Share

BAB 94

Author: Hare Ra
last update Last Updated: 2025-04-02 08:01:19

Angin pantai berhembus lembut, membawa aroma laut yang khas ke dalam paru-paru mereka. Ilona dan Egar duduk berdampingan di atas pasir, menikmati waktu yang seolah berhenti. Matahari mulai condong ke barat, menciptakan pantulan keemasan di permukaan laut yang seakan membentang tanpa ujung.

Ilona menatap suaminya penuh rasa kagum. "Kamu hebat," ucapnya tulus.

Dia tahu, perjuangan Egar sampai sejauh ini tidaklah mudah. Dia melepaskan sendok emas dan berjuang mulai dari nol. Berjuang sendiri, tanpa dukungan dari pihak manapun. Namanya masuk daftar hitam saat mau melamar pekerjaan di perusahaan lain. Tapi, dia bisa bangkit.

Egar menggeleng, senyum hangat tersungging di bibirnya. "Bukan aku yang hebat, tapi kamu yang kuat. Kamu bertahan dalam keadaan apapun, selalu ada untukku dan anak-anak kita. Kalian yang hebat, karen

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Mantan   BAB 95

    Angin pantai berhembus lembut, membawa aroma laut yang khas. Langit mulai berwarna jingga keemasan, menandakan sore yang semakin menua. Ilona masih duduk berdampingan dengan Egar, tangan mereka saling menggenggam, menikmati ketenangan yang jarang mereka dapatkan.Namun, ketenangan itu terusik oleh suara yang tiba-tiba menyebut namanya."Ilona?"Ilona terkejut. Ia menoleh cepat, matanya membesar saat melihat sosok yang berdiri di hadapannya."Bu Hikmah?" tanyanya tak percaya.Wanita paruh baya itu tersenyum hangat, matanya berbinar melihat Ilona. Bu Hikmah adalah satu-satunya tetangga yang selalu baik padanya saat ia masih tinggal di rumah ibunya. Ia tidak seperti tetangga lain yang suka membicarakannya, apalagi mempermasalahk

    Last Updated : 2025-04-03
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Mantan   BAB 96

    Sore itu, angin berhembus lembut di sekitar mereka. Langit yang mulai berwarna jingga membuat suasana semakin syahdu. Namun, Ilona merasakan sesuatu yang lain. Hatinya bergemuruh, dadanya berdebar kencang. Kata-kata Bu Hikmah masih terngiang di telinganya.“Siapa, Bu? Rasanya aku tidak meninggalkan urusan yang belum selesai saat pergi dari kampung,” ujar Ilona penasaran.“Seorang wanita datang mencari ibumu, tapi setelah dicermati, dia mencari kamu.” Bu Hikmah menjelaskan sambil menatap mata Ilona dengan begitu dalam.Ilona mengernyitkan keningnya. "Maksudnya gimana, Bu?" tanyanya, merasa janggal.Bu Hikmah menatapnya dengan mata penuh perhatian, seolah menyadari kebingungan yang menghantui Ilona. Karena amanah orang ini juga bu Hikmah akhir-akhir

    Last Updated : 2025-04-03
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Mantan   BAB 97

    Angin sore berhembus lembut, menyapu rambut Ilona yang tergerai. Matahari mulai tenggelam di ufuk barat, menciptakan semburat jingga yang memantul di permukaan air laut. Namun, semua keindahan itu tak mampu mengusir gelombang kegelisahan yang tengah menguasai hatinya.Apa yang dikatakan oleh bu Hikmah hari ini mengganggu pikirannya. Semua perasaan bercampur menjadi satu. Dia tidak tahu harus berbuat apa, yang pasti dia merasa marah, emosi yang memuncak yang menguasainya.“Terima kasih, Bu,” ucap Ilona kepada Bu Hikmah dengan suara yang sedikit bergetar.Bu Hikmah menatapnya dengan penuh kasih. “Kamu kuat, Ilona.”Ilona mengangguk pelan, meski di dalam dirinya ia merasa jauh dari kata kuat.Setelah berp

    Last Updated : 2025-04-04
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Mantan   BAB 98

    Malam sudah larut, tapi Ilona masih duduk, menatap kosong ke arah langit yang bertabur bintang yang menembus pintu kaca di samping. Udara dingin berhembus pelan melalui celah-celah, menyapu kulitnya yang terbuka di balik cardigan tipis yang ia kenakan. Namun, hawa malam tak mampu mendinginkan badai yang berkecamuk dalam dadanya.Di sampingnya, Egar masih setia menemani, menggenggam jemarinya yang terasa dingin. Ia tahu, pikiran istrinya sedang berkelana jauh."Sayang," suara Egar lembut, penuh ketenangan. "Bukankah kamu percaya kalau semuanya adalah takdir Tuhan? Tuhan tahu kapan waktu yang tepat. Mungkin jika dulu Ibu menemui kamu, akan terjadi sesuatu yang lebih menyakitkan bagimu. Dan mungkin sekaranglah waktunya."“Semua sudah diatur oleh Tuhan, berbaik sangka lah kepada sang pencipta. Dia lah yang lebih t

