Share

Bab 256

Penulis: Lalita
Sebelum tamparan wanita itu bisa mendarat di wajahnya, Rhea langsung menangkap tangan wanita gila itu.

Dia menatap Siska tanpa ekspresi, lalu berkata dengan penuh penekanan, "Aku hanya punya satu orang ayah. Karena jebakan suamimu, perusahaannya bangkrut, sekarang dia bahkan hanya bisa berbaring di rumah sakit, menunggu donor ginjal."

Menatap sorot mata dingin Rhea, Siska diliputi perasaan bersalah sejenak.

Dia langsung menepis tangan Rhea, lalu berkata dengan marah, "Aku belum pernah melihat ada orang yang memasukkan ayah mertua sendiri ke penjara! Cepat jelaskan pada polisi! Kalau nggak, aku nggak akan melepaskanmu!"

Rhea tahu Siska bukanlah tipe orang yang berbicara logis, tetapi dia tidak tahu wanita gila yang satu ini sama sekali tidak berotak.

"Nyonya Siska, tahukah kamu penculikan adalah pelanggaran hukum? Selain itu, dia bahkan ingin membunuhku. Aku sudah menyerahkan rekaman suaranya pada polisi, apa kamu pikir ini adalah semacam permainan anak kecil?"

Ekspresi Siska langsung m
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 257

    "Biarpun dia adalah kakakku, faktanya dia memang telah menculik Rhea."Melihat Arieson terus membela Rhea, kilatan amarah melintasi mata Siska."Arieson, kamu terus membela Rhea karena kamu menyukainya, 'kan? Tapi apa seorang wanita lebih penting dari kakakmu?!""Apa?!"Nyonya Besar Thamnin langsung menoleh ke arah Siska. Dengan ekspresi tidak percaya dan terkejut, dia berkata, "Omong kosong apa yang sedang kamu bicarakan?! Apa kamu sudah gila?!"Bagaimana mungkin Arieson menyukai Rhea? Wanita itu adalah istri keponakannya!Ekspresi Tuan Besar Thamnin juga terlihat muram, dia menatap Siska dengan sorot mata setajam bilah pisau.Siska juga tidak banyak berpikir lagi. Dia berkata, "Ibu, sebelumnya pernah sekali saat Rhea dirawat di rumah sakit, saat aku pergi menjenguknya, aku mendengarnya dengan jelas di depan pintu bangsal. Sebelumnya aku takut Ibu nggak bisa menerimanya, jadi aku nggak memberi tahu Ibu.""Tapi sekarang, melihat Arieson bahkan sudah nggak memedulikan hidup dan mati kak

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 258

    "Kamu benar-benar menyukainya?"Suara Tuan Besar Thamnin terdengar mengintimidasi dan tegas."Hmm."Kilatan membunuh melintasi mata Tuan Besar Thamnin. Dia berkata dengan suara dalam, "Sebaiknya kamu menghilangkan pemikiranmu itu secepatnya. Kalau nggak, Keluarga Santana nggak akan bisa menanggung konsekuensinya."Rhea sudah melewati batasannya dengan lapor polisi, membuat Sizur dimasukkan ke dalam penjara. Dia tidak mungkin membiarkan Jerico punya hubungan apa pun lagi dengan wanita itu. Itu hanya akan mempermalukan Keluarga Thamnin saja.Sorot mata Arieson langsung berubah menjadi dingin. Dia mengangkat kepalanya, menatap Tuan Besar Thamnin, lalu berkata dengan penuh penekanan, "Ayah, kalau Ayah menyerang Keluarga Santana, aku juga akan menyerang Grup Thamnin."Grup Thamnin adalah aset hasil kerja keras Tuan Besar Thamnin selama bertahun-tahun. Hal yang paling dibanggakannya adalah membangun Grup Thamnin.Dia menatap putranya dengan sorot mata penuh amarah. "Apa kamu benar-benar bern

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 259

    Dia marah karena wanita itu melakukan hal yang begitu berbahaya tanpa mendiskusikannya dengannya terlebih dulu.Selain itu, Sizur telah mencelakai Keluarga Santana hingga bangkrut. Statusnya juga adalah anggota Keluarga Thamnin, dia tidak bisa memastikan apakah Rhea akan membencinya atau tidak.Arieson duduk di dalam mobil sangat lama. Saat dia berencana untuk melajukan mobilnya pergi, dia melihat Rhea yang memakai pakaian santai berjalan keluar dari gedung sambil membawa dua bungkusan sampah.Tanpa dia sadari, pandangannya tertuju wanita itu, sorot matanya yang tadinya sedingin es juga berubah menjadi hangat.Rhea juga melihat mobil Arieson, secara refleks langkah kakinya terhenti.Setelah ragu sejenak, usai membuang sampahnya ke tempat sampah, dia tetap berjalan ke arah mobil Arieson.Saat dia berdiri dengan jarak beberapa langkah dari mobil itu, jendela di kursi pengemudi juga sudah diturunkan.Tatapan mereka bertemu, untuk sesaat tidak ada yang berbicara.Beberapa saat kemudian, Rh

