“Kau darimana saja?” tanya Moses menyambut kedatangan Jach yang satu jam terlambat dari biasanya.Jach menahan langkahnya di depan pintu kamar. Jach sudah bisa merasakan perhatian tidak biasa Moses sejak semua orang harus mengawal Aurelie Harper pergi keluar rumah, rekan kerjanya itu tengah menyelidikinya.“Aku ada di taman belakang,” jawab Jach."Kau jangan berbohong, di kamera cctv kau tidak ada disana," ucap Moses.Dengan begitu tenangnya Jach menjawab, "Lalu apa masalahnya aku tidak ada ditaman belakang?"Moses mendekat dan berdiri dihadapan Jach. “Kau jangan macam-macam Jach. Jangan hanya karena tuan Dante memberimu banyak kepercayaan, kau bisa bersikap seenaknya dan membuat masalah.”“Aku hanya menikmati waktu bebas tugasku dengan bersantai. Sebaiknya kau mengontrol pikiranmu agar jangan berpikiran macam-macam.” Jach segera sebelum masuk ke dalam kamarnya.Moses berdecak pinggang tampak kesal dengan respon Jach yang besar kepala.***Aurelie Harper menggeliat bangun ditengah mal
Audrey tidak nyaman, dia tidak dapat bernapas dengan lega, Dante masih berdiri di dekat lemari pendingin, pria itu mengawasinya tanpa berbicara sepatah katapun. Audrey khawatir, apa yang sebenarnya sudah menahan pria kejam itu tetap berdiri di sana dan memperhatikan? Apa Audrey telah membuat kesalahan lagi karena masak tanpa permisi? Sangat ditakutkan jika pria itu marah, syukur-syukur hanya sebatas kata-kata kejam yang Dante lontarkan, bagaimana jika Dante membuang makanan Audrey dan berprilaku kasar seperti biasa?Audrey ingin memintanya pergi, namun dia tidak memiliki keberanian untuk memulai percakapan, dan Audrey sadar diri dia tidak memiliki hak untuk mengatur keberadaan Dante di rumahnya sendiri.Dentingan suara di oven terdengar, Audrey menarik loyang roti gandum buatannya, menyajikannya di piring.Dante melipat tangannya didada. “Sejak kapan seorang Aurelie Harper rela menghabiskan jam tidurnya hanya untuk membuat sebuah roti yang dia dibenci?” tanya Dante memecah kehenin
Jach tercekat kaget mendengarkan permintaan baru kliennya yang menyeleweng dari apa yang disepakati sebelumnya. Dulu, kliennya meminta Jach hanya untuk menjaga Aurelie Harper agar tetap aman dari beberapa orang yang membencinya. Namun, bagaimana bisa kini tiba-tiba permintaannya berbalik seratus delapan puluh derajat, dari melindungi jadi harus melenyapkan.Apa yang mendasari kliennya itu ingin melenyapakn Aurelie Harper? Memangnya rahasia besar apa yang ada ditangan Aurelie hingga dia harus dibungkam.Sepertinya ada sebuah rahasia besar yang hanya diketahui oleh Aurelie Harper dan klienya.Beruntung saja, Jach tidak sempat memberitahu kliennya jika perempuan yang kini ada di rumah Dante adalah Audrey, kembaran Aurelie.Setidaknya, untuk beberaapa waktu kedepan Audrey akan berada dalam keadaan aman, namun tetap saja gadis itu akan mengalami banyak kerugian karena semua masalah menyasar padanya.Andai klien Jach pada akhirnya ingin membunuh Aurelie Harper. Orang yang sebenarnya mati t
