“Boleh aku pinjam sebentar ?!!” ucap Bintang lagi
“Silahkan saja paduka” ucap Maiaka seraya melepaskan gelangnya dan diserahkan kepada Bintang.
“Untuk apa paduka ?” tanya Maiaka lagi.
“Aku memiliki kemampuan untuk mencari keberadaan seseorang dari benda kesayangannya Maiaka” ucap Bintang lagi hingga membuat paras cantik Maiaka berubah.
“Bb..be..benarkah paduka ?”
“Benar”
Kali ini dengan wajah cerita, Maiaka hanya tampak diam saja memperhatikan Bintang yang tampak sudah mengenggam erat gelang ditangannya. Bintang tampak memejamkan kedua matanya, diam-diam Bintang mulai merapal ajian Terawang Jagat, cukup lama Bintang tenggelam dalam tapa terawang jagatnya, hingga akhirnya kedua mata Bintang terbuka.
“Bagaimana paduka ?” tanya Maiaka cepat, tak sabar ingin mengetahui hasilnya.
“Sislia masih hidup” ucap Bintang singkat.
“Ma
“GGRRRRR !! API SUDAH SIAP, BAWA KEMARI !!!” Terdengar suara salah satu mahluk mengerikan yang bertugas memanaskan perapian.“Tidak !! lepaskan aku !! lepaskan aku !!!” Sislia berteriak sejadi-jadinya melihat beberapa mahluk mengerikan itu mulai mengangkat kedua ujung kayu untuk membawanya kearah api unggun yang sudah menyala besar, Sislia benar-benar tak dapat membayangkan bagaimana kematian yang amat menggenaskan yang sebentar lagi akan dirasakannya.Serrrr !!!Dess !!! Dess !!! Dess !!! Dess !!! Dess !!!Sebuah bayangan tiba-tiba saja melesat menyambar sosok Sislia yang terikat melintang di sebatang kayu, bukan saja menyambar sosok Sislia, bayangan itu juga berhasil menjatuhkan beberapa mahluk mengerikan yang berada didekatnya.Hal ini tentu saja sangat mengejutkan para Pasukan Neraka Perut Bumi yang berada ditempat itu, dengan serta merta mereka langsung mengarahkan pandangan kearah sosok yang tadi menyambar tubuh Sislia
Iblis Langit terdiam, dan ;“HA HA HA...!!!.... ANAK MANUSIA SEPERTIMU, APA KAU MAMPU ?!” ejek Iblis Langit lagi. Di tempatnya Bintang justru terlihat tersenyum hingga membuat tawa Iblis Langit terhenti.Bintang mengangkat kembali tangan kirinya keatas.Bllessshhhh !!!Tiba-tiba saja ditangan Bintang sudah muncul sebuah benda berbentuk bintang yang mengeluarkan cahaya putih kemilau.“BINTANGMAS MILIK MAHARAJA DEWA BINTANG” ucap Iblis Langit dengan wajah berubah. Rupanya Iblis Langit mengenali senjata tersebut.Pusaka Bintangmas yang dikeluarkan oleh Bintang tampak mengeluarkan cahaya putih kemilau itu terlihat berputar cepat diatas tangannya.“JADI KAULAH PUTRA MAHARAJA DEWA BINTANG YANG TELAH HILANG DULU” ucap Iblis Langit lagi. Kali ini wajah Iblis Langit terlihat begitu serius.Bintang tak menjawab apa yang diucapkan oleh Iblis Langit, tapi pusaka Bintangmas semakin lama semakin mengecil d
“Paduka..,” hal inilah yang membuat Sislia melenguh perlahan hampir tak terdengar. Tatapan mata mereka saling bertemu sejenak. Tak ada ucapan yang keluar dari bibir keduanya. Semuanya ditumpahkan melalui tatapan itu. Lalu entah siapa yang memulai, tahu-tahu kedua wajah mereka saling mendekat dan selanjutnya bibir keduanya saling bersentuhan. Sislia melenguh panjang. Perasaannya seakan melayang jauh entah kemana meninggalkan dunia nyata yang dihadapinya. Awalnya, keduanya hanya saling menyentuhkan bibir saja. Namun ketika Sislia mulai menciumnya dengan penuh perasaan, Bintang tak mampu mengendalikan diri lagi. Bintang balas dengan kehangatan yang sama bahkan menjurus panas. Sislia tak mau kalah dan balik membalasnya. Akhirnya, keduanya jadi lupa diri dan nampaknya kalaupun terbersit sejenak kesadarannya, apakah mereka mampu menghentikannya begitu saja? Suasana di luar pun sudah berubah. Hujan yang tadi cukup deras kini sudah mulai membesar. Suasana yang sangat mendukung ini membuat k
Bintang segera menerima bungkusan itu dan membukanya, benar saja, Pedang Bintang Angkasa dan keris kyai gunturnya ada dibalik kain gulungan tersebut.“Aku ikut guru !!!” teriak sebuah suara dari kejauhan kepada Bintang yang hanya tersenyum saat melihat sosok Dewa Kera yang tengah berlari-lari kearahnya.-o0o-Pagi itu, Bintang, Dewa Kera dan para dewa pelindung sudah berada ditempat yang bisa melihat secara jelas Pasukan Neraka Perut Bumi dari kejauhan. 10 juta lebih Pasukan Neraka Perut Bumi tampak sudah berada diluar gunung.“Pyroeis, apa masih bisa menggunakan jurus batu gunung seperti kemarin ?” tanya Bintang kepada Pyroeis.“Maaf ketua, hamba hanya bisa menggunakan jurus batu gunung satu kali di satu purnama” ucap Pyroeis lagi.“Tidak apa-apa Pyroeis”“Lalu apa rencana ketua ?!!” tanya tetua Qing Long lagi.“Seper
