Setelah menutup rapat, Bima pun pergi ke ruang TV untuk lanjut menonton TV.
"Mau makan apa buy?" tanya Jennifer."Apa adanya aja, terserah kamu mau masak apa." jawab Bima."Okey." ucap Jennifer dan pergi ke dapur.'Jadi gak pd gini ya aku bob, sialan!' batin Bima kesal.[Kau sudah lama tidak bertarung secara all in bos, jadi wajar kau ragu dengan kemampuanmu sendiri]'Masuk akal jawaban mu.' ucap Bima.Tak lama kemudian, Julian ikut duduk menonton TV bersama Doni."Kau kenapa?" tanya Julian aneh dengan raut wajah Bima."Enggak, cuma agak grogi aja. Udah lama banget gak gelud." jawab Bima."Bawa santai aja, lagian besok lawannya juga enggak sekuat itu." ucap Julian.Bima hanya mengangguk pelan dan fokus menonton TV. Sampai akhirnya jam makan malam pun datang, mereka mematikan TV dan segera pergi ke ruang makan."Indah mana jul?" tanya Bima saat menyadari tidak ada Indah di sanaMereka pergi ke depan Asosiasi yang terdapat portal berwarna merah. Portal itu terus menerus mengeluarkan aura yang sangat mengerikan, bahkan Kevin di buat muntah muntah karena aura negatif portal tersebut."Kalian ke Asosiasi saja, lihat dan perhatikan dari sana. Ini di luar kemampuan kalian." ucap Bima pada tim Junior."Baik!" jawab mereka serempak lalu pergi kembali ke Asosiasi."Kita tunggu di belakang saja kek, di sini terlalu banyak resiko." ucap Bima berjalan pergi menjauhi portal.Bima dan yang lain menunggu di halaman Asosiasi sambil menyiapkan senjata mereka. Bima duduk bersila di depan pedang Yin Yang miliknya."Sudah lama aku tidak memakai kalian." gumam Bima tersenyum tipis."Ris! agak sinian anjink!" panggil Julian saat melihat Bima melukai jempolnya.Riski yang memang sudah sedikit berpengalaman dengan Bima langsung berlari menghampiri Julian membawa sabit dan busur panahnya."Lupa aku cok!" ucap
"Tunjukkan taring kalian sialan!" teriak Bima terus menyerang Tiamat dengan sangat brutal."Tidak semudah itu bajingannnn!" teriak Tiamat mengarahkan pukulan ke dada Susano'o yang membuat Bima melompat mundur untuk menghindar.Bima menatap Tiamat yang sudah bonyok dan tersenyum sambil terengah-engah. Namun senyuman Bima langsung pudar ketika melihat Tiamat dalam satu menit mampu meregenerasi seluruh lukanya dan bertambah besar 2x lipat dari Susano'o Bima."Brengsek! paru paru surya bikin repot!" gumam Bima kesal.[Hahahaha....makanya olahraga bos!]"Mulai besok aku mau rutin latihanlah! biar gak gampang capek gini!" gumam Bima.Bima meminum potion pemulihan lalu membuka segel kekuatan sebanyak 1000% yang langsung membuat tanah kembali bergetar dan suasana semakin mencekam."Hahahaha....kau hanyalah dewa sampah Ashura! kau tidak berkutik di hadapanku! ternyata cerita cerita yang sudah menyebar hanyalah omong kosong belaka
Booommmm....Booommmm....Di sisi lain, Bima sedang bertarung melawan ribuan monster kelas Kaisar Dewa Iblis yang ukurannya sangat besar dan kekuatannya luar biasa dahsyat.Bima berkali-kali di buat gagal saat ingin melakukan kombinasi energi dan elemen. Tubuh Bima masih belum terkena luka, jadi Bima masih bisa mencoba coba kekuatannya."Brengsek!" teriak Bima lalu melesat kembali menyerang.Buaghhh.....Buaghhh....Tang....Bima yang terkejut langsung melompat mundur dengan mata melotot."Baru kali ini aku gagal menebas makhluk hidup!" gumam Bima tidak percaya.[Fokus bos fokus! kau harus menyadari semua kelemahanmu!]Bima kembali mencoba untuk menyerang, namun kini dia mengalirkan energi ke dalam pedangnya. Ternyata berhasil, Bima melanjutkan membunuh para monster dengan sedikit kesusahan karena banyak ilmu mengenai dunia monster yang Bima lupakan."Banyak celah ya ternyata!
