Di jalan saat Owen membonceng Emily untuk pulang.Saat ini adalah puncak orang-orang pulang kerja sehingga ada banyak mobil dan pejalan kaki di jalanan.Owen dan Emily pun berhenti di sebuah lampu lalu lintas.Demi menghindari pejalan kaki, Owen menginjak rem motornya secara tiba-tiba. Kemudian, dua buah gundukan lembut langsung mengenai punggungnya sehingga membuat Owen merasakan sentuhan yang lembut serta luar biasa.Owen sontak terkesiap, lalu segera menyadari bahwa Emily mengalami "kontak intim" dengan punggungnya secara tidak sengaja. Selain itu, Owen bisa merasakan dengan sangat jelas bahwa gundukan lembut itu berukuran tidak kecil melalui pakaiannya yang tipis.Rona merah seketika muncul di wajah Emily yang cantik. Dia berusaha bergerak mundur untuk menjaga jarak dengan Owen.Akan tetapi, makin dia bergerak mundur, inersia rem makin membesar. Kedua gundukannya yang lembut itu menekan punggung Owen dengan kuat beberapa kali.Awalnya, Owen tidak berpikir terlalu banyak, tetapi dia
“Owen bisa sedikit keterampilan medis. Kali ini, dia sengaja datang untuk periksa keadaan Ibu dan mau lihat apa dia bisa bantu atau nggak,” jelas Emily dengan tersipu.“Apa? Memangnya dia itu juga seorang dokter?”Edo sangat terkejut dan juga bingung. Bukankah Owen itu sekretaris? Kenapa bisa tiba-tiba menjadi seorang dokter?“Aku bukan dokter. Tapi, aku pernah belajar keterampilan medis warisan leluhurku.”Owen tersenyum, lalu menaruh keranjang buah yang dibawanya ke meja di samping ranjang pasien.“Ternyata cuman seorang amatir!” Edo mengerutkan keningnya, lalu berkata terus terang, “Kak, di rumah sakit ada begitu banyak dokter profesional, tapi nggak ada yang bisa sembuhin Ibu. Buat apa kamu suruh seorang amatir kemari?”“Edo, jaga mulutmu! Owen toh berniat baik. Kenapa kamu malah begitu nggak sopan!” Emily menegur adiknya dengan tidak senang, lalu tersenyum meminta maaf pada Owen. “Owen, adikku masih muda dan blak-blakan. Jangan tersinggung, ya.”“Nggak masalah, aku ngerti perasaan
“Owen, gimana keadaan ibuku?” tanya Emily dengan cemas.“Kondisi penyakitnya lebih rumit dan sulit dijelaskan. Untungnya semua ini cuman penyakit-penyakit sepele kayak peradangan. Untuk sementara, nggak ada yang serius kok. Habis kukasih akupunktur sekali dan mengonsumsi obat tradisional selama beberapa hari, dia seharusnya bakal sembuh total,” hibur Owen sambil tersenyum.Setelah mendapat pengobatan selama ini, saraf tulang belakang Elisa yang terluka pada dasarnya sudah pulih. Hanya ada beberapa komplikasi tersisa yang lebih sulit diatasi. Jika langsung diobati sekarang, komplikasi-komplikasi ini mungkin tidak akan menjadi masalah. Namun, jika dibiarkan menyebar, konsekuensinya sangat serius, yaitu kelumpuhan total dan bahkan bisa mengancam nyawa.“Kamu bisa menyembuhkannya? Serius? Baguslah!”Emily langsung kegirangan. Awalnya, dia hanya ingin mencoba tanpa menaruh harapan apa pun pada keterampilan medis Owen. Tidak disangka, Owen ternyata bisa menyembuhkan ibunya. Oleh karena itu,
Kamar pasien Elisa adalah kamar pasien umum untuk tiga orang. Selain Elisa, masih ada dua pasien lainnya.“Nak, kamu nggak boleh sembarangan bicara, lho. Elisa sudah dirawat di rumah sakit begitu lama. Bahkan ada banyak dokter yang sudah kehabisan akal. Kamu masih begitu muda dan juga bukan dokter profesional, mana mungkin kamu bisa menyembuhkannya!”“Makanya! Jangan kira cuman belajar sedikit keterampilan medis saja sudah bisa jadi dokter. Kalau kamu bertindak sembarangan dan terjadi sesuatu, siapa yang bakal tanggung risikonya ....”Kedua pasien itu mulai ikut bicara. Mereka sama sekali tidak memercayai keterampilan medis Owen.Edo pada dasarnya sudah sangat mencurigai motif Owen. Setelah mendengar ucapan kedua pasien itu, dia lebih tidak percaya lagi dengan keterampilan medis Owen.“Kak, apa yang dibilang kedua paman ini benar. Kita nggak boleh main-main soal nyawa Ibu!” ujar Edo.“Ini ....”Tadi, Emily sudah percaya pada Owen. Sekarang, setelah memikirkan keselamatan ibunya, dia ma
