Kadir berjalan mendekat, berlutut, meraih tangan Chandra, dan memeriksa denyut nadinya. Sesaat kemudian, raut wajahnya berubah serius. Dia bertanya, “Apa yang terjadi? Kenapa lukanya begitu parah? Organ dalamnya hancur, dan meridian di seluruh tubuhnya hancur. Dia nggak mati itu keajaiban.”Rully menghela napas dan berkata, “Anak ini nggak tegaan. Saat bertarung dengan Yayang, dia mengalahkan Yayang, tapi dia nggak bersikap kejam. Dia melepaskan Yayang, tapi pada akhirnya dia yang diserang oleh Yayang. Makanya lukanya sangat serius.”Kadir berdiri, melirik ke arah Rully dan berkata, “Rully, aku tahu keluarga Atmaja memiliki keterampilan medis yang nggak terbaik, tapi kamu nggak bisa menyelamatkannya dengan cara seperti ini. Aku punya cara untuk menyelamatkannya dan membuatnya tetap hidup, tapi ....”“Tapi apa?” Rully menatap Kadir.Dia juga menebak-nebak dalam hati, siapa orang ini?Dari semua orang-orang kuat yang muncul di Konferensi Gunung Langit, dia belum pernah melihat orang ini.
Setelah memikirkannya sejenak, Rully mengangguk.Dia pernah melihat penampilan Kadir sebelumnya.Sekarang, Kadir sudah menjadi seperti ini, berarti pria itu sudah kehilangan energi sejatinya dan hampir mati. Dia masih hidup sekarang, tapi hanya bisa bertahan hidup.Kadir tidak akan menimbulkan ancaman baginya sekarang.Rully, Kadir, dan Chandra yang tak sadarkan diri naik helikopter dan meninggalkan lokasi, yang diatur oleh Paul.Paul, sebaliknya, menunggu dengan sabar di sana.Tidak lama kemudian, Maniso kembali dan melihat tentara datang. Dia juga tahu bahwa orang-orang ini pasti diperintah oleh Chandra. Saat dia mendekati pasukan, seketika ada banyak pistol yang diarahkan ke arahnya. Dia berkata, “Aku mau bertemu dengan jenderal kalian.”Prajurit Pasukan Api Merah tak berani menundanya.Mereka pun mencari Paul, sambil masih menodong Maniso dengan pistol.Setelah mendapat kabar, Paul bergegas menghampiri Maniso, menatap pria itu dan bertanya, “Siapa kamu?”Maniso berkata, “Kepala dar
Rully belum pernah melihat atau mendengar orang yang memiliki keterampilan medis seperti itu.“Omong kosong.”Rully berkata dengan marah, “Kalau kondisiku masih prima, aku juga bisa membuatnya siuman.”Rully juga sudah mencapai Tingkat Kedelapan. Kalau dia tidak ikut bertempur dan energi sejatinya berum berkuras, dia bisa menggunakan energinya untuk mempertahankan hidup Chandra. Ini juga menjadi alasan mengapa dia percaya diri untuk menyelamatkan Chandra. Asalkan Chandra siuman dan dirawat pelan-pelan, cepat atau lambat pasti akan kembali sehat.Saat ini, ada darah yang keluar lagi dari sudut mulut Chandra.Ekspresi di wajah Rully sedikit berubah melihat hal itu.Dia segera berjalan menuju lemari obat, mengeluarkan beberapa botol kecil, menuangkan banyak ramuan, dan memasukkannya dengan paksa ke dalam mulut Chandra. Lalu, dia mengaktifkan energi sejatinya untuk menstabilkan luka Chandra.Sekitar sepuluh menit kemudian, Rully duduk lemas di kursi. Dia mengulurkan tangan untuk menyeka ke
Pada siang hari ini, masyarakat Kota Ponda merasakan adanya pergerakan.Banyak jurnalis lepas dan lokal yang memberitakan kejadian tersebut.Sekarang, beritanya sudah menyebar di internet.Bahkan ada beberapa video buram yang diunggah di internet.Dalam video tersebut, jet tempur sedang mengebom Gunung Langit.Masyarakat di seluruh negeri sangat memperhatikan berita itu. Sebagian orang juga panik, khawatir akan terjadi serangan bersenjata oleh negara musuh.Namun, penjelasan yang diberikan negara adalah, itu hanyalah latihan militer, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.Sandra dan yang lainnya tahu jelas itu bukan latihan.Sesuatu yang besar pasti telah terjadi di Kota Ponda.Sekarang, mereka berada jauh di Rivera. Mereka tidak tahu persis apa yang terjadi.Mereka sangat khawatir.Grace kelihatannya tampak acuh tak acuh dari luar, tapi dia juga agak khawatir di dalam hatinya.Malam berlalu dengan tenang.Keesokan berikutnya, di Kota Ponda, yang jaraknya ratusan kilometer dari kedi