    Last Updated : 2025-04-04
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Mantan   BAB 1

    Hening yang mencekam mengisi ruang perawatan di rumah sakit, hanya suara jam dinding dan tetesan infus yang terdengar di antara ketegangan yang menggantung di udara.“Ceraikan dia!”Teriakan itu menggema dengan penuh kemarahan, menggetarkan hati siapapun yang mendengarnya.Nyonya Mike berdiri tegak dengan tatapan penuh kebencian, menunjuk ke arah seorang wanita yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Wajahnya pucat, matanya sembab akibat tangisan yang tiada henti.Ilona, istri Romy, masih berjuang menerima kenyataan bahwa bayi yang baru saja ia lahirkan telah meninggal. Namun, belum selesai kesedihannya, kini ia harus menghadapi satu kenyataan pahit lagi—penolakan total dari keluarga suaminya.Padahal bukan inginnya seperti ini, dan kalau bisa dia rela menukarkan hidupnya dengan bayinya. Tapi, semua sudah takdir yang tidak bisa dia tolak. Tuhan lebih sayang kepada anaknya.“Ma…” Romy mencoba membela, suaranya lirih, tetapi segera dipotong oleh ibunya yang tak ingin mendengar bant

    Last Updated : 2025-02-19
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Mantan   BAB 2

    Di dalam kamar VVIP rumah sakit yang dingin dan sunyi, hanya ada Ilona dan Romy yang masih mematung. Keduanya telah menjadi orang asing. Tak ada lagi suara bentakan Nyonya Mike, tak ada lagi tekanan dari siapapun. Yang tersisa hanya kesunyian dan kenyataan pahit yang menggantung di antara mereka."Maaf…" suara Romy tercekat, hampir tak terdengar.Ilona menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Mereka saling mencintai, dan perjalanan mereka untuk sampai ke tahap ini bukanlah sesuatu yang mudah.Dua tahun mereka menjalin hubungan secara diam-diam, melawan restu yang tak pernah datang. Ilona adalah gadis miskin tanpa keluarga yang jelas, sedangkan Romy berasal dari keluarga terpandang yang menjunjung tinggi martabat dan garis keturunan. Pernikahan mereka pun hanya terjadi karena Ilona hamil—sebuah kenyataan yang menjadi satu-satunya alasan keluarga Romy menerima kehadirannya.Namun kini, alasan itu telah tiada. Bayi yang mereka nantikan, satu-satunya pengikat di antara mereka, telah pergi s

    Last Updated : 2025-02-19
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Mantan   BAB 3

    "Hah? Apa?" Wanita itu menatap Ilona dengan kesal, matanya tajam dan penuh curiga.Itu wajar, kan? Toh mereka tidak saling kenal, tiba-tiba saja dia menawarkan menyusui anak tersebut. Perkara susu menyusui kan bukanlah hal yang biasa."Kasihan dia kelaparan," jawab Ilona lirih, suaranya nyaris tenggelam oleh tangisan bayi yang berada dalam gendongan wanita itu.Wanita itu menunduk, menatap bayi yang terus menangis, wajahnya sudah memerah, suaranya mulai melemah. Ia terlihat kelelahan, tangisannya tak lagi kencang, hanya rintihan kecil yang menyayat hati.Wanita itu juga tampak kesal dan frustasi, entah sudah berapa lama dia tidak berhasil menenangkan bayi yang malang itu."Apa yang kau inginkan?" suara wanita itu dingin, seolah tak ingin berurusan dengan Ilona.Dia begitu waspada. Mungkin takut Ilona punya niat buruk.Ilona menggigit bibirnya. "Saya baru saja melahirkan… anak saya meninggal," ucapnya dengan suara bergetar.Wanita itu mendongak, menatap Ilona dari atas hingga bawah. Ad

    Last Updated : 2025-02-20
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Mantan   BAB 4