Enam Jarum Takdir memerlukan energi untuk mengendalikan jarum. Saat mengobati Jerremy waktu itu, dia hampir pingsan karena tidak memiliki energi spiritual.Kali ini, basis kultivasinya sudah mencapai tahap pertama Tingkat Pembentukan Energi. Jadi, kondisinya sudah jauh lebih baik. Dia juga sudah lebih lancar dalam mempraktikkan Enam Jarum Takdir.Meskipun begitu, karena basis kultivasinya masih terlalu rendah, dia masih tetap berkeringat deras dan merasa sangat lelah sehabis mempraktikkan teknik akupunktur ini.Tepat pada saat ini, terdengar suara langkah kaki dari luar kamar pasien.Seorang dokter pria berjas putih yang terlihat berusia 27-28 tahun berjalan masuk dengan seorang perawat muda. Mereka datang untuk pemeriksaan rutin.Begitu melihat ada jarum akupunktur yang menancap di tubuh Elisa, dokter muda itu langsung terkejut dan buru-buru mendekat.“Emily, ada apa ini? Kalian lagi apa?”“Kak Billy, begini. Owen itu rekan kerjaku. Dia bisa sedikit keterampilan medis .... Jadi, dia l
“Reaksi ini sangat buruk, aku rasa nyawanya sudah nggak bisa diselamatkan bahkan sama dewa sekalipun!”Billy menggeleng, lalu memandang Owen dengan tatapan mengejek.“Apa?”Emily dan Edo langsung mematung bagaikan disambar petir.Selanjutnya, Edo langsung berdiri dan menatap Owen dengan marah. “Kamu! Semua ini gara-gara kamu! Kamu sudah mencelakai ibuku! Aku nggak bakal ampuni kamu!”Selesai berteriak, Edo terlihat bagaikan sudah menggila dan langsung melayangkan tinju ke wajah Owen. Owen sama sekali tidak mempunyai persiapan untuk menerima serangan itu. Alhasil, dia pun tidak sempat menangkisnya.“Sus Fani, cepat cari Pak Hardi. Suruh dia persiapkan pertolongan terakhir untuk pasien! Selain itu, suruh beberapa satpam kemari untuk menangkap orang yang sembarangan memberi pengobatan ini. Dia harus diserahkan ke polisi” perintah Billy kepada perawat di belakangnya.Perawat bernama Fani itu mengangguk, lalu langsung pergi dengan cepat.“Kenapa ... kenapa bisa begini ....”Emily membungku
Bruk! Edo berlutut di depan Owen tanpa keraguan sama sekali. Dia yang merasa sangat bersalah itu menyalahkan dirinya dengan menampar wajahnya sendiri dan berkata, "Owen, masalah barusan adalah kesalahanku. Kamu berbaik hati menyelamatkan ibuku, tapi perlakuanku padamu tadi terlalu buruk.""Sudahlah. Itu hanya salah paham. Aku harap kamu nggak terlalu gegabah di masa depan ...." Owen tahu bahwa Edo tidak memukulnya dengan sengaja. Lagi pula, Owen bukan orang yang berpikiran sempit. Jadi, dia mengulurkan tangannya untuk membantu Edo berdiri.Di sisi lain, Billy tidak menyangka masalahnya akan berubah drastis. Raut wajahnya pun menjadi sangat kesal. Dia mendengkus dingin, lalu berkata, "Emily, kamu nggak perlu berterima kasih pada bocah ini! Bibi Elisa sudah dirawat di rumah sakit kami selama beberapa waktu dan kondisinya sudah hampir membaik. Bocah itu hanya kebetulan berhasil mengobatinya.""Kak Billy, apa yang kamu katakan itu salah! Kami semua bisa melihat dengan jelas kalau kondisi i
"Benar-benar nggak tahu malu!""Mengibuli pasien dengan mengatakan bahan-bahan obat nggak berguna sebagai obat berharga. Benar-benar nggak punya etika kedokteran!""Benar! Eh, jangan-jangan obat itu sama dengan yang biasa kita minum!"Dua pasien lain menyindir dan cara mereka memandang Billy bahkan menjadi lebih menghina. Pada saat yang bersamaan, mereka diam-diam khawatir telah ditipu oleh beberapa dokter yang tak beretika!"Emily, sudahlah. Billy sudah banyak membantu kita belakangan ini. Dia juga berniat baik. Masalah ini sudahi saja, ya! Ada lagi, aku sudah sehat sekarang, nggak perlu terus dirawat di rumah sakit. Bantu Edo berkemas supaya bisa pulang lebih awal," ucap Elisa.Elisa bersikap netral. Mengingat hubungan antar tetangga yang terjalin selama bertahun-tahun, dia tidak ingin memperumit masalah ini."Keluar dari rumah sakit? Mana boleh? Bibi Elisa, kamu masih berutang lebih dari 100 juta untuk rawat inap dan biaya pengobatan. Kalian nggak boleh pergi sebelum bayar lunas!" B