Pedang Keji Sejati, yang tertinggal jauh di bawah tanah di gua es, berubah menjadi berkilau dan seketika muncul di tangan Nova. Dia memegang Pedang Keji Sejati itu, lalu melompat ke udara. Dalam beberapa detik, dia langsung menghilang di depan semua orang.Setelah dia pergi, area itu kembali tenang.Banyak prajurit yang tadinya terjatuh satu demi satu bangkit berdiri.Paul juga dibantu berdiri.Namun, dia terluka berat.Seseorang yang berasal dari Lembah Raja Obat segera mengobatinya.Sementara yang lainnya saling memandang satu sama lain, terlihat bingung.Sonia melihat ke arah kepergian Nova, lalu bergumam pelan dengan ekspresi serius di wajah cantiknya, “Sebenarnya ada apa ini? Mengapa aura Nova begitu kuat?”Dia memandang Maniso dan bertanya, “Pak Maniso, apa yang terjadi? Apa yang Bapak katakan padanya?”Maniso juga tampak bingung dan berkata, “Aku nggak mengatakan apa-apa. Dia bertanya Chandra ada di mana, dan aku memberi tahu dia bahwa Chandra terluka parah karena diserang oleh
Robi mengikuti arah yang ditunjuk Sonia. Namun, setelah bergerak selama beberapa saat, dia tidak merasakan aura Pedang Keji Sejati lagi.Aura Pedang Keji Sejati itu agak aneh. Dia pernah memegangnya. Meski berjarak beberapa kilometer jauhnya, dia bisa merasakannya. Selain itu, kekuatannya juga sudah di Tingkat Kedelapan. Dia jauh lebih cepat daripada Nova.Dua jam kemudian, Robi berhenti.Dia mengerutkan kening, “Kenapa ini? Mengapa nggak ada aura Pedang Keji Sejati di sini?”Dia tampak bingung, lalu bergumam, “Apa Sonia, gadis itu, berbohong padaku?”Dia menutup matanya dan berpikir.Nova berubah setelah mendengar bahwa Chandra terluka parah karena diserang diam-diam.Maniso bilang Yayang dari keluarga Nantaboga-lah yang menyerang Chandra.“Kalau dipikir secara logika, kalau Nova nggak menggunakan energi sejatinya, seharusnya akan baik-baik saja. Dia dari awal sudah memperingatkan wanita itu, jangan menggunakan energi sejatinya. Tapi, kenapa semuanya jadi berubah seperti ini?”“Pedang
Jika dia tidak memakai sabuk pengaman, dia pasti sudah terjatuh ke lantai.Jantungnya berdebar kencang. Dia butuh beberapa detik untuk pulih dari keterkejutannya. Ketika dia melihat lebih dekat, dia melihat seorang wanita cantik menatapnya dengan ekspresi bingung.Mata wanita itu tidak berbeda dengan mata orang biasa, malah jauh lebih cantik dari orang biasa.Nova melirik Pangestu, tidak berkata apa-apa, lalu menoleh ke luar jendela lagi.Awan putih menghiasi pemandangan di luar jendela..“Apa aku salah lihat?” gumam Pangestu pelan.Dia pikir, dia pasti salah lihat.Dia menarik napas dalam-dalam lalu berkata dengan senyum cerah di wajahnya, “Halo, namaku Pangestu. Aku dari Kota Ponda. Aku membuka restoran hotpot daging sapi. Sekarang sudah ada lebih dari 30 cabang. Sekarang aku mau ke Diwangsa untuk melihat-lihat pasar dan ingin mengembangkan bisnis ini di Diwangsa.”Nova mengabaikannya.Hal itu membuat Pangestu sangat bingung.Mengapa tidak berhasil?Sebelumnya, ketika bertemu wanita
