Share

18. Ketahuan

Author: Black Aurora
last update Last Updated: 2025-02-03 12:36:50
"Aaah... ya, yaa... ssshhh.... it's really good, Baby..."

Jaxton merasa berada di surga ketika benda extra large miliknya berada di dalam mulut Audriana yang mungil.

Gadis itu melakukan blow job dengan sangat pintar, meskipun pada awalnya ia terlihat bingung dan kikuk.

Namun saat Jaxton perlahan mengajari bagaimana cara memanjakan benda perkasa miliknya, Audriana dengan cepat dapat menguasainya dengan cukup mahir.

Bibir merah merekah itu begitu ketat membungkus miliknya yang besar, memberikan kenikmatan demi kenikmatan yang membuatnya semakin melayang.

Jaxton menggeretakkan giginya, Gairah yang berkobar hebat di dalam dadanya seperti membutuhkan siraman air untuk dipadamkan jika ia tidak ingin ikut terbakar.

"Damned! Cukup, Audriana Camelia! Aku sudah tidak tahan lagi!" geramnya bagai binatang buas yang sedang birahi.

Tangan kekar itu menyentak lengan Audriana hingga gadis itu pun berdiri berhadapan dengan Jaxton. Bibirnya yang merekah terlihat basah dipenuhi cairan pel
Black Aurora

jujur ini tulisan lama, waktu lagi seneng2nya eksperimen nulis adegan seks yang gamblang wkwkwk. pas baca ulang, kok malah jadi malu sendiri ya 🤣🤣 tapi percaya deh, di pertengahan buku ini adegan seksnya gak sevulgar ini lagi kok, lebih halus dan romantis ❤️❤️

| 5
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Nuada Airlangga
sungguh luar kak ...
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Let Me Go, Mr. CEO!   19. Status

    Audriana yang tertidur karena kelelahan menjadi pemandangan yang begitu indah bagi Jaxton. Baru kali ini ia memandangi wanita yang sedang tertidur, dengan senyum yang terlukis di bibirnya seperti orang sinting. Apa bagusnya orang yang sedang tidur? Tidak ada, kecuali orang itu adalah Audriana Camelia. Gadis yang secantik boneka ketika ia terbangun, dan seindah bidadari ketika terlelap. Tiba-tiba Audriana bergerak mengubah posisi tidurnya. Bibir merah alami itu merekah, menggumankan sesuatu yang tidak jelas dan tertawa kecil sesudahnya. "Apa yang kamu impikan, Baby?" Jaxton menggesekkan hidungnya di pipi halus kuning langsat itu. "Apa kamu memimpikan aku? Hm, kuharap kamu memimpikan kita," bisik Jaxton. Tunggu dulu. KITA?? Tiba-tiba ada sesuatu yang serasa menggelitik perut lelaki itu, ketika tanpa sengaja telah mengucapkan satu kata yang bermakna komitmen, hal yang paling ia hindari seumur hidupnya. Jaxton menyugar rambut kecoklatannya seraya tertawa kasar. Ya, d

    Last Updated : 2025-02-03
  • Let Me Go, Mr. CEO!   20. Selingkuhan

    Bagas mengusap pelan pipi dan dagunya yang lebam dan sedikit bengkak. Pukulan dari suami Lisa yang bernama Henry itu cukup telak mengenai wajahnya, sebelum ia sempat mengelak. Huh. Untung saja ia juga sempat membalas dengan memukul bagian ulu hati lelaki itu dan juga menendang tungkainya. Masih terngiang bentakan lelaki itu yang menuduhnya selingkuhan istrinya, namun Bagas dengan tegas menolak predikat itu. Ia mengatakan kalau Lisa tidak pernah mengaku jika telah menikah, dan Lisa pula yang lebih dulu menggodanya. Setelah itu Henry pun pergi begitu saja, diikuti oleh Lisa yang menangis terisak-isak di belakangnya. Hah. Dasar air mata buaya. Bagas tidak yakin kalau wanita itu akan berubah bahkan setelah kejadian seperti ini. Sekali rubah tetaplah rubah! "Maaf Pak Bagas, Anda dipanggil oleh Pak Geovan di ruang CEO," ucap seorang wanita muda yang juga merupakan sekretaris Bagas. Pintu ruang kerja Bagas yang sedang dalam posisi terbuka, membuatnya bisa langsung masuk tanpa