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 260

    "Hmmphh ...."Rhea membelalak kaget, keterkejutan terlihat jelas di matanya.Apa pria itu sudah gila?!Sebelumnya pria itu menciumnya secara paksa di dalam ruang pribadi, sekarang pria itu menciumnya di tempat umum seperti ini ....Kalau sampai dilihat oleh orang lain, tidak tahu akan menimbulkan konsekuensi seperti apa.Dia mengulurkan lengannya untuk menekan dada pria itu, ingin mendorong pria itu. Namun, tubuh pria itu seperti tembok besi. Terlepas dari seberapa besar kekuatan yang dikerahkannya, sama sekali tidak membuahkan hasil."Paman ... hmmphhh, lepas ... lepaskan ...."Arieson tetap mencium wanita itu, api amarah tampak jelas di matanya.Wanita itu bukan hanya tidak memberitahunya tentang membiarkan Sizur menculiknya, tetapi sekarang wanita itu juga ingin putus hubungan dengannya.Bermimpi saja sana!Melihat Arieson sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda akan melepaskannya, kilatan amarah melintasi mata Rhea. Dia langsung menggigit bibir Arieson dengan keras.Saking kesaki

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 261

    Dia dan Arieson tidak berasal dari dunia yang sama. Saat ini, pria itu hanya merasakan ketertarikan sesaat terhadap dirinya. Suatu hari nanti, pria itu pasti akan merasa bosan.Daripada berakhir dengan dicampakkan, lebih baik tidak dimulai.Bagaimanapun juga, dia bukan lagi seorang gadis yang berumur delapan belas tahun. Dia tidak akan senaif itu dengan berpikiran Arieson akan menikahinya.Dengan latar belakang pria itu, kelak pria itu pasti akan menikahi wanita yang berasal dari latar belakang yang setara dengannya.Selain itu, dia juga tidak ingin dimaki-maki sebagai seorang wanita yang menggoda paman suaminya sendiri, apalagi mengalami kegagalan dalam hubungan asmara lagi.Setelah menekan perasaan yang seharusnya tidak ada itu, Rhea mengambil pakaian, lalu pergi ke kamar mandi untuk mandi.Selesai mandi, baru saja dia berencana untuk tidur, tiba-tiba ponselnya berdering.Melihat panggilan telepon itu dari Jerico, Rhea mengedipkan matanya. Akan tetapi, pada akhirnya dia tetap menjawa

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 262

    Setelah mengetahui Rhea ingin bercerai dengan Jerico, Siska segera menghentikan putranya."Sekarang ayahmu masih dikurung di dalam kantor polisi, kalau kamu bercerai dengannya di saat seperti ini, kalau kelak kita ingin dia membebaskan ayahmu, akan lebih nggak memungkinkan lagi. Bagaimanapun juga, sekarang statusnya masih istrimu. Biarpun ayahmu benar-benar dijatuhi hukuman, selama kita mengeluarkan surat penerimaan permintaan maaf, hukuman ayahmu pasti akan diringankan. Kalau kamu bercerai dengannya, situasi hanya akan bertambah kacau."Dengan ekspresi muram, Jerico berkata, "Bukti aku bersengkongkol dengan Ayah untuk menculiknya ada di tangannya, kalau aku nggak pergi, dia akan menyerahkan bukti-bukti itu ke polisi."Siska mengerutkan keningnya, kilatan amarah melintasi matanya. "Dasar wanita jalang ini! Dia benar-benar sudah membuat persiapan yang matang! Tapi, makin seperti ini, di saat seperti ini kamu nggak bisa bercerai dengannya. Kalau nggak, kita nggak tahu dia akan menggunaka

