Mereka semua sudah mengerti tentang surat undangan, surat undangan dibagi menjadi beberapa tingkatan, umumnya undangan yang terbuka untuk umum memiliki tempat duduk biasa dan hanya bisa berdiri di belakang untuk menonton, tetapi tamu VIP berbeda, mereka duduk di barisan paling depan.Toni mengeluarkan surat undangan tamu VIP yang mengejutkan banyak orang."Keluarga Kurniawan ini hanyalah keluarga kelas dua, bagaimana mungkin ada surat undangan untuk tamu VIP?""Tidak heran jika sambutannya begitu megah, ternyata tamu VIP dari Arya."Banyak orang berdiskusi.Mereka semua merasa bahwa keluarga Kurniawan memiliki hubungan yang tidak biasa dengan Arya. Jika tidak, bagaimana mereka bisa mendapatkan surat undangan tamu VIP? mereka yang bisa duduk di kursi tamu VIP adalah orang-orang hebat, duduk di kursi VIP bukanlah hal yang dapat dilakukan begitu saja walaupun kaya raya."Eh, Kak Toni, apa kabar?""Kak Toni, aku sudah tidak melihatmu selama lebih dari sepuluh tahun, kamu terlihat makin mud
Reformasi Gabungan Lima Wilayah Militer merupakan hal penting bagi lima wilayah besar, oleh karena itu semua pejabat penting dari ke lima wilayah harus berpartisipasi.Seharusnya, hal internal seperti ini tidak dapat disaksikan oleh orang luar, tapi kali ini Arya yang berhasil terpilih sebagai pemimpin dari Gabungan Lima Wilayah Militer membuat pengecualian dan membuka banyak kursi untuk umum.Pada surat undangan yang dikirimkan tertera nomor dan masing-masing nomor mempunyai tempat yang sesuai dengan nomor tersebut.Mendengar bahwa mereka akan memasuki acara, semua orang segera membukakan jalan untuk Toni karena dia adalah tamu VIP, dia duduk di depan dan posisinya sama dengan para pemimpin daerah militer, orang seperti ini haruslah menjadi yang pertama masuk ke acara."Ini?"Toni sedikit bingung dan tidak bereaksi sampai terdengar suara, "Kak Toni, tunggu apa lagi, cepat.""Apa, aku masuk duluan?", Setelah sedikit terpana, dia tertawa terbahak-bahak, sambil memegang tongkat dengan ke
Tadi baru saja memberi hormat, kenapa sekarang malah mengusirnya?keluarga Kurniawan yang sedang mengambil video dengan ponsel mereka semuanya tercengang ketika melihat hal ini.Letnan Jenderal berkata dengan dingin, "Surat undangan Arya pun berani kamu palsukan, benar-benar tidak tahu diri. Mengingat ini adalah pelanggaran pertama, kali ini akan saya lepaskan kamu, jika tidak kamu harusnya sudah di bunuh." Toni mengabaikan rasa sakit di tubuhnya segera bangun karena malu lalu menatap Kevin dan berkata, "Kevin, tolong bantu aku, surat undangan ini dikirim secara langsung ke keluarga Kurniawan oleh Tentara Militer Barat karena bantuan darimu, kan?"Ketika Kevin mendengar sang Letnan Jenderal mengatakan bahwa Toni telah membuat surat undangan palsu, dia sama sekali tidak berani menunjukkan bahwa dia mempunyai hubungan dengan Toni, dia langsung berkata, "Toni, jangan asal bicara. Kamu membuat surat undangan palsu tidak ada hubungannya denganku."Toni panik melihat sekeliling dan menemuka
