Share

Bab 87

Author: Gina
"Telepon Violet dan suruh dia pulang."

"Ha?"

Levi yang berada di ujung telepon tercengang.

Saat ini, Violet dan Gwen sedang bersenang-senang di ruang pribadi kelab malam.

Violet jarang mendapat kesempatan untuk minum-minum. Sejak dia dilahirkan kembali, banyak hal yang sudah terjadi. Saat ini, di bawah pengaruh alkohol, rasa tidak senangnya lenyap seketika.

Lalu, ponsel Violet berdering. Dia mengangkat telepon. Di ujung telepon, dia mendengar suara Levi berkata dengan ragu-ragu, "Nyonya, Tuan Romeo meminta Anda pulang ke rumah."

"Ha? Apa katamu? Apa aku akan pulang hanya karena dia menyuruhku? Dia kira dia siapa?!"

Violet terdengar mabuk dan Levi merasa ada yang tidak beres. "Nyonya, di mana Anda sekarang?"

"Di tempat yang nggak ada Romeo!"

Setelah itu, Violet menutup telepon.

Gwen memeluk Violet, lalu dia menyengir sambil berkata, "Bosan sekali kalau hanya kita berdua! Kakak akan mengajarimu sesuatu yang lebih seru!"

"Yang lebih seru?"

Gwen menekan bel pelayan.

Tak lama kemudian, seor
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali   Bab 88

    Meskipun William berkata seperti itu, dia bergerak makin cepat. Dua orang itu berlari keluar dari apartemen, kemudian mengemudi mobil dengan sangat cepat ke kelab malam.Dari awal pemilik kelab malam itu sudah menunggu di depan pintu. Setelah dia melihat William dan Charles turun dari mobil, dia buru-buru membungkuk kepada mereka. Kemudian, dia berkata, "Tuan Muda William, Tuan Charles, aku sudah menjaga dua nona itu dengan baik. Mereka masih di sini."William berhenti, lalu bertanya, "Berarti mereka masih bersama gigolo-gigolo itu di ruang pribadi?"Pemilik kelab malam itu tersenyum dengan canggung.Dua pria itu langsung mengerti."Dasar berengsek!" maki William.Setelah itu, William berjalan dengan cepat sambil bertanya, "Di mana ruangan mereka?""Yang ini."Pemilik kelab malam hendak membukakan pintu untuk William, tapi William langsung menendang terbuka pintu tersebut.Dia melihat beberapa pria sedang mengerumuni Violet dan Gwen. Dua wanita itu minum sampai wajah mereka sudah menja

  • Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali   Bab 89

    Dari tadi Gwen sudah mendengkur, jadi dia tidak peduli dengan ucapan William.Violet yang duduk di belakang juga sedikit mengantuk karena dalam mobil terasa hangat. Wajahnya yang sudah merah menjadi makin merah.Charles mengambil selimut dari belakang, kemudian menyelimuti tubuh Violet."Tidurlah sebentar. Kita akan segera sampai."Violet menganggukkan kepalanya. Dia memang merasa lelah. Tanpa disadarinya, dia bersandar ke jendela mobil dan tertidur.Pada saat yang sama, Romeo baru mematikan komputernya di ruang kerja. Dia memijat pelipisnya, kemudian dia mengambil ponselnya. Dia masih belum mendapat kabar dari Violet.Beberapa saat kemudian, dia menerima telepon dari Levi.Romeo mengangkat telepon, lalu bertanya, "Di mana Violet?""Sepertinya Nyonya berada di kelab malam.""Kelab malam?"Romeo mengerutkan keningnya.Dulu Violet sangat jarang pergi ke tempat seperti itu. Belakangan ini dia cuma pernah pergi sekali, yaitu untuk bertemu dengan Nicholas.Waktu itu sudah terjadi keributan

  • Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali   Bab 90

    Evelyn masih menunggu Romeo di ruang tamu. Ketika Evelyn melihat Romeo pulang dengan wajah masam, dia bertanya dengan hati-hati, "Kak Violet ... nggak pulang bersamamu?"Romeo berkata dengan ekspresi dingin, "Kalau dia nggak mau pulang, dia nggak usah pulang selamanya."Ketika mendengar Romeo berkata seperti itu, Evelyn diam-diam merasa senang.Violet benar-benar bodoh. Jelas-jelas dia punya kesempatan untuk mendapatkan hati Romeo, tapi dia malah sangat keras kepala.Namun, itu juga bagus. Selama Violet tidak ada di rumah ini, Evelyn bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk mendekati Romeo dan menaklukkan hati Romeo.Evelyn menatap sisi wajah Romeo. Dia yakin dia bisa mendapatkan Romeo.Karena dulu dia dapat merasakan dengan samar kalau Romeo memiliki perasaan padanya, sikap Romeo kepadanya juga selalu berbeda dengan orang lain.Besok pagi, Violet bangun di tempat tidur dengan kepala pusing. Saat dia membuka matanya, dia melihat langit-langit putih. Interior di sekitarnya terlihat sangat

  • Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali   Bab 91

    Begitu pertanyaan itu keluar dari mulut William, mata tiga orang itu tertuju pada Violet.Violet segera menyimpan pikirannya tadi. Dia menyentuh pipinya yang hangat dan berkata, "Mungkin ... aku masuk angin.""Kamu nggak boleh menganggap remeh masuk angin. Nanti aku akan meminta Charles mengantarmu ke rumah sakit."Gwen di sebelah segera menciptakan kesempatan agar mereka bisa berduaan.Violet menggelengkan kepalanya. "Ini bukan masalah besar. Aku akan baik-baik saja."Gwen menarik Violet untuk duduk. Sarapan Charles sangat sederhana, tapi sarapan mereka bertiga sangat bergizi.Kemarin Violet baru minum alkohol, jadi dia ingin memakan makanan yang berminyak dan pedas. Alhasil, pagi ini dia hanya dapat memakan sop bening yang lumayan mengunggah selera.Charles baru memakan beberapa suap, setelah itu dia membereskan piringnya. Melihat dia ingin keluar, William pun bertanya, "Kamu mau pergi ke mana pagi-pagi?""Aku keluar sebentar."Setelah Charles mengatakan itu, dia menutup pintu rumah.

  • Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali   Bab 92

    Charles menjawabnya dengan datar.Violet berkata, "Kamu pandai memilih buah-buahan. Kamu bahkan lebih pandai daripada bibi di rumahku."Seulas senyuman tersungging di bibir Charles.Dia tentu tidak akan memberi tahu Violet kalau dia sudah mencoba satu per satu buah-buahan ini. Kalau tidak, dia juga tidak akan begitu lama di luar."Bzz, bzz ...."Di ruang tamu, suara bergetar yang samar terdengar dari kamar tidur.Gwen berkata, "Sepertinya ponsel seseorang berbunyi."Kemudian, mereka berempat saling bertatapan.William berkata, "Aku nggak pernah mendiamkan ponselku."Charles tidak berkata apa-apa. Gwen mengeluarkan ponselnya, lalu berkata, "Ponselku ada di sini."Violet baru mengingat semalam setelah dia menutup telepon Levi, dia langsung mendiamkan ponselnya karena dia merasa terganggu.Setelah mengingat itu, Violet buru-buru mendorong kursinya dan berlari ke kamar.Ponselnya sedang bergetar di kamar tidur. Ada telepon masuk dari Levi.Violet bergegas mengangkat telepon. "Halo?"Setela

  • Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali   Bab 93

    "Nyonya, akhirnya Anda pulang!"Violet jarang melihat Bu Martha menangis seperti ini. Jelas sekali kalau dia sudah menderita beberapa hari ini di rumah."Bu Martha, apa Romeo ada di rumah?""Ada, ada! Tuan ada di rumah!"Bu Martha bimbang sejenak sebelum berkata, "Tapi, selain Tuan, di dalam juga ada wanita licik itu."Bu Martha menggertakkan giginya saat dia mengungkit Evelyn. Dia sangat membenci Evelyn.Violet sama sekali tidak terkejut Evelyn juga ada di rumah. Namun, Violet terkejut karena Evelyn masih bisa tinggal di Kediaman Fernandez setelah Nyonya Besar Fernandez muncul.Sepertinya Romeo sangat menyukai Evelyn sampai dia berani melawan Nyonya Besar Fernandez.Violet berjalan ke pintu, lalu dia menempel sidik jarinya. Namun, dia menyadari sidik jarinya gagal untuk membuka pintu.Bu Martha berkata, "Ketika Tuan pulang semalam, dia bilang dia sudah mengubah semua kata sandi pintu."Setelah itu, Bu Martha menekan kata sandi baru, baru Violet bisa melangkah masuk ke dalam Kediaman F

  • Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali   Bab 94

    Violet pergi tanpa menoleh. Kemudian, Evelyn menarik-narik tangan Romeo sambil berkata, "Romeo, menurutku, Kak Violet hanya mengatakan itu karena dia marah. Kamu nggak bisa menganggap seriusnya. Jangan marah."Romeo menarik kembali tangannya dengan ekspresi datar.Evelyn tercengang saat dia melihat tangannya yang kosong.Romeo berkata, "Aku masih ada urusan di perusahaan. Kamu belajar baik-baik di rumah. Kalau kamu perlu apa-apa, beri tahu Bu Martha.""Ro ...."Evelyn ingin memanggil Romeo, tapi Romeo sudah beranjak pergi.Bu Martha sedang menyapu lantai. Ketika dia melihat pemandangan itu, dia mendengus pada Evelyn.Pasangan suami istri itu hanya sedang bertengkar, tapi Evelyn malah benar-benar menganggap dirinya sebagai nyonya rumah.Saat Evelyn melihat ekspresi Bu Martha, dia langsung merasa marah dan malu.Siang hari, Violet bersama Gwen kembali ke apartemen di seberang universitas.Gwen berkata dengan semangat, "Kamu benar-benar bilang kepada Romeo kamu mau bercerai? Apa dia setuj

  • Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali   Bab 95

    Pekerja kebersihan Kota Poseidon bertindak dengan sangat cepat. Area pembuangan limbah yang dibeli Violet sebelumnya juga mulai dibersihkan. Dalam beberapa bulan, area itu akan terlihat baru. Untuk menghemat waktu, Violet pun mulai bekerja.Karena dokumen persetujuan kota sebelumnya, banyak pengusaha mulai berinvestasi di bisnis Violet. Modalnya tidak hanya cukup, tapi berlimpah-limpah.Malam hari, Violet mengadakan pesta kecil di rumahnya. William meletakkan dokumen di atas meja, lalu berseru, "Modal sebesar ratusan triliun dalam setengah bulan. Nona Violet, kamu sungguh luar biasa."Charles berkata, "Kalau kamu punya uang, kamu bisa memulai bisnis lain sebelum menyelesaikan proyek."Violet mengangguk, lalu dia berkata, "Aku tahu, makanya aku memindahkan sedikit dana untuk melakukan investasi kecil dulu.""Investasi kecil?" Charles mengangkat alisnya. "Beberapa ratus miliar nggak termasuk investasi kecil."Violet tidak menduga pengalihan dana sebesar beberapa ratus miliar yang dilakuk

Latest chapter

  • Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali   Bab 1341

    "Tuan Howard, kenapa kamu memanggilku kemari secara misterius?"Setelah Violet bersuara, Howard berkata dengan ragu, "Aku ...."Di luar Gwen dan William mendorong Glenn, lalu bersembunyi di belakang Charles.Awalnya Glenn ingin menghalangi mereka, tapi setelah dia melihat tatapan mata Charles, dia tanpa sadar mundur selangkah.Dia tidak mungkin bisa mengalahkan Charles.Saat ini Howard yang berada di dalam kamar melirik ke arah celah pintu. Dia mengerutkan keningnya, lalu berkata, "Sebentar.""?"Sebelum Violet paham maksud Howard, Howard langsung melangkah maju dan membuka pintunya.Kemudian, Violet dan Howard melihat ketiga orang itu.Saat Violet melihat ketiga orang itu, dia menunjukkan ekspresi bingung.Gwen berdeham, lalu melirik William.William segera menyalahkan Charles.Charles sedang menatap Violet dengan polos.Violet tersenyum ke arah tiga orang itu, lalu dia melangkah maju dan menutup pintu kamar tanpa ampun. Bam!Sebelum William dan Gwen sadar, mereka mendengar Violet bah

  • Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali   Bab 1340

    Setelah mendengar apa yang dikatakan Howard, semua orang baru sadar kalau mereka harus membuka buku akuntansinya dulu.Namun, isi dalam buku-buku akuntansi hampir sama. Mereka hanya mencatat pengeluaran empat keluarga besar di Kota Poseidon dulu. Tidak ada yang istimewa tentang itu."Jangan-jangan ada kata sandi? Puisi tersembunyi atau semacamnya?"Saat Gwen mendengar perkataan William yang tidak masuk akal, dia berkata, "Harus ada puisi dulu untuk memiliki puisi tersembunyi. Coba kamu lihat. Apa ada yang spesial selain kata nasi, minyak dan mi?""Nggak ada, sih ....""Kak Gwen benar. Yang paling banyak di sini bukan kata, tapi angka.""Ada apa dengan angka? Apa mereka menggunakan angka untuk membuat puisi tersembunyi dulu? Itu juga nggak memungkinkan untuk menggambar peta harta karun."Makin lama Gwen mendengarnya, dia merasa itu makin tidak mungkin.William berkata, "Atau ada yang salah dengan penalaran kita? Mungkin ini bukan peta harta karun?""Jangan-jangan ini seperti yang dikata

  • Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali   Bab 1339

    Debu di kunci tidak tersebar merata. Jelas kalau ada orang yang telah membuka kunci tersebut belakangan ini.Charles mengeluarkan kunci yang sudah lama disiapkannya dan berkata, "Kunci ini sudah seratus tahun dan desainnya sangat rumit. Tanpa kunci, nggak ada yang bisa memasuki aula leluhur keluargaku."Kemudian, Charles membuka gerbang aula leluhur Keluarga Griffin.Aula leluhur dipenuhi dengan papan arwah keturunan Keluarga Griffin. Aula leluhur Keluarga Griffin tampak lebih luas daripada aula leluhur Keluarga Gloria.Violet melihat papan-papan arwah tersebut. Dia baru mengingat setelah dia menikah dengan Charles, dia belum pernah secara resmi mengunjungi leluhur Keluarga Griffin."Ayah, Ibu, Kakek, Nenek, para moyang, aku sudah membawa Vio untuk menjenguk kalian."Nada Charles terdengar lembut. Dia memegang tangan Violet dan Violet menggenggamnya kembali. Violet berkata pada papan arwah, "Ayah, Ibu, Kakek, Nenek, para moyang, aku dan Charles sudah datang untuk mengunjungi kalian. Ak

  • Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali   Bab 1338

    Saat Howard mendengar itu, ekspresinya menjadi masma. "Omong kosong apa yang sedang kamu katakan?""Kalau kamu adalah mata-mata dari pihak musuh, ngapain kamu memperhatikan Violet? Aku memperhatikan Violet karena aku menyukainya. Apa kamu juga menyukainya?"Setelah mendengar perkataan Jacob, Howard tertawa dengan emosi. "Kamu suka Violet?"Walaupun Jacob merasa takut, dia tetap berkata dengan berani, "Ya. Dari awal aku sudah menyatakan perasaanku kepada Violet. Aku juga sudah memberi tahu Charles. Selain itu, Violet sudah mengizinkanku memperhatikannya. Aku punya izin, tapi kamu nggak! Jelas kalau kamu yang bermasalah.""..."Howard menggertakkan giginya. "Apa otak Violet sudah rusak?""Hehehe. Lihat, yang bermasalah kamu, 'kan? Bukan aku." Jacob berkata, "Cepat! Katakan sejujurnya. Kamu suka Violet, 'kan?""Glenn!""Bos."Howard langsung membuka kunci pintu kamar, kemudian mendorong Jacob keluar. Dia berkata dengan sinis, "Seret dia keluar!""Baik, Bos.""Eh! Kamu jangan marah hanya k

  • Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali   Bab 1337

    BamSebelum Jacob sempat sadar, dia sudah dikurung di dalam kamar oleh Howard. Pada saat yang sama, Howard menekan seluruh tubuh Jacob ke pintu.Jacob menelan ludah dengan gugup.Apa-apaan ini?!Dia masih suka wanita!"Tuan Howard, sebenarnya apa yang ingin kamu bicarakan denganku? Ini terlalu dekat ...."Jacob tersenyum sambil ingin kabur dari bawah lengan Howard. Namun, Howard langsung menghalangi Jacob dengan mengganti tangannya. Tangannya yang satu lagi mengunci pintu.Saat Jacob melihat itu, detak jantungnya mencepat.Apa?!Apa Howard benar-benar menyukai yang sesama jenis?Apa yang ingin dilakukannya selanjutnya?Jangan-jangan Howard ingin menyentuhnya?!Tidak boleh!"Tuan Howard! Howard! Sebenarnya apa yang ingin kamu lakukan? Kuperingati kamu, ya. Aku suka wanita. Kamu menjauh dariku!"Saat Howard mendengar itu, alisnya berkerut. "Apa yang sedang kamu katakan?""Bukankah kamu memanggilku ke sini untuk ...."Howard menatap wajah Jacob, lalu dia langsung tahu apa yang sedang dipi

  • Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali   Bab 1336

    Dylan tampak sakit hati. Dia memelototi William, tapi William tidak takut sama sekali. "Tuan Dylan, kamu harus memahami situasimu saat ini. Kami ini baik hati, makanya kami membiarkanmu bicara di sini. Kalau kami kejam sedikit saja, kami akan memaksamu untuk membayar utangmu dan seharusnya kamu sudah melompat dari gedung sekarang.""Kenapa kamu cerewet sekali?" Gwen berkata, "Apa kamu nggak bisa menutup mulutmu?"Karena Gwen sudah bersuara, saat ini William benar-benar menutup mulutnya.Saat ini, Violet menoleh ke Aaron yang sedang sibuk di dapur dan berkata, "Aaron, antar Tuan Dylan ke atas. Antar Tuan Dylan ke kamar tamu yang paling dalam. Dia nggak suka diganggu.""Baik, Nona Violet."Ketika Aaron berjalan mendekat, bekas pukulan Violet di leher Aaron sebelumnya masih terlihat jelas. Howard meliriknya sekilas dan langsung tahu kalau Violet sengaja mengusir Aaron.Setelah Aaron dan Dylan naik ke atas, baru Violet menatap William. "Tuan Muda William, buku akuntansinya."William merent

  • Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali   Bab 1335

    "Apa? Kamu nggak tahu? Kamu nggak tahu, tapi kamu melakukan begitu banyak hal-hal yang nggak bermoral?""Hal-hal nggak bermoral apa yang kulakukan?" Dylan bertanya dengan nada sinis, "Kalian lebih baik dalam melakukan hal-hal nggak bermoral, terutama orang yang berada di lantai atas."Saat ini, semua orang menoleh ke lantai dua.Howard sedang berdiri di tangga lantai dua. Melihat semua orang menatapnya, alisnya pun berkerut.Tatapan sinis Howard pun segera tertuju pada Dylan.William berdeham sebelum berkata, "Em .... Mengakui kesalahan dan memperbaiki diri sendiri adalah hal yang sangat baik. Howard telah membuka lembaran baru dan kini menjadi orang kami.""Siapa bilang aku membuka lembaran baru?"Howard menuruni tangga. Dia duduk di sofa dengan malas dan berkata, "Aku hanya sedang memulihkan diri di sini. Aku nggak bilang aku sudah menjadi orang kalian.""Itu sama saja. Pokoknya, di mata orang luar kamu adalah orang kami sekarang. Kalau nggak, kamu pindah keluar. Kamu sudah kehilanga

  • Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali   Bab 1334

    Dylan merasa kesal dengan kata-kata Violet. Dia berkata, "Siapa yang akan menolak uang? Terlebih lagi, selalu ada langit di atas langit. Tak peduli seberapa besar Keluarga Dawson, kami nggak sebaik empat keluarga besar. Siapa yang nggak ingin menjadi yang terbaik?""Baiklah. Anggap apa yang kamu katakan benar. Keluarga Dawson menginginkan itu, makanya kalian mengincar harta karun Kota Poseidon. Tapi, orang yang bekerja sama denganmu nggak mungkin membuat begitu banyak rencana hanya karena alasan-alasan itu, 'kan?"Saat mendengar itu, Gwen dan William melihat Violet dengan terkejut. Sedangkan Agnes dan Jacob tampak bingung.Apa?Bekerja sama?Keluarga Dawson bekerja sama dengan orang itu?Suasana langsung menjadi hening.Dylan menatap Violet untuk beberapa saat sebelum berkata, "Apa yang sedang kamu katakan?""Dulu aku terus berpikir. Jarak Keluarga Dawson nggak termasuk dekat dengan Kota Poseidon. Kenapa Keluarga Dawson bisa tahu tentang rahasia Kota Poseidon? Dan waktu itu Keluarga Li

  • Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali   Bab 1333

    Mata semua orang langsung tertuju pada Jacob.Jacob tidak bisa bersembunyi meskipun dia mau.Dia tidak pernah menyangka ayahnya akan membawa Dylan kemari.Ketika Romeo mengantarkan Dylan di depannya dulu, dia langsung berkata carikan tempat tinggal untuk Dylan. Romeo tidak bisa menampakkan dirinya dan bertanya pada Dylan, jadi dia meminta Sherman yang melakukannya.Jadi, pada beberapa waktu itu, Jacob menyamar sebagai Sherman dan muncul di depan Dylan."Ka ... kalian jangan melihatku."Jacob merasa sedikit bersalah dan berkata, "Ini nggak ada hubungannya denganku. Aku nggak tahu apa-apa.""Tuan Knowles, tindakanmu ini kurang tepat, 'kan? Dari awal kamu sudah tahu tentang rahasia Kota Poseidon, jadi kenapa dari awal kamu nggak memberi tahu kami?""Ya, kami sampai harus berkeliling."Gwen dan William menatap Jacob, sedangkan Agnes tampak bingung. Dia sama sekali tidak paham apa maksud Dylan.Jacob memandang Violet untuk meminta bantuan.Violet tahu Jacob keluar kali ini dengan identitasn

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status