Share

Masalah Hati

Author: Kiki Miki
last update Last Updated: 2025-04-01 00:01:25

"Kalau Papa menikahi jalang itu, aku, Ethan dan Clarissa akan pergi dari sini!" ancam Crystal pada Ethan.

"Crys ..." tegur Ethan.

"Ethan, kau harus membawaku dan Clarissa dari sini. Aku masih bisa bersabar kalau harus tinggal satu atap dengan jalang itu. Aku juga masih terima kalau Papa menjadikan wanita lain sebagai teman ranjangnya selain mendiang Mama. Tetapi aku tidak akan terima kalau posisi mendiang ibuku sebagai istri diambil alih oleh seorang jalang." Crystal mengumpat sekesal-kesal nya di hadapan Benigno.

Benigno menghela napas dalam-dalam melihat sikap putrinya yang sangat antipati terhadap Arabella.

"Crys ...." Benigno untuk kesekian kali berusaha untuk memberikan pengertian kepada putrinya itu.

"Ah ya, kalau Papa ingin menikahi wanita lain, silahkan saja! Tapi tolong pastikan kalau wanita itu adalah wanita baik-baik. Aku tidak rela mendiang Mama digantikan oleh seorang jalang!" kata Crystal sambil mengambil serbet untuk mengel
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Menantu Sang Mafia   Kau Masih Tahu Pulang, Heh?

    Ethan menghela napas dalam sebelum ia akhirnya masuk ke dalam kamar Crystal yang kini telah menjadi kamarnya itu. Ia membuka kenop pintu  bersiap disambut oleh ocehan Crystal yang kecepatan omelannya terkenal hingga membuat telinga orang sakit karenanya itu.PLUUK!!Sesuatu yang terasa empuk kini mendarat dengan sukses di wajahnya. Benar saja, tak hanya disambut dengan omelan panjang lebar, pria itu pun kini disambut oleh Crystal dengan lemparan bantal."Kau masih tahu pulang, heh?!" teriak Crystal padanya."Crys, kenapa kau melemparku dengan bantal, hmm?" tanya Ethan seolah tak mengerti apa kesalahannya."Kenapa aku melemparmu dengan bantal? Lalu aku harus melemparmu dengan apa lagi? Dengan ini? Dengan ini?" Wanita itu semakin menggebu-gebu melempari Ethan dengan apa saja yang berada di atas ranjangnya mulai dari boneka, selimut, bantal dan bahkan tissue? Ethan hanya bisa menangkap semua benda yang dilempar oleh Crystal sembara

    Last Updated : 2025-04-01
  • Menantu Sang Mafia   Berhentilah Menjadi Capo Dei Capi!

    "Dia kujadikan  pion yang kumasukkan ke area lawan," cerita Ethan.Mendengar kata lawan membuat Ethan menjadi semakin cemas tak karuan."Lawan? Kau ... memasukkan dia jadi mata-mata di kepolisian?" tanya Crystal dengan polosnya."Ya tidak, Crys. Kau ini! Aku tidak pernah menganggap kepolisian sebagai lawan, kau tahu?" "Ya, karena sudah pasti kau tidak akan mampu melawan mereka. Ckckck ..." cibir Crystal.Ethan melepaskan pelukannya dari tubuh Crystal."Kau benar," jawab Ethan."Kalau begitu kenapa kau melakukan sesuatu yang melanggar hukum?" tanya Crystal sambil memicingkan matanya pada Ethan."Kenapa kau tidak terlebih dahulu menanyakan hal itu pada Papa Ben?" balas Ethan "Kau ini .... aku bertanya padamu! Aku ingin tahu semua tentang dirimu. Semuanya! Untuk apa aku bertanya lagi tentangnya kalau aku sudah tahu?" jawab Crystal kesal."Kau tahu tentang alasan Papa Ben terjun ke dunia mafia?"