Keluarga Nantaboga sangat membenci Chandra.Ilmu bela diri dari kepala keluarganya keluarga Nantaboga terkuras habis karena Chandra, dan dia hanya bisa terbaring di tempat tidur sekarang.Karena Chandra, leluhur terkuat dalam keluarga mereka meninggal.Mereka semua tahu Chandra diserang diam-diam dan terluka parah.Kalaupun Chandra tidak mati, tapi pasti sudah lumpuh.Namun, hal itu juga tidak bisa menghilangkan kebencian mereka pada Chandra.Ketika melihat Nova, amarah orang-orang dari keluarga Nantaboga muncul lagi.Pada saat itu juga, tujuh atau delapan anggota keluarga Nantaboga menghunus pedang mereka dan segera mengepung Nova.“Nova, kalaupun Raja datang hari ini, dia juga nggak akan bisa menyelamatkanmu. Aku jamin,” ujar seorang junior dari keluarga Nantaboga, mengertakkan giginya.Melihat keluarga Nantaboga, bayangan Chandra yang terluka parah karena diserang diam-diam langsung muncul di benak Nova. Amarah tiba-tiba muncul di hatinya. Semakin marah dia, semakin mendidih darah
“Tugu Langit Tanpa Batas?” tanya Chandra antusias. Informasi tentang zaman dia berada sekarang tertulis di Tugu Langit Tanpa Baras yang artinya sekarang dia tidak lagi berada di zamannya. Dia sudah melakukan perjalanan melintasi waktu dan kembali ke masa lalu. Chandra melihat ke sekelilingnya. Di sekitarnya, terdapat banyak sekali prajurit. Beberapa di antaranya sudah berhasil menyelesaikan tantangan dan masuk ke dalam Kota Tanpa Batas yang merupakan titik awal dalam Negeri Penelusuran. Chandra memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar kota, sampai dia melihat sebuah tugu yang berwarna hitam dengan tinggi ratusan meter dan lebar 30 meter. Di tugu itu, terukir banyak tulisan rahasia. Selain itu, ada ratusan ribu prajurit yang berkumpul di bawah tugu. “Apa arti tulisan itu?”“Tugu Langit Tanpa Batas memang sangat ajaib.”*** Banyak prajurit yang tidak mengerti tentang tugu ini saling berdiskusi satu sama lain. Tidak lama kemudian, Chandra ikut berkumpul di bawah tugu. Dia melihat T
Kedua orang ini sudah bertarung dengan sangat sengit yang telah membuat mereka terluka sekaligus menghabiskan banyak tenaga dan kekuatan mereka. Namun, mereka masih terhitung cukup kuat bagi Chandra. “Kurang ajar, aku salah perhitungan. Aku terlalu cepat muncul, seharusnya aku muncul ketika mereka sudah kehabisan tenaga untuk bertarung,” ujar Chandra sambil menepuk dahinya dan menyesali kemunculannya yang terlalu cepat. Kesatria Hitam dan laki-laki berjubah hitam menatap Chandra ngeri. Terlebih lagi, si laki-laki berjubah hitam yang sampai berkeringat dingin di punggungnya. Di sisi lain, Chandra sedang merenung sejenak. Sejauh ini, Chandra tidak memiliki masalah apa pun dengan si laki-laki berjubah hitam. Laki-laki itu pasti tidak akan menyerang Chandra kalau Chandra tidak menyerangnya. Namun, hal itu berbeda dengan Kesatria Hitam. Karena ada masalah yang cukup besar di antara mereka berdua. Oleh karena itu, Chandra memutuskan untuk menghadapi Kesatria Hitam terlebih dahulu. “Kesat
Ada orang yang kembali muncul setelah Kesatria Hitam membunuh Chandra. Padahal dia saja belum sempat untuk mengatur napasnya. Orang itu juga terlihat sangat kuat dengan aura yang berhasil mengalahkannya.Kesatria Hitam sempat dipukul mundur dalam keadaan terkejut dan pertempuran sengit kembali terjadi di area ini. Di sisi lain, di reruntuhan. Chandra masih terbaring dalam keadaan sekarat. Kekuatannya memang sudah meningkat pesat. Ditambah lagi, dengan jurus Langkah Melawan Langit yang membuat kekuatannya semakin besar. Namun sayangnya, jurus Langkah Melawan Langit yang dimilikinya hanya mampu melawan seseorang yang berada di tingkat keenam Alam Kesucian. Walaupun Kesatria Hitam saat ini berada di tingkat keenam Alam Kesucian, kekuatannya sudah berada di puncak tingkat keenam dan hanya selangkah lagi untuk masuk ke tingkat ketujuh Alam Kesucian. Oleh karena itu, ada kesenjangan kekuatan yang sangat besar di antara mereka. Sekarang, Chandra terluka, tapi belum mati. Bagaimanapun juga
