Share

Bab 153

Author: Lalita
Setelah berpikir demikian, dia menarik napas dalam-dalam, lalu berkata dengan perlahan, "Oke, aku akan mendengarkanmu."

Karena penelitian sore hari ada sedikit masalah, Rhea sibuk di laboratorium hingga jam sepuluh lewat.

Selesai membereskan barang-barang, dia meninggalkan laboratorium. Saat berada di lift, dia menerima panggilan telepon dari Jerico.

Begitu panggilan telepon terhubung, terdengar suara Jerico yang agak dingin dari ujung panggilan telepon. "Mengapa sudah selarut ini kamu masih belum pulang juga?"

"Sudah selesai, aku akan segera pulang."

Tepat pada saat Rhea sedang berbicara, pintu lift terbuka.

Dia hendak melangkah masuk ke dalam lift, tetapi begitu melihat Arieson berdiri di dalam lift, secara naluriah langkah kakinya terhenti sejenak.

Saat mereka bertatapan, sorot mata Arieson tampak sedingin es, aura yang luar biasa dingin menyelimuti tubuh pria itu.

Rhea mengatupkan bibirnya dengan rapat, ragu apakah dia harus masuk ke dalam lift atau tidak.

Bagaimanapun juga, diliha
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 154

    Rhea menepis tangan Jerico, lalu berkata dengan ekspresi dingin, "Kamu sudah berpikir banyak."Menghadapi tanggapan malas dari Rhea ini, Jerico sangat tidak puas. Sorot matanya berubah menjadi dingin.Jerico menarik napas dalam-dalam untuk mengendalikan emosinya yang bergejolak. Kemudian, dia berkata dengan lembut, "Rhea, aku tahu kamu kesal, tapi bagaimanapun juga, Nenek sudah lanjut usia. Aku harap kamu bisa lebih banyak menoleransinya."Rhea merasa ucapan ini sangat konyol, seakan-akan setiap kali ada urusan yang menyangkut Keluarga Thamnin, satu-satunya solusi Jerico adalah memintanya untuk bersabar.Dulu, karena dia mencintai pria itu, dia mengabaikan hal-hal ini. Sekarang dia baru mengerti, di hati pria itu, dirinya tidak akan bisa melampaui posisi Keluarga Thamnin, juga tidak akan bisa melampaui posisi karier pria itu."Jangan khawatir, aku nggak punya prasangka apa pun terhadapnya."Bagaimanapun juga, sekarang dia bahkan sudah tidak peduli lagi pada Jerico, bagaimana mungkin di

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 155

    "Kamu bilang aku mengganggunya, apa kamu punya bukti? Kalau nggak punya bukti, percaya atau nggak, aku akan melaporkanmu memukul orang tanpa sebab, kamu pasti akan dikurung selama beberapa hari!"Menghadapi ancaman itu, tentu saja sama sekali tidak dianggap serius oleh Jerico."Boleh saja, hanya saja takutnya saat itu tiba, orang yang akan dikurung adalah kamu."Melihat lawan bicaranya sama sekali tidak takut pada ancamannya, Dion yang awalnya memang sudah merasa sangat bersalah itu, berkata dengan gigi terkatup, "Kamu ... kamu tunggu saja! Jangan sampai menunjukkan batang hidungmu itu di hadapanku lagi!"Selesai berbicara, dia langsung melarikan diri.Melihat pria itu melarikan diri dengan ketakutan, sorot mata Jerico terlihat sedingin es.Berani-beraninya sampah seperti itu mengganggu Rhea!Dia mengalihkan pandangannya ke arah istrinya, lalu berkata dengan ekspresi yang sangat masam, "Kenapa kamu nggak bilang ada orang yang mengganggumu?"Dilihat dari ekspresi Rhea tadi, seharusnya p

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 156

    Sizur tidak bisa menahan diri dan menggelengkan kepalanya. "Dengan temperamenmu ini, nggak tahu wanita mana yang bisa tahan padamu kelak."Arieson tidak berbicara, dia menundukkan kepalanya, fokus membereskan bidak caturnya."Ayo, pergi makan."Saat di meja makan, Sizur terus berbicara dengan Arieson. Saking ramahnya, dia terkesan sedikit menjilat adiknya.Rhea hanya makan sedikit. Kemudian, dia meletakkan alat makannya dan berkata, "Aku sudah selesai makan, kalian lanjutkan saja."Begitu dia selesai berbicara, orang-orang di meja makan langsung mengalihkan perhatian mereka ke arahnya.Siska mengerutkan keningnya, sorot mata tidak puas tampak jelas di matanya, tetapi dia tidak berbicara.Jerico mengalihkan pandangannya ke arah Rhea, lalu berkata dengan lembut, "Apa makanan malam ini nggak sesuai dengan seleramu?"Rhea menggelengkan kepalanya dan berkata, "Nggak, aku benar-benar sudah kenyang. Aku ingat saat datang ke sini sebelumnya, aku menaruh beberapa pakaian di dalam kamarmu. Aku p

