Share

Bab 106

Author: Lalita
Sepanjang perjalanan, Rhea terus meronta, ingin Jerico menurunkan dirinya, tetapi sama sekali tidak membuahkan hasil.

Hingga setelah meletakkannya di ranjang pasien UGD, Jerico menempatkan kedua tangannya di sisi ranjang, lalu berkata dengan suara dalam, "Rhea, sekarang suasana hatiku sangat buruk, sebaiknya kamu patuh sedikit."

Mendengar ancaman dalam nada bicara pria itu, Rhea langsung menepis tangan pria itu dan menatap pria itu dengan ekspresi datar.

"Oh? Apa hubungannya suasana hatimu buruk denganku? Kalau kamu suka yang patuh, pergi temui Stella. Aku nggak bisa baik hati dan pengertian sepertinya."

Jerico menatap wajah Rhea yang dingin itu. Tiba-tiba saja, dia tertawa.

"Rhea, apa kamu sedang cemburu?"

Rhea mengerutkan keningnya. 'Dasar pria gila! Dari mana kamu melihatku cemburu?'

Namun, dia juga ingin membantah pernyataan pria itu, terserah saja apa yang ingin dipikirkan oleh pria itu.

Tak lama kemudian, dokter sudah datang. Setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap Rhea
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 107

    "Stella, sepertinya belakangan ini aku sudah terlalu baik padamu, sampai-sampai kamu sudah lupa diri."Rasa sakit yang menjalar dari kulit kepalanya membuat mata Stella memerah dan berlinang air mata. Namun, ekspresi ganas Jerico saat ini juga membuatnya ketakutan."Jerico ... apa yang kamu katakan? Aku nggak mengerti ....""Nggak mengerti, ya? Karena kamu nggak mengerti, kalau begitu kamu berlutut di depan bangsal Rhea hingga kamu mengerti."Ekspresi Stella langsung berubah. Bagaimana mungkin dia masih tidak tahu apa yang telah terjadi?"Aku nggak tahu ... Nona Rhea menelepon, dia bilang dia diculik. Kukira itu adalah triknya agar kamu pergi ke tempatnya ... maaf ...."Begitu dia selesai berbicara, Jerico langsung melayangkan satu tamparan ke wajahnya.Kekuatan tamparan Jerico itu sangatlah besar. Kalau bukan karena satu tangannya yang lain masih tengah menjambak rambut Stella, wanita itu pasti sudah terjatuh.Stella berteriak kesakitan. Dia merasakan rasa sakit yang luar biasa menjal

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 108

    "Oh? Aku? Kejam?"Rhea menyunggingkan seulas senyum dingin."Putrimu menginstruksikan seorang rekan kerja untuk menjebakku, nyaris membuat wajahku rusak. Apa dia nggak kejam? Mencari orang, meminta orang tersebut sengaja berlutut di hadapanku, lalu mengambil video dan mengunggahnya di internet, menyebabkan aku mengalami kekerasan internet, itu nggak kejam? Menculikku, nyaris membuatku kehilangan nyawaku, apa itu nggak kejam?"Mina ingin membantah, tetapi saat melihat sorot mata sedingin es Rhea, dia langsung tertegun, lupa apa yang ingin dikatakannya.Melihat Janice begitu pandai bersilat lidah, Zuis berkata dengan dingin, "Rhea, sekarang kondisi kesehatan ayahmu nggak baik. Kalau dia tahu kamu diculik, mungkin dia akan khawatir, bukan?"Rhea langsung mendongak. Melihat sorot mata mengancam Zuis, tangannya di balik selimut pun mengepal.Dia mengatupkan giginya dengan rapat. Saat dia hendak berbicara, tiba-tiba pintu bangsal terbuka."Oh, aku baru tahu ternyata Pak Zuis sangat hebat di

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 109

    "Terserah kamu saja.""Hmm, Paman, kamu sibuk bekerja. Kalau nggak ada keperluan, nggak perlu datang melihatku."Arieson mengangkat alisnya, menatap wanita itu dengan sorot mata menyelidik."Apa seperti ini perlakuanmu terhadap penyelamatmu?"Rhea mengalihkan pandangannya ke arah pria itu dan berkata dengan perlahan, "Justru karena Paman adalah penyelamatku, itulah sebabnya seharusnya aku tahu berterima kasih, nggak membiarkan Paman yang begitu sibuk bekerja untuk membuang-buang waktu lagi dengan datang melihatku."Melihat wanita itu terus memanggilnya "Paman", seolah-olah sedang mengingatkannya mengenai hubungan di antara mereka berdua setiap saat, Arieson tiba-tiba mencondongkan tubuhnya untuk mendekati Rhea.Melihat wajah tampan yang seperti diperbesar di hadapannya itu, Rhea tertegun sejenak, lalu segera mundur, seakan-akan pria itu adalah ular berbisa.Arieson baru saja hendak berbicara, tiba-tiba saja pintu bangsal terbuka."Rhea ...."Suara Jerico langsung terputus begitu meliha