    Last Updated : 2025-04-01
  • Menantu Sang Mafia   Aku Mencintaimu

    "Kau mau kemana?" tanya Benigno pada Arabella."Aku ingin pergi dari sini, Ben. Terima kasih untuk semua hal yang pernah kau beri untukku. Aku benar-benar tak bisa lagi tinggal di sini," kata Arabella memberi jawaban atas pertanyaan Benigno itu."Kau tak perlu menghiraukan kata-kata Crystal. Kau bukan baru mengenalnya, kan? Tak perlu sampai pergi seperti ini, Arabel!" bujuk Benigno pada kekasihnya itu.Arabella menyeka air mata yang menggelantung di pelupuk matanya."Aku tidak bisa, Ben. Sudah berapa tahun aku mendampingimu? Dua tahun? Tiga tahun? Tetapi Crystal belum juga mau menerima kehadiranku. Aku bukannya serakah ingin menguasai hartamu. Aku benar-benar mencintaimu hingga aku memutuskan untuk bertahan denganmu, walaupun kata-kata Crystal sangat sering menyakiti hatiku. Tapi kali ini tidak. Dia sudah keterlaluan. Dia membawa-bawa nama ibuku dan juga orang tuaku. Padahal kau tahu? Orang tuaku tidak tahu apa-apa. Ibuku hanya perempuan kampung y

    Last Updated : 2025-04-01
  • Menantu Sang Mafia   Dia Hanya Seorang Gelandangan

    Tinggalkan sejenak keluarga Mensina, beralih ke kota Trapani. Paulo kini tengah berada di ruang ruko yang sempat ia amati dengan Ethan. Semalam setelah ia menawarkan pada anak buah Alfonso untuk mengantarkan mereka pulang, akhirnya mereka pun setuju dan tidak keberatan kalau Paulo mengantarkan mereka sampai me markas mereka kembali."Mereka memang biasa berulah di daerah sini!" kata Paulo saat ia mulai menyetir mobil itu semalam."Kau mengenal mereka?" tanya bodyguard yang terakhir diketahui oleh Paulo bernama Bernardo itu."Ya, mereka memang biasa mencegat mobil-mobil yang lewat tengah malam di sini, kau tidak tahu?" tanya Paulo dengan nada heran. "Padahal semua orang di sini mengetahui itu. Itu sebabnya tengah malam selalu ada mobil polisi yang patroli di daerah sini."Mengatakan itu Paulo melirik pada Bernardo, berharap pria itu akan percaya pada karangan bebasnya. Bernardo menggeleng lemah. Kepalanya dan tubuhnya masih sakit-sakitan

    Last Updated : 2025-04-01
  • Menantu Sang Mafia   Sicilian Mafia Guild

    "Siapa yang berani berbuat semacam ini pada kalian?!" geram Alfonso ketika ia baru tiba di markas The Monster cabang Trapani.Sebenarnya ia dan istrinya, Christina, sedang berbulan madu di kota ini, kota yang tidak terlalu jauh dari Marsala dan juga selain itu ia pun memiliki kepentingan dengan organisasi si sindikat mafia yang ia dirikan. The monster, Alfonso menamainya begitu.The monster adalah nama yang dia berikan untuk mewujudkan impiannya tentang sebuah sindikat yang besar dengan jaringan yang luas yang berada di bawah kepemimpinannya. Dengan menggunakan nama itu ia pula ingin membangun organisasi sindikat mafia, yang kejam tak terkalahkan sehingga semua orang atau bahkan semua sindikat dan organisasi mafia lain akan takut dan tunduk di bawah kendalinya. Sebagaimana halnya seperti monster yang menakuti banyak orang dengan tubuhnya yang besar dan tenaganya yang tak tertandingi.Alfonso melihat pada Bernardo dan Piero dengan berang. "Kalian,

    Last Updated : 2025-04-02
  • Menantu Sang Mafia   The Monster

    "Lalu  bagaimana kau bisa lepas dari orang-orang itu? Lalu kenapa kau malah kembali ke sini setelah mereka mengeroyokmu, hmm?"Tangan Alfonso masih menjambak kasar rambut anak buahnya itu. Bernardo tak berkutik, namun akhirnya dia pun menunjuk ke arah Paulo."Dia .... dia, Capo! Orang itu yang menolong kami!" tunjuk Bernardo.Alfonso mengikuti arah jari telunjuk Bernardo yang mengarah ke arah Paulo. Dahinya mengerut saat ia sadar ada orang lain yang berada di ruangan itu tanpa ia cepat menyadarinya."Dia siapa?" tanya Alfonso pada Bernardo. Kemudian dengan pertanyaan yang sama dia berpaling pada Paulo."Hei, kau siapa?" tanyanya pula pada Paulo."Dia adalah gelandangan yang kebetulan datang menolong kami, Capo! Kalau capo tidak percaya terhadap apa yang aku ceritakan tentang orang-orang yang menyerang kami dan seberapa hebatnya mereka, Capo boleh menanyakan sendiri pada Paulo apa yang terjadi tadi malam. Mereka benar-be