    Last Updated : 2025-02-04
  • Let Me Go, Mr. CEO!   21. Maukah

    Pengalaman pertama Audriana menaiki helikopter sungguh membuatnya terkesima dan takjub. Dari atas sini, ia bisa melihat pulau-pulau kecil yang disebut atol di negara Maldives, negara yang memang terdiri dari beberapa kumpulan atol (pulau koral yang mengelilingi sebuah laguna). Pemandangan bentangan laut biru yang dinaungi cakrawala tanpa batas serta awan putih pun tak kalah cantiknya, terlihat begitu indah dipandang mata. "Apa itu yang dinamakan kota Male?" Tanya Audriana penuh semangat kepada Jaxton, dengan telunjuknya yang mengarah pada sebuah pulau yang dipenuhi oleh gedung-gedung bertingkat. "Benar," sahut Jaxton singkat. "Aku sengaja mengajakmu menaiki helikopter untuk mempersingkat waktu. Karena perjalanan dengan jetski akan memakan waktu jauh lebih lama dari Voalla Bay Atoll." Audriana berdecih. "Bilang saja kalau mau pamer!" Ledeknya sambil memutar kedua bola mata. Jaxton terkekeh pelan mendengarnya. "Ya, itu juga salah satu alasannya," cetusnya santai tanpa beban, namu

    Last Updated : 2025-02-04
  • Let Me Go, Mr. CEO!   22. Iblis

    Bagas tersenyum senang ketika mendengar suara pintu apartemen yang terbuka dari luar, disusul oleh suara ketukan heels yang feminin dan terdengar seksi. "LISAA SAYAAANG??" Panggilnya dari arah ruang menonton televisi. Sesosok tubuh seksi pun muncul di hadapan Bagas dengan wajah yang terlihat mendung. Lisa telah datang setelah Bagas mengancam akan mengirimkan video panas mereka berdua kepada Henry, suaminya. "Kau keterlaluan sekali, Bagas!" Seru Lisa dengan wajah yang terlihat ingin menangis. Ia benar-benar tidak menyangka kalau lelaki yang terlihat polos dan baik ini ternyata sangat licik.Semula Lisa hanya ingin bermain-main dengan lelaki tampan yang membuatnya tertarik ini sebagai selingan, saat ia merasa kesepian karena Henry harus bekerja di Kanada. Wanita itu benar-benar tidak menyangka kalau ternyata kini dirinyalah yang menjadi budak nafsu lelaki itu! Seringai mesum terlukis di bibir Bagas kala memandangi sekujur tubuh seksi yang membuat birahinya seketika meluap-luap.

    Last Updated : 2025-02-05
  • Let Me Go, Mr. CEO!   23. Mabuk

    Audriana masih mematung. Pertanyaan yang barusan diucapkan oleh Jaxton itu membuatnya menjadi mempertanyakan kinerja pendengarannya. Apa ia tidak salah dengar?? "Audriana? Apakah kamu mau jadi kekasihku?" Ulang Jaxton lagi dengan nada yang sepertinya mulai tidak sabar, karena keterdiaman gadis itu yang baginya terlalu memakan waktu. "Eh? Umm... itu... " Audriana mendadak menjadi gagap. Rasanya aneh sekali menjawab pertanyaan seperti itu dari seorang Jaxton Quinn. Apakah dia bersungguh-sungguh? Bukannya apa-apa, hanya saja rasanya Audriana masih sulit untuk percaya dengan ketulusan Jaxton yang memintanya menjadi kekasih. Dia itu seorang CEO Quinn Entertainment, yang benar saja! Meskipun awal pertemuan mereka lebih pantas disebut aksi penculikan, pelecehan, dan pemaksaan kehendak, namun Audriana harus mengakui juga jika akhir-akhir ini ia merasakan sebuah perasaan asing yang tidak pernah ia kira akan ia rasakan kepada Jaxton. Perasaan yang disebut... nyaman. "Baiklah. K

