Share

Bab 37. DEG!

Author: Purple Rain
last update Last Updated: 2023-12-09 20:50:14

Roll Royce berjenis Phantom itu berhenti tepat di depannya. Marissa mengernyitkan dahinya sejenak, perlahan rasa penasaran itu pupus ketika seseorang turun dari dalam mobil mewah tersebut.

“Bagus. Aku tidak perlu capek-capek mencarinya,” gumam Marissa dengan bibir dimanyunkan.

“Hai, Marissa! Kita bertemu kembali, apakah ini adalah kebetulan yang sudah direncanakan oleh Tuhan pada kita?” dengan angkuhnya Kevin memulai sapaan itu saat melihat seseorang yang dikenalnya.

“Jangan menyeret nama Tuhan di sini, Kevin! Kau tidak pantas untuk itu, meski hanya sekedar menyebut.” Sahut Marissa dengan culas.

“Oh, begitukah menurutmu? Sorry deh,” Kevin memanyunkan bibirnya.

“Marissa, ayo cepat pergi! Kenapa pula dia ada di sini?” Joshua datang menghampiri saat melihat kemunculan Kevin di tengah-tengah mereka.

“Apa kau sedang mengantarkan, Joanna?” sapanya hanya untuk sekedar berbasa-basi. Ekspresi Joshua berubah semakin tidak mengenakkan, ia tidak ingin ada perseteruan di saat hati Marissa sedang k
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder   Bab 38. TAWARAN KERJA SAMA

    PLAK!Tamparan keras itu mendarat tepat di pipi, Kevin. Marissa merasa dijadikan boneka permainan oleh mantan kekasihnya itu. Sehingga niat semula pergi meninggalkannya pun diurungkan dan berakhir dengan sebuah tamparan.Kevin yang terkejut dengan aksi brutal dari Marissa pun mengepalkan sebelah tangannya. Ia mencoba untuk tidak membalas apa yang sudah dilakukan oleh perempuan itu, meski ia merasa harga dirinya sedikit terinjak. Lama kelamaan perempuan itu seperti tengah melonjak dengan sifat pongahnya.“Lelucon apalagi yang kau rencanakan? Aku tidak tertarik sedikitpun,” ujar Marissa dengan mengacungan jari telunjuknya di depan hidung mancung, Kevin.“Dengarkan! Aku tidak main-main, Marissa. Dia adikku dan kau baru saja menghajarnya,” gertak Kevin yang masih memegang pipi kirinya.“Persetan denganmu atau dengannya. Adikmu itu, dia yang telah memulainya. Catherine, telah menggoda suamiku.” Kali ini jari telunjuk Marissa beralih pada dada, Kevin.“Kamu harus membayar semua ini, dia kes

    Last Updated : 2023-12-10
  • Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder   Bab 39. KEPUTUSAN YANG SALAH

    “Gila! Apa yang sudah kamu pikirkan, Marissa? Mengajaknya kerja sama yang pada akhirnya akan merugikan dirimu?” Joshua menampakkan taringnya saat mereka sudah duduk di dalam mobil. Joshua yang merasa tak tenang pun berusaha mengajak Marissa berbicara saat mobil berhenti di sebuah tikungan lampu merah. Joshua melihat perempuan itu bungkam, hingga menguras kesabarannya yang sia-sia saja mengorbankan waktu demi membela Marissa.Perempuan itu menghela napas dengan perlahan, tapi tidak sekalipun ia membalas tatapan Joshua. Entah apa yang sedang dipikirkannya, seolah ia kini dalam sebuah tekanan yang cukup berat. Marissa memalingkan wajahnya keluar jendela mobil, ia menyilangkan kedua tangan di dada. Dan Joshua merasa terabaikan dengan sikapnya.“Jika bukan Kevin pelakunya, lantas siapa?” belum ada tanggapan dari Marissa, tapi sebisa mungkin Joshua mengajaknya berkomunikasi dengan baik.“Apa kamu punya musuh selain, Kevin?” tanya Joshua dengan sangat hati-hati.Baru saja Marissa menoleh, t

    Last Updated : 2023-12-12
  • Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder   Bab 40. CRASH!