Toni menyesali bahwa dia telah sombong dan menyebarkan berita di luar area militer yang menimbulkan ketidakpuasan dari atasan hingga dia didiskualifikasi untuk mengikuti acara.Pada saat bersamaan, klakson berbunyi, segera setelah itu dia melihat Chandra sedang mengendarai mobil.Dia yang sedang sangat kesal dan tidak dapat meluapkan kekesalannya berjalan dengan tongkat ke depan mobil, dengan marah berkata, "Sampah, apa malu ini nggak cukup? Cepat singkirkan mobil ini dari sini.""Tit."Chandra memandang Toni yang berdiri di depan mobil sambil berteriak padanya membunyikan klakson dan memberi isyarat padanya untuk pergi.Yani menjulurkan kepalanya keluar, "Pa, ada apa dengan Papa, mengapa Papa begitu berantakan? Kata Chandra Papa bisa masuk, Papa kan sudah tua, ayo masuk mobil."Kata-kata Yani membuat Toni marah sampai bergetar.Dia juga sengaja ingin Toni marah, karena dia tahu bahwa harga diri Toni tinggi, tidak mungkin dia akan masuk ke mobil ini dan tidak akan percaya apa yang dia
Di pintu gerbang kawasan militer, terdapat banyak tentara bersenjata lengkap dan seorang Letnan Jenderal berpangkat tinggi. Tapi, para tentara ini hanya berdiri tegak saja.Letnan Jenderal juga tidak mengatakan apa-apa, malah berjalan ke samping sambil menelepon dengan suara pelan, "Pak, saya sudah mengusir Toni, tetapi mobil Naga Hitam datang dan sekarang di hadang oleh keluarga Kurniawan, keluarga Kurniawan sepertinya tidak tahu identitas Chandra, apa yang harus kita lakukan sekarang?""Lakukan saja pekerjaanmu dengan baik, jangan terlalu memperhatikannya.""Siap."Letnan Jenderal menelepon dan meminta perintah dari Arya, lalu menunggu di pintu tanpa memeriksa tiket masuk.Chandra juga tidak bisa berkata apa-apa menghadapi tuduhan keluarga Kurniawan, Aku ingin masuk, apa hubungannya dengan kalian?Dia menurunkan kaca mobil, melihat Leon dan yang lainnya yang memarahinya dengan keras bahkan naik ke depan mobil hanya dapat berkata tanpa daya, "Hei, apa yang kalian lakukan? Kamu tidak
Keluarga Kurniawan penuh dengan penyesalan setelah melihat Chandra memasuki area militer dengan mobil, karena mereka tadi masih mengejeknya. Terlebih lagi, Letnan Jenderal di gerbang area militer sangat menghormatinya.Mungkinkah Chandra adalah orang yang hebat?Di wilayah militer.Chandra yang sedang mengemudikan mobil menoleh untuk melihat Nova, tersenyum dan sambil berkata, "Nova, aku tidak berbohong padamu, kan?"Nova melihat Chandra dan bertanya, “Chan, bilang yang benar, kamu siapa?”Saat ini, dia kembali meragukan Chandra, karena sejak mengenal Chandra, banyak hal telah terjadi dan hal-hal ini sangat sulit dipercaya! Pertama, Chandra yang menyembuhkan lukanya. Kedua, orang penting seperti Ihsan yang menjamunya secara langsung. Ketiga, Harion sebagai pemilik Sentosa, secara langsung menyerahkan kartu member Platinum. Hari ini adalah yang keempat kalinya. Ini terlalu luar biasa!Chandra menjelaskan, "Aku hanya seorang tentara veteran yang telah mengabdi selama sepuluh tahun, tidak
Di depan gerbang area militer sangat sunyi, tidak ada yang berani mengatakan apa pun. Tiba-tiba terdengar suara klakson yang menarik perhatian banyak orang dan membuat mereka semua tercengang.Kenapa kembali lagi?Letnan Jenderal dan tentara di pintu, langsung berdiri tegak dan memberi hormat."Hormat, Pak!"Suara yang rapi dan nyaring bergema!Yani menurunkan jendela mobil untuk memperlihatkan wajahnya yang penuh kegembiraan dan kebanggaan yang tidak bisa disembunyikan.Pada saat mobil ingin lewat, semua konglomerat yang mengantre langsung memberi jalan untuk mereka. Yani bahkan menjulurkan kepalanya, melambai kepada para prajurit di kedua sisi untuk menyapa. Ekspresi dan postur itu, benar-benar terlihat seperti seorang perwira.Setelah mobil melaju keluar dari kawasan militer dan berhenti di depan keluarga Kurniawan, Yani pun membuka pintu dan turun.Dia mengangkat kepalanya tinggi-tinggi, wajahnya penuh dengan senyum dan rasa bangga.Dengan senyum cerah di wajahnya, dia berteriak, "