    Last Updated : 2025-02-05
  • Let Me Go, Mr. CEO!   24. Ular

    "Uupssh.... ahahaah!! Audriana tertawa-tawa geli ketika Jaxton merobek gaunnya dan melemparnya ke sembarang arah.Efek mabuk yang sangat parah membuat gadis itu merasa segala hal di sekitarnya begitu lucu dan terlihat menggelikan, padahal dirinya kini sudah polos tanpa sehelai benang pun menutupi tubuhnya yang menawan. "Hei. Kamu curang, Jaxton!" protes Audriana tiba-tiba tidak terima. Ia mendorong tubuh Jaxton dan duduk di ranjang sambil berkacak pinggang. Tatapan lapar Jaxton pun seketika jatuh pada dua benda bulat sintal dengan puncak pink-nya yang menantang, menggodanya untuk segera mendaratkan bibirnya di sana. "Ini tidak adil! Kamu sudah menelanjangiku, sedangkan dirimu sendiri masih berpakaian lengkap!" Jari telunjuknya menuding setelan kemeja santai lengan pendek serta celana chinos yang membalut dengan pas di tubuh kekar dan maskulin Jaxton. Jaxton mendengus geli serta mengulum senyumnya. Audriana sangat frontal sekali ketika sedang mabuk. Ah, terlihat semakin menggemask

    Last Updated : 2025-02-06
  • Let Me Go, Mr. CEO!   25. Neraka

    Uh." Jaxton tersenyum tipis mendengar desahan kecil yang mulai menguar dari bibir merah Audriana, dan lelaki itu pun semakin bersemangat melahap bagian tubuh yang bentuknya mirip dengan bunga mawar itu. "Aah. Sssh... Mmhh..." Desahan-desahan manis terus keluar dari bibir Audriana seiring dengan perbuatan Jaxton yang semakin liar di taman surgawinya. "Aaaaahhh!!!" Gadis itu menjerit kencang saat Jaxton memain-mainkan klitorisnya lalu mengulum sambil menghisapnya kuat-kuat. "Enak, Baby?" Goda Jaxton ketika Audriana telah luruh dari orgasmenya. "Lakukan lagi," pinta gadis itu tanpa malu-malu. "Itu sangat nikmat dan--aak!!" Kepala Audriana terdongak dengan kedua mata terpejam rapat saat Jaxton kembali menyerang bagian sensitifnya dengan jauh lebih beringas dari sebelumnya. Lidahnya bergerak lincah, meliuk dan menggelitik semua syaraf Audriana dan mengirimkan sinyal yang menggetarkan seluruh tubuhnya. "Aaah, Jaxton!" Gadis itu menjerit ketika mengalami squirt untuk yang kedua kal

    Last Updated : 2025-02-06
  • Let Me Go, Mr. CEO!   26. Player

    Hari ini adalah hari kepulangan Jaxton dan Audriana kembali ke Indonesia setelah tiga hari berlibur di Pulau Voalla Bay Atol, Maldives. Berbeda dengan kedatangannya dulu ke pulau pribadi milik Jaxton Quinn, yang berada dalam kondisi terpaksa dan sedang dalam keadaan tak sadarkan diri karena Jaxton yang membiusnya, kepulangannya ke Indonesia kali ini Audriana tentu saja dalam keadaan yang sadar tanpa bius, apalagi pemaksaan. Gadis itu terlihat antusias ketika sebuah helikopter kembali menjemput mereka menuju ke Bandara Internasional Velana, Male. Audriana pun melongo ketika akhirnya turun dari helikopter, dan Jaxton membawanya masuk ke dalam sebuah pesawat berukuran sedang yang tak begitu jauh dari landasan helipad. "Kamu memiliki pesawat pribadi?!" Seru Audriana kaget, ketika Jaxton membantunya menaiki tangga menuju pesawat itu. "Ck. Jangan berlebihan, Audriana. Ini cuma pesawat," ledek Jaxton yang terkekeh pelan, melihat bagaimana mata bening gadis itu membelalak sempurna de