Audrey memutuskan duduk di atas hamparan rumput hijau yang terawat, merasakan lebih jelas kehangatan mentari pagi di permukaan kulit setelah. Audrey menengok ke belakang, memandang lekat rumah besar nan mewah yang hampir dua minggu ini telah mengurungnya.Dibalik keagungannya terpandang mata, ada banyak hal mengerikan yang tersimpan.Sudah tidak terhitung lagi, berapa kali Audrey menangis di rumah mewah itu.Sejak tinggal di rumah itu, Audrey akhirnya mengetahui tentang seberapa kerasnya dunia dan sejauh mana manusia bisa berbuat jahat. Ternyata, hidup dalam kemiskinan jauh lebih baik daripada terjebak dalam kesesatan dendam. Pandangan Audrey teralihkan pada Jach yang berdiri dibelakangnya berjarak lebih dari dua meter. Melihat ke sekitar tidak ada siapapun, bahkan jika berbicara lebih keraspun tidak akan ada yang mendengar. Audrey harus mengambil kesempatan ini untuk berbicara dengan Jach.“Jach, mendekatlah sedikit,” panggil Audrey.Dengan patuh Jach mendekat satu langkah, mengha
Tok tok tok!“Masuk,” sahut Dante.Jach segera membuka pintu dan melangkah masuk ke dalam ruangan, menghadap Dante dengan penuh ketenangan meski jauh didalam lubuk hatinya dia menyimpan sedikit perasaan mengganjal.“Ada yang bisa saya bantu Pak?” tanya Jach membuka suara.Dante membuka kaleng cerutu yang tersedia diatas meja, sedikitpun tidak menatap Jach. “Bagaimana keadaan Aurelie selama kau mengawalnya?” tanya Dante. Harus Dante akui, selama bertugas, Dante terkesan dengan pekerjaan Jach, dia juga tidak meragukan kemampuan bodyguardnya itu. Namun, Dante tetap tidak ingin lengah dengan orang-orang yang dipercayanya.Melihat sesuatu yang tidak biasa didalam diri Aurelie saat bersama Jach membuat Dante tidak nyaman, dia khawatir gadis itu kembali liar seperti sebelumnya yang pandai menggoda dan meluluhkan hati pria.Tapi, apa benar ini semua hanya sekadar kekhawatiran biasa?Rahang Dante mengeras, hatinya memaki, untuk pertama kalinya dia bimbang dengan dirinya sendiri.“Semuanya ber
Langit telah gelap, hujan turun deras menemani kesepian Audrey yang sepanjang hari ini mengurung diri di kamar, semakin terkucilkan dalam kesendirian.Aneh rasanya, padahal Jach hanya bodyguard yang menjalankan tugasnya, namun setelah beberapa jam tidak bertemu rasanya seperti ada sesuatu yang hilang dari dalam diri Audrey.Sepertinya, ada suatu ikatan kuat yang tanpa sadar telah terjalin antara dirinya dan Jach.Berdiri dipinggiran balkon, Audrey terus menatap teras, berharap bisa melihat Jach yang bertugas.Ada sesuatu hal penting yang harus mereka bicarakan.Tok tok tok!Suara ketukan dipintu terdengar, memaksa Audrey untuk beranjak pergi meninggalkan balkon, membuka pintu, berhadapan dengan Megan untuk pertama kalinya setelah perdebatan mereka beberapa hari yang lalu.Seperti biasa, Megan menunjukan wajah masam dan tatapan yang tidak suka.Tidak ada yang bisa mengubah kebencian Megan pada Aurelie Harper.“Tuan Dante meminta Anda untuk turun dan makan makan malam,” ucapnya dengan k
Mei, 2010Berpakaian seragam sekolah, Audrey menuruni sepedanya begitu sampai didepan rumah, sejenak dia berdiri dengan wajah bingung. Musim panas telah tiba, acara pelulusan sekolah dasar akan segera berlangsung tidak lebih dari satu minggu lagi. Semua anak-anak sangat bersemangat, mereka membeli pakaian bagus untuk pesta yang akan diselenggarakan.Audrey sangat berharap jika tahun terakhirnya di sekolah, dia juga bisa seperti anak-anak lainnya, mengenakan pakaian bagus agar bisa memiliki potret photo yang bisa dipajang di rumah.Namun, apa Arman bersedia mengeluarkan uang untuk sepotong pakaian? Audrey tertunduk melihat sepasang sepatunya yang setiap hari dia kenakan, kini telah usang dan kekecilan sampai membuat kakinya harus menekuk setiap kali berjalan, sangat menyakitkan setiap kali dia mengikuti pelajaran olahraga.Jika perlu dikatakan, itu adalah sepatu satu-satunya yang Audrey miliki.Harusnya, Audrey juga memiliki sepatu yang bagus. Namun Audrey sadar jika permintaannya ak