    Last Updated : 2025-04-02
  • Menantu Sang Mafia   Kepedulian Capo

    "Hai, Capo!" Paulo menyapa Ethan di panggilan vidionya dua hari setelah malam itu mereka melakukan aksi menyusupkan Paulo ke grup The Monster.Ethan yang sedang berada di bengkel memperbaiki mobil salah satu pengunjung bengkel melemparkan ponsel itu pada Jack yang sedari tadi hanya dia suruh memperhatikan dia dalam berkerja saja."Kau pegang itu, Jack. Arahkan layar depannya ke arahku!" perintah Ethan kepada Jack.Jack bersungut-sungut mendapat tugas yang sama sekali ia rasakan itu."Hai, Jack apa kabarmu di sana? Kau tidak menyusahkan Capo di sana kan?" ledekan Paulo itu di sana."Menyusahkan apa maksudmu? Kau tahu, aku di sini andalannya capo dalam menjaga bengkelnya!" gerutu Jack mendengar ledekan Paulo."Hohoho, andalan ... itu pasti karena kau adalah satu-satunya mekanik yang dimiliki oleh Bos Ethan saat ini. Aku benar kan? Lalu saat capo sedang tidak ada aku yakin satu-satunya pekerjaan yang kau tahu adalah bermai

    Last Updated : 2025-04-02
  • Menantu Sang Mafia   Aku Yang Akan Menggantikannya!

    Ethan baru saja pulang dari kasino ketika ia melihat Benigno sedang berada di ruang keluarga. Pria itu tengah menonton siaran berita di televisi. Dalam siaran berita itu, reporter sedang menayangkan situasi terkini pasca perampokan yang baru saja dilakukan oleh orang yang lagi-lagi mengaku sebagai capo dei capi. Ini kedua kalinya, kali ini tidak di bank, melainkan di sebuah toko perhiasan."Astaga! Apa orang itu benar-benar Capo dei Capi? Bagaimana mungkin seorang Capo melakukan tindakan memalukan seperti itu? Merampok bank, toko perhiasan? Dia itu apa ingin membuat semua organisasi mafia berada dalam masalah? Apa dia tidak memikirkan akibatnya pada anggota SMG (Sicilian Mafia Guild)?" kata Benigno sambil uring-uringan di depan televisi yang menyala di hadapannya.Ethan yang baru masuk menghentikan sejenak langkah kakinya, dan tanpa ikut duduk di situ ia pun ikut menonton berita itu sebentar."Aku rasa dia bukan Capo dei Capi yang asli," celutuk Ethan. Sek

    Last Updated : 2025-04-02

Latest chapter

  • Menantu Sang Mafia   Melengserkan Capo Dei Capi

    "Kenapa kalian diam, hmm?" tantang Benigno.Saat ini ada banyak hal yang menjadi pikiran Benigno terkait perampokan ini. Dia sedang tidak baik-baik saja. Apa lagi orang yang telah merampok kasinonya adalah orang yang selama ini ia bangga-banggakan. Capo dei capi.Jadi saat mendengar polisi ini menanyakan tentang hal itu, ia menjadi sensitif karenanya."Maaf, Tuan Ben. Aku rasa Tuan Ben, sudah salah paham pada kami. Kami menanyakan hal itu tidak bermaksud menuduh Kalau Tuan Ben adalah seorang mafia," kilah Danilo."Salah paham bagaimana? Kalian menanyakan itu kepadaku seolah-olah aku mengenal capo dei capi itu. Dan apa kalian bilang tadi? Kalian bilang dia adalah bos dari segala bos mafia? Lalu kalian juga mendesakku untu memberi tahu apa pun tentangnya yang aku tahu. Bukankah dari itu saja sudah kelihatan kalau kalian sedang berupaya untuk mengorek sesuatu dariku? Lalu apa maksud dari semua itu? Kalian menuduhku adalah mafia juga?"Benign

  • Menantu Sang Mafia   Kalian Punya Buktinya?

