Share

Bab 36

Author: Miana
Ini sudah menjadi jalan buntu, jika pria aneh itu masuk, aku benar-benar tidak punya jalan untuk melarikan diri.

Aku menempelkan tubuhku erat-erat pada dinding, berusaha menyusutkan seluruh tubuhku ke dalam, berharap pria aneh itu tidak melihatku.

Di sekelilingku terasa sunyi. Tubuhku tegang, ketakutan yang sangat mencekam terasa di hatiku.

Di bawah cahaya rembulan yang dingin, sosok itu perlahan mendekat seperti hantu.

Dia masuk ke gang.

Aku hampir berteriak karena ketakutan.

Dengan panik aku menutup mulutku, seluruh tubuhku bergetar ketakutan.

Namun, sosok itu tetap menemukan aku, melangkah satu langkah demi satu langkah ke arahku.

Suara langkah kakinya, seperti suara maut, satu per satu menyiksa sarafku.

Saat dia makin mendekat, aku tidak tahan lagi dan berteriak. Tanpa berpikir panjang, aku menerobos dan menuju ke luar gang.

Saat melewatinya, lengannya yang panjang langsung meraihku.

Kepalaku rasanya meledak seketika, aku berjuang melawan sambil berteriak, "Lepaskan aku, lepaskan a
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
anis rahmawati
ceritanya sangat menarik
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Suami Tak Bergunaku Menjadi Bosku   Bab 37

    Wajahnya gelap, dia berkata dengan suaranya mengejek, "Sebelum aku pergi dinas, apa yang sudah aku katakan padamu? Hah?"Aku tetap tidak berkata apa-apa.Dia benar-benar marah. Jari-jarinya memberikan tekanan besar sehingga daguku terasa sangat sakit.Dia dengan dingin berkata, "Aku sudah peringatkan, jangan lakukan hal yang bikin aku marah. Kamu mengangguk setuju, tapi hasilnya?Audrey, kamu benar-benar sangat suka berbohong!"Diriku dengan pakaian pelayan yang memalukan tampak tak berdaya di bawah cengkeramannya.Aku merasa terhina, melindungi dadaku, dengan mata berair melihatnya. "Jangan seperti ini!""Jangan seperti apa?"Nada suaranya penuh dengan amarah yang menakutkan."Kamu berpakaian seperti ini, menari di atas panggung dengan bersemangat, bukankah itu untuk menggoda orang kaya?Kalau aku tidak seperti ini padamu, pria-pria itu juga akan berbuat sama padamu.Bagaimana? Kalau mereka, kamu tidak akan menolak?""Cukup, Zayn!"Aku menatapnya dengan penuh kemarahan, "Apa kamu tahu

  • Suami Tak Bergunaku Menjadi Bosku   Bab 38

    Dia ingin memeluk, silakan saja, terserah.Bagaimanapun juga, aku sudah menyadari bahwa melihat orang tidak bisa hanya dari penampilan.Pria ini terlihat sangat serius dan terhormat dalam kehidupan sehari-hari. Namun, di atas ranjang, dia seperti orang gila.Keesokan harinya, aku terbangun karena haus.Ketika terbangun, Zayn sudah tidak ada.Melihat ranjang yang berantakan, dan mengingat kekuatan pria itu semalam, aku merasa marah dan sedih.Aku bangkit dari ranjang, ingin pergi mengambil air.Namun, baru saja kakiku menyentuh lantai, kedua kakiku tiba-tiba lemas, dan aku terjatuh ke lantai.Aku terjatuh dengan canggung, duduk di lantai dan butuh waktu lama untuk bisa bangkit.Saat itu, pintu kamar didorong.Zayn masuk.Dia sedang menelepon, kemungkinan berbicara dengan wanita idamannya.Aku melihat di wajahnya, ada sedikit kelembutan yang jarang terlihat.Dia sekilas melirikku yang duduk di lantai, tanpa ekspresi di wajahnya.Aku merasa terhina dan menarik selimut dari ranjang untuk m

