Share

Bab 667

Author: Imgnmln
last update Last Updated: 2024-11-13 19:39:38

Melihat ekor duyung itu tergores, kekuatan di tangan Nathan bertambah besar, tubuh Nathan sudah berlumuran darah karena serangan balik dari energi formasi sihir itu, tapi Nathan tidak peduli. Nathan kembali mengerahkan pukulan demi pukulan pada duyung itu, duyung yang awalnya tidak merasakan apapun, saat ini akan bergetar setelah diserang oleh pukulan Nathan, bahkan mulutnya mengeluarkan suara yang aneh, seperti suara melolong. Setelah Nathan meninju puluhan kali, ekor duyung itu akhirnya terpotong menjadi setengah bagian, sedangkan duyung itu berteriak kesakitan lalu jeratan formasi sihir itu juga seketika menghilang.

Dengan terlukanya ekor duyung itu, cahaya keemasan yang membungkus Nathan juga menghilang, formasi sihir juga ikut menghilang bersamanya.

“Ingin kabur ya?” Nathan melihat duyung itu ingin menyelam ke dalam air untuk melarikan diri, segera mengejarnya.

Kepanikan terlihat di mata duyung itu, tanpa perlindungan dari ekornya, juga formasi sihir yang ada pada ekornya, duyung
Locked Chapter
Continue Reading on GoodNovel
Scan code to download App

Related chapters

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 668

    Nathan kemudian mendekati pedang itu perlahan, pedang ini jelas bukan pedang biasa, Nathan sudah langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Namun saat Nathan mengulurkan tangannya dan hendak mencabut Pedang Liong itu, tiba-tiba ada kekuatan besar yang langsung menghempaskan Nathan.Segera setelah itu, dasar air berguling sejenak, dan sesosok manusia yang terbentuk dari kondensasi tetesan air perlahan-lahan terlihat. Orang ini sedang memegang sebilah pedang di tangannya, tidak terlihat jelas di dasar air, Nathan hanya bisa melihat sosok seseorang dengan samar.“Barangsiapa yang menyentuh Pedang Liong, akan dibunuh!”Disusul dengan suara serak seorang lelaki tua, sosok manusia yang tidak terlihat jelas itu tiba-tiba mengayunkan pedangnya dengan ganas. Sebuah bilah air terbentuk dan mengarah ke arah Nathan dari dasar air.Melihat itu, Nathan kaget dan segera mengelak ke samping.Saat bilah air itu melesat ke arah Nathan, diikuti dengan sebuah lubang besar yang terbentuk di dasar air ba

    Last Updated : 2024-11-13
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 669

    “Lepaskan, lepaskan aku!” Sienna berteriak dan berontak, tapi berada di bawah kendali Stetsin membuat Sienna tidak bisa bergerak.Setelah masuk ke dalam kamar, Stetsin langsung melemparkan Sienna ke atas ranjang, sepasang matanya menatap Sienna seperti binatang buas yang sedang menatap mangsanya. Sienna yang melihat tatapan mata Stetsin itu gemetar ketakutan.“Patuhlah, maka kamu masih bisa bertahan hidup, kalau tidak, aku akan membuat hidupmu lebih buruk daripada kematian!” Stetsin mengancam Sienna.“Jangan seperti itu, mengagetkanku saja, aku bisa ketakutan, kalau kamu begitu menyukaiku, maka seharusnya kamu memperlakukanku dengan penuh kasih sayang! Bukankah kamu ingin meniduriku? Aku bisa memuaskanmu!” Tiba-tiba Sienna yang berada di atas tempat tidur berkata dengan lembut, matanya penuh kelembutan, dia memutar tubuhnya dan menunjukkan segala macam perasaan cinta.Kalau seorang pria melihat Sienna bersikap seperti ini, pasti tidak akan bisa mengendalikan dirinya sendiri. Ini adala

    Last Updated : 2024-11-14
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 670

    “Sejujurnya, teknik pesonamu itu hanya berguna untuk pria, tapi aku yang sekarang, sudah lama bukan pria sejati lagi!” Saat Stetsin mengatakan hal ini, dia tidak merasakan sedikit rasa malu pun, sebaliknya malah bangga.“Lalu …. kenapa kamu mau menikahiku?” Sienna menatap Stetsin dengan kaget, dia tidak mengerti kenapa Stetsin yang sudah bukan pria ini masih mau menikahi dia.“Tentu saja karena energi spiritual yang ada di dalam tubuhmu, kamu terlahir dengan energi spiritual pemikat yang alami. Energi spiritual yang ada di dalam tubuh sepertimu adalah sumber kultivasi ku yang terbaik!” Stetsin menyeringai. “Setelah aku menyerap energi spiritual yang ada di dalam tubuhmu, maka aku bisa menembus tahap penguasa Ingras, dan menjadi penguasa Ingras yang paling muda di dunia bela diri!”Sienna yang mendengar perkataan Stetsin seketika menunjukkan ketakutan di matanya, dia ingin kabur tapi tubuhnya tidak bisa digerakkan, dia ingin menggigit lidahnya sendiri tapi dia bahkan tidak memiliki kek