Matahari mulai bergerak turun menuju arah barat.Setelah naik turun bukit untuk membawa beberapa ember kacang dengan penuh perjuangan yang melelahkan, kini Audrey harus memecah satu persatu kacang.Dengan persiapan ala kadarnya, Audrey duduk di balai kayu sendirian. Memecah cangkang kacang macadamia yang keras dan memiliki dua lapisan itu dengan batu dari jalanan, sesekali Audrey terlihat berhenti dan meringis kesakitan kala jarinya tidak sengaja terpukul oleh batu.Audrey tidak mengeluh karena sadar dengan kondisinya. Audrey tahu, bahwa dia harus memiliki tekad yang lebih besar dari setiap rintangan yang dia lalui.Setiap kacang yang berhasil dipecahkan telah menghabiskan banyak waktu, bahkan ketika matahari mulai tenggelam, Audrey masih belum menyelesaikan pekerjaannya meski tubuhnya sudah sangat lelah, begitupun dengan otot tangannya yang keram kesakitan.***Suara tonggeret terdengar bersahutan dengan burung hantu yang bertengker didahan pohon. Arman menyusuri jalanan setapak dib
“Aku jatuh cinta padamu, Nona Audrey,” jawab Jach dengan lantang tanpa keraguan, penuh rasa percaya diri dan sorot mata yang bangga, mengisyaratkan bahwa apa yang saat ini sedang terjadi didalam hatinya, bukan sebuah kesalahan yang patut untuk disembunyikan.Napas Audrey tertahan didada, tubuhnya membeku kaku mendengar pangkuan cinta yang tidak pernah sedikitpun dia duga akan terucap dari mulut Jach.Gemersik ranting-ranting pohon terdengar kala terbelai angin lewat, mengisi keheningan yang kini sedang menjebak Audrey dan Jach.Audrey bergelut dengan pikirannya sendiri. Ini bukan untuk pertama kalinya Audrey mendengar seorang lelaki mengutarakan cinta padanya, namun ini untuk pertama kalinya Audrey kebingungan sampai tidak bisa berbicara sepatah katapun karena satu alasan.Setelah dewasa, Audrey semakin terjerumus dalam kemiskinan dan seorang ayah pemabuk berat yang jatuh sakit. Siang malam dia bekerja untuk bisa membayar biaya berobat Arman, namun orang-ornag menuduhnya pergi menjua
Salma menggigit kukunya menyalurkan kecemasan, tidak berhenti menatap lekat Daud yang terbaring diranjang telah selesai melakukan proses operasi. Salma benar-benar tidak tahu harus berbuat apa saat nanti Daud kembali sadar dan bertanya tentang keadaannya.Dokter mengatakan jika Daud bisa beraktifitas normal seperti biasa, kecuali dengan urusan seksnya karena miliknya sudah tidak berfungsi lagi selain untuk buang air.Terlepas dari keserakahannya yang tergia-gila pada harta Daud. Salma tidak menutupi kenyataan bahwa dia mencintai suaminya, rasanya sangat berat untuk Salma bila harus melihat suaminya terpuruk karena kondisinya yang sekarang.Pintu yang terbuka dibelakang Salma mengalihkan perhatian, dilihatnya Carmen yang baru datang meski telah diberi kabar sejak beberapa jam yang lalu.Carmen mendekat dengan wajah yang begitu tenang, sedikitpun tidak menunjukan kepedulian apalagi kesedihan melihat ayahnya terbaring tidak sadarkan diri di ranjang rumah sakit. Carmen telah mendengar s