  • Suami Tak Bergunaku Menjadi Bosku   Bab 39

    Saat aku masih bingung, tiba-tiba terdengar suara perempuan dari telepon, seperti nada suara perawat.Aku mengernyit. "Kak, ada apa? Di mana sekarang?""Haha! Di mana lagi, ya di kantor kerja.""Tidak, kamu apa di rumah sakit?" Aku jelas dengar kata 'ganti perban'."Tidak, Kakak baik-baik saja, mana mungkin di rumah sakit. Sudah, ya. Aku tutup dulu ya."Saudaraku sangat terburu-buru menutup telepon, jelas dia sedang berbohong.Untuk hal yang tidak ingin diungkapkan padaku, meskipun aku bertanya berulang kali, dia tidak akan mengatakan apa-apa.Hatiku cemas dan bingung, setelah mencari informasi, aku baru tahu, saudaraku menjadi peran pengganti untuk film aksi demi mengumpulkan uang.Semalam, dia juga menjadi pengganti untuk adegan yang sangat berbahaya. Karena tidak mengatur tali pengaman dengan baik, saudaraku jatuh dan kakinya terluka.Ketika aku tiba di rumah sakit, saudaraku sedang bersandar di tempat tidur sambil menelepon satu per satu untuk meminjam uang.Gayanya yang merendah,

  • Suami Tak Bergunaku Menjadi Bosku   Bab 40

    Ketika telepon tersambung, ibuku langsung menangis di ujung telepon lain.Begitu mendengar suara tangisnya, hatiku langsung bergetar, kepalaku juga terasa sakit berdenyut-denyut.Aku menahan suara dan bertanya padanya, "Ada apa lagi?""Ayahmu yang tidak berguna itu, dia kembali berjudi, dan kalah lagi 10 miliar.""Apa?" Aku tidak bisa menahan diri dan berteriak, "Keluarga kita sudah begini, mengapa dia masih mau berjudi? Apa dia mau kita mati?""Audrey ....""Bagaimana kamu bicara?" Bapakku merebut telepon, "Aku berjudi, bukankah aku mau menangkan banyak uang untuk kembalikan kehidupan kita? Apa salahku?""Tapi, apa Ayah menang? Apa Ayah pernah menang?" Aku menangis marah, "Jangan lagi gunakan alasan 'untuk kehidupan kita yang lebih baik'. Ayah sudah terjebak dalam perjudian. Ayah cuma mau berjudi!""Sudahlah, uang sudah hilang. Ayah juga tidak mau. Kamu cepat cari Zayn untuk minta uang, minta 40 miliar.""Aku tidak mau!" Aku menggeram.Ayahku marah. "Kalau kamu tidak pergi, siapa lagi

  • Suami Tak Bergunaku Menjadi Bosku   Bab 41

    Tubuhku langsung menegang.Suara itu ... terdengar sangat familiar, dan jelas-jelas itu suara ayahku!Astaga, ayah sampai datang ke kantornya Zayn!Setelah menyadari itu, aku buru-buru berlari ke arah lift.Pantas saja orang-orang tadi pada ngelihatin aku dengan pandangan aneh, ternyata ayah lagi bikin onar di sini.Aku lihat ayah keluar dari lift, ngejar-ngejar seorang perempuan sambil mulutnya terus-terusan memaki."Dasar tidak tahu malu! Anak dan menantuku baik-baik aja, kok, kamu malah datang dan ngerusak rumah tangga mereka. Aku tahu kamu yang goda menantuku, makanya mereka jadi cerai!Gimana sih kamu? Masih muda tidak mau kerja sendiri, malah ngarep dari laki orang!Emangnya laki-laki kaya cuma dia doang? Nempel sama dia terus kayak tidak punya harga diri!"Wanita yang kena omelan ayah kelihatan polos, ekspresinya bingung, rambutnya hitam panjang, dan kelihatan rapuh banget.Aku buru-buru maju buat nahan ayah, "Ayah ngapain, sih?""Itu dia, Audrey! Udah kucari tahu, perempuan ini