    Last Updated : 2024-11-14
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 671

    Tanpa mata air, penjaga itu menatap Nathan dengan panik. “Bajingan, apa yang ingin kamu lakukan? Pedang ini adalah milikku, aku menyembunyikannya di sini karena jiwaku sudah rusak, mana boleh kamu merebutnya!”“Karena aku sudah melihatnya, itu artinya aku ditakdirkan untuk memiliki pedang ini, pedang pusaka sebagus ini malah disembunyikan di sini, bukankah ini menyia-nyiakan sumber daya?” Nathan tersenyum dingin.Tidak ada mata air di dalam pelindung ini, penjaga itu tidak akan mempunyai kemampuan untuk bangkit kembali.“Kamu berani merebut pedangku?! Aku akan membunuhmu!” penjaga itu mengamuk dan mengayunkan pedangnya ke arah Nathan.Braaak!Kemudian, Nathan menghancurkannya dengan satu pukulan dan semua tetesan air yang tersebar langsung diserap oleh pelindung itu, dan penjaga itu tidak pernah muncul lagi. Nathan yang melihat itu merasa sangat gembira dan bergegas menuju ke pedang itu. Saat Nathan mendekati pedang itu, tiba-tiba mengeluarkan suara dengungan, dan bilah pedangnya sedi

    Last Updated : 2024-11-14
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 672

    Di dalam kamar Stetsin, saat ini Stetsin sedang menyaksikan energi spiritual di dalam tubuh Sienna tidak berhenti tersedot ke dalam pusaran, dan hatinya merasa sangat gembira. Tidak lama lagi, dia akan menjadi penguasa Ingras paling muda di dunia bela diri. Meskipun Stetsin kehilangan kemampuannya sebagai seorang pria demi meningkatkan kekuatannya dengan cepat, tapi bagi Stetsin, dia lebih mementingkan kekuatan. Di dunia bela diri, hanya kekuatan yang paling dihormati, dan wanita bukanlah apa-apa.Brak!Tapi pada saat ini, pintu kamar Stetsin tiba-tiba dibuka oleh seseorang dengan cukup kencang.Stetsin yang melihat itu segera melambaikan tangannya, dan menarik kembali pusaran itu lalu memelototi orang yang menerobos masuk. “Bajingan, apa kamu tidak tahu cara mengetuk pintu?” Stetsin mendengus dan menatapnya dengan dingin.“Tuan Muda, gawat! Mata air ajaib, ada yang salah dengan mata air ajaib kita di belakang, saat ini tidak ada setetes air pun di sana!” Utusan itu berkat

    Last Updated : 2024-11-15
  • Kembalinya sang Dewa Perang   bab 673

    “Siapa itu? Siapa yang melakukannya? Apa kalian semua hanya tahu makan dan tidak bisa melakukan apapun?” Stetsin berteriak marah, dan memaki para murid Minoan itu.Tanpa mata air ajaib, apa yang akan dilakukan oleh Minoan di masa depan?“Aku yang melakukannya!” Pada saat ini, suara yang samar terdengar.Semua orang melihat sekeliling dan menemukan Nathan yang sedang menatap semua orang dari Minoan dengan tatapan menghina di atas sebuah batu besar. Sedangkan di samping Nathan, Sienna sedang berdiri dan tatapan matanya penuh dengan amarah, dan melekat pada Stetsin. Lalu semua orang dari Lumina yang diselamatkan oleh Nathan juga berdiri di belakang Nathan.Melihat Sienna dan orang-orang dari Lumina berhasil diselamatkan, Stetsin tercengang sejenak lalu berkata pada Nathan. “Bocah, siapa kamu? Kenapa kamu menghancurkan mata air ajaib Minoan, dan menyelamatkan orang-orang dari Lumina?”“Aku bukan siapa-siapa, hanya saja …. aku tidak suka pada orang sepertimu!” Nathan menyeringai.Stetsin t

    Last Updated : 2024-11-15
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 674