    "Tuan Benigno saat ini sedang tidak bisa diganggu. Jika Tuan-tuan ada keperluan, tanyakan saja pada saya. Nanti saya akan menjawab semampu yang saya bisa," kata Jordy menawarkan.Danilo, polisi yang tempo hari datang ke kediaman Benigno, menatap Jordi dengan pandangan menyelidiki."Kami hanya butuh berbicara dengan Tuan Benigno sebagai pemilik dari kasino ini. Kami perlu menanyakan beberapa hal padanya tentang sesuatu yang orang lain mungkin tidak tahu jawabannya. Misalnya tentang saingan bisnisnya, jumlah uang yang dicuri oleh perampok itu. Kami ingin tahu semuanya," kata polisi itu."Tuan-tuan bisa menanyakan itu pada saya, tak harus bertanya langsung pada Tuan Ben. Saya akan menjawabnya," jawab Jordy dengan mantap.Kedua polisi ini saling pandang."Kami hanya ingin bertemu dengan Tuan Benigno!" Lagi-lagi polisi ini bersikeras ingin bertemu dengan Benigno."Tapi Tuan Ben masih ada urusan.""Kami akan menunggu."

  • Menantu Sang Mafia   Kemarahan Benigno

    Begitu mendapat kabar kalau kasinonya dirampok, Benigno dan Jordy pun segera menuju Mensina Casino. "Apa saja yang kalian lakukan sampai-sampai terjadi hal seperti ini?!" bentak Benigno. "Maafkan kami, Capo. Orang itu ... mereka datang membawa rombongan senjata. Menurut keterangan pengunjung yang sedang berada di depan Kasino begitu mereka turun dari mobil mereka pun langsung menembaki bodyguard kita, Capo!" kata salah seorang staf kasino. "Sialan!! Siapa orang-orang itu?! Berani-beraninya dia merampok kasinoku. Apa dia tidak punya takut sama sekali?!" Meski Jordy sudah mengatakan kalau yang merampok kasinonya adalah Capo dei capi, tapi Benigno rasanya tidak bisa percaya sama sekali pada keterangan yang diberikan oleh Jordy. "Kata salah seorang dari mereka, emh ... sepertinya dia adalah pemimpin dari perampokan itu, Capo. Dia mengatakan kalau dia adalah Capo dei Capi, Capo," kata orang itu lagi dengan mimik

  • Menantu Sang Mafia   Perampokan Di Mensina Casino

    "Apa harganya tak bisa kurang lagi?" Benigno tersenyum tipis dan menggeleng. "Itu barang dengan kualitas bagus. Aku bisa memberimu tester kalau kau mau mencobanya di sini. Aku mendapatkannya tidak mudah. Dari Amerika, melalui proses pengiriman yang rumit untuk menghindari petugas pemerintahan," kata Benigno.Di depannya saat ini sedang ada calon pembeli obat-obatan terlarang yang dia selundupkan dari Amerika untuk dijual kembali di daerah Sisilia.Pria di hadapan Benigno ini kembali menjumput barang terlarang berbentuk serbuk putih itu dan merasakan teksturnya di genggaman tangan, lalu ia pun kembali menabur benda itu pada tempatnya semula."Bagaimana? Kalau kau orang lama dalam bisnis ini, kau pasti bisa membedakan mana barang bagus dan mana barang kualitas rendahan."Calon pembeli itu menimbang-nimbang sejenak."Capo, tolong kurangi harganya sedikit lagi," pinta orang itu."Astaga! Kau bukan baru pertama kal

  • Menantu Sang Mafia   Aku Takut Kau Menyesal

    Toretto yang sedari tadi tersambung dengan Ethan melalui panggilan telepon, kini memindahkan bluetooth handsfree yang berada di telinganya ke telinga Max."Demian, lepaskan ak ...!""Max! Dengarkan aku! Kau lupa apa yang aku katakan tadi?" Max yang sedari tadi hendak berontak dari cekalan Dominic dan Demian, sontak terdiam saat mendengar suara Ethan dari handsfree yang dilekatkan oleh Toretto di telinganya."Ya, Capo?" Max mengatur napasnya yang mulai memburu karena emosi."Aku bilang tadi bicarakan ini baik-baik dengannya, Max!" Ethan memperingatkan."Aku sudah berbicara baik-baik dengannya. Tapi dia malah dengan sombongnya malah menghinamu. Dasar tidak tahu diri! Rasanya aku ingin sekali merontokkan giginya dan meledakkan markasnya bersama dia dengan orang-orangnya!" umpat Max sambil mata tetap menatap tajam pada Ethan.Alfonso yang melihat para tamunya sedang berbicara dengan orang yang menyuruh mereka lagi