    Krak!Ada bunyi ranting yang jatuh, atau lebih tepatnya terinjak oleh sesuatu. Di gelapnya malam, tidak akan ada satupun yang menyadari kejadian alam tersebut. Semuanya terjadi secara alami tanpa dibuat-buat, bagai hembusan semilir angin yang membawa sihir bagi sebagian anak manusia.Seperti halnya, Marissa. Ia yang telah meminum obat sebelum memutuskan untuk bergelung dalam selimut, ia tidak pernah memikirkan sesuatu yang janggal di luar sana. Apalagi tempat yang kini menampungnya tidak banyak diketahui banyak orang. Perempuan itu terlihat sangat lelah, bahkan untuk berpikir saja ia tidak mampu.“Tetaplah diam di situ pria manis. Jangan berisik!” suara seseorang memecah keheningan malam yang sempat berisik beberapa saat lalu. Di tangan kanannya berputar sebuah cutter pada sela-sela jari. Benda itu berkilat saat tertimpa cahaya di remangnya malam.Joshua, sudah duduk di bawah ranjang dengan posisi tengkurap. Sementara kaki dan tangannya telah terikat dengan tali panjang. Mulut pria be

    Last Updated : 2023-12-14
  • Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder   Bab 41. SORRY, KAK!

    “Menarik,” gumam Joanna dengan seringai di sudut bibirnya. Tatapan nyalang dari cat eyes miliknya membuat suhu ruang semakin dingin.Malam semakin merambat naik, dari balik jendela terlihat kerlip bintang bertaburan di atas mega. Lampu tidur di sisi ranjang itu, menyisakan pendar di sebagian ruang tidur. Terkesan hangat dan sangat nyaman, sehingga Marissa tidak bergeming sedikitpun dari atas kasur.Joanna berhenti tepat di tepi ranjang berukuran double tersebut. Ia mengamati tubuh kakaknya yang kini terlelap dalam dunia mimpi. Bahkan perempuan yang dulu sering membacakan dongeng sebelum tidur untuknya itu, tidak menyadari kedatangan dirinya. Kali ini bukan untuk bermanja di pelukannya, tapi menuntut sebuah pembalasan.“Apa yang harus aku lakukan untukmu? Membuatmu bungkam seperti apa yang aku lakukan pada temanmu? Oh, tidak, tidak, tidak …..” kepalanya menggeleng kecil, ia tidak setuju dengan apa yang baru saja diucapkannya sendiri. Semula ia hanya ingin memberi pelajaran agar Mariss

    Last Updated : 2023-12-15
  • Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder   Bab 42. BERTUKAR TEMPAT

    “Engh, ….”Suara erangan itu berasal dari, Marissa. Ia berusaha untuk membuka kelopak matanya yang terasa berat. Usaha itu berhasil, tapi pandangannya mendadak tidak bisa sejernih biasanya.‘Apa ini?’ (tanya Marissa dalam hati).Marissa berusaha menajamkan pandangan. Tapi tetap saja ia tidak melihat atau mengetahui sekarang dirinya ada di mana. Saat pandangannya mulai membaik, ia melihat ruangan yang kini ditempatinya tampak sedikit kumuh. “Shit! Siapa yang berani berbuat ini kepadaku?” ia mencoba untuk melepaskan diri ketika menyadari jika saat ini kedua tangan dan kakinya terikat pada ujung ranjang berbahan besi tersebut.Posisinya yang telentang hanya bisa memandang langit-langit. Marissa menstabilkan napasnya yang mulai bergemuruh karena perasaan kesal. “J-Joanna, ya ….” Perempuan itu pun ingat tentang sekelebat bayangan di ujung malam, di saat dirinya terakhir tertidur dengan nyenyak lalu ada sesuatu yang membuatnya tidak bisa bernapas. “Dia berusaha membunuhku?” Marissa tidak

    Last Updated : 2023-12-16
  • Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder   Bab 43. DAMN!