Keesokan harinya, Bima bangun lebih pagi dari biasanya, pagi itu Bima bangun pukul 05.00. Bima ganti pakaian olahraga lalu segera pergi joging sebagai permulaan dari latihan beratnya hari ini. Bima berlalu keliling komplek di temani Pom dan Piu yang Bima beri rantai supaya mudah di kendalikan. "Hahhhh....segar sekali udara pagi hari!" ucap Bima yang sedang duduk beristirahat di taman komplek sambil minum air mineral. [Hari ini kita latihan di alam Surgawi ya bos, nanti kau juga bisa memutuskan untuk masuk ke dungeon level 10 atau tidak] "Baiklah bob." jawab Bima. Setelah cukup beristirahat, Bima pun lanjut jogging menuju basecamp. Sesampainya di basecamp Bima langsung pergi ke ruang olahraga untuk pemanasan. "Harus semangat!" gumam Bima ketika rasa sakit di beberapa lukanya kambuh. "Demi menyempurnakan tugas terakhir! aku harus kuat! di kehidupan ku selanjutnya aku harus menjadi
Setelah selesai pengobatan, Bima pun keluar dari Alam Surgawi untuk mengisi perutnya yang keroncongan. Bima berjalan santai ke ruang makan, saat membuka tudung saji, lagi lagi tidak ada lauk di sana.Bima membuka ponselnya untuk melihat jam, ternyata Bima keluar dari alam Surgawi pukul 13.00. Tapi kenapa tidak ada sisa makanan di sana. Tidak mau menambah beban hidupnya, Bima pun memilih untuk membeli makanan lewat online.Bima berjalan ke teras depan untuk memikirkan mau makan apa siang ini."Makan apa ya? seafood? ayam? sop iga? atau apa?" gumam Bima sambil scroll aplikasi ijo."Cumi goreng tepung ama gurame asam manis enak dah keknya! minumnya cola! beegghhhh!" gumam Bima langsung memesan dua menu tersebut dan menunggu kedatangannya.Saat sedang menunggu kedatangan makanannya, datanglah Jennifer bersama Adel dan pria kemarin malam mengendarai mobil. Mereka bertiga lewat begitu saja seperti tidak mengenali Bima.Di susul Kevin d
Bima kembali ke kamarnya bukan untuk tidur, melainkan pergi ke kerajaan Valhalla. Bima membawa cincin berlian di sakunya sesuai permintaan sistem."Kamu luka luka kenapa nak? astaga.." tanya Aurora tidak jadi bahagia melihat kedatangan anak angkatnya."Bunda kalau lihat tadi pasti bangga! woooo! sangat membanggakan!" jawab Bima."Bagaimana ceritanya? bunda mau dengar!" tanya Aurora.Bima pun menceritakan tentang dungeon level 10 yang sangat luar biasa itu sampai ke full kekuatannya. Aurora mendengarkan dengan serius, dia ikut bahagia karena luka Bima tidak sia sia, itu artinya di balik luka pasti ada sebuah kebaikan dan kebahagiaan."Bunda ikut bangga padamu nak! lalu sekarang kamu kemari untuk apa?" tanya Aurora."Melamar dia." jawab Bima menunjuk Silvia yang sedari tadi ikut menyimak cerita Bima dan ikut bahagia."Ha?!" seru Silvia kaget."Kalau tidak mau ya sudah, aku pulang saja." ucap Bima berbalik.