  • Menantu Sang Mafia   Tong Kosong Nyaring Bunyinya

    "Aku tidak tertarik ikut organisasi itu. Aku sudah memiliki organisasiku sendiri. The Monster. Kalian tahu itu, kan?" Max mengangguk."Ya, kami bisa melihat itu. Tapi tiap-tiap organisasi dan sindikat mafia yang ada di Sisilia wajib ikut organisasi SMG.""Oh, ya? Kata siapa? Kalau aku tidak tertarik ikut, kalian mau apa? Ingin memaksaku, hmm?" katanya dengan nada yang sangat remeh."Capo dei capi mengundangmu dengan baik-baik sebagai seorang pimpinan The Monster. Ini juga demi kebaikan bersama. Kalau organisasi dan sindikatmu sedang bermasalah dengan organisasi lain atau bahkan dengan pemerintah, pihak SMG bisa saja membantu." Max menerangkan lagi dengan sabar sementara ketiga temannya hanya diam. Mereka menyerahkan semuanya pada Max sebagai pemimpin misi mereka kali ini.Mendengar jawaban dari Max atas jawabannya itu, Alfonso tertawa meremehkan."Membantu katamu? Hahaha ... kau sungguh-sungguh berpikir kalau aku membu

  • Menantu Sang Mafia   Aku Tidak Tertarik!

    "Are you ready?" seru Max kepada ketiga orang temannya itu.Dominic, Toretto dan Demian pun tersenyum tipis. Lalu seolah mereka sudah diberi aba-aba sebelumnya, mereka pun masing-masing  mulai beratraksi menunjukkan kemampuan mereka menaklukkan lawan. Dominic misalnya, pria itu dengan gerak cepat bersalto  ke arah anggota The Monster yang berada berkelompok paling banyak. Lalu tanpa melepaskan tembakan, dia pun menendang salah seorang dari mereka tanpa orang itu sempat menghindar.Merasa diserang tanpa mereka siap, beberapa dari temannya buru-buru mengokang senjata mereka dan  menembak membabi buta ke arah Dominic. Dominic sendiri entah bagaimana bisa menghindari semua peluru itu sehingga tak ada satu pun peluru yang nyadar ke tubuhnya.Ketika perhatian semua orang yang ada di sana semuanya  nyaris tertuju pada Dominic,  hal itu pun langsung dimanfaatkan  oleh Demian dan Toretto untuk menyerang anggota-anggota The Monster yang lengah. T

  • Menantu Sang Mafia   Andiamo

    Sudah dibilang, mereka anggota Aquila Nera sepertinya sangat memuja Ethan sebagai panutan. Begitu pun dengan Max. Gayanya yang santai terlihat sama seperti Ethan. Malah mungkin penampilannya lebih stylish dibandingkan dengan sang capo. Lihat saja dia! Bahkan kaca mata hitamnya bertengger dengan apik di batang hidungnya.Kedua bodyguard itu saling pandang sejenak sebelum akhirnya mereka  tertawa sinis mendengar siapa orang yang berada di hadapan mereka ini."Bos sedang tidak ada. Kalian pulang saja! Jangan buat lelucon di sini. Di sini capo dei capi adalah Tuan Alfonso, bukan yang lainnya," kata salah seorang dari bodyguard itu.Max tersenyum tipis saat mendengar penolakan dari bodyguard itu untuk mempertemukan mereka dengan Alfonso. Usai tersenyum dengan manisnya, pria itu tanpa aba-aba, langsung menendang bodyguard itu dengan telapak kakinya tepat di bagian dada. BRUGGGHH!!!Pria itu langsung terlempar mundur ke belakang hingga punggung

  • Menantu Sang Mafia   Perwakilan Capo Dei Capi

    "Kalian sudah ada di lokasi?" tanya Ethan kepada anggota Aquila Nera yang saat ini berada di kota Trapani.Mereka sebenarnya adalah anggota Aquila Nera cabang kota Enna yang diutus oleh Ethan untuk mendatangi markas The Monster di  kota Trapani."Ya, Capo! Kami sudah berada di Via Due Vanelle, tak jauh dari ruko yang mereka jadikan sebagai markas," lapor pria yang bernama Max Russo itu."Kau membawa anak buah yang lain, kan?" tanya Ethan memastikan.Max tertawa kecil."Tentu, Capo. Bagaimana bisa aku melakukannya sendiri? Antara anggota Aquila Nera yang satu dengan anggota Aquila Nera yang lain adalah satu kesatuan. Tidak akan lengkap dan sempurna tugas dan misi kita jika kita tak saling membantu antara satu dengan yang lain," jawab Max.Ethan yang sedang berada di kota C, manggut-manggut mendengar jawaban dari Max."Ok, baiklah. Aku mempercayakan ini padamu. Silahkan bicarakan ini baik-baik dulu dengan Alfonso, katakan

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status