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 110

    Jerico mencibir. Saat dia hendak berbicara, tiba-tiba ponsel dalam sakunya berdering.Melihat itu adalah panggilan telepon dari Stella, sorot matanya berubah menjadi makin dingin. Dia langsung memutus sambungan telepon itu."Rhea, apa kamu kira pamanku benar-benar menyukaimu? Kalau dia benar-benar peduli padamu, dia nggak akan menggodamu di saat statusmu masih istriku. Dia melakukan itu sekarang, itu artinya dia hanya bermain-main denganmu ...."Rhea benar-benar dibuat jijik oleh pria bajingan di hadapannya ini. Dia menatap pria tersebut dengan sorot mata sedingin es."Jerico, sudah kubilang, jangan menganggap orang lain menjijikkan seperti dirimu.""Aku menjijikkan? Sebagai seorang generasi yang lebih tua, dia menyimpan niat lain terhadapmu, apa dia nggak menjijikkan?"Rhea mengerutkan keningnya, sorot matanya berubah menjadi makin dingin."Oh? Memangnya apa hakmu mengatai orang lain? Kamu sendiri bahkan nggak bisa menangani wanita simpananmu di luar sana dan anak dalam kandungan wani

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 111

    Selesai memberi kesaksian, dia baru saja hendak pergi, ada seorang polisi yang menghentikannya."Nona Rhea, tersangka bilang ingin bertemu denganmu. Sebelum bertemu denganmu, dia nggak akan mengakui apa pun. Bisakah kamu membantu kerja kami dengan menemuinya?"Rhea mengerutkan keningnya, dia merasa Janice pasti berniat jahat padanya.Menyadari pertimbangan Rhea, polisi melanjutkan. "Jangan khawatir. Kamu bertemu dengannya akan dibatasi dengan kaca, dia nggak akan bisa menyakitimu."Mendengar ucapan polisi, Rhea mengangguk menyetujui. "Kalau begitu, baiklah."Saat dia tiba di lokasi, Janice sudah menunggu di seberangnya.Bertemu dengannya, Janice tampak sangat tenang, mungkin wanita itu juga tahu terlepas dari seberapa dalam kebenciannya terhadap Rhea, dia juga tidak bisa melakukan apa pun lagi.Rhea mengangkat telepon, lalu berkata dengan ekspresi acuh tak acuh, "Apa yang ingin kamu katakan padaku?"Janice menyunggingkan seulas senyum aneh, lalu berkata, "Rhea, apa kamu merasa kamu sud

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 112

    Dia tiba-tiba saja ditarik oleh seseorang dari belakang, lalu terjatuh dengan keras ke tanah.Sebuah truk besar melaju di hadapannya.Rasa sakit menjalar di sekujur tubuh Rhea, tetapi dia sama sekali tidak bisa merasakannya lagi. Dia hanya duduk termenung di sana."Kamu baik-baik saja, 'kan?"Mengira dia dikejutkan oleh kejadian tadi, orang yang menariknya tadi melambaikan tangan di hadapannya.Rhea menggelengkan kepalanya dan berkata, "Aku nggak apa-apa ... terima kasih ....""Apa kamu benar-benar baik-baik saja?""Hmm."Setelah memastikan Rhea benar-benar baik-baik saja lagi dan lagi, orang tersebut mengingatkannya untuk tidak melamun saat menyeberang jalan sebelum pergi.Rhea tidak pulang ke rumah, melainkan pergi menjenguk Bagas.Saat dia tiba, Bagas sedang menjalani dialisis.Vani sedikit terkejut melihat Rhea. Dia buru-buru menyeka air mata di sudut matanya, memaksakan seulas senyum."Rhea, mengapa kamu datang kemari?"Rhea duduk di samping Vani, lalu mengalihkan pandangannya ke