Kesatria Hitam terlal kuat. Kekuatan penghancurnya terlalu mengerikan. Chandra tahu tanpa menggunakan Jurus Langkah Melawan langit, dia tidak akan dapat membunuh Kesatria Hitam.Saat ini, lautan energi kecil di dalam tubuh Chandra menyemburkan energi sejati. Energi sejati itu mengalir ke seluruh tubuhnya dan mematahkan tulang belakangnya. Chandra mengambil satu langkah ke depan. Setiap kali melangkah, energi langit dan bumi berkumpul ke arahnya dengan cepat. Energi langit dan bumi masuk ke dalam tubuh Chandra dan membentuk tulang belakang.Saat Chandra melangkah maju, Kesatria Hitam pun merasakan adanya kekuatan penghancur yang dahsyat. Akan tetapi, energi itu tidak cukup untuk mengejutkannya. Dia mengangkat pedang hitamnya dan menebas dengan ganas.Kibasan pedang hitam Kesatria Hitam mendatangkan badai. Chandra langsung mengambil beberapa langkah dalam sekejap. Tulang belakang yang terbentuk kembali langsung menghancurkan badai energi pedang.Jurus Langkah Melawan Langit adalah jurus
Chandra menoleh ke arah datangnya suara. Di kejauhan, seorang pria terbang dengan cepat dan muncul di depan Chandra dalam hitungan detik.Setelah sampai di depannya, Chandra bisa melihat dengan jelas rupa pria itu. Pria itu masih muda, hanya sekitar 25 atau 26 tahun. Dia mengenakan baju besi hitam dan membawa pedang panjang di pinggangnya. Dia muncul beberapa meter jauhnya dari Chandra, dengan wajah muram dan tatapan membunuh di matanya.“Siapa kamu?” Tanya Chandra bingung.Chandra tidak kenal dengan orang itu. Bagaimana bisa dia mengatakan kalau dunia ini begitu sempit? Apakah mereka pernah bertemu sebelumnya?“Perkenalkan.” Pria berbaju besi hitam itu bicara dengan suara berat, “Namaku Kesatria Hitam, dari Alam Niskala.”Begitu mendengar nama “Alam Niskala”, Chandra mendapat firasat buruk. Karena dia telah membunuh banyak makhluk di Alam Niskala dan memiliki dendam dengan banyak orang di Alam Niskala.Chandra tertegun sejenak, lalu dia menangkupkan kedua tangannya dan berkata, “Halo,
Sasa tampak khawatir. “Bagaimana, ya? Begini saja. Aturan Langit adalah sesuatu yang mengendalikan semua tatanan. Itu adalah eksistensi yang melampaui segalanya. Kelahiran, penuaan, penyakit, dan kematian semua makhluk hidup ada di bawah kendali Aturan Langit.”Chandra tetap tidak mengerti.“Sekarang kamu nggak perlu pahami soal ini dulu. Aku hanya bisa bilang ke kamu, semua latihan dan usahamu adalah untuk semakin dekat dengan Aturan Langit. Semakin kuat dirimu, semakin dekat dirimu dengan Aturan Langit. Kamu akan semakin nggak bisa dikendalikan oleh Aturan Langit.”“Hmm.” Sasa menganggukkan kepala dan berkata, “Saat kekuatan seseorang mendekati Aturan Langit, dia bisa melihat rahasia langit melalui Aturan Langit dan memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya. Dia bahkan bisa melawan tekanan Aturan Langit dan membalikkan situasi serta mengubah beberapa hal.”Penjelasan mereka terlalu mendalam. Chandra juga tidak mengerti. Dia pun bertanya, “Jadi apa yang harus aku lakukan sekarang?