  • Suami Tak Bergunaku Menjadi Bosku   Bab 42

    Dia menikahi karena terpaksa.Tapi ayah tetap tidak percaya. Dia ngotot bilang ke Zayn, "Mana mungkin? Kamu tidak mungkin tidak suka sama Audrey! Kamu dulu selalu nurut sama Audrey, pasti gara-gara perempuan ini! Pasti dia yang ngerayu kamu ....""Ayah! Udah, cukup, ayah!"Aku merasa benar-benar tidak enak, menarik lengan ayahku, berharap dia berhenti ngomong.Tapi ayah bukannya dengerin, dia malah liat aku dengan ekspresi kecewa, "Kamu ini tidak mau berjuang, makanya perempuan-perempuan kayak dia bisa ambil kesempatan! Tenang aja, ayah di sini, ayah bakal bela kamu!"Baru aja ngomong gitu, ayah udah menggulung lengan baju, siap-siap buat mukul si 'cinta pertama' itu.Aku kaget, buru-buru berusaha nahan dia, tapi terlambat.Pas ayah mau nyerang, tiba-tiba Zayn gerak cepat, langsung menahan tangan ayahku.Si 'cinta pertama' bersandar di dada Zayn, matanya berkaca-kaca, "Kak Zayn, mereka siapa? Kenapa nyakitin aku?""Tidak apa-apa," Zayn menariknya ke belakang, melindunginya dengan ekspr

  • Suami Tak Bergunaku Menjadi Bosku   Bab 43

    Ayah makin panik, masih mau ngomong lagi, tapi aku buru-buru menariknya dan menyeret dia keluar dari gedung.Begitu di luar, ayah langsung marah-marah, "Kamu ini ngapain sih?! Tadi tinggal buka mulut aja. Zayn pasti bakal kasih uang ke ayah!""Kasih uang? Kenapa dia harus kasih uang? Kamu belum sadar, ya? Dia udah tidak ada urusan lagi sama keluarga kita! Dia juga tidak suka samaku. Jadi, buat apa dia ngasih uang ke orang luar?"Aku tidak tahan lagi, sampai nadaku naik. Kepalaku langsung berdenyut-denyut."Dan, siapa yang nyuruh ayah datang ke kantornya bikin ribut? Siapa yang nyuruh ayah mukulin perempuan yang dia suka? Sejak kapan ayah berubah jadi kayak gini?""Udah, deh! Kamu itu anak tidak tahu diri! Ayah bikin ribut, karena kamu yang tega ngeliat ayah dipotong tangan dan kaki gara-gara utang tapi masih tidak mau minta tolong Zayn!""Berapa kali kubilang, aku bakal cari solusi. Aku ini anak ayah, mana mungkin aku biarin ayah kayak gitu?"Aku bicara lemah sambil menahan rasa capek.

  • Suami Tak Bergunaku Menjadi Bosku   Bab 44

    "Oh, Nona, keningmu kenapa?" tanya Bik Nur khawatir.Darah di keningku sudah berhenti, tapi muncul benjolan besar.Bik Nur segera mengambil es untuk mengompresnya.Melihat Bik Nur yang begitu peduli, hatiku terasa perih.Seorang pelayan masih memikirkan keadaanku, tapi ayah sama sekali tidak peduli.Setelah mendapatkan janjiku, ayah pergi begitu saja tanpa memberi perhatian sedikit pun.Tadi di rumah sakit, kakak sudah bilang bahwa ayah sekarang sudah benar-benar berubah. Sekarang di pikirannya hanya ada uang, bukan lagi keluarga.Saat itu aku belum percaya, tapi sekarang, aku sepenuhnya yakin.Aku menelungkup di meja dengan kepala yang terasa nyeri, dan hati yang lebih nyeri lagi.Bik Nur berkata cemas, "Nona, bagaimana kalau saya panggil Tuan kembali?""Jangan!" Aku langsung menahan Bik Nur.Zayn tidak suka denganku.Sekarang dia pasti sedang bersama si 'cinta pertama'. Untuk apa aku mengganggu mereka?Tapi setiap kali teringat janjiku tadi kepada ayah, dadaku terasa sesak, seperti d