Chandra tidak menyangka bahwa suatu hari dia akan jatuh sampai menjadi supir untuk orang lain. Namun, dia merasa bahwa perilaku Yani juga cukup melegakan.Setelah melihat dia mengemudi memasuki area militer lalu keluar lagi beberapa kali, wajah keluarga Kurniawan menjadi pucat dan terlihat marah.Konglomerat lainnya malah seperti sedang menonton pertunjukan.Abdul juga tidak berdaya.Mengapa Naga Hitam bertingkah seperti orang kampung, jika tindakannya dilaporkan kembali ke ibu kota, betapa memalukannya itu?Namun, menurut Chandra ini sangat bagus! Hari-hari ini benar-benar santai.Chandra keluar lagi, ketika dia hendak berbalik dan masuk lagi, Nova berkata, "Chan, cukup, lihat kamu sudah menunda pemeriksaan surat undangan mereka."Chandra berbalik dan menatap Yani bertanya sambil tersenyum, "Ma, apa Mama merasa baikan?"“Haha, sudah! Mama sudah merasa baikan.” Yani tidak bisa menutup mulutnya sambil tersenyum. Mama lega sekali, hari ini akan jadi hari yang paling dibanggakan Mama dala
Chandra tidak tahu, seberapa kuat Sasa. Namun, perempuan itu sudah berhasil menggerakkan Tugu Langit Tanpa Batas. Walaupun Sasa terluka dibuatnya, dia tetap saja berhasil menggerakkan tugu. Chandra dengan cepat menghampiri Sasa dan membantunya berdiri seraya bertanya, “Kak Sasa, kamu baik-baik saja, kan?”Sasa terdiam sejenak lalu menyeka darah di mulutnya dan berkata, “Aku baik-baik saja. Itu hanya bentuk serangan balik dari Tugu Langit Tanpa Batas. Tugu itu sangat kuat dan layak menjadi sebuah harta karun tertinggi yang tidak dapat diambil oleh siapa pun, termasuk Kaisar Agung.”“Kalau begitu, apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Chandra bingung. Sasa kembali tenggelam dalam pikirannya lalu berkata, “Aku tidak bisa menggerakkan tugu itu karena ada prasasti jalan di dalamnya. Selain itu, ada beberapa Kaisar Agung yang mengukirkan nama mereka di sana. Walaupun hanya beberapa nama, tapi mereka adalah nama-nama dari Kaisar Agung yang mengandung kekuatan yang sangat mengerikan.
Chandra bertanya, “Lalu bagaimana aku bisa mengambilnya?”“Mana aku tahu. Aku juga baru datang lagi ke Kota Tanpa Batas ini,” jawab Sasa. “Oke,” jawab Chandra sambil mengangguk ringan. Sekarang, dia mengetahui kalau tugu besar yang ada di depannya adalah harta karun tertinggi yang muncul saat dunia terbentuk. Dia pasti akan mendapatkan keberuntungan yang besar kalau sampai dia bisa membawa dan memiliki tugu itu. Keberuntungan ini bukan hanya sebagai titik awal penelusuran waktu, tapi juga memahami asal-usul terbentuknya langit dan bumi. Namun, bagaimana cara Chandra untuk bisa membawanya? Dia pun tenggelam dalam renungannya. Kemudian dia berjalan mendekati tugu berwarna hitam itu dan mulai berusaha untuk memindahkannya. Namun, dia sama sekali tidak berhasil menggerakkan tugu itu. Tugu Langit Tanpa Batas terlalu berat dan sepertinya benda ini juga terhubung dengan langit dan bumi, sampai dia tidak bisa menggerakkannya sama sekali. “Apa yang harus kulakukan agar benda ini bisa berge