    Sementara itu, di sebuah rumah sakit kota Ankara. Joshua terbaring di ruang ICU menggantikan posisi, Deniz. Bunyi dari alat rekam jantung membuat berisik kamar tersebut sepanjang hari. Sore itu, Sam melihat Marissa dan Kevin berdebat di depan arah pintu basement rumah sakit. Segera ia mengawal Marissa secara diam-diam sampai ke pondok milik Joshua, tapi sayang sudah terlambat. Sam mendapati Joshua sudah terkapar di bawah lantai dengan bersimbah darah. Dan Marissa, entah ke mana perginya nona muda itu.“Apa yang sudah terjadi denganmu?” Deniz mengernyitkan dahi saat menoleh dan melihat Catherine datang dengan kondisi hidung dibalut dengan sebuah perban.Deniz memaksakan diri untuk pergi ke kamar Joshua setelah dirasa kondisinya membaik. Ia yang mendapat info dari pengawal pribadinya langsung beranjak dari bed pasien dan segera melihat kondisi Joshua yang malang.“Sial! Semua ini karena perempuan itu,” jawab Catherine dengan memasang muka kesal. Ia menghentikan langkahnya setelah berjal

    Last Updated : 2023-12-17
  • Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder   Bab 44. COME ON!

    Sebelum Joshua dilarikan ke rumah sakit. Di mana situasi sekeliling pondok dalam suasana yang sunyi. Sam terlihat mengendap-endap untuk mendekat dan mencari tahu. Rupanya rintik hujan menyambut kedatangannya, sehingga Sam harus berjingkat untuk menghindar dari gerimis. Sepi. Itulah kata pertama yang muncul di kepalanya, Sam menyipitkan kelopak mata untuk menajamkan penglihatan. Ia mengintip di balik jendela yang tirainya tidak tertutup dengan rapat. Sam tidak menemui apapun di dalam sana, hingga ia memutuskan untuk masuk ke dalam. ‘Jadi Joshua membawanya ke sini?’ (tanya Mark dalam hati). ‘Ya, Mark. Siapa tahu Joshua bermaksud baik, ia ingin menyelamatkan sahabatnya itu.’ (lanjut Sam bermonolog dengan perasaannya sendiri). ‘Gotcha!’ (soraknya dalam hati saat ia berhasil membuka pintu). Perlahan ia masuk ke dalam pondok yang minim pencahayaan itu. Ia waspada akan kemungkinan yang terjadi, siapa tahu ada sebuah jebakan yang membuat dirinya harus bertaruh nyawa. Tidak ada apapun sa

    Last Updated : 2023-12-18
  • Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder   Bab 45. HEI, BITCH

    “Kamu bercanda? Cerita dari mana jika kamu itu adiknya, Kevin?” Deniz tertawa kecil sambil mengalihkan pandangannya ke arah lain.“Jangan ngarang kamu, Cath!” sambung Deniz yang sudah tidak ada simpati sedikitpun pada perempuan muda itu.“Aku memang tidak pernah memberitahumu tentang keluargaku, karena kamu tidak memintanya,” jawab Catherine yang nada suaranya terdengar seperti—menyesal.“Cih, tidak penting.” Deniz langsung menimpali nya dengan cepat.“Kamu sudah berkhianat dan kita tidak ada hubungan TITIK!” jari telunjuk Deniz mengarah ke bawah lantai sebagai bentuk keputusan yang mutlak agar Catherine menerima dengan lapang dada.“Sudah aku jelaskan jika semuanya salah paham, Deniz. Kamu harus percaya kepadaku,” Catherine masih berusaha mendapatkan kepercayaan Deniz yang sudah hilang kepadanya. Pria bertampang dingin itu dulu sangat hangat saat menatap ke arahnya. Ucapan yang keluar dari mulut seorang Deniz sangatlah lembut, sehingga berhasil meluluhkan hati Catherine yang keras k