Latest chapter

  • Suami Tak Bergunaku Menjadi Bosku   Bab 591

    Aku mendengar suara Arya pada saat ini.Aku segera menoleh dan melihat Arya sedang bersandar di pintu sambil melipat kedua tangannya di depan dada, terlihat jelas jika dia sudah datang lebih awal.Saat menarik kembali pandanganku, aku tidak sengaja bertatapan dengan Zayn.Zayn mengerutkan keningnya, terdapat tatapan yang rumit dan gelap di matanya.Aku tanpa sadar menggenggam tangan Zayn karena takut dia salah paham lagi padaku dan Arya.Pada awalnya Zayn ingin melepaskan tangannya, tapi tidak lama kemudian dia berhenti bergerak.Arya mengangkat sudut bibirnya saat melihat kami berdua berpegangan tangan.Arya berjalan masuk dengan perlahan dan berhenti di sisi tempat tidur Cindy.Dia menatap Cindy dengan tatapan kasihan, "Lihatlah dirimu, untuk apa kamu membuat dirimu sampai seperti ini demi seorang pria yang tidak mencintaimu?""Dia pernah berjanji pada Ayah kalau dia akan merawatku seumur hidup, dia sudah berjanji."Cindy berkata pada Arya sambil menunjuk Zayn.Arya mengangkat sudut

  • Suami Tak Bergunaku Menjadi Bosku   Bab 590

    Dia memeluk lengan Zayn dengan satu tangan, sementara tangan lainnya menunjuk ke arahku, menangis tersedu-sedu di hadapan Zayn."Aku tahu kalian sekarang sudah berbaikan, dan kamu sangat mencintainya.""Tapi, dia jelas punya prasangka terhadapku, dia selalu targetkan aku.""Aku tidak ingin lihat dia, Kak Zayn ... uhuk uhuk ...."Sambil berbicara, dia mulai batuk lagi, menampilkan diri dengan begitu lemah, seolah-olah benar-benar akan mati."Kamu suruh dia pergi saja, cepat suruh dia pergi.""Ah, jantungku sangat sakit, Kak Zayn ... sakit sekali ....""Suruh dia pergi, aku tidak mau lihat dia ... uhh, suruh dia pergi ...."Aku diam-diam melihatnya berakting, makin melihat makin ingin muntah.Aku mencibir dengan penuh penghinaan, hendak berbalik dan pergi.Namun, Zayn tiba-tiba memanggilku.Dia berkata, "Aku akan pergi sama kamu."Cindy langsung panik saat mendengar kata-kata ini, makin erat menggenggam lengan Zayn."Jangan, Kak Zayn, jangan pergi.""Aku benar-benar merasa sangat tidak e

  • Suami Tak Bergunaku Menjadi Bosku   Bab 589

    Sebelum pintu terbuka sepenuhnya, aku sudah melihat sosok ramping yang langsung menerjang ke dalam pelukan Zayn.Begitu aku melihat lebih jelas, ternyata itu adalah Cindy.Yang membuatku tertawa dingin dalam hati adalah, entah sengaja atau tidak, Cindy hanya mengenakan gaun tidur sutra putih.Gaun itu tipis seperti sayap capung, memperlihatkan siluet tubuhnya yang samar-samar.Selain itu, bagian leher gaun itu juga sangat rendah.Dia langsung menerjang ke dalam pelukan Zayn seperti ini. Kalau ada yang bilang dia tidak berniat menggoda, aku sama sekali tidak percaya."Kak Zayn, akhirnya kamu datang. Aku ... aku sangat tidak enak badan, dadaku terasa sangat sakit ... Kak Zayn ...."Dengan wajah penuh penderitaan, dia meraih tangan Zayn dan menempelkannya ke dadanya.Aku tersenyum sinis dan berkata, "Cindy, sepertinya kamu benar-benar merasa sangat sakit. Bagaimana kalau aku panggilkan dokter untukmu?"Sepertinya dia tidak menyadari kehadiranku sama sekali. Ucapanku yang tiba-tiba membuat