“Tugu Langit Tanpa Batas?” tanya Chandra antusias. Informasi tentang zaman dia berada sekarang tertulis di Tugu Langit Tanpa Baras yang artinya sekarang dia tidak lagi berada di zamannya. Dia sudah melakukan perjalanan melintasi waktu dan kembali ke masa lalu. Chandra melihat ke sekelilingnya. Di sekitarnya, terdapat banyak sekali prajurit. Beberapa di antaranya sudah berhasil menyelesaikan tantangan dan masuk ke dalam Kota Tanpa Batas yang merupakan titik awal dalam Negeri Penelusuran. Chandra memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar kota, sampai dia melihat sebuah tugu yang berwarna hitam dengan tinggi ratusan meter dan lebar 30 meter. Di tugu itu, terukir banyak tulisan rahasia. Selain itu, ada ratusan ribu prajurit yang berkumpul di bawah tugu. “Apa arti tulisan itu?”“Tugu Langit Tanpa Batas memang sangat ajaib.”*** Banyak prajurit yang tidak mengerti tentang tugu ini saling berdiskusi satu sama lain. Tidak lama kemudian, Chandra ikut berkumpul di bawah tugu. Dia melihat T
Kedua orang ini sudah bertarung dengan sangat sengit yang telah membuat mereka terluka sekaligus menghabiskan banyak tenaga dan kekuatan mereka. Namun, mereka masih terhitung cukup kuat bagi Chandra. “Kurang ajar, aku salah perhitungan. Aku terlalu cepat muncul, seharusnya aku muncul ketika mereka sudah kehabisan tenaga untuk bertarung,” ujar Chandra sambil menepuk dahinya dan menyesali kemunculannya yang terlalu cepat. Kesatria Hitam dan laki-laki berjubah hitam menatap Chandra ngeri. Terlebih lagi, si laki-laki berjubah hitam yang sampai berkeringat dingin di punggungnya. Di sisi lain, Chandra sedang merenung sejenak. Sejauh ini, Chandra tidak memiliki masalah apa pun dengan si laki-laki berjubah hitam. Laki-laki itu pasti tidak akan menyerang Chandra kalau Chandra tidak menyerangnya. Namun, hal itu berbeda dengan Kesatria Hitam. Karena ada masalah yang cukup besar di antara mereka berdua. Oleh karena itu, Chandra memutuskan untuk menghadapi Kesatria Hitam terlebih dahulu. “Kesat
Ada orang yang kembali muncul setelah Kesatria Hitam membunuh Chandra. Padahal dia saja belum sempat untuk mengatur napasnya. Orang itu juga terlihat sangat kuat dengan aura yang berhasil mengalahkannya.Kesatria Hitam sempat dipukul mundur dalam keadaan terkejut dan pertempuran sengit kembali terjadi di area ini. Di sisi lain, di reruntuhan. Chandra masih terbaring dalam keadaan sekarat. Kekuatannya memang sudah meningkat pesat. Ditambah lagi, dengan jurus Langkah Melawan Langit yang membuat kekuatannya semakin besar. Namun sayangnya, jurus Langkah Melawan Langit yang dimilikinya hanya mampu melawan seseorang yang berada di tingkat keenam Alam Kesucian. Walaupun Kesatria Hitam saat ini berada di tingkat keenam Alam Kesucian, kekuatannya sudah berada di puncak tingkat keenam dan hanya selangkah lagi untuk masuk ke tingkat ketujuh Alam Kesucian. Oleh karena itu, ada kesenjangan kekuatan yang sangat besar di antara mereka. Sekarang, Chandra terluka, tapi belum mati. Bagaimanapun juga
Kesatria Hitam terlal kuat. Kekuatan penghancurnya terlalu mengerikan. Chandra tahu tanpa menggunakan Jurus Langkah Melawan langit, dia tidak akan dapat membunuh Kesatria Hitam.Saat ini, lautan energi kecil di dalam tubuh Chandra menyemburkan energi sejati. Energi sejati itu mengalir ke seluruh tubuhnya dan mematahkan tulang belakangnya. Chandra mengambil satu langkah ke depan. Setiap kali melangkah, energi langit dan bumi berkumpul ke arahnya dengan cepat. Energi langit dan bumi masuk ke dalam tubuh Chandra dan membentuk tulang belakang.Saat Chandra melangkah maju, Kesatria Hitam pun merasakan adanya kekuatan penghancur yang dahsyat. Akan tetapi, energi itu tidak cukup untuk mengejutkannya. Dia mengangkat pedang hitamnya dan menebas dengan ganas.Kibasan pedang hitam Kesatria Hitam mendatangkan badai. Chandra langsung mengambil beberapa langkah dalam sekejap. Tulang belakang yang terbentuk kembali langsung menghancurkan badai energi pedang.Jurus Langkah Melawan Langit adalah jurus