    Last Updated : 2025-02-07

Latest chapter

  • Let Me Go, Mr. CEO!   Extra Part 1

    "Maaf, jadi kamu yang menyetir." Geovan berucap seraya menyandarkan tubuhnya dengan lemas di kursi penumpang. Kedua matanya terpejam rapat, napasnya masih pendek-pendek dan keringat dingin membanjiri di sekujur tubuhnya, membuat kemeja hitam yang ia kenakan terasa lengket di kulitnya. Kania yang sedang fokus menyetir pun menoleh ke arah suaminya seraya tersenyum maklum. "Nggak apa-apa. Kamu kan lagi sakit," sahutnya. "Udah, tidur aja dulu. Kepala kamu masih pusing kan? Nanti kalau sudah sampai rumah, aku bangunin deh." Geovan hanya mengangguk pelan, dengan mata yang masih menutup. Bukan hanya kepalanya saja yang pusing, tapi perutnya pun terasa mual seperti diaduk-aduk. Eugh. 'Tadi aku makan apa sih??' keluhnya dalam hati. Rasanya tak ada yang aneh, karena Geovan baru mengisi perutnya dengan sarapan tadi pagi, sebelum ia buru-buru berangkat lebih dulu ke kampus Kania untuk memberikan kejutan pada istrinya. Dan siang ini ia juga belum makan apa pun, karena Audriana yang ma

  • Let Me Go, Mr. CEO!   90. The Ending

    "Baby! Kamu pendarahan!" Suara Jaxton yang terdengar penuh getaran kecemasan pun adalah yang terdengar selanjutnya, tak pelak membuat semua orang menatap ke arah suami istri itu dengan penuh rasa ingin tahu. Tak menunggu lama, lelaki bule bernetra zamrud itu pun segera membopong istrinya. "Tunggu! Aku ikuut!!" Kania berteriak dan menarik tangan suaminya untuk mengekori Jaxton yang terus berlari membawa Audriana di dalam dekapannya. "Minggir!" Desis Jaxton geram ketika beberapa orang mengabadikan momen itu ke dalam ponsel mereka sehingga menghalangi jalan keluar. "Jaxton, tunggu. Pakai helikopterku saja," ucap Geovan tiba-tiba sambil menunjuk ke arah rooftop gedung. Kania pun mendelik ke arah suaminya. Dia saja tadi berangkat ke venue acara dengan bermacet-macetan di jalanan kota Jakarta, sementara suaminya dengan santainya naik helikopter?! Menyebalkan. Jaxton mengangguk, seraya mengutuk dirinya sendiri kenapa tidak berpikiran untuk menggunakan helikopter juga. Akan jauh le

  • Let Me Go, Mr. CEO!   Note (gratis)

    Halo, teman-teman. Author di sini cuma mau menginfokan, bahwa buku ini sebenarnya sudah tamat ya. Namun, aku mau menambahkan beberapa Extra Part di buku ini juga, dan untuk mulai terbit kapan masih belum tahu ya, hehe. Karena aku masih fokus menulis buku baru, The Sexy Stranger (udah baca belum? Btw, untuk kisah Geandra dan Jordan, bukunya sudah ada dan sudah tamat, namun ada di aplikasi lain yang tidak bisa aku bawa ke sini, karena di sana kontrak eksklusif, maaf yaa 🙏🤗 kalau masih mau tanya2, boleh langsung aja DM aku di blackauroranovels ya. Oh iya, judul buku Gea-Jordan adalah : Enemy In Love. Baiklah, terima kasih sudah membaca buku Let Me Go, Mr. CEO, makasih untuk ulasan dan gems-nya juga. Love kalian semua. -Black Aurora-