    Last Updated : 2023-12-19

Latest chapter

  • Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder   108. HAPPY

    "Seberapa kaya dirimu, Mas?" tanya Marissa saat keduanya tengah menikmati semilir angin di teras balkon bungalow. Pemandangan laut telah menyihir mereka untuk tetap berlama-lama di waktu menjelang siang hari. Matahari bersinar cukup terik, tapi tidak mengusik ketenangan mereka sedikitpun. Bahkan sekarang keduanya tengah menikmati segelas jus nanas untuk Marissa dan segelas wine untuk, Deniz. Deniz memanyunkan bibirnya ketika mendengar pertanyaan dari, Marissa. "Sangat kaya," jawabnya kemudian menyesap minumannya dengan penuh perasaan. "Sebesar apa? Kenapa keluarga Ghazy bisa masuk ke jajaran pengusaha sukses di rate 10 orang terkaya di dunia?" Marissa penasaran, ia ingin mendapatkan satu kisah tentang keluarga Ghazy dari mulut suaminya sendiri. "Kamu tidak akan bisa menghitungnya, apalagi dengan jari-jari lentik itu." Deniz menggeleng pelan, lalu mengalihkan pandangannya ke laut lepas yang ada di hadapannya. Marissa mengarahkan bola matanya ke samping dengan bibir dilipat k

  • Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder   107. HAPPY BIRTHDAY

    Kaki jenjang sehalus susu itu berlari kencang menghampiri ombak yang menggulung di bibir pantai. Saat kaki indahnya basah karena sapuan air laut, Marissa tergelak senang. Tawanya begitu lebar hingga kelopak matanya hanya terlihat bagaikan garis melengkung.Deniz tersenyum tipis saat melihat perempuan cantik yang sedang menari dan berputar lincah itu sedang melambaikan tangan ke arahnya. Deniz membalasnya, hingga menampilkan deretan gigi putih rapi miliknya. Ia memilih untuk menikmati panorama senja dengan siluet Marissa yang menawan di hamparan pasir putih, bahagia; itu adalah kalimat yang tepat untuk menggambarkan perasaannya saat ini.Setelah memuaskan diri dengan hanya menatap presensi Marissa di tepi laut, Deniz yang mengenakan setelan casual pun menggulung celananya hingga batas betis dan berniat untuk ikut bergabung dengan istrinya. Sepertinya berlarian di atas pasir dan mengejar perempuan menawan di depannya dengan sebuah godaan adalah hal yang sangat menyenangkan saat ini, hin

  • Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder   106. RENCANA DENIZ

    “Really?” Marissa masih mematung di tempat, bola matanya hampir lepas dengan decak kagum menjadi-jadi.“Kamu belum pernah naik pesawat?” tanya Deniz saat langkah kakinya berhenti tepat di samping, Marissa.Marissa menoleh cepat, ia dengan wajahnya yang tercengang namun bagi Deniz apa yang dilihatnya sungguh menggemaskan. “Ini jet pribadi, Mas.” Jawabnya sangat antusias.“Iya, terus?” Deniz memiringkan kepalanya, nampak dua alisnya saling bertautan.“Kalau naik pesawat di bandara-bandara gitu sih udah biasa, Mas. Marissa kan belum pernah ngerasain naik pesawat pribadi model begini, apalagi ini adalah milik suaminya aku.” Gestur wajahnya berubah-ubah saat menjelaskan, kadang kelopaknya memicing serius, lalu berubah menjadi datar kemudian tergelak senang.Deniz menikmati pemandangan di hadapannya seperti sebuah mukjizat, baginya Marissa bukan hanya sebagai obat dalam hidupnya, namun perempuan itu adalah anugerah dari Tuhan yang diturunkan untuknya. “Milik aku itu juga milik kamu, Sayang

  • Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder   105. APRESIASI

    "Jangan telat minum obat, Deniz! Apalagi sengaja untuk lupa," canda dokter Sunny. "Tenang saja Dok, kan sudah ada alarm original buat ingetin aku." Jawab Deniz dengan senyum simpulnya. "Alarm original?" ulang dokter Sunny sambil mengernyitkan keningnya. Deniz melirik Marissa yang duduk di sebelahnya, "Ini alarm original ku, Dok." Senggol Deniz pada lengan istrinya yang sejak datang memilih untuk diam dan tidak banyak bicara. "Idih, apaan sih?" ujar Marissa malu-malu. "Tapi ada benarnya lho, sejak kalian kembali rujuk, aura Deniz berubah menjadi semacam lampu mercusuar yang menerangi lautan lepas." Kata dokter Sunny dengan antusias. "Jokes Anda sungguh terlalu Dokter, segala lampu mercusuar dibawa-bawa ...." Deniz tergelak. "Aku tidak bohong, Deniz. Kamu sebelum kembali dengannya, jangankan rutin melakukan fisioterapi ataupun medical check up. Untuk obat pun kamu sengaja tidak mau menebusnya, padahal dari segi finansial seorang CEO perusahaan manufaktur terbesar di dunia,

  • Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder   104. DOUBLE BREAKFAST

    Satu bulan berlalu, sejak masa fisioterapi yang dilakukan Deniz di London kala itu. Kini Deniz aktif melakukan olahraga rutin seperti jogging ringan untuk membantu mempercepat proses pemulihannya. Semua perubahan drastis itu tidak lepas dari peran Marissa yang menyiapkan makanan sehat untuk menyeimbangkan asupan yang masuk ke dalam tubuh, Deniz. "Mas, diminum dulu jusnya." Marissa membawakan satu gelas jus jeruk segar setelah Deniz datang dengan keringat penuh membasah hampir di seluruh tubuhnya. "Makasih Sayang," lalu Deniz menghabiskan jus jeruk di tangannya seperti onta yang sedang berada di tengah gurun Sahara. "Hm ...." jawab Marissa bergumam, tentu saja di bibir berpoles warna pink nude itu tidak lepas menarik garis senyuman. "Oh ya, Mas mau sarapan apa? Aku masakin bentar ya, setelah ini Mas mandi dulu. Kita ada janji lho sama dokter Sunny, aku tidak ingin Mas terlambat untuk itu." Lanjut Marissa yang hendak pergi ke arah dapur. "Eeeh .... tunggu dulu, mau ke mana Sa

  • Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder   Bab 103. OPTIMIS

    Genap 3 Minggu mereka menghabiskan waktu di London, Inggris. Marissa dengan sabarnya mendampingi Deniz dalam segi pengobatan dan juga kesembuhan mentalnya. Seperti hari ini di mana Marissa menghabiskan waktu setengah harinya melatih Deniz untuk berjalan meskipun masih dengan bantuan tongkat penyangga. Merasa lelah setelah berputar di taman rumah sakit, mereka berdua memutuskan untuk kembali ke dalam ruangan. Tak putus kata semangat Marissa lontarkan, "Bagus Mas, ya, terus .... pelan-pelan, kalau capek kita bisa berhenti dulu." Marissa memegang pinggang Deniz dengan erat, sementara tangan kiri suaminya dilingkarkan pada bahunya agar mereka bisa berjalan secara beriringan. "Kalimat kamu itu, bisa diralat nggak sih?" sahut Deniz dengan napas sedikit tersengal karena menahan nyeri di bagian sendinya. "Kalimat aku? Bagian yang mananya, Mas?" tanya Marissa dengan dua alis menukik tajam. "Kalau kalimat itu terucap lagi dari bibir kamu, bisa-bisa orang menyangka kalau kamu itu lagi a

  • Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder   Bab 102. LOVE YOU MORE, MAS!