Tetua Xi Fang Bai Hu juga tak ingin ketinggalan.“Auman macan putih, kkkhhhaaaa !!!!”Tetua Xi Fang Bai Hu mengerahkan ajian dahsyatnya yang bersumber dari Auman macan putihnya, seketika gelombang dahsyat keluar dari mulut Tetua Xi Fang Bai Hu.“AAGGGRRHH !! AAGGGRRHH !! AAGGGRRHH !!”Lagi dan lagi, ribuan Pasukan Neraka Perut Bumi menjadi korban kegenasan serangan ke-4 dewa penjaga gerbang ini. Selagi Pasukan Neraka Perut Bumi kelabakan dengan serangan-serangan para dewa penjaga gerbang.Pyroeis, si dewa gunung tampak maju.“Energi Gunung Selatan, Gunung Hancur Bumi Terbelah, heaaaa !!!” Pyroeis berteriak keras dengan memukulkan tinjunya kearah tanah.Duugggggg !! Duugggggg !!Wwerrrrrrr !!!Tiba-tiba saja tempat itu langsung bergetar hebat seperti dilanda gempa yang dahsyat. Jutaan Pasukan Neraka Perut Bumi banyak yang jatuh terduduk dibuatnya. Mahlagha jaberi si dewi bumi juga ikut
Bahkan yang lebih mengejutkan lagi, semua pintu-pintu goa untuk menuju keluar langsung runtuh, sehingga yang ingin keluar menjadi terhalang oleh bebatuan yang jatuh menutupi pintu goa.“Sudah beres guru !!” kembali terdengar suara menggema ditempat itu, semua pandangan Pasukan Neraka Perut Bumi terlihat langsung menuju kearah asal suara yang datangnya dari salah satu pintu goa yang ternyata masih utuh, artinya, hanya ada satu jalan keluar dari dalam goa itu lagi yang tersisa, tapi didepannya tampak berdiri sesosok kera dengan pakaian perang dan tongkat emas ditangannya. Sosok yang tak lain adalah Dewa Kera.“Kalian yang ingin keluar, harus merasakan dahsyatnya tongkat emasku ini !!!” ucap Dewa Kera dengan entengnya memutar-mutar tongkat ditangannya. Tak sedikitpun terlihat Dewa Kera gentar dengan jutaan musuh yang ada dihadapannya yang terlihat sudah mulai melangkah kearahnya.“Kuberikan kau teman untuk bersenang-senang Dewa Kera !!
“JANGAN MUNDURR !!!” tiba-tiba saja sebuah suara keras terdengar menggelegar ditempat itu yang membuat langkah tunggang langgang Pasukan Neraka Perut Bumi yang tadi kalang kabut terhenti. Gerakan para mahluk raksasa gunung bromo juga berhenti. Semua pandangan kini tertuju kearah asal suara.Sosok wanita muncul dengan pakaian yang sangat terbuka, hingga memperlihatkan bagian-bagian sensitif ditubuhnya, gunung kembarnya yang membusung indah tampak ditutupi oleh jari-jari yang terbuat dari besi, kain tipis juga tampak menutupi bagian bawah tubuhnya, tapi sebagian besar tubuhnya tidak tertutup apapun sehingga bisa dikatakan sosok wanita ini hampir telanjang. Rambutnya yang panjang dibiarkan tergerai, dilehernya juga terlihat kalung hitam yang terbuat dari bahan yang sama dengan kedua jari-jari tangan yang menutupi payudaranya, sebuah permata merah tampak dikeningnya. Sungguh menawan sekali penampilan wanita yang baru saja muncul ini, kalau saja wajahnya tidak mengamba
Dhuar ! Dhuar ! Dhuar ! Dhuar ! Dhuar ! Dhuar !Kembali terjadi ledakan-ledakan dahsyat didalam perut gunung akibat serangan Iblis Langit. Bukannya Bintang yang menjadi korban, tapi justru Pasukan Neraka Perut Buminya sendiri yang terkadang menjadi korban, dan Iblis Langit tak perduli akan hal itu.“Golok Bulan, heaa !!!”Wuutt !! Wuutt !! Wuutt !! Wuutt !! Wuutt !!Bintang yang tak ingin terus-terus menghindar, segera melepaskan serangan Golok Bulannya.Duarr ! Duarr ! Duarr ! Duarr ! Duarr ! Duarr !Kali ini serangan bola-bola neraka milik Iblis Langit berbenturan dengan Golok Bulan milik Bintang hingga membuat tempat itu bergetar dengan hebat.Duarr ! Duarr ! Duarr ! Duarr ! Duarr ! Duarr !Duarr ! Duarr ! Duarr ! Duarr ! Duarr ! Duarr !Tapi Iblis Langit dan Bintang terus saja melepaskan serangan dahsyat mereka masing-masing tampa memperdulikan keadaan disekitar mereka. Iblis Langit terkejut melihat lawan