalnya penasaran kini berubah menjadi massa yang marah dan curiga. Bisik-bisik sinis mulai terdengar di antara kerumunan. "Pasti dia hanya anak ingusan yang baru lulus SMA dan berpikir bisa menipu orang dengan omong kosongnya." "Aku bertaruh dia bahkan tidak bisa membedakan aspirin dengan vitamin C." "Mungkin 'pengobatan' yang dia maksud adalah memukul pasien sampai pingsan agar tidak merasakan sakit lagi." Suara-suara ini bercampur menjadi satu, menciptakan atmosfer yang semakin tegang dan berbahaya di sekitar kios Ryan. "Ini buruk, Nak Ryan akan mendapat masalah," kata Paman Zidane dengan cemas, matanya menyapu kerumunan yang semakin bertambah besar. Ryan, masih duduk dengan tenang di kursinya, mengamati situasi dengan seksama. Ia bisa merasakan ketegangan yang meningkat, tapi wajahnya tetap tak terbaca. Dalam hati, ia sedikit geli melihat reaksi orang-orang terhadap tarifnya yang memang sengaja ia buat tinggi.

    Terakhir Diperbarui : 2024-09-17
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 20 - Pasien Pertama

    Dua gadis muda berdiri di hadapannya, namun satu di antaranya langsung mencuri perhatian Ryan.Gadis itu terlalu cantik.Meski mengenakan topi hitam yang menutupi separuh wajahnya, kecantikannya tak bisa disembunyikan. Bahkan Ryan, yang biasanya tenang, merasa sedikit terpana.Gadis cantik itu melirik spanduk Ryan, ekspresinya campuran antara ragu dan penasaran. "Permisi, apakah Anda benar-benar bisa menyembuhkan semua penyakit?" tanyanya dengan suara lembut.Ryan mengangguk mantap, senyum percaya diri tersungging di bibirnya."Baiklah, kalau begitu ikutlah bersamaku," ujar gadis itu dengan nada tegas yang mengejutkan Ryan.Belum sempat Ryan merespons, gadis berambut pendek di sam

    Terakhir Diperbarui : 2024-09-17
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 21 - Pasien Pertama (II)

    Ryan melangkah masuk ke kamar di lantai dua, matanya langsung tertuju pada sosok pria yang terbaring lemah di ranjang. Tuan Besar Blackwood, ayah Melanie, tampak seperti bayangan dari dirinya yang dulu. Tubuhnya kurus kering, kulitnya pucat pasi, dan bibirnya telah berubah warna menjadi keunguan. Selang infus terpasang di lengannya, seolah menjadi penghubung terakhir antara hidup dan mati.Melanie berdiri di samping Ryan, matanya berkaca-kaca melihat kondisi ayahnya yang memprihatinkan. "Inilah ayahku," bisiknya lirih.Ryan mengangguk pelan, matanya menyipit saat ia mengamati Tuan Blackwood lebih dekat. Sebagai seorang kultivator Teknik Matahari Surgawi, Ryan bisa melihat hal-hal yang tidak bisa dilihat oleh orang biasa. Dan apa yang dilihatnya saat ini sungguh mengkhawatirkan.Aura kematian menyelimuti tubuh Tuan Blackwood, hampir menutupi seluruh dadanya. Ryan tahu, jika aura itu sampai mencapai kepala, bahkan kultivator tingkat tinggi pun tidak akan bisa menyelamatkannya."Bag

    Terakhir Diperbarui : 2024-09-18
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 22 - Pasien Pertama (III)