Selesai sarapan Bima dan Silvia pergi ke ruang TV untuk menonton TV bersama. Bima tiduran di paha Silvia sambil mengelus tangan lembut istrinya itu. Silvia juga membelai dengan lembut pipi suami yang sudah sangat lama dia idam idamkan itu. [Latihan libur dulu bos! aku mau upgrade level dungeon dulu] 'Baiklah bob.' jawab Bima hanya nurut. "Tidur ya?" tanya Julian dengan suara pelan. Silvia menganggukkan kepala. "Kayaknya beneran pusing, nih, nanti habis makan siang suruh minum." bisik Julian. "Makasih ya." ucap Silvia berbisik. Julian mengacungkan jempolnya lalu pergi meninggalkan mereka berdua yang terlihat sangat mesra. "Istirahat ya bi." gumam Silvia tersenyum manis sambil mengelus pipi Bima. Silvia menatap dalam dalam tato di punggung tangannya, dulu dia selalu berdoa untuk di jodohkan dengan pemilik nama di tatonya. Ternyata kini d
Keesokan harinya, Bima bangun pukul 05.00, berganti pakaian olahraga lalu pergi Jogging bersama Pom dan Piu. Bima lari keliling komplek untuk pemanasan sebelum gym.Setelah puas jogging, Bima pun kembali ke basecamp. Dia pergi ke ruang gym pada pukul 06.00 yang ternyata sudah ada Silvia di sana dengan pakaian olahraga yang lebih tertutup dari yang lainnya."Kamu gak gerah yang pakai itu?" tanya Bima sambil menyiapkan beban barbell."Enggak, yang penting gak terbuka aku gak masalah." jawab Silvia sambil lari di treadmill.Bima tersenyum puas lalu mulai angkat beban, Bima fokus melenturkan kedua lengannya supaya saat bertarung bisa bergerak secara lentur.Puas dengan Barbell, Bima pindah ke pull up barbar untuk melatih otot bagian atas yang terasa sangat kaku. Bima terus berolahraga dengan fokus penuh sampai tidak menyadari kalau Silvia telah pergi.Bima beristirahat pukul 07.00, dia duduk lesehan sambil minum air mineral dingin ya
Hal itu langsung membuat semua orang melotot tidak percaya dengan kekuatan asli Bima."Apakah ini kekuatan ayah paman?" tanya Daniel kagum."Kau masih sangat kecil untuk mengetahui segalanya nak." jawab Howard tersenyum penuh arti."Aku paham arah jawabanmu paman! aku akan mencari tau sendiri!" ucap Daniel."Smith! jangan!" teriak Adrian saat melihat Smith melakukan ritual."Segel bajingan itu nak! aku mengandalkan mu!" ucap Smith melakukan tos dengan Bima."Salam untuk ayahku! ucapkan padanya kalau aku akan segera datang!" ucap Bima."Baik! aku tunggu!" ucap Smith.Woshhhhhh.....Booommmmm....Tubuh Smith pun hancur menjadi kabut darah, Smith melakukan itu untuk menambah power Bima dan untuk menyempurnakan misinya. Ya! power Bima bertambah 100x lipat hasil dari kekuatan yang di berikan Smith."Tidakkkkkk!" teriak Adrian histeris.Setelah mendapat kekuatan tambahan, Bima pun m
Setelah menguapkan kata maaf, Bima langsung melesat bersama Kong dan Zhong menyerang para monster yang menyeringai penuh kemenangan."Bimaaaa!" teriak Diana histeris."Array sialan!! buka! bukaaaa!" teriak Andi memukuli Array sambil berteriak histeris.Semua hunter di sana terduduk lemas melihat orang yang paling di segani dan di hormati seluruh penduduk Bumi berjuang seorang diri tanpa memikirkan keselamatannya sendiri.Seluruh penduduk Bumi yang menonton live terus menggelengkan kepala berharap sadar dari mimpi buruknya, namun semua ini bukanlah mimpi, ini adalah kenyataan pahit yang harus di terima.Booommm....Booommm...Ledakan ledakan dahsyat mulai terdengar dari tengah medan peperangan. Tiga makhluk itu berusaha keras untuk memusnahkan seluruh monster di sana supaya kehidupan Bumi berhasil di selamatkan."Hahahahaha...kau tidak akan bisa menyelamatkan kehidupan di alam semesta ini Ashura! kau hanyalah sam