    "Dibayar?"Pertanyaan itu meluncur begitu saja dari bibir Ilona. Seperti sebuah harapan di tengah keterpurukannya. Seperti mata air di tengah padang pasir yang kering kerontang. Setelah semua yang menimpanya, setelah dirinya dicampakkan dan kehilangan segalanya, mendapatkan pekerjaan adalah sebuah kemewahan yang tak pernah ia bayangkan."Iya. Kau akan dibayar, tinggal di rumah kami, dan semua kebutuhanmu akan dipenuhi," ujar wanita itu dengan nada tegas, lebih tepatnya ketus."Baiklah," jawab Ilona cepat, tanpa berpikir panjang.Wanita itu mengangguk, lalu memperkenalkan dirinya secara resmi. Bira. Nama yang terasa asing bagi Ilona, tapi entah mengapa memberi getaran aneh dalam hatinya.Ilona tak tahu bahwa keputusannya ini akan mengubah hidupnya. Ia memang terbebas dari makian Nyonya Mike, wanita yang selama ini menindasnya, tapi apakah Nyonya Bira akan memperlakukannya dengan baik? Ataukah ia justru melangkah ke dalam bahaya yang lebih besar?Ruangan perawatan itu terasa begitu sun

    Last Updated : 2025-02-20

Latest chapter

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Mantan   BAB 98

    Malam sudah larut, tapi Ilona masih duduk, menatap kosong ke arah langit yang bertabur bintang yang menembus pintu kaca di samping. Udara dingin berhembus pelan melalui celah-celah, menyapu kulitnya yang terbuka di balik cardigan tipis yang ia kenakan. Namun, hawa malam tak mampu mendinginkan badai yang berkecamuk dalam dadanya.Di sampingnya, Egar masih setia menemani, menggenggam jemarinya yang terasa dingin. Ia tahu, pikiran istrinya sedang berkelana jauh."Sayang," suara Egar lembut, penuh ketenangan. "Bukankah kamu percaya kalau semuanya adalah takdir Tuhan? Tuhan tahu kapan waktu yang tepat. Mungkin jika dulu Ibu menemui kamu, akan terjadi sesuatu yang lebih menyakitkan bagimu. Dan mungkin sekaranglah waktunya."“Semua sudah diatur oleh Tuhan, berbaik sangka lah kepada sang pencipta. Dia lah yang lebih t

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Mantan   BAB 97

    Angin sore berhembus lembut, menyapu rambut Ilona yang tergerai. Matahari mulai tenggelam di ufuk barat, menciptakan semburat jingga yang memantul di permukaan air laut. Namun, semua keindahan itu tak mampu mengusir gelombang kegelisahan yang tengah menguasai hatinya.Apa yang dikatakan oleh bu Hikmah hari ini mengganggu pikirannya. Semua perasaan bercampur menjadi satu. Dia tidak tahu harus berbuat apa, yang pasti dia merasa marah, emosi yang memuncak yang menguasainya.“Terima kasih, Bu,” ucap Ilona kepada Bu Hikmah dengan suara yang sedikit bergetar.Bu Hikmah menatapnya dengan penuh kasih. “Kamu kuat, Ilona.”Ilona mengangguk pelan, meski di dalam dirinya ia merasa jauh dari kata kuat.Setelah berp

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Mantan   BAB 96

    Sore itu, angin berhembus lembut di sekitar mereka. Langit yang mulai berwarna jingga membuat suasana semakin syahdu. Namun, Ilona merasakan sesuatu yang lain. Hatinya bergemuruh, dadanya berdebar kencang. Kata-kata Bu Hikmah masih terngiang di telinganya.“Siapa, Bu? Rasanya aku tidak meninggalkan urusan yang belum selesai saat pergi dari kampung,” ujar Ilona penasaran.“Seorang wanita datang mencari ibumu, tapi setelah dicermati, dia mencari kamu.” Bu Hikmah menjelaskan sambil menatap mata Ilona dengan begitu dalam.Ilona mengernyitkan keningnya. "Maksudnya gimana, Bu?" tanyanya, merasa janggal.Bu Hikmah menatapnya dengan mata penuh perhatian, seolah menyadari kebingungan yang menghantui Ilona. Karena amanah orang ini juga bu Hikmah akhir-akhir

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Mantan   BAB 95

    Angin pantai berhembus lembut, membawa aroma laut yang khas. Langit mulai berwarna jingga keemasan, menandakan sore yang semakin menua. Ilona masih duduk berdampingan dengan Egar, tangan mereka saling menggenggam, menikmati ketenangan yang jarang mereka dapatkan.Namun, ketenangan itu terusik oleh suara yang tiba-tiba menyebut namanya."Ilona?"Ilona terkejut. Ia menoleh cepat, matanya membesar saat melihat sosok yang berdiri di hadapannya."Bu Hikmah?" tanyanya tak percaya.Wanita paruh baya itu tersenyum hangat, matanya berbinar melihat Ilona. Bu Hikmah adalah satu-satunya tetangga yang selalu baik padanya saat ia masih tinggal di rumah ibunya. Ia tidak seperti tetangga lain yang suka membicarakannya, apalagi mempermasalahk