    Melanie menatap ibunya yang baru saja diselamatkan Ryan dari percobaan bunuh diri. Napas lega keluar dari mulutnya, dan ia hendak mengucapkan terima kasih. Namun, kata-kata Ryan berikutnya membuatnya tertegun.Melanie merasakan kepalanya berdenyut. Berbagai pikiran berkecamuk dalam benaknya.'Bukankah kau hanya seorang penipu?' batinnya. 'Mengapa kau masih terus berbohong? Apakah kau bodoh? Tidak bisakah kau membaca situasi saat ini?'Namun, sebelum Melanie bisa mengutarakan pikirannya, ibunya, Nyonya Vira Blackwood, sudah bergerak lebih dulu. Wanita paruh baya itu mengangkat kepalanya, menatap Ryan tanpa berkedip. Tangannya menggenggam erat tangan pemuda itu."Kau... Apakah kau serius Anak muda?" Nyonya Blackwood berkata dengan suara bergetar. "Bisakah kau benar-benar menyembuhkan Jeremy?"Ryan mengangguk mantap, tanpa mengatakan apa-apa lagi. Keyakinan terpancar dari matanya, membuat Nyonya Blackwood sedikit tersentak.Tawa sinis Morris memecah ketegangan. "Ibu, bagaimana mungkin

    Terakhir Diperbarui : 2024-09-19
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 23 - Pasien Pertama (IV)

    "Sembuhkan dia! Aku akan membayarnya!" teriak Nyonya Blackwood, suaranya bergetar penuh keputusasaan. Semua mata di ruangan itu tertuju pada wanita paruh baya yang baru saja mengambil keputusan mengejutkan ini. Morris, yang masih memegangi pipinya yang memerah akibat tamparan Ryan, menatap ibunya dengan tatapan tidak percaya. "Ibu! Apa yang Ibu lakukan?" protes Morris. "Kita tidak bisa mempercayai orang ini!" Namun, Nyonya Blackwood mengabaikan protes putranya. Matanya terpaku pada Ryan, seolah-olah pemuda itu adalah satu-satunya harapan yang tersisa. "Tolong," bisiknya, "tolong selamatkan suamiku." Ryan mengangguk pelan, ekspresinya tetap tenang meski situasi di sekitarnya tegang. "Baiklah," ujarnya sambil melangkah menuju kamar Tuan Blackwood. "Siapkan seratus juta, dan aku akan melakukan perawatan pertama untuk membangunkannya. Saat aku bekerja, tidak boleh ada seorang pun yang masuk!" Tanpa menunggu tanggapan dari yang lain, Ryan memasuki kamar dan menutup pintu di belakangn

    Terakhir Diperbarui : 2024-09-20
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 24 - Sadar

    "Anak muda," Nyonya Blackwood berkata dengan suara bergetar, "kau tidak sedang mempermainkan kami, kan? Benarkah Jeremy akan segera sadar?"Ryan mengangguk mantap, matanya memancarkan keyakinan meski wajahnya menunjukkan kelelahan. "Saya jamin, Nyonya. Saya bukan tipe orang yang suka membual tentang kemampuan saya."Air mata haru mengalir di pipi Nyonya Blackwood. Dengan tangan gemetar, ia mengeluarkan kartu debit dari tasnya. "Terima kasih, oh, terima kasih, Tuan! Kau sungguh penyelamat kami. Ini kartu debitku, PIN-nya 222888."Namun, tepat saat Nyonya Blackwood hendak menyerahkan kartu itu kepada Ryan, sebuah tangan menyambarnya dengan kasar. Morris berdiri di sana, wajahnya merah padam karena amarah."Ibu, sadarlah!" bentak Morris, menunjuk ke arah kamar. "Lihat Ayah!

    Terakhir Diperbarui : 2024-09-20
  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 25 - Kemarahan Jeremy

    Melanie berdiri terpaku di sudut kamar, matanya terbelalak menatap sosok ayahnya yang kini duduk tegak di ranjang. Meski bibirnya bergetar, ia berusaha keras menahan diri untuk tidak berteriak. Pikirannya berkecamuk, antara tidak percaya dan takjub. "Ini... ini bukan mimpi, kan?" bisiknya pada diri sendiri, tangannya mencubit lengannya sendiri untuk memastikan ia benar-benar terjaga. Saat ini, mata Jeremy Blackwood dipenuhi dengan kehidupan, seolah-olah dia baru saja kembali dari ambang kematian. Pancaran emosi yang terpancar dari matanya begitu nyata, begitu manusiawi. Melanie merasakan dadanya sesak oleh perasaan yang campur aduk. Tiba-tiba, gambaran punggung Ryan terlintas dalam pikirannya. Pemuda itu, dengan sikapnya yang sombong, dingin, dan kesepian, telah melakukan sesuatu yang mustahil. Melanie menutup mulutnya dengan tangan, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. "Dia... dia benar-benar melakukannya," gumam Melanie, suaranya bergetar. "Tapi bagaimana...?" B