Andi menggila bersama beast spiritual nya yang berukuran raksasa itu. Kedua adiknya pun tidak mau kalah, mereka ikut mengeluarkan beast spiritual yang sama besar dan sama kuatnya dengan milik Andi.Trio bersaudara itu mengguncang tanah peperangan membuat semangat pasukan semakin berkobar-kobar. Intensitas peperangan semakin meningkat semenjak guild nomor satu dunia, pasukan Bima, dan kepala Asosiasi pusat menunjukkan kekuatannya.Hunter hunter yang berasal dari berbagai negara itu ikut menunjukkan kekuatan dan ilmu-ilmu yang di dapat dari akademi masing-masing. Para monster di buat mati kutu dan pasrah menunggu kematiannya di tangan para manusia itu.Sisa monster di tanah peperangan pun di babat habis oleh seluruh pasukan manusia. Mereka menyimpan inti core para monster sebagai kenang-kenangan dan berlari masuk ke dalam Array dengan sorakan kemenangan."Hahahahahaha! kita memenangkan peperangan!" teriak Andi berteriak keras."Yeahhhhhh!"
"Kau bisa menjaga mereka Kong?" tanya Bima setelah diam beberapa menit."Tidak." jawab Kong cepat."Kenapa?* tanya Bima heran."Aku sudah berjanji pada diriku sendiri beberapa menit yang lalu bos." jawab Kong."Janji apa?" tanya Bima penasaran."Aku tidak akan menjadi bawahan siapapun, kau adalah satu-satunya bos bagiku. Setelah peperangan ini usai, aku akan kembali ke tempat ras ku berada dan berlatih sekeras mungkin. Setelah itu aku akan mencari keberadaan Drago untuk melakukan misi kesejahteraan." jawab Kong."Misi apa itu?" tanya Bima sangat penasaran."Rahasia bos, ini adalah misi rahasia yang akan aku, Drago dan Leo jalankan." jawab Kong."Sudahlah bos, Kong sedang oleng, biarkan saja." ucap Zhong malas."Hahaha...." Bima tertawa keras lalu kembali menatap portal yang masih belum juga bereaksi.[1 jam bos]"Siapkan pasukan." perintah Bima pada Kong dan Zhong.Keduanya be
Mereka bersiap di perbatasan Array dengan jantung berdegup kencang. "Jangan lengah!" ucap Kong tegas. "Baik!" jawab Tigers tegas. Beberapa menit kemudian, ledakan portal tahap dua pun terjadi. Duarrrrrrrrr.... Jutaan monster kelas Iblis sampai Abyss keluar dari portal dan berlari dengan ganas ke arah Jakarta. Tigers dan para petinggi Asosiasi dari seluruh dunia menggenggam erat senjatanya, keringan sebesar biji jagung mulai menetes dari wajah mereka. "Rileks, anggap saja ini latihan." ucap Bima yang membuat tim Junior menengok. "Buat aku bangga untuk terakhir kalinya." ucap Bima membuka topengnya dan tersenyum manis. Jason semakin erat mencengkram senjatanya, matanya merah, wajahnya terlihat sangat emosional, auranya pun meledak menunjukkan sosok jati diri yang sebenarnya. "Maju dan buat bangga pamanmu ini nak!" ucap Bima. "Maju!" ucap