Salma akhirnya datang ke rumah sakit untuk memeriksa keadaan Daud yang terluka. mendengar Daud ditikam, Salma tidak dapat menggambarkan seperti kini keadaan suami dan akan sehebat apa marahnya Daud jika nanti mereka bertemu. Sial betul Salma, seumur-umur Aurelie tidak pernah sekalipun berani menentang Daud karena Aurelie tahu, Salma akan menjadi sasaran Daud bila dia menentang. Harusnya Audrey juga bersikap seperti kakaknya. Tahu diri dan tahu malu, terlebih Salma telah berjasa menyelamatkan nyawa Arman yang masih terjebak dalam penyakitan dan miskin. Harusnya Audrey berpikir ulang, apa yang akan terjadi sebelum dia menyakiti Daud. Gadis itu benar-benar telah membuat Salma sangat kesal. Salma tidak akan memaafkan Audrey jika terjadi sesuatu pada suaminya! Dengan tergesa Salma berlari melewati banyak ruangan, mencari keberadaan Daud yang ada di ruangan khusus. Ketika Salma sampai di ruangan Daud, secara kebetulan seorang dokter perempuan keluar dari ruangannya. “Dokter, pasien ya
Chapter 63Pertanyaan Aurelie tidak dapat Dante jawab, ketegangan yang terjadi di dalam kamar itu akhirnya berakhir dengan Dante pergi meninggalkan kamar tanpa penyelesaian apapun. Namun, Dante pergi membawa kebimbangan yang mengganggu pikirannya.Amarah membara hilang dalam sekejap, berganti menjadi rasa penasaran yang memunculkan banyak pertanyaan di kepala. Sepanjang hari Dante menghabiskan waktunya di dalam ruangan kerja untuk minum tanpa melakukan apapun, melamunkan sesuatu yang terus menerus mempengaruhi pikiannya.Aurelie Harper memiliki personal branding yang jahat dan berbahaya. Dengan mata kepalanya sendiri, Dante sering melihat gadis itu berprilaku tercela!Anehnya, selama lima tahun mengenal Aurelie, tidak pernah sekalipun Aurelie terlibat masalah dengannya. Setiap kali mereka bertemu, Aurelie selalu tenang dan cenderung lebih banyak diam, sibuk dengan dirinya sendiri dan tidak mempedulikan apapun yang ada sekitarnya.Semakin Dante pikirkan kebenaran itu, kini Dante mula
Dante mengundang Daud Harper datang ke rumah dengan bertujuan baik, sejenak dia menyingkirkan egonya karena Aurelie Harper tengah mengandung. Gadis itu tidak bisa berada dalam tekanan dan dia membutuhkan sesuatu yang menyenangkannya. Sudah menjadi rahasia umum jika Aurelie Harper mendapatkan begitu banyak kasih sayang dari orang tuanya.Aurelie sangat dimanjakan sejak kecil. Apapun yang Aurelie inginkan selalu terpenuhi, apapun kesalahan yang telah Aurelie perbuat tidak pernah sekalipun membuat orang tuanya murka apalagi menghukumnya.Karena terlalu dimanja itulah, Aurelie Harper menjadi tidak mandiri, selalu seenaknya bahkan tidak pernah merasa bersalah setiap kali berbuat jahat karena dia tahu, orang tuanya akan melindunginya apapun yang terjadi.Saat mendengar Aurelie mengingau, memanggil nama ‘ayah’ dalam mimpinya. Dante meyimpulkan bahwa gadis itu tengah merindukan ayahnya, karena alasan itulah Dante mempertemukan mereka berdua.Bukankah Dante sudah mengambil keputusan yang bena
Genangan darah bercampur dengan air terlihat dilantai kamar mandi, Audrey duduk meringkuk dibawah shower, gadis itu tengah menangisi peristiwa menakutkan yang telah terjadi.Setelah apa yang telah terjadi, kini Audrey tidak tahu harus berbuat apa.Bagaimana keadaan Daud sekarang? Apakah dia baik-baik saja? Apa yang dipikirkan semua orang setelah melihat apa yang terjadi? Apakah mereka semua akan menghakimi Audrey karena telah melukai ayahnya sendiri.Bagaimana cara Audrey bercerita tentang kebenaran yang telah terjadi?Jika Audrey berkata jujur, apakah seseorang akan percaya bahwa seorang Aurelie Harper telah dilecehkan oleh ayah tirinya sendiri dan dia hanya sedang melindungi diri!Jika Audrey berkata jujur, apakah Daud akan membuat perhitungan dengannya? Apakah Salma akan berpihak pada Daud dan berusaha melindungi kehormatan nama keluarganya dibandingkan melindungi kehormatan putrinya?Audrey meringis dalam tangisan, sentuhan Daud yang tertinggal ditubuhnya masih terasa, masih menin