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 263

    Delapan tahun yang sudah berlalu itu, benar-benar terasa seperti sebuah mimpi.Untung saja, dia sudah terbangun dari mimpi itu. Kelak, dia juga tidak akan terlibat dengan pria itu lagi.Melihat ekspresi lega di wajah Rhea, kilatan amarah melintasi mata Jerico. Dia berkata pada Stella dengan dingin, "Apa kamu bawa kartu keluargamu dan kartu tanda pendudukmu?"Stella tertegun sejenak. Kemudian, kilatan senang melintasi matanya."Aku bawa! Jerico, kamu ....""Berikan padaku, kita daftarkan pernikahan kita sekarang."Stella segera mengeluarkan kartu keluarga dan kartu tanda penduduknya dari dalam tasnya, lalu menyerahkannya pada Jerico. Dia tampak sangat senang. Akhirnya hari yang telah ditunggu-tunggu olehnya ini datang juga!Tadi malam, setelah mengetahui hari ini Jerico akan bercerai dengan Rhea, dia segera membawa kartu keluarga dan kartu tanda penduduknya. Dia berencana setelah kedua orang itu bercerai, dia akan menggunakan alasan anak untuk menguji Jerico. Dia ingin coba-coba apakah

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 264

    Mereka menoleh pada saat bersamaan. Tidak tahu sejak kapan, Bagas sudah bangun.Rhea buru-buru melangkah maju untuk memapah ayahnya, tetapi ditolak oleh ayahnya."Rhea, kamu benar-benar membuatku kecewa."Melihat sorot mata kecewa Bagas, sekujur tubuh Rhea menegang."Ayah ... bahkan Ayah juga nggak bisa memahamiku?"Dia melakukan semua ini demi menegakkan keadilan untuk ayahnya. Dia mengira biarpun semua orang tidak memahaminya, paling tidak Bagas akan memahaminya."Apa gunanya aku memahamimu? Hal ini sudah berlalu, kamu mengungkitnya kembali, hanya akan mempengaruhi kehidupanmu. Hari-harimu masih panjang, tapi kamu malah memasukkan Sizur ke penjara. Bagaimana kalau sampai orang-orang Keluarga Thamnin membalasmu?"Sekarang dia sudah tidak berdaya untuk melindungi putrinya. Rhea melakukan tindakan berbahaya seperti itu, hanya akan menghancurkan kehidupannya sendiri."Apa aku harus berpura-pura nggak tahu dan melanjutkan hidupku dengan menjalani kehidupan rumah tangga yang memuakkan itu

Bab terbaru

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 290

    Yah, sesungguhnya, perasaan wanita itu terhadap dirinya masih tidak terlalu dalam.Namun, mereka masih punya banyak waktu, dia juga cukup sabar. Dia akan menunggu hari di mana Rhea bergantung padanya seperti saat bergantung pada Jerico dulu."Hmm, tapi aku tetap berharap, kalau kelak ada orang yang mencari masalah denganmu lagi, kamu bisa meminta bantuanku, bukannya menanggungnya sendirian."Ekspresi sungguh-sungguh pria di hadapannya, membuat hati Rhea melunak."Oke."Sekembalinya ke kamar tidur, Rhea hendak menghapus riasan wajahnya ketika ponselnya berdering. Itu adalah panggilan telepon dari Weni."Rhea, mantan ibu mertuamu menyebarkan rumor kamu main tangan padanya. Hal ini sudah tersebar luas di kalangan kelas atas Kota Batur."Rhea mengalihkan pandangannya ke bawah dan berkata, "Nggak perlu dipedulikan, nggak lama lagi dia akan kena batunya sendiri."Weni berkata dengan nada bicara diliputi emosi, "Kamu nggak tahu seberapa nggak enak didengar kata-katanya itu. Aku benar-benar ke

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 289

    Hingga mereka berdua menyelesaikan penelitian hari ini dan bersiap untuk pulang, sudah lewat jam delapan malam.Mengetahui tempat tinggal Ivory lumayan jauh, saat membereskan peralatan penelitian, Rhea menyarankan untuk mengantar rekannya itu pulang malam ini.Sorot mata Ivory langsung berbinar. "Benarkah? Kak Rhea, terima kasih!""Nggak apa-apa. Nggak aman kalau kamu pulang malam sendirian."Sambil mengobrol, mereka berdua meletakkan peralatan-peralatan penelitian ke tempat semula. Setelah memastikan tidak ada masalah, mereka baru turun bersama.Rhea mengirimkan pesan untuk Arieson. Mengetahui Rhea akan mengantar Ivory pulang, Arieson juga tidak banyak berkomentar.Namun, saat melihat Arieson, Ivory malah agak canggung.Setelah duduk di kursi belakang mobil dan melihat Arieson duduk di kursi pengemudi, dia makin terkejut.Seorang presdir perusahaan berperan sebagai sopir untuk mengantarnya pulang? Dia bahkan tidak berani memimpikan hal seperti ini."Pak Arieson, maaf merepotkan."Arie