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 113

    Mendengar ucapan ini, Rhea langsung mengerutkan keningnya. Dia menatap Bagas dengan tatapan marah dan berkata, "Ayah, apa yang Ayah bicarakan?! Kalau Ayah berbicara seperti ini lagi, aku nggak akan datang melihat Ayah lagi."Saat Bagas hendak berbicara, Vani buru-buru berkata, "Sudahlah, Bagas, jangan katakan lagi. Kamu juga nggak pikirkan betapa sedihnya Rhea mendengar ucapanmu ini."Melihat sorot mata sedih Rhea, Bagas menghela napas, tidak berbicara lagi.Setelah mengantar Bagas kembali ke bangsal dan hendak pergi, Rhea tidak bisa menahan diri dan bertanya pada ayahnya, "Ayah, kejadian yang menimpa Perusahaan Farmasi Hokada kala itu, apa sudah diketahui penyebab pastinya?"Bagas tertegun sejenak, lalu mengerutkan keningnya dan berkata, "Mengapa kamu tiba-tiba menanyakan ini?""Oh, belakangan ini aku melihat beberapa video tentang keselamatan, jadi aku ingin tahu bagaimana kejadian kala itu bisa terjadi. Bagaimanapun juga, aku bekerja di laboratorium, aku juga perlu memperhatikan dan

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 114

    Rhea mendongak menatap pria itu. Melihat sorot mata bersalah pria itu, dia mengangguk dan berkata, "Hmm, aku juga sudah memikirkannya. Aku sudah terlalu dingin terhadapmu. Lagi pula, antara pasangan suami istri, nggak perlu membicarakan tentang kata maaf, terkesan seperti orang asing saja."Mendengar ucapannya, Jerico tertegun sejenak. Kemudian, kilatan senang melintas di matanya."Rhea, apa kamu serius?"Awalnya dia mengira sekarang ini Rhea masih marah padanya. Dia sudah bersiap untuk membujuk istrinya baik-baik. Siapa sangka, dalam kurun waktu sesingkat ini saja, sikap istrinya terhadapnya sudah berubah, tidak terkesan dingin dan menjauh seperti sebelumnya lagi.Rhea menyunggingkan seulas senyum dan berkata, "Tentu saja, walau aku masih belum memaafkanmu sepenuhnya, tapi aku juga sudah memikirkannya. Seharusnya aku nggak membiarkan hubungan kita terus menegang seperti ini. Setelah dua hari lagi, aku akan pindah kembali ke vila.""Benarkah?"Walaupun dia tidak tahu mengapa Rhea tiba-

Latest chapter

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 310

    Ekspresi Arieson langsung membeku. "Kapan kamu mengetahuinya?"Rhea berkata dengan ekspresi acuh tak acuh, "Saat kamu pergi ke restoran pasangan dengannya."Keduanya terdiam. Saking heningnya, mereka bisa mendengar napas satu sama lain.Belasan detik kemudian, melihat pria itu tidak menunjukkan tanda-tanda akan bicara, Rhea langsung berbalik, membuka pintu mobilnya, berencana untuk masuk ke dalam mobil dan pergi begitu saja.Tiba-tiba, Arieson menggenggam pergelangan tangannya."Rhea, salahku karena nggak memberitahumu hal ini. Maaf."Rhea menoleh menatapnya. Di bawah kegelapan malam, dia tidak bisa melihat ekspresi pria itu dengan jelas.Dia langsung menarik tangannya dan berkata, "Kalau kamu ingin balikan dengannya, aku bisa pindah malam ini juga."Arieson mengerutkan keningnya. "Aku nggak berencana untuk balikan dengannya. Aku nggak memberitahumu hal ini karena takut kamu salah paham. Aku tahu jelas orang yang kusukai sekarang adalah kamu."Rhea merasa ucapan Arieson agak konyol, di

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 309

    Saat ini, Arieson sedang berjalan menghampirinya dengan perlahan sambil tersenyum.Namun, indranya yang tajam bisa merasakan saat ini suasana hati Arieson sangat buruk.Gerald menoleh, mengikuti arah pandang Rhea. Saat tatapannya bertemu dengan tatapan Arieson, secara naluriah dia menyipitkan matanya.Sepertinya pria ini memancarkan aura permusuhan yang sangat besar terhadap dirinya.Arieson langsung duduk di samping Rhea, lalu berkata sambil tersenyum, "Rhea, kamu makan bersama kakakmu, mengapa kamu nggak memberitahuku? Aku bisa datang bersamamu."Gerald juga mengalihkan pandangannya ke arah Rhea, lalu berkata dengan sorot mata kebingungan, "Ini adalah?"Ditatap oleh dua orang pria pada saat bersamaan, Rhea mengerutkan keningnya. Saat dia hendak memperkenalkan mereka pada satu sama lain, Arieson sudah mengalihkan pandangannya ke arah Gerald sambil tersenyum."Halo, Tuan Gerald, aku adalah Arieson, pacar Rhea, juga presdir Perusahaan Teknologi Hongdam."Sorot mata Gerald berkedip, dia