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Mantan   BAB 94

    Angin pantai berhembus lembut, membawa aroma laut yang khas ke dalam paru-paru mereka. Ilona dan Egar duduk berdampingan di atas pasir, menikmati waktu yang seolah berhenti. Matahari mulai condong ke barat, menciptakan pantulan keemasan di permukaan laut yang seakan membentang tanpa ujung.Ilona menatap suaminya penuh rasa kagum. "Kamu hebat," ucapnya tulus.Dia tahu, perjuangan Egar sampai sejauh ini tidaklah mudah. Dia melepaskan sendok emas dan berjuang mulai dari nol. Berjuang sendiri, tanpa dukungan dari pihak manapun. Namanya masuk daftar hitam saat mau melamar pekerjaan di perusahaan lain. Tapi, dia bisa bangkit.Egar menggeleng, senyum hangat tersungging di bibirnya. "Bukan aku yang hebat, tapi kamu yang kuat. Kamu bertahan dalam keadaan apapun, selalu ada untukku dan anak-anak kita. Kalian yang hebat, karen

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Mantan   BAB 93

    Egar duduk di atas pasir lembut dengan Gana dalam gendongannya, sementara pandangannya tertuju pada Ilona dan Yumi yang tertawa bersama di pinggir pantai. Wajah Ilona tampak begitu cerah, diterpa cahaya matahari yang mulai condong ke barat. Yumi berlari-lari kecil, sesekali menengok ke arah Ilona sambil tertawa renyah.Dan jika diperhatikan, wajah Ilona itu hampir mirip dengan Gia, istri pertamanya. Apalagi matanya, jadi tidak heran kalau sekilas melihat Yumi dan Ilona itu mirip, meskipun bukan ibu dan anak kandung.Angin pantai berhembus lembut, membawa aroma laut yang khas. Ombak berkejaran dengan lembut di tepian, menyapu jejak-jejak kaki kecil Yumi yang berlarian di atas pasir.Egar menarik napas panjang, menikmati momen ini. "Gia, lihatlah anak kita. Dia telah bertemu dengan ibu yang baik," bisiknya, matanya me

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Mantan   BAB 92

    Nyonya Bira masih merasa dadanya sesak saat masuk ke dalam mobilnya. Tangannya mencengkeram kemudi erat, kemarahan masih menggelegak di dadanya. Rasa kesal kepada Egar belumlah hilang."Apa sih hebatnya wanita itu? Hanya karena dia mau menyusui Yumi?" gerutunya kesal.Ia tak habis pikir bagaimana Egar bisa begitu mempertahankan Ilona. Wanita itu bukan siapa-siapa. Ia tak berasal dari keluarga terpandang, tak punya gelar, tak punya harta. Dan sekarang, ia bahkan telah melahirkan anak untuk Egar."Dia mau menyusui Yumi karena dibayar. Kalau gratis, dia pasti tidak akan mau. Wanita itu sangat matre, begitu mendengar ada perjanjian akan dibayar, dia langsung setuju!" tambahnya sinis.“Sulit sekali kalau sudah jatuh cinta dengan orang miskin. Dia tidak membawa keuntunga

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Mantan   BAB 91

    Ilona mengelus dadanya, berusaha menenangkan perasaan yang masih sesak. Hatinya perih melihat bagaimana ibu mertuanya memperlakukannya. Entah sampai kapan hubungan mereka akan membaik.Sejak menikah dengan Egar, ia sudah berusaha sebaik mungkin menjadi menantu yang baik, tetapi di mata Nyonya Bira, ia tetaplah orang luar—wanita miskin yang hanya mengincar harta anaknya.Pintu yang baru saja dibanting dengan keras membuat suasana rumah terasa begitu hampa."Suara apa itu?"Suara kecil Yumi terdengar dari lorong. Gadis kecil itu muncul dari kamarnya dengan mata mengantuk, rambutnya sedikit berantakan. Sepertinya dia ketiduran saat bermain."Gak apa-apa, Sayang," kata Ilona cepat, mencoba menenangkan putrinya.

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Mantan   BAB 90

    “Kau mau kemana?” tanya Nyonya Bira kesal melihat Ilona yang melangkah berjalan menjauh.“Kamar, Ma.” Ilona menjawab pelan.“Dasar orang miskin gak tau adab! Orang tua ada disini dan kau malah mau ke kamar. Tapi, wajar sih kalau seperti ini. Kau tidak memiliki orang orang tua, jadi tidak ada yang mengajarkanmu sopan santun!” ketusnya.“Aku memiliki ibu,” jawab Ilona yang tidak terima ibu yang telah merawatnya sejak kecil dihina seperti itu. Ibunya, meskipun bukan ibu kandung tapi selalu mengajarkannya bagaimana cara bersikap dan berperilaku.“Hanya ibu angkat! Sedangkan ibu kandung? Kau bahkan tidak tahu siapa mereka. Kau pasti anak haram yang dibuang.”Ruangan itu d

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status