    Terakhir Diperbarui : 2024-09-21

Bab terbaru

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1075 - Terganggu

    "Kakak!" Shina Walker terisak ketakutan, tangannya menggenggam erat tangan Tirst.Tirst Walker berusaha keras mengambil pedangnya yang terjatuh tak jauh darinya, tetapi segera menyadari bahwa dia tidak lagi memiliki kekuatan untuk bahkan mengangkat senjata itu. Tubuhnya terlalu lemah akibat pertarungan dan luka yang dideritanya."Brengsek!" umpatnya dengan frustasi."Kakak, mari kita hancurkan diri kita bersama!" bisik Shina Walker dengan suara bergetar namun penuh tekad.Pada saat yang mencekam ini, mata Tirst Walker akhirnya dipenuhi dengan tekad yang sama. Lebih baik mati dengan kehormatan daripada ditodai seperti ini."Ya!" jawabnya singkat, bersiap mengerahkan sisa-sisa energi spiritualnya untuk ledakan terakhir yang akan menghancurkan tubuh mereka sendiri.Tepat saat kedua saudari itu hendak menghancurkan diri sendiri demi mempertahankan harga diri, tiba-tiba terdengar auman harimau yang mengguncang seluruh area. Suara itu begitu keras dan mendominasi hingga membuat tanah ber

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1074 - Motif Tersembunyi Jack

    Di kedalaman Slaughter Forest, Tirst Walker, Shina Walker, dan rekannya Jack Xaver merasa ketakutan luar biasa.Tim mereka yang tadinya berencana beranggotakan empat orang—sebelum Ryan menolak bergabung—kini terjebak sebagai kelompok beranggotakan tiga orang. Mereka tidak dapat membentuk formasi pelindung yang membutuhkan empat orang, dan kekuatan tempur mereka jauh berkurang karena hal ini.Terlebih lagi, begitu mereka memasuki area dalam Slaughter Land, mereka langsung merasakan tatapan mata jahat yang tak terhitung jumlahnya yang tertuju pada mereka. Aura pembunuh yang pekat menyelimuti area itu, membuat mereka selalu waspada.Pada saat ini, mereka terengah-engah setelah berhasil melarikan diri dari serangan sekelompok serigala spiritual. Tangan Tirst Walker yang memegang pedang sedikit gemetar, dan Shina Walker tampak pucat pasi karena ketakutan.Tirst Walker melirik Jack Xaver dengan tatapan dingin. Dia tentu saja menyadari beberapa kejanggalan.Kekuatan Jack jelas setara deng

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1073 - Menundukkan Raja Harimau Hitam

    Harimau adalah raja segala binatang di dunia manusia, tetapi naga merupakan nenek moyang segala makhluk spiritual! Ryan tahu bahwa daripada bertarung menggunakan kekuatan fisik semata, lebih baik mengandalkan hierarki dasar makhluk spiritual—menyerahkan pertarungan pada naga darah miliknya.Saat raungan naga terdengar membelah udara gua, naga darah muncul dari tubuh Ryan dalam semburan cahaya merah yang menyilaukan. Sosoknya jauh lebih besar dari biasanya. Naga itu telah menyerap banyak niat membunuh dari Slaughter Land, sehingga ukurannya kini menjadi jauh lebih besar dan auranya lebih mengerikan.Ketika melihat harimau raksasa menyerang tuannya, naga darah langsung murka. Makhluk spiritual itu melesat dengan tangkas, menyerbu ke depan untuk menghadapi harimau raksasa dalam pertarungan langsung."WHAM!"Tabrakan dahsyat terjadi di udara, menimbulkan gelombang kejut yang membuat seluruh gua bergetar. Namun, hasil pertarungan itu segera terlihat jelas—kedua belah pihak jelas tidak be