  • Let Me Go, Mr. CEO!   89. Yang Tak Terduga

    ***LIMA BULAN KEMUDIAN*** Saat ini Kania sedang berada di podium di atas panggung, berdiri dengan penuh percaya diri di depan ribuan peserta wisuda. Sebagai mahasiswi dengan nilai IPK tertinggi, dirinya diminta untuk mewakili Fakultas Psikologi untuk memberikan pidato perpisahan. Manik beningnya menatap ke seluruh penjuru dan memberikan kalimat-kalimat motivasi, sebelum akhirnya ia pun menyudahi pidatonya yang diiringi oleh tepukan riuh dari para peserta wisuda serta keluarga yang mendampingi. "Kamu keren banget!" Seru Audriana dengan wajah yang berseri-seri sembari memeluk Kania hangat. Wanita yang kini kehamilannya telah memasuki tri semester akhir itu pun kemudian kembali duduk bersama Kania di kursi, bersama Jaxton yang berada di sampingnya. Kedatangan suami istri selebriti ini sempat membuat heboh pada awalnya. Bahkan pihak unversitas yang tidak tahu bahwa salah satu mahasiswinya telah mengundang seorang CEO agensi artis beserta istrinya, yang tak kalah tenar dari artisnya

  • Let Me Go, Mr. CEO!   88. Menikah

    Kania terkagum-kagum mengamati bagaimana Geovan dengan aura CEO-nya yang bersinar itu memberikan setiap perintah kepada anak buahnya. Dan gadis itu pun takjub saat mengetahui bahwa persiapan pernikahan 'dadakan' mereka telah siap hanya dalam empat jam! Geovan benar-benar mengerahkan segala sumber dayanya sebagai CEO untuk mewujudkan apa yang ia inginkan dalam waktu yang terbilang sangat singkat, sebuah perayaan yang digelar di rumah milik keluarga Aditya. "Maaf karena cuma bisa memberi pernikahan yang sederhana, Sayang. Aku hanya ingin kita sah sebagai suami istri. Untuk perayaan yang lebih maksimalnya akan diselenggarakan bulan depan. Is that okay?" Suara maskulin Geovan dan belaian lembutnya di puncak kepala Kania membuat gadis itu pun sontak meleleh. Gimana nggak makin jatuh cinta coba? Dan yang dibilang 'sederhana' bagi si sultan blasteran Korea itu saja sudah menghabiskan dana hampir 5 milyar! Meskipun diadakan di rumah, namun tetap saja semuanya begitu mewah. Taman lu

  • Let Me Go, Mr. CEO!   87. Lelah Selalu Mengalah

    "Sakit ya?" tanya suara maskulin yang mengalun lembut itu. Kania menggigit bibirnya kuat-kuat untuk menahan nyeri luar biasa di bagian bawah tubuhnya. Cairan bening yang tumpah di wajahnya sebagai bukti, betapa dirinya berusaha menahan semua kesakitan itu, dan yang juga membuat Geovan tidak tega. "Mau kuhentikan?" Bisik lelaki itu sambil mengecup kedua kelopak mata Kania yang basah. "Tidak, lanjutkan saja. Semua rasa sakit ini adalah hakmu," sahut Kania lembut. Meski sakitnya seperti ada yang memotong tubuhnya menjadi dua dengan pisau, tapi Kania lega karena kini dirinya yang utuh, telah dipersembahkan untuk satu-satunya lelaki yang ia inginkan dan berhak mendapatkannya. Geovan mengecup lembut bibir sewarna jingga itu dengan penuh perasaan cinta, yang serasa tumpah ruah hanya untuk Kania.Meskipun Kania menangis kesakitan, but it feels magical. Penyatuan cinta mereka terasa indah bagi Geovan yang sudah sejak lama mendambanya. Kania yang manis, Kania yang lucu, Kania yang selalu