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 157

    Melihat wanita di hadapannya itu hanya menggigit bibir bawah tanpa berbicara, Arieson mencibir. Dia langsung mendorong wanita itu, bersiap untuk membuka pintu dan pergi.Rhea buru-buru menghentikannya. Dalam situasi genting seperti ini, dia langsung menggenggam tangan Arieson.Tubuh Arieson membeku sejenak, sorot matanya terhadap Rhea juga berubah menjadi gelap dan berbahaya."Lepas!"Rhea mengatupkan giginya dan berkata, "Paman, apa kamu harus memaksaku seperti ini?"Arieson menyunggingkan seulas senyum dingin, dia berkata, "Rhea, tahukah kamu apa konsekuensi yang akan kamu hadapi kalau kakakku mendapati kamu berada di dalam ruang bacanya?"Wanita ini bahkan tidak tahu karakter asli Sizur, tetapi malah berani menyelinap masuk ke dalam ruang baca pria berbahaya itu.Kalau tadi keberadaannya sampai ketahuan oleh Sizur, mungkin tidak lama lagi, dia akan menghilang dari muka bumi ini.Bagaimanapun juga, hal seperti ini juga bukannya tidak pernah terjadi.Tanpa Rhea sadari, genggamannya pa

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 158

    Setelah Jerico pergi, Rhea baru bisa menghela napas lega. Boleh dibilang masalah kal ini sudah berlalu, kelak dia harus lebih berhati-hati lagi.Dia beranjak dari ranjang, merapikan pakaiannya yang kusut akibat tindakan Jerico, lalu mengambil pakaian dari dalam lemari dan segera turun.Di ruang tamu lantai bawah, Jerico dan Sizur sedang duduk berhadapan. Ekspresi keduanya tampak sedikit masam.Melihat Rhea sudah turun, Sizur berkata dengan ekspresi datar, "Sudah, sudah, sekarang sudah sangat larut, kalian pulang saja dulu."Jerico mengangguk, lalu bangkit dan berkata, "Oke."Dia mengalihkan pandangannya ke arah Rhea dengan memasang ekspresi datar, sama sekali tidak ada kehangatan terlihat di matanya."Ayo pergi."Sepanjang perjalanan pulang, Jerico tetap memasang ekspresi muram dan tidak berbicara dengan Rhea. Sangat jelas dia masih marah mengenai kejadian kamar tidur tadi.Sekembalinya ke vila, Rhea hendak turun dari mobil, Jerico berkata dengan dingin, "Apa nggak ada yang ingin kamu

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 159

    "Dia yang membuat Keluarga Lugan bangkrut, anggota Keluarga Lugan mencarinya untuk membalas dendam, apa hubungannya denganku?"Melihat Jerico sama sekali tidak mendengarkan ucapannya, Yurik mengerutkan keningnya."Baik, aku sudah mengerti."Setelah Yurik pergi, muncul niat membunuh di mata Jerico.Karena Arieson sudah menargetkan istrinya lagi dan lagi, maka dia hanya bisa memberi pria itu sedikit pelajaran.Beberapa hari berikutnya, Dion selalu pergi ke laboratorium setiap hari untuk mengantarkan berbagai macam barang untuk Rhea. Namun, Rhea selalu menolaknya.Sambil memasang meja penelitian bersama Rhea, Ivory berkata, "Aku benar-benar nggak mengerti, mengapa jelas-jelas setiap kali ditolak olehmu, keesokan harinya Dion masih saja datang menemuimu dengan gigih, apa mungkin dia mengidap semacam masokis?"Rhea menggelengkan kepalanya dan berkata, "Nggak tahu, nggak perlu memedulikannya. Ini kamu pasang terbalik."Ivory segera membenarkan apa yang dipasangnya terbalik itu, dia juga tida