  • Suami Tak Bergunaku Menjadi Bosku   Bab 588

    Zayn menyimpan ponselnya, menggenggam tanganku, lalu tersenyum. "Tidak apa-apa, ayo pulang."Meskipun dia tersenyum, matanya masih menyiratkan sedikit kekhawatiran.Wajar saja, meskipun dia tidak memiliki perasaan romantis terhadap Cindy, mereka tetap memiliki ikatan seperti saudara.Terlebih lagi, Cindy memang benar-benar sakit. Jadi, wajar jika dia merasa khawatir saat Cindy kambuh.Aku melihat dia menyalakan mobil.Aku tersenyum padanya. "Pergilah melihatnya. Kalau terjadi sesuatu yang serius, kamu mungkin akan menyesal seumur hidup."Zayn mengernyit dan menatapku dengan serius. "Aku sudah bilang, aku tidak akan tinggalkan kamu lagi. Hari ini, aku hanya akan temani kamu.""Aku tahu." Aku tersenyum lebar. "Jadi, aku ikut kamu. Setelah melihatnya, kita bisa pulang bersama."Zayn tertegun.Aku melanjutkan dengan ekspresi serius, "Karena kamu anggap dia sebagai adik, maka dia juga adikku, 'kan?Sekarang dia sedang sakit, sebagai kakak ipar, sudah seharusnya aku juga jenguk dia, 'kan?"M

  • Suami Tak Bergunaku Menjadi Bosku   Bab 587

    Namun, di masa depan, Zayn yang berbeda justru menatapku dengan mata merah darah, mencekik leherku, dan menyuruhku pergi dari Kota Jenara selamanya.Dunia ini memang selalu penuh dengan hal-hal yang sulit ditebak!Begitu keluar dari restoran, banyak pejalan kaki mengenali kami. Mereka berebut ingin berfoto bersama dan bahkan ingin mewawancarai kisah cinta kami.Zayn hanya menjawab mereka dengan beberapa kata seadanya, lalu menarik tanganku dan mulai berlari.Itu adalah pertama kalinya aku berlari bebas di tengah badai salju.Dia menggenggam tanganku dan berlari di depan.Angin dingin menerpa wajah, butiran salju selembut bulu angsa turun perlahan.Namun, aku sama sekali tidak merasa kedinginan, justru hatiku terasa hangat, tanganku juga terasa hangat.Kami berlari hingga ke tepi sungai yang sepi, di mana angin dingin berhembus kencang.Zayn membantu merapikan syal dan topiku, lalu bertanya, "Dingin?"Aku menggelengkan kepala, lalu menatapnya dengan senyum geli. "Ini semua salahmu, terl

  • Suami Tak Bergunaku Menjadi Bosku   Bab 586

    Kalimat berikutnya langsung tak serius."Sepertinya kamu memang tidak suka tahapan kencan seperti ini, lebih suka langsung ke ranjang begitu bertemu. Baiklah, lain kali aku akan tahu.""Zayn!"Benar saja, pria ini tidak bisa serius lebih dari tiga detik.Tatapan Zayn menjadi makin dalam.Mata pria ini selalu begitu suram dan penuh misteri, terutama saat disertai hasrat seperti ini, membuat jantungku tanpa alasan berdebar kencang, tubuhku memanas.Aku menggenggam erat kerah bajuku, menatapnya tajam. "Kamu kenapa? Jangan menatapku dengan mata seperti itu."Zayn menundukkan kepala, terkekeh pelan. "Baiklah, toh nanti aku punya banyak kesempatan untuk melihatmu ... bahkan 'lebih banyak'."Kata "lebih banyak" itu diucapkannya dengan penuh makna.Aku segera meraih jus di sampingku dan meneguknya, berusaha meredam kehangatan yang menjalar di dalam diriku.Saat itu juga, terdengar suara "bum" di luar, dan langit langsung dipenuhi kembang api yang meledak dengan megah.Aku langsung terpana.Kem