Setelah memasuki Gerbang Waktu dan Ruang, Chandra datang ke Negeri Penelusuran. Dia juga mendapatkan pemahaman awal tentang Negeri Penelusuran. Negeri Penelusuran adalah tempat untuk menelusuri kembali ke awal waktu, saat langit dan bumi pertama kali diciptakan, untuk melihat misteri utama langit dan bumi. Selain itu, Chandra tidak mengerti.Chandra melihat sekelilingnya. Sejauh yang dapat dilihatnya, tidak ada seorang pun di area itu selain dirinya. Chandra turun dari langit dan mendarat di pegunungan.cincin di jarinya berubah menjadi cahaya keemasan dan jatuh ke tanah. Kemudian, cahaya itu berubah menjadi Istana Abadi Ceptra yang sangt kecil. Chandra masuk ke dalam istana itu.Setelah itu, Istana Abadi Ceptra terus menyusut hingga akhirnya tenggelam ke dalam tanah. Sekalipun ada yang lewat di sini, mereka tidak akan menemukan keberadaan istana itu.Di dalam istana, kediaman Penguasa Kota, di halaman belakang.Ada tiga orang berkumpul di situ. Chandra, Noa dan Sasa. Chandra memberitah
Pintu gerbang itu tergantung horizontal di tengah langit, dengan retakan antara bumi dan 3000 dunia tersegel di kedua sisinya. Pintu itu sangat besar. Tingginya mencapai seratus meter. Pada balok kusen pintu di kedua sisi, terdapat beberapa kata misterius. Tulisannya sangat kuno. Bahkan Trigali dan yang lainnya dari Dunia Iblis pun tidak mengetahui arti kata-kata tersebut.Ada kabut putih tebal di tengah gerbang. Mustahil untuk melihat melalui kabut putih dan mengetahui apa yang ada di balik gerbang. Satu demi satu, prajurit kuat muncul di langit. Mereka memasuki Gerbang Waktu dan Ruang, lalu menghilang di bumi.Trigali langsung melangkahkan kakinya melewati Gerbang Waktu dan Ruang. Kemudian, bawahannya mengikutinya dari belakang.“Chandra, ayo kita pergi juga,” ajak Koko sambil menatap Chandra.“Oke.” Chandra menganggukkan kepala. Keduanya maju bersama dan memasuki gerbang pada saat yang sama. Begitu masuk ke gerbang, Chandra hanya merasakan ada kekuatan dahsyat yang menerpa dan meny
Pagi ini adalah pagi ketika Chandra berada di Kota Bushu. Saat fajar menyingsing, fenomena aneh langit dan bumi pun muncul. Sebuah gerbang ilusi muncul di langit Kota Bushu. Di pintu gerbang tersebut terdapat beberapa tulisan.Dalam beberapa hari terakhir, Chandra selalu memanfaatkan waktunya dengan berlatih di halaman. Begitu gerbang ilusi itu muncul, dia pun melihatnya. Dia menatap pintu gerbang itu sebentar. Namun, dia tidak mengenali kata-kata yang mengambang di gerbang ilusi itu.Kata-kata itu ditulis dengan tulisan kuno, terlihat sangat misterius. Tulisan itu seolah memiliki kehidupan, yang membuatnya terus berubah. Sesaat kemudian, Koko, Trigali dan beberapa prajurit kuat dari Dunia Iblis datang.Chandra segera berjalan ke arah Koko dan bertanya, “Lihat, itu gerbang ilusi yang baru saja muncul. Gerbang itu terhubung ke celah segel di langit. Ada beberapa tulisan di pintunya. Kamu tahu arti kata-kata itu?”Koko belum menjawab, Trigali sudah menganggukkan kepala dan berkata, “Tahu