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 160

    Rhea yang seharusnya masih dalam kondisi tak sadarkan diri, langsung meraih labu di sampingnya dan menghantam kepala pria itu dengan keras. Pecahan labu yang tajam itu langsung menggores dahi pria tersebut. Dalam sekejap, darah segar mulai mengalir.Tepat pada saat pria itu sedang lengah, Rhea langsung mendorongnya, lalu berlari keluar dengan terhuyung-huyung.Namun, seluruh tenaganya sudah dikerahkannya untuk menghantam Dion tadi. Sekarang, dia hanya merasa sekujur tubuhnya sudah tak bertenaga lagi. Dia berjalan dengan terhuyung-huyung. Sebelum dia bisa mencapai pintu, rambutnya sudah dijambak oleh Dion."Dasar wanita jalang! Berani-beraninya kamu memukulku!"Dion menarik Rhea dengan satu tangan, melayangkan beberapa tamparan beruntun ke wajah Rhea dengan tangan lainnya.Luka di dahinya masih belum sempat ditangani. Darah segar yang mengalir ke bawah mengikuti alisnya, membuat wajahnya terlihat makin aneh dan menakutkan.Rhea ingin meronta, tetapi dia sama sekali tidak bertenaga lagi.

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 161

    "Lepaskan!"Melihat sorot mata penuh amarah Arieson itu, saat ini Rhea baru merasa lega, seolah-olah baru saja terselamatkan dari ajal, kedua matanya pun memerah.Perlahan-lahan, dia mengendurkan genggamannya, menunjukkan telapak tangannya yang telah berdarah, serta ... pecahan kaca yang tertancap pada telapak tangannya itu.Ekspresi Arieson tampak sangat muram, dia langsung menggendong Rhea dan berjalan menuju ke luar.Rhea mencengkeram kerah baju Arieson, berkata dengan suara yang sangat rendah, "Pak Arieson ... kamu minta seseorang untuk mengantarkan pakaian untukku saja."Kalau Arieson menggendongnya meninggalkan perusahaan seperti ini, mungkin hari ini juga rumor-rumor mengenai mereka berdua sudah tersebar hingga ke seluruh pelosok perusahaan.Arieson menundukkan kepalanya, menatap wanita dalam pelukannya itu dengan ekspresi sedingin es. Melihat wajah kecil wanita itu tampak pucat pasi, terlihat sangat menyedihkan, sorot matanya pun berubah menjadi makin gelap."Tanganmu terluka,

Latest chapter

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 310

    Ekspresi Arieson langsung membeku. "Kapan kamu mengetahuinya?"Rhea berkata dengan ekspresi acuh tak acuh, "Saat kamu pergi ke restoran pasangan dengannya."Keduanya terdiam. Saking heningnya, mereka bisa mendengar napas satu sama lain.Belasan detik kemudian, melihat pria itu tidak menunjukkan tanda-tanda akan bicara, Rhea langsung berbalik, membuka pintu mobilnya, berencana untuk masuk ke dalam mobil dan pergi begitu saja.Tiba-tiba, Arieson menggenggam pergelangan tangannya."Rhea, salahku karena nggak memberitahumu hal ini. Maaf."Rhea menoleh menatapnya. Di bawah kegelapan malam, dia tidak bisa melihat ekspresi pria itu dengan jelas.Dia langsung menarik tangannya dan berkata, "Kalau kamu ingin balikan dengannya, aku bisa pindah malam ini juga."Arieson mengerutkan keningnya. "Aku nggak berencana untuk balikan dengannya. Aku nggak memberitahumu hal ini karena takut kamu salah paham. Aku tahu jelas orang yang kusukai sekarang adalah kamu."Rhea merasa ucapan Arieson agak konyol, di

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 309

    Saat ini, Arieson sedang berjalan menghampirinya dengan perlahan sambil tersenyum.Namun, indranya yang tajam bisa merasakan saat ini suasana hati Arieson sangat buruk.Gerald menoleh, mengikuti arah pandang Rhea. Saat tatapannya bertemu dengan tatapan Arieson, secara naluriah dia menyipitkan matanya.Sepertinya pria ini memancarkan aura permusuhan yang sangat besar terhadap dirinya.Arieson langsung duduk di samping Rhea, lalu berkata sambil tersenyum, "Rhea, kamu makan bersama kakakmu, mengapa kamu nggak memberitahuku? Aku bisa datang bersamamu."Gerald juga mengalihkan pandangannya ke arah Rhea, lalu berkata dengan sorot mata kebingungan, "Ini adalah?"Ditatap oleh dua orang pria pada saat bersamaan, Rhea mengerutkan keningnya. Saat dia hendak memperkenalkan mereka pada satu sama lain, Arieson sudah mengalihkan pandangannya ke arah Gerald sambil tersenyum."Halo, Tuan Gerald, aku adalah Arieson, pacar Rhea, juga presdir Perusahaan Teknologi Hongdam."Sorot mata Gerald berkedip, dia