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 288

    Dengan diselimuti perasaan penuh harap, Jeni berjalan memasuki ruangan Arieson. Dia menatap Arieson sambil tersenyum.Pria itu tengah sibuk menangani dokumennya. Cahaya matahari yang terpancar dari jendela, membuat tubuh pria itu seakan-akan bersinar. Wajah tampannya itu makin terlihat memesona."Pak Arieson, aku sudah menyiapkan kontraknya. Menurutmu, sebaiknya kapan kita tanda tangani?"Arieson meletakkan dokumen dalam genggamannya, lalu mengalihkan pandangannya ke arah wanita itu. Sama sekali tidak ada kehangatan yang terlihat di matanya."Nona Jeni, mungkin kamu sudah salah paham. Hari ini aku bertemu denganmu karena ingin memberitahumu, Perusahaan Teknologi Hongdam sudah menentukan mitra lain. Ke depannya Nona Jeni nggak perlu datang lagi."Senyuman di wajah Jeni membeku seketika. Dia menatap Arieson dengan tatapan tidak percaya."Apa katamu?"Mereka sudah membicarakan kerja sama ini berkali-kali. Hanya satu langkah lagi, kontak sudah akan ditandatangani, tetapi pria itu malah ber

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 287

    "Kelak aku akan berusaha mengendalikan diriku, tapi kalau sampai lepas kendali, kamu juga nggak bisa menyalahkanku."Rhea tidak bisa berkata-kata lagi setelah mendengar ucapan pria itu.'Eh? Apa bedanya dia mengucapkan kalimat ini dengan nggak?'Melihat ekspresi Rhea sudah agak muram, Arieson tahu kalau dia berlama-lama di sini lagi, emosi wanita itu pasti akan meledak. Dia buru-buru berkata, "Nanti aku masih ada rapat. Malam hari selesai bekerja, kirimkan aku pesan, kita pulang bersama."Setelah Arieson pergi, Rhea langsung pergi ke laboratorium.Begitu melihat Rhea, kilatan nakal melintasi mata Ivory. "Kak Rhea, tadi saat aku pergi ke kantor untuk mencarimu, coba kamu tebak apa yang aku lihat?""Apa?"Rhea merasakan firasat buruk. 'Jangan-jangan dia melihat Arieson menciumku?'Benar saja, ucapan Ivory detik berikutnya sudah membuktikan dugaannya benar.Dia benar-benar ingin menghilang ditelan bumi saja.Dia berdeham pelan untuk menyembunyikan kecanggungannya. "Sudah, sudah, ayo kita

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 286

    Merasakan sikap wanita itu terhadap dirinya agak acuh tak acuh, Arieson mengerutkan keningnya. Suaranya terdengar lebih rendah dan dalam. "Apa terjadi sesuatu?"Rhea mendongak dengan kebingungan. "Nggak, ada apa?""Aku merasa sepertinya hari ini suasana hatimu kurang baik."Rhea menggelengkan kepalanya dan berkata, "Nggak. Kamu duduk dulu, aku bantu kamu ganti obat."Sorot mata yang Arieson tujukan pada Rhea makin dalam. Namun, dia tidak bertanya lebih jauh lagi."Oke."Saat membantu Arieson ganti obat, Rhea hanya diam saja. Setelah membereskan kain kasa yang kotor, dia mengalihkan pandangannya ke arah pria itu dan berkata, "Kamu kembali saja, aku juga sudah mau bekerja."Arieson menatap wanita di hadapannya itu dengan lekat. Beberapa detik kemudian, dia baru berkata, "Kamu marah karena tadi malam aku nggak pulang?"Rhea tertegun sejenak, lalu berkata, "Nggak, mengapa kamu berpikir seperti itu?""Karena sikapmu padaku sangat acuh tak acuh, seharusnya aku sudah melakukan kesalahan, maka