Tengah malam, Bima terbangun dari tidurnya karena kebelet kencing. Selesai kencing, Bima malah tidak bisa tidur lagi, karena bingung, Bima pun pergi ke alam Surgawi untuk latihan kecil."Emphh! bau amis!" seru Kong menutup hidungnya.Bima mengendus tubuhnya sendiri lalu nyengir, Bima berlari ke rumah untuk mandi. Selesai mandi, Bima kembali menemui Kong yang sedang bermalas-malasan."Pagi kapan bos? bosan sekali!" ucap Kong."Entahlah." jawab Bima malas."Kau pingin segera pagi biar bos cepat mati Kong?" tanya Dexter sinis."Bukan begitu maksudku bodoh!" jawab Kong kesal.Mereka berbincang-bincang di sana sambil bermalas-malasan, yang tadinya Bima ingin latihan jadi malah ikut bermalas-malasan bersama mereka. Sampai akhirnya pagi pun datang, Bima keluar dari Alam Surgawi untuk mandi dan sarapan.Sebelum ke ruang makan Bima menyisipkan surat di album foto keluarga kecilnya. Setelah itu Bima segera pergi ke ruang
Keesokan harinya, selesai sarapan seluruh penghuni basecamp beres-beres barang untuk pindah sementara ke kediaman keluarga besar Abraham."Daniel, Devin, ayo ikut ayah, ayah mau bicara." ucap Bima pada Daniel dan Devin yang ikut membantu membereskan barang-barang di ruang tamu."Baik ayah." jawab Daniel langsung pergi menggandeng Devin mengikuti Bima yang berjalan ke arah halaman belakang.Bima duduk di gazebo bersama Daniel dan Devin yang terlihat sedang minum yogurt."Ada apa ayah?" tanya Daniel."Berapa usia kalian?" tanya Bima balik."7 tahun lebih ayah." jawab Daniel yang di sambut anggukan Devin."Besok ayah akan mengemban tugas berat di perbatasan, kalau semisal ayah meninggal dunia apakah kalian siap menggantikan posisi ayah sebagai pelindung ibu kalian dan adik kalian?" tanya Bima."Ayah jangan pergi, Devin masih mau bermain dengan ayah." ucap Devin menggenggam erat tangan Bima."Ini hanya peru
Sesampainya di Asosiasi, Bima langsung berjalan cepat ke gedung utama untuk menemui Andi, Wilson dan Leon yang sudah menunggu di ruangannya.Kedatangan Bima ke Asosiasi tentu saja membuat seluruh hunter di sana bingung dan bertanya tanya. Mereka berpikir kedatangan Bima ke sana untuk membahas mengenai portal di Jawa Timur."Selamat datang tuan Bima, pak Andi sudah menunggu di ruangan." ucap Tommy asisten Andi."Baik." jawab Bima langsung bergegas ke ruangan Wilson.Sesampainya di sana, Bima langsung duduk di sofa dan melepas topengnya."Ada apa? sepertinya sangat penting." tanya Andi duduk di sebelah Bima."Aku cuma mau bilang, evakuasi semua orang ke luar pulau Jawa, sebagian ke pulau sebrang, sebagian ke Jakarta." jawab Bima."Jakarta masih pulau Jawa bodoh." ucap Leon datar."Aku sudah buat dinding pembatas di perbatasan kota Jakarta, paman tenang saja. Warga akan aman di sini, aku jamin 1000%." ucap Bima.
Hingga 5 bulan berlalu, anak anak yang Bima latih juga sudah mulai berkembang, tidak ada yang mencolok di antara mereka. Semua berkembang, Bima mengajarkan tentang kekeluargaan di antara mereka. Jika satu tertinggal, maka yang lain harus membantu orang itu supaya ikut berkembang. Bima juga mengajarkan tentang psikologi, jadi di masa kecilnya, mereka sudah memahami satu sama lain dan chemistry mereka sudah terbentuk sejak dini. Tim ini Bima beri nama Killer Baby, entah mengapa Bima suka nama itu. Selama 5 bulan ini, Tim Senior maupun Junior benar-benar sibuk, berbagai Job mereka jalani tanpa adanya Bima dalam tim. Walaupun begitu, masing-masing pemimpin tim melakukan tugasnya dengan baik. Julian yang menjadi wakil ketua tim Senior dan Tigers yang menjadi ketua tim Junior berhasil menjadi leader yang baik. Hasil pertarungan juga sangat memuaskan, hanya sedikit kekurangan yang Bima evaluasi saat sampai di basecamp. Hal ini sem