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 308

    "Lama nggak bertemu."Gerald berjalan menghampiri Rhea, menundukkan kepalanya untuk menatap wanita itu. Dengan seulas senyum menghiasi wajahnya, dia berkata, "Hmm, lama nggak bertemu."Kalau dihitung-hitung, mereka berdua sudah tidak bertemu sekitar lima atau enam tahun, juga sangat jarang menghubungi satu sama lain, jadi Rhea merasa agak canggung."Ayo masuk dulu."Setelah duduk di dalam restoran dan memesan makanan, Rhea baru menatap pria itu dan berkata, "Mengapa kamu tiba-tiba berencana untuk mengembangkan kariermu di dalam negeri. Aku dengar dari Bibi Vani, gajimu di luar negeri cukup tinggi. Kalau kamu bekerja di sana beberapa tahun lagi, seharusnya kamu sudah bisa menetap di luar negeri, bukan?"Melihat sosok wanita yang sangat dirindukannya kini berada tepat di hadapannya, Gerald hampir melamun.Dia mengalihkan pandangannya dengan tenang, lalu berkata dengan suara rendah, "Aku nggak terbiasa dengan makanan di luar negeri."Rhea agak terkejut, sangat jelas tidak terlalu percaya.

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 307

    "Tuan Besar Thamnin, ada urusan apa kamu datang mencariku?"Melihat sikap Rhea yang tidak merendah, juga tidak arogan itu, Tuan Besar Thamnin mengerutkan keningnya, berkata dengan nada bicara arogan, "Sebut saja harganya, selama kamu bersedia melepaskan Sizur."Rhea menatap pria itu dengan ekspresi acuh tak acuh. "Kamu berencana memberi berapa?""Itu tergantung berapa yang ingin kamu minta. Kejadian itu sudah berlalu selama bertahun-tahun. Biarpun kamu benar-benar memasukkan Sizur ke penjara, aku juga punya cara untuk mengeluarkannya. Keras kepala nggak ada untungnya untukmu."Rhea bangkit, lalu berkata dengan nada bicara tanpa gejolak emosi, "Karena kamu sudah berbicara demikian, kita juga nggak perlu membicarakan hal ini lagi."Raut wajah Tuan Besar Thamnin langsung berubah menjadi sedingin es. "Apa maksudmu?""Nggak bermaksud apa-apa. Aku hanya merasa kita nggak akan bisa mencapai kesepakatan. Aku masih ada kerjaan, pergi dulu."Selesai berbicara, Rhea langsung berbalik dan pergi.M

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 306

    Arieson menatap wanita itu tanpa ekspresi dan berkata, "Erika, kamu bukanlah tipe orang yang akan memainkan trik-trik seperti ini."Tangan Erika yang terulur terhenti sejenak. Kemudian, dia menarik kembali tangannya, lalu berkata dengan ekspresi acuh tak acuh, "Dulu kamu juga nggak akan menolakku.""Sudah kubilang, aku sudah punya pacar."Erika menatap pria itu, berkata dengan penuh penekanan, "Apa kamu mencintainya?"Melihat Arieson terdiam, tidak mengucapkan sepatah kata pun, akhirnya Erika merasakan sedikit kepercayaan diri."Lihatlah, kalau kamu mencintainya, kamu pasti akan mengakuinya tanpa ragu."Arieson mengerutkan keningnya dan berkata, "Erika, aku nggak mengakuinya hanya karena nggak ingin menyakitimu."Senyuman di wajah Erika langsung membeku. Beberapa saat kemudian, dia berkata dengan suara rendah, "Walau kamu mencintainya, juga nggak masalah. Kamu pasti akan jatuh cinta kembali padaku."Awalnya Arieson ingin mengatakan dia tidak akan jatuh cinta kembali pada wanita itu, ka