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 308

    "Lama nggak bertemu."Gerald berjalan menghampiri Rhea, menundukkan kepalanya untuk menatap wanita itu. Dengan seulas senyum menghiasi wajahnya, dia berkata, "Hmm, lama nggak bertemu."Kalau dihitung-hitung, mereka berdua sudah tidak bertemu sekitar lima atau enam tahun, juga sangat jarang menghubungi satu sama lain, jadi Rhea merasa agak canggung."Ayo masuk dulu."Setelah duduk di dalam restoran dan memesan makanan, Rhea baru menatap pria itu dan berkata, "Mengapa kamu tiba-tiba berencana untuk mengembangkan kariermu di dalam negeri. Aku dengar dari Bibi Vani, gajimu di luar negeri cukup tinggi. Kalau kamu bekerja di sana beberapa tahun lagi, seharusnya kamu sudah bisa menetap di luar negeri, bukan?"Melihat sosok wanita yang sangat dirindukannya kini berada tepat di hadapannya, Gerald hampir melamun.Dia mengalihkan pandangannya dengan tenang, lalu berkata dengan suara rendah, "Aku nggak terbiasa dengan makanan di luar negeri."Rhea agak terkejut, sangat jelas tidak terlalu percaya.

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 307

    "Tuan Besar Thamnin, ada urusan apa kamu datang mencariku?"Melihat sikap Rhea yang tidak merendah, juga tidak arogan itu, Tuan Besar Thamnin mengerutkan keningnya, berkata dengan nada bicara arogan, "Sebut saja harganya, selama kamu bersedia melepaskan Sizur."Rhea menatap pria itu dengan ekspresi acuh tak acuh. "Kamu berencana memberi berapa?""Itu tergantung berapa yang ingin kamu minta. Kejadian itu sudah berlalu selama bertahun-tahun. Biarpun kamu benar-benar memasukkan Sizur ke penjara, aku juga punya cara untuk mengeluarkannya. Keras kepala nggak ada untungnya untukmu."Rhea bangkit, lalu berkata dengan nada bicara tanpa gejolak emosi, "Karena kamu sudah berbicara demikian, kita juga nggak perlu membicarakan hal ini lagi."Raut wajah Tuan Besar Thamnin langsung berubah menjadi sedingin es. "Apa maksudmu?""Nggak bermaksud apa-apa. Aku hanya merasa kita nggak akan bisa mencapai kesepakatan. Aku masih ada kerjaan, pergi dulu."Selesai berbicara, Rhea langsung berbalik dan pergi.M

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 306

    Arieson menatap wanita itu tanpa ekspresi dan berkata, "Erika, kamu bukanlah tipe orang yang akan memainkan trik-trik seperti ini."Tangan Erika yang terulur terhenti sejenak. Kemudian, dia menarik kembali tangannya, lalu berkata dengan ekspresi acuh tak acuh, "Dulu kamu juga nggak akan menolakku.""Sudah kubilang, aku sudah punya pacar."Erika menatap pria itu, berkata dengan penuh penekanan, "Apa kamu mencintainya?"Melihat Arieson terdiam, tidak mengucapkan sepatah kata pun, akhirnya Erika merasakan sedikit kepercayaan diri."Lihatlah, kalau kamu mencintainya, kamu pasti akan mengakuinya tanpa ragu."Arieson mengerutkan keningnya dan berkata, "Erika, aku nggak mengakuinya hanya karena nggak ingin menyakitimu."Senyuman di wajah Erika langsung membeku. Beberapa saat kemudian, dia berkata dengan suara rendah, "Walau kamu mencintainya, juga nggak masalah. Kamu pasti akan jatuh cinta kembali padaku."Awalnya Arieson ingin mengatakan dia tidak akan jatuh cinta kembali pada wanita itu, ka