    “Bajingan, kurangi omong kosongmu! Aku saja rela terpesona, kamu mau menyerang atau tidak? Aku sudah menghancurkan lubang mata air milik Minoan, kamu bahkan tidak berani menyerang?! Berlutut dan bersujudlah padaku, maka aku akan melepaskanmu!” Nathan berkata dengan tidak sabar.Raut wajah Stetsin menjadi dingin, dan dia berkata dengan murung. “Bocah, aku akan membunuhmu!”“Haaaa!”Setelah berkata, Stetsin bergerak ke arah Nathan dalam sekejap dan mengarahkan pukulannya ke arah dada Nathan. Di telapak tangan Stetsin terlihat sebuah cahaya merah yang redup, itu merupakan penggunaan ilmu sihir.Sudut bibir Nathan terangkat, dia tidak bersembunyi atau mengelak, dengan kekuatan Stetsin yang hanya mencapai tahap awal penguasa Ingras, dia tidak akan bisa menghancurkan tubuh Nathan yang kuat.BUGH!Suara hantaman terdengar, telapak tangan Stetsin memukul dada Nathan dengan keras, tapi yang mengejutkan Stetsin adalah pukulannya sama sekali tidak melukai Nathan, bahkan tubuh Nathan tidak berger

    Last Updated : 2024-11-15
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 675

    PLAK!Di saat bersamaan, Stetsin juga muncul di hadapan Nathan, dan menampar Nathan dengan telapak tangannya.“Teknik pemakan jiwa milikku, kamu tidak akan bisa bertahan!” Mata Stetsin dipenuhi dengan rasa puas, telapak tangannya yang menampar Nathan juga menjadi sangat sembrono.Di matanya, Nathan harus mati, tidak ada orang yang bisa lepas dari serangan teknik pemakan jiwa milikinya.“Hanya mengandalkan ini, kamu juga berani menyebutnya dengan sebutan pemakan jiwa?” Nathan mendengus dingin lalu mengangkat kakinya dan melayangkan tendangan ke arah Stetsin.Bugh!Stetsin sama sekali tidak punya waktu untuk bereaksi, dan ditendang hingga terpental oleh Nathan, tubuhnya yang besar terhempas puluhan meter dan mendarat dengan keras di tanah.“Uhuk!”Stetsin bangkit dari tanah dan menyemburkan seteguk darah, lalu menatap Nathan dengan raut wajah muram.“Sudah terkena serangan teknik pemakan jiwaku, kamu masih bisa menggunakan kekuatan spiritualmu? Ternyata aku memang meremehkanmu, hanya sa

    Last Updated : 2024-11-16

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 964

    “Ugh! Uhuk ….”Seteguk darah menyembur, retakan muncul di tubuhnya, dan cahaya keemasan yang selama ini menyertainya perlahan memudar. Namun, keberanian Nathan dalam menangkis serangan itu menyelamatkan Sarah dan yang lainnya dari luka fatal.“Nathan!”Teriak Sarah dan Beverly, wajah mereka dipenuhi kekhawatiran.Ging, dengan tatapan penuh ancaman, menantang. “Aku ingin lihat, apakah kau bisa bertahan tanpa mati hari ini!” Sementara itu, aura hitam di tubuh Ging semakin menyala, membuat Milan terperangah.“Aku akan menahan serangannya, kalian cari celah untuk kabur!” perintah Nathan dengan mata menyipit penuh tekad. Dia tahu, hari ini harus bertarung mati-matian, jika tidak, Sarah dan Beverly akan kehilangan nyawa.“Kami tidak akan pergi begitu saja. Jika harus mati, kita mati bersama!” seru Beverly, air mata mengalir tanpa henti.Tidak terima dengan kata-kata itu, Sarah terdiam sejenak. Tatapannya berubah menjadi sedingin es, lalu dengan cepat menghunus belati ke tangannya. Dalam sat

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 963

    Seiring Nathan meningkatkan kecepatannya hingga batas maksimal, bayangannya mulai menutupi Ging, hingga empat bayangan menyerbu bersama ke arah Ging.“Hah, sepertinya kau lupa akan batas kemampuanmu sendiri!” gumam Ging dengan senyum sinis.Tanpa peringatan, tinju Ging melesat, berubah seolah menjadi deretan bayangan pukulan yang tak terhitung jumlahnya. Setiap bayangan menghantam dan dengan cepat menghancurkan bayangan-bayangan Nathan, hingga hanya tersisa sosok aslinya yang masih bertahan.Dengan sisa tenaga terakhir, Nathan melancarkan serangan pedang ke arah Ging. Namun, serangan itu justru memicu ledakan aura hitam, tubuh Ging mendadak dipenuhi semburan cahaya gelap yang memaksa Nathan mundur terhuyung.Tubuh Ging kini terbungkus dalam cahaya hitam pekat, menyerupai baju besi dari tinta malam yang memantulkan sinar suram di bawah terik matahari.“Nathan, hari ini jika aku tidak menghabiskan nyawamu, kelak bocah sepertimu akan menjadi beban yang tak tertahankan bagi Martial Shrine