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 305

    Ucapan ini adalah bentuk isyarat yang sudah sangat jelas antara pria dan wanita dewasa.Arieson berkata dengan ekspresi acuh tak acuh, "Sudah larut, nggak perlu lagi. Kamu istirahatlah lebih awal."Erika agak kecewa, tetapi dia tetap memaksakan seulas senyum, mengangguk dan berkata, "Oke, kalau begitu, hati-hati di jalan, ya."Saat Arieson kembali ke vila, sudah jam sepuluh lewat malam.Dia baru saja berganti sepatu dan berjalan memasuki ruang tamu, pelayan sudah menghampirinya dan berkata, "Tuan Muda, malam ini Nona Rhea menunggumu pulang makan malam sangat lama. Pada akhirnya, dia langsung naik ke atas tanpa makan malam.""Oke, aku mengerti, kamu istirahat saja dulu.""Baiklah."Arieson menggulung lengan jasnya, lalu pergi ke dapur untuk membuat semangkuk mi dan membawakannya ke lantai atas.Mendengar suara ketukan pintu, Rhea mengira itu adalah pelayan vila. Dia segera bangkit untuk membuka pintu.Begitu melihat sosok bayangan yang tinggi di hadapannya itu, dia tertegun sejenak. Kem

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 304

    Kalau mereka bukan mengunjungi restoran pasangan, kalau mereka bukan duduk di sisi yang sama di meja makan, kalau Arieson tidak mengambilkan sayuran untuk wanita itu, mungkin ... dia masih bisa membohongi dirinya sendiri bahwa wanita itu adalah mitra Perusahaan Teknologi Hongdam.Dia mematikan layar ponselnya, menundukkan kepalanya, ekspresinya tampak muram.Saat dia melihat foto tersebut, dia sempat terdorong untuk menelepon Arieson, mempertanyakan pria itu. Namun, pada akhirnya dia tetap tenang kembali.Dia juga hanya memanfaatkan Arieson. Biarpun pria itu benar-benar menjalin hubungan tidak jelas dengan wanita lain, apa haknya untuk mempertanyakan pria itu?Lagi pula, bukankah dia juga tidak berencana untuk bersama pria itu selamanya?Ponselnya kembali berbunyi, Weni mengirimkan beberapa pesan untuknya.[Aku sudah meminta orang untuk menyelidiki wanita itu. Nama wanita itu adalah Erika Kilbis, cinta pertama Arieson. Setelah dia mendapatkan beasiswa penuh, dia pergi ke luar negeri un

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 303

    Rhea mengalihkan pandangannya ke bawah, lalu berkata dengan perlahan, "Nggak apa-apa. Kamu semalaman nggak pulang ke vila, aku hanya ingin menanyakan apa urusanmu sudah selesai ditangani."Orang di ujung telepon hening sejenak sebelum terdengar suara rendah Arieson. "Sudah hampir selesai ditangani, malam ini aku akan pulang."Tanpa Rhea sadari, cengkeramannya pada ponselnya makin erat. "Oke, kalau begitu nanti malam kita makan malam bersama.""Hmm, tunggu aku pulang."Setelah mengakhiri panggilan telepon, Arieson mengalihkan pandangannya ke arah wanita yang tengah duduk di seberangnya sambil menangis. Dia berkata dengan dingin, "Erika, hubungan kita sudah berakhir, nanti aku akan memesan tiket pesawat untukmu."Pergerakan menyeka air mata Erika terhenti. Dengan berlinang air mata, dia menatap Arieson dan berkata, "Aku nggak mau! Kali ini aku sudah pulang, aku nggak berencana untuk pergi lagi."Arieson mengerutkan keningnya, hawa di sekelilingnya berubah menjadi sedingin es."Terserah k

  • Suami Baruku Ternyata Paman Mantan Suamiku   Bab 302

    Arieson mengusap-usap kepalanya, berkata dengan suara rendah, "Nggak bisa membuatmu memercayaiku sepenuhnya, itu artinya aku masih kurang baik."Rhea mendongak, menatap pria itu. Saat dia hendak berbicara, tiba-tiba ponsel Arieson berdering."Kamu sudah mengubah nada deringmu?"Dulu Rhea sudah pernah mendengar nada dering ponsel Arieson, sepertinya berbeda dengan nada dering hari ini.Arieson tidak berbicara, dia mengambil ponselnya dan berjalan ke samping sebelum menjawab panggilan telepon tersebut.Tidak tahu mengapa, hati Rhea diliputi oleh kegelisahan, keningnya juga berkerut.Tak lama kemudian, Arieson sudah mengakhiri panggilan telepon itu, lalu berbalik dan berjalan menghampirinya."Aku ada sedikit urusan, perlu keluar sebentar, kamu tidur saja dulu."Selesai berbicara, dia berbalik, hendak pergi. Secara naluriah, Rhea menarik tangannya."Apa urusan itu sangat penting? Bisakah kamu tetap di sini untuk menemaniku ... aku ...."Rhea juga tidak tahu harus menggunakan alasan seperti

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status