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 285

    Mendengar ucapan ini, saking kesalnya raut wajah Siska sampai berubah menjadi pucat. Dia mendongak, ingin melayangkan tamparan ke wajah Rhea.Namun, sebelum tangannya bisa menyentuh wajah Rhea, pergelangan tangannya sudah digenggam dengan erat."Lepaskan!"Rhea menyunggingkan seulas senyum dan berkata, "Nyonya Siska, sebaiknya lain kali sebelum kamu memohon pada orang lain, atur dulu sikapmu dengan baik sebelum datang, kalau nggak, hanya akan menjadi bahan tertawaan."Selesai berbicara, dia langsung melepaskan tangan wanita itu.Siska masih sedang meronta, tidak menyangka Rhea akan tiba-tiba melepaskannya. Tubuhnya langsung terhuyung ke belakang, terjatuh ke lantai dengan menyedihkan.Kebetulan, saat ini pintu lift sudah terbuka. Rhea langsung berjalan masuk ke dalam lift tanpa menoleh ke belakang.Siska ingin menghentikan Rhea. Namun, tadi saat dia terjatuh, kakinya keseleo. Sekarang, rasa sakit yang luar biasa menjalar di kakinya. Dia sama sekali tidak bisa bangkit untuk mengejar Rhe

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 284

    Melihat Tuan Besar Thamnin tidak menyerahkan tugas itu padanya lagi, pengacara tersebut segera bangkit dan berkata, "Tuan Besar, aku masih harus pergi mencari referensi untuk lihat apakah ada cara untuk mengeluarkan Tuan Sizur dengan jaminan. Aku pergi dulu."Tuan Besar Thamnin mengangguk dan berkata, "Pergilah."Setelah pengacara itu pergi, Tuan Besar Thamnin mengalihkan pandangannya ke arah Siska dan berkata, "Kamu juga pergilah, Sizur bisa keluar atau nggak, tergantung pada apakah kamu bisa membujuk Rhea atau nggak."Selesai berbicara, Tuan Besar Thamnin langsung bangkit dan pergi.Melihat pria itu berjalan kian menjauh, Siska tidak bisa menahan diri dan menggertakkan giginya. Amarah dan kebencian memenuhi wajahnya.Sepertinya Tuan Besar Thamnin juga tidak bisa diandalkan lagi, hanya dia yang memedulikan hidup dan mati Sizur.Setelah meninggalkan Kediaman Keluarga Thamnin, dengan api amarah menyelimuti hatinya, Siska menghubungi Jerico, memberi tahu putranya apa yang terjadi malam i

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 283

    Vani menghela napas, lalu berkata, "Jangan diungkit lagi. Dia sudah bercerai dengan Jerico, bahkan ...."Sebelum dia bisa menyelesaikan kalimatnya, Gerald sudah menyelanya, "Dia sudah bercerai?"Vani tidak memperhatikan gejolak emosi dalam suara putranya. Dia mengerutkan keningnya dan berkata, "Ya, benar. Hal ini cukup rumit. Setelah aku sampai di Negara Modanta, aku akan menceritakannya padamu perlahan-lahan.""Oke."Kedua orang ini mengobrol beberapa patah kata lagi sebelum Vani mengakhiri panggilan telepon.Mengingat tidak lama lagi dia akan pergi ke Negara Modanta dan berkumpul kembali dengan putra kandungnya, sudut bibir Vani terangkat ke atas.Setelah dia dan Bagas pergi ke Negara Modanta, apa yang Rhea lakukan di sini tidak akan memengaruhi mereka lagi. Dia hanya ingin menjalani hari-hari yang tenang bersama Bagas dan Gerald.Adapun mengenai Rhea, dia tidak pernah menganggap wanita itu sebagai keluarganya.Dulu dia bersikap sopan pada Rhea hanya karena mempertimbangkan Bagas.Se

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 282

    "Nggak perlu, aku bisa masak sendiri."Begitu dia berdiri, dia sudah merasakan sepasang tangan menekan bahunya."Jangan bergerak, tunggu saja di sini."Melihat sorot mata tegas pria itu, Rhea mengatupkan bibirnya, mengangguk dengan refleks.Arieson mengusap-usap kepalanya, lalu berkata sambil tersenyum, "Anak baik."Rhea terdiam mendapatkan perlakuan seperti itu.Pergerakan Arieson sangat cepat. Tak lama kemudian, sudah ada aroma harum makanan dari arah dapur. Rhea tidak bisa menahan diri dan menelan air liurnya. Dia beranjak dari sofa, berjalan menuju ke dapur.Dia belum makan malam, sekarang perutnya sudah keroncongan.Begitu dia berjalan ke arah pintu dapur, Arieson sudah berjalan keluar dengan membawa mi."Kenapa kamu datang kemari?"Pandangan Rhea tertuju pada mi dalam genggaman Arieson. Arieson membuat semangkuk mi telur sayur sederhana, dilengkapi dengan daun bawang di atasnya. Di bawah pencahayaan, mi yang dilengkapi dengan sayuran hijau yang segar dan telur yang digoreng hingg

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status