“Argghht” Daud mengerang kesakitan, memegangi sisi kepalanya yang telah terpukul. “Kau.. apa yang sudah kau lakukan? Berani-beraninya kau memukulku!” geramnya dengan gigi saling mengetat, menatap tajam Audrey dengan penuh amarah.Dada Audrey bergerak naik turun bernapas tidak beraturan, tangannya gemetar hebat menggenggam erat sisa-sisa pecahan gelas yang membuat tangannya berdarah terluka.Sakit yang ada ditangan tidak ada bandingnyannya dengan hatinya yang kini telah terhunus begitu dalam. Amarah, terhina dan takut menjadi satu. Tidak pernah sedetikpun Audrey berpikir bahwa sesuatu yang tercela ini akan terjadi.Audrey tidak menyangka jika pria yang terbalut dalam pakaian mewah seperti orang terhormat itu memiliki prilaku yang sangat tercela.Jadi, apa ini yang terjadi selama ini pada Aurelie Harper? Aurelie dilecehkan oleh ayah tirinya sendiri!Daud, pria bajingan itu tidak hanya telah merusak rumah tangga Arman dan Salma, dia juga telah merusak Aurelie.Jika saja pertemua ini tid
Audrey menutup potret photo keluarga Aurelie Harper yang telah lama dia pandangi. Meski didalam potret photo terlihat seperti keluarga harmonis, Audrey tetap tidak dapat menghindar dari perasaan tidak nyaman menelusup masuk ke dalam dada. Andai bisa, Audrey ingin menolak bertemu dengan ayah tiri Aurelie Harper itu.Lagipula siapa yang mau bertemu dengannya?Kebijaksanaan yang telah dibuat Dante sama sekali tidak berguna!Jika harus berkata jujur, Audrey tidak mengenal Daud, mereka berdua tidak memiliki urusan apapun yang perlu dibicarakan. Audrey juga tidak sudi bila harus melihat wajah lelaki yang telah menghancurkan keluarganya.Sampai kapanpun, tidak akan pernah Audrey lupakan setiap dosa orang yang telah membuat hidup Audrey menderita.Beberapa kali Audrey mengatur napasnya untuk mendapatkan ketenangan. Saat ini Daud tidak tahu jika orang yang ditawan Dante Arnaud adalah Audrey, maka Audrey harus berpura-pura menjadi Aurelie Harper, putri tiri yang selama ini berada dalam pengasuh
Di sudut kota Melbourne, seorang pria muda terlihat duduk dengan wajah gelisah, tidak bosan dia terus melihat layar handpone, menantikan seseorang untuk datang menemuinya.Pria itu adalah Raiden Arnaud, adik kandung Dante sekaligus tunangan Aurelie Harper.Sudah satu bulan dia terkurung di Australia dengan berbagai pengawasan yang mengekang seluruh kebebasannya. Kemanapun dia pergi dan apapun yang dia lakukan, selalu ada orang yang mengikutinya, memastikan bahwa dia tidak akan bisa pulang tanpa izin kakaknya, Dante Arnaud.Raiden rela kehilangan kebebasan hidupnya, menentang keluarganya, menyakiti kakaknya demi membela seorang penjahat yang bernama Aurelie Harper.Bahkan ketika dia tahu jika saat ini Aurelie harus melahirkan anak untuk Dante. Raiden dengan tegasnya menganggap Aurelie sebagai pasangannya, menolak untuk membatalkan pertunagangan mereka yang telah berlangsung selama satu tahun.Raiden tetap mencintai Aurelie Harper tanpa peduli meski semua orang memakinya, mengatakan bah