    Marissa masih terjaga saat jarum jam di dinding menunjukkan angka 11 malam. Ia melihat Deniz sudah tertidur pulas sejak kepulangan mereka 4 jam yang lalu. Marissa membuka kacamata minusnya, lalu meletakkan ke samping lembaran dokumen yang baru saja ia pelajari, Marissa harus memenuhi konsekuensinya untuk membantu mengembalikan data perusahaan milik suaminya. seperti yang diketahui sebelumnya data perusahaan yang Deniz pimpin telah bocor, akibat beberapa akses perusahaan manufaktur yang dipegang terakses oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Dipijatnya pangkal hidung yang terasa nyeri, "Kenapa tingkat keamanannya tidak berlapis? Padahal perusahaan ini begitu besar. Selama ini mereka fokus ngerjain apa aja sih? Bisa-bisanya data investor, kolega serta pemilik saham bisa kecolongan seperti ini." Monolog Marissa dengan helaan napas berat. Langkah kakinya menuntun Marissa menuju dapur apartemen, ia membuka satu botol Tequila dan menuangkannya ke dalam gelas kristal. Otaknya harus ri

  • Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder   Bab 101. GIVE ME MORE ++

    Di kursi belakang, Marissa merebahkan bobot tubuh Deniz di atas kursi penumpang. Ia meminta agar Sam memberi mereka waktu sebentar. Berbekal beberapa lembar uang yang diberikan Marissa, Sam pun memilih untuk menunggu dua anak manusia yang tengah terbakar gelora itu di sebuah Coffee Shop. Menyesap kopinya dengan penuh hati-hati, Sam hanya bisa bergumam kala melihat SUV berwarna hitam di tepi parkir tengah bergoyang secara perlahan. Bibirnya berjengit menarik senyuman, lalu menggeleng kecil saat memikirkan apa yang telah terjadi di dalam sana. Kepulan asap yang keluar dari arah pods yang dihembuskan oleh Sam membuat perasaannya sedikit lega. Hingga tiga puluh menit berlalu, belum ada tanda-tanda mereka yang ada di dalam mobil akan menyerah. "Harap maklum, Sam. Mereka sudah menahannya cukup lama ...." monolog Sam pada dirinya sendiri. Dan suara geram tertahan itu berkali-kali lolos dari mulut Deniz saat Marissa mencari kepuasan di bawah sana. Dengan posisinya yang mendominasi di

  • Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder   Bab 100. JUST CODDLING

    "Sakit, Sayang ...." Peluh Deniz menetes dari keningnya, ia menahan bobot tubuhnya di tiang penyangga yang terdapat di kedua sisi tangannya. Hampir saja menyerah ketika dirinya sudah terlalu nyaman duduk di kursi roda. Penyakit tidak percaya dirinya muncul begitu saja saat dua kakinya tidak lagi mampu berpijak dengan tepat di atas lantai. "Ada aku, Mas. Jangan menyerah!" bisik Marissa sambil mengangkat sebelah tangan suaminya dan meletakkan di bahu agar Deniz tidak terjatuh. Deniz menggeleng lemah, deru napasnya tidak teratur. "Mas duduk dulu, istirahat lah! Aku ambil minum sebentar, Mas." Marissa pergi ke sudut ruang setelah mendudukkan Deniz di sebuah sofa untuk mengambil satu botol air mineral. "Jangan dipaksa, pelan-pelan saja Nyonya Sawyer." Ucap salah satu perawat yang menghampirinya. Marissa menoleh, ia terlihat sangat tegang. "Oh, i-iya." Kata Marissa sambil mengangguk ragu. "Butuh waktu, Nyonya harus bersabar saat mendampingi tuan Ghazy." Sambung perawat di ha

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status