  • Let Me Go, Mr. CEO!   86. Let's Do It

    Jaxton hanya bisa membuang napas kesal, ketika melihat dua orang yang telah mengganggu hari santai bersama istrinya. Netra zamrud itu menyorot dingin kepada Geovan dan Kania yang malah asik mengunyah camilan ringan, yang sengaja dihidangkan Audriana untuk para tamunya. "Gimana? Enak nggak?" Tanya Audriana yang kali ini memanggang souffle hangat dan lembut yang sangat nikmat untuk dinikmati sebagai hidangan pencuci mulut, karena baik Kania maupun Geovan menolak untuk hidangan berat dengan dalih sudah sarapan. "Inyi enyak bunget," sahut Kania dengan mulut penuh, sambil mengacungkan dua ibu jarinya ke arah Audriana yang tersenyum puas. Kania benar-benar kagum akan kemampuan memasak temannya itu yang semakin hari semakin mengalahkan seorang chef. Sejak dulu memang Kania tahu kalau Audriana menyukai masak-memasak. Apalagi menurut cerita calon ibu itu, sekarang ia berteman baik dengan chef Berlian, salah satu chef kenamaan yang namanya sangat terkenal di Indonesia. Geovan tidak berko

  • Let Me Go, Mr. CEO!   85. Dilema Geovan

    Sejak tadi Kania mencari-cari keberadaan Geovan. Lelaki itu tiba-tiba tak terlihat lagi sejak menemui dokter bersama Ae Ra dan juga ikut ditemani Kania. Kondisi Sagara sudah jauh lebih baik sekarang, berkat penangangan cepat tim dokter terbaik dan karena Geovan yang juga buru-buru membawanya ke rumah sakit. Bahkan sekarang Papanya Geovan itu sudah sadar dan bisa merespon orang-orang di sekitarnya dengan baik. Perkembangan Sagara yang cukup signifikan hanya dalam beberapa jam setelah serangan itu sesungguhnya adalah kabar yang sangat baik. Namun Kania bisa melihat kegelisahan yang tergambar jelas di sorot monolid Geovan, yang sengaja ia tutupi dengan senyum di depan Ae Ra. Kania tersenyum gembira, ketika melihat sosok tampan yang sedang duduk sendirian di bangku kayu yang terletak di halaman rumah sakit. Halaman itu cukup luas dan indah dihiasi beraneka ragam bunga berwarna-warni serta walking track dan beberapa alat olah raga ringan. Dengan sengaja, gadis itu berjalan per

  • Let Me Go, Mr. CEO!   84. Kabar Buruk

    "Kania pernah menjadi pacarku sewaktu di SMA, Ma." Dan Kania pun hanya bisa meringis. Bukan karena perkataan Arka barusan, tapi karena tatapan kagum lelaki itu yang tak lepas dari dirinya. Sontak Kania pun melirik ke arah Ae Ra yang berada tak jauh darinya. Gawat. Kania sampai gemetar, melihat kilatan berbahaya di manik monolid calon mertuanya itu, yang tertuju kepada Arka! "Senangnya bisa bertemu lagi denganmu setelah sekian tahun," ucap Arka lagi, yang membuat Kania kembali menatapnya. "Kamu tambah cantik, Kania," cetusnya seraya tersenyum memandangi wajah manis di depannya. "Makasih, Arka. Kamu terlalu memuji," sahut Kania pelan dengan hati berdebar, karena takut melihat Ae Ra yang semakin kesal dengan interaksi mereka. Haduh, bisa-bisa dirinya yang cantik manis seperti gula lemon kecap frutang sirup ABC ini dipecat jadi mantu! "Sayang sekali kamu nggak ikut reuni SMA tahun kemarin. Oh iya, kamu sudah tahu belum kalau minggu ini sekolah kita mau mengadakan reuni lagi? Giman

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status