  • Suami Tak Bergunaku Menjadi Bosku   Bab 585

    "Pertama kali."Zayn menundukkan kepala, menikmati pangsit dalam kotak makanan, lalu menjawabku.Sudut bibirku tak sadar melengkung ke atas, seolah aroma bunga ini pun membawa sedikit rasa manis.Zayn dengan cepat menghabiskan pangsitnya.Dia merapikan kotak makanan dan menyerahkannya padaku, lalu berkata, "Nanti sampaikan terima kasihku untuk ibumu.""... hmm."Aku mengangguk mantap. Mengingat bagaimana keluargaku memperlakukannya dulu, aku masih merasa sedikit bersalah.Aku bertanya padanya, "Kamu ... tidak menyalahkan kami?"Zayn tertegun sejenak. "Menyalahkan kalian untuk apa?""Maksudku, dulu aku dan keluargaku perlakukan kamu seperti itu, aku ...."Zayn menggeleng sambil tersenyum, lalu berkata dengan nada bercanda, "Percayalah atau tidak, tiga tahun di rumahmu jauh lebih membahagiakan dibandingkan di Keluarga Hale."Hatiku tiba-tiba terasa sesak, seperti ditusuk rasa sakit yang menyengat.Selama di rumahku, dia selalu ditekan olehku dan kakakku.Ayah dan ibuku pun tak pernah ber

  • Suami Tak Bergunaku Menjadi Bosku   Bab 584

    Zayn bersandar di kap mobil, mengenakan mantel hitam, tampak begitu elegan dan berkelas di tengah pemandangan bersalju.Satu tangannya dimasukkan ke dalam saku, sementara tangan lainnya memegang ponsel, sedang berbicara denganku."Masih belum turun juga?"Saat bertanya, dia mendongak dan menatap ke arahku.Jaraknya agak jauh, aku tidak bisa melihat ekspresinya dengan jelas, tapi rasanya dia sedang tersenyum.Aku menggigit bibir, sengaja bertanya, "Turun buat apa?""Kencan."Zayn mengucapkan dua kata itu dengan nada lembut yang bisa melelehkan hati siapa pun.Hatiku tentu saja berbunga-bunga, tetapi aku tetap ingin menggodanya, "Kita ini sudah seperti pasangan lama, masih perlu kencan segala? Lagi pula, cuacanya dingin sekali."Zayn terdiam selama dua detik, lalu berkata dengan nada kesal, "Audrey, bahkan kencan pun kamu malas hanya karena cuaca dingin? Kamu ini masih perempuan atau bukan? Sama sekali tidak romantis."Aku menutup mulut, tertawa sampai perutku sakit.Bagaimana ini? Aku b

  • Suami Tak Bergunaku Menjadi Bosku   Bab 583

    Meskipun sekarang aku sudah jarang mengalami mual kehamilan, tetapi mencium bau yang menyengat tetap membuatku tidak tahan.Aku tidak memikirkan hal lain lagi, buru-buru menutup mulut dan berlari ke kamar mandi.Dari luar, terdengar suara Cindy yang dibuat-buat, "Nona Audrey kenapa ini? Barusan masih baik-baik saja, kenapa tiba-tiba ingin muntah?""Bibi, mungkinkah dia sengaja muntah di depanmu karena melihatmu bela aku, supaya kamu merasa muak?"Aku bersandar di wastafel dan muntah hebat, rasanya ingin memuntahkan semua sarapan yang kumakan pagi ini.Aku tidak punya waktu untuk peduli dengan provokasi jahat dari Cindy.Setelah selesai muntah dan berkumur, aku keluar dari kamar mandi dengan berpikir bahwa Bu Agatha pasti akan makin jengkel melihatku.Namun, di luar dugaanku, wajahnya sama sekali tidak menunjukkan rasa jengkel. Dia hanya mengerutkan alis dalam-dalam, menatapku dengan ekspresi penuh kecurigaan.Aku juga tidak takut dia akan menebak sesuatu, dengan wajah tenang aku berkat

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status