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 305

    Ucapan ini adalah bentuk isyarat yang sudah sangat jelas antara pria dan wanita dewasa.Arieson berkata dengan ekspresi acuh tak acuh, "Sudah larut, nggak perlu lagi. Kamu istirahatlah lebih awal."Erika agak kecewa, tetapi dia tetap memaksakan seulas senyum, mengangguk dan berkata, "Oke, kalau begitu, hati-hati di jalan, ya."Saat Arieson kembali ke vila, sudah jam sepuluh lewat malam.Dia baru saja berganti sepatu dan berjalan memasuki ruang tamu, pelayan sudah menghampirinya dan berkata, "Tuan Muda, malam ini Nona Rhea menunggumu pulang makan malam sangat lama. Pada akhirnya, dia langsung naik ke atas tanpa makan malam.""Oke, aku mengerti, kamu istirahat saja dulu.""Baiklah."Arieson menggulung lengan jasnya, lalu pergi ke dapur untuk membuat semangkuk mi dan membawakannya ke lantai atas.Mendengar suara ketukan pintu, Rhea mengira itu adalah pelayan vila. Dia segera bangkit untuk membuka pintu.Begitu melihat sosok bayangan yang tinggi di hadapannya itu, dia tertegun sejenak. Kem

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 304

    Kalau mereka bukan mengunjungi restoran pasangan, kalau mereka bukan duduk di sisi yang sama di meja makan, kalau Arieson tidak mengambilkan sayuran untuk wanita itu, mungkin ... dia masih bisa membohongi dirinya sendiri bahwa wanita itu adalah mitra Perusahaan Teknologi Hongdam.Dia mematikan layar ponselnya, menundukkan kepalanya, ekspresinya tampak muram.Saat dia melihat foto tersebut, dia sempat terdorong untuk menelepon Arieson, mempertanyakan pria itu. Namun, pada akhirnya dia tetap tenang kembali.Dia juga hanya memanfaatkan Arieson. Biarpun pria itu benar-benar menjalin hubungan tidak jelas dengan wanita lain, apa haknya untuk mempertanyakan pria itu?Lagi pula, bukankah dia juga tidak berencana untuk bersama pria itu selamanya?Ponselnya kembali berbunyi, Weni mengirimkan beberapa pesan untuknya.[Aku sudah meminta orang untuk menyelidiki wanita itu. Nama wanita itu adalah Erika Kilbis, cinta pertama Arieson. Setelah dia mendapatkan beasiswa penuh, dia pergi ke luar negeri un

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 303

    Rhea mengalihkan pandangannya ke bawah, lalu berkata dengan perlahan, "Nggak apa-apa. Kamu semalaman nggak pulang ke vila, aku hanya ingin menanyakan apa urusanmu sudah selesai ditangani."Orang di ujung telepon hening sejenak sebelum terdengar suara rendah Arieson. "Sudah hampir selesai ditangani, malam ini aku akan pulang."Tanpa Rhea sadari, cengkeramannya pada ponselnya makin erat. "Oke, kalau begitu nanti malam kita makan malam bersama.""Hmm, tunggu aku pulang."Setelah mengakhiri panggilan telepon, Arieson mengalihkan pandangannya ke arah wanita yang tengah duduk di seberangnya sambil menangis. Dia berkata dengan dingin, "Erika, hubungan kita sudah berakhir, nanti aku akan memesan tiket pesawat untukmu."Pergerakan menyeka air mata Erika terhenti. Dengan berlinang air mata, dia menatap Arieson dan berkata, "Aku nggak mau! Kali ini aku sudah pulang, aku nggak berencana untuk pergi lagi."Arieson mengerutkan keningnya, hawa di sekelilingnya berubah menjadi sedingin es."Terserah k

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 302

    Arieson mengusap-usap kepalanya, berkata dengan suara rendah, "Nggak bisa membuatmu memercayaiku sepenuhnya, itu artinya aku masih kurang baik."Rhea mendongak, menatap pria itu. Saat dia hendak berbicara, tiba-tiba ponsel Arieson berdering."Kamu sudah mengubah nada deringmu?"Dulu Rhea sudah pernah mendengar nada dering ponsel Arieson, sepertinya berbeda dengan nada dering hari ini.Arieson tidak berbicara, dia mengambil ponselnya dan berjalan ke samping sebelum menjawab panggilan telepon tersebut.Tidak tahu mengapa, hati Rhea diliputi oleh kegelisahan, keningnya juga berkerut.Tak lama kemudian, Arieson sudah mengakhiri panggilan telepon itu, lalu berbalik dan berjalan menghampirinya."Aku ada sedikit urusan, perlu keluar sebentar, kamu tidur saja dulu."Selesai berbicara, dia berbalik, hendak pergi. Secara naluriah, Rhea menarik tangannya."Apa urusan itu sangat penting? Bisakah kamu tetap di sini untuk menemaniku ... aku ...."Rhea juga tidak tahu harus menggunakan alasan seperti

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status