Chandra menoleh ke arah datangnya suara. Di kejauhan, seorang pria terbang dengan cepat dan muncul di depan Chandra dalam hitungan detik.Setelah sampai di depannya, Chandra bisa melihat dengan jelas rupa pria itu. Pria itu masih muda, hanya sekitar 25 atau 26 tahun. Dia mengenakan baju besi hitam dan membawa pedang panjang di pinggangnya. Dia muncul beberapa meter jauhnya dari Chandra, dengan wajah muram dan tatapan membunuh di matanya.“Siapa kamu?” Tanya Chandra bingung.Chandra tidak kenal dengan orang itu. Bagaimana bisa dia mengatakan kalau dunia ini begitu sempit? Apakah mereka pernah bertemu sebelumnya?“Perkenalkan.” Pria berbaju besi hitam itu bicara dengan suara berat, “Namaku Kesatria Hitam, dari Alam Niskala.”Begitu mendengar nama “Alam Niskala”, Chandra mendapat firasat buruk. Karena dia telah membunuh banyak makhluk di Alam Niskala dan memiliki dendam dengan banyak orang di Alam Niskala.Chandra tertegun sejenak, lalu dia menangkupkan kedua tangannya dan berkata, “Halo,
Sasa tampak khawatir. “Bagaimana, ya? Begini saja. Aturan Langit adalah sesuatu yang mengendalikan semua tatanan. Itu adalah eksistensi yang melampaui segalanya. Kelahiran, penuaan, penyakit, dan kematian semua makhluk hidup ada di bawah kendali Aturan Langit.”Chandra tetap tidak mengerti.“Sekarang kamu nggak perlu pahami soal ini dulu. Aku hanya bisa bilang ke kamu, semua latihan dan usahamu adalah untuk semakin dekat dengan Aturan Langit. Semakin kuat dirimu, semakin dekat dirimu dengan Aturan Langit. Kamu akan semakin nggak bisa dikendalikan oleh Aturan Langit.”“Hmm.” Sasa menganggukkan kepala dan berkata, “Saat kekuatan seseorang mendekati Aturan Langit, dia bisa melihat rahasia langit melalui Aturan Langit dan memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya. Dia bahkan bisa melawan tekanan Aturan Langit dan membalikkan situasi serta mengubah beberapa hal.”Penjelasan mereka terlalu mendalam. Chandra juga tidak mengerti. Dia pun bertanya, “Jadi apa yang harus aku lakukan sekarang?
Setelah memasuki Gerbang Waktu dan Ruang, Chandra datang ke Negeri Penelusuran. Dia juga mendapatkan pemahaman awal tentang Negeri Penelusuran. Negeri Penelusuran adalah tempat untuk menelusuri kembali ke awal waktu, saat langit dan bumi pertama kali diciptakan, untuk melihat misteri utama langit dan bumi. Selain itu, Chandra tidak mengerti.Chandra melihat sekelilingnya. Sejauh yang dapat dilihatnya, tidak ada seorang pun di area itu selain dirinya. Chandra turun dari langit dan mendarat di pegunungan.cincin di jarinya berubah menjadi cahaya keemasan dan jatuh ke tanah. Kemudian, cahaya itu berubah menjadi Istana Abadi Ceptra yang sangt kecil. Chandra masuk ke dalam istana itu.Setelah itu, Istana Abadi Ceptra terus menyusut hingga akhirnya tenggelam ke dalam tanah. Sekalipun ada yang lewat di sini, mereka tidak akan menemukan keberadaan istana itu.Di dalam istana, kediaman Penguasa Kota, di halaman belakang.Ada tiga orang berkumpul di situ. Chandra, Noa dan Sasa. Chandra memberitah