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 962

    “Nathan, aku juga menguasai teknik tubuh emas yang tak dapat dihancurkan. Jadi, aku tahu di mana titik kelemahannya!” Russel tertawa terbahak-bahak, bangga dengan keunggulannya. “Hahaha!”Dia menekankan satu tangannya pada kepala Nathan, tanda di dahinya berkedip semakin cepat. Kekuatan hisap yang dahsyat memasuki tubuh Nathan, menyerap kekuatan spiritualnya tanpa ampun. Tapi tiba-tiba, Russel merasakan sesuatu yang aneh. Energi di tubuhnya justru mengalir deras ke dalam tubuh Nathan, seperti tersedot oleh jurang yang tak berujung. “A-apa ini?” Russel panik, mencoba melepaskan tangannya. Tapi tak peduli sekuat apa dia berusaha, telapak tangannya seperti terpaku, tak bisa dilepaskan. Tubuh Nathan seperti jurang yang tak terisi, terus menyedot energi Russel. Tubuh Russel menyusut dengan cepat, kulitnya keriput, rambutnya memutih. Dalam sekejap, dia berubah menjadi orang tua yang lemah. Russel membelalak, matanya penuh ketidakpercayaan. Dia mencoba berbicara, tapi tak ada suara yang

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 961

    “Tutup mulutmu!” Ging menoleh, tatapannya membuat Russel terkejut dan segera diam. Kemudian Ging kembali berkata. “Nathan, kamu mempermalukanku di makam kuno. Hari ini, aku datang untuk membalaskan dendam itu!” Pakaian Ging bergerak meski tak ada angin, lalu tiba-tiba, sosoknya menghilang. Detik berikutnya, Ging muncul di atas kepala Nathan, tubuhnya bercahaya seperti meteor yang melesat. Tanah di bawah kaki Nathan retak, tekanan yang dihasilkan Ging semakin besar, memaksa kaki Nathan terbenam ke dalam tanah. “Pukulan Meteor!” teriak Ging, cahaya keemasan di tubuhnya semakin terang. Russel, yang menyaksikan pemandangan itu, tersenyum lebar. Kemenangan sepertinya sudah di depan mata. “Hahaha …. Nathan, kali ini kamu pasti mati! Ini adalah jurus mematikan milik Ketua Ging, Pukulan Meteor! Tak ada orang yang bisa menahan pukulan ini. Aku akan melihatmu hancur berkeping-keping!” Russel tertawa terbahak-bahak, kegirangannya tak terbendung. Nathan mengabaikannya. Dia menyimpan ped

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 960

    “Nathan, aku salah. Aku tahu aku salah. Ke depannya, keluarga Ransom bersedia mendengarkan perintahmu dan mematuhi perkataanmu!” Russel menundukkan kepalanya, kepala yang terhormat itu kini tunduk pada seorang pemuda berusia dua puluh tahunan. Saat ini, kehormatan dan reputasi tak lagi penting. Yang tersisa hanyalah satu kesempatan untuk bertahan hidup. Selama dia masih hidup, masih ada harapan untuk bangkit kembali. “Jika aku membunuhmu sekarang, seluruh kekuatan Ransom akan berada di bawah kendaliku,” ucap Nathan, suaranya dingin seperti es. Tatapan matanya menusuk, tak ada belas kasihan. Saat Nathan selesai berbicara, dia mengangkat pedang Arunanya tinggi-tinggi, bilahnya memancarkan cahaya keemasan yang memancarkan aura kematian. Russel menatap pedang itu, matanya dipenuhi ketakutan. Tapi dia tak bergerak. Kepercayaan dirinya sudah hancur. Dia tahu, bahkan jika dia mencoba menghindar, hasilnya akan tetap sama. “Hentikan!” Tiba-tiba, suara teriakan yang menggema memecah