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1072 - Membantai Kumpulan Harimau Hitam

    Ryan mengaktifkan teknik Dragon Phantom Flash, dan sosoknya berkelebat saat dia melesat di antara kawanan harimau hitam yang datang.Seperti meteor yang membelah langit malam, Ryan bergerak dengan kecepatan yang hampir tak tertangkap mata biasa. Tubuhnya meninggalkan bayangan residual di udara saat ia meluncur melalui celah-celah diantara para harimau yang menyerang. Setiap gerakan tubuhnya terasa ringan namun mematikan, presisi setiap langkahnya tak terbantahkan.Puluhan harimau hitam yang tadinya menyerbu bagai gelombang tsunami kini seolah bergerak lambat bagaikan tarian yang sudah diatur. Tak satupun dari mereka yang mampu menyentuh ujung pakaian Ryan."Masih terlalu cepat seribu tahun bagi kalian untuk mengalahkanku," gumam Ryan dengan senyum tipis.Tanpa jeda, Ryan memusatkan energi qi-nya ke Pedang Surgawi EX-Caliburn, menimbulkan dengung halus dari senjata legendaris itu. Untaian qi pedang yang tak terhitung jumlahnya dilepaskan saat dia mengaktifkan Teknik Pedang Tak Terb

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1071 - Harimau Hitam

    Ryan tak ingin memperlihatkan kekuatannya terlalu dini. Sebagai gantinya, dia membiarkan tubuhnya perlahan menyerap aura haus darah di sekitarnya. Naga darah dalam dirinya melahap habis energi itu, tumbuh semakin kuat setiap detiknya.Tidak ada seorang pun di sekitar, jadi Ryan tidak tahu ke mana kelompok Tirst pergi. Dia terus berjalan, menyusuri hutan yang rimbun. Tepat saat Ryan hendak masuk lebih dalam, dia mendengar suara gemerisik dari semak-semak tidak jauh dari tempatnya berdiri. Refleks, Ryan mengerutkan kening. Insting bertarungnya mendeteksi niat membunuh pekat yang mengarah padanya.Beberapa detik kemudian, seekor harimau hitam besar melompat keluar dari semak-semak dengan geraman keras!Harimau hitam itu memancarkan aura haus darah yang begitu kuat hingga hampir terlihat dengan mata telanjang. Taringnya masih berlumuran darah segar, dan bahkan ada serpihan kulit manusia yang menggantung di sudut mulutnya. Jelas binatang buas ini baru saja memakan seorang kultivator

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1070 - Berpisah Dengan Walker Bersaudara

    "Apakah menurutmu kau bisa bertahan hidup di sana dengan tingkat kekuatanmu?" Tirst Walker mencibir, suaranya penuh penghinaan.Shina Walker jelas khawatir tentang keputusan Ryan. Dia melangkah maju, merengkuh lengan kakaknya, dan bertanya dengan suara lembut, "Uh... aku tidak tahu namamu.""Ryan Pendragon," jawabnya singkat.Ryan memiliki kesan yang baik terhadap Shina Walker, yang telah mengundangnya bergabung meskipun tingkat kultivasinya terlihat rendah. Hal ini menunjukkan bahwa Shina memiliki hati yang tulus, tidak seperti kebanyakan kultivator yang hanya menilai seseorang dari kekuatannya."Ryan Pendragon," Shina melanjutkan dengan kekhawatiran tulus di matanya, "Slaughter Land... kau mungkin tidak tahu apa yang terjadi di dalam, tetapi tidak hanya ada kultivator yang membunuh demi harta karun, tetapi ada juga binatang buas yang mengamuk.""Karena aura haus darah di Slaughter Land terlalu kuat, binatang buas spiritual di sana telah bermutasi dan sangat brutal."Meskipun perin

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1069 - Merendahkan Ryan

    Wanita itu segera menarik tangan Shina Walker dan memarahinya, "Sudah kubilang jangan bicara dengan pria asing. Apa kau lupa?"Shina Walker tidak tampak tersinggung dengan cara kakaknya memperlakukannya. Sebaliknya, dia langsung menunjuk ke arah Ryan dan menjelaskan dengan antusias, "Kakak, bukankah kita masih kekurangan satu orang? Ayo kita pergi bersamanya.""Tidak!" jawab kakaknya tegas. "Dia hanya seorang kultivator Ranah Transcendence. Dia hanya akan membuat kita dalam masalah."Wanita itu menatap Ryan dengan tatapan merendahkan yang tidak disembunyikan. Ryan hanya tersenyum tipis. Shina Walker tampak tidak menyerah. Dengan sikap manja, dia menarik pakaian kakaknya dan berkata, "Kakak, orang ini berasal dari tempat yang sama dengan Ayah. Apa kau lupa betapa Ayah sering membicarakan tentang Nexopolis? Jika Ayah melihatnya, dia pasti akan sangat senang."Mendengar kata "Nexopolis", tatapan wanita itu sedikit melunak. Dia menatap Ryan sekali lagi dengan sorot mata yang lebih meni

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1068 - Wanita Berseragam Eagle Squad (Season 2 Begin)

    Keesokan paginya, suasana di luar Pegunungan Hijau Giok tampak sangat ramai. Ryan berdiri di pinggiran, terkejut dengan pemandangan di hadapannya bahkan sebelum dia memasuki area utama. Ada lebih dari seratus orang berkerumun di sepanjang pinggiran gunung. Di dekatnya, sekelompok orang sibuk mengamati para pendatang, sementara yang lain membawa spanduk dan jelas sedang melakukan perekrutan. 'Sepertinya memasuki Slaughter Land tidak semudah yang kukira,' batin Ryan sembari mengamati kerumunan. Slaughter Land, sebagaimana namanya, merupakan area paling berbahaya di Pegunungan Hijau Giok. Tempat tersebut dipenuhi binatang spiritual ganas dan formasi alam yang mematikan. Tidak mengherankan jika sebagian besar kultivator memilih untuk berkelompok sebelum memasukinya. "Kami masih kekurangan satu orang. Apakah ada yang ingin ikut dengan kami? Kami punya kultivator Ranah Saint King di sini! Namun, hanya mereka yang telah mencapai Ranah Saint tingkat kelima yang boleh mendaftar," te

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 1067 - Kekhawatiran Ketua Sekte (Season 1 End)

    Wajah sang patriark berubah pucat ketika mendengar ini. Dia buru-buru mencoba membujuk Ryan. "Tuan Ryan, Anda tidak bisa melakukan itu! Sekte Dao tidak seperti Sekte Hell Blood. Perbedaan antara keduanya seperti langit dan bumi. Bahkan saya tidak berdaya melawan mereka." Ryan terlalu malas untuk menjelaskan. Lagipula, dengan kekuatan Kuburan Pedang dan Lex Denver, Ryan yakin dia bisa menghadapi bahkan Sekte Dao sekalipun. "Aku tahu apa yang kulakukan," jawab Ryan singkat. "Jangan mencoba membujukku." Setelah mengatakan itu, dia berbalik dan berjalan menuju pavilliun tempat Eleanor Jorge dan William Pendragon beristirahat. Sang patriark memperhatikan sosoknya yang menjauh dengan tatapan cemas dan menghela napas panjang. Sang patriark tidak ingin sesuatu terjadi pada Ryan! Meskipun Ryan memiliki Lin Qingxun di belakangnya, itu mungkin hanya jiwa Primordial yang dimilikinya, yang tidak dapat banyak membantu Ryan secara langsung. 'Jika Ryan meninggal,' pikir sang patriark dengan

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status