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 959

    Russel berdiri dengan angkuh, matanya menyala dengan kemenangan. “Aku sudah bilang, di dalam formasi ini, aku adalah sang penguasa.” Tapi tiba-tiba, Nathan perlahan bangkit. Sisik-sisik yang rontok mulai tumbuh kembali, cahaya keemasan di tubuhnya bersinar lebih terang dari sebelumnya. Russel tertegun, matanya membelalak. “Kamu .… Bagaimana kamu masih bisa berdiri?” Nathan menatapnya, senyumnya penuh keyakinan. “Kamu pikir formasi kecilmu bisa menghentikanku? Aku bukan sekadar musuh yang bisa kau remehkan, Russel.” Raut wajah Russel berubah drastis, pukulannya tadi sudah menggunakan energi dari lima orang puncak penguasa Ingras, tapi masih tidak bisa membunuh Nathan.“Aku akan menunjukkan padamu, siapa penguasa sebenarnya!” Nathan mengangkat pedang Arunanya tinggi-tinggi, nyala api menyembur dari bilahnya, mendesis seperti ular naga yang bangkit dari abu. Suaranya menggema ratusan meter, menghanguskan udara di sekelilingnya. Russel menatap Nathan, matanya membelalak. Aura ya

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 958

    Russel menatap Nathan dengan kaget, merasakan aura yang mengerikan. Dalam benaknya, kekuatan Nathan sudah hampir mencapai tahap Villain. Namun, sosok Nathan hanya tampak seperti puncak penguasa Ingras yang baru saja menerobos tahap, dan Russel tidak bisa memahami bagaimana dia bisa meledakkan kekuatan yang begitu luar biasa.Russel bukanlah orang yang asing dengan pembunuh berbakat. Banyak ahli bela diri jenius yang pernah menantang lawan dengan kekuatan satu atau dua tingkat di atas mereka. Namun, sosok seperti Nathan—yang mampu menerobos sebuah tahap besar dengan begitu mudah—benar-benar langka. Russel tidak pernah melihat yang seperti ini sebelumnya.“Kamu tidak perlu tahu tentang diriku,” Nathan berkata, suaranya dingin seperti es. “Yang perlu kamu tahu adalah, kamu akan segera bertemu lagi dengan putramu!”“Hmm, kamu tidak perlu sesombong itu. Kamu kira aku hanya memiliki kekuatan seperti ini?” Russel mendengus dingin, berusaha menegaskan keberaniannya. “Kalau kamu punya kemampua

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 957

    "Kabur?" Bisiknya menggelitik tengkuk para anggota Keluaraga Yaju yang sedang memanjat tebing. "Kalian pikir neraka punya pintu keluar?"Swooossshhhh!Tubuhnya melesat melebihi kecepatan kilat. Setiap kali kilatan pedangnya berkelebat, sepasang matanya membeku, tubuh tanpa kepala masih berlari-lari sebelum akhirnya roboh. Darah menyembur dengan ngeri membentuk hujan di atas rerumputan. Di lereng bukit keluarga Calderon, mayat-mayat bergelimpangan membentuk spiral mistis—mulut terbuka dalam koor bisu, tangan terkunci dalam posisi memohon."Ka-kakak! Dia …. dia di belakangmu!" Ferdi menjerit sambil menunjuk ke bayangan yang sedang berjalan di dinding tebing. Kakinya basah—tidak tahu apakah itu keringat atau air seni—tapi yang pasti, bau amonia menusuk hidungnya. Setiap kali kelopak matanya berkedip, dia melihat kepala James bergulir pelan, lalu berubah menjadi wajahnya sendiri yang mungkin akan menjadi giliranya."Na-Nathan—" Russel terisak sambil memanjat dengan kuku yang berdarah-dara

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 956

    “Maaf aku datang terlambat,” Nathan menatap Nelson dan Abel yang berlumuran darah, niat membunuh di dalam dirinya semakin membara, seolah-olah darah mereka adalah bahan bakar untuk amarahnya.“Tuan Nathan, bisa melakukan sesuatu untukmu adalah kehormatan dalam hidupku, namun sayangnya—” mata Nelson memerah, air mata menetes di pipinya. “Keluarga Calderon sudah lenyap. Sepertinya ke depannya aku tidak akan bisa melakukan apapun lagi untuk Tuan Nathan!”“Keluar dari kegelapan, keluarga Calderon tidak akan lenyap selamanya. Kita bisa membangunnya kembali,” Nathan menjawab dengan tegas, suaranya penuh keyakinan. “Mulai hari ini, seluruh aset milik Yaju dan organisasi lainnya akan menjadi milik keluarga Calderon. Aku akan menunjukkan kepada komunitas bela diri di Kota Moniyan bahwa keluarga Calderon adalah milikku, dan tidak akan ada yang berani menyentuhnya!”Setelah Nathan selesai berbicara, dia perlahan berbalik. Cahaya bersinar di tangan kanannya, dan pedang Aruna